Name: Heroes From Another World
Author: Izanagi – no – Ookami
Genre: Friendship,
Rating: M
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima sama Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Sakura Haruno x , Kakashi Hatake x Rossweise, Issei Hyoudou x Harem, Nagato Uzumaki x Konan, Yahiko x , Gaara x Sara, and many pair inside
Chapter 11: The Fatefull Meeting
-Tokyo, DxD Dimension-
Setelah sehari setelah penyerangan Elemental Nation… Naruto pun terbangun dari tidurnya dan dia tidak melihat Rias dikamarnya, tanda dia sedang berada disekolahnya saat ini dan hanya menyisakan Naruto dan Aisha saja di kamarnya. Entah kenapa saat dia tertidur, dia merasakan ada sesuatu yang terjadi di Elemental Nation. Dia pun melihat Sasuke yang sedang membaca sebuah Koran di ruang utama klub milik Rias dan dia pun duduk disebelah Sasuke dan berkata…
"Sasuke…" Ucap Naruto yang mencoba melihat sahabatnya itu.
"Ada apa Naruto?" Tanya Sasuke yang sudah menghentikan acara membaca korannya, kemudian dia membatin 'Apa yang sebenarnya terjadi pada Naruto? Kenapa dia terlihat sangat cemas seperti ini?'
"A-Aku merasa kalau ada masalah besar yang terjadi di Elemental Nation." Jawab Naruto dengan nada cemas, kemudian dia melanjutkan "Aku bermimpi Konoha beserta seluruh desa-desa lain di Elemental Nation hancur oleh meteor super besar."
"Kau pasti cuma berkhayal Naruto…" Balas Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Yang bisa memanggil meteor itu hanyalah Madara saja dan dia sudah mati setelah Kaguya kita berhasil segel. Jadi aku yakin tidak terjadi apa-apa pada Elemental Nation."
'Aku harap kau benar Sasuke…' Batin Naruto yang rasa cemasnya sudah terangkat sedikit demi sedikit, kemudian dia teringat teman-temannya dan membatin 'Semoga kalian baik-baik saja disana minna…'
Sedangkan di sebuah restoran yang dekat dengan Kuoh Academy, sang Sekiryuutei yang bernama Issei Hyodou dan keempat temannya yang bernama Asia Argento, Koneko Toujou, Yuuto Kiba dan juga salah satu peerage dari Sona Sitri yang bernama Saji Genshirou saat ini sedang berbicara dengan dua exorcist yang kemarin pernah datang ke klubnya yang bernama Xenovia dan Irina Shidou. Saat ini mereka berdua menerima bantuan dari Issei dan Yuuto meskipun Xenovia harus menahan sedikit harga dirinya untuk meminta bantuan pada bangsa iblis.
"Jadi kau dan temanmu ini akan menerima bantuan kami, Irina-chan?" Tanya Issei yang sedang menatap sahabat masa kecilnya itu.
"Ya, itu benar Issei-kun." Jawab Irina.
"Tapi bagaimana dengan sahabatmu itu?" Tanya Issei, kemudian dia melanjutkan "Apakah dia bisa bekerja sama dengan kami yang merupakan iblis ini?"
"Ya, aku akan mencoba untuk bekerja sama dengan kalian." Jawab Xenovia, kemudian dia melanjutkan "Lagipula yang dikatakan Uzumaki itu benar… Kenapa tidak meminta bantuan saat kami sendiri kesulitan untuk menjalankan misi ini."
"Kalau begitu kita telah sepakat, Irina-chan, Xenovia…" Ucap Issei yang tersenyum melihat mereka berdua tapi sahabatnya yang bernama Saji tidak.
"Oyyyy! Sepakat dari Hong Kong!" Teriak Saji dengan kesal, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak setuju akan kesepakatan ini… Lagipula ini kan urusan kau yang merupakan peerage dari Rias-buchou dengan dua gadis exorcist itu, tapi kenapa aku yang pawn dari Sona-kaichou juga terbawa-bawa juga?"
"Ayolah Saji… Jangan jadi pengecut begitu." Ucap Issei, kemudian dia melanjutkan "Lagipula memangnya kau tidak ingin bertambah kuat agar Sona-kaichou jatuh cinta padamu… Kau tahu kan kalau Sona-kaichou sekarang tertarik pada Sasuke-san, apa kau mau kalah dari Sasuke-san?"
"NOOO!" Teriak Saji saat mendengar kaichounya itu menyukai pria lain, kemudian dia melanjutkan "Baiklah, Hyoudou… Aku ikut dengan rencanamu. Mungkin dengan ini, Sona-kaichou akan jatuh cinta padaku dan nanti aku akan membuat Sona-kaichou hamil anak dariku hehehehe."
"Dasar Saji senpai mesum…" Ucap Koneko dengan nada datarnya, seperti biasa dan membuat Saji menundukkan kepalanya karena dia tertohok ucapan Koneko yang serasa menusuk hati itu.
Issei pun melihat Saji dan berkata "Ayo Saji… Kita tunjukkan kekuatan dua naga, Ddraig yang merupakan salah satu Two Heavenly Dragon dan juga Vvitra yang merupakan salah satu anggota Five Dragon King's."
-Kyoto, DxD Dimension-
Saat ini di kuil milik Yasaka, wanita cantik yang merupakan ketua dari semua Kitsune Youkai yang berada di Kyoto pun juga merasakan sesuatu tentang Elemental Nation. Kemudian muncul pria dengan rambut putih spiky yang sedang memakai kursi rodanya, dia pun melihat pria itu dan berkata…
"Aku merasakan ada sesuatu yang terjadi di Elemental Nation…" Ucap pria itu, kemudian dia melanjutkan "Apa kau merasakannya Yasaka-hime?"
"Ya, aku juga merasakannya…" Jawab Yasaka, kemudian dia melanjutkan "Perasaan ini seolah-olah seperti seluruh Elemental Nation hancur berkeping-keping tanpa tersisa…"
"Aku harap dia baik-baik saja disana…" Ucap pria itu.
"Tenang saja… Dia pasti baik-baik saja karena dia adalah Yogen no Ko dan dia juga mempunyai Bijuu terkuat didalam tubuhnya…" Balas Yasaka, kemudian dia tersenyum dan melanjutkan "Bukan begitu… Jiraiya-kun?"
-Tokyo DxD Dimension-
Saat ini Yuuto, Issei, Koneko, Asiadan Xenovia pun sedang mencoba untuk mengambil pedang-pedang Excalibur yang dicuri yang kabarnya dimiliki oleh Freed, orang yang pernah Issei dan Yuuto kalahkan saat mereka mencoba menyelamatkan Asia sedangkan Irina berpisah karena dia ingin kembali ke apartemen yang dia dan Xenovia sewa… Issei saat ini melihat Yuuto dengan intens karena dia dengar dari Naruto saat pertarungan Yuuto dan juga Xenovia, dia sangat dendam pada pedang yang bernama Excalibur yang dibawa oleh Irina dan Xenovia.
"Kau kenapa menatapku seperti itu, Issei?" Tanya Yuuto yang risih akan tatapan Issei kepadanya yang tergolong intens.
"Kau menjijikkan senpai…" Ucap Koneko, kemudian dia melanjutkan "Kau bukan hanya mesum, tapi juga homo."
"Issei-san…" Ucap Asia yang melihat Issei dengan tatapan lirih
"Aku masih normal, Asia-chan, Koneko-chan… Jangan salah paham. Aku masih suka pada wanita dan oppai" Ucap Issei, kemudian dia melihat Yuuto dan berkata "Aku hanya bingung… Sebenarnya apa tujuanmu ikut membantu Irina-chan dan Xenovia, Kiba? Aku dengar dari Naruto-san kau memiliki dendam pada pedang yang dimiliki Irina-chan dan Xenovia."
Yuuto dan juga Xenovia pun menghentikan langkahnya. Xenovia juga penasaran dengan alasan Yuuto… Kalau Yuuto bilang tujuannya adalah menghancurkan Excalibur, maka dia akan menghentikannya. Karena misi sebenarnya dari dia dan Irina adalah membawa semua pedang Excalibur yang dicuri kembali ke Vatikan. Yuuto pun menghela nafas dan dia pun berkata "Aku memang dendam pada pedang itu tapi sekarang tidak karena mendengar cerita dari Sasuke-san yang mempunyai pengalaman buruk karena dendamnya itu. Tujuanku adalah merebut semua pedang Excalibur dari tangan Freed supaya pedang itu tidak membahayakan kita iblis… Kalau perlu aku akan menghancurkannya demi kelangsungan hidup bangsa iblis."
"Tapi kalau bisa, aku akan membiarkan Irina-san dan Xenovia-san membawa pedang-pedang itu kembali ke Vatikan, supaya pedang itu tidak membahayakan kita." Tambah Yuuto, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu, ayo kita pergi… Sebelum Freed mendapatkan pedang yang lain. Jaga baik-baik pedang Excalibur Destruction milikmu, Xenovia…"
"Baiklah Yuuto Kiba…" Balas Xenovia, kemudian dia melihat seseorang gadis berambut orange dengan gaya twin tail dan berpakaian ketat seperti dirinya. Melihat itu Xenovia terbelalak dan dia pun berkata pada Issei "Hyoudou! Lihat… Itu Irina!"
Mata Issei pun terbelalak saat melihat sahabat masa kecilnya dalam keadaan pingsan dengan luka yang lumayan parah di tubuhnya. Issei pun berlari ke arah Irina dan mencoba membangunkannya "Irina-chan… Woy, bangun Irina-chan!"
"Tenanglah Issei-senpai…" Ucap Koneko, kemudian dia melihat Asia dan berkata "Biarkan Asia-san mengobati Irina-san terlebih dahulu…"
"Kumohon sembuhkan dia, Asia-chan…" Ucap Issei dan Asia pun menggangguk dan langsung mengobati luka Irina sebisa dia dan membuat Xenovia terkejut dan menundukkan kepalanya.
'Setelah apa yang aku katakan, dia masih mau menolong iIrina… Aku ternyata benar-benar salah tentangmu Asia.' Batin Xenovia, kemudian muncullah seseorang yang saat ini sedang mereka cari-cari, yaitu Freed Sellzen.
"Kita bertemu lagi iblis hina…" Ucap Freed, kemudian dia melanjutkan sambil menunjuk Irina "Dan aku tidak menyangka ada Exorcist cantik selain dirinya disini."
"Kau…" Ucap Issei dengan amarah meluap-luap, kemudian dia melanjutkan "Kau kan yang melukai Irina? CEPAT JAWAB!"
"Itu benar… Aku yang melakukannya." Jawab Freed, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku tidak punya pilihan lain, karena dia menghalangiku untuk mendapatkan pedang Excalibur Mimic miliknya… Jadi aku lukai dia dan aku rebut pedangnya."
'Dia sudah mendapatkan Mimic…' Batin Yuuto, kemudian dia melihat Xenovia dan dia pun berdiri di depan Xenovia dan berkata "Kau sudah mendapatkan Excalibur Mimic kan? Untuk apa kau tetap disini?"
"Heh, kau pikir aku tidak tahu bahwa Exorcist itu memiliki Excalibur juga." Ucap Freed, kemudian dia melanjutkan "Excalibur Destruction…"
"Dan aku tidak akan membiarkannya…" Ucap Yuuto yang sudah mengeluarkan sebuah pedang dari Sacred Gear [Sword Birth] miliknya dan langsung menyerang Freed, tapi dia bisa menahannya dengan pedangnya. Setelah itu dia pun berkata pada anggota timnya dan berkata tanpa menoleh ke arah mereka "Kalian pergilah! Aku akan menahannya… Aku tahu dia akan melakukan sesuatu yang buruk dengan semua pedang Excalibur di tangannya."
"Tapi Yuuto-senpai…" Ucap Koneko.
"Pergilah Koneko-chan…" Balas Yuuto, kemudian dia melanjutkan "Aku akan janji untuk kembali dengan selamat dan juga akan membelikanmu permen atau kue yang banyak."
Issei pun ingin membantu Yuuto, kemudian dia teringat bahwa dia harus menyelamatkan Irina yang terluka parah dengan cara membawanya ke tempat yang aman. Dia pun melihat rekannya itu dan berkata "Tetaplah hidup pemuda cantik… Aku akan membantumu setelah Irina-chan sudah baikan nanti."
Yuuto pun tidak membalasnya karena Freed berhasil memukul mundur Yuuto dan berbalik menyerangnya. Sedangkan Xenovia pun melihat Yuuto dan berkata "Aku tidak akan melupakan pengorbananmu ini, Yuuto Kiba."
Setelah semuanya pergi… Freed pun melihat Yuuto dengan tatapan meremehkan dan berkata "Kau bodoh akuma-kun… Kau menyerahkan hidupmu untuk menahanku demi mengambil pedang Excalibur Destruction yang merupakan pecahan dari pedang yang sangat kau benci itu hahahahaha"
Yuuto pun terkejut saat mendengar kabar itu, kemudian dia melihat tajam Freed dan berkata "Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa mengetahui hal itu?"
"Itu karena… Tidak sepertimu yang merupakan proyek gagal dari proyek Holy Sword seperti teman-temanmu yang lain. Aku adalah hasil dari proyek berhasil yang dijalankan Valper-sama." Jawab Freed
Yuuto pun terkejut, karena orang yang telah membuat teman-temannya terbunuh ternyata masih hidup. Dia memang bersumpah untuk tidak membalaskan dendamnya, tapi Valper harus menerima ganjaran atas perbuatannya. Yuuto pun melihat Freed dan berkata "Jadi rencana apa lagi yang ingin dilakukan si tua bangka itu heh, Freed?"
"BERANI SEKALI KAU MEMANGGIL VALPER-SAMA DENGAN PANGGILAN ITU, MAKHLUK GAGAL!" Teriak Freed, kemudian dia melanjutkan "Aku berencana untuk menggabungkan semua pedang suci Excalibur dan aku akan mendapatkan Excalibur sejati yang akan aku gunakan untuk membasmi para iblis sepertimu!"
"Heh, kau selalu saja memanggilku dengan julukan proyek gagal… Itu memang benar sih." Ucap Yuuto, kemudian dia melesat dengan kecepatan kuda-nya dan melesatkan pedangnya tapi masih bisa ditahan oleh Freed dan membuat Yuuto semakin terkejut. Setelah itu, dia pun menendang perut Freed dan berkata "Tapi makhluk gagal yang selalu kau bilang itu sudah mati saat proyek kakek tua Bangka itu gagal dan menghilangkan nyawa teman-temanku… Aku yang sekarang adalah Yuuto Kiba! Knight satu-satunya dari Rias Gremory-sama!"
"Ugh, kau hebat…" Ucap Freed yang masih memegang perutnya yang ditendang oleh Yuuto. Memang Yuuto adalah Knight yang pertahanan dan kekuatan tidak sebagus Rook… Tapi tetap saja, Yuuto adalah Devil dan tendangannya itu bisa membuatnya sakit karena dia merupakan manusia. Dia pun langsung mengeluarkan pedang Excalibur-nya dan langsung melesat dengan kecepatan seperti Yuuto dan bisa menebas sebagian tubuhnya dan membuatnya melompat mundur ke belakang.
'Ugh, sial… Sejak kapan dia bisa melampaui kecepatanku yang sedang memakai kecepatan dari bidakku ini? Aku pikir yang bisa mengalahkan kecepatanku hanyalah Sasuke-san. Dan perasaan ini… Apa itu Excalibur?' Batin Yuuto yang juga sedang memegang bagian dadanya yang tertebas pedang milik Freed yang kelamaan semakin lama semakin sakit seolah dia diserang oleh puluhan [Light Spear].
"Bagaimana Akuma-kun? Apa kau menikmati luka yang kuberikan dari Excalibur milikku ini?" Tanya Freed dengan nada sombong.
'Sudah kuduga, itu adalah Excalibur...' Batin Yuuto, kemudian dia langsung melesat ke arah Freed dengan kecepatan super cepatnya tapi Freed juga menggunakan kecepatan super cepatnya dan langsung menebas Yuuto kembali dan membuatnya terlempar ke belakang.
'Sial! Sebenarnya Excalibur apa yang dia pakai? Kenapa kecepatannya menjadi meningkat drastic seperti ini…' Batin Yuuto dengan emosi karena semua serangannya bisa diimbangi oleh Freed, malah Freed yang terus membalik menyerangnya.
"Bagaimana Akuma-san? Apa Excalibur Rapidly milikku ini sudah cukup membuat masalah untukmu?" Tanya Freed yang mencoba menyerang Yuuto kembali dengan kecepatannya.
'Sial! Dia ternyata menggunakan Excalibur Rapidly. Pantas saja kecepatannya meningkat dengan sangat pesat.' Batin Yuuto, kemudian dia dibuat terkejut saat dia melihat Freed sudah berada di dekatnya dan sudah siap menusukkan Excalibur-nya ke dadanya untuk One-Death Blow dan membuatnya berkata 'Si-Sial…'
Booooooommmm
Terjadilah asap saat Freed menusuk tubuh Yuuto dengan pedangnya dan yang membuatnya aneh, dia tidak mendengar suara tubuh yang tertusuk oleh pedang dan malah sesuatu yang hancur oleh pedangnya. Saat asap itu menghilang, dia pun melihat bukan tubuh Yuuto lagi yang berada di depannya tapi sebuah batu yang sudah hancur karena pedangnya dan membuatnya membatin 'Sial! Dimana dia? Sepertinya dia sudah pergi… Kalau begitu aku harus kembali pada Valper-sama.'
Di balik sebuah pohon, seseorang berambut raven dengan gaya rambut spiky seperti sang Rokubi no Jinchuuriki, Utakata pun melihat pemuda bishounen berambut pirang di sebelahnya dan dia pun berkata "Kau tidak apa-apa, Yuuto?"
"Eh, Sasuke-san!" Teriak Yuuto karena kaget, kemudian dia melanjutkan "Apa aku sudah mati?"
"Belum…" Jawab orang yang ternyata adalah Sasuke ini, kemudian dia melanjutkan "Aku bergerak lebih cepat dan mengganti tubuhmu dengan batu disebelahku dengan teknik Amenotejikara milikku, jadi kau masih hidup… Untuk saat ini."
Yuuto pun melihat mata Rinnegan Sasuke yang sudah berubah menjadi mata normalnya yang berwarna hitam, kemudian dia berkata "Kenapa kau bisa berada disini, Sasuke-san?"
"Aku diminta King-mu itu untuk mencarimu, Issei, Koneko dan juga Asia." Jawab Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Jadi dimana temanmu yang lain?"
"Mereka sedang bersama Xenovia dan juga mereka sedang mengamankan dan mengobati Irina yang dilukai oleh orang tadi." Jawab Yuuto.
"Kau kembalilah… Mungkin yang lain juga sudah kembali." Ucap Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Aku masih ada urusan…"
Saat Yuuto ingin menggunakan lingkaran sihirnya, dia pun berkata "Berikan ini pada ahli Kekkai di tempatmu… Jika segel ini terbuka maka kekkai yang kuat akan terbentuk dari segel-segel ini."
"Baiklah Sasuke-san… Kalau begitu, aku permisi dulu." Balas Yuuto, kemudian dia menghilang dengan lingkaran sihirnya.
'Kalau begitu aku akan mencari mereka… Entah kenapa Naruto bilang dia merasakan chakra Kakashi dan yang lain di tempat ini. Kalau memang benar, berarti memang terjadi sesuatu di Elemental Nation…' Batin Sasuke yang sudah menghilang dengan Sunshin no Jutsu.
Di sebuah tempat, tepatnya sebuah pagoda terbang. Terdapatlah dua orang manusia yang berada didalamnya. Pertama adalah pemuda berambut silver dengan yukata yang lehernya terdapat beberapa magatama dan disebelahnya dan disebelahnya adalah gadis berambut lavender panjang dan memakai jaket bertudung berwarna hitam(AN: Sama kaya di fanart Hinata di The Last). Kedua orang ini adalah, Toneri Otsutsuki dan juga Hinata Hyuga yang merupakan biang keladi kehancuran tempat continent para Shinobi tinggal yang bernama Elemental Nation. Pagoda itu makin kelamaan terus mengarah ke Kuoh Academy. Hinata yang melihat itu pun segera bertanya pada sosok di depannya itu.
"Kenapa kau pergi ke tempat itu, Toneri?" Tanya Hinata dengan tatapan tajam Tenseigan miliknya kepada Toneri.
"Aku merasakan ada kekuatan seseorang dengan kekuatan yang lumayan dan sepertinya Ashura akan melawannya." Jawab Toneri, kemudian dia melanjutkan "Kalau dia berhasil melakukannya, kita berdua akan membunuhnya saat dia sudah lemah…"
"Tapi apa kau yakin, Toneri? Naruto bukanlah ninja sembarangan…" Ucap Hinata, kemudian dia melanjutkan "Dia itu adalah seorang Uzumaki yang mempunyai kapasitas chakra yang besar dan dia juga Jinchuuriki dari 9 Bijuu… Aku tidak yakin makhluk yang kau maksud itu bisa melemahkan Naruto. Kau lihat sendiri kan dia bisa bertahan melawan para Shiro Zetsu, para Edo Tensei,Obito dan Edo Tensei Madara, Obito yang menjadi Jinchuuriki Juubi, Madara dalam keadaan sudah mendapatkan kekuatan Rikudou dan juga Kaguya… Tidak mungkin dia akan lemah semudah itu."
"Aku tahu itu…" Balas Toneri, kemudian dia melanjutkan dengan arogan "Dan juga dia berpengalaman dalam melawan orang dengan Rinnegan… Tapi mata kita ini adalah Tenseigan. Doujutsu yang tidak pernah dia dengar… Dan kita masing-masing mempunyai dua pasang Tenseigan, dia tidak akan mempunyai kesempatan."
"Terserah kau saja Toneri…" Balas Hinata.
Saat Yuuto kembali ke Kuoh Academy, Yuuto pun terkejut saat sekolahnya itu diserang oleh Freed, Valper, dan juga Kokabiel yang merupakan malaikat jatuh yang pernah ditulis di kitab suci. Keadaan bertambah parah saat Kokabiel mensummon anjing berkepala tiga dengan nama Cerberus. Dia pun dengan bantuan Issei, Koneko, beserta Xenovia dengan Rias dan Akeno pun langsung melakukan perlawanan melawan mereka bertiga. Kokabiel hanya diam saja dan melihat antek-anteknya menjalankan tugasnya. Yuuto dan Xenovia berhasil mengalahkan Freed dengan pedang suci iblisnya, Sword of Betrayer dan juga salah satu Holy Sword, Durandal. Valper pun tewas dibunuh oleh Kokabiel saat mengatakan sesuatu tentang pedang suci iblis Yuuto. Melihat itu pun Issei melihat Kokabiel dengan murka dan berkata…
"Kau!" Teriak Issei, kemudian dia melanjutkan "Berani-beraninya kau membunuh rekanmu sendiri!"
"Dia terlalu banyak bicara…" Balas Kokabiel dengan santai, kemudian dia melanjutkan "Dia pantas dibunuh."
'Dia benar-benar psikopat…' Batin Issei yang sudah mengepalkan tangannya, kemudian dia mengeluarkan Sacred Gearnya.
[Boost] [Boost] [Boost]
[Boost] [Boost] [Boost]
[Boost] [Boost] [Boost]
"Dragon Shot!" Teriak Issei yang menembakkan laser berukuran besar dari gauntletnya.
"Gaaaaaahhhhhhh!" Teriak Kokabiel yang terlempar lumayan jauh dari tempatnya berdiri tadi, kemudian dia bangkit dan berkata pada Issei "Kurang ajar kau Sekiryuutei!"
Dia pun langsung membuat [Light Spear] berukuran bus besar dan membuat semua orang disana berkata 'Be-Besar sekali… Se-Serangan seperti itu bisa membunuh kami semua.'
"Kau tahu Rias Gremory… Aku merasakan seseorang dengan kekuatan besar di dalam sekolahmu itu, siapakah dia?" Tanya Kokabiel.
Rias pun tidak tahu harus menjawab apa… Dia ingin bilang kalau disana adalah suaminya, tapi itu malah akan membuat Naruto terbunuh. Dia pun mengepalkan tangannya dan membatin 'Apa yang harus aku lakukan, onii-sama?'
"Waktumu habis, Rias Gremory…" Ucap Kokabiel dan dia pun melemparkan [Light Spear] raksasa itu dan berhasil menjebol kekkai yang dipasang Sona karena segel yang mengandung kekkai Shinshienjin milik Sasuke belum cukup kuat untuk menahan serangan sebesar itu dan mengenai ruang tempat Naruto berada dan meledakkannya.
Semua orang pun terkejut karena itu dan meneriakkan nama Naruto sedangkan Rias jatuh dengan keadaan terduduk dan berteriak "TIDAAAKKK! AISHA-CHAN! NARUTO-KUN!"
Rias pun menangis karena meledaknya tempat suaminya dan putrinya itu berada dan membuat Kokabiel tertawa seperti orang gila dan membuat semua orang disana kecuali Rias menatap Kokabiel dengan tajam. Tiba-tiba saja Naruto datang dengan Hiraishin dan berkata dengan kesal "SIAPA YANG HAMPIR MEMBUAT PUTRIKU CELAKA TADI!"
Rias yang mendengar itu pun melihat kebelakang dan melihat Naruto dengan keadaan baik-baik saja. Kemudian dia bangkit dan memeluk Naruto serta berkata "Na-Naruto-kun, hiks. Aku pikir kau tadi…"
"Tidak, Rias-chan… Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat." Ucap Naruto. Wajah sangarnya tadi melunak saat melihat Rias yang sangat mengkhawatirkannya.
Rias pun melepaskan pelukannya dan berkata "Bagaimana dengan Aisha-chan?"
"Aku berhasil menteleportkan diri kami berdua ke Underworld dengan menggunakan Hiraishin…" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tadi Sirzech-niisama akan kesini, tapi aku melarangnya. Karena aku yang akan melawan orang yang akan melukai putri kita dengan tanganku sendiri…"
"Wow… Aku tidak menyangka bahwa heiress klan Gremory ini mempunyai seorang putrid dan juga kekasih. Kalau saja aku berhasil membunuh mereka berdua maka Sirzech akan benar-benar menuju kesini." Ucap Kokabiel dan membuat Naruto menatap tajam dirinya. Kokabiel yang melihat tatapan tajam Naruto pun berkata "Kenapa kau menatapku seperti itu bocah?"
"Kau akan kubunuh!" Teriak Naruto yang langsung memakai Bijuu Mode dan membuat yang lain kecuali Yuuto dan Xenovia diselimuti aura chakra berwarna merah yang berasal dari chakra Kurama.
'Apa ini?' Batin Issei yang melihat tangannya diselimuti aura berwarna merah.
[Partner…] Ucap Ddraig, kemudian dia melanjutkan [Aku tidak tahu apa yang dilakukan Naruto itu… Tapi ini mengembalikan energimu yang hilang, partner]
"Sugoi!" Teriak Issei, kemudian dia berkata "Transfer!"
Issei pun memberikan energinya pada Yuuto dan Xenovia dan membuat mereka berdua berkata "Terima kasih Issei, Hyoudou…"
"Kalian semua lawan anjing berukuran besar itu…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku yang akan melawan kakek tua bersayap itu."
Naruto pun langsung melesat ke arah Kokabiel dan Cerberus yang melihatnya langsung mengarahkan tangannya untuk menindih tubuh Naruto, tapi sedetik sebelum tangannya mengenai tubuh Naruto dia pun langsung berpindah ke belakang tubuh Cerberus dan membuat semua orang di peerage Sona, Xenovia dan Kokabiel membatin 'Siapa dia sebenarnya? Dia sangat cepat.'
Naruto pun sampai di tempat Kokabiel dan Kokabiel pun terbang dengan menggunakan sayapnya dan berkata "Kenapa? Kau tidak bisa menggapaiku? Serang aku di atas sini kalau bisa…"
Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum dan langsung membuat handseal dan berkata "Kage Bunshin no Jutsu!"
Boooffff
Muncul bunshin Naruto di sebelahnya dan membuat Kokabiel membatin 'Siapa dia sebenarnya? Dia ini iblis tapi kenapa dia tidak menggunakan sayapnya untuk menggapaiku dan juga aku belum pernah melihat iblis dengan kemampuan seperti ini?'
"Bantu aku…" Ucap Naruto yang sudah membuat sebuah Rasengan di tangannya.
"Bersiaplah, oyabun…" Ucap bunshin itu, kemudian bunshin itu langsung memegang tangan Naruto yang satu lagi dan melemparkannya dengan tinggi ke arah Kokabiel
"Kau akan jatuh sekarang, KONOYAROU!" Teriak Naruto yang sudah menghujamkan Rasengan miliknya dan berkata "Rasenrengan!"
"Arrrrgggghhhhh!" Teriak Kokabiel yang terdorong ke tanah dan…
Duuaaaaarrrrrr
Kokabiel jatuh ke tanah dengan kasar dan membuat tanah yang dijatuhinya retak dan membuat kawah yang dalam. Naruto pun mendarat dengan lincah dan berjalan ke arah Rias yang sudah mengalahkan Cerberus dengan bantuan dari Issei dan yang lain. Setelah berada di dekat Rias, dia pun berkata "Yo! Kau baik-baik saja Rias-chan?"
"Aku baik-baik saja, Naruto-kun." Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Kau kan sekarang adalah iblis seperti kami… Kenapa kau tidak menggunakan sayapmu seperti kami?"
"Eh, memangnya bisa ya?" Tanya Naruto dengan kikuk dan kemudian dia mengeluarkan sayapnya yang bukan berwarna hitam tapi berwarna orange karena pengaruh chakra Kurama dan kemudian dia melanjutkan "Sepertinya aku lupa…"
Semua orang pun langsung sweatdrop karena hal itu karena bisa-bisanya Naruto melupakan hal sepenting itu. Tapi yang lain pun melihat Kokabiel yang sudah melemparkan [Light Spear] kepada Rias pun berkata "Buchou… / Gremory… Awas!"
Naruto pun yang merasakan itu langsung melompat ke depan Rias dan menjadi tameng bagi tubuh Rias dan membuatnya tertusuk [Light Spear] itu.
Jleebbbb
"Naruto-kun! / Naruto-san! Uzumaki! / Naruto-nii!" Teriak semua orang saat melihat kejadian itu termasuk Rias.
Naruto pun memuntahkan darah segar dari tubuhnya dan membuat Kokabiel tertawa kemenangan. Tapi dia tahu bahwa tubuh Naruto tidak melemah seperti iblis yang lain karena eksperimen jurus yang dia lakukan pada Evil Pieces-nya dan membuatnya berkata "Kau pikir kau sudah menang, huh malaikat jatuh?"
'Dia masih bisa bergerak setelah tertusuk [Light Spear] seperti itu… Dia sama tingkatannya dengan Sirzech dan Ajuka.' Batin Kokabiel, kemudian dia melanjutkan "Memangnya apa yang bisa kau lakukan hah?"
Craaaaaassssshhh
Semua orang pun terbelalak saat melihat Naruto bisa melepaskan [Light Spear] ini dari tubuhnya tanpa melemah kekuatannya. Padahal Issei yang hanya tertusuk di kakinya saja sudah sakit minta ampun. Kemudian luka itu beregenerasi karena bantuan chakra Bijuu yang lain dan itu membuat Kokabiel merinding.
"Kalian…" Ucap Kokabiel, kemudian dia berkata "Kenapa kalian masih bersusah payah untuk melawanku jika pemimpin kalian termasuk kau gadis exorcist?"
"Apa maksudmu dengan pemimpin kami telah mati Kokabiel?" Tanya Xenovia dengan tajam.
"Tuhan atau yang biasa dipanggil Kami-sama di Jepang telah mati di dalam Great War bersama para Satan yang lain." Jawab Kokabiel.
"Tidak mungkin!" Teriak semua orang bahkan Akeno dan Rias yang merupakan seorang iblis, karena walaupun mereka iblis tapi tetap saja Tuhan adalah yang membuat malaikat dan juga iblis… Jadi tidak mungkin Tuhan atau Kami-sama bisa mati.
"Tapi kenapa kami masih merasakan kasih sayang dari-Nya?" Tanya Asia.
"Michael melakukan tugasnya dengan baik." Jawab Kokabiel, kemudian dia melanjutkan "Dia yang memberikan berkah dan melakukan semua tugas yang diberikan Dia setelah Dia meninggal."
Asia pun pingsan dan berhasil ditangkap oleh Issei sebelum kepalanya berhasil membentur tanah. Sedangkan Xenovia terdiam dan membatin 'Tuhan mati, Michael-sama menggantikan posisi Tuhan… Apa hidup yang selama ini aku jalani adalah sebuah kebohongan belaka?'
"Dan kau…" Ucap Kokabiel yang menunjuk Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kenapa kau tidak sedih atau kaget sama sekali saat mendengar kematian Tuhan?"
"Apakah harus?" Tanya Naruto yang mendapatkan tatapan bingung dari semua orang kecuali Koneko, Rias, dan Akeno. Kemudian dia melanjutkan "Tuhanku di duniaku bukanlah dia tapi adalah ayahku dari kehidupanku yang dulu, Rikudou Sannin!"
Dengan itu, Naruto pun berubah menjadi Full Bijuu dengan tubuh Kurama dan 9 ekornya yang sudah keluar. Kemudian dia melihat Kokabiel dan berkata "Kau sudah keterlaluan batas... Kau menyerang istriku, anakku, dan juga peeragenya yang sudah aku anggap sebagai keluarga baruku. KAU TIDAK AKAN PERNAH AKU MAAFKAN, MALAIKAT JATUH!"
Kokabiel pun ketakutan saat melihat itu, kemudian dia berkata dengan arogan "Kau pikir aku akan kalah darimu, AKU TIDAK AKAN KALAH! Aku akan menjadi pemenang dan aku akan memulai Great War Jilid 2 kembali dan mengalahkan fraksi iblis dan malaikat, karena fraksi malaikat jatuh adalah fraksi yang absolut."
"Di duniaku kami semua mencari perdamaian karena perang itu tidak ada menyenangkannya sama sekali. Keluarga, teman, rekan semua mati dalam perang. Tapi kau… Malah menginginkan perang. Kau memang pantas untuk mati…" Ucap Naruto yang sudah membuat bola besar berwarna hitam setelah mencampurkan chakra positif dan negatif dan membuat semua orang terkejut kecuali Rias. Kemudian dia menembakkan bola itu dari mulutnya dan berkata "Pergilah ke neraka! Bijuudama!"
Boooooooommmmm
"Arrrrrrggggggghhhhhh!" Teriak Kokabiel dan kemudian tubuhnya menghilang bersamaan dengan ledakan Bijuudama itu.
Semua orang pun bergetar saat melihat Naruto berhasil membunuh Kokabiel. Dia pun sudah masuk wujud normalnya dan berkata "Jangan harap ada yang bisa mengganggu keluargaku…"
Naruto pun melihat seorang pemuda berambut silver dengan sayap mekanik berwarna putih dan berkata "Siapa kau?"
"Dimana dia?" Tanya pemuda itu tanpa memperdulikan pertanyaan Naruto.
"Yang kau maksud malaikat jatuh itu?" Tanya Naruto dan dibalas anggukan oleh pemuda itu, kemudian dia menunjuk tempat Kokabiel mati olehnya dan berkata "Ambil saja dia disana… Debunya saja tapi."
"Jadi kau sudah membunuhnya?" Tanya pria itu sambil menyilangkan tangannya di dadanya.
"Ya aku sudah membunuhnya." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Dia sudah membahayakan putriku. Dia pantas dibunuh."
Orang itu pun menggangguk mengerti, kemudian dia melihat Rias dan berkata "Namaku Vali… Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu Gremory. Tindakan ini murni dari Kokabiel sendiri bukan atas perintah Azazel. Kalau begitu aku pergi dulu…"
[Kau melupakanku, White-One Albion?] Tanya Ddraig dari dalam gauntlet milik Issei.
[Oh ternyata itu Red-One Ddraig…] Jawab sosok bernama Albion dari dalam sayap mekanik milik Vali, kemudian dia melanjutkan [Sepertinya pemilikmu yang sekarang masih lemah… Aku pikir kau adalah milik pria berambut pirang yang berhasil membunuh Kokabiel itu.]
Ddraig pun hanya terdiam, kemudian Issei melihat Vali dan berkata "Jadi kau adalah Hakuryuukou? Apa kau mencariku?"
"Cih, jadi benar kau adalah Sekiryuutei yang merupakan rivalku?" Tanya Vali dan dijawab oleh anggukan oleh Issei. Kemudian dia menunjuk Naruto dan berkata "Jadilah kuat seperti dia dulu, baru aku akan mencarimu… Kau yang sekarang tidak akan pantas menjadi lawanku."
Vali pun pergi meninggalkan Issei yang mengepalkan tangannya karena perkataan Vali itu. Naruto pun langsung berjalan untuk menemui teman-temannya, tapi ada salah satu suara yang dia dengar "Hakke Kushou!"
Naruto pun ingin memasuki Bijuu Mode lagi dan menahan serangan itu, tapi Rias sudah mengeluarkan Power of Destruction di tangannya dan berkata "Power of Destruction…"
Booooooooommmmm
Terjadilah ledakan kecil karena benturan dua jurus itu, kemudian dia melihat ke belakang dan tidak menyangka bahwa yang menyerangnya adalah rekannya selama di Konoha dulu dan membuatnya berkata "Aku tidak menyangka kau yang melakukannya Hinata."
Hinata pun mendengar itu pun langsung melihat Toneri dan berkata "Ayo kita bunuh dia, Toneri…"
"Hn."
Mereka pun memasuki Tenseigan Chakura Mode dan langsung melesat ke arah Naruto. Naruto yang melihatnya langsung memasuki Bijuu Mode dan dia menahan pukulan Toneri dengan kedua tangannya dan dia juga menahan pukulan Hinata dengan tangan chakranya.
Kurama yang berada di dalam tubuh Naruto pun berkata "Kenapa gadis itu menyerangmu, Naruto?"
"Aku tidak tahu Kurama…" Jawab Naruto, kemudian dia melihat Rias dan membatin 'Apa ini karena hubunganku dan Rias?'
"Awas Naruto-kun! Teriak Matatabi.
Buuuuuaaaakkkk
Terlambat… Naruto terpukul oleh serangan Toneri dan membuatnya terlempar. Rias pun menghampiri Naruto dan berkata "Kau tidak apa-apa, Naruto-kun?"
"Aku tidak apa-apa Rias-chan." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Cepat pergilah dari sini…"
"Oh, jadi dia kekasihmu yang membuatmu tidak pernah melihatku, Naruto?" Tanya Hinata dengan tajam, kemudian dia mengambil kunai miliknya dan berkata "Rambut yang indah… Tapi akan aku warnai seluruh tubuhnya dengan darah yang sama dengan warna rambutnya!"
"Jangan pernah bawa-bawa Rias ke masalah kita!" Teriak Naruto yang sudah bangkit dan membuat Rasengan di tangannya, kemudian dia menghujamkan Rasengan ke tubuhnya dan berkata "Rasengan!"
"Kyaaaaaahhhh!" Teriak Hinata saat dia terpental oleh serangan Naruto, tapi dia berhasil ditahan oleh Toneri. Toneri pun kemudian mengeluarkan Kugutsu yang dia punya di scroll miliknya yang memiliki fisik yang sama dengan rekannya, Kiba Inuzuka.
Melihat itu dia pun berteriak pada Toneri "Apa yang telah kau lakukan pada Kiba, HAH!"
"Aku membunuhnya dan tubuhnya aku gunakan sebagai Kugutsu." Balas Toneri, kemudian dia berkata "Serang dia!"
"Gatsuga!" Ucap kugutsu Kiba yang sudah melakukan jurus biasa dari Kiba.
"Tch…" Decih Naruto, kemudian dia menghindari serangan Gatsuga dari Kiba terus-menerus dan itu mengingatkannya pada saat ujian Genin melawan dia dulu.
Issei saat ini melihat Rias dan berkata "Buchou… Apa kita tidak bisa membantu Naruto-san?"
"Aku ingin membantunya tapi Naruto-kun tidak memperbolehkannya." Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Sepertinya dia mengincarku…"
"Naruto-kun memang benar buchou." Ucap Akeno, kemudian dia melanjutkan "Bisa jadi gadis itu menyukai Naruto-kun. Tapi karena dia tidak menyukainya karena dia sudah menyukaimu… Maka gadis itu dendam dan mengincar kalian berdua."
"Persetan dengan itu, aku akan membantu Naruto-san…" Ucap Issei, kemudian dia melanjutkan "Bantu aku, Ddraig…"
[Oke...] Balas Ddraig.
[Balance Breaker]
[Boosted Gear Scale Mail]
"Rasakan ini, Dragon Shot!" Teriak Issei yang sudah menembakkan lasernya ke arah Toneri dan Hinata.
"Gudoudama!" Ucap Toneri yang tiba-tiba saja mengeluarkan bola-bola berwarna hijau dibelakang tubuhnya dan membentuknya menjadi tameng.
'Sial! Dia juga bisa menggunakan Gudoudama.' Batin Naruto. Kemudian dia menutup matanya dan membatin 'Aku tidak punya pilihan lain… Senjutsu!'
Naruto pun memasuki Bijuu Senjutsu Mode dan dia melihat tangan Toneri menjadi sebuah pedang dan dia sabetkan ke tanah "Kinrin Tensei Baku!"
Tangan itu semakin panjang dan semakin membelah tanah. Dan paling parahnya benda itu menuju Issei… Tanpa basa-basi lagi, Naruto pun langsung memanjangkan tangan chakranya dan berhasil menggapai Issei dan dia pun langsung berkata "Hiraishin no Jutsu!"
Issei pun dipindahkan oleh Naruto ke Rias yang di tangannya terdapat segel Hiraishin. Naruto pun terkejut saat melihat Hinata sudah berada di depannya dan dia pun berkata "Hakke Rokujuuyon Sho!"
'Sial!' Batin Naruto saat menyadari dirinya sedang berada di daerah pukulan 64 suci yang akan dilakukan oleh Hinata.
"2 pukulan…"
"4 pukulan…"
"8 pukulan…"
"16 pukulan…"
"32 pukulan…"
"48 pukulan…"
"64 pukulan…"
"Naruto-kun! / Naruto-san! / Uzumaki!" Teriak semua orang saat Naruto terlempar setelah dipukul secara bertubi-tubi untuk Hinata. Kemudian mereka terkejut saat Naruto berubah menjadi asap dan membuat Hinata mendecih tidak suka.
'Tch… Jadi itu hanya bunshin? Dimana dia sebenarnya?' Batin Hinata, tapi dia terkejut saat Naruto muncul dari dalam tanah dengan tinjunya yang mengingatkannya saat pertarungan Naruto dengan Neji. Hinata pun berhasil menghindar tapi dia tidak bisa menghindar dari serangan lanjutan Naruto yang merupakan tendangan dan membuatnya terlempar menuju Toneri.
"Kau tidak apa-apa Hinata?" Tanya Toneri.
"Tidak apa-apa." Jawab Hinata dengan dingin, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak menyangka ternyata tendangannya sangat sakit sekali…"
"Dia Ashura, ingat? Serangan fisiknya itu sangat kuat karena dia mewarisi energy tubuh dari Rikudou Sannin." Balas Toneri.
"Aku tidak tahu apa masalahmu Hinata… Tapi kau telah mengancam Rias dengan ego-mu hanya karena aku tidak bisa memilihmu. Aku tidak bisa membiarkanmu dan pemuda itu lolos begitu saja." Ucap Naruto, kemudian dia membuat Rasenshuriken berukuran besar yang sudah dia masukkan chakra Senjutsu ke jurusnya.
"Aku akan menahannya dengan Gudoudama…" Ucap Toneri.
"Itu tidak akan berhasil…" Jawab Hinata dan membuat Toneri menatapnya dengan bingung, kemudian dia melanjutkan "Jutsu itu memang terlihat sama seperti yang biasa… Tapi bisa jadi dia memasukkan Senjutsu ke dalam jutsunya saat dia melihat Gudoudama milikmu tadi. Apa kau lupa kalau kelemahan Gudoudama adalah Senjutsu."
'Sial! Aku lupa dia juga tahu cara mengatasi kelemahan Gudoudama… Seharusnya aku tidak mengeluarkan Gudoudama milikku tadi.' Batin Toneri sambil mengepalkan tangannya.
Naruto pun ingin melemparkan Rasenshuriken itu untuk mengalahkan dua orang itu tapi dia teringat sosok di depannya adalah rekannya juga. Apalagi dia selalu membantu Naruto saat dalam kesulitan. Kemudian dia menghilangkan Rasenshuriken miliknya dan membuat Kurama berkata "Kenapa kau hilangkan jutsu itu baka? Cepat habisi mereka sebelum mereka berulah lagi! Apa kau tidak tahu kalau mata mereka yang bernama Tenseigan itusama berbahaya-nya seperti Rinnegan?"
"Sial! Aku tidak bisa melakukannya! Walau bagaimanapun Hinata adalah temanku…" Ucap Naruto pada Kurama.
"Dasar bocah idiot…" Ucap Kurama dengan geram saat mendengar ucapan Naruto itu.
Naruto kemudian melihat Hinata dan Toneri dan berkata "Aku mengatakan ini sebagai temanmu, Hinata… Pergilah, sebelum ada yang kehilangan nyawa disini."
"Kau mengancamku?" Tanya Hinata, kemudian dia melesat dan berkata "Jangan bercanda! Karena kau yang akan mati, Naruto!"
Tapi sebelum itu, Hinata harus terpaksa mundur saat muncul naga listrik yang muncul dari langit yang tiba-tiba hitam di atasnya. Kemudian muncul pemuda berambt merah dan gadis berambut pink yang muncul disebelah Naruto dan dia pun berkata "Kau tidak apa-apa, Naruto?"
"Gaara, Sakura…" Balas Naruto saat melihat kedua sahabatnya itu.
"Bukan hanya mereka berdua saja, Naruto…" Ucap Sasuke yang datang bersama Itachi, Kakashi juga Trio Ame dan juga Shikamaru, Karin dan juga Sai, Yamato, dan Lee.
'Mustahil…' Batin Naruto, kemudian dia melanjutkan 'Kalau Shikamaru, Sai, Yamato-taichou, dan Kakashi-sensei serta Karin aku masih percaya… Tapi kenapa Itachi, Obito, Yahiko, Konan dan Nagato juga bisa berada disini? Bukan Edo Tensei lagi..'
"Jadi dia yang bernama Naruto?" Tanya Yahiko dan dibalas dengan anggukan dari Nagato, kemudian dia melanjutkan "Dia mirip denganku ya… Tanpa kumis kucing yang dia miliki tapi."
"INI TANDA LAHIR, BUKAN KUMIS KUCING!" Teriak Naruto yang kesal karena perkataan Yahiko itu yang membuat semua orang tertawa.
'Sialan! Kenapa mereka semua masih bisa hidup setelah kehancuran Elemental Nation yang sudah kusetting dengan sangat baik.' Batin Toneri, kemudian dia teringat sesuatu dan membatin dengan kesal 'Kurang ajar kau, Rikudou Sannin.'
"Hinata, kita kembali…"
"Kau bercanda ya? Kita sudah sejauh ini dan kau memintaku kembali" Tanya Hinata dengan kesal pada Toneri.
"Melawan banyak orang seperti ini sama saja mencari mati Hinata." Jawab Toneri, kemudian dia melanjutkan "Jika kau tidak memperdulikan dendammu dan memilih mati disini. Itu terserahmu… Aku hanya tinggal mencari rekan baru untuk memabantuku menghabisi Ashura dan Indra."
"Baik kita pergi…" Balas Hinata, kemudian dia melihat Rias dan berkata "Lain kali aku akan datang untukmu gadis berambut merah…"
Mereka berdua pun menghilang dengan Sunshin. Kemudian Naruto melihat para survivor dari Elemental Nation itu dan berkata "Hoy, minna! Kenapa kalian bisa ada disini?"
Sasuke dan yang lain pun sedih saat mendengar pertanyaan itu, kemudian Sasuke angkat bicara untuk mewakili para survivor dari Elemental Nation itu "Aku akan jelaskan nanti di tempat kita Naruto…"
"Na-Naruto-kun…" Ucap seseorang berambut merah diikat yang ternyata adalah Sara(AN: Dia memakai baju yang dia pakai di akhir-akhir film The Last Tower). Dia kemudian memeluk Naruto dengan erat dan berkata "Aku merindukanmu, Naruto-kun…"
'Siapa sih gadis berambut merah ini? Seenaknya saja memeluk suamiku / Naruto-kun.' Batin Rias dan Akeno yang sedang menatap Sara dengan kesal.
'Siapa sih gadis ini… Sepertinya aku mengenalnya?' Batin Naruto, kemudian dia teringat dan berkata "Ahhh! Kau Sara ya?"
"Iya, ini aku Naruto-kun." Jawab Sara, kemudian dia melepaskan pelukannya dan berkata "Apa aku bertambah cantik sekarang?"
Sakura dan Karin hanya tertawa melihat ekspresi sahabat / sepupunya yang kehabisan kata-kata itu sedangkan Rias dan Akeno pun murka dan membatin 'Apa-apaan orang ini? Bertanya hal seperti itu pada suamiku / Naruto-kun? Dasar cewek genit…'
"Ehm, sepertinya begitu…" Jawab Naruto dengan santai tanpa ekspresi.
"Yaay! Kau yang terbaik Naruto-kun!" Teriak Sara, kemudian dia mencium pipi Naruto dan membuat wajah Naruto memerah dan juga takut karena ada Rias disana.
Sasuke pun menutupi wajahnya dengan tangannya dan membatin 'Tamatlah riwayatmu Naruto…'
"Hey!" Teriak Akeno dan Rias sambil menunjuk Sara dan membuat Sara melepaskan ciumannya dan membuatnya berteriak "APA-APAAN YANG KAU LAKUKAN PADA NARUTO-KUN ITU!"
-To Be Continued-
AN: Done! Chap 11 is done… Naruto udah ketemu sama para temannya dan ane ngasih tau Nagato, Yahiko, sama Itachi enggak bakal punya Doujutsu kaya fic yang lain kalo dihidupkan kembali, kenapa? Soalnya mata Nagato udah balik sama Madara terus mata Yahiko hanyalah efek karena dia termasuk dalam teknik Six Path of Pain milik Nagato, kalau Itachi sudah tahu kan matanya udah dikasih sama Sasuke buat ngebentuk Eternal Mangekyou Sharingan-nya. Jadi jurus Nagato dan Yahiko hanyalah 5 elemen dasar dan juga Itachi baru punya berbagai teknik Katon dan teknik-teknik Genjutsu. Soal yang mau nanya kenapa Jiraiya bisa ada dirumah Yasaka? Akan terjawab saat Naru and the gank mau membicarakan tentang kematian Jiraiya pada Yasaka nanti tapi Yasaka tidak peduli karena Jiraiya berada di rumahnya 1 tahun belakangan ini.
Review:
EnterSandman06:
Iya… Mereka akan jadi peerage Naru
Namikaze Nogami:
Nih udah ketemu.
Uzumakynurroni:
Iya.
Hyuuhi Ga Ara:
Kalo Dark mana ada yang lembut kaya boneka Barbie, vak.
Rama Dewaganari:
Thanks.
Rhind Gakil:
Kayaknya sih enggak… Dark sampe mati.
Tenshisha Hikari:
Dia udah enggak punya Rinnegan sama kaya Itachi yang udah enggak punya Sharingan. Mata Nagagto ane buat berwarna violet seperti Kushina dan Itachi ane buat warna matanya sama sebelum saat dia menggunakan Sharingan miliknya. Yahiko juga pake mata aslinya…
Dimas Uzumaki:
Warna rambut merah, wajahnya seperti Naruto dan warna matanya juga kaya Naruto. Kulitnya putih seperti Rias.
Rhikushiki25thn:
Kalo ane ad aide ane update kok. Itu bukan diabaikan, tapi nyari ide itu gak sama kaya nyari sendok di tempat sendok yang udah pasti bakal ketemu soalnya di tempat sendok itu yang ada cuma sendok, garpu, pisau aja jadi gampang dicari. Pair nanti ane pikirkan deh, soalnya kalo Gaara sama yang lain pasti Sara dibikin harus jadi harem Naru. Maklumin aja, reader yang lain itu suka maksa memang orangnya.
Shinn:
Bisa gak kasih nama marganya yang panjang, misalnya kaya nama akun ente yang lama, Shinn Kazumiya… Kan pas tuh.
Raitogecko:
Menandingi Vali CS gimana? Kalo Sharingan kan penggunanya cuma 2 sekarang, Sasuke sama Obito aja dan Sasuke enggak bakal buta karena udah sampe level Eternal Mangekyou Sharingan dan juga Kamui punya Obito enggak sampe bikin buta. Tapi 8 gerbang boleh juga idenya.
TekoTitanic:
Maa, maa… Itu bukan Fuinjutsu. Tapi teknik khusus Rikudou Sannin yang dia pakai untuk membuat para Bijuu soalnya teknik itu bisa membuat apa aja jadi kenyataan. Kalo pas perang Naruto bisa make jurus ini juga dia bisa sembuhin kaki Gai sampe sembuh total. Inget, jurus ini hanya ada di fic ini bukan di canon. Memang sih, orang mirip.
The Black Water:
Apa gak kebanyakan pair Naru entar?
Reza Uzumaky Reza:
Lemonnya bukannya udah? Baca lagi gih di chapter 8.
Michael Gabriel:
Ane udah enggak suka NaruHina. Sekarang ane suka, NaruMizo, NaruRias, NaruMoka, NaruGrayfia, NaruSara, All-Hail untuk mereka semua kecuali NaruHina. Meskipun ane ngerasa cocok mereka di canon tapi di fic-fic ane kecuali fic one-shot romance ini jangan harap ada pair NaruHina-nya hahahaha.
Portgas D. Potter:
Ane buat dia suka sama Nagato setelah sekian lama mereka bersama setelah Yahiko meninggal. Dan membuat pas Yahiko hidup kembali, perasaannya pada Yahiko enggak akan sama lagi. Yahiko tahu itu but he just smile and let it go, kaya Naruto pas di canon yang ngerelain Sasuke sama Sakura.
Agisummimura:
Bah, kalo kaya gitu mah… Ane bakal ganti Sakura sama Sara.
Muham:
Kan dia udah nyiapin semua meteor berukuran besar dan dia luncurkan dengan mendadak ke semua desa besar. Kalo di The Last kan mereka udah siap-siap jadi wajar aja kalo mereka udah antisipasi… Tapi di fic ane mendadak vroh, pas Kumo baru sadar misalnya… Tuh meteor udah menghancurkan itu desa. Kalo Limbo memang ane buat sebagai dunia orang mati di fic ini. Ane udah jelasin itu di balasan review chap berapa gitu ane lupa. Yang senjatanya Hagoromo bukannya Nunoboko no Tsurugi ya bukan Totsuka no Tsurugi? Dia tahu dari research vroh, dicerita ini dia intelnya banyak dan dia ahli dalam Mind Games… Jadi dia suka mengacaukan pikiran musuhnya dan lalu dia lawan. Karena ente tau kan orang yang terbawa emosi biasanya akan cepet kalah?
Adam Muhammad 980:
Ya, haremnya Rias dan Akeno.
Kobayakawa Mughney 17:
Maksain yang gimana? Yang pas si Hinata dibikin dark? Lah itu mah udah ane pikirin dari dulu jadi jelasin dulu maksainnya gimana? Kemaren ada yang bilang Hinata dark dipaksain, eh ternyata dia NHL. Nah lho…
Kazuni Kiba:
Iya sih, dia ragu buat bunuh Hinata di chap ini. Dikasih belas kasihan, eh dia malah mau nyerang Naruto lagi tapi digagalin sama Kirin buatan Sasuke. Baru sama Naruto tapi nanti mereka kabur pas para survivor Elemental Nation datang bersama dengan Sasuke.
Kurotsuhi Mangetsu:
Masa sih… Masa ada yang bilang gini buat contoh aja "Ah, gak seru ah… Gak ada pair Hinata.". It's crossover dude, right? Kenapa orang ngasih pair yang udah jelas canon kalo bikin crossover? Kenapa gak diregular aja ya kan? Tapi itu belum tentu juga semuanya pairnya NaruHina kan?
Ayub Pratama 792:
Ya, dia ngerasain tapi yang nemuin Sasuke. Soalnya dia lagi meditasi di ruang ORC.
Muhammad Ace 2:
Entah… Sara tuh dibikin buat bikin Rias sama Akeno cemburu tp belum tahu mau dibikin jadi harem Naru atau tidak.
Hn:
Sara ane buat buat bikin Rias cemburu soalnya Sara itu bakal ane buat sebagai layaknya ratu sajati yang perfect(Dia memang ratu sih) dan dia merasa iri sama Sara entar.
Ryuketsu no Hato:
Kemaren udah up.
Toni Nax Nexad:
Nagato, Yahiko, Itachi enggak punya Doujutsu lagi…
Ero Azazel:
Di chap ini udah ketemu… Hinata gak dimanfaaatin, malah Toneri yang dimanfaatin Hinata entar.
