Name: Heroes From Another World
Author: The World Arcana
Genre: Friendship,
Rating: M
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima x Sara, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Sakura Haruno x , Kakashi Hatake x Rossweise, Issei Hyoudou x Harem, Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Nagato Uzumaki x Konan, Yahiko x , Gaara x Reya Kusaka, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares
Chapter 14: Vali's Betrayal and Issei Resolve
Naruto dan para peeragenya melihat sosok yang menjadi pengacau di pertemuan para pemimpin ketiga fraksi dengan tatapan bingung karena dia baru mengetahui sosok bernama Katarea itu sedangkan Sona dan juga para peeragenya dan para pemimpin ketiga fraksi kecuali Vali pun was-was, mengingat kalau sosok yang sedang berada di depan mereka saat ini adalah sosok keturunan dari fraksi maou lama dan dia merupakan Ultimate Class Devil yang lumayan kuat. Azazel pun melihat para penyihir yang keluar dari portal yang muncul secara tiba-tiba setelah kedatangan Katarea dengan bosan dan dia pun berkata.
"Jadi kau juga memakai bantuan dari para fraksi penyihir, eh Katarea?" Tanya Azazel.
"Itu bukan urusanmu datenshi busuk." Jawab Katarea, kemudian dia melihat Sirzech dan Serafall dan lalu dia berkata "Jadi bagaimana Sirzech, Serafall… Kalian mau mengembalikan jabatan yang telah kalian ambil dari kami yang seharusnya menjadi Maou pengganti pendahulu kami para Yondai Maou terdahulu?"
"Maaf Katarea, tapi kami tidak bisa melakukannya." Jawab Sirzech, kemudian dia melihat Serafall dengan tajam dan berkata "Kau sendiri ingat kan bagaimana kepemimpinan para Yondai Maou terdahulu? Mereka membuat fraksi kita bertarung melawan bersama ketiga fraksi serta Tuhan dan Two Heavenly Dragon serta Trihexa dalam Great War dan lihat apa bayarannya bagi kita? Fraksi kita banyak kehilangan para iblis berdarah murni dan membuat jumlah kita berkurang terutama setelah kami menang melawan kalian dalam Civil War. Beruntung Ajuka bisa memperbanyak anggota dalam fraksi kita dengan idenya yang brillian, Evil Pieces…. Atau fraksi kita sudah hancur karena ego dari kalian dan para pendahulu kita."
"Kau pikir aku peduli?" Tanya Katarea dengan sinis, kemudian dia melanjutkan "Yang aku pedulikan sekarang adalah kalian berdua terutama Serafall harus memberikan kembali gelar Leviathan kepada diriku. Karena aku adalah penerus dari Maou Leviathan terdahulu. Bukan kau!"
"Hentikan ini Katarea!" Teriak Serafall dan membuat Katarea menatap ke arahnya dan Serafall pun langsung berkata "Kita ini teman. Kumohon hentikan semua ini… Aku tidak ingin menyakiti temanku."
"Kau bodoh Serafall. Persahabatan kita sudah lama berakhir." Ucap Katarea, kemudian dia membuat tombak es panjang dan dia lemparkan ke arah Serafall "Sejak kau dan para temanmu itu mengalahkan kami dalam perang dan mengusir kami dari Underworld serta kau mengambil jabatan yang seharusnya adalah kepemilikanku!"
"Onee-sama! Serafall! Leviathan-sama" Teriak Sirzech dan Sona serta para peeragenya yang melihat Katarea sudah melesatkan tombaknya dengan cepat ke arah Serafall.
Tapi Itachi Uchiha yang sudah bosan berdiam diri pun langsung melompat ke arah Serafall dan membuat handseal "Katon: Gokakyu no Jutsu!"
Bola api berukuran lumayan besar pun langsung keluar dari mulut Itachi dan membuat banyak orang terkejut kecuali semua orang di peerage Naruto meskipun bola api itu membuat panas seisi ruangan karena ruangannya tidak cukup besar untuk pertarungan mereka. Bola api Itachi pun menyambar tombak es Katarea meskipun tombak es itu tidak meleleh sepenuhnya dan membuat tombak itu masih mengarah ke Itachi dan Serafall. Refleks Itachi yang merupakan seorang ninja pun bereaksi dan langsung menahan tombak itu dengan tangan kanannya meskipun tangan kanan Itachi sedikit tergores dan mengeluarkan darah karena hal itu "Sial, hampir saja…"
Katarea yang melihat itu pun murka dan berkata "Siapa kau? Berani-beraninya kau mengganggu kegiatanku…"
"Itachi Uchiha." Jawab Itachi dengan singkat.
Katarea pun geram dengan Itachi dan dia sudah membuat tombak es kembali dan melemparkannya ke arah mereka berdua tapi ada tombak yang terbuat dari cahaya yang menahan laju tombak es milik Katarea dan membuat kedua tombak berbeda elemen itu terpental. Azazel yang ternyata adalah dalang dari gagalnya serangan kedua Katarea pun memajukan langkahnya dan dia pun mengembangkan sayapnya yang berwarna kehitaman serta berjumlah 12 pun berkata "Lawanmu bukan dia tapi aku, Katarea."
"Jadi kau sudah siap untuk mati, eh datenshi mesum?" Tanya Katarea.
"Aku tidak akan mati sebelum aku bisa membuat Gabriel menjadi datenshi dan aku bisa terus-terusan bisa melihat tubuh seksinya hohohoho" Jawab Azazel dan membuat banyak orang termasuk Naruto dan para peeragenya facepalm akan perkataan Azazel itu.
Naruto saat ini menghela nafasnya dan membatin 'Great… Hidupku sepertinya memang ditakdirkan bertemu dengan orang-orang mesum. Pertama Kakashi-sensei, ero-sennin, lalu Issei dan orang bernama Azazel ini. Jangan bilang kalau tou-chan juga adalah orang yang mesum juga.'
"Kau memang menjijikkan seperti biasa Azazel. Jadi cepat bertarunglah denganku dan aku akan mengakhiri hidupmu disini saat ini." Ucap Katarea yang sudah mengembangkan sayapnya dan keluar dengan cara melompat dari ruangan tempat pertemuan antara ketiga fraksi.
"Kau yang akan mati Katarea." Balas Azazel yang juga sudah menyusul Katarea.
Sementara dengan Rias… Saat ini dia sudah berada di tempat dia meninggalkan bidaknya yang tersisa dan mereka melihat banyak para penyihir yang tewas dengan cara mengenaskan yaitu dada mereka berlubang sampai bagian belakang mereka. Issei, Kiba, dan Xenovia saat ini hanya bisa menahan muntah atas kejadian ini sedangkan Asia tidak kuat untuk melihatnya dan terus bersembunyi di belakang badan Issei.
"Siapa yang melakukan ini, kejam sekali?" Tanya Rias.
"Aku tidak tahu buchou." Balas Issei, kemudian dia melanjutkan "Tapi siapapun yang melakukan ini. Dia seorang psikopat."
Sringgggg
"Jangan pedulikan hal itu…" Ucap 'Naruto' yang muncul dengan Hiraishin karena dia sudah menandai tangan Rias dengan segel Hiraishin yang dia miliki "Yang penting kita harus mencari Gasper dan pakaikan gelang pemberian Azazel itu agar kekuatannya stabil."
"Baiklah, anata, Naruto-san…" Balas Rias dan para peeragenya kecuali Akeno yang tidak bisa bergerak di ruangan rapat ketiga fraksi.
Mereka semua pun mencari Gasper dan mereka menemukannya di ruangan tempat Rias menyegel Gasper. Gasper dan juga Koneko yang melihat Rias pun tiba-tiba memeluknya dan berkata "Syukurlah kalian semua tidak apa-apa, Rias-sama."
"Gasper … Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa wajah kalian berdua pucat sekali seperti itu?" Tanya Rias.
"Tadi ada gerombolan penyihir yang menyelinap kesini dan berniat mengacaukan kekuatanku tapi tiba-tiba ada dua orang yang membunuh mereka dengan sangat kejam. Karena ketakutanku, kekuatanku pun menjadi liar dan menjadi tidak terkendali." Jawab Gasper.
"Kau pakai gelang ini untuk mengendalikan kekuatanmu, Gasper." Ucap Rias yang sudah memberikan gelang pemberian Azazel ke Gasper.
"Terima kasih…" Balas Gasper yang sudah memakai gelang itu dan kekuatannya semakin lama semakin stabil dan mudah untuk dikendalikan.
"Tapi siapa yang melakukan itu Gasper?" Tanya Issei.
Gasper pun melihat dua orang sosok yang dia maksud tadi dan dia pun berkata "Mereka berdua sosok yang aku maksud, Rias-sama!"
Rias dan para peeragenya serta 'Naruto' pun melihat ke arah sosok yang dimaksud Gasper dan melihat sosok Toneri yang sudah mengaktifkan Tenseigan miliknya serta Hinata yang sudah menggendong Aisha di tangannya dan itu membuat darah 'Naruto' mendidih dan dia pun berkata dengan tajam "Hinata…"
"Kalian berdua! Apa yang kalian berdua lakukan pada putriku?" Teriak Rias yang sudah sangat geram pada sosok dua orang yang menyerang suaminya kemarin malam sampai-sampai tangannya sudah membentuk Power of Destruction tapi dia tidak bisa menembakkan bola itu tepat ke arah mereka berdua tapi dia takut kalau serangannya itu malah akan mengenai putrinya sendiri.
"Oh… Jadi dia adalah anakmu dengan Naruto, gadis berambut merah?" Tanya Hinata, tapi Rias tidak bisa merespon apa-apa karena dia bingung memikirkan cara apa untuk menyelamatkan anaknya. Melihat itu Hinata menyeringai dan dia pun berkata "Dia sangat manis tapi sayangnya dia bukan anakku… Jadi kau bersiap saja kalau dia mati di tanganku, gadis berambut merah."
"Kami tidak akan membiarkanmu!" Teriak Issei, kemudian dia melihat kedua rekannya dan berkata "Ayo kita hajar dia Yuuto, Xenovia…"
Mereka bertiga pun melesat dengan cepat terlebih Yuuto dan Xenovia yang sudah memakai kekuatan bidak kuda-nya tapi Toneri pun dengan cepat memasukkan gulungan berukuran kecil ke device miliknya yang bernama Kote dan dia pun berkata "Doton!"
Craaacccckkk
Craaaaccckkk
Mereka bertiga pun terpaksa menghentikan langkah mereka dan terjatuh saat tanah yang dipijakinya tiba-tiba bergetar dan retak. 'Naruto' yang melihat itu pun geram dan langsung melesat ke arah Toneri. Tapi Toneri lebih cepat mengganti scroll elemen tanah miliknya dengan scroll lainnya dan kemudian muncul Rasengan di tangannya. 'Naruto' yang melihat itu pun terkejut dan membatin 'Mustahil! Bagaimana bisa dia mempunyai Rasengan sama seperti oyabun dan ayahnya…'
Duaaaaaaarrrr
Perut 'Naruto' pun terkena Rasengan milik Toneri dan dia pun terpental ke keluar ruang klub Rias dan berubah menjadi asap. Hinata yang melihat itu pun melihat Rias dan berkata dengan nada mengejek "Serius… Dia memakai bunshin untuk menolong anak dan kekasihnya sendiri? Kasihan sekali kau mempunyai kekasih seperti itu hahahaha."
Di ruangan rapat ketiga fraksi, Naruto dan para pimpinan ketiga fraksi dan juga para orang-orang yang saat ini sudah kembali seperti semula karena kekuatan Gasper sudah bisa terkendali pun sedang melihat pertarungan Azazel dan juga Katarea yang semakin memanas karena tiba-tiba saja kekuatan Katarea meningkat dengan drastis dan juga Azazel sudah mengeluarkan [Sacred Gear] buatannya sendiri. Kemudian dia merasakan ingatan bunshinnya dan dia pun berkata pada para peeragenya "Minna, Hinata dan rekannya itu saat ini berada disini dan menyandra putriku. Kita harus kesana karena Rias dan para peeragenya tidak bisa melawan mereka."
"Akeno, Sara... Pegang tanganku." Ucap Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Aku akan mengirimkan diriku dan kalian dengan teknik Hiraishin milikku."
"Baik Naruto-kun." Balas Sara dan Akeno yang entah kenapa wajahnya tiba-tiba memerah dan Naruto pun melihat mereka berdua dengan tatapan bingung.
'Kenapa dengan mereka berdua? Dasar dua cewek aneh.' Batin Naruto yang langsung mengamit tangan mereka berdua dan pergi dengan Hiraishin.
Sringgggg
"Yang bisa melakukan Sunshin, pakailah Sunshin untuk pergi ke tempat Naruto." Ucap Obito, kemudian dia melanjutkan "Yang tidak bisa akan aku kirim kalian dengan Kamui."
Mereka semua pun pergi menggunakan Kamui dan Sunshin no Jutsu dan membuat semua yang berada di tempat itu tidak bisa berkata apa-apa dan hanya terdiam melihat kemampuan mereka. Kemudian mereka berdua sampai dan dia melihat semua peerage Rias sudah tumbang dan menyisakan Rias yang takut untuk menyerang mereka berdua karena takut untuk melukai putrinya dan Asia yang memang bukan tipe medis serta petarung seperti Karin dan Sakura. Kakashi pun terkejut saat melihat Kote yang dipasang oleh Toneri dan dia pun menghentikan Naruto yang akan melesat ke arah Toneri sekarang juga.
"Kenapa kau menghalangi aku sensei?" Tanya Naruto.
"Kau lihat alat yang berada di tangan pemuda Otsutsuki itu?" Tanya balik Kakashi dan dibalas oleh gelengan oleh Naruto. Kemudian Kakashi menghela nafas dan berkata "Itu adalah Kote. Alat yang aku ceritakan pada kau dan Sasuke yang aku larang penggunaannya di Konoha karena benda itu memungkinkan seseorang untuk melakukan jurus apapun tanpa harus mempelajarinya terlebih dahulu bahkan membuat seorang civilian bisa menggunakan jutsu seperti kita para Shinobi dan itu membuat hidup para ninja di desa kita menjadi lebih mudah tapi juga menghapus arti pertarungan shinobi yang sebenarnya."
'Jadi begitu…' Batin Naruto, kemudian dia melanjutkan 'Pantas dia bisa menggunakan Rasengan untuk melawan bunshinku tadi.'
"Oh lihat, siapa yang datang…" Ucap Hinata, kemudian dia melihat Aisha dan berkata "Coba katakana halo pada ayahmu, anak manis."
"Sudah cukup, Hinata!" Teriak Naruto, kemudian dia melanjutkan "Lepaskan dia! Dia tidak bersalah!"
"Kau bilang dia tidak bersalah?" Tanya Hinata, kemudian dia melanjutkan "Dia bersalah kau tahu Naruto. Dia bersalah karena dia lahir bukan sebagai anak dariku dan kau. Tapi aku tidak peduli dengan itu… Kau mau dia selamat kan? Kau serahkan dirimu dan juga Sasuke pada Toneri dan biarkan dia membunuh kalian berdua. Lalu aku akan lepaskan anakmu itu Naruto."
"Kau pikir aku akan membiarkan diriku mati di tangan seorang Otsutsuki sok ingin menjadi antagonis sama seperti Kaguya?" Tanya Naruto dan perkataan itu membuat Toneri kesal bukan main tapi Naruto belum selesai dan dia pun berkata "Tidak akan pernah!"
"Kau mengambil keputusan yang salah Naruto." Ucap Hinata yang sudah mengeluarkan kunainya dan dia berniat menusukkannya ke tubuh Aisha.
"Tidak! Aisha!" Teriak Rias yang mencoba berlari ke arah putrinya.
Saat kunai itu sudah akan menembus tubuh Aisha. Naruto pun berteriak pada Shikamaru "Sekarang, Shika!"
"Kagemane no Jutsu!" Ucap Shikamaru yang sudah mengeluarkan jurusnya dan Hinata tidak menghindar sama sekali dan membuatnya terjebak dalam teknik Shikamaru "Cepat selamatkan putrimu sebelum dia berhasil lolos dari teknikku, Naruto..."
"Aku mengerti." Balas Naruto yang sudah mendekat ke arah Hinata dan dia menendang Toneri yang berniat menyerangnya membuat dia terlempar jauh. Naruto pun mengambil anaknya dari tangan Hinata dan dia pun membuat Rasengan berukuran sedang dan berkata "Ini karena kau mengancam untuk membunuh putriku, Rasengan!"
Duuuaaaaaarrrrr
"Kyaaaaaa!"
Boooooooommm
Naruto pun mencium kening bayi mungilnya dan berkata "Aku senang kau tidak kenapa-napa Aisha-chan."
"Naruto-kun!" Teriak Rias yang sudah menghampiri Naruto dan dia pun berkata "A-Apa Aisha-chan baik-baik saja?"
"Ya, dia tidak apa-apa." Jawab Naruto.
"Kau pikir kau sudah menang, Ashura?" Tanya Toneri yang sudah mengeluarkan tiga Kugutsu miliknya yaitu Kiba, Shino, dan juga Ino. Kemudian dia melihat ketiga Kugutsu miliknya dan berkata "Kalian bertiga, serang!"
Naruto pun memberikan Aisha kepada Rias dan dia pun berkata "Kau bawa anak kita pergi, Rias-chan…"
"Tapi bagaimana denganmu?" Tanya Rias yang sudah menggendong putrinya itu.
"Aku tidak apa-apa…" Jawab Naruto, kemudian dia merasa tubuhnya terhenti dan dia pun berkata 'Sial, tubuhku dikuasai Ino.'
Naruto pun langsung mengeluarkan pedang chakranya dan langsung menyerang Rias secara membabi buta meskipun Rias bisa menghindarinya "Naruto-kun, kenapa kau menyerangku?"
"Rias menyingkirlah! Tubuh Naruto saat ini sedang dikuasai oleh gadis berambut pirang itu." Ucap Obito, kemudian dia melihat Shikamaru dan berkata "Shikamaru!"
"Aku mengerti…" Ucap Shikamaru, kemudian dia melanjutkan "Kageshibari no Jutsu!"
Tubuh Naruto pun terhenti karena bayangan Shikamaru. Sasuke yang melihat itu langsung melemparkan 3 shuriken ke arah Ino dan berkata "Shuriken Kage Bunshin no Jutsu!
Craaaasssshhhh
Craaaasssshhhh
Craaaasssshhhh
Jiwa Ino kembali ke tubuh aslinya dan membuat Naruto berkata kepada Shikamaru "Terima kasih atas bantuanmu, Sasuke. Bisa lepaskan aku sekarang , Shikamaru?"
"Tentu saja…" Jawab Shikamaru yang sudah melepaskan ikatannya pada Naruto.
Naruto langsung memasuki Bijuu Mode miliknya dan melihat Toneri dengan tajam dan berkata "Lawan aku, Otsutsuki!"
Naruto pun melesat dengan cepat ke arah Toneri dan dia melihat Kiba akan menyerangnya dengan Getsuga tapi Lee menendangnya dengan kuat sampai terpental "Konoha Dai Senpuu!"
Duuuuuaaaarrrr
Shino dan Ino pun juga berniat menyerang Naruto, tapi mereka dihalangi oleh Nagato dan Yahiko serta Sakura dan Sara. Naruto pun menyerahkan mereka berdua di tangan mereka dan dia langsung melawan Toneri dan juga Hinata dalam Tenseigan Chakura Mode yang sudah aktif. Tapi jujur saja, melawan dua orang pengguna Tenseigan dan juga seorang pengguna Kote akan menjadi lumayan sulit. Beberapa menit kemudian, Naruto pun berhasil mendesak mereka berdua dan membuat mereka berdua terdesak.
"Menyerahlah, kalian berdua." Ucap Naruto yang sudah menghilangkan Bijuu Mode miliknya.
"Kau pikir kami sudah kalah, Ashura? Coba pikir lagi…" Ucap Toneri yang menjatuhkan banyak gulungan kecil ke tanah dan dari gulungan itu keluar sebuah Kage Bunshin sempurna yang jumlahnya melebihi Naruto.
Naruto pun ingin membuat ratusan Kage Bunshin tapi bunshin-bunshin itu sudah menyerang Naruto dengan bertubi-tubi bahkan dia belum sempat mengeluarkan Sage Mode untuk menahan serangan mereka dan membuatnya terjatuh. Naruto pun bangkit dan melihat Hinata dan Toneri yang sudah memasukkan scroll di Kote miliknya dan mereka berdua pun berkata "Hakke Kushou!"
Boooooooommmmm
"Naruto-kun! / Naruto-san!" Teriak Rias, Akeno, Sara dan peeragenya yang lain saat melihat Naruto terpental karena teknik gabungan teknik Toneri dan Hinata tapi dia bisa ditahan oleh Sasuke sebelum dia terlempar lebih jauh.
"Sial! Benda bernama Kote itu merepotkan teme…" Ucap Naruto pada Sasuke.
"Itulah akibatnya jika kau meremehkan kekuatan lawanmu, dobe." Balas Sasuke.
"Kita selesaikan sekarang…" Ucap Sasuke yang sudah tidak mau basa-basi lagi dan langsung mengeluarkan Susanoo miliknya "Enton: Yasaka Magatama!"
"Futon: Chou-Oodama Rasenshuriken!"
"Shakuton: Korin Shippo Shikkoku no Ya Zeroshiki!"
"Kami tidak akan kalah dari kalian berdua!" Teriak Hinata, kemudian dia melihat Toneri dan mereka pun memasuki Tenseigan Chakura Mode mereka "Ayo kita lakukan Toneri."
"Kinrin Tensei Baku!"
Boooooooommmm
Boooooooommmm
Duuuuuuaaaaarrrrr
Muncul ledakan akibat benturan teknik mereka berempat dan membuat mereka berempat terpental jauh karena dorongan teknik mereka berdua. Kemudian mereka berempat pun bangkit dan tidak disangka sosok Vali datang menghampiri Toneri dan Hinata dan dia langsung disambut oleh sindiran dari Toneri "Siapa kau? Kenapa kau menghampiri kami? Apa kau mau menangkap kami? Kalau itu yang kau lakukan lebih baik kau tunggu sampai seribu tahun lebih karena kau belum bisa mengalahkan kekuatanku nak."
Vali saat ini menahan amarah karena perkataan Toneri itu, tapi dia tahan dan dia pun berkata "Bos-ku tertarik dengan alat yang berada di tanganmu itu. Dia ingin sekali bekerja sama denganmu dan kalau kau bersedia kau akan diberikan fasilitas oleh bos-ku untuk membuat benda itu lebih banyak."
"Siapa yang kau maksud dengan bos Vali? Omong-omong aku tidak memintamu untuk melakukan ini." Tanya Azazel yang sudah datang bersama dengan para pemimpin ketiga fraksi yang lain. Kondisi Azazel tidak begitu baik karena dia harus kehilangan tangannya saat mengalahkan Katarea meskipun dia memenangkan pertarungan itu.
"Kau bukanlah bos-ku, Azazel." Jawab Vali, kemudian dia melanjutkan "Aku hanyalah mata-mata yang bertugas untuk mencari informasi di Grigori dan memberikan info itu ke organisasiku yang sebenarnya, Khaos Brigade."
Para pemimpin ketiga fraksi pun terkejut dengan kabar ini dan Azazel pun berkata "Jadi kau berkhianat, Vali?"
"Jangan salah paham Azazel…" Jawab Vali, kemudian dia melanjutkan "Sejak awal aku tidak pernah loyal dengan Grigori. Yang aku butuhkan semuanya ada di Khaos Brigade. Mulai dari orang-orang kuat yang bisa aku lawan dan disana aku bisa menjadi lebih kuat untuk membalas dendam pada kakekku, Rizevim."
"Kau cucu Rizevim? Berarti kau…" Ucap Sirzech tapi dia dipotong oleh Vali "Seorang Lucifer? Ya, aku memang seorang Lucifer. Seorang half-blood yang memiliki darah kaisar raja iblis, Lucifer. Namaku adalah Vali Lucifer."
"Issei Hyoudou…" Ucap Vali, kemudian dia melanjutkan "Menyedihkan sekali, rivalku yang satu ini. Kau cuma iblis reinkarnasi yang beruntung karena kau mempunyai [Boosted Gear] di dalam tubuhmu dan membuatmu mendapat gelar Sekiryuutei. Tidak sepertiku yang merupakan Hakuryuukou terkuat di masa ini."
Issei pun menggeram dan mengepalkan tangannya karena perkataan Vali. Memang benar dia belum menjadi kuat sama sekali, dia dipecundangi oleh Kokabiel, gagal menolong putri dari King-nya sendiri dan dia masih teringat peristiwa yang terus menghantui pikirannya yaitu peristiwa kematian Asia dan juga terlukanya Irina di tangan Freed. Vali pun belum cukup sampai disitu, dia pun melihat Issei untuk terakhir kalinya dan berkata "Jadilah kuat… Aku akan menunggumu. Dan pada saat itu tiba, kita akan melihat. Siapa yang akan menjadi pemenang dan siapa yang akan mati dan musnah? Aku yang merupakan Hakuryuukou atau kau yang merupakan Sekiryuutei."
Vali pun pergi dengan sayap mekaniknya dan diikuti dengan Toneri dan Hinata yang memakai pagoda terbang milik Toneri. Sasuke yang melihat itu pun berkata pada Naruto "Apa kita kejar mereka dan hancurkan mereka di tempat, Naruto?"
Tapi Naruto saat ini tidak mendengarkan perkataan Sasuke. Dia terfokus pada Issei yang terus saja terdiam dari tadi. Dia pun menghampiri Issei dan berkata "Kau kenapa, Issei?"
"Dia benar." Jawab Issei, kemudian dia melanjutkan "Aku masih lemah. Dan akan selalu lemah. Walaupun aku memiliki [Boosted Gear] di tanganku… Apa aku yang cuma iblis reinkarnasi ini bisa melawan keturunan dari kaisar raja iblis seperti Vali?"
"Kau bisa…" Jawab Naruto yang menepuk pundak Issei, kemudian dia melanjutkan "Orang yang kuat tidak langsung kuat dari awal tapi dia lemah dari awalnya, sama sepertiku. Tapi setelah sekian lama berlatih, mempunyai tekad dipakai untuk apa kekuatan kita, serta tujuan kita berjuang di dunia ini… Kau akan menjadi kuat Issei."
'Naruto-san…' Batin Issei yang kagum pada Naruto, entah kenapa dia merasa sosok yang menghiburnya ini meskipun bodoh tapi pemikiran dia juga lebih hebat dari orang dewasa pada umumnya. Kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Oh ya, Naruto-san… Kau bilang aku butuh latihan kan? Maukah kau menjadi guruku dan mengajarkanku untuk menjadi lebih kuat demi melindungi teman-teman dan juga rekanku?"
"Dengan senang hati, Issei." Jawab Naruto dan itu membuat semua orang yang disana tersenyum bahkan duo uchiha, Sasuke dan Itachi.
-To Be Continued-
Guest:
Mungkin chapter depan. Ane akan buat Sasu nembak Sona dan itu bakal buat Tsubaki cemburu kayaknya.
Guest:
Ane bukan gak mau update, tapi dari kemarin review yang baru enggak bisa dilihat. Kalo enggak bisa dilihat ane mau balasnya gimana? Ane kan update sekalian jawab pertanyaan reader juga, aduhhhh…
Uchiha Madara 123:
Punya kedua-duanya.
JUstice drAgoN:
Ane bikin dia memang suka sama Nagato di fic ini. Kuroka sama Vali entar.
Dicky rookie:
Memang rencana Sakura sama Yuuto, Yahiko sama yang lumayan tua-an lah kaya Rossweise gitu.
Senju-nara shira
.
sama Seekvaira, Sai dan Lee masih uknown.
, itu Jiraiya.
ini ToneHina masih lebih lemah dari NaruSasu tapi semakin lama mereka akan semakin kuat.
ada tapi Naru bakal bisa make kelima elemen dasar karena dia memiliki 9 Bijuu.
, kalo Naru ikut nanti satu Underworld bisa geger entar.
Uzumakynurroni:
Emang ane buat alasan Serafall jadi Maou apa? Ane aja lupa.
Shirokami Khudhory:
Kadang susah juga bikin chap full action.
StiffMarco:
Alasan Hinata: Cemburu sama Rias, murka karena rasa cintanya serasa dipermainkan sama Naruto, iri karena Rias bisa memiliki Naruto tapi dia tidak makanya dia pikir kalau dia enggak bisa dapetin Naruto maka Rias atau siapapun enggak bisa. Jadi dia pengin banget Naruto mati.
Alasan Toneri: Pengen ngebunuh Naruto sama Sasuke karena mereka reinkarnasi Indra dan Ashura.
Adam Muhammad 980:
Iya.
Dragon Saga:
Disini Issei enggak akan bertarung sama Vali, tapi di chap ini dia punya tekad untuk mengalahkan Vali dan menjadi kuat demi melindungi teman-temannya.
Namikaze Nogami:
Mungkin abis chap ini.
Times New Roman 241:
Disini Naruto ngebela Issei loh, ngambil scene gimana? Lagian di anime juga mereka berdua pas ketemu di sana enggak fight tapi dihentikan sama Yuuto sama Xenovia.
Detektif dee: Ya kita lihat aja nanti. Disini Hinata udah hampir ngebunuh anaknya Naruto loh. Apa bisa Naruto nyadarin dia?
Dimas Uzumaki:
Rambut merah crimson kaya Rias, mata biru samudera kaya Naruto.
Root Wood:
Sekarang, tapi enggak bagus fightnya.
Guest:
Kata siapa klan Uzumaki bisa bangkitin Rinnegan… Ada bukti? Dimana? Di wiki, di FP, atau di blog? Rinnegan itu tercipta saat chakra Ashura dan Doujutsu Indra yaitu Sharingan bersatu, bukan karena klan Uzumaki. Kalau yang kamu maksud Nagato. Ente lebih baik buka episode atau chapter manga terdahulu. Itu udah jelas-jelas diberitahukan kalau mata Nagato itu matanya Madara bukan asli punya dia.
La Vechiasignora:
Lah, Yasaka aja sama Jiraiya? Jiraiya-nya kemanain?
M Rahman:
Hell no! Shirone itu dedeknya Naruto.
Michael Gabriel 455:
Cuma perumpamaan aja? Masa enggak tahu.
TekoTitanic:
Wajar aja sih… Naru itu kan sebenarnya kan ladies man, tapi sayang aja dia enggak peka. Janji sama Shion juga paling dia kira bohongan itu.
Baka Otouto:
Udah update sebelum Tahun Baru.
PoH:
Semakin lama semakin bertambah.
Ayub Pratama:
Memang.
Kurotsuhi Mangetsu:
Udah fix, tenang aja.
Tenshisha Hikari:
Kalo ini bisa dibilang pertarungan Naru vs Toneri bkn fight Naru vs Hina
