Name: Heroes From Another World
Author: The World Arcana
Genre: Friendship,
Rating: M
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima x Sara, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Sakura Haruno x , Kakashi Hatake x Rossweise, Issei Hyoudou x Harem, Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Nagato Uzumaki x Konan, Yahiko x , Gaara x Reya Kusaka, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares
Chapter 13: Arrival of Leviathan Descendant
Setelah kepergian Sirzech dan Grayfia, Kakashi pun mulai menjelaskan kejadian kehancuran Elemental Nation pada Naruto dan Sasuke. Dan mereka berdua dibuat terkejut dengan perkataan Kakashi yang menyatakan bahwa dalang kejadian itu adalah Hinata dan Toneri. Naruto benar-benar murka saat mendengar itu dan dia mengeluarkan aura pembunuh yang keluar karena chakra Ashura milik Naruto merespon emosi yang dimiliki Naruto dan membuat semua iblis disana kecuali Sasuke berkeringat dingin dan juga sampai-sampai membuat Aisha yang tertidur di kamar Naruto dan Rias terbangun dan menangis. Tapi Kakashi bisa menenangkan Naruto dengan mengatakan bahwa seorang pemimpin tidak boleh dikendalikan oleh emosinya dan emosi Naruto turun perlahan-lahan dan menghilang sepenuhnya. Keesokan harinya, Naruto dikejutkan oleh Rias yang tiba-tiba saja mengatakan bahwa dia dan para peeragenya yang lain kecuali Kakashi, Yamato, Nagato, Obito, Yahiko, Itachi dan Konan bersekolah.
Naruto saat ini sedang berada dikamarnya dan hanya bisa menatap lurus ke arah baju seragamnya yang diberikan oleh Rias, kemudian dia berkata "Uhm, Rias-chan… Apa benar ini seragamnya?"
"Yup. Kau benar Naruto-kun…" Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Ini adalah seragam yang harus dipakai khusus semua siswa di Kuoh Academy."
"Ini sangat menyebalkan…" Ucap Naruto yang menggerutu seperti anak kecil, kemudian dia melanjutkan "Pertama aku dipaksa harus menginjakkan kakiku untuk belajar di sekolah lagi setelahakademi di Konoha… Sekarang baju seragamnya tidak ada sentuhan warna jingga-nya juga pula. Akan sangat aneh jika Konoha no Orenji Hokage, tidak mempunyai pakaian yang tidak memiliki unsur berwarna jingga-nya."
Rias pun tertawa geli mendengar keluhan suaminya itu, kemudian Akeno pun masuk tanpa diundang mereka berdua dan berkata "Ara, Naruto-kun… Kalau kau membutuhkan sentuhan warna jingga, tatap saja ikat rambutku ini dan jangan lupa terus ingat wajahku yang cantik ini ya ufufufufu."
Rias pun kesal dengan Akeno yang dengan frontal mengatakan itu kepada suaminya tepat di depannya. Naruto pun melihat Akeno dan berkata "Aku baru sadar kalau kau masih memakai ikat rambut yang kubelikan, Akeno-chan."
"Tentu saja… Ini kan hadiah darimu, jadi aku akan terus memakai dan menjaganya." Balas Akeno tanpa diiringi tawa anehnya.
Rias pun menatap kesal Akeno dan berkata "Kau sedang apa disini, Akeno?"
Tapi Akeno tidak menggubris perkataan Rias dan malah mendekati Naruto dan mengalungkan tangannya di leher Naruto dan dia juga berkata dengan nada sensual "Ara… Aku cuma ingin bertemu dengan ninja favoritku yang satu ini kok. Iya kan Naruto-kun?"
Wajah Naruto pun memerah karena melihat Akeno yang menggodanya seperti ini dan membuatnya berkata dengan gugup "I-Iya…"
Rias pun langsung murka saat melihat ini. Wajahnya memerah karena menahan kesal pada Akeno dan kemudian dia pun tidak tahan dan berteriak "AKENO!"
Mereka pun bertengkar seperti biasa saat dia masih berlatih bersama Jiraiya dulu, tapi ini lebih parah… Karena Rias dan Akeno saling menyerang dengan tekniknya masing-masing. Setelah menaruh Aisha di tempat yang aman, dia pun keluar dari kamarnya dan dia pun bertemu dengan Sara yang sudah memakai seragam yang disiapkan oleh Rias.
"Ohayou, Naruto-kun…" Sapa Sara dengan nada yang manis. Dia sudah tahu bahwa Naruto sudah menjadi suami resmi dari Rias, tapi tidak ada salahnya kan kalau dia juga bertindak untuk memikat hati Naruto. Terlebih lagi dia dengar dari beberapa Sirzech dan Grayfia bahwa iblis bisa memiliki lebih dari satu pasangan tapi Sirzech hanya memiliki satu karena kalau berani macam-macam, dia bisa dibekukan oleh istrinya. Poor Sirzech…
"Ohayou Sara-chan…" Balas Naruto dengan nada yang lemah. Dia masih pusing saat memikirkan pertengkaran dua sahabat yang terjadi di kamarnya dan istrinya itu.
Sara pun menyadari ada sesuatu yang terjadi pada Naruto, kemudian dia berkata "Kau mempunyai suatu masalah, My King?"
"Jangan panggil aku itu… Panggil Naruto atau Naruto-kun saja cukup, Sara-chan." Balas Naruto
"Gomen, Naruto-kun…" Ucap Sara, kemudian dia melanjutkan "Jadi masalah apa yang kau alami saat ini, Naruto-kun?"
Naruto pun menghela nafas dan berkata "Biasa… Istriku dan queennya bertengkar lagi. Tapi ini lebih parah… Karena mereka sudah saling menyerang dengan sihirnya masing-masing."
"Parah sekali…" Komentar Sara yang sweatdrop saat mendengar masalah Naruto yang satu ini.
"Ya, seperti itulah." Balas Naruto yang kemudian berjalan menjauhi Sara.
Sara yang melihat Naruto terus berjalan pun berkata "Kalau kau ada masalah apapun, katakan saja padaku Naruto-kun. Lagipula aku ini queenmu, bukan?"
"Hm, kau benar… Terima kasih Sara." Ucap Naruto yang berhenti berjalan, kemudian dia menolehkan kepalanya untuk melihat Sara. Kemudian dia tersenyum dan berkata pada Sara sebelum menghilang sepenuhnya dari pandangan Sara "Omong-omong, kau terlihat lebih cantik saat memakai seragam itu Sara-chan."
Sara pun langsung pergi dari sana saat wajah gadis berambut merah itu dipenuhi rona kemerahan saat mendengar pujian Naruto tadi. Beberapa menit kemudian, Naruto pun sarapan bersama-sama dengan para peeragenya, Rias, Akeno, Koneko, juga Yuuto. Saat mereka semua selesai sarapan, pintu klub Rias pun terbuka dan terlihatlah dua gadis cantik berambut hitam dan berkecamata, yaitu Sona Sitri dan queennya, Tsubaki Shinra.
"Sona…" Ucap Rias yang bangkit dari tempat duduknya, kemudian dia melihat sahabat serta rivalnya itu dan berkata "Sedang apa kau disini?"
"Aku akan memberikan ini pada suamimu…" Ucap Sona yang mengeluarkan sebuah kertas dan diambil oleh Naruto yang juga sudah bangkit dari kursinya setelah menghabiskan sarapannya. Dia pun melihat wajah bingung Naruto dan berkata "Itu akan menjelaskan kelas apa yang akan dimasuki oleh suamimu itu dan teman-temannya."
"Oke…" Ucap Naruto, dia pun melihat kertas itu dan terlihat dia membaca berulang-ulang karena takut dia salah baca. Saat sudah yakin, dia pun melihat Sona dengan tajam dan berkata "Hei, gadis berkacamata! Apa-apaan maksudmu ini!"
"Maksud apa maksudmu, Naruto-san…" Ucap Sona, kemudian dia melanjutkan dengan tingkah yang dibuat-buat bingung "Aku tidak mengerti."
"Kenapa aku masuk ke kelas Rias-chan sedangkan Sasuke masuk ke kelasmu?" Tanya Naruto.
Wajah Sona pun memerah karena sebenarnya itu memang ulahnya yang meminta kepala sekolah untuk memasukkan Sasuke ke kelasnya, jadi dia bisa lebih dekat dengan Sasuke. Kemudian dia pun melihat Naruto dan berkata "Ah, masa sih? Kalau iya bagus dong."
"Bagus dari mananya!" Teriak Naruto, kemudian dia melanjutkan sambil menunjuk Shikamaru "Kenapa dikertas ini aku dan Sasuke beda kelas tapi aku harus sekelas sama si rusa pemalas itu?"
"Kau pikir aku sudi sekelas denganmu, duren busuk…" Balas Shikamaru dengan tidak kalah sengit.
"Apa kau bilang, rambut nanas?" Tanya Naruto dengan kesal.
"Kau dengar aku kan, manusia kucing?" Balas Shikamaru.
Naruto dan Shikamaru pun sudah siap untuk bertarung, tapi Sona menghentikan mereka berdua dengan membuat dua dinding air untuk menahan pergerakan Naruto dan Shikamaru "Sudah cukup, Shikamaru-san! Naruto-san! Keputusan kepala sekolah ini sudah final, jadi harap hargai keputusannya ini?"
"Oh ini sudah utusan pimpinan di sekolah ini ya?" Tanya Naruto yang sudah menghentikan pertengkarannya dengan Shikamaru dan ditanggapi Sona dengan anggukan kepalanya, kemudian dia pun melanjutkan "Aku pikir ini rencanamu supaya kau bisa lebih dekat dengan saudaraku."
'Kenapa dia bisa tahu? Apa ekspresi wajahku mudah ditebak?' Batin Sona yang melihat Naruto bisa menyadari maksud sebenarnya dari rencana-nya.
Tsubaki pun menyadari sesuatu yang berbeda dari Sasuke dan dia pun berkata "Eh!"
"Ada apa, Tsubaki-san?" Tanya Sasuke, kemudian dia menyadari sesuatu dan membatin 'Pasti dia kaget karena aku tiba-tiba memiliki tangan yang baru. Padahal kemarin sebelum dia dan King-nya pergi, aku masih memiliki satu tangan.'
"Sasuke-kun… Tanganmu?" Tanya Tsubaki dan Sona pun ikut-ikutan shock saat melihat Sasuke saat ini sudah memiliki kedua tangan kembali padahal sebelum mereka pergi, Sasuke hanya memiliki satu tangan saja.
"Oh, ini…" Ucap Sasuke yang menunjuk tangan barunya yang diperban, sama seperti Naruto yang ditutupi seragam lengan panjangnya, kemudian dia melanjutkan dengan tangan kanannya yang menepuk bahu Sakura "Aku mendapatkan kembali tangan kiriku ini karena aku meminta temanku yang bernama Sakura memasangkan jatah tangan yang dibuatkan mantan pemimpin di desaku dari sel kakeknya."
"Sama-sama, Sasuke-kun." Balas Sakura dengan lembut.
"Teman, huh…" Gumam Sona, kemudian dia melanjutkan "Ayo kita pergi, Tsubaki…"
"Baik kaichou…" Balas Tsubaki, kemudian mereka berdua pun pergi dari ruangan klub Rias.
"Mereka kenapa main pergi saja, aneh." Ucap Sasuke yang melihat kepergian Sona dan Tsubaki. Dia tidak tahu kenapa tapi dia sangat ingin mereka berdua berada disana lebih lama lagi dan dia ingin berbincang-bincang dengan Heiress klan Sitri dan queennya itu.
"Kau baka Sasuke-kun!" Teriak Sakura dan itu membuat semua orang kaget terutama Naruto. Karena dia belum pernah seumur-umur melihat Sakura membentak Sasuke seperti itu. Wajah Sakura pun memerah karena diperhatikan banyak orang, kemudian dia menghela nafas dan berkata dengan lembut pada Sasuke seperti adik berkata pada kakaknya "Apa kau tidak tahu Sasuke-kun kalau gadis yang bernama Sona itu cemburu?"
"Cemburu kenapa?" Tanya Sasuke yang tidak kehilangan tampang coolnya, kemudian dia melanjutkan "Punya hubungan aja tidak… Untuk apa dia cemburu padaku?"
"Orang cemburu bukan berarti mereka pasangan Sasuke-kun…" Jawab Sakura, kemudian dia melanjutkan "Cemburu itu bermacam-macam, ada adik yang cemburu pada kakaknya karena kakaknya lebih disayang daripada dia. Ada yang cemburu karena dia merasa dia kalah saing dengan seseorang. Dan yang lebih terpenting, ada yang cemburu karena dia mencintai seseorang tapi orang itu lebih dekat dengan wanita yang lain. Seperti kau, Sasuke-kun… Dia mencintaimu tapi setelah kau bertemu denganku, kau malah terlalu fokus ke aku dan seperti melupakan eksistensi dia."
Sasuke pun terbelalak saat dia mendengar kabar itu, apalagi dia mendengar bahwa Sona mencintainya. Apa itu benar? Atau itu cuma perasaannya? Kemudian dia menatap Sakura dan berkata "Tapi aku kan cuma merindukanmu saja sebagai teman, Naruto juga seperti itu dan Rias biasa saja kan?"
"Itu karena aku sudah tahu bahwa Sakura-san juga merupakan sahabat Naruto-kun selain kamu, Sasuke-san." Jawab Rias, kemudian dia menghela nafas dan berkata "Tidak seperti aku… Sona tidak mengetahui hubungan pasti kalian berdua yang merupakan sahabat dan dia langsung membuat kesimpulan bahwa kalian berdua adalah pasangan."
"Dulu aku memang mencintai Sasuke-kun…" Ucap Sakura, kemudian dia melanjutkan "Tapi setelah kejadian dalam perang di dunia kami… Perasaan itu berubah. Untuk memaafkannya dan menerimanya kembali sebagai teman, aku masih sanggup. Tapi untuk lebih daripada itu, sepertinya tidak. Lagipula dari tatapanmu saat melihat kepergiannya, aku tahu kau mencintainya juga kan Sasuke-kun?"
"Aku tidak tahu akan apa yang kau bicarakan, Sakura." Jawab Sasuke dengan dingin, kemudian dia melanjutkan "Lagipula aku juga tidak tahu harus melakukan apa tentang itu."
"Heh, dasar pengecut…" Ucap Naruto yang memandang Sasuke dengan tatapan meremehkan.
"Apa maksudmu, dobe!" Teriak Sasuke yang tidak terima karena ucapan Naruto dan langsung mengeluarkan Kusanagi no Tsurugi miliknya dan Naruto sudah mengeluarkan Hiraishin Kunai miliknya.
'Sial, sepertinya mereka akan benar-benar bertarung…' Batin para Shinobi turned Devil yang melihat interaksi Naruto dan Sasuke yang semakin memanas.
"Kau pria kan?" Tanya Naruto, kemudian dia melihat Sasuke dengan tajam dan berkata "Kalau kau pria sejati… Katakan padanya, teme! Se-Sebelum dia dimiliki oleh orang lain…"
"Tapi aku tidak tahu perasaanku padanya Naruto…" Ucap Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Ini rumit... Aku merasakan perasaan ini saat aku dekat dengannya, saat dia mencium pipiku setelah kita menang melawan Raiser. Tapi aku takut kalau perasaanku ini tidak akan terbalas…"
"Kau bodoh… Kalau dia tidak mencintaimu, untuk apa dia cemburu? Bukan masalahnya yang rumit tapi kau sendiri yang membuatnya rumit." Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu ayo kita berangkat… Sara, Shikamaru, Karin, Gaara ikut denganku ke kelas Rias-chan dan Akeno-chan. Sedangkan Sasuke, Sakura, Sai, Lee pergi ke kelas Sona-san dan Tsubaki-san. Selesaikan masalahmu itu Sasuke, sebelum kau kehilangan Sona karena pihak Underworld akan menjodohkannya seperti yang terjadi pada Rias-chan."
Rias pun mendecak dengan kesal karena perkataan Naruto yang mengingatkan dia pada mimpi buruk yang akan terjadi pada dia dan Aisha kalau saja Naruto tidak kembali kesana. Sasuke pun melihat Naruto dan berkata "Kalau itu terjadi tinggal hajar orang yang akan ditunangkan dengan Sona sampai babak belur saja kan? Sama seperti yang kau lakukan pada Raiser Phenex, Naruto?"
Naruto pun tersenyum dan berkata pada Sasuke "Itu baru semangat, kawan…"
Sasuke pun tersenyum dan membatin 'Arigatou Naruto… Kau memang sahabatku yang paling baik.'
Naruto dan para peeragenya kecuali Kakashi, Obito, Nagato, Itachi, Konan, dan Yahiko pun masuk ke sekolah bersama dengan Rias dan para peeragenya. Dia pun berpisah dengan Sasuke dan sebagian temannya yang lain karena mereka berbeda kelas. Saat mereka masuk pun mereka pun harus dihadapkan oleh teriakan para fansgirl dadakan dari mereka semua. Mereka pun memulai pelajaran dan Sara membantu Naruto untuk bisa memahami pelajaran yang diajarkan di kelasnya.
-Istirahat-
Sasuke saat ini masih melihat heiress klan Sitri yang bernama Sona itu sedang mengerjakan sesuatu, sepertinya itu sebagian tugasnya sebagai ketua OSIS tanpa Tsubaki yang menemaninya. Sona yang menyadari Sasuke melihatnya dari tadi pun berkata.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Sona yang melihat Sasuke terus memperhatikannya dari tadi.
"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu hal kepadamu." Jawab Sasuke.
"Apa itu?" Tanya Sona.
"Kau salah paham dengan hubunganku dan Sakura…" Jawab Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Dia itu cuma rekan tim dan sahabat, bukan lebih."
"Kenapa kau mengatakan itu padaku? Memangnya apa hubunganku denganmu kalau aku tahu dia itu kekasihmu atau tidak? Kau pikir aku peduli…" Ucap Sona yang menatap wajah Sasuke dengan datar.
"Dasar cewek iblis tsundere…" Gumam Sasuke.
"Apa yang kau bilang tadi?" Tanya Sona yang sudah mengeluarkan Demonic Aura di seluruh tubuhnya.
"Tidak ada…" Jawab Sasuke dengan santai, kemudian dia melanjutkan "Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi bukan disini… Melainkan diluar. Aku akan mengajakmu makan di luar setelah jam pelajaran habis. Bagaimana Sona Sitri? Kau mau atau tidak?"
'A-Apa dia mengajakku kencan?' Batin Sona yang shock saat mendengar Sasuke tiba-tiba ingin mengajaknya makan di luar.
"Kau mau atau tidak?" Tanya Sasuke.
"Aku mau saja tapi sepertinya setelah pulang sekolah tidak akan bisa." Jawab Sona.
"Kenapa?" Tanya Sasuke.
"Karena setelah pulang sekolah akan ada rapat fraksi yang dibuat karena adanya penyerangan dari salah satu Jendral di Grigori ke wilayah bangsa iblis." Jawab Sona.
"Bagaimana kalau nanti malam?" Tanya Sasuke.
"Itu ide yang bagus Sasuke-kun." Jawab Sona yang tersenyum pada Sasuke.
Kemudian salah satu peerage Sona dengan nama Reya Kusaka pun melihat Sona dan berkata "Kaichou… Ada kehebohan di luar."
"Kehebohan apa?" Tanya Sona.
"Ada sosok wanita pendek dan berambut hitam panjang serta memakai baju cosplayer penyihir datang ke sekolah untuk menghadiri rapat para orang tua siswa, kaichou. Dan kau tahu siapa dia kan?" Balas Reya.
"Aku tahu…" Ucap Sona yang merasakan kakinya bergetar saat dia mendengar orang yang selalu membuatnya malu karena sifatnya yang eksentrik datang kesekolahnya 'Onee-sama…'
Sasuke dan Sona serta Reya pun pergi ke tempat kakak dari Sona yang bernama Serafall tu berada. Mereka pun melihat Serafall dan Sasuke pun langsung sweatdrop saat melihat sosok yang dicari Dona ternyata adalah gadis bertubuh kecil dan berdada besar. Gadis itu pun melihat Sona dan langsung berlari ke arahnya.
"So-tannnn!" Teriak Serafall yang sudah memeluk adiknya itu dan membenamkan wajah adiknya itu di belahan dadanya.
Sasuke pun sweatdrop saat melihat itu, kemudian dia melihat Sona yang kelihatan seperti susah bernafas karena pelukan dari Serafall dan dia pun berkata pada Serafall "Uhm, nona… Bisa kau lepaskan dia? Sepertinya dia susah untuk bernafas."
"Ahhh!" Teriak Serafall, kemudian dia melepaskan pelukannya dan berkata "Maafkan onee-sama kamu ini ya, So-tan…"
'Jadi dia kakak dari Sona…' Batin Sasuke, kemudian dia melihat Serafall dan membatin 'Dia cantik juga. Pasti dia akan cocok dengan onii-san nanti.'
"Tidak apa-apa…" Balas Sona yang memberikan glare pada kakaknya, kemudian dia melanjutkan "Aku sudah terbiasa dengan itu, onee-sama."
Serafall pun hanya tersenyum canggung saat melihat Sona sepertinya sedang marah padanya, kemudian dia melihat Sasuke dan berkata "Kau benar-benar Sasuke-san kan yang waktu itu melawan Raiser dan para peeragenya dengan Naruto-san?"
Beruntungnya para siswa dan siswi yang tadi mengerumuni-nya telah pergi berkat bantuan dari Saji, jadi dia bisa menceritakan tentang apa yang terjadi di Underworld tanpa ketahuan oleh manusia yang lain. Sasuke yang mendengar pertanyaan Serafall pun langsung menjawab "Iya, ini benar-benar saya…"
"Tapi bagaimana bisa tanganmu?" Tanya Serafall yang masih ingat Sasuke hanya mempunyai satu tangan yaitu tangan kanan saat melawan Raiser.
"Oh, sahabatku memasangkan tangan genetik ini kepadaku." Jawab Sasuke.
"Kalau begitu aku permisi dulu ya So-tan, Sasu-tan…" Ucap Serafall yang pergi untuk menemui Sirzech dan keluarganya.
"Jadi dia kakakmu, Sona?" Tanya Sasuke saat Serafall sudah menghilang sepenuhnya dari tatapan dia dan Sona.
"Iya, Sasuke-kun." Jawab Sona, kemudian dia melanjutkan "Namanya Serafall Sitri… Tapi sekarang, namanya berganti menjadi Serafall Leviathan. Karena dia saat ini merupakan Maou Leviathan yang baru setelah Maou Leviathan yang dulu mati dalam Great War."
Sasuke pun berpisah dengan Sona dan mereka pun mencari rekan peeragenya masing-masing. Sasuke pun menemui Naruto dan mengatakan rencananya pada Naruto tapi harus sedikit tertunda karena akan adanya rapat yang terjadi antara ketiga fraksi makhluk supernatural. Setelah bel berbunyi, mereka pun langsung masuk ke kelasnya masing-masing dan langsung mengikuti pelajaran disana. Setelah bel pulang berbunyi, mereka pun pergi ke ruang klub Rias dan Issei pun melihat Rias dan berkata.
"Sebenarnya apa yang akan kau katakana, buchou?" Tanya Issei yang melihat Rias, kemudian dia melanjutkan "Sepertinya serius sekali…"
"Memang…" Balas Rias, kemudian dia melanjutkan "Sebenarnya aku mempunyai seorang bishop lain selain Asia. Tapi karena dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya, onii-sama memintaku untuk menyegelnya. Dan sekarang sudah saatnya bagiku untuk membuka segel itu."
"Uhm, memangnya siapa bishop yang kau maksud buchou?" Tanya Asia yang penasaran pada rekannya sesama bishop itu.
"Namanya Gasper Vladi, Asia-chan." Jawab Rias sambil tersenyum manis ke arah Asia.
"Vladi…" Ucap Issei, kemudian dia menyadari sesuatu dan berteriak dengan histeris "BERARTI DIA VAMPIRE?"
"Bukan, lebih tempatnya Dhampire. Manusia setengah Vampire…" Ucap Rias membenarkan pertanyaan Issei.
'Dhampire atau Vampire tetap saja dia bisa menghisap darahku nanti, hiiiiyyyy.' Batin Issei yang sudah memegang lehernya dengan ekspresi ketakutan.
Rias pun mengajak mereka semua ke sebuah pintu ruangan yang terdapat kertas segel di depannya dan membuat Naruto berkata pada Sasuke "Siapa sangka bangsa iblis juga mempunyai teknik kertas segel yang sama dengan teknik Fuinjutsu di Elemental Nation?"
"Iya…" Balas Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Tapi tidak sehebat yang dilakukan para Seal Master disana."
Rias pun membuka kertas segel itu dan membuka pintunya dan tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam ruangan itu "Tidaaaaaakkkkk!"
Rias dan para peeragenya kecuali Issei, Xenovia dan Asia pun hanya mendesah saat mendengar teriakan itu sedangkan Naruto dan para peeragenya serta Issei, Xenovia, dan Asia hanya menatap bingung karena suara itu. Kemudian Rias memasuki ruangan itu bersama dengan Akeno dan dia pun melihat seseorang dengan rambut pirang pendek dengan memakai baju perempuan, kemudian dia berkata pada sosok itu.
"Syukurlah kau tidak apa-apa, Gasper…" Ucap Rias pada sosok bishopnya yang bernama Gasper ini, kemudian dia melanjutkan "Keluarlah, kau sudah bebas dari segel ini sekarang."
"Ke-Kenapa? Ke-Kenapa kau membuka segelnya ojou-sama?" Tanya Gasper.
"Lucifer-sama bilang ini sudah waktunya untuk melepaskan segel yang mengunci tempat ini, Gasper." Ucap Akeno, kemudian dia melanjutkan "Keluarlah… Aku yakin kau merindukan Koneko-chan kan?"
"Tidak! Tempat ini sudah bagus! Aku tidak ingin keluar! Aku tidak ingin menemui siapapun!" Teriak Gasper pada Rias dan Akeno.
Naruto dan yang lain pun menyusul Rias dan Akeno ke dalam dan mereka cukup terkejut saat melihat ruangan itu memiliki suasana cukup imut dengan boneka dimana-mana. Naruto pun ketakutan sedikit saat melihat adanya peti mati di dalam kamar itu, kemudian terlihatlah sosok Gasper yang sedang berbicara pada Rias dan Akeno.
Issei yang melihat itu pun serasa melayang-layang dan berkata "Ternyata bishop milik buchou adalah seorang gadis berambut pirang yang cantik dan manis seperti Asia-chan ya."
"Iya, kau benar Issei-san… Dia cukup manis." Ucap Yahiko, kemudian dia melihat Lee dan berkata pada Sai dan Lee "Benar kan, Sai-san, Lee-san?"
"Anda benar Yahiko-san." Jawab mereka berdua.
Yuuto pun tersenyum, kemudian dia berkata "Kalian jangan salah sangka… Dia memang terlihat seperti seorang gadis, tapi sebenarnya dia adalah laki-laki Issei-kun, Yahiko-san, Sai-san, Lee-san."
"Ehhhh!" Teriak mereka semua karena tidak menyangka bahwa sosok feminim yang berada di depannya itu adalah laki-laki, kemudian Issei melihat Rias dan berkata "Bu-Buchou, itu tidak benar kan? Dia benar-benar seorang gadis kan? Tidak mungkin gadis secantik itu adalah laki-laki…"
"Dia memang laki-laki Issei, tapi dia punya kebiasaan untuk memakai baju perempuan." Balas Rias dan itu pun membuat Issei langsung membeku di tempat.
"Eeeeeeeehhhhhh!" Teriak Issei dengan tidak percaya, kemudian dia mendekati Gasper dan berkata "Eeeeeekkkkk! Ma-Maafkan akuuuu!"
"Uwaaaaaaaa!" Teriak Gasper yang kemudian berlari dari Issei dan yang lain.
Para peerage Naruto serta para peerage Rias pun dikerahkan untuk menangkap Gasper. Tapi tidak bisa karena dia terlalu cepat dan juga kadang saat ada orang yang akan menangkapnya, dia membuat orang itu terdiam di tempat seolah-olah dia membekukan waktu orang yang di dekatnya. Naruto pun ingin membantu, tapi Sasuke menghentikannya dengan mata Choku Tomoe Rinnegan yang telah aktif.
"Baiklah, terserah padamu… Tapi jangan sakiti dia karena walau bagaimanapun, dia adalah anggota peerage dari istriku. Otomatis, dia adalah keluargaku juga." Ucap Naruto pada Sasuke karena takut dia akan melakukan hal yang sadis pada Gasper.
"Aku tahu… Jangan ingatkan aku." Ucap Sasuke, kemudian dia melihat benda yang paling dekat dengan Gasper, kemudian dia berkata "Amenotejikara!"
Semua orang pun terkejut saat melihat tubuh Sasuke berpindah dengan sebuah tong sampah yang berada di dekat Gasper. Kemudian Gasper secara tidak sengaja melihat mata Sasuke yang juga sudah mengaktifkan Eternal Mangekyou Sharingan-nya dan membuat Sasuke berkata "Sekarang kau tidak akan bisa kabur, Genjutsu Sharingan!"
Rias pun menghampiri Sasuke yang sudah membopong Gasper dan dia pun berkata "Apa dia baik-baik saja, Sasuke-san?"
"Tenang saja, dia cuma tertidur…" Jawab Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Dia akan lebih baik setelah dia sadar."
"Baguslah kalau begitu…" Balas Rias.
"Sebenarnya apa masalah dari anak itu, Rias-chan?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kenapa seolah-olah dia itu takut untuk menemui semua orang?"
"Dia takut untuk menemui semua orang karena dia belum bisa menguasai kekuatannya dan dia takut kekuatan itu membahayakan dan merepotkan orang lain, Naruto-kun." Jawab Rias.
"Kalau begitu, serahkan saja masalah itu kepadaku…" Ucap Naruto.
"Kenapa memangnya Naruto-kun?" Tanya Rias.
"Kau lupa aku juga memiliki masalah yang sama dengan Kurama." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Sebagai sesama orang yang memiliki masalah dengan kekuatannya yang tidak bisa kita kendalikan. Aku pasti bisa mengerti perasaan Gasper meskipun aku tidak mempunyai masalah lagi tentang kekuatan Kurama"
Rias pun tersenyum saat mendengar perkataan Naruto. Dia bangga memiliki suami seperti Naruto, tapi dia juga iri karena Naruto bisa menjalankan tugas dia sebagai King. Seperti membangkitkan kekuatan Issei, membantu Yuuto melepaskan dendamnya dengan bantuan Sasuke, dan sekarang dia ingin membantu Gasper tentang kekuatannya. Mereka semua pun keluar dari ruangan klub Rias setelah Sasuke menaruh Gasper di kamarnya dan saat mereka sampai di gerbang, Issei pun cukup terkejut saat melihat sosok Vali atau Hakuryuukou yang sedang berada di Kuoh Academy disini.
"Mau apa kau kesini, Hakuryuukou?" Tanya Rias.
"Aku hanya ingin menyapa rivalku itu, Gremory." Jawab Vali sambil melirik Issei. Kemudian dia melihat Issei dengan tajam dan berkata "Lagipula masih terlalu dini untuk melawannya. Dia masih terlalu lemah untuk kulawan…"
Issei pun mengepalkan tangannya saat dia mendengar perkataan Vali. Naruto yang melihat itu pun menepuk pundak Issei dan berkata "Seberapa kuat kau sampai-sampai kau bisa menilai Issei itu lemah?"
"Tentu saja aku kuat…" Ucap Vali, kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Aku adalah Hakuryuukou terkuat di era ini… Sedangkan dia adalah Sekiryuutei terlemah di era ini."
"Jadi kau kuat ya?" Tanya Naruto, kemudian dia mengaktifkan Sennin Mode miliknya dan mendekati Vali. Saat sudah berada di depan Vali, Naruto pun berkata "Aku dengar dari Rias-chan, Hakuryuukou terkenal dengan Sacred Gear-nya yang bernama [Divine Dividing] yang mempunyai kemampuan khusus untuk menghisap dan membagi kekuatan musuh dengan kemampuannya yang bernama Divide miliknya? Kalau kau kuat coba kau hisap dan bagi kekuatan Senjutsu milikku ini… Itu juga kalau kau kuat dan tidak akan berubah menjadi patung batu seperti yang terjadi pada musuhku…"
Vali pun geram akan tantangan Naruto dan berkata "Kau meremehkanku?"
"Aku bukan meremehkanmu, tapi kau yang meremehkan seseorang terlebih dahulu." Jawab Naruto, kemudian dia berkata "Kau seenaknya menilai orang lain itu lemah… Apa kau tidak pernah tahu bahwa orang kuat pada awalnya berasal dari orang yang lemah. Dimasa lalu aku ini adalah orang yang lemah bahkan melakukan teknik yang simple saja aku tidak bisa. Tapi karena latihan dan kerja kerasku, aku menjadi kuat dan bahkan kekuatanku saat ini menyamai level kemampuan rivalku yang merupakan seorang jenius di desaku."
Naruto pun melihat Issei dan dia pun berkata "Kau memang saat ini masih lemah Issei. Tapi kau harus tahu… Guruku yang bernama Jiraiya itu lemah dan juga mesum tapi berkat latihannya, dia menjadi salah seorang ninja terkuat di desanya. Temanku Lee lemah karena tidak bisa menggunakan Ninjutsu, tapi berkat latihannya dia menjadi ahli Taijutsu di desanya. Jadi latihanlah dengan keras dan aku yakin kau pasti akan menjadi lebih kuat daripada dirimu yang sekarang ini Issei…."
Naruto pun masuk ke Kuoh Academy dan pergi ke tempat akan berlangsungnya rapat antara ketiga fraksi dan meninggalkan Vali yang kesal karena merasa diremehkan oleh Naruto. Sedangkan Issei terus melihat Naruto dari kejauhan dan membatin 'Arigatou… Naruto-san.'
Akhirnya mereka semua pun sampai di tempat pertemuan itu dan terlihatlah fraksi malaikat yang dipimpin oleh seorang Seraph bernama Michael dan juga ajudannya yang bernama Irina, fraksi malaikat jatuh yang dipimpin oleh Azazel dan dia ditemani oleh Vali yang mereka temui tadi dibawah, dan fraksi iblis yang dipimpin Sirzech dan Serafall dan ditemani oleh Grayfia, Rias, Sona, Naruto dan para peerage dari Rias, Sona, dan Naruto kecuali Gasper dan Koneko.
Serafall pun melihat Azazel dengan tajam dan berkata "Jadi bisa kau jelaskan kenapa anak buahmu bisa menyerang Rias-tan dan So-tan, Azazel?"
"Dia melakukan itu karena inisiatifnya sendiri karena dia tidak puas pada hasil dalam Great War waktu itu…" Ucap Azazel, kemudian dia melirik Naruto dan berkata "Lagipula dia sudah mati kan oleh dia kan?"
"Iya, memang aku yang membunuhnya." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau keberatan tentang itu?"
"Tidak, tidak sama sekali." Jawab Azazel.
'Jadi dia orang yang sudah membunuh Kokabiel…' Batin Michael, kemudian dia membatin 'Dia cukup kuat dalam usianya yang masih terlihat muda.'
"Baguslah kalau begitu." Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Karena kalau aku tahu kau keberatan karena ternyata kau yang meminta malaikat jatuh itu untuk menyerang Rias-chan… Aku akan membunuhmu juga aku akan menghancurkan setiap malaikat jatuh yang aku temui, karena dia telah mencoba membunuh putriku."
"Kau mengancamku dan fraksiku, nak?" Tanya Azazel dengan alis yang terangkat karena perkataan Naruto itu.
"Tidak…" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Itu hanyalah peringatan dari seorang ayah yang putrinya hampir mati karena tindakan dari anak buahmu sendiri, Azazel-san."
Azazel pun menghela nafas saat mendengar jawaban dari Naruto itu, kemudian dia melihat Sirzech dan Michael dan berkata "Hei, Michael, Sirzech… Bagaimana kalau fraksi kita semua berdamai saja?"
"Kau serius Azazel? Mendadak sekali." Tanya Sirzech saat melihat temannya yang mesum dan pemalas ini membicarakan perdamaian disaat-saat seperti ini.
"Aku serius…" Jawab Azazel, kemudian dia melanjutkan "Aku lelah fraksi kita terus-menerus seperti ini. Yang aku mau hanyalah dunia yang damai jadi aku bisa memancing sesukaku dan aku bisa melakukan penelitianku tanpa gangguan."
"Jadi kalian mau berdamai berdamai kan, Sirzech, Michael?" Tanya Azazel.
"Tentu saja aku setuju, itu bukanlah ide yang buruk." Jawab Sirzech, kemudian dia melanjutkan "Benar kan Serafall?"
"Iya…" Balas Serafall dan dia pun bertatapan mata dengan sosok pria yang berdiri disebelah Sasuke yang bernama Itachi Uchiha, kakak kandung dari Sasuke Uchiha.
"Aku juga setuju…" Jawab Michael.
"Bagus…" Ucap Azazel, kemudian dia melanjutkan "Bagaimana dengan kalian Sekiryuutei dan Hakuryuukou?"
"Aku setuju asal masih banyak orang yang bisa ku ajak bertarung." Ucap Vali dengan seringainya yang sudah dia tujukan pada Naruto tapi dia mengacuhkannya dan membuatnya kesal sendiri.
"A-Aku…." Ucap Issei, kemudian dia teringat teman-temannya dan berkata "Aku ingin perdamaian, karena jika perdamaian sudah diraih… Teman-temanku tidak akan terluka dan aku bisa menjalin lagi tali persahabatanku dengan temanku yang berbeda fraksi denganku."
'Issei-kun…' Batin Irina yang tersenyum dan menangis haru saat mendengar perkataan sahabat masa kecilnya itu.
"Jadi dengan ini maka…" Ucap Azazel tapi dia dibuat terkejut saat dia melihat banyak orang tidak bisa bergerak kecuali para pemimpin fraksi, Grayfia, Naruto dan para peeragenya, Rias yang tangannya dipegang oleh Naruto, Issei dan juga Asia yang tangannya dipegang oleh Issei, Vali, Kiba dan Xenovia yang sudah mengeluarkan Sword of Betrayer dan Durandal miliknya. Dia pun teringat sesuatu dan membatin 'Tidak salah lagi… Ini adalah efek dari Forbidden Valor View.'
Azazel pun melihat Rias dan berkata "Rias Gremory, sepertinya peeragemu itu sedang mendapatkan masalah."
'Gasper…' Batin Rias, kemudian dia melihat Sirzech dan berkata "Onii-sama, aku akan menolongnya…"
Sirzech yang mendengar itu pun berkata "Apa kau punya bidak yang tidak dipakai, Rias?"
"Ada…" Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Aku mempunyai bidak rook yang tidak kupakai di dalam ruang klubku."
"Kalau begitu aku akan mengirim kalian kesana…" Balas Sirzech dan ditanggapi oleh anggukan kepala oleh Rias.
"Ayo, Issei, Yuuto, Xenovia, Asia…" Ucap Rias, kemudian dia melanjutkan "Kita bantu Gasper dan Koneko!"
Semua peerage Rias yang tersisa pun menggangguk akan perkataan Rias, tapi kemudian Azazel melihat mereka dan berkata "Tunggu dulu kalian semua…"
"Ada apa, Azazel-dono?" Tanya Rias.
"Berikan ini pada peeragemu itu. Gelang itu akan membantu mengendalikan kekuatannya." Ucap Azazel.
"Baiklah…" Balas Rias, kemudian dia berkata "Arigatou, Azazel-dono."
Rias dan para peeragenya pun dikirimkan oleh Sirzech ke tempat bidak Rook miliknya yang belum terpakai itu berada dan Naruto pun membuat handseal dan berkata "Kage Bunshin no Jutsu!"
Boooooofffff
'Dia bisa menggandakan dirinya sendiri…' Batin semua orang kecuali Sirzech, Serafall, para peerage Naruto dan para peerage Sona.
"Ada apa kau memanggilku, oyabun?" Tanya bunshin itu.
"Kau susul Rias-chan dengan menggunakan Hiraishin dan bantu dia dan teman-temannya untuk menolong Gasper dan Koneko-chan." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Dan jangan lupa tolong lindungi Aisha-chan juga…"
"Ha'i" Balas bunshin itu, kemudian dia menghilang dengan cepat disertai kilatan berwarna kuning dan membuat sebagian orang terkejut.
'Iblis macam apa dia sebenarnya?' Batin sebagian orang yang melihat bunshin Naruto memakai Hiraishin no Jutsu.
Duaaaaaaaarrrrrrr
Tiba-tiba terjadi ledakan di sebuah tembok yang saat ini sudah hancur dan terlihatlah seorang wanita betubuh seksi yang melihat Sirzech dan Serafall dengan tatapan tajam dan nada bicara yang dibuat-buat semanis mungkin "Lama tidak bertemu, maou palsu…"
"Ka-Katarea…" Ucap Sirzech dan Serafall karena dia melihat sang keturunan langsung dari Maou Leviathan terdahulu datang dan menghancurkan perdamaian yang akan mereka raih kali ini.
-To Be Continued-
AN: Nah chap 13 udah selesai, thanks buat semuanya yang udah baca fic ini dari chap 1 sampe chap 13 ini. Ane enggak nyangka fic ini bisa menarik 567 review cuma dalam 12 chapter. Padahal ane dapet 500+ review di fic ane yang lain pas chap-nya udah sampe chap 23. Pair untuk Naru saat ini akan menjadi Naruto x Rias x Akeno x Sara dan itu final! Soal Gaara akan ane jadikan pasangan dari Reya Kusaka, anggota peerage dari Sona. Apakah ada yang tahu sifat dari Reya ini? Kalau bisa, ane minta tolong jelaskan ya. Thanks for your help. Buat fic The Tales of Gutsy Shinobi, beberapa hari lagi kayaknya akan up soalnya ane udah buat meskipun baru 400 word tapi bisa jadi ane bakal buat The Two Overlord dulu atau Naruto DxD Chronicles, baru ane up fic itu. Kalau ada yang mau nanyain sesuatu di fic ane, bisa tanya di PM di FB ane, namanya Febri Pratama. Soalnya ane jarang buka PM di sini hehehehe. Ane ada ide buat fic cross Suikoden dan Higschool DxD. Ceritanya tentang Lazlo En Kuldes atau hero di Suikoden 4 yang terdampar di dunia DxD setelah kejadian di Suikoden Tactics(Rhapsodia) dan dia nanti akan buat sebuah fraksi yang bernama fraksi manusia dengan bantuan Cao-Cao dan gengnya di fraksi pahlawan dan melindungi manusia dari iblis dan malaikat jatuh. Bagaimana? Wajib rilis apa enggak? Saat fic itu rilis, ane akan menghapus fic ane yang judulnya Heroes Lore Zero 2, karena sebentar lagi akun ane akan ane bersihin dari story lama ane yang dibuat beberapa tahun lalu sebelum ane aktif kembali menjadi author di FFN.
Review:
DragonOppai666:
Kayaknya bener juga perkataan ente bro.
Femy Gremory Lucifer:
Ngapain ada kekuatan baru? NaruSasu pake kekuatan ori aja udah Godlike. Paling tambahan teknik para jinchuuriki dari Shukaku sampe Gyuuki.
Geenndu:
Kan Yahiko udah lumayan tua, jadi agak gimana gitu kalo sama Sara. Kan Sara meskipun juga sama tuanya tapi fisiknya udah sama kaya pas umur dia seumuran sama Naruto di The Lost Tower. Nanti Yahiko dikira om pedo lagi.
Seirog:
Memang Hinata-nya mati kok, tapi masih lama kayaknya ya.
Raitogecko:
Boleh juga tuh mini-harem, Naruto x Rias x Akeno x Sara.
Kazehaya Eito:
Jurus Naruto sama Sasuke post-war aja udah dewa, ngapain nambahin teknik dari Fairy Tail.
PoH:
Soalnya Toneri itu enggak pernah dijabarkan dengan jelas kekuatan sebenarnya. Katanya kan kekuatan Tenseigan sama Rinnegan itu sama-sama kuat. Masa kalah sama Naruto yang make Kyuubi Sennin Mode. Enggak masuk di akal aja.
Namikaze Nogami:
Nagato sama Konan woy! Itachi yang sama Sera, Sakura mungkin sama Yuuto.
Darkness Ryuu:
Kayaknya NarutoRiasAkenoSara deh, abis itu enggak bakal ane tambah-tambah lagi.
Hany Hyuuga:
Gimana ya, Naruto kan juga suka sama Akeno sewaktu latihan sama Jiraiya tapi relationship mereka baru menonjol abis Naruto balik ke DxD Dimension.
Shirayuki MuiiMauiizz:
Memang, makanya Toneri bakal ane kasih Kote. Soalnya Kote rumornya bisa membuat semua orang yang memakainya bisa memakai teknik ninja apapun yang scrollnya dimasukkan ke dalam benda itu. Jadi Toneri bisa make Kagemane atau Chidori.
Harry:
Kazumaky Rasengan atau Wakusei Rasengan?
EnterSandman:
Kayaknya Rizevim belum muncul… Kan nanti dia munculnya pas Ophis terkena kutukan Samael. Tapi ane akan buat Toneri sama Hinata masuk Khaos Brigade.
Ryuzetsu:
Jirr, lemon udah kali bos antara NaruRias.
Agim Summimura:
Sara masuk, Sakura kagak. Sasuke belum berani untuk buat gerakan, alasannya kayaknya ada di chap ini.
Orochi Yin:
Kagak, Orochimaru kan ikut tewas di tragedy itu. Lagipula dia enggak evil kaya di fic ane yang satu lagi.
Dhika:
Maaf itu typo
Enggak ada efek, tapi setiap make. Itu jurus enggak akan bisa dipakai lagi selama 10 tahun. Soalnya kalau ane buat Naru bisa make jurus itu secara tidak terbatas, DxD Dimension bisa geger sama Naru.
Maksudnya kaya pas Naru ngelepas sebagian Kurama buat lawan patung punya Toneri di The Last kan?
Jeruk:
Pair aja bukan mana ada lemon?
KurotsukiEvan-kun:
Seperti perkataan Koneko di chapter berapa tuh, ane lupa. Dia kan pernah bilang begini "Kau tahu aku kan, Naruto-niichan?". Bah sorry bos, mana tau ente lagi makan… Lagian ente sendiri juga, kenapa baca chap yang lama dan bukan chap baru yang aman dari lemon.
Michael Gabriel:
Tapi Tenseigan itu enggak begitu kuat loh… Faktanya di The Last, jadi ane tambahin Kote. Padahal chakra Rikudou Naruto dah diisep sama Toneri tapi masih kalah sama Naruto yang cuma make Kyuubi Chakura Mode yang digabungkan sama Senjutsu miliknya. Itachi sama Serafall, jadi… Kakak x Kakak(Itachi x Serafall) dan adik x adik(Sasuke x Sona)
Baka Otouto:
Tapi Naruto udah punya pedang sendiri… Dan juga Naruto itu bukan tipe pemdekar pedang kaya Kisame, Sasuke, atau Zabuza… Jadi jarang make dan selalu make Ninjutsu dan Taijutsu miliknya.
Reyfani359:
Bisa, soalnya mata Obito memiliki chakra Rikudou bekas dia yang merupakan mantan Jinchuuriki Juubi.
Toushiro Khudhory:
Sebenarnya Sasuke sebelum kembali dengan para survivor Elemental Nation udah menjelaskan semua kejadian yang mereka alami di sana termasuk mereka yang udah menjadi Devil sama Naruto. Dan mereka pun memutuskan untuk bergabung.
Ayub Pratama:
Kan biar greget aja, kan Bijuudama itu Tailed Beast Bomb kalo Ryuudama itu Dragon Bomb… Jadi cocok aja. Kalo Rating Games apa ada yang bisa nandingi kekuatan Naru? Kayaknya enggak ada deh dan cuma Sairaorg yang bisa nandingi Naru dengan Senjutsu-nya dan Sacred Gear-nya atau Dishauser Belial
Kurotsuhi Mangetsu:
Ya mau gimana lagi… Susah masangin orang lain selain Naru sama Sara. Lagian yang dia kenal juga cuma Naruto, Yamato, dan Kakashi juga kan? Dan dia enggak mungkin suka sama Yamato dan Kakashi karena fisiknya dah balik kaya pas kejadian di The Lost Tower. Nanti bisa-bisa Yamato sama Kakashi disangka pedo lagi.
Tenshisha Hikari:
Ada sih, tapi cuma Sairaorg kayaknya sama orang yang namanya Diehauser Belial itu.
Asrofil Vroh:
Boleh juga tuh…
Guest:
Sara dah masuk ke pair Naru.
Arief417:
Udah masuk…
Guest:
Memang rencananya ane bakal buat kayak begitu dan kayaknya Sara memang benar-benar harus masuk pair Naru deh.
Arina Nasution:
Sara kekuatannya Kenjutsu sama Ninjutsu lima elemen. Itachi kekuatannya Ninjutsu, Kenjutsu, sama Genjutsu. Kakashi kekuatannya Ninjutsu, Taijutsu, sama Kenjutsu.
TekoTitanic:
Sama-sama… Memang rencanya begitu sih. Kalau begitu lebih bagus lagi, karena konsepnya sama kaya Bijuudama. Yang ada kayaknya cuma peerage Sairaorg Bael sama Diehauser Belial.
Guest:
Jangan… Kekuatan Sara ane udah ada sendiri.
Dragon Saga:
Kayaknya enggak bisa… Kan dimensi Kaguya hanya terhubung sama Elemental Nation kan? Dan tempat itu udah hancur pula jadi susah bikinnya.
Sky00:
Gak perlu, udah masuk kok Sara ke harem Naru. Tapi ini yang terakhir…
Uzunamichisen Ootsuki:
Punya, tapi baru Naru doang yang udah ada idenya… Naru bakal dapet familiar seekor katak yang megang pedang dan memiliki botol sake di belakangnya(AN: Kayak pet katak yang di Ninja Saga).
Archilles:
Udah fix… Naru x Rias x Akeno x Sara.
Hi no Ketsui:
Mati, tapi masih lama.
Angga667:
Biar greget, soalnya ane bosen ngeliat fic Dark! Naruto tapi Dark! Hinata jarang, padahal Hinata enggak pernah ngerasain ngelawan kegelapannya sendiri kaya Naruto.
