Name: Heroes From Another World
Author: The World Arcana
Genre: Friendship,
Rating: M
Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima x Sara, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Asia Argento x Xenovia Quarta x Koneko Toujou, Gaara x Reya Kusaka, Kakashi Hatake x Rossweisse, Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Rock Lee x Tsubasa Yura, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Vali Lucifer x Kuroka Toujou, Toneri Otsutsuki x Ophis
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Chapter 19: Loyalty
-Shin Akatsuki HQ, DxD Dimension-
Sudah tiga bulan lebih Naruto dan para peeragenya melatih Issei yang setelah masa menginapnya di Kyoto selesai mulai sering datang bersama Asia untuk melanjutkan pelatihan mereka berdua. Issei sekarang sudah menjadi lebih cepat dari sebelumnya dan juga dia sudah mempelajari beberapa teknik bela diri yang terinspirasi dari Rock Lee, Rook dari Naruto sedangkan Asia sudah mempelajari sihir untuk memperkuat diri sendiri dan beberapa gerakan untuk menghindari serangan musuh serta dia bisa menyembuhkan orang dari jarak jauh seperti Tsunade dan Sakura dengan menggunakan Sacred Gear-nya, [Twilight Healing].
"Dragon Lotus!" Teriak Issei yang melesatkan tendangan yang dia sudah aliri dengan Demonic Power ke arah Naruto.
Buaaakkkk
Naruto berhasil menahannya dengan tangannya yang dia aliri oleh chakranya sendiri dan dia pun menyeringai dan berkata "Lumayan Issei…"
"Tch, tapi aku masih belum bisa mengalahkanmu sensei." Balas Issei dengan nada kecewa tapi dia masih melakukan serangan pada Naruto.
"Memangnya kenapa kalau kau belum menang melawanku? Itu tidak membuktikan apapun kau tahu Issei. Itu tidak akan membuktikan jika kau itu kuat" Ucap Naruto yang menahan pukulan bertubi-tubi dari Issei "Yang penting adalah tekad dan juga untuk apa kekuatan yang kau punya itu kau pakai. Untuk kedamaian dunia ini dan keselamatan teman-temanmu atau kehancuran dunia ini."
Issei pun menjauh dari Naruto dan kemudian dia mengeluarkan Demonic Power di tangan kanannya dan Dragonic Power yang berasal dari [Boosted Gear] miliknya di tangan kirinya dan membuatnya menjadi bola yang semakin lama semakin bertambah besar ukurannya "Tentu saja aku akan menggunakan kekuatan yang aku miliki ini untuk kedamaian dunia ini dan melindungi teman-teman berhargaku."
'Hoh, teknik itu ya...' Batin Naruto yang menyeringai saat melihat Issei akan menggunakan teknik pamungkasnya selain Dress Break dan Dragon Shot yang terinspirasi dari teknik Bijuudama milik Naruto 'Mari kita lihat apa kau bisa melakukannya Issei…'
"Dragon Bomb!" Teriak Issei yang melesatkan teknik projektil terkuatnya setelah teknik Dragon Shot miliknya.
Naruto kemudian menggigit dirinya sendiri sampai berdarah dan dia pun menaruhnya di tanah "Sanjuu Rashomon!"
Naruto pun membuat tiga gerbang yang cukup kuat untuk menahan serangan Issei dan dia pun membatin 'Mari kita lihat berapa gerbang yang akan dihancurkan teknik oleh Issei ini.'
Boooooommmm
Setelah ledakan yang disebabkan oleh tekniknya mereda, Issei pun melihat gerbang yang berada di depan Naruto dan dia pun berkata "Gaaaahhh! A-Aku masih tidak mampu melakukannya."
"Itu sudah lumayan bagus loh." Balas Naruto yang keluar dari gerbang Rashomon yang melihat dua gerbang Rashomon miliknya hancur "Dua gerbang yang hancur dari tiga gerbang yang kubuat. Kerja bagus, Issei."
"Arigatou Naruto-sensei…" Balas Issei yang sudah duduk untuk beristirahat.
Naruto yang melihatnya pun ikut duduk di sebelahnya dan dia pun berkata "Oh ya Issei, tumben kau kesini tidak bersama Asia?"
"Ah, dia katanya akan datang bersama buchou, Akeno-senpai, Aisha-chan, Koneko-chan, Koneko-chan, Kiba serta Xenovia-chan." Jawab Issei.
"Rias-chan, Akeno, dan Aisha-chan juga." Ucap Naruto tidak percaya dan kemudian dia melanjutkan "Aku pikir Rias-chan dan Aisha-chan tidak boleh menemuiku sampai aku berhasil menyelesaikan masalahku dengan Hinata dan Toneri."
"Aku dengar setelah pertemuanmu dan Lucifer-sama, dia mulai mengizinkan buchou dan juga Aisha-chan untuk menemuimu." Balas Issei, kemudian dia melanjutkan "Katanya buchou ingin melihat keadaanmu dan juga Aisha-chan rindu pada ayahnya."
"Baguslah…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku juga rindu pada mereka berdua. Sudah tiga bulan lebih aku tidak bertemu dengan mereka."
"Iya, kalian berhak mendapatkannya." Balas Issei, kemudian dia melanjutkan "Kau sudah berpisah selama satu tahun dari buchou dan kau melewatkan kelahiran Aisha-chan karena kau harus melawan organisasi jahat yang dulu mengincarmu. Dan selesai itu kalian berhasil bertemu tapi takdir bermain-main dengan kalian lagi… Dua orang gila berniat menghancurkan hubungan kalian. Yang satu iri pada hubungan kalian dan yang satu lagi aku tidak tahu alasannya. Kalian memang pantas mendapatkan ini setelah masalah yang terus-terusan kalian hadapi"
"Hmm, terima kasih Issei. Aku cukup terkejut orang mesum sepertimu bisa berkata seperti itu." Balas Naruto dan perkataan itu membuat Issei menggerutu tidak jelas karena kesal atas ucapan Naruto "Oh ya, bagaimana hubunganmu dengan Xenovia. Aku dengar dia sedang mengandung anakmu ya?"
"Aku tidak tahu sensei." Balas Issei.
"Apa maksudmu kau tidak tahu?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau sudah melakukannya, jadi kau harus bertanggung jawab."
Issei hanya menundukkan kepalanya dan Naruto yang melihatnya pun menyadari sesuatu dan berkata "Ahh… Aku mengerti sekarang. Kau masih tidak yakin kalau dia benar-benar mencintaimu sebagai Hyoudou Issei atau sebagai pemegang dari [Boosted Gear] ya?"
"Yup begitulah." Jawab Issei, kemudian dia melanjutkan "Dan ditambah kabar kehamilan Xenovia membuat dua orang yang penting bagiku sedih. Oh, Tuhan… Apa yang harus aku lakukan, ittai!"
"Dua orang yang penting untukmu, apa kedua orang tuamu?" Tanya Naruto.
"Bukan!" Balas Issei, kemudian dia melanjutkan "Mereka memang penting untukku tapi bukan itu yang kumaksud. Maksudnya dua orang yang kucintai selain dia, Asia dan Irina."
"Oh…"
Krieeettt
Pintu ruangan tempat mereka berlatih pun terbuka dan memperlihatkan para peerage Naruto yaitu Sara, Sasuke, Kakashi, Sakura, Karin, Itachi, Lee, Gaara, Yamato, Shikamaru, Sai, Obito, Nagato, Yahiko, dan Konan serta Rias dan para peeragenya yang sudah ditambah oleh Gasper dan juga terlihatlah Xenovia yang terlihat berbeda dari pertemuannya pertama kali dengan Naruto karena kehamilannya.
"Cih, Rashomon heh…" Ucap Sasuke yang memasukkan kedua tangannya ke saku celananya dan kemudian dia melanjutkan "Kau berlebihan dobe."
"Tch, aku hanya mengetes seberapa besar kekuatan teknik Dragon Bomb milik Issei." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Lumayan kuat meskipun teknik itu belum bisa memaksaku menggunakan Gojuu Rashomon."
"Sudahlah Sasuke, jangan terlalu keras pada Naruto-kun." Ucap Sara, kemudian dia melanjutkan "Dia hanya ingin melihat perkembangan muridnya saja kan."
"Kau selalu saja membelanya mentang-mentang kau adalah salah satu dari harem Naruto, Sara." Balas Sasuke dan itu membuat wajah Sara memerah padam dan Rias serta Akeno menyeringai pada Sara.
"Lebih baik kau diam biar aku tidak me-Rasengan wajah sok tampanmu itu biar Sona tidak terpaksa tidak mencari pacar baru, teme." Ucap Naruto yang sudah mengeluarkan Rasengan miliknya.
"Sebelum itu terjadi aku akan melakukan Chidori padamu biar Rias mencari suami dan ayah baru untuk Aisha, dobe." Balas Sasuke dengan Chidori yang telah terbentuk di tangannya.
Saat mereka berniat menyerang satu sama lain, tubuh mereka pun kejatuhan dua patung kucing berukuran besar yang menindih tubuh mereka berdua dan pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Sara "Huh, mereka itu tidak pernah berubah…"
"Memalukan…" Ucap Kurama dari dalam tubuh Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kalah dengan satu kali serangan jurus yang dilakukan oleh queen-mu sendiri, Naruto. Bahkan si Uchiha juga sama."
Mendengar itu, para bijuu yang lain pun mentertawakan host mereka yaitu Naruto dan membuatnya berkata "Urusai Kurama! Dan kalian semua juga berhentilah tertawa…"
"Kau masih mending baru mengurus dua orang ini beberapa bulan ini Sara-chan." Ucap Sakura dan kemudian dia melanjutkan "Coba bayangkan keadaan diriku dan Kakashi-sensei yang dari awal sudah mengurus rivalitas dua makhluk nista itu."
"Dua makhluk nista kau bilang Sakura, pfftttt…" Ucap Shikamaru yang menahan tawanya dan kemudian dia melanjutkan "Apa kau lupa kalau dulu kau adalah fansgirl Sasuke yang paling setia."
Mendengar itu, wajah Sakura pun memerah karena masa lalunya dibocorkan oleh Shikamaru dan kemudian dia berteriak "Urusai nanas baka!"
"Oh ya mumpung kalian semua ada disini…" Ucap Sara, kemudian dia melanjutkan "Bagaimana kalau kita makan bersama disini? Aku yang akan memasak untuk kalian."
"Tidak masalah menurutku. Karena masakanmu itu adalah masakan yang terbaik yang pernah kumakan." Ucap Naruto dan itu membuat wajah Sara memerah padam, tapi dia langsung dibuat merinding oleh tatapan yang mematikan dari Rias dan Akeno "Setelah masakan Rias-chan dan Akeno tentunya hahaha…"
'Siapa sangka Naruto yang gagah berani melawan Obito / diriku dan Madara yang sudah mempunyai kekuatan Rikudou, Kaguya serta Sasuke / diriku sendiri yang mendapatkan kekuatan sembilan Bijuu bisa kalah oleh seorang perempuan. Cuma oleh tatapan saja lagi.' Batin beberapa anggota peerage dari Naruto.
Naruto dan semua anggota peeragenya serta anggota peerage dari Rias pun pergi ke ruang makan yang berada di markas Shin Akatsuki dan mereka bersenda gurau sambil menunggu Sara selesai memasakkan masakan untuk mereka. Beberapa menit kemudian, Sara pun kembali dengan beberapa makanan yang telah dia masak dan itu membuat semua orang bersemangat untuk memakan makanan yang terlihat lezat itu terutama Issei dan Naruto yang memang baru saja selesai latihan. Saat Naruto akan memakan makanannya, Koneko pun menatapnya dengan serius dan membuat Naruto menghentikan acara makannya sendiri.
"Koneko-chan, apa ada yang ingin kau katakan?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kalau ada katakan saja padaku."
"Apa surat yang kau selipkan di buku milikku itu benar?" Tanya balik Koneko dan kemudian dia melanjutkan "Kebenaran tentang kakakku, Kuroka…"
'Aku sudah tahu pasti dia akan bertanya hal itu cepat atau lambat.' Batin Naruto yang kemudian menghela nafas sejenak dan berkata "Itu benar, Koneko-chan."
"Ta-Tapi kenapa…" Ucap Koneko yang meneteskan air mata dan itu membuat semua orang disana menghentikan acara makannya karena kasihan pada Koneko "Kenapa dia tidak pernah memberitahuku tentang hal ini? Ke-Kenapa dia menyimpan semua ini untuk dirinya sendiri, hiks?"
Melihat itu Naruto pun menghampiri Koneko dan memeluk tubuh mungil adik angkatnya itu dan kemudian dia berkata "Dia adalah buronan, Koneko-chan. Jadi tidak mungkin dia bisa memberitahumu, karena jika kau tahu maka pihak iblis yang membuat kakakmu terlihat sebagai penjahat itu juga akan membuatmu mendapat hukuman mati karena kau juga mempunyai catatan criminal mengingat kau adalah adik dari Kuroka. Tapi kakakmu, Kuroka… Dia memberikanmu pada Sirzech supaya dia bisa menghapus catatan kriminalmu supaya kau bisa hidup dengan tenang tanpa diburu sama seperti dia. Kau harus bangga pada kakakmu, Koneko-chan. Sifatnya itu mengingatkanku pada Itachi. Dia membiarkan dirinya menjadi musuh seluruh dunia agar adiknya bisa hidup dengan tenang di desaku, Konoha. Bahkan dia rela mengorbankan dirinya sendiri supaya Sasuke yang dulu menjadi Nukenin bisa menjadi pahlawan desa karena telah berhasil mengalahkan dan membunuhnya yang telah menghabisi seluruh klan-nya kecuali Sasuke."
'Go-Gomenne, nee-sama…' Batin Koneko yang mengingat dulu saat dia sangat membenci kakaknya dan bahkan dia menginginkan kakak tertuanya itu mati karena telah membuangnya. Kemudian dia menghapus air matanya dan dia pun berkata pada Naruto "Naruto-nii, aku sudah memutuskan…"
"Huh…"
"Aku akan mempelajari Senjutsu dan Youjutsu seperti nee-sama." Balas Koneko dan itu membuat banyak orang terutama Rias dan Akeno yang mengetahui tentang ketakutan Koneko pada dua kekuatan itu "Nee-sama tidak menjadi gila karena menggunakan dua kekuatan itu tapi dia menjadi lebih kuat karena dia ingin melindungiku, adiknya sendiri. Jadi, aku akan mempelajari dua kekuatan itu untuk menjadi kuat seperti nee-sama dan juga aku akan menggunakan dua kekuatan itu untuk melindungi semua orang yang aku sayangi seperti Naruto-nii dan nee-sama."
"Metode penggunaan Senjutsu milikku dan kalian berdua yang merupakan seorang Nekoushou mungkin berbeda… Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk melatihmu, Koneko-chan." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Dan aku akan meminta tolong pada Yasaka-kaasan untuk mengajarkanmu Youjutsu. Karena dia merupakan Youkai terkuat yang berada disini."
"Arigatou Naruto-nii…"
"Sama-sama Koneko-chan."
-Khaos Brigade HQ, DxD Universe-
Dengan Toneri yang saat ini sedang berada di lab miliknya… Dia merasa bimbang atas perasaannya pada sang Dragon God atau yang sekarang sudah menjadi Dragon Goddess, Ophis. Dia tidak mengerti kenapa dia yang pada awalnya hanya ingin memanfaatkan Ophis saja tapi malah merasakan perasaan seperti ini kepadanya. Pada awalnya dia memang kesal pada sifat Ophis yang bossy, tidak banyak bicara tapi saat bicara dia selalu membuatnya jengkel. Tapi saat dia sedang baik dan memberikan perhatian padanya, dia memberikan perasaan yang sama seperti para rekannya, shinobi keturunan Hamura di bulan yang telah berbuat baik padanya walaupun kebaikan itu dia balas dengan keburukan saat dia menghabisi banyak shinobi keturunan Hamura yang membelot dan menolak fatwa Hamura yang dia bawa untuk menghancurkan dunia yang dibuat oleh Hagoromo.
"GAAAAAHHHH!" Teriak Toneri yang frustasi dan melempar Kote yang berada di tangannya menjadi hancur berkeping-keping saat benda itu melakukan kontak dengan dinding di dekatnya 'Hamura-sama… Apa yang aku harus lakukan?'
"Kau tidak apa-apa Toneri?"
'Ophis…' Batin Toneri yang melihat Ophis dengan gothic Lolita dress seperti biasanya tapi entah kenapa dia tidak pernah bosan untuk melihatnya 'Dia terlihat sangat cantik hari ini… Aku jadi ingin mencumbunya. Gaaahh! Apa yang aku pikirkan itu? Kenapa aku jadi berpikir seperti itu pada naga transgender ini.'
"Hei, kau dengar perkataanku atau tidak?"
"Maaf-maaf, aku tidak dengar." Jawab Toneri, kemudian dia melanjutkan "Ada apa kau kesini Ophis?"
"Aku hanya rindu padamu saja kok Toneri. Tidak apa-apa kan?" Tanya Ophis dengan nada sayu dan itu membuat Toneri memalingkan wajahnya agar Ophis tidak bisa melihat rona merah di wajahnya karena perkataan Ophis "Bercanda… Aku hanya lihat kau sepertinya sedang ada banyak masalah 3 bulan terakhir ini jadi aku ingin bertanya ada apa sebenarnya Toneri? Apa yang terjadi padamu?"
"Aku tidak apa-apa, Ophis." Jawab Toneri yang agak kesal karena dia telah dikerjai oleh Ophis dan kemudian dia melanjutkan "Tapi terima kasih karena telah mengkhawatirkanku."
"Sama-sama…" Balas sang Dragon Goddess dan kemudian dia melanjutkan "Oh ya, Toneri… Bisakah aku minta tolong padamu?"
"Minta tolong apa?" Tanya Toneri.
"Loki, dewa Norse berniat melakukan Ragnarok dengan cara membunuh pemimpin para dewa Norse, Odin saat pertemuan antara tiga fraksi dan Odin berlangsung di Asgard." Jawab Ophis dan kemudian dia melanjutkan "Aku ingin kau dan Vali menghentikannya."
"Kenapa aku harus menghentikannya, Ophis?" Tanya Toneri.
"Karena kalau tidak dunia ini akan hancur, Toneri." Jawab Ophis dan kemudian dia melanjutkan "Dan aku tidak ingin itu terjadi…"
"Aku pikir rencanamu dan Khaos Brigade adalah menguasai dunia ini." Ucap Toneri, kemudian dia melanjutkan "Kalau si Loki itu berhasil dengan rencananya bukannya kau akan semakin dekat dengan tujuanmu."
"Itu salah…" Balas Ophis yang menggeleng-gelengkan kepalanya dan kemudian dia melanjutkan "Tujuanku membangun Khaos Brigade adalah merebut kembali rumahku yang berada di Dimensional Gap dari si baka-red atau kau bisa menyebutnya Great Red. Tapi aku sendiri tidak mungkin bisa menang melawan Great Red, jadi aku mulai merekrut orang-orang kuat untuk membantuku mewujudkan impianku itu. Lagipula aku tidak mungkin berniat untuk menghancurkan dunia ini dan menguasainya. Kenapa? Karena aku sudah mulai menyukai tempat ini walaupun aku masih merindukan dan berharap aku bisa kembali ke rumahku di Dimensional Gap tanpa diganggu oleh baka-red."
"Tapi kenapa kau memberikan tugas ini kepadaku? Kenapa bukan pada anggota fraksi pahlawan atau fraksi maou lama seperti Cao-Cao dan juga Shalba?" Tanya Toneri.
"Karena aku percaya padamu Toneri, semenjak hubungan kita menjadi lebih dekat." Jawab Ophis dengan tersenyum dan itu membuat Toneri tersentak.
'Dia mempercayaiku selama itu?' Batin Toneri, kemudian dia melanjutkan 'Apa aku bisa mengkhianatinya, Hamura-sama? Apakah aku sanggup'
"Lagipula aku tidak begitu percaya pada Cao-Cao dan fraksinya serta fraksi maou lama itu. Mereka seperti berniat menusukku dari belakang…" Tambah Ophis, kemudian dia melanjutkan "Dan aku juga tidak begitu percaya pada rekanmu yang bernama Hinata itu."
"Baiklah aku akan melakukan tugas ini sebaik-baiknya." Balas Toneri yang sudah menunjukkan loyalitasnya akan berlabuh pada siapa "Tapi kau harus ingat… Aku melakukan ini bukan karena organisasi kita tapi aku melakukan ini semata-mata demi kau saja Ophis. Aku tidak peduli apa yang kau lakukan… Kalau kau akan menyerang Underworld, aku akan mengikutimu. Kalau kau akan menyerang Heaven, aku akan mengikutimu. Jika kau memutuskan untuk melawan dunia dan seluruh isinya, maka aku juga akan mengikutimu… Ingat itu."
"Aku mengerti…" Balas Ophis yang tersenyum dan Toneri juga berani bersumpah kalau dia bisa melihat rona merah secara sekilas yang muncul di pipi porselen milik Dragon Goddess itu dan kemudian dia melanjutkan "Terima kasih Toneri-kun."
Tanpa melihat Ophis yang sudah berjalan keluar dari laboratorium-nya, Toneri pun berkata dengan nada datar nan serius "Ophis… Aku tahu kau adalah salah satu dari 10 sosok terkuat di dimensi ini dan kemampuanmu hanya bisa dikalahkan oleh Great Red dan Trihexa. Tapi berhati-hatilah pada Hinata, dia merencanakan sesuatu dan itu sangat buruk."
"Terima kasih atas peringatannya, Toneri-kun." Balas Ophis yang kemudian keluar dari lab milik Toneri. Setelah dia berada di luar, dia pun memegang dagunya dan melakukan pose berfikir "Aneh… Bukannya mereka berdua itu partner, tapi kenapa Toneri-kun mengatakan ini kepadaku. Apa dia ada masalah pada Hyuuga-san?"
-Familiar Forest, DxD Dimension-
Saat ini Naruto dan para peeragenya diajak oleh Rias menuju ke hutan tempat para familiar berada supaya Naruto dan para peeragenya bisa mendapatkan familiar untuk dirinya sendiri. Saat Rias menjelaskan tentang familiar tadi sewaktu di markas Shin Akatsuki… Naruto, Sakura, dan Sasuke pun menundukkan kepalanya yang sedih karena ternyata familiar sama saja dengan Kuchiyose yang biasa dipakai oleh mereka bertiga dan membuat mereka bertiga teringat oleh Kuchiyose mereka yaitu Gamakichi, Katsuyu, dan Aoda. Dengan bantuan Zatooji, beberapa dari mereka pun sudah mendapatkan familiarnya. Seperti Itachi yang mendapatkan gagak berwarna hitam dan mata berwarna merah yang dia namakan Shisui, Kakashi yang mendapatkan hewan sejenis anjing yang mirip dengan Kuchiyose milik Temari yang dia gunakan untuk melawan Tayuya dan dia beri dia nama Shipuu, dan juga Sara yang hoki dan mendapatkan Sprite Dragon seperti Asia yang dia beri nama Raito.
"Gaahhh, kuso! Kenapa kita belum mendapatkan familiar seperti Itachi, Kakashi-sensei dan Sara-chan sih." Ucap Naruto yang emosi karena belum mendapatkan familiar sedari tadi.
"Berisik kau dobe…" Desis Sasuke yang juga tidak kalah jengkel daari Naruto "Kau pikir aku dan yang lain juga sudah dapat hah!"
"Apa kau bilang teme!"
"Telingamu banyak kotorannya sampai-sampai kau tidak mendengarkan perkataanku ya, usuratonkachi."
"Sialan kau…"
Buaaaakkkk
"Ughh…"
"Bisakah kalian berdua diam!" Teriak Sakura yang ternyata adalah biang keladi dari pemukulan dua bocah dalam ramalan, Naruto dan Sasuke "Kami ini sudah pusing, tidak usah membuat pusing lagi."
"Go-Gomenasai, Sakura-chan…"
"Hn…"
Sara yang melihatnya hanya bisa menahan tawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya "Mereka berdua memang tidak pernah berubah."
"Aku juga berpikiran sama sepertimu, Sara-chan." Balas Rias.
'Sejak kapan dua orang perempuan berambut merah yang sama-sama mempunyai perasaan pada Naruto itu bisa akur?' Batin para peerage Naruto kecuali Sasuke yang saat ini sudah mencoba berdiri dengan susah payah karena Sakura memukulnya dengan sekuat tenaga dengan menggunakan kekuatan monsternya.
Naruto kemudian melihat sebuah katak kecil yang memegang tanto dan ada gulungan kecil di belakang tubuhnya. Melihat itu, air mata Naruto menetes karena dia meningat partner Kuchiyose miliknya yang banyak mengikuti banyak petualangannya untuk menjadi ninja nomer satu di Konoha 'Gamakichi…'
"Oy, Naruto! Kau mau kemana?" Tanya Shikamaru yang kemudian menyusul Naruto bersamaan dengan para anggota peerage Naruto yang lain dan Rias.
Saat Naruto berhasil menemukan lokasi katak itu… Katak itu pun langsung meloncat dan kemudian dia mengarahkan tantonya pada Naruto "Naruto! / Naruto-kun!"
Melihat itu, Naruto dengan sigap langsung mengeluarkan kunainya dan dia menahan tanto milik katak itu dengan kunainya. Tapi dia serta para ninja yang lain dibuat terkejut saat tanto milik katak itu membelah kunai itu dengan mudahnya dan itu membuat Naruto mundur sedikit ke belakang.
'Dia bisa membelah kunai milikku ini dengan mudah…' Batin Naruto, kemudian dia melanjutkan 'Tch, dia hebat.'
"Siapa kau? Apa kau ingin memperbudakku sama seperti para iblis yang lain?"
"Aku tidak pernah punya pemikiran seperti itu." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Aku hanya ingin kita berteman saja."
"Heh, menjadikan teman. Naif sekali kau nak." Balas katak itu, kemudian dia melanjutkan sambil membuat handseal dan itu membuat Naruto dan para peeragenya cukup terkejut "Kalian iblis itu hanya mencari sesuatu yang lebih kuat untuk kepentingan diri kalian sendiri. Jika kalian mendapatkan sesuatu yang lebih kuat dari apa yang kalian punya maka kau akan membuang yang lama seperti sampah."
Rias yang mendengar itu menundukkan kepalanya karena memang banyak iblis yang bersikap seperti itu tapi para ninja yang berada disana hanya bisa menatap katak itu dan membatin 'Dia tidak mungkin bisa menggunakan ninjutsu seperti kita kan?'
"Katon: Gamayu Endan!"
'Shit, dia bisa menggunakan Ninjutsu. Aku pikir makhluk disini hanya bisa menggunakan chakra bukan Ninjutsu.' Batin Naruto yang membuat handseal dan berkata "Doton: Doryuuheki!"
Boooommmm
"Naruto-kun!" Teriak Sara dan Rias karena mereka cemas pada keadaan Naruto.
"Tenanglah…" Balas Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Naruto itu shinobi yang kuat dan dia selevel denganku. Apa kalian berdua pikir katak seperti dia bisa mengalahkan dia semudah Madara mengalahkan kami berdua sebelum kami membuka kekuatan rahasia kami? Kalau kalian pikir seperti itu, kalian salah besar nona."
Para shinobi dan kunoichi lain yang berada di dekat Sasuke pun mengangguk setuju atas perkataan Sasuke dan membuat hati mereka berdua menjadi lega. Kemudian mereka semua melihat Naruto yang sudah menghilangkan tembok tanah miliknya dan berkata "Aku cukup terkejut melihatmu bisa menggunakan Ninjutsu sama seperti kami, katak-san. Aku tahu ada beberapa yang bisa menggunakan chakra di dimensi ini tapi aku tidak tahu kalau ada yang bisa menggunakan Ninjutsu sepertimu."
"Tidak seperti para Youkai disini yang bisa menggunakan chakra tapi mereka bisa menggunakan Ninjutsu…" Ucap katak itu dan kemudian dia melanjutkan "Aku adalah salah satu dari hewan Kuchiyose yang berasal dari dimensi lain yang bernama Elemental Nation. Tapi aku diusir dari Mt. Myoboku karena aku berada terlalu lama di dunia para manusia dan kemudian aku pergi kesini dan berakhir disini selama bertahun-tahun."
Naruto cukup terkejut saat mendengar kabar itu bersamaan dengan para shinobi dan kunoichi yang lain, tapi katak itu ternyata belum selesai sampai disitu "Hmm, kelihatannya kalian juga berasal dari Elemental Nation sama sepertiku. Aku cukup terkejut bahwa ada seseorang dari klan Uchiha yang bisa membuat Sharingan miliknya berevolusi menjadi Eternal Mangekyou Sharingan dan kemudian menjadi Rinnegan seperti Rikudou Sennin dan juga Madara Uchiha dan bentuk dari mata Sharingan milikmu cukup unik karena Eternal Mangekyou Sharingan milikmu dan Rinnegan-mu bergabung menjadi satu."
Tahu siapa yang dimaksud oleh katak itu, Sasuke pun menyeringai dan berkata "Kau ternyata tahu banyak tentang Sharingan dan Rinnegan ya, katak tua. Dan perlu aku jelaskan padamu, bahwa mata Rinnegan milikku ini bukanlah mata Rinnegan biasa tapi Choku-Tomoe Sharingan. Karena Rinnegan milikku ini tidak seperti leluhur kami, Kaguya yang mempunyai sembilan tomoe dan juga pupilnya tidak berwarna merah seperti mata Sharingan pada umumnya yang biasa dikenal dengan Rinne-Sharingan."
"Menarik…" Balas katak itu dan kemudian tatapan matanya tertuju pada Naruto dan dia pun melanjutkan "Dan kau… Aku merasakan tubuhmu memiliki aura yang cukup besar. Sepertinya kau merupakan seorang Jinchuuriki dan kau bukan hanya Jinchuuriki dari satu Bijuu saja kan?"
"Kau benar." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku adalah Jinchuuriki dari sembilan Bijuu."
"Kalau begitu, ayo kita bertarung…" Ucap katak itu yang sudah berubah menjadi Human Form-nya dengan rambut panjang berwarna hitam yang diikat dengan memakai yukata berwarna hitam dan katana yang telah menggantikan tanto di tangannya "Kalau kau menang, aku akan menjadi familiarmu tapi jika kau kalah…"
"Bersiaplah untuk dipermalukan, Jinchuuriki sembilan Bijuu."
"Aku terima tantanganmu." Balas Naruto.
'Naruto-kun…' Batin Sara dan juga Rias yang cemas pada Naruto.
Sasuke pun melemparkan pedang Kusanagi miliknya pada Naruto dan dia bisa menangkapnya dengan mudah "Jangan sampai kalah, usuratonkachi."
"Jangan meremehkanku, Sasuke." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Yang bisa membuatku kalah atau seri hanya kau. Tidak akan aku biarkan siapapun berhasil mengalahkanku, walaupun itu Rikudou-jiji sendiri."
-To Be Continued-
AN: Finally done… Sorry minna kalau ane buat time skip 3 bulan dari scene terakhir di chapter 19 dan membuat Xenovia mengandung anak dari Issei. Di fic ini, kalau ada yang berpikiran Issei itu brengsek karena dia enggak mau bertanggung jawab atas kehamilan Xenovia, anda salah bung. Dia ingin memastikan dulu kalau Xenovia benar-benar cinta padanya atau karena dia adalah pemegang [Boosted Gear]. Untuk kasus Toneri, disini dia Gray untuk sementara mungkin sampai Hinata mengkhianati Ophis… Jadi dia akan melakukan apapun yang diinginkan Ophis. Jadi kalau Ophis memutuskan untuk menjadi musuh seluruh dunia, Toneri akan mengikutinya dan begitu juga sebaliknya. Di fic ini, ane juga memberitahukan bahwa anggota Tim DxD sama kaya canon kecuali Tim Vali karena Tim Vali akan bergabung sama Shin Akatsuki entar. Raiser Phenex yang telah bertobat bersama dengan para peeragenya dan juga Ravel juga bakal bergabung dengan Shin Akatsuki sekaligus sebagai permintaan maafnya pada Rias dan juga Naruto.
Review:
RX88:
Nih udah update.
Kokonoe201:
Soalnya ane buat si Ross jadi pair Kakashi
Devil's Darklight:
Mungkin beberapa chapter ke depan.
Uzunami Nara:
Kalo Ophis sepertinya akan memihak Naruto dan Toneri pasti akan ikut Ophis karena dia disini akan loyal pada Ophis. Enggak, cuma kekuatan canon + pengendalian 5 elemen.
Namikaze:
Who knows?
Player To Be Writer:
Dia loyal sama Ophis. Jadi kalau Ophis memihak Naruto, udah tahu kan dia akan memihak sama siapa?
Guest:
Sebenarnya dia mendapat mimpi dari orang-orang yang dia bunuh aka rekan-rekannya di bulan kalau dendamnya itu salah jadi itu membuatnya agak ragu ditambah memang bener Gedo Mazou dicuri oleh Madara bahkan Juubi dan Kaguya sampe bangkit tapi Naruto, Sasuke, serta aliansi shinobi udah mengurusnya bukan?
Arif:
Mu. Albab:
Kan Nagato lambat karena beberapa bagian kakinya ditusuk oleh besi yang muncul saat dia men-summon, Gedo Mazo… Jadi dia agak lambat. Lagipula kalau enggak ada Naruto dann Bee, Itachi bisa kalah loh karena enggak mungkin satu serangan saja bisa menghancurkan inti Chibaku Tensei. Mata Shisui udah dibakar dan yang satu lagi udah dilenyapkan oleh Danzou sebelum jatuh ke tangan Obito, jadi enggak bisa.
Cr4zyfic:
Enggak ada. Ini bukan story tentang Hinata bung
Grand560:
Udah dijelaskan di atas.
21senpai12:
Ane bisa buat Naruto naïf seperti biasa dan mencoba memaafkan Hinata tapi Hinata akan menggunakan keadaan ini untuk membunuh Naruto tapi Naruto bakal diselamatin oleh seseorang.
Permen fic:
Maksud loe *Korek-korek kuping.
Christian Notonegoro:
Thanks.
No Name:
Bikin fic dulu baru ngomong dasar pembuangan sampah.
Kazekage726:
Ente lupa bro kalo review dari akun itu enggak bisa dihapus dan juga gak bisa di-PM lagi makanya flamer make guest biar enggak bisa di-PM. Fucking coward…
The Black Water:
Abis gue lagi kesel ditambah kesel sih bro. Kalo bi sane mau jejelin mulut tuh orang pada pake karbol biar berbusa sekalian mulutnya.
Guest:
Maunya sih begitu.
Ara Dipa:
Kalo Matsuda sama Motohama ngebunuhnya make apaaan coba bro?
Crucufix:
Loe suka bikin gue illfeel bro…
Neo Ryuujin:
Masih lamanya.
UzuNami Tara 217:
Kurang tahu tapi lemon Toneri x Ophis sudah dipastikan.
Lucy Jaeger Ackermen:
Nanti Khaos Brigade terbagi menjadi dua. Kubu Hinata, fraksi pahlawan dan fraksi maou lama dan juga kubu Ophis, Toneri dan juga tim Vali.
Baka Neko Arashi:
Bisa aja bro disabarin kalo di duta mood lagi enggak buruk tapi ini… Udah di duta mood lagi buruk di di sini malah ngajak berantem padahalkan kan situs ini buat refreshing sekaligus sharing fic ane. But the way thanks atas dukungannya…
Death race:
Enggak… Kalo punya bukan kuchiyose lagi tapi familiar.
Senju-nara Shira:
Ini udah rilis.
Toneri akan menghidupkannya dengan teknik matanya(Kaya Rinne Tensei tapi dia akan masuk sendiri ke Pure Lands untuk membangkitkan Natsumi dan itu juga enggak asal hidupin begitu saja. Tapi dia harus ngebujuk Natsumi agar dia mau kembali ke dunia orang hidup dan kalau dia enggak mau, berarti tekniknya gagal. Gagal atau berhasil, teknik itu akan membuat salah satu mata Tenseigan Toneri menjadi buta.)
Mungkin ada kaya flashback Rias dan Naruto.
Guest:
Memang rencananya gitu sih.
Gingga Mahardika:
Gomen-gomen, soalnya di buku biasa ane buat fic ane udah mulai nulis yang season 2. Jadi ane kasih tau deh hehehehe. Sip, tenang saja…
Alfa Uzukaze:
Kali-kali ane buat sifat Hinata melenceng dari sifat canonnya. Soalnya yang berani bikin kaya gitu cuma author internasional aja coba aja baca fic author internasional pasti ada yang bikin Hinata dark, yandere, cemburuan, dll. Tapi kalo di indo pasti banyak yang bilang sifatnya ooc-lah, enggak sama kaya canon lah, etc.
Wezu:
Rencananya sih begitu memang.
Laffayette:
Ente pernah nonton Alian vs Predator yang bilang musuh dari musuhku adalah temanku kan. Saat Hinata mengkhianati Ophis, dia sudah menjadikan Hinata sebagai musuhnya dan dia meminta bantuan pada musuhnya sendiri dan Hinata yaitu Naruto karena Naruto adalah musuh dari Hinata dan otomatis Naruto adalah rekannya.
Kurotsuhi Mangetsu:
Iya ane maklumi kok. Ane juga sama soalnya bayangin aja hidup di duta lagi ada masalah dan ingin refreshing dif fn dan malh masalah kaya gini yang ane dapat ya ane jadi kebawa emosi saking keselnya. Jadi reader sih enak cuma baca doang dan kalo ada yang enggak dia suka bisa protes seenak udel dia. Tapi kita sebagai author, bagaimana? Enggak mungkin kan kita nurutin perkataan reader satu persatu-satu. Kalo ada, entar yang pair Naru mini-harem jadi massive-harem karena permintaan beberapa reader. Dan terakhir… Loh, The Last bukan canon ya? Bukannya MK juga bilang itu canon karena kejadian itu dua tahun setelah perang? Dan juga adegan canon NaruHina juga lumayan cuma kitanya aja yang enggak sadar. Saat Hinata pertama terkena Mugen Tsukuyomi, bukannya Naruto merasakannya dan ingin membantunya kalau bukan karena larangan dari Sasuke. Renungkan dulu ya dan cari lagi momen-momen mereka yang tertempel di canon Naruto. Good luck…
Shiro Akatsuki:
Ane juga sama sampe-sampe ane selalu waspada pada pantat ane. Karena takut di-cusbol oleh seorang homo.
Alma Restu 440:
Bukannya dari awal dia memang udah bilang kalau dia saudara ane.
Archilles:
Thanks.
Punya sama kaya yang digunain Kakashi kaya di canon. Tentu aja bakal bentrok dan puncaknya tim Vali akan keluar dari Khaos Brigade dan Toneri juga bakal ikut karena loyalitasnya pada Ophis.
Namikaze Tobi Lucifer:
Thanks.
Tenshisha Hikari:
Iya, ide bagus.
Ashura Indra 64:
Kalo di canon mah mereka cocok, Cuma di fic ane enggak pernah suka aja bacanya + bosen.
