Name: Heroes From Another World
Author: The World Arcana
Genre: Friendship,
Rating: M

Pair: Naruto Uzumaki x Harem(Rias Gremory, Akeno Himejima, Sara) Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Sakura Haruno x Yuuto Kiba, Kakashi Hatake x Yugao Uzuki(Past), Kakashi Hatake x Rossweise, Issei Hyoudou x Harem(Irina Shidou, Asia Argento, Xenovia Quarta, Koneko Toujou), Itachi Uchiha x Izumi Uchiha(Past), Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Nagato Uzumaki x Konan, Yahiko x Konan(Past), Yahiko x , Karin x Suigetsu(Past), Karin x , Sabaku no Gaara x Reya Kusaka, Shikamaru Nara x Sabaku no Temari(Past), Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Sai x Ino Yamanaka(Past), Sai x , Yamato x , Obito Uchiha x Rin Nohara(Past), Obito Uchiha x , Rock Lee x Tsubasa Yura

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Chapter 19: The First Training

-Tokyo, DxD Dimension-

Naruto saat ini berjalan kembali ke rumahnya karena dia malas untuk menggunakan Hiraishin untuk kembali ke Kyoto serta dia ingin menikmati angin malam yang sepoi-sepoi dengan perasaan sedih setelah mengetahui Natsumi adalah anak kandungnya dan dia sudah tewas di dalam peristiwa 'End of Elemental Nation'. Merasa ada yang mengikutinya, Naruto pun membalikkan badannya dengan kunai yang sudah dia ambil dari kantung tas ninjanya.

"Siapa disana! Cepat keluar!" Teriak Naruto, kemudian muncullah pemuda berambut coklat pendek dengan gauntlet berwarna merah yang dia kenal "Issei… Kenapa kau mengikutiku? Bukannya seharusnya kau sudah ke rumah dan beristirahat sekarang?"

"Aku ingin kau melatihku sensei." Jawab Issei.

Mendengar itu, Naruto langsung menaikkan alisnya dan dia pun berkata "Kenapa tidak besok saja? Ini sudah terlalu malam, kau tahu Issei."

"Aku tahu itu…" Jawab Issei, kemudian dia melanjutkan "Tapi… Mendengar perkataanmu aku menjadi sangat khawatir pada Asia, apalagi aku masih selemah ini. Melawan Vali saja aku tidak mampu, apalagi dia yang merupakan High-Class Devil."

Naruto melihat Issei dengan tatapan bingung. Tadi saat di ruang rapat antar para iblis muda, dia terlihat tidak peduli atas apa yang dikatakan Naruto bahkan dia mencoba untuk tidak beradu pandang pada Asia tapi kali ini dia terlihat sangat peduli pada Asia dan itu membuat Naruto sedikit khawatir pada muridnya itu "Kau kenapa sebenarnya Issei? Tadi saat aku berbicara di ruang rapat, kau terlihat tidak peduli dengan apa yang aku katakan tentang Asia bahkan menatap matanya saja kau tidak berani. Tapi kenapa sekarang kau…?"

"Aku merasa bersalah pada dia, Naruto-sensei." Jawab Issei dan membuat Naruto menatapnya dengan serius.

"Merasa bersalah kenapa? Memangnya apa yang kau lakukan, Issei?" Tanya Naruto.

"Asia mencintaiku dengan tulus dan dia menerimaku apa adanya walaupun kemesumanku ini sudah akut." Jawab Issei, kemudian dia melanjutkan "Tapi… Aku malah mengkhianatinya dengan seseorang yang belum aku tahu benar-benar mencintaiku atau tidak."

Naruto ingin bertanya lebih pada Issei tapi dia dibuat terkejut atas perkataan Issei selanjutnya "Aku bercinta dengan Xenovia sebelum kami semua pergi ke rapat itu, Naruto-sensei?"

"Kau bercinta dengan Xenovia? Bagaimana bisa? Apa alasan dia melakukan itu?" Tanya Naruto yang tidak percaya pada sepenuhnya atas perkataan Issei karena dia tahu bahwa Xenovia dulu adalah pengikut-Nya yang cukup setia. Sulit di percaya jika mantan gadis suci selain Asia bisa melakukan itu sedangkan Asia tidak.

"Dia bilang dia ingin mempunyai anak dari orang yang kuat. Mungkin karena dia tahu aku adalah seorang Sekiryuutei, makanya dia pikir aku adalah orang yang cocok dalam rencananya." Jawab Issei, kemudian dia melanjutkan "Aku mencoba menahan diri demi Asia tapi aku tidak tahan lagi apalagi saat dia bertelanjang tepat di depan mataku sendiri jadi kami berdua melakukan itu. Terkutuklah kemesumanku ini."

'Alasan macam apa itu?' Batin Naruto yang beranggapan bahwa alasan Xenovia untuk bercinta dengan Issei itu sangatlah konyol tidak seperti dia dan Rias satu tahun lalu yang memang mencintai satu sama lain atau saat bersama dengan Sara karena memang dia mempunyai perasaan yang sama pada sang mantan ratu dari Rouran itu. Tapi dia bersyukur kalau Xenovia tidak memilihnya atau Sasuke atau mereka berdua bisa dibunuh oleh Rias dan Sona, dalam kasus Naruto bisa ditambah oleh Akeno dan Sara, damn.

"Tapi kenapa kau terasa terganggu dengan itu, Issei? Maksudku… Tujuanmu adalah menjadi Harem King kan? Bukannya dengan itu maka tujuanmu mendapatkan progress sedikit." Tanya Naruto.

"Bukan itu masalahnya sensei!" Teriak Issei, kemudian dia melanjutkan "Tapi masalahnya adalah perkataan dari Xenovia sebelum kami berdua melakukan itu. Kalau dia ingin mendapatkan anak dari orang yang kuat, kenapa harus aku? Diluar sana masih banyak orang yang lebih kuat dariku. Ada Vali, ada kau, ada Sasuke-san, para High-Class Devil muda yang datang di rapat barusan. Padahal aku masih lemah, bahkan Balance Breaker-ku saja masih belum sempurna. Itu sama saja dia tidak tulus padaku. Untuk apa aku mempunyai harem yang tidak benar-benar mencintaiku dengan tulus. Aku ingin seseorang yang benar-benar mencintaiku seperti Asia atau seperti kau yang mempunyai buchou yang sangat tulus mencintaimu, sensei. Aku tidak ingin kejadian Raynare terulang lagi."

'Issei…' Batin Naruto yang menatap muridnya itu dengan nada sedih apalagi dia pernah mendengar kasus tentang Raynare dari Issei yang pernah membuatnya tidak percaya pada cinta.

"Ahh, maaf sensei…" Ucap Issei, kemudian dia melanjutkan "Aku ingin memintamu untuk melatihku, eh aku malah curhat tentang masalahku padamu."

"Tidak masalah…" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau ingin aku latih kan. Jadi mohon antarkan aku ke rumahmu dan aku akan meminta izin pada kedua orang tuamu supaya dia mengizinkanmu menginap beberapa hari di Kyoto agar aku bisa leluasa melatihmu."

"Baik sensei." Balas Issei.

Issei dan Naruto pun pergi ke apartemen milik keluarga Issei yang sudah sedikit diperbesar oleh Rias agar di sana bisa menampung Asia juga. Naruto kemudian mengucapkan rencananya dengan beberapa kebohongan pada kedua orang tua Issei dan mereka mengizinkannya bahkan ada satu orang lagi yang bergabung dengan mereka, yaitu Asia. Yup, saat Naruto izin pada orang tua Issei untuk membiarkan dia menginap di Kyoto selama beberapa hari ternyata Asia belum tidur dan dia meminta izin pada Naruto untuk membawanya juga. Issei terlihat protes karena dia masih merasa bersalah pada Asia tapi Naruto mengizinkannya karena meninggalkan Asia sendiri di rumah Issei yang hanya ditinggali kedua orangtuanya saat ini yang hanya seorang manusia sangatlah beresiko.

-Kyoto, DxD Dimension-

Naruto dan Asia serta Issei akhirnya sampai di Kyoto setelah perjalanan mereka menggunakan kereta. Saat sampai disana, sang Sekiryuutei dan mantan suster gereja ini sangat menikmati pemandangan di rumah para Youkai ini. Saat dia memasuki perbatasan pemukiman para Youkai, Naruto pun dihadang oleh Karasu yang sepertinya terlihat ingin mengabarkan sesuatu pada Naruto.

"Naruto-sama!"

'Dia terlihat seperti setengah gagak dan setengah manusia. Jadi ini yang disebut Youkai?' Batin Issei dan Asia yang melihat sosok Karasu.

"Oh, itu kau Karasu. Ada masalah apa?" Tanya Naruto.

"Tidak ada masalah apapun." Jawab Karasu, kemudian dia melanjutkan "Tapi Sasuke-san memberikan kabar padamu untuk tidak pergi ke rumah Yasaka-san karena sekarang kau dan para peeragemu akan tinggal di markas untuk Shin Akatsuki yang dibuat Yasaka-sama dan para Youkai disini.'

"Jadi gedung untuk headquarter dari Shin Akatsuki sudah rampung?" Tanya Naruto dan dijawab dengan anggukan oleh Karasu "Terima kasih atas kabarnya, Karasu."

"Sama-sama." Balas Karasu.

"Ayo kita pergi, Issei, Asia…" Ucap Naruto pada muridnya dan ehmm,,, gadis yang dicintai muridnya itu.

"Hn…"

Naruto, Asia, dan Issei langsung pergi untuk mencari gedung yang dimaksud Karasu dan kemudian mereka menemukan gedung besar yang belum pernah Naruto lihat di Kyoto dan itu membuat Issei dan Asia membatin 'Be-Besar sekali gedungnya…'

'Busett! Serius ini HQ dari Shin Akatsuki? Kapan dibangunnya ini gedung? Padahal tadi siang ini gedung belum ada.' Batin Naruto yang jawdrop melihat gedung besar yang berada di dekatnya itu.

"Naruto-kun… Kau sudah kembali?" Tanya suara feminim yang berasal dari Sara yang memakai baju kimono berwarna merah dan rambut crimsonnya diikat dengan menggunakan gaya rambut dari Tsunade dulu "Kau lama sekali… Yang lain sudah tidur loh kecuali Nagato-san dan Yahiko-san yang sedang yang sedang bermain kartu melawan Kakashi-san dan Obito-san."

"Maaf, aku tadi ada urusan bersama dengan Rias dan Akeno." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Oh ya, Sara… Bisa kau bawa Issei dan Asia ke dalam dan tunjukkan kamar mereka berdua. Mereka akan menginap selama beberapa hari disini."

"Tidak usah, sensei." Ucap Issei, kemudian dia menatap Asia untuk pertama kali selama satu hari dia tidak menatapnya dan berkata "Aku dan Asia-chan akan mencari kamar kami sendiri. Lagipula sepertinya ada hal serius yang ingin kalian katakan."

Setelah Issei dan Asia masuk ke dalam markas dari Shin Akatsuki, Naruto langsung menatap Sara dengan serius dan berkata "Kenapa kau tidak memberitahu aku kalau Natsumi adalah putriku, Sara?"

"Ke-Kenapa kau bisa tahu?" Tanya Sara pada Naruto.

"Aku tahu dari mana kau tidak perlu tahu." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Yang aku ingin tahu… Kenapa kau berbohong padaku dan mempermainkanku dengan menggunakan nama putri kita. Kenapa kau tidak langsung terus terang saja dari awal?"

"Aku tidak bisa mengatakannya karena Rias." Jawab Sara, kemudian dia melanjutkan "Karena dia istrimu dan orang yang kau cintai. Kau mencintaiku dan juga melakukan hal itu denganku karena aku mempunyai trait seperti Rias kecuali dadaku yang tidak sebesar dia. Bagaimana bisa aku mengatakan tentang Natsumi-chan padamu?"

Naruto kemudian terdiam akan perkataan Sara, kemudian dia berkata "Maaf Sara…"

"Tidak masalah." Balas Sara, kemudian dia melanjutkan "Omong-omong kau bicara apa saja dengan Rias tadi?"

"Rias mengetahui tentang koneksi antara kita berdua dan Natsumi, jadi dia membicarakan padaku tentang hal itu." Jawab Naruto.

'Oh jadi itu alasannya Naruto-kun tahu tentang Natsumi-chan. Karena dia diberitahu oleh Rias.' Batin Sara, kemudian dia teringat sesuatu dan berkata dengan nada kaget "Ehhh! Ta-Tapi bagaimana bisa Rias mengetahui tentang ini? Padahal aku sudah menyimpan rapat-rapat rahasia tentang hubunganmu dengan Natsumi-chan."

"Sepertinya dia mempunyai kemampuan untuk membaca ingatan orang lain. Jadi dia tahu tentang Natsumi bahkan hubunganku denganmu yang berakhir dengan terhapusnya ingatanku oleh tou-chanku tentang hubungan kita berdua." Jawab Naruto.

"Jadi dia melihat ciuman kita dan umm…"

"Ya dia melihat semuanya, Sara." Potong Naruto dan itu membuat wajah gadis berambut merah crimson seperti Rias ini memerah seperti warna rambutnya "Dan saat tahu hal itu, Rias marah besar dan dia hampir membunuhku dengan Power of Destruction terutama saat dia tahu kalau Aisha-chan mempunyai saudara yang terlahir di masa lalu. Untung aku bisa meyakinkannya atau aku akan menjadi korban keganasan Rias dalam Habanero Mode-nya."

"Uwaa! Maafkan aku Naruto-kun!" Teriak Sara, kemudian dia melanjutkan "Karena aku, kau jadi terkena masalah seperti ini."

"Tidak masalah…" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan dengan ekspresi wajah yang sedih "Harusnya aku yang minta maaf. Karena aku tidak bisa melindungi putri kita dari insiden mengerikan di Elemental Nation bahkan yang lebih parahnya aku baru tahu bahwa gadis yang aku temui setelah insiden Anrukozan selesai adalah putriku darimu, Sara."

"Hal yang sudah berlalu tidak usah diingat-ingat lagi, Naruto-kun." Ucap Sara yang kemudian memeluk Naruto dengan erat sambil tersenyum "Anggap saja kematian Natsumi-chan adalah penyemangat untukmu agar kau tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Kau masih punya Aisha-chan? Perbaikilah kesalahanmu dengan cara melindungi Aisha-chan sebaik-baiknya agar dia tidak bernasib seperti Natsumi-chan, Naruto-kun."

"Kau benar, Sara. Arigatou." Balas Naruto.

"Sama-sama…" Balas Sara.

-Khaos Brigade Headquarter, DxD Universe-

Saat ini salah satu survivor dari Elemental Nation serta anggota keluarga Hyuuga yang terakhir, Hinata Hyuuga sedang berjalan menyusuri lorong-lorong di markas Khaos Brigade. Dia tidak memperdulikan tatapan penuh nafsu dari banyak iblis atau anggota lain yang dia dapatkan karena dia tidak memperdulikan hal itu sebab yang dia inginkan hanyalah satu… Membalas dendam pada Naruto Uzumaki dan juga Rias Gremory. Mungkin dendamnya terlihat sepele tapi sebenarnya tidak. Naruto Uzumaki, pria yang sudah dia cintai dari lama selalu mempermainkan perasaannya. Pertama dengan Sakura Haruno, teman satu timnya. Setelah dia melakukan Training Trip dengan Jiraiya, dia pikir dia mempunyai kesempatan setelah dia tahu Naruto tidak mencintai Sakura lagi tapi lagi-lagi dia harus sakit hati lagi karena Naruto terus mengabaikannya bahkan menolaknya setelah dia menyelamatkan dirinya dari Pain dengan mengatakan dia sudah mencintai gadis lain tapi dia tidak pernah mengatakan siapa gadis yang dicintainya. Setelah datang di dunia ini, Hinata mengetahui siapakah gadis yang telah mencuri hati pangerannya itu terlebih dia sudah mempunyai anak dari Naruto. Parahnya Naruto tidak pernah memberitahukannya tentang itu dan itu membuat dendam Hinata semakin menjadi-jadi bahkan setiap mengingat 3 nama, Naruto, Rias, dan Aisha akan membuat darahnya memanas.

"Akan aku buat kalian hancur, Naruto, Rias." Ucap Hinata dengan nada dingin, dan kemudian dia menyeringai dengan kejam "Atau mungkin aku akan buat kalian berdua mati dan hancur di tangan anak semata wayang kalian sendiri. It's will be fun, khukhukhu."

Kemudian dia melihat Toneri yang berpisah dengan Ophis dan dia berjalan ke arahnya. Melihat itu, dia pun menatap tajam Toneri dan berkata "Kenapa kau terlihat dekat dengan naga kecil itu Toneri? Apa kau lupa pada tujuan kita yang sekarang?"

"Hubunganku dengan Ophis kau tidak usah ikut campur, Hyuuga." Jawab Toneri, kemudian dia melanjutkan "Dan jangan khawatir aku tidak lupa dengan tujuan kita. Aku sudah mempersiapkan semuanya."

"Benarkah?" Tanya Hinata seolah dia tidak percaya pada Toneri, kemudian dia menyilangkan tangannya di kedua dadanya dan berkata "Aku memintamu mendekati dia untuk memanfaatkan dia Toneri, bukan untuk bermesraan dengannya. Sekali lagi kau tidak fokus dengan tujuan kita. Aku akan membuat naga tersayangmu itu yang membayar akibatnya."

"Oh…" Ucap Toneri dengan nada meremehkan, kemudian dia melanjutkan "Memangnya kau bisa apa, Hyuuga? Apa kau lupa Ophis termasuk 3 eksistensi yang terkuat di dimensi ini selain Great Red dan Trihexa."

"Kau terlalu meremehkanku Toneri…" Ucap Hinata, kemudian dia melanjutkan "Aku tahu kau mengetahui teknik yang bisa mengambil kekuatan targetnya kan? Aku sudah mengembangkan teknik ini untuk melawan orang seperti dia Toneri. Memang kalau dua naga yang lain aku belum mampu mengalahkannya tapi kalau Ophis itu cerita lain."

Duuuuaarrrr

"Jika kau melakukan itu pada Ophis, aku bersumpah akan membunuhmu Hinata." Ucap Toneri yang sudah membuat pedang chakra di tangannya dan menusuk tembok yang tidak jauh dari wajah Hinata dan membuat tembok itu hancur sebagian "Dan kau… Jangan berani-beraninya kau macam-macam denganku. Aku ini adalah ketuamu jadi jangan bersikap lancang dan bersikap seolah kau bisa memerintahku seenaknya, Hyuuga."

"Ketua, apa tidak salah? Kau itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diriku Toneri." Balas Hinata yang tertawa dengan arogan dan berkata "Aku adalah Byakugan no Hime dan pewaris chakra Hamura yang kekuatannya tidak bisa kau sejajarkan dengan dirimu sendiri. Lagipula dibandingkan denganku, dendamku ini sudah kuat tidak sepertimu yang masih ragu akan dendammu pada Naruto dan Sasuke, pria labil."

Saat kepergian Hinata, Toneri pun menggertakkan giginya karena perkataannya. Dia memang benar, Hinata saat ini memang lebih kuat darinya dan dendamnya masih kurang kuat dan ancaman Hinata bukanlah main-main. Teknik Tenseigan untuk mengambil energi dan menjadikannya miliknya sendiri, Ophis bisa dalam bahaya karena itu bahkan energi tanpa batasnya bisa dihisap sampai setengahnya jika Hinata benar-benar telah menguasai teknik itu 'Apa yang harus aku lakukan, Hamura-sama?'

-Kyoto, DxD Dimension-

Di markas Shin Akatsuki, Naruto dan para peeragenya sedang berlatih tanding satu sama lain. Naruto bertarung dengan sengit melawan Sasuke seperti biasa, Kakashi melawan Obito, Nagato melawan Yahiko, dan Itachi melawan Konan, dan seterusnya. Setelah latihan itu berlangsung selama beberapa jam, Issei dan Asia pun datang ke ruangan latihan dan meminta maaf pada Naruto.

"Maaf sensei, kami berdua telat." Ucap Issei pada Naruto yang hanya dibalas dengan senyuman.

"Tidak apa-apa." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau kemarilah Issei. Dan Asia, kau akan dilatih oleh Sakura. Aku serahkan Asia padamu Sakura."

"Serahkan saja padaku, Naruto." Balas Sakura, kemudian dia menarik tangan Asia dan berkata "Ayo ikut aku, Asia-chan."

"Baik Sakura-san."

"Mereka akan kemana sensei?" Tanya Issei.

"Latihan tentu saja." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi tenang saja, Issei. Dia tidak akan diajarkan kekuatan monster yang dimiliki Sakura, jadi tidak usah khawatir, aduh!"

Naruto pun mengaduh kesakitan saat sebuah batu mengenai kepalanya dan Sakura pun berkata "Kau bilang apa tadi, Naruto? Kau mau aku hajar sampai babak belur ya?"

"Tentu saja tidak, Sakura." Jawab Naruto sambil tertawa kecil, kemudian dia bergumam "Damn, Sakura masih saja galak seperti dulu. Pantas saja si teme itu lebih memilih Sona daripada Sakura."

"Aku dengar itu, Naruto-baka!"

"Hehehe…"

"Uhm sensei, bisa kita mulai latihannya?" Tanya Issei.

"Tentu…" Jawab Naruto, kemudian dia melihat Lee dan berkata "Oy, Lee! Kau bisa meminjamkan pemberat yang biasa kau pakai untuk melatih kecepatanmu tidak?"

"Silahkan saja Naruto." Jawab Lee yang melemparkan pemberat yang biasa dia pakai dalam latihannya ke arah Naruto.

Naruto yang melihatnya pun langsung menangkapnya tapi saking beratnya itu membuat tubuh Naruto terjatuh ke tanah 'Buset! Ini pemberat yang biasa Lee pakai? Kok berat amat ya?'

Issei yang melihat itu pun langsung berlari ke senseinya dan dia pun berkata "Kau tidak apa-apa sensei?"

"Ya, aku tidak apa-apa."

"Kau ini reinkarnasi Ashura yang terkenal dengan kekuatan fisiknya usuratonkachi." Ucap Sasuke yang melihat Naruto yang terjatuh secara tidak elit, kemudian dia melanjutkan dengan nada meremehkan "Tapi cuma menangkap pemberat seperti itu saja kau sudah jatuh secara tidak elit begitu. Payah kau, usuratonkachi."

"Urusai, teme! Atau akan kulemparkan kepalamu dengan ini." Balas Naruto, kemudian dia melihat Issei dan berkata "Issei, kau pakai ini di kakimu…"

"Ok…" Balasnya, kemudian dia memakainya dan kemudian dia berteriak "Apa-apaan ini sensei? Ini sungguh berat sekali bahkan berjalan saja aku susah."

"Itu segel pemberat Issei." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Biasanya para shinobi menggunakan itu untuk mempercepat kecepatan mereka dalam bertarung. Kau harus berjalan dengan pemberat itu di kakimu."

"Nani!" Teriak Issei, kemudian dia melanjutkan "Jangan bergurau sensei. Aku tidak bisa berjalan menggunakan pemberat seperti ini."

"Tapi Sasuke dan Lee bisa kok." Balas Naruto santai dan itu membuat dua shinobi yang dimaksud itu menyeringai.

"Ta-Tapi…"

"Kau ingin menjadi cepat seperti Yuuto atau Lee dan Sasuke tidak?" Tanya Naruto.

"Menjadi secepat si pemuda cantik itu yang merupakan seorang Knight dan juga Sasuke-san beserta Lee-san" Balas Issei, kemudian dia menjawab "Tentu saja mau!"

"Kalau begitu, jangan banyak mengeluh dan lakukan saja!" Teriak Naruto, kemudian dia menyeringai dan berkata "Dan setelah kau terbiasa dengan beratmu yang sekarang, aku akan menambah berat dalam pemberat itu lagi."

Issei pun terdiam dan kemudian dia menangis ala anime dan berkata "Kau sungguh kejam sensei!"

Mendengar itu, Naruto pun tidak menghiraukannya dan malah bertarung dengan Sasuke meninggalkan Issei yang berjalan dengan susah payah dengan pemberat di kakinya itu. Asia yang melihat dari kejauhan pun menatap Sakura dan berkata "Apa Issei-san tidak akan kenapa-napa?"

"Tenang saja Asia-chan. Pacarmu itu tidak akan kenapa-napa kok." Jawab Sakura dan itu membuat wajah mantan suster gereja ini memerah, kemudian Sakura melanjutkan "Lagipula Issei itu pantang menyerah seperti Naruto, jadi pasti dia berhasil dalam latihan yang diberikan oleh Naruto karena dia tidak akan menyerah sampai dia menjadi sekuat Naruto atau Sasuke. Bisa kita lanjutkan lagi latihannya?"

"Tentu Sakura-sensei." Jawab Asia dengan nada semangat.

-To Be Continued-

AN: Chapter 19 Heroes From Another World is up. Di chapter ini mulai terlihat pelatihan Issei dengan Naruto and the gank dan perselisihan antara Toneri dan Hinata. Dan jurus apa yang dimaksud oleh Hinata dalam ancamannya pada Toneri? Dan kenapa sekarang Hinata jadi bersikap lebih berkuasa daripada Toneri? Check it out in Heroes From Another World. Oh ya di fic ini juga ada sedikit plot twist ya… Kalo di canon kan adegan yang pas Xenovia godain Issei itu di gagalin sama Rias sama Akeno kan? Kalo di fic ini Issei khilaf dan melakukannya dengan Xenovia. Jadi dia merasa bersalah pada Asia ditambah dia kurang yakin sama alasan Xenovia yang ngajak Issei bercinta itu. Di canon, kakak ane juga risih soalnya alasan Xenovia melakukan itu enggak masuk akal tapi di fic ini akan ane buat itu jadi konflikbatin antara Issei dan Xenovia, hope you like it.

Review:

Death race:

Tau tuh padahal ane kagak pernah flame fic Naruto yang jadi dark tapi giliran Hinata jadi dark malah kebakaran jenggot. Hinata is not a angel, she is a human. Jadi harusnya orang sadar bahwa Hinata bisa aja melakuin kesalahan toh dia bukan malaikat kan? Cuma manusia biasa.

Wezu:

Tentu saja. Ane bosen kalo baca NaruHina di fict soalnya ane lebih suka ngeliat NaruHina tuh di canon, soalnya kalo canon kan dibuat sama MK langsung tapi kalau di fanfic suka di bikin lebay sama authornya jadi gak ada feelnya. Kecuali yang genre Hurt/Comfort Romance.

Rafly:

Kayaknya percuma juga sih dikasih tahu kaya gitu, orang-orangnya udah bebal semua. Maklum, orang Indonesia kan memang begitu apalagi kalau udah fanatik serta hater. Contoh hater Rossi, walaupun Rossi menang beberapa kalipun kalau udah benci ya tetep aja benci atau suka kelebihan batas kaya kasus kebanyakan NHL yang suka butthurt.

Kikoro Chikara:

Thanks atas pujiannya.

Guest:

Udah biarin aja… Orang yang ente maksud memang fans-nya dedek, jadi walaupun karyanya bagus kek jelek kek tetep aja dedek yang terbaek untuknya. Ane juga liat beberapa review dia di fic si dedek.

Esya27BC:

Mending baca beberapa chapter sebelumnya, padahal ane udah jelasin kenapa AkenoSara bisa masuk harem Naruto? Ane males jelasin hal yang diulang-ulang mulu. Kalo kasus dendam Sasuke sama Hinata beda lah. Lebih parah Hinata… Mau tahu kenapa? Dia dan Toneri udah bikin salah satu anak dari Naruto mati tapi Hinata masih belum puas dan masih mau bunuh Aisha. Kalo misalkan Itachi punya anak apa Sasuke senekat itu membunuh anak itu karena dendamnya sama Itachi?

Gue anak jendral:

Thanks bro.

XXX:

Adanya lu yang bego vak. Bandingin fic ane tuh sama Si Hitam, Papa Haise no Centipede, Kristoper21, TadaBanri atau siapa kek… Lah ini dedek. Sama punya Anggarda-san aja dia masih kalah jauh. Nge-fans boleh tapi jangan keblinger mas.

Guest:

Ini ada alasan kenapa Issei diam saja pas Naruto membicarakan tentang Asia dan ane mengerti alasannya sih.

Exec-Harmonius:

Seperti biasa kak, ente kalo lagi ngasih wejangan ente terlihat bijak banget tapi kalau lagi menghina orang ente serem banget.

Ara Dipa:

Ane enggak keren kok khekhekhe.

Dedek palsu:

Ente salah… Yang the best is NaruShion atau NaruSara. NHL itu MK buatnya terpaksa karena NHL sama NSL ribut mulu dan suka bikin war.

Muham96:

Maksud ente gimana sih? Ente gagal paham bang. Perasaan Naruto bilang kalau dia ngerasa kalau Kuroka kasusnya sama kaya Itachi dan dia enggak mau Koneko bernasib sama kaya Sasuke jadi dia bilang sama Sirzech.

Dewa Agus Surytno:

Kan Rias sama kaya Kushina kalau Habanero Mode-nya dah aktif. Soal Natsumi, serahkan saja itu sama Toneri hahaha.

Silent Riders:

Yah mau bagaimana lagi… DxD itu anime/LN tentang harem. Jadi kalau enggak ada haremnya serasa aneh aja.

Davit Putra Prtwi:

Tenang aja, ane bakal bunuh dia entar. Soalnya dia sudah songong sama orang yang bantu dia bangkitkan Tenseigan miliknya.

Si Muka Jahat:

Tapi kayaknya bacaannya yang benar Zedorfol deh.

Michael Gabriel 455:

Naruto and the gank lebih suka nunjukin kekuatan mereka sama musuh mereka bukan ke iblis-iblis di Underworld.

Tobi The Good Boy:

Mati. No coment…

Archilles:

Angry Rias is the best.

Shirosaki Sho:

Dia sekarang aja bisa turn side tapi enggak bisa, alasannya ada disini.

NameAkiko Sora:

Ane memang males, memangnya kenapa? Masalah buat ente?

XXX:

Jangan ah, kalo sadar nanti para NHL pada ngelunjak dan minta Hinata jadi pair Naru.

Tsuichi10:

Mungkin aja, tapi kalau dihidupkan… Akan di hidupkan di akhir chapter.

Namikaze Tobi Lucifer:

Sorry, chapter ini belum masuk fight.

Yamanaka Mahmudi:

Konan memang ngalahin Obito tapi Obito waktu itu cuma punya setengah dari Sharingan dia aja kan. Padahal kalau dia punya dua-duanya, dia bakal bisa bebas dari teknik Konan. Soalnya kecepatan Kamui Obito akan lebih cepat jika dua Sharingan Obito bersatu. Jadi Obito masih lebih kuat dari Trio Ame.

Guest:

Enggak. Kan Rinnegan-nya dah balik sama Madara.

Kds601:

Sanggup tapi akan semakin sulit soalnya Hinata menghisap setengah kekuatan Ophis dan menyatukannya dengan tubuhnya sendiri.

Yury795:

Haremnya udah cukup. Buat NaruGabriel baca aja fic saudara saya, Naruto DxD: The Other Side.

Ramadi Riswanto:

OK.

Onizuka69:

SasuSona lemon masih lama. Soalnya Sasuke nikahin Sona dulu baru begituan dan itu masih lama.

Yuri-Lovers:

Yah mau gimana lagi. Kalo udah fanatik mah dikasih tau bagaimanapun susah jadinya.

Madara:

Dia memang menghasut Hinata tapi dari awal memang Hinata udahada dendam sama Naruto kalau Elemental Nation dihancurkan sama Toneri itu karena si Toneri salah kaprah sama fatwa Hamura yang ada di The Last itu loh.

Miftakhul827:

Rencananya mau ane hidupin dan Season 2 bakal ane buat jadi sosok kakak dan mentor bagi Aisha padahal yang kakaknya seharusnya Aisha, LOL.

AshuraIndra64:

Stop dengan kata-kata Kushina yang nyuruh nyari gadis berambut merah buat pasangan Naruto, ane bosen dengernya. Soalnya yang dibilang Kushina itu mirip sama dia, bisa jadi sifatnya atau fisiknya bukan berarti rambutnya harus sama juga kali dan apa Naruto dapet istri rambut merah di canon? Enggak kan. Di canon, si Issei tewas karena dibunuh sama Shalba terus dikasih tubuh baru sama Great Red kan? Ane buat dia muncul dan dia sama Sasuke battle vs Shalba abis Issei mati.

Devil938:

Riki Ryugasaki:

Enggak, si Kuroka bakal ane buat jadi pair si penyuka pantat.

Anarchy:

Di ending nanti, Hinata mati tapi Toneri enggak. Toneri di ending bertualang sama Ophis dan salah satu mata Tenseigan-nya kehilangan sinarnya dan membuat mata itu buta.

Tenshisha Hikari:

Hanya ada 2 pilihan kematian Hinata:

Dia mati karena tertusuk pedang Naruto, meskipun Naruto selamat dari tusukan pedang Hinata

Rias melemparkan Power of Destruction dan membuat perut Hinata berlubang saat Hinata ingin menyerang Naruto yang belum sempat menghindar.