Name: Heroes From Another World
Author: The World Arcana
Genre: Friendship, Adventure
Rating: M

Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima x Sara, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Asia Argento x Xenovia Quarta x Koneko Toujou x Ravel Phenex, Gaara x Reya Kusaka, Kakashi Hatake x Rossweisse, Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Rock Lee x Tsubasa Yura, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Vali Lucifer x Kuroka Toujou, Toneri Otsutsuki x Ophis

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Chapter 23: Betrayal

-Asgard, DxD Dimension-

Sasuke dan Naruto yang saat ini mendengarkan pembicaraan Kurama dan Toneri pun membulatkan mata mereka. Dia tidak menyangka kalau Toneri adalah salah satu keturunan saudara dari Hagoromo yang bernama Hamura yang bertugas menjaga segel Kaguya di bulan saat dia disegel pertama kali oleh Hagoromo. Mereka berdua tidak mengerti kenapa seorang keturunan dari Hamura bisa memutuskan untuk menghancurkan Elemental Nation. Sedangkan dengan Toneri, dia hanya mendecih dan menatap Naruto yang saat ini dirasuki Kurama dengan tajam.

"Kenapa memangnya, kau punya masalah dengan itu huh peliharaan Rikudou Sennin?" Tanya Toneri dengan sedikit sindiran yang dia tunjukkan pada Kurama.

Kurama yang mendengar itu murka dan berniat untuk mengendalikan tubuh Naruto dan menghajar Toneri sampai babak belur dengan Bijuu Mode atau Rikudou Senjutsu Mode tapi dia bisa menahannya dan kemudian dia melihat Sasuke yang menatapnya dengan serius "Kenapa kau menatapku seperti itu, Uchiha?"

"Kau serius dengan yang kau katakan, Kyuubi?" Tanya Sasuke dan kemudian dia melanjutkan "Maksudku… Yang benar saja! Keturunan dari Hamura Otsutsuki menghancurkan tanah yang dibuat saudaranya sendiri setelah mereka berdua berhasil menghentikan sepak terjang Kaguya. Kalau dia adalah keturunan Kaguya yang berniat balas dendam atas tersegelnya dia secara dua kali, aku masih bisa yakin. Tapi ini…"

"Percaya atau tidak, itu adalah urusanmu Uchiha." Balas Kurama dengan santai dan kemudian dia melanjutkan "Tapi itu adalah kebenarannya…"

"Tch…"

"Bertukarlah denganku Kurama…"

"Baiklah."

Naruto saat ini sudah tidak lagi dikendalikan oleh Kurama dan kemudian dia pun bertatapan mata dengan Toneri dan berkata "Kalau kau adalah keturunan dari saudara Rikudou-jiji, kenapa kau menghancurkan Elemental Nation? Jawab aku Toneri Otsutsuki!"

Mendengar nada bicara Naruto yang dipenuhi kebencian, Toneri pun tidak gentar dan kemudian dia berkata "Kalian, para keturunan Rikudou Sennin telah melanggar perjanjian dengan kami, para keturunan dari Hamura-sama."

"Apa maksudmu dengan itu?" Tanya Sasuke.

"Reinkarnasi Indra sebelum kau yang bernama Madara Uchiha mencuri patung Gedo Mazou dari tempat kelahiran kami dan membunuh banyak keturunan Hamura-sama." Jawab Toneri dan membuat Naruto dan Sasuke terkejut tapi tiba-tiba wajah Toneri mengeras dan berkata "Dan kemudian dia menggunakan patung itu di perang bodoh kalian yang bernama Perang Dunia Shinobi ke-4 dan bahkan dia membuat dia yang merupakan simbol kegelapan dunia shinobi bangkit, Kaguya Otsutsuki."

"Tapi aku dan Naruto telah menghentikan dia…" Ucap Sasuke

"Benar." Balas Toneri yang memotong perkataan Sasuke dan kemudian dia melanjutkan "Tapi apa kalian yakin kejadian yang sama tidak akan terjadi lagi, huh? Memangnya kalian tidak sadar perang bodoh kalian terulang selama 4 kali, mereka selalu berdamai di akhir tapi ujungnya-ujungnya pasti perang akan terjadi lagi. Itulah kalian, para pembuat ulah. Dengan adanya kalian para keturunan Rikudou Sennin, Elemental Nation tidak akan pernah damai dan pada akhirnya akan hancur juga…"

Kemudian dia pun tertawa sinis dan berkata "Jadi sebelum itu terjadi, lebih baik aku hancurkan saja seluruh Elemental Nation dan juga seluruh orang-orangnya seperti yang ditulis oleh fatwa Hamura-sama."

Buaaaaakkkkk

"Kuh…"

Toneri pun terkejut saat pipinya terkena tinju dari Naruto dan membuatnya terjatuh ke belakang dan membuatnya memuntahkan darah. Naruto yang melihat Toneri tersungkur pun menatapnya dengan tajam dan berkata "Brengsek kau, Otsutsuki. Kau pikir kau siapa bisa menghakimi semua orang di Elemental Nation seenaknya hah! Apa kau tahu tindakanmu ini telah membuat putriku mati, HAH! D-Dia… Dia masih terlalu muda untuk mati! Dia masih mempunyai masa depan yang cerah."

"Kau pikir aku peduli, Uzumaki?" Tanya Toneri dan itu membuat Naruto berniat menghajarnya lagi tapi Sasuke menahannya dan mengatakan padanya untuk menahan emosinya "Lagipula harusnya kau berterima kasih. Aku menyelamatkannya supaya dia tidak terlibat jika para keturunan Rikudou Sennin mulai bertindak bodoh dan membuat perang terjadi untuk kelima kalinya."

"Tapi kenapa harus dengan cara ini, brengsek?" Tanya Naruto dengan amarah yang sedang memuncak.

"Hanya itu satu-satunya cara." Jawab Toneri yang menyilangkan kedua tangannya di depan dada bidangnya "Menghabisi mereka semua sebelum kejadian itu benar-benar terjadi. Itu sungguh efisien…"

"Maaf, Sasuke…"

"Huh…"

Naruto pun mengeluarkan aura gila-gilaan dan mementalkan Sasuke sampai terlempar dengan keras dan menjebol tembok kastil milik Odin. Sasuke yang melihat Naruto sudah siap tempur melawan Toneri pun berteriak "Apa yang kau lakukan dobe!"

"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi…" Ucap Naruto yang telah memasuki Bijuu Mode "Hari ini aku akan membalaskan dendam Natsumi, Konohamaru dan juga orang-orang Konoha dan Elemental Nation yang mati di tangannya."

"Kalau begitu aku akan meladeni tantanganmu itu, Uzumaki." Balas Toneri yang sudah memasuki Tenseigan Chakura Mode "Lalu aku akan menyelesaikan misi utamaku, membunuh kau, Uchiha dan para keturunan Rikudou Sennin yang tersisa."

"Jangan banyak bacot!" Teriak Naruto yang melesat dengan cepat dan memukul Toneri tapi Toneri masih bisa menahannya.

Sasuke ingin sekali bangkit dan menghentikan saudara bukan sedarahnya itu untuk tidak membuat masalah di Asgard, tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan karena bagian dalam tubuhnya serasa terbakar dan itu sakit sekali. Para peerage Naruto, Rias, dan Sona serta tim dari Vali Lucifer yang keluar dari ruangan Odin yang dengan nistanya member nama julukan Chichiryutei untuk Issei dan Ketsuryuukou untuk Vali pun melihat Sasuke yang saat ini masih menahan sakit badannya.

"Sasuke-kun!"

"So-Sona, Tsu-Tsubaki…"

"Tolong siapapun sembuhkan, Sasuke-kun…"

"Aku dan sahabatku akan melakukannya Sona-san." Ucap Sakura yang menggunakan Shosen Jutsu bersama Karin untuk menyembuhkan Sasuke.

Sara yang melihat ketidakhadiran Naruto pun mendekati Sasuke dan bertanya padaku "Sasuke, dimana Naruto-kun?"

"Dia ada di luar, sedang melawan orang bernama Toneri itu." Ucap Sasuke dan kemudian dia melanjutkan "Dia bilang dia ingin membalaskan dendam kematian semua orang di Elemental Nation."

Mendengar itu, Sara pun keluar diikuti dengan yang lain termasuk Sasuke yang sudah agak mendingan dan terlihatlah Naruto dan Toneri yang sama-sama sudah babak belur karena kekuatan mereka saat ini seimbang tidak seperti saat mereka bertarung setelah Naruto berhasil melawan Kokabiel atau saat terjadinya penyerangan Toneri dan Hinata yang terjadi saat rapat 3 fraksi makhluk supernatural bertemu.

"Kau hebat juga bisa mengimbangiku meskipun dua pertarungan kita sebelumnya kekuatan kita tidak seimbang, Otsutsuki." Ucap Naruto yang mengeluarkan Wakusei Rasengan miliknya.

"Aku juga berlatih, kau tahu Uzumaki…" Balas Toneri yang ikut membuat Ginrin Tensei Baku.

Mereka pun berdua melesat demi menghujamkan serangan mereka ke tubuh musuh masing-masing tapi ada sosok besar yang Naruto tahu itu sebagai salah satu Kuchiyose milik Sara yaitu Nanto Sennin dan sosok itu mementalkan mereka berdua dan membuat mereka berdua terpental. Naruto yang sudah menghilangkan Bijuu Mode miliknya pun menatap tajam Sara dan berkata "Kau pikir apa yang kau lakukan ini Sara? Aku melakukan ini demi…"

"Jika kau ingin membalas dendam, jangan bawa-bawa nama anak kita Naruto-kun." Potong Sara yang membalas tatapan tajam Naruto dan kemudian dia pun melanjutkan "Jangan bawa-bawa nama Natsumi-chan ke dalam dendammu itu, aku tidak mau. Dia sudah tenang di alam sana, kumohon…"

'Sara…' Batin Naruto saat dia melihat ibu dari anak keduanya(AN: Walaupun kalau menurut timeline memang Natsumi terlebih dahulu karena dia adalah anak Naruto di masa lalu, tetep saja anak pertama Naruto adalah Aisha… Anaknya dengan Rias.) menangis seperti itu. Memang Sara selalu terlihat sedih jika mengingat tentang Natsumi tapi dia tidak pernah menangis sampai mengeluarkan air mata seperti itu.

Toneri yang juga sudah bangkit pun menonaktifkan Tenseigan Chakura Mode miliknya dan dia pun berkata sambil menatap Naruto "Aku memang menghancurkan Elemental Nation dan membuat anakmu mati Naruto Uzumaki, aku akui itu. Tapi apa kau tahu sesuatu? Kau dan temanmu yang bernama Sasuke juga bersalah atas kematian putrimu yang bernama Natsumi dan juga seluruh orang-orang di Elemental Nation."

"Apa maksudmu bicara seperti itu?" Tanya Sasuke yang saat ini sudah ingin menunjukkan Perfect Susanoo miliknya karena dia emosi dengan apa yang dikatakan Toneri

"Kalian berdua punya kekuatan untuk mengalahkanku dan menghentikanku saat itu tapi kalian ada dimana?" Tanya Toneri yang sudah menyilangkan kedua tangannya di kedua dadanya "Naruto Uzumaki, kau mengorbankan putrimu sendiri demi kekasihmu dan itu berakibat pada kematiannya bahkan sahabatmu ikut menghilang denganmu dan meninggalkan Elemental Nation… Membuatnya rawan atas serangan dadakanku. Mungkin itu terdengar kasar tapi itu adalah kebenarannya. Ayo kita pergi, Vali, Kuroka, Bikou, Arthur. Misi kita untuk menghancurkan Loki sudah berhasil."

Vali, Kuroka, Bikou dan Arthur pun menggangguk dan bersiap pergi tapi Odin menghentikan mereka "Tunggu dulu!"

"Ada apa?"

"Kenapa kau membantu kami, Khaos Brigade?" Tanya Odin.

"Jangan salah sangka…" Jawab Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Kami melakukan ini karena perintah dari Ophis, karena dia sudah peduli dengan dunia ini yang telah menjadi rumah keduanya selama bertahun-tahun ini. Jadi jangan terlalu senang seperti itu pak tua."

Saat Toneri pergi, Naruto pun membeku disana sambil melihat tangannya sendiri. Dia seolah melihat darah anaknya yang telah meninggal, Natsumi tercecer di tangannya 'Dia benar… Putriku, Natsumi mati karena aku. Kalau saja aku tidak meninggalkan Elemental Nation dan membereskan Toneri terlebih dahulu, maka…'

"Jangan pedulikan apa yang dikatakan orang bernama Toneri, Naruto-kun." Ucap Konan, trio pendiri Akatsuki yang menjadi sosok kakak bagi Naruto "Memang, putrimu tewas karena keputusanmu dan Sasuke untuk meninggalkan Elemental Nation… Tapi masa lalu tidak bisa diubah, kau harus tetap maju ke depan. Lagipula jika kau tidak memutuskan untuk kesini, maka Rias-chan dan akan menjadi milik pria lain dan Aisha-chan akan mendapat orang brengsek sebagai ayahnya kan? Kau kehilangan Natsumi, kami tahu itu… Tapi kau punya prioritas yang lain, yaitu putrimu yang lain Aisha-chan. Gunakan pengalaman burukmu ini untuk melakukan yang terbaik untuk melindungi Aisha-chan, Naruto-kun."

Naruto pun tersenyum dan kemudian dia membatin saat melihat Konan berjalan ke arah kastil dari Odin 'Arigatou, Konan-neechan.'

Kali ini, Nagato menepuk pundak Naruto dan berkata "Aku minta maaf, Naruto?"

"Kenapa kau harus minta maaf?" Tanya Naruto.

"Kalau saja…"

"Berhenti disana Nagato, aku tahu kau akan membicarakan apa." Potong Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Walaupun kau mempunyai Rinnegan, aku tidak akan memintamu untuk membangkitkan putriku seperti dulu yang kau lakukan pada semua warga Konoha saat invasi Pain. Kau tahu apa bayarannya jika kau melakukan itu kan? Kau pernah merasakannya kan? Itulah alasan aku tidak meminta Sasuke membangkitkan putriku dengan Rinnegan miliknya. Aku tidak ingin dia atau kau mati demi kepentinganku sendiri."

"Walaupun aku mau melakukannya juga aku belum tentu bisa melakukannya dobe." Ucap Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Aku memang bisa menggunakan Gakido, Shinra Tensei, dan Chibaku Tensei… Tapi aku tidak yakin aku sudah bisa menguasai Rinne Tensei no Jutsu."

Rias yang melihat kejadian itu pun menggigit bagian bawah bibirnya dan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Natsumi, putri dari Naruto dan Sara. Kemudian dia menatap Sara yang sudah menghapus air matanya dan berkata "Maafkan aku Sara, kalau saja Naruto-kun tidak datang untuk menemuiku setelah 1 tahun tidak bertemu maka…"

"Cukup Rias…" Potong Sara yang menatap Rias dengan tatapan serius dan kemudian dia berkata "Ini bukan salahmu, jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri seperti yang dilakukan Naruto-kun. Kau juga mempunyai anak dari Naruto-kun, jadi wajar saja kalau dia pergi padamu Rias. Ditambah Naruto-kun belum mengetahui kalau Natsumi-chan adalah putriku dengan dia saat itu."

"Terima kasih Sara, terima kasih…" Ucap Rias yang memeluk Sara dan menangis di pelukannya. Naruto dan yang lain tersenyum saat melihat itu karena melihat hubungan Sara dan Rias semakin mendekat.

"Sama-sama, Rias." Balas Sara.

-Kuoh Academy, DxD Dimension-

Setelah pertarungan dengan Loki dan juga perkelahian Naruto dan Toneri… Tim peerage Sona, Rias dan juga Naruto kembali ke Kuoh dengan keadaan memuaskan karena mereka bisa mempertahankan Asgard dari Loki meskipun banyak kerusakan di sana-sini, Odin juga setuju untuk beraliansi dengan Tim DxD dan juga dia membebaskan Rossweisse sebagai asistennya dan memberikan dia sebagai anggota terakhir peerage dari Rias. Naruto yang masih memikirkan perkataan Toneri pun bersantai di luar dan menikmati hembusan angin segar yang mengenai wajah dan rambutnya dan kemudian Sirzech pun datang menemuinya.

"Selamat malam, Sirzech-niisama…" Ucap Naruto dan kemudian dia menatap Sirzech yang sepertinya sedang menatapnya dengan serius "Ada yang bisa aku bantu onii-sama?"

"Naruto…" Ucap Sirzech dan kemudian dia melanjutkan "Apa kau mempunyai perasaan atau hubungan dengan gadis lain selain Rias?"

"Ya." Jawab Naruto tanpa melihat wajah dari Sirzech.

Pandangan Sirzech pun mengeras saat mendengar itu. Dia sudah tahu kalau hubungan Naruto dan Sara tidak seperti hubungan Sairaorg dan Kuisha dan terlihat seperti hubungan Naruto dengan Rias ataupun dia dengan Grayfia, tapi dia ingin tahu saja karena dia telah mendengar laporan dari perkelahian Naruto dan Toneri tentang Natsumi "Siapa?"

"Sara…" Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Queen dan juga ibu dari anakku."

"Kau mengkhianati Rias?" Tanya Sirzech dan kemudian dia berkata dengan amarah yang sudah memuncak "Aku tidak percaya kau bisa melakukan ini pada adikku, Naruto!"

"Aku juga tidak ingin mempercayainya onii-sama." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Tapi bagaimana bisa aku mengatasinya… Saat aku mendapat misi dari desaku, aku terjebak dalam masa lalu bersama dengan Yamato-taichou karena penjahat yang aku buru melakukan time travel untuk kabur dari aku, Sakura, Sai dan Yamato-taichou. Aku takut dan panik karena aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk kembali pada Rias-chan. Dan kemudian aku bertemu dengan dia."

"Sara… Mantan ratu yang saat itu masih menjadi tuan putri dari kerajaan yang sudah tidak ada lagi melainkan reruntuhannya di waktuku yaitu Rouran. Saat melihatnya, jantungku berdegup kencang dan aku teringat pada Rias-chan saat aku melihatnya. Dan kemudian dia terjatuh dari balkon istana miliknya yang sangat tinggi karena didorong oleh perdana menteri-nya yang bernama Anrukozan yang ternyata adalah penajahat yang kami buru-buru yaitu Mukade yang menyamar saat dia pergi ke masa lalu." Tambah Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Pada awalnya aku hanya menganggapnya sebagai teman karena dia mengingatkanku pada Rias-chan. Tapi karena kepanikan yang terjadi padaku karena aku takut kalau aku tidak bisa kembali ke waktuku dan menemui Rias-chan kembali dan perasaanku yang sudah tumbuh pada dia membuat kami kehilangan kontrol dan kami pun berciuman dan melakukan hubungan itu seolah kami sudah mengenal sejak lama. Dan dari hubungan itu lahirlah Natsumi Uzumaki, tuan putri dari ratu Sara dari Rouran dan juga shinobi dari Konoha, Naruto Uzumaki. Tapi aku tidak pernah mengetahui kalau dia adalah putriku sampai Sara memberitahuku sendiri dari mulutnya setelah dia dihidupkan oleh Rikudou Sennin dan dia menjadi Queen dari peerageku."

Sirzech pun menggangguk mengerti meskipun dia sedikit kecewa saat mendengar kalau Naruto bukan hanya memiliki anak dari adiknya tapi juga Queen-nya "Jadi… Apa yang terjadi padanya? Apa dia merupakan salah satu korban dari kehancuran duniamu itu, Naruto?"

"Ya, itu benar." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Oh ya, dan aku minta maaf juga onii-sama. Karena sepertinya aku juga memiliki perasaan pada Akeno, queen dari Rias-chan."

"Apa Rias tahu tentang itu?" Tanya Sirzech.

"Iya…" Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Dia tidak masalah akan itu, tapi dia bilang kalau aku akan menambah harem lagi… 3 orang itu akan membunuhku."

"Ya sudah kalau begitu. Kalau Rias tidak masalah dengan itu, aku berarti tidak bisa berbuat apa-apa untuk melarangnya." Balas Sirzech yang kemudian langsung pergi menggunakan teknik segel teleportasinya.

Setelah Sirzech pergi, Naruto pun menatap foto Natsumi yang Sara berikan padanya saat anaknya itu masih berumur 4 tahun 'Ne, Natsumi-chan… Kalau kau masih hidup, apa yang menurutmu harus ayahmu itu lakukan pada Toneri dan Hinata? Tapi omong-omong tentang mereka berdua, kenapa hanya Toneri saja dan tim dari Vali yang membantu di Asgard. Bukannya mereka itu partner? Bagaimana menurutmu Kurama?'

"Menurutku mereka mempunyai tujuan yang berbeda jadi hubungan kerja sama mereka menjadi agak renggang." Jawab Kurama.

-Khaos Brigade-

Para anggota Khaos Brigade yang berasal dari Old Maou Faction dan juga Hero Faction saat ini sedang melakukan rapat tersembunyi dan itu membicarakan tentang ketua mereka yaitu Ophis. Mereka berniat membunuh Ophis dengan racun dari Samael karena merasa Ophis sudah tidak pantas lagi menjadi ketua apalagi ditambah mereka sudah tahu tentang Ophis yang mengirim tim Vali dan Toneri untuk membantu Asgard melawan Loki. Tapi mereka dibuat cukup terkejut saat melihat Hinata yang masuk ke tempat mereka berdiskusi dengan seringai yang muncul di wajah cantiknya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dua dadanya.

"Kalian sedang membicarakan apa, hmmm?" Tanya Hinata dengan seringai yang masih menempel di wajah cantiknya.

"Itu bukan urusanmu, Hyuga." Jawab salah satu anggota Old Maou Faction, Shalba Beelzebub dengan kesal "Cepat keluar, sebelum kami semua membunuhmu dan memperkosamu di tempat."

"Hahahahahaha." Tawa Hinata pun menggelegar setelah mendengar ucapan Shalba dan kemudian seringai yang muncul di wajah Hinata pun menghilang dan dia pun menatap tajam Shalba dengan Tenseigan miliknya dan juga membuat Shalba memucat "Kau pikir kau bisa membunuhku, cih… Kau saja tidak bisa mengalahkan Toneri, apalagi membunuhku. Kau harus satu hal, Shalba. Kekuatan mataku ini lebih superior dari mata milik Toneri, jadi aku lebih kuat daripada Toneri. Jadi jaga ucapanmu itu sebelum aku menghancurkan tubuhmu dengan kekuatanku ini, Shalba Beelzebub."

Shalba pun menggertakkan giginya karena dia kesal dengan apa yang dikatakan Hinata yang memang tepat sasaran. Cao-Cao yang tidak ingin rencana mereka bocor dan juga dia tidak ingin Hinata menjadi musuh pun berkata "Jadi apa mau-mu ke sini, Hyuga-san?"

"Aku dengar kalian berencana membunuh dewi naga tidak terbatas itu kan?" Ucap Hinata dan itu membuat wajah mereka memucat karena mereka agak takut kalau Hinata memberitahukan rencana mereka pada Ophis, tapi kemudian dia menyeringai dan berkata "Aku bisa membantu kalian tentang itu."

Mereka pun shock atas apa yang dikatakan Hinata, kemudian salah satu member Hero Faction bernamaJeanne "Benarkah itu?"

"Ya, mungkin ini tidak akan membunuhnya tapi dengan teknik baru milikku…" Ucap Hinata yang mulai menyeringai dan kemudian dia melanjutkan "Aku bisa mengambil sebagian besar kekuatan Ophis dan memasukkannya ke dalam diriku. Membuatnya menjadi naga yang lemah dan kekuatannya hanya setara dengan Vali khukhukhu."

"Kau yakin akan melakukan itu?" Tanya Cruzerey Asmodeus dengan tatapan tajam pada Hinata "Partnermu, Toneri Otsutsuki itu sangat peduli pada Ophis. Aku tidak yakin kalau dia akan membiarkanmu melakukan itu pada Ophis."

"Aku akan memberikannya dua pilihan, hidup atau mati." Jawab Hinata dan kemudian dia melanjutkan "Lagipula jika dia memilih untuk mati, itu tidak masalah untukku. Maksudku, dia hanyalah bidak untuk tujuanku… Aku memanfaatkan kebenciannya pada Naruto Uzumaki agar dia membunuhnya dengan tangannya sendiri dan aku hanya tinggal bersantai dari balik layar. Tapi dia sudah mulai agak ragu akan kebencian dan dendamnya sendiri pada Naruto dan sahabatnya yang bernama Sasuke itu, jadi aku sudah tidak membutuhkannya lagi."

"Jadi kapan kau akan merencanakan rencanamu itu, Hinata?" Tanya Cao-Cao.

"Secepatnya…" Jawab Hinata yang sudah keluar dari tempat diskusi antara Old Mao Faction dan Hero Faction.

Sedangkan dengan Toneri yang saat ini sedang melakukan semedi di sebuah tempat kosong pun tiba-tiba membuka matanya dan wajahnya terlihat pucat dan gelisah. Arthur yang melihatnya pun langsungmenghentikan kegiatannya yang sedang membersihkan pedangnya dan langsung melihat Toneri dengan tatapan cemas.

"Toneri-san, kau tidak apa-apa? Kau terlihat cemas." Tanya Arthur.

"Arthur, Vali, Kuroka, Bikou, kita harus kembali ke markas secepatnya." Jawab Toneri.

"Memangnya kenapa Toneri-san?" Tanya Kuroka.

"Aku merasa Ophis sedang dalam bahaya." Jawab Toneri yang sudah segera berlari ke arah markas Khaos Brigade.

Yang lain pun menyusulnya dan Vali yang terbang dengan menggunakan armor Balance Breaker-nya pun berkata "Apa Ophis-sama diserang oleh aliansi ketiga fraksi? Tapi aku tidak yakin kalau mereka bisa melukai Ophis-sama. Ophis-sama itu dewi naga tidak terbatas, tidak mungkin dia kalah dengan mudah."

"Jangan banyak tanya dulu, Vali! Yang penting kita sampai ke markas dengan cepat." Balas Toneri dengan ekspresi marah dan kemudian dia melanjutkan "Vali, Kuroka… Jika dugaanku tentang orang yang berniat menyerang Ophis itu benar, aku ingin kau menghancurkan laboratoriumku dan seluruh isinya. Jangan sampai ada yang tertinggal sekalipun."

Vali dan Kuroka pun menggangguk, kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Mereka pun sampai di markas Khaos Brigade dan mereka semua berpencar, Vali dan Kuroka pergi ke laboratorium Toneri, Bikou dan Arthur mencari Le Fay, dan Toneri mencari Ophis. Toneri pun menemukan Ophis yang terlihat emosi saat melihat Hinata, Cao-Cao dan para anggota Hero Faction dan para member Old Maou Faction.

Melihat kedatangan Toneri, Hinata pun menyeringai dan dia pun berkata "Hohoho, kau datang tepat waktu Toneri."

"Hinata!" Teriak Toneri, kemudian dia melanjutkan "Apa yang kau ingin lakukan pada Ophis?"

"Kau lihat saja sendiri…" Ucap Hinata dan kemudian dia mengaktifkan Tenseigan miliknya dan menempelkannya di tangan Toneri "Saat ini kau akan melihat saat dimana aku akan memiliki kekuatan naga, Toneri Otsutsuki."

"Arrrrrggggghhhhhh!" Teriak Ophis saat kekuatannya seolah disedot paksa oleh Hinata 'Tangannya menembus tubuhku dan kekuatanku disedot paksa olehnya. Ini sakit sekali… Toneri-kun, tolong.'

"Ophis!"

Melihat itu Toneri pun langsung melesat untuk mengagalkan rencana Hinata untuk mengambil kekuatan Ophis tapi ada beberapa pengkianat yang menahannya dan dia pun berkata "Minggir kalian semua brengsek!"

Buuuuaaakkk

Buuuuaaakkk

Buuuuaaakkk

Tapi Toneri terlambat, Hinata telah berhasil menyerap setengah kekuatan Ophis dan dia pun mencengkram leher Ophis dan berkata "Sepertinya sudah cukup, terima kasih untuk kekuatanmu ya Ophis-chan."

Dia pun kemudian melempar Ophis tapi Toneri berhasil menahan tubuhnya. Ophis yang melihat Toneri pun tersenyum tulus dan berkata "Terima kasih kau tidak mengkhianatiku seperti mereka, Toneri-kun."

Ophis pun menutup mata karena kelelahan setelah setengah kekuatannya diambil paksa oleh Hinata. Toneri yang melihat Ophis yang memejamkan matanya pun membatin 'Maaf aku terlambat, Ophis…'

"Apa yang terjadi Toneri-san? Dan apa yang terjadi pada Ophis-sama?" Tanya Arthur yang datang bersama dengan Bikou dan juga Le Fay yang ternyata disekap oleh beberapa pengkhianat yang membantu Hinata.

"Kau dan teman-temanmu, bawalah Ophis ke tempat aman dan rawat dia, Arthur." Balas Toneri.

"Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Arthur yang sudah menggendong Ophis yang diberikan oleh Toneri.

"Aku…" Balas Toneri yang menaikkan kekuatannya secara gila-gilaan dan menggunakan kekuatan Tenseigan Chakura Mode miliknya. Kemudian dia menatap para pengkhianat itu dengan tajam dan berkata "Aku akan menghabisi mereka semua atas apa yang telah mereka lakukan pada Ophis."

-To Be Continued-

AN: Chapter 23 Heroes From Another World is up. Maaf kalo lama, abis punya emu GBA di HP ane suka keterusan maen game GBA di HP kaya Final Fantasy I-V, Tales of Phantasia, Breath of Fire I-II, and many more. Maaf kalau chap ini membosankan, tapi maklumin aja ya… Ane udah lama enggak megang kompi soalnya. Maen Facebook aja belum pernah lagi sekarang hehehe.

Review:

Kirito Cesar:

Ini udah update.

Silent110407:

Hahahaha, dikira author-nya yang sialan.

Ayub L Lawliet:

Yang jadi member Shin Akatsuki cuma Toneri, tim Vali, sama peerage Raiser doang kayaknya.

Hoppus:

Buat sekarang baru Old Maou Faction dan Hero Faction.

Apaan ya:

Kekuatan mereka memang udah setara sama dewa tapi bukan berarti mereka bisa bunuh dewa juga kan. Mau contoh, tuh Kaguya enggak mati… Cuma disegel doang.

Tsuki no Chandra:

Tanda itu kan udah hilang abis nyegel Kaguya. Segel itu bakalan ane buat balik lagi tapi enggak sekarang.

Luu Nyang Sang:

Whoops, gomen…

Lusy922:

Kan Hinata sama Toneri udah enggak sepaham, kalau soal Toneri dan Kurama… Baca chap ini bagian atas.

Andres11:

Bukannya Sasuke cuma main-main sama Fenrir ya, anak-anaknyaitu urusan Vali dan Issei.

Guest:

Udah di re-write, tapi kalo NHL jangan baca nanti mata anda bisa panas.

Guest:

Alasan ada di chap ini.

AshuraIndra64:

Naruto enggak sekarat cuma dia, Sasuke dan Toneri frustasi soalnya si Loki enggak mati-mati walaupun tubuhnya udah hancur-hancuran kena teknik mereka. Kaguya dewi juga tapi Gudoudama enggak bisa ngelenyapin dia tuh. Cuma tangannya doang putus gara-gara Naruto marah pas Kuro Zetsu menghina Obito.