Name: Heroes From Another World
Author: The World Arcana
Genre: Friendship,
Rating: M

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Pair: Naruto Uzumaki x Harem(Rias Gremory, Akeno Himejima, Sara) Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Sakura Haruno x Yuuto Kiba, Kakashi Hatake x Yugao Uzuki(Past), Kakashi Hatake x Rossweise, Issei Hyoudou x Harem(Irina Shidou, Asia Argento, Xenovia Quarta, Koneko Toujou), Itachi Uchiha x Izumi Uchiha(Past), Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Nagato Uzumaki x Konan, Yahiko x Konan(Past), Yahiko x , Karin x Suigetsu(Past), Karin x , Sabaku no Gaara x Reya Kusaka, Shikamaru Nara x Sabaku no Temari(Past), Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Sai x Ino Yamanaka(Past), Sai x , Yamato x , Obito Uchiha x Rin Nohara(Past), Obito Uchiha x , Rock Lee x Tsubasa Yura

Chapter 16: Memoirs of the Forgotten Past

-Kyoto, DxD Dimension-

Sehari setelah New Akatsuki terbentuk, Naruto dan Sasuke mendapatkan jubah untuk organisasi mereka yang tidak ada bedanya dengan jubah Akatsuki yang lama. Naruto saat ini ingin berkunjung ke Kuoh Academy dan mengawasi Rias karena cemas kalau Hinata akan menyerangnya saat dia tidak ada. Sasuke yang melihat ekspresi cemas dari Naruto pun menghampirinya.

"Hei dobe…" Panggil Sasuke dan Naruto pun menoleh padanya. Sasuke kemudian mengambil nafas dalam-dalam dan dia pun berkata "Kau terlihat cemas dobe. Apa ada masalah?"

"Aku khawatir pada Rias-chan." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Bagaimana kalau Rias-chan diserang Hinata dan aku tidak ada disana? Aku ingin pergi ke Kuoh dan mengawasinya."

"Kalau begitu aku juga ikut." Ucap Sasuke kemudian dia melanjutkan "Aku juga ingin kesana dan bertemu dengan Sona. Kemarin aku lupa untuk memberitahukannya padanya bahwa kita akan pindah ke Kyoto…"

"Seriously…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kita pindah dari kemarin tapi kau baru mau memberitahukannya pada pacarmu teme?"

"Urusai usuratonkachi…" Balas Sasuke yang kesal dan wajahnya memerah karena perkataan Naruto.

"Woh!" Teriak Yahiko yang sedang membaca sebuah buku dan kemudian seringai mesum muncul di bibirnya dan dia berkata pada Jiraiya "Ini buku yang sangat hebat, sensei."

Jiraiya pun hanya tersenyum mesum saat mendengar itu dan Naruto yang melihat itu mengabaikannya dan membatin 'Hmft, paling itu cuma edisi Icha-Icha yang baru dibuat oleh ero-sennin. Sudah menikah tapi sifat mesumnya itu tetap saja tidak hilang, hadeh…"

"Karakter di bukumu ini yang bernama Ria dan Naru juga sangat liar sensei." Ucap Yahiko dan saat mendengar itu semua orang terutama Naruto memucat seolah mereka tahu siapa yang dimaksud dalam cerita itu.

'Ria dan Naru… Ja-Jangan bilang kalau…' Batin Naruto dan kemudian dia mengambil buku yang sedang dibaca Yahiko dan kemudian dia terkejut dan memerah saat melihat adegan yang berada di buku itu ternyata adalah kisah seksnya dengan Rias satu tahun lalu. Naruto pun menutup bukunya dan kemudian dia lemparkan ke muka Jiraiya dengan sangat kencang "Sialan kau ero-sennin!"

Buuuuuaaakkkk

Buku itu pun mengenai muka Jiraiya dengan telak dan membuat dia jatuh dari kursi rodanya secara tidak elit. Melihat itu Naruto pun langsung menghampiri tubuh Jiraiya dan mengguncang-guncangkan tubuhnya sambil berkata "Kampret kau ero-sennin… Jadi kau melihat itu dan menulisnya ke buku nistamu itu ya? Akan aku hajar kau sampai mampus, ero-sennin."

"Ya-Yasaka… Help me." Ucap Jiraiya, tapi Yasaka hanya menaikkan alisnya dan dia pun berkata "Urus-urusanmu sendiri Jiraiya-kun. Sudah aku bilang menulis dan mem-publish buku itu bukanlah ide yang baik tapi tetap saja kau lanjutkan. Jadi kau urus saja urusanmu sendiri"

'Hiks, kejam…' Batin Jiraiya yang menangis ala anime.

"Sudah cukup usuratonkachi…" Ucap Sasuke yang menjauhkan Naruto dari Jiraiya dan kemudian dia berkata pada Naruto "Katanya kau ingin melihat Rias. Kalau begitu cepatlah… Aku juga ingin menemui Sona."

"Baiklah." Balas Naruto dan kemudian dia memegang pundak Sasuke dan berkata "Hiraishin!"

Mereka berdua pun menghilang disertai dengan kilatan berwarna kuning dan kemudian Sai melihat Sakura dan berkata dengan nada jahil "Sasuke bilang kalau dia pergi untuk menemui pacarnya tuh… Apa kau tidak cemburu Sakura?"

Sakura menaikkan alisnya saat mendengar perkataaan Sai dan kemudian dia melipat kedua tangannya di depan oppainya yang semakin berkembang dari sebelumnya dan kemudian dia berkata "Sudah aku bilang kalau aku sudah tidak mencintai Sasuke-kun lagi, Sai-no-baka… Kau ingin menerima bogem mentahku ini ya?"

Wajah Sai pun memucat saat mendengar perkataan Sakura dan dia pun berkata "Ti-Tidak… Terima kasih."

"Bagaimana denganmu Karin? Apa kau tidak cemburu pada Sasuke?" Tanya Obito dan dibalas oleh glare dari Karin yang seolah-olah mengatakan tidak.

-Tokyo, DxD Dimension-

Naruto dan Sasuke pun mendarat tepat di tempat mereka berlatih saat mereka masih tinggal di ruangan klub milik Rias. Sasuke pun meninggalkan Naruto yang saat ini sedang memperhatikan Rias yang saat ini sedang menggendong putri mereka satu-satunya, Aisha Gremory Uzumaki. Dia ingin sekali mendekati dan menghampiri mereka berdua tapi dia sudah berjanji untuk tidak menemui mereka sampai urusan dia dan Hinata selesai. Naruto pun merasakan ada sesuatu yang akan mencoba memegang pundaknya dan itu bukan Sasuke, jadi tanpa basa-basi dia menangkap tangan orang itu dan menjatuhkannya ke tanah.

Tapi kemudian Naruto terkejut saat melihat seseorang yang akan memegangnya tadi ternyata bukanlah Toneri, Hinata, atau siapapun yang akan membahayakan Rias dan Aisha, tapi orang yang dia kenal "A-Akeno-chan…"

"Na-Naruto-kun…"

"Maaf aku melakukan itu padamu." Ucap Naruto yang membantu Akeno berdiri dan kemudian dia melanjutkan "Aku pikir kau dua orang itu atau orang yang akan membahayakan Rias dan Aisha."

"Ara, tidak mungkin aku membahayakan King-ku dan juga putrinya, Naruto-kun. Kau mau aku menjadi Stray Devil apa?" Tanya Akeno yang tersenyum pada Naruto dan Naruto membalasnya dengan senyuman juga. Kemudian dia teringat sesuatu dan dia pun menggenggam tangan Naruto "Mumpung kau disini… Ayo kita masuk ke dalam. Pasti Rias akan senang melihatmu, Naruto-kun."

"Tidak Akeno." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Jangan bawa aku menemui Rias dan Aisha."

"Tapi kenapa?" Tanya Akeno, kemudian dia melanjutkan "Buchou terus-terusan sedih karena peristiwa kemarin. Apa kau tahu itu?"

"Tentu saja aku tahu." Jawab Naruto.

"Kalau begitu kenapa?" Tanya Akeno.

"Kau tahu sendiri alasannya Akeno. Aku sudah menceritakannya kepadamu kemarin." Jawab Naruto.

Akeno pun menggangguk mengerti dan kemudian dia berkata "Tapi, Naruto-kun, kau harus sadar sesuatu. Memang Rias diincar karena wanita itu sakit hati karena perasaannya mungkin dihancurkan olehmu dan maka daripada itu Rias pun ikut menjadi targetnya juga. Tapi meninggalkan dia dan putri kalian itu tidaklah tepat. Karena itu akan memperbesar peluangnya untuk menyerang Rias dan putri kalian karena kau dan peeragemu yang tergolong orang-orang yang cukup kuat tidak ada untuk melindunginya."

Naruto pun menundukkan kepalanya karena perkataan Akeno memang benar tapi dia tidak bisa membantah perkataan Sirzech dan Lucius yang merupakan ayah dari Sirzech dan Rias. Memang dia mempunyai kekuatan yang melebihi ayah mertuanya dan kakak iparnya tapi tetap saja dia harus respect pada keputusan dua orang itu karena mereka hanya menginginkan keselamatan Rias dan Aisha saja. Akeno pun kemudian melihat Naruto dan berkata "Bagaimana keadaan Sara, Naruto-kun?"

"Huh, tumben kau bertanya tentang dia Akeno-chan?" Tanya balik Naruto.

"Aku hanya ingin tahu saja apa dia sudah mulai bergerak atau belum." Balas Akeno dan membuat Naruto menatapnya dengan bingung dan kemudian dia melihat awan di atasnya dan berkata "Jujur, Naruto-kun… Aku merasa iri pada Rias dan juga Sara."

"Kenapa?" Tanya Naruto

"Aku merasa tersaingi dengan kehadiran mereka berdua." Jawab Akeno, kemudian dia melanjutkan "Rias, memiliki fisik yang sama dengan ibumu kecuali dada dan matanya serta dia merupakan heiress dari klan Gremory dan juga adik dari Maou Lucifer saat ini. Sedangkan Sara queenmu juga mempunyai fisik yang sama dengan ibumu dan dia adalah mantan ratu di sebuah keratuan di tempat tinggalmu yang dulu Naruto."

"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud ini Akeno." Ucap Naruto, kemudian dia melihat Akeno dan dia pun memegang kening Akeno dan berkata "Kau terlihat aneh saat ini. Apa kau sakit?"

"Aku tidak sakit Naruto-kun." Jawab Akeno yang menjauhkan tangan Naruto dari keningnya, kemudian dia melanjutkan "Hanya saja, aku mencintaimu Naruto-kun… Tapi aku merasa bahwa Rias dan Sara selalu berada di depanku untuk memilikimu, Naruto-kun."

'Akeno mencintaiku… Ini sungguhan atau godaan dia saja seperti biasa?' Batin Naruto, kemudian dia menatap mata Akeno dan berkata "Sejak kapan?"

"Huh…"

"Sejak kapan kau mencintaiku, Akeno-chan?" Tanya Naruto.

"Sejak kau datang ke kota ini sewaktu kau berlatih disini dengan Jiraiya-san." Jawab Akeno, kemudian dia melanjutkan dengan nada sedih "Tapi ternyata Rias juga memiliki perasaan yang sama denganku, jadi aku selalu menggodamu supaya aku bisa membuat kau jatuh cinta padaku bukan kepada Rias. Tapi ternyata kau malah memilih Rias dan yang paling membuatku hancur adalah saat Rias mempunyai anak darimu sedangkan aku tidak karena kau tidak mencintaiku seperti kau mencintai Rias."

'A-Akeno…' Batin Naruto. Dia tidak menyangka dia menghancurkan hati Akeno selama ini dan dia tidak menyadarinya sama sekali. Dia mengerti sekarang kenapa dia selalu bersaing dengan Rias, selalu sedih saat melihat Aisha dan Rias. Dia ingin mempunyai anak dari orang yang dia cintai yaitu dirinya, sama seperti Rias yang mendapatkan Aisha. Dia ingin menjadi seorang ibu serta mendapatkan cinta dari Naruto seperti Rias. Naruto pun kemudian melihat Akeno dan dia pun berkata "Akeno-chan… Maaf kalau aku tidak pernah menyadari perasaanmu padaku. Aku sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama kepadamu seperti perasaanku kepada Rias-chan tapi aku membuang perasaan itu karena aku pikir perasaanmu itu tidak nyata dan kau hanya menggodaku saja. Sebab aku dengar dari Rias-chan dan Koneko-chan bahwa kau memiliki kebiasaan untuk menggoda orang lain. Jadi aku pikir… Setelah kau menemukan orang lain yang bisa kugoda maka perasaanmu padaku akan hilang. Jadi ya, begitulah."

Buaaaaggghhh

"Ugh…" Ucap Naruto yang memuntahkan darah saat perutnya dipukul oleh Akeno yang saat ini menatapnya dengan tajam setelah mendengar kata-kata yang menurutnya telah menyakiti hatinya "Aku pikir… Aku berhak mendapatkannya."

"Kau terlalu berpikiran rendah padaku, Naruto-kun." Ucap Akeno dengan datar tapi kemudian dia menghela nafas dan dia pun melanjutkan "Tapi sepertinya itu salahku juga sih. Memang sifat penggodaku aku warisi dari ibuku yang suka iseng menggoda ayahku dulu. Jadi kau tidak bisa membedakan antara godaanku dan perasaanku yang tulus padamu."

Cup

Naruto pun terkejut saat bibir Akeno menangkapnya dalam sebuah ciuman dan lidahnya telah menyusuri segala celah bibir milik Naruto. Naruto juga memegang dagu Akeno dan membalas ciumannya. Ciumannya berlangsung selama beberapa detik dan kemudian mereka melepaskan ciuman mereka dan kemudian Akeno berkata "Maaf…"

"Tidak usah minta maaf. Aku juga sama bersalahnya." Balas Naruto, kemudian dia membatin 'Aku merasa bersalah pada Rias-chan, but it's feel good. Sialan kau ero-sennin, Kakashi-sensei! Berhenti memberikan pikiran-pikiran kotor di otakku."

"Oh… Bagus ya, Akeno, Naruto-kun. Kau sudah bermain di belakangku" Ucap seseorang yang suaranya sudah sangat familiar dan membuat mereka berdua shock saat melihat wujud sebenarnya dari sosok itu.

"Rias… / Rias-chan…" Ucap Akeno dan Naruto yang meneguk ludah saat melihat Rias yang saat ini sedang menggendong Aisha.

Naruto melihat Rias dengan gugup karena dia takut kalau dia akan berubah menjadi Habanero Mode dan akan menghajar mereka sampai babak belur. Tapi Rias hanya tersenyum dan membuat dua orang itu bingung dan kemudian dia berkata "Akhirnya kau menyadari perasaan Akeno juga, Naruto-kun…"

"Huh…"

"Aku sebenarnya sudah tahu perasaan Akeno dari dulu padamu dan mencoba membantunya supaya kau menyadari perasaannya tapi kau tidak peka-peka juga." Ucap Rias yang tertawa kecil tapi Akeno melihat Rias dengan tajam dan kemudian dia menunjuk Rias dengan kesal "Kau membantu aku dimananya Rias? Yang ada kau selalu mengajakku berkelahi dan selalu mengejekku tentang hubunganmu dan Naruto-kun agar aku cemburu pada kalian berdua kan?"

"Hehehehe, maaf." Balas Rias.

"Tapi kenapa kau mau membantuku? Aku pikir kau ingin memiliki Naruto-kun sendirian?" Tanya Akeno.

"Kau itu sahabat pertamaku sebelum Koneko, Akeno." Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Kau pikir aku sudi melihatmu tidak bahagia sedangkan aku bahagia karena cinta Naruto-kun?"

'Rias…' Batin Akeno yang menangis karena dia menyangka King serta sahabatnya ini ternyata masih memikirkan kebahagiannya. Kemudian dia melihat Rias dan berkata "Lalu bagaimana dengan Sara?"

Rias yang mendengar itu pun memikirkan sesuatu tentang Sara dan kemudian Naruto pun melihat Akeno dan Rias, lalu dia melanjutkan "Tunggu! Memangnya kenapa dengan Sara?"

"Sara itu kan queenmu dan biasanya queen itu biasanya mempunyai hubungan spesial dengan King-nya, kecuali jika King dan Queen memiliki gender yang sama." Jawab Akeno, kemudian dia melanjutkan "Kau bisa lihat Sirzech-niisama dan Grayfia-neesama serta Raiser dan juga Yubelluna dan juga sepupuku Saiaorg dan juga queennya yang bernama Kuisha."

"Jadi maksud kalian berdua aku bisa saja mempunyai hubungan spesial dengan Sara?" Tanya Naruto dan dibalas oleh anggukan oleh Rias dan Akeno "Omong kosong macam apa itu! Aku tidak akan mungkin mempunyai hubungan spesial dengan Sara."

"Siapa tahu?" Tanya Rias, kemudian dia melanjutkan "Aku dan Akeno kan tidak ada di Kyoto untuk memperhatikan kalian berdua."

"Jadi kau tidak mempercayaiku Rias-chan?" Tanya Naruto yang kemudian melihat Akeno dan melanjutkan "Kau juga, Akeno-chan?"

"Jangan salah paham, Naruto-kun." Jawab Rias yang saat ini memberikan Aisha pada Akeno dan Akeno pun menggendong bayi mungil itu di tangannya. Kemudian dia melihat iris mata Naruto dengan serius dan dia pun berkata "Lagipula aku tahu dia mencintaimu dan kau juga mempunyai rasa suka padanya kan?"

"Aku menyukainya sewaktu aku mendapatkan misi di Rouran dan aku bertemu dia di Rouran sewaktu kota itu belum hancur di masa lalu, karena dia mengingatkanku padamu dengan rambut crimson-nya itu." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tidak kurang, tidak lebih."

"Kau yakin Naruto-kun?" Tanya Rias yang melipat tanggannya di depan kedua oppainya yang besar.

'Kenapa Rias-chan jadi keras kepala seperti ini sih? Dia cemburu pada Sara atau kenapa sih?' Batin Naruto yang ingin menjambak-jambak rambutnya tapi dia tidak jadi melakukannya dan dia pun berkata "Tentu saja aku yakin. Kalau begitu aku akan pergi mencari Sasuke dulu, jaa…"

Naruto pun pergi dan mencari Sasuke, sedangkan Akeno yang saat ini sedang menggendong Aisha pun berkata "Kau aneh sekali hari ini Rias? Apa kau cemburu pada Sara sampai-sampai kau mendesak Naruto-kun dan bertanya dia mempunyai hubungan pada Sara atau tidak."

"Aku hanya ingin Naruto-kun jujur." Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Daripada dia kucing-kucingan dengan Sara di belakangku, lebih baik sekarang dia terus terang kan? Toh kalau dia terus terang aku tidak akan melarangnya…"

"Tapi aku rasa Naruto-kun jujur. Dia belum mempunyai hubungan apapun dengan Sara…"

"Untuk saat ini." Potong Rias, kemudian dia melanjutkan "Tapi belum tentu kedepannya perasaan itu tidak berubah kan?"

"Terserah kau saja lah." Balas Akeno yang membawa Aisha ke dalam.

'Sigh, kapan kau akan terus terang pada dirimu sendiri Naruto-kun? Aku bisa melihat apa yang pernah kalian lakukan dalam pikiranmu meskipun kau terlihat tidak mengingatnya sama sekali.' Batin Rias, kemudian dia menyusul Akeno ke dalam.

Dengan Naruto… Saat ini dia sedang mencari Sasuke dan terus menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Rias yang sifatnya terlihat aneh hari ini. Tiba-tiba saja dia mengatakan bahwa dia mempunyai rasa pada Sara. Mungkin itu benar tapi itu dulu dan juga dia mengingatkan dia pada sosoknya, tidak kurang dan tidak lebih. Naruto pun saat ini melihat Sasuke yang sedang berjalan berdua dengan Sona dan dia sedang diawasi oleh queen dari Sona yang bernama Tsubaki.

"Yo, teme…" Ucap Naruto yang memunculkan diri di hadapan Sona dan Sasuke.

"Kau mengganggu saja, usuratonkachi." Ucap Sasuke yang menatap Naruto dengan tatapan tajam dan menusuk.

"Maaf teme." Balas Naruto, kemudian dia melihat mereka berdua dan menyeringai "Aku pikir kau hanya memberitahukan pada Sona tentang kepergian kita saja. Tapi sepertinya kalian sedang kencan ya? Maaf kalau aku mengganggu kalian."

Wajah mereka berdua pun memerah dan mereka ingin membantah statement dari Naruto yang mengatakan itu adalah kencan tapi tidak jadi saat mereka mendengar Naruto bertanya pada Sona "Jadi bagaimana keadaanmu, Sona?"

"Baik…" Jawab Sona, kemudian dia melanjutkan "Kau pikir aku akan sakit-sakitan cuma gara-gara Sasuke-kun pergi secara tiba-tiba kemarin? Tentu saja tidak. Cuma aku kesal karena dia melupakan acara kita untuk mengantarkanku ke toko buku kemarin."

"Hey, tunggu dulu…" Ucap Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Bukannya aku sudah minta maaf padamu tentang itu, Sona?"

"Ya, aku tahu." Jawab Sona, kemudian dia melanjutkan "Dan aku sudah memaafkannya kok."

"Oh ya, Sona…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Sepertinya ada yang mengawasi kau dan Sasuke dari tadi?"

Tsubaki yang mendengar itu pun terkejut karena dia ketahuan oleh Naruto, sedangkan Sona wajahnya terlihat sedikit kesal dan dia pun berkata "Jangan bilang kalau itu Tsubaki atau Saji?"

"Kau cari tahu saja sendiri." Jawab Naruto, kemudian dia melihat Sasuke dan berkata "Ayo kita kembali Sasuke…"

"Hn."

"Hiraishin!"

Tsubaki pun terlihat ingin kabur dari persembunyiannya tapi ternyata Sona sudah berada di depannya dan di tangannya sudah terbentuk bola air dan sudah siap untuk dia lemparkan ke wajah Tsubaki "Jadi ini pengintainya…"

"Eh kaichou…" Ucap Tsubaki tapi dia dibuat terkejut saat bola air itu dilemparkan Sona dan mengenai wajahnya dan membuat kacamata dan wajahnya basah "Ahhhh! Kau membuat kacamata dan wajahku basah, kaichou!"

"Salah kau sendiri telah mengintaiku, Tsubaki." Balas Sona yang meninggalkan Tsubaki yang terus berteriak pada Sona.

"Kaichou!"

-Kyoto, DxD Dimension-

Naruto dan Sasuke berhasil sampai di Kyoto dengan Hiraishin milik Naruto dan kemudian dia berpisah dari Sasuke dan mencoba untuk menyendiri sebentar dan memikirkan perkataan Rias barusan karena itu terus terngiang di otaknya. Kemudian dia menemukan tempat yang nyaman dan dia pun memikirkan hal itu dalam-dalam.

'Aku tidak mengerti… Kenapa Rias-chan sangat yakin kalau aku mempunyai hubungan dengan Sara?' Batin Naruto, kemudian dia melanjutkan 'Apa dia cemburu karena Sara yang saat ini sedang berada disisiku karena dia adalah queenku? Atau karena hal lain?'

"Mungkin kau memang mempunyai rasa suka pada queenmu berambut merah itu Naruto." Ucap Kurama.

"Jangan bercanda Kurama." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku memang ada sedikit rasa suka padanya, tapi itu karena dia mengingatkanku dengan Rias karena warna rambutnya itu. Tidak kurang, tidak lebih."

"Kalau begitu, kenapa saat misimu di Rouran…" Ucap Kurama, kemudian dia melanjutkan "Kau bisa menciumnya sebelum kau melawan Mukade, Naruto."

"Tunggu dulu!" Teriak Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku mencium Sara… Tapi kenapa aku bisa tidak tahu apapun tapi kau tahu tentang ini Kurama?"

"Ini perbuatan Minato yang berada di masa lalu." Jawab Kurama, kemudian dia melanjutkan "Saat kau berciuman dengan gadis bernama Sara ituAku merasakan bahwa kau mempunyai perasaan yang sama besarnya pada Rias, aku tidak tahu kau menciumnya karena kau pikir dia adalah Rias atau karena kau menyukai Sara tapi perasaanmu padanya itu memang ada. Minato tahu bahwa kau anaknya di masa depan dan dia tidak bisa membiarkan kalau kau memilih tinggal dimasa lalu demi Sara. Jadi dia menghapus ingatanmu tentang perasaanmu kepada Sara tapi ingatanmu dan kaptenmu yang bernama Yamato itu tentang Sara tidak hilang."

"Tapi apa hubungannya ini dengan Rias yang tiba-tiba bersikap aneh padaku hari ini?" Tanya Rias.

"Aku tidak tahu tapi kelihatannya Rias bisa melihat ingatanmu dan dia melihat ciumanmu dengan Sara." Jawab Kurama dan Naruto pun terasa ada yang menghajarnya dengan telak tepat di mukanya "Dia ingin kau jujur pada dirinya kalau kau mempunyai perasaan yang samaTapi tentu saja itu sulit, mengingat ingatanmu tentang perasaanmu pada Sara sudah dihapus oleh Minato."

"Tch…" Decih Naruto, kemudian dia membatin 'Jadi aku bukan hanya mempunyai perasaan pada Rias saja tapi juga Sara dan tou-chan menghapus ingatanku tentang perasaanku pada Sara? Kenapa hidupku menjadi rumit seperti ini, Rikudou-jiji?"

'Naruto…' Batin para Bijuu yang lain.

"Naruto-kun!" Panggil seseorang yang membuat Naruto mengalihkan pandangannya dan dia pun menemukan queennya Sara yang sedang berjalan ke arahnya dengan pakaian yang dulu dia pakai saat dia menjadi seorang ratu di Rouran. Setelah dia berada di dekat Naruto, dia pun berkata "Kenapa kau berdiam diri disini, Naruto-kun? Kau sedang memikirkan sesuatu?"

Naruto tidak merespon pertanyaan dari Sara dan dia pun berkata pada Sara "Sara…"

"Hmm…"

"Aku bisa bertanya sesuatu padamu?" Tanya Naruto.

"Tentu." Jawab Sara.

"Apa sewaktu aku mempunyai misi menangkap Mukade maksudku Anrukozan. Kita pernah, hmm… Melakukan sesuatu?" Tanya Naruto.

Wajah Sara pun memerah dengan hebat dan kemudian Naruto pun membatin 'Sepertinya Kurama benar…'

"Kau pernah menciumku dan juga…"

"Jangan bilang kalau aku melakukan itu dan anak yang aku lihat di reruntuhan Rouran itu adalah anakku." Potong Naruto, kemudian dia memegang kepalanya dan berkata dengan nada panik "Kalau Rias-chan tahu aku bisa mati…"

"Bukan itu bodoh. Kau hanya menyatakan perasaanmu kepadaku karena kau takut kalau kau tidak akan bisa kembali ke masa tempatmu tinggal dan tidak akan bisa menemui orang yang kau cintai yang aku sekarang tahu kalau dia adalah Rias." Balas Sara dengan nada sedih saat dia menyebut nama Rias, kemudian dia melanjutkan "Kalau anak yang aku angkat menjadi penggantiku itu dia adalah anak angkatku yang berasal dari klan Uzumaki yang bernama Natsumi Uzumaki."

"Oh…"

"Tipikal jawaban Naruto Uzumaki."

"Hey!"

Sara pun hanya tersenyum manis saat mendengar teriakan Naruto yang tersinggung karena perkataannya itu. Kemudian ada dua orang yang menghampiri mereka berdua dan salah satu pemuda dengan Bo Staff pun melihat Naruto dan dia pun berkata "Jadi dia Senjutsu Master yang dikatakan oleh Toneri, Naruto Uzumaki. Dia terlihat biasa-biasa saja."

"Bikou-kun, jangan meremehkan musuh nyaa." Balas seseorang berambut hitam dengann tubuh yang seksi tapi tidak berpengaruh pada Naruto yang sering melihat Rias dan Akeno.

"Biar aku tebak…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Khaos Brigade, huh?"

Sara yang mendengar itu mengeluarkan Naginata miliknya dan menyalurkannya dengan elemen Futon miliknya. Pemuda bernama Bikou itu pun melihat Naruto dan berkata "Kau benar..."

"Apa yang diinginkan anggota Khaos Brigade di wilayah para Youkai seperti ini?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Sepertinya kalian tidak takut ditangkap oleh Yasaka-san ya?"

"Aku mendengar dari Toneri Otsutsuki ada Senjutsu Master di Kyoto." Jawab Bikou, kemudian dia melanjutkan "Jadi aku ingin melawannya dan membuktikan bahwa tidak ada seorang Senjutsu User yang lebih hebar dariku dan partnerku yang bernama Kuroka ini."

'Jadi dia Kuroka… Kakak dari Koneko yang membuatnya takut menggunakan Senjutsu selama bertahun-tahun ini.' Batin Naruto, kemudian dia langsung mengaktifkan Senjutsu miliknya meskipun corak matanya berbeda daripada Gama Senjutsu yang dia gunakan tapi sama dengan Bijuu Senjutsu Mode yang memiliki corak (+) tapi jubah Bijuu Mode milik Naruto tidak muncul "Majulah… Aku akan menghabisi kalian berdua terutama kau, Kuroka Toujou atas apa yang kau lakukan pada adikmu, Koneko."

-To Be Continued-

AN: Chapter 16 is up… Ternyata oh ternyata, Naruto punya hubungan khusus sama Sara tapi ingatannya tentang itu dihilangkan oleh Minato The Last Tower dan Rias mengetahuinya. Pantas saja Rias maksa Naruto banget tadi hahahaha. Mungkin kalau anak yang ada di The Last Tower itu ane buat jadi anak Naru x Sara dan jadi kakak Aisha bakal epic banget hahaha, just kidding. Chapter besok bakal ada fight Naruto and Sara vs Bikou and Kuroka. Naruto bakal make Gama Senjutsu ditambah dengan chakra Kurama tapi jubahnya enggak ada. Kalau mau lihat… Lihat aja pas Naruto lagi di pohon tempat Nagato sama Konan bersembunyi(Naruto vs Pain Arc) dan dia make kekuatan Talk no Jutsu miliknya. Sedangkan Sara akan memakai kekuatan Kenjutsu, Nature Manipulation milik dia sama kekuatan yang sama seperti Menma di Road To Ninja dan itu bukan Dai Raseringu, guess what? Oh ya omong-omong… Apa menurut kalian cocok kalau klan Uzumaki bakal jadi Extra Clan di Underworld dengan kekuatan khas rantai chakra sama chakra super besar? Kalau setuju anggota keluarganya adalah Naruto, Karin, Nagato, anggota peerage Naruto yang lain, dan Aisha. Ane bingung mau buat Rias jadi anggota klan Uzumaki atau enggak? Soalnya dia masih terdaftar sebagai Heiress dari klan Gremory yang resmi. Memang sih jabatan itu bisa dikasih ke Millicas saat dia udah besar tapi kan kalau Rating Games, Rias dan peeragenya masih termasuk dalam keluarga Gremory.

Review:

Tobi-kun:

Hinata mati… Tapi lihat aja matinya sama siapa.

Ojesasqhia:

Perasaan udah dibilang dulu di chap berapa gitu kalau itu adalah typo.

Ardiansyah Draco Lucifer:

Nagato sama Yahiko ninjutsu 5 elemen, kenjutsu dan taijutsu.

Tobi The Good Boy:

Tentu saja tapi meskipun terpisah dia masih sering ketemu sama Rias.

Shizu Uchiha:

Thanks.

Ndanwi99:

Ane mau ngasih Kyuumenju ke Sara bukan Naruto.

Adhen Gremory:

Nanti bisa ditambah Tim Vali atau Hero Faction yang udah beralih tujuan.

The Great Madara-sama:

Di chapter ini udah mbah.

Uchiha Madara 007:

Kayaknya sama mengingat arti nama Akatsuki adalah awan merah. Tanpa awan merah berarti itu bukan Akatsuki.

Lincoln Abe8479:

Ane udah up dua hari yang lalu tapi kagak di review.

Ahmad Mahmudi:

Dilihat dulu anggotanya pas untuk dipecah-pecah atau tidak.

Kisama:

Sama aja.

Michael Gabriel:

Nambah kalau nambah dikit berarti membernya pada mati dong.

TekoTitanic:

Ane bingung mau bikin Tim Vali masuk New Akatsuki atau DxD. Kayaknya untuk sekarang enggak bakal rebutan momen, mengingat DxD masih lama dibentuknya. Kalo enggak salah abis lawan Loki atau penculikan Yasaka di Kyoto.

Tenshisha Hikari:

Kagak ada energinya, pake chakra juga kagak. Yang penting gulungannya aja.

Guest:

Sorry, enggak bisa.

Crucufix:

WTF! Jangan bawa-bawa kolor ane vak!

Hyuuhi Ga Ara:

Ane juga bingung siapa yang cocok.

AshuraIndra64:

Enggak. Kekuatan 9 Bijuu sama Rikudou no Chikara udah cukup.

Revan of Shit Lord:

Ane udah bahas ya di PM.