Name: Heroes From Another World
Author: The World Arcana
Genre: Friendship, Adventure
Rating: M
Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima x Sara, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Asia Argento x Xenovia Quarta x Koneko Toujou x Ravel Phenex, Gaara x Reya Kusaka, Kakashi Hatake x Rossweisse, Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Rock Lee x Tsubasa Yura, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Vali Lucifer x Kuroka Toujou, Toneri Otsutsuki x Ophis
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Chapter 24: Enemy of My Enemy Is My Friend
-Asgard, DxD Dimension-
Melihat Toneri menggunakan Tenseigan Chakura Mode miliknya membuat banyak pengikut Hinata menyerang Toneri tapi dia bisa mengalahkan mereka dengan sangat mudah. Kemudian saat Cruzerey Asmodeus dan juga Shalba Beelzebub berniat menyerang Toneri, Hinata pun menghentikan mereka.
"Biarkan aku mengurus dia, Shalba, Cruzerey…"
"Apa kau serius Hinata?" Tanya Shalba dan kemudian dia melanjutkan "Bukankah dia adalah partnermu? Bisa saja kan kita menggunakan dia untuk menjalankan rencana kita…"
"Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Ophis saja dan melihat aku memperlakukan Ophis seperti itu, Toneri tidak bisa diajak bernegosiasi lagi." Jawab Hinata dan kemudian dia menyeringai kejam "Lagipula aku sudah tidak membutuhkannya lagi, maka aku akan membuangnya seperti sampah…"
"Jangan sombong kau Hyuuga!" Teriak Toneri dan kemudian dia melesat dan berkata "Aku akan tunjukkan siapa yang lebih superior di antara kita…"
"Datanglah padaku dengan niat membunuh, Otsutsuki!" Tantang Hinata dan itu berhasil membuat Toneri tersulut emosi.
"Rasakan ini pengkhianat busuk!" Teriak Toneri yang sudah melesatkan pukulan ke arah Hinata.
Boooooommmm
Toneri pun shock saat melihat Hinata berhasil menahan pukulannya dengan satu tangan saja 'Mustahil…'
"Inikah kekuatanmu yang kau bilang akan kau gunakan untuk membunuhNaruto Uzumaki-kun dan Sasuke Uchiha, hmmm…" Ucap Hinata dengan nada meremehkan dan dia pun mendorong tinju Toneri yang dia tahan dengan tangannya dan membuatnya terdorong ke belakang "Lemah…"
Toneri pun menggertakkan giginya dan membatin 'Mata serta chakra Hamura-sama yang dia warisi sudah membuatnya menjadi yang terkuat di antara kami, para keturunan Hamura-sama. Tapi ditambah dengan kekuatan Ophis yang merupakan Infinite Dragon Goddess, ini membuatku semakin sulit untuk mengalahkannya… Sial, apa yang harus aku lakukan?'
"Kenapa Otsutsuki?" Tanya Hinata yang sudah menyalingkan kedua tangannya di depan kedua dadanya yang berukuran wow dengan tatapan bosan terhadap Toneri "Apa kau sudah sadar sekarang tentang gap antara kekuatanmu dan kekuatanku yang sudah berbeda sangat jauh khukhukhu…"
"Aku akui dengan kekuatan mata dan chakra Hamura-sama serta kekuatan yang kau curi dari Ophis telah membuatmu semakin kuat." Jawab Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Tapi jangan harap kau bisa membuatku menyerah untuk tidak menghabisimu atas apa yang kau lakukan pada Ophis, Hyuuga keparat…"
'Dia semakin cepat dibandingkan dengan kecepatannya yang tadi…' Batin Hinata, dia pun merasakan chakra Toneri dengan Tenseigan miliknya yang sudah bertambah kuat karena dia telah mencuri sebagian kekuatan Ophis, tapi tiba-tiba saja kepalanya kesakitan dan membuatnya memegang kepalanya itu 'Ukh, sial… Ternyata aku belum bisa mengendalikan kekuatan dari Ophis sepenuhnya.'
'Jadi dia belum bisa menguasai sepenuhnya kekuatan Ophis…' Batin Toneri dan dia pun muncul dengan cepat dan pedang yang terbuat dari chakra Tenseigan Chakura Mode telah terbentuk di tangannya 'Ini kesempatanku!'
"Hakke Kusho!"
Booooooommm
Di sebuah tempat jauh dari markas Khaos Brigade, terbangunlah pemuda berambut silver acak-acakan dengan haori dengan magatama di lehernya. Dia adalah Toneri Otsutsuki… Dia pun melihat tempat dia membuka mata dan merasakan bahwa tempat ini cukup asing bagi-nya dan dia pun membuka pintu dan melihat tim Vali dan Ophis yang sudah siuman meskipun masih agak lemas melihatnya dengan tatapan senang.
"Akhirnya kau sadar Toneri-sama / Toneri-san / Toneri-kun."
"Vali, Kuroka, Arthur, Bikou, Le Fay, Ophis…" Ucap Toneri yang melihat rekan-rekannya dan juga gadis yang dia cintai, kemudian dia teringat sesuatu "Jadi… Aku kalah?"
"Iya…" Jawab Arthur dan kemudian dia melanjutkan "Kau hampir menusuknya dengan pedang chakramu dan mengalahkannya tapi dia berhasil menguasai kekuatan Ophis-sama yang dia curi dalam saat-saat terakhir dan kemudian dia menyerangmu dan membuatmu terlempar keluar dari markas dan menabrak pohon dengan keras."
'Sial…' Batin Toneri dan kemudia dia melihat Ophis dan berkata "Maafkan aku karena aku terlambat untuk menolongmu, Ophis."
"Tidak apa-apa…" Balas Ophis dan kemudian dia melanjutkan "Memang aku sedikit lemas karena sebagian besar kekuatanku di ambil oleh si brengsek itu, tapi yang penting aku masih hidup. Jadi aku masih bisa membalas si baka-red itu nanti ufufufufu…"
Duaaakkk
"Oy! Apa yang kau lakukan itu, baka? Sakit tahu…" Ucap Ophis dengan kesal karena kepalanya di sentil dengan kasar oleh Toneri.
"Hoi, kau gila ya gadis loli…" Balas Toneri dengan kesal dan membuat Ophis menatapnya dengan tajam "Aku sangat khawatir padamu tadi, idiot. Tapi yang kau pikirkan hanyalah dendammu pada naga besar buluk di atas sana itu. Jangan seenaknya, gadis bego… Aku jadi menyesal telah mengkhawatirkanmu tadi."
"Maaf…" Balas Ophis yang menyadari Toneri marah karena Ophis terlalu mengganggap enteng kejadian dirinya yang hampir mati oleh Hinata tadi "Terima kasih karena kau tidak mengkhianatiku seperti mereka Toneri-kun, aku sungguh senang. Tapi bisa aku tanya padamu sesuatu?"
"Hmmm, apa itu?"
"Kenapa kau melindungiku dan melawan Hinata yang merupakan partnermu itu, Toneri-kun?"
"Itu bukan urusanmu…" Jawab Toneri santai tapi saat Kuroka menyeringai padanya, dia pun membatin 'Sial! Sepertinya dia mengetahui aku mempunyai perasaan pada gadis loli tsundere ini dan membuatku menolongnya, tch…'
"Baiklah kalau kau tidak mau mengatakannya, aku tidak memaksa kok." Balas Ophis dengan santai tapi yang lain bisa lihat kalau dia terlihat kesal 'Dasar cowok bego. Bisakah dia menjawab sesuatu untuk menyenangkan hatiku sedikit saja. Apa-apaan jawabannya itu, ugh! Dasar cowok bego, menyebalkan, dan tidak peka.'
"Jadi Vali apa kau sudah melakukan apa yang aku minta?" Tanya Toneri.
"Ya, aku dan Kuroka sudah menghancurkan laboratorium tempatmu membuat benda bernama Kote itu." Jawab Vali dan kemudian dia berkata "Tapi kenapa kau meminta aku dan Kuroka untuk melakukannya? Bukannya kau sudah membuat benda itu dengan susah payah?"
"Aku sudah merasakan bahwa mereka akan mengkhianati Ophis, jadi aku memutuskan untuk menghancurkan laboratorium penelitianku." Jawab Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Karena benda buatanku itu berbahaya… Manusia, iblis, bahkan malaikat dan malaikat jatuh bisa menggunakan teknik seperti yang aku, Hinata dan juga Uzumaki serta Uchiha miliki meskipun mereka tidak mempunyai aliran chakra seperti kami. Jika itu jatuh di tangan mereka, mereka bisa menggunakan jurus-jurus ninja yang berbahaya itu sesuka mereka jadi aku memutuskan hal itu."
Vali menggangguk setuju atas perkataan Toneri, karena dia melihat sendiri kalau Toneri bisa menggunakan teknik Kage Bunshin dan Rasengan milik Naruto dan juga Hakke Kushou milik Hinata, Neji dan kebanyakan klan Hyuuga. Kemudian Bikou pun melihat Toneri dan berkata "Jadi apa yang harus kita lakukan selama Ophis-sama dalam keadaan seperti ini, Toneri-san?"
"Kita akan pergi ke Kyoto dan meminta bantuan pada seseorang yang aku kenal disana?"
"Siapa?"
"Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha…"
-Kyoto, Japan-
Jadi disinilah mereka saat ini… Toneri, Ophis dan Tim Vali saat ini sedang berada di tempat tinggal para Youkai dan juga markas dari organisasi yang dibuat Naruto dan anggota peeragenya, Shin Akatsuki. Ophis dan juga Vali serta timnya tidak mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh Toneri sampai-sampai dia memutuskan untuk pergi ke kandang singa saat ini. Toneri pun melihat Naruto yang sedang berjalan-jalan bersama dengan Akeno yang saat ini sedang menggendong Aisha karena ibunya sedang ada urusan di Underworld, mereka juga terlihat mesra saat ini. Toneri pun memutuskan untuk memunculkan dirinya beserta dengan tim Vali dan juga Ophis di hadapan Naruto, Akeno dan Aisha dan membuat Naruto siaga dan mengeluarkan kunai dari kantung ninja-nya dan berdiri di depan Akeno untuk melindungi Akeno dan Aisha.
"Mau apa kau kesini Otsutsuki?" Tanya Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Jika kau kesini untuk membunuh Aisha… Jangan harap aku akan membiarkanmu untuk membunuhnya, sama seperti saat kau membunuhputriku yang bernama Natsumi."
"Aku hanya ingin bicara padamu, Uzumaki." Jawab Toneri.
"Huh…"
Naruto pun membawa mereka ke dalam markas Shin Akatsuki membuat para survivor Elemental Nation serta Jiraiya dan Rias yang telah kembali dari Underworld pun menatap tajam Toneri yang masuk ke markas mereka. Melihat itu Sasuke langsung mengaktifkan Eternal Mangekyou Sharingan dan juga Choku Tomoe Rinnegan miliknya dan berkata "Jadi kenapa dia dan tim-nya bisa berada disini, huh dobe… Apa mereka menyerahkan diri pada kita dan ingin aku membakar mereka dengan Amaterasu sampai tubuh mereka hancur menjadi abu."
Tapi Naruto mengabaikan perkataan Sasuke dan membuatnya jengkel dan membuat Sasuke berniat menonjok muka leader-nya yang satu ini karena telah membawa musuh ke dalam markas mereka, tapi dia hentikan saat dia melihat tatapan tajam Naruto pada Toneri "Jadi cepat katakan apa tujuanmu datang kesini… Kau tidak datang kesini untuk tujuan bunuh diri kan?"
"Tch, tentu saja tidak…" Decih Toneri dan kemudian dia pun meneguk ludah karena dia merasa gengsi karena dia harus meminta tolong pada dua musuhnya itu tepatnya musuh dari musuhnya "Aku ingin kau menerima Vali dan tim-nya serta gadis cebol gothic ini bergabung dalam organisasi kalian."
Mereka semua pun terkejut akan perkataan Toneri dan kemudian Sasuke mengeluarkan Kusanagi dan mengarahkannya ke leher Toneri dengan cepat dan membuat Ophis agak panik tapi Toneri tidak terlihat gentar sama sekali "Setelah apa yang kau lakukan, seenaknya saja kau meminta bantuan sebesar itu pada kami. Tenang saja dobe, kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk membalas dendam atas semua kematian orang-orang di Elemental Nation. Karena, aku yang akan membunuhnya sekarang juga…"
Belum pedang Sasuke memutuskan kepala Toneri dari tubuhnya, pedangnya sudah ditahan oleh tangan Naruto dan membuat tangannya berdarah "Kenapa? Kenapa kau melindunginya, dobe!"
"Sasuke, ini bukan dirimu…" Ucap Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Tindakanmu ini mengingatkanku pada dirimu yang dulu sebelum kita bertarung di lembah akhir untuk yang kedua kalinya. Aku tahu kau dendam pada orang ini, aku juga sama teme! Orang ini telah membuat banyak orang di Elemental Nation tewas seperti Konohamaru, Natsumi-chan, Bee-occhan, Teuchi-jiichan, Ayame-neechan, Tsunade-baachan dan juga Shizune-neechan. Tapi jangan sampai dendam itu akan membuatmu seperti yang dulu lagi dan kau akan mengganggap kami semua sebagai musuh bahkan memutuskan hubungan dengan kami semua seperti dulu!"
Sasuke pun tersentak saat mendengar Naruto mengatakan itu. Naruto memang benar dulu dendamnya telah membuatnya seperti orang gila dan bahkan mengganggap semua orang di dunia ini adalah musuhnya, dia tidak ingin hal seperti itu lagi. Jiraiya yang melihat Toneri pun kemudian berkata "Aku tidak mengerti kenapa kau meminta hal semacam ini Otsutsuki-san. Bukannya kau dan mereka adalah anggota dari Khaos Brigade… Tapi kenapa kau meminta bergabung dalam organisasi Shin Akatsuki milik Naruto?"
"Organisasi Khaos Brigade telah dikhianati oleh seseorang dan dia menggulingkanku sebagai ketua." Jawab Ophis yang mengepalkan tangannya saat mengingat pengkhianatan Hinata, Old Maou Faction dan Hero Faction.
"Jadi dia Ophis yang merupakan ketua dari Khaos Brigade?" Tanya Jiraiya dan membuat Vali dan timnya menggangguk "Aku tidak menyangka pemimpin sebuah organisasi yang ditakuti 3 fraksi makhluk supernatural ternyata adalah seorang bocah loli gyahahaha…"
"Sayangnya gadis loli yang cebol, menyebalkan dan tsundere ini memang benar-benar ketua kami." Ucap Toneri dengan menghela nafas panjang dan membuat Ophis menatap tajam sang Gama Sennin dan juga Toneri membuat Vali dan tim-nya tertawa karena mereka tahu hanyalah Toneri yang berani mengejek ketua mereka dengan sangat parah dan anehnya dia tidak bisa melakukan apa-apa.
"Tapi bagaimana bisa kau dikhianati, Ophis-san?" Tanya Rias dan kemudian dia melanjutkan "Maksudku… Dari rapat antar 3 fraksi yang kami hadiri, aku tahu kau itu seseorang yang kuat dan yang bisa mengalahkanmu hanyalah Great Red dan Trihexa."
"Old Maou Faction dan juga Hero Faction yang dipimpin oleh Hinata berkomplot untuk melawanku." Jawab Ophis dan kemudian dia melanjutkan "Hinata menggunakan teknik mata barunya untuk mengambil setengah kekuatanku dan dengan itulah dia berhasil mengalahkanku."
"Hinata yang melakukan ini?" Tanya Sakura yang badannya telah bergetar mendengar mantan sahabatnya telah bertambah kuat dan bahkan dia bisa mencuri kekuatan sosok yang rumornya kekuatannya tidak pernah habis seperti Kurama "Apa itu mungkin?"
"Itu mungkin…" Jawab Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Teknik dari mata Tenseigan-ku memang mempunyai kemampuan khusus untuk mengambil chakra seseorang atau mencuri kekuatan seseorang dan menggunakannya untuk dirinya sendiri. Aku bisa saja menggunakan itu untuk mencuri chakra di tubuh Uzumaki dan mengambilnya untuk diriku sendiri tapi aku tidak bisa atau tidak sanggup."
"Kenapa?"
"Chakra individual Naruto Uzumaki dan juga chakra semua Bijuu yang ada di dalam tubuhnya itu sungguh besar, bahkan melebihi Ophis… Jadi aku tidak mampu mencurinya." Jawab Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Jika aku memaksakannya maka tubuhku akan overload dengan kekuatan chakra yang aku curi dan itu bisa membuat tubuhku hancur. Berbeda dengan Hinata, mata Byakugan yang dia miliki itu sekuat milik Hamura-sama dan setelah dia menggabungkan matanya dengan mata Byakugan milik Hanabi yang juga tergolong kuat membuatnya menjadi Tenseigan yang cukup kuat bahkan melebihi kekuatan Tenseigan milikku dan membuatnya bisa mencuri setengah kekuatan Ophis tanpa mengalami overload meskipun kekuatan Ophis sedikit memberontak saat aku melawannya tapi dia bisa mengendalikannya di detik-detik terakhir dan membuatku berhasil dikalahkan oleh dia."
"Tapi aku tidak mengerti kenapa kau meminta bantuan pada kami…" Ucap Itachi dan kemudian dia melanjutkan "Maksudku, kita itu musuh dan kau mempunyai masalah tertentu dengan adikku dan Naruto."
"Musuh dari musuhku adalah temanku." Balas Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Karena itulah aku meminta bantuan kalian, karena kalian merupakan musuh dari Hinata dan Khaos Brigade sama sepertiku dan rekan-rekanku serta Ophis."
Setelah Toneri mengatakan itu, Naruto pun menerima Vali dan timnya bergabung ke dalam Shin Akatsuki karena dia tahu pasti Koneko akan senang saat dia bisa menemui kakaknya sesuka hati karena Kuroka bergabung dalam organisasi milik Naruto dan juga anggota peeragenya juga sepertinya sudah tidak keberatan saat mereka mendapatkan anggota baru seperti Le Fay Pendragon si loli yang cantik dan imut, Arthur yang merupakan pendekar pedang yang bisa sparring dengan Sasuke dan Kakashi, Bikou yang selalu membuat Rias dan Sara kesal karena panggilannya yang memanggil Sara dengan julukan 'Ratu Tomat' dan juga Rias dengan julukan 'Putri tomat', serta Vali yang merupakan rival Issei yang doyan bertarung dan jika tidak sedang bertarung pasti dia akan selalu melirik Kuroka terutama bagian bokongnya beda dengan Issei yang selalu tertarik pada oppai wanita. Toneri ditawari juga untuk bergabung tapi dia menolak dan berencana untuk melakukan solo adventure tapi Ophis mengikutinya karena menurutnya tanpa Toneri seperti ada yang kurang dalam dirinya dan membuat wajah Toneri memerah dan Kuroka tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Toneri dan membuat Toneri menatapnya dengan tajam dan membuat semua orang kecuali Toneri dan Kuroka bingung.
Saat ini Naruto pun berada di ruang kerjanya dan tangannya yang tergores oleh serangan Kusanagi milik Sasuke sedang diobati oleh Akeno meskipun dia bilang bahwa luka itu akan sembuh sendiri nanti oleh Kurama dan para Bijuu yang lain "Hei, Akeno…"
"Hmmmm…."
"Menurutmu apa yang aku lakukan ini sudah benar?" Tanya Naruto.
"Tentu saja sudah…" Jawab Akeno yang tersenyum manis pada Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kau sudah membuat Koneko bisa bertemu dengan kakaknya sesuka hatinya dan kau sudah berlapang hati memberikan kesempatan kedua pada mereka terutama pada Toneri-san meskipun dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar pada kau, Sasuke-san dan teman-temanmu yang lain."
"Oh ya Akeno, apa hubunganmu dan ayahmu telah membaik?" Tanya Naruto.
"Hmm, begitulah…" Jawab Akeno dan kemudian dia melanjutkan "Kenapa kau bertanya? Ara, ara… Apa kau ingin menemui ayahku dan kemudian melamarku?"
"Oy, oy! Jangan bicara sembarangan, aku belum siap untuk menikah kau tahu…" Ucap Naruto.
"Tapi kau siap untuk menikahi Rias terlebih dahulu." Balas Akeno yang sudah menatapnya dengan tajam.
'Sial, dia marah…' Batin Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Maksudku bukan begitu, Akeno. Tapi menikah di saat-saat seperti ini… Apa kau mau nanti kalau anak-anak kita akan terkena dampak konflik yang harus kita hadapi karena masalah ini. Kau lihat Aisha-chan, dia hampir mati oleh Hinata saat rapat tiga fraksi waktu itu. Apa kau ingin kalau kita mempunyai anak dan kemudian dia akan mengalami nasib seperti Aisha-chan? Aku tidak ingin itu terjadi… Aku tidak ingin kalau kita mempunyai anak maka anak kita akan mendapatkan nasib yang sama seperti Natsumi-chan"
"Naruto-kun, maaf. Tidak seharusnya aku berbicara begitu." Ucap Akeno yang merasa bersalah atas apa yang dia katakan pada Naruto.
"Tidak masalah…" Balas Naruto yang saat ini sudah membuat Akeno terduduk di kursinya dan mencium bibir ranumnya dan Akeno pun membalas ciumannya. Kemudian dia pun mendengar sesuatu dan dia pun menghentikan ciumannya dengan Akeno "Ayo kita keluar sebelum Rias-chan dan Sara-chan menghabisi anggota baru organisasiku ini…"
"Putri tomat dan ratu tomat, huh…" Ucap Akeno dan kemudian dia menyeringai dan berkata 'Itu bisa kugunakan sebagai blackmail ufufufufu.'
Naruto yang keluar dari ruangannya bersama Akeno pun berhasil menghentikan Rias dan Sara yang sedang menyerang Bikou secara bertubi-tubi karena panggilannya pada mereka berdua. Kemudian dia dan semua anggota Shin Akatsuki yang sudah memakai jubah berwarna hitam dengan motif awan berwarna merah(AN: Jubah yang dipake Sasuke dan tim Taka saat mereka masih tergabung di Akatsuki.)pun pergi ke markas DxD dan disana mereka pun dibuat terkejut oleh kehadiran Vali dan timnya tapi Koneko dan Issei berbeda, Koneko yang melihat kakaknya matanya langsung meneteskan air mata dan langsung memeluk kakaknya itu dan Issei pun melakukan bump fist pada Vali yang memang telah bersahabat setelah insiden Loki di Asgard.
"Nee, Shirone-chan… Kau jadi agak cengeng ya." Ucap Kuroka yang mengelus-ngelus surai rambut berwarna keputihan milik adiknya
Tapi Koneko hanya mempererat pelukannya pada kakaknya dan membuat Kuroka tersenyum pada Koneko. Issei yang sudah menyelesaikan bump fist-nya dengan Vali pun berkata "Bagaimana kabarmu Vali?"
"Heh, seperti yang kau lihat Issei."
"Kakek tua…"
"Bikou…"
"Naruto, mereka bukannya anggota dari Khaos Brigade…" Ucap Sirzech dan kemudian dia melanjutkan "Tapi kenapa mereka memakai jubah khas Shin Akatsuki?"
"Mereka baru bergabung hari ini…" Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Mereka bergabung karena Old Maou Faction dan juga Hero Faction dengan bantuan musuhku yang bernama Hinata Hyuuga mengkhianati Ophis dan menggulingkannya sebagai ketua."
Sirzech dan Azazel pun terkejut saat mendengar nama itu dan Sirzech pun berkata "Bukannya dia gadis yang berniat membunuh Aisha-chan dan bertarung dengan kau dan juga para peeragemu itu, Naruto-kun?"
"Itu benar Sirzech-niisama…" Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Dia berhasil melakukannya dan dia berhasil mencuri sebagian kekuatan Ophis dengan kekuatan Doujutsu miliknya yang bernama Tenseigan."
"Bagaimana dengan partnernya yang ikut bertarung dengannya waktu itu?" Tanya Azazel saat melihat keterkejutan banyak orang termasuk Sirzech bahwa Ophis bisa dikalahkan oleh manusia biasa seperti Hinata.
"Berbeda dengan Hinata, Toneri Otsutsuki sangat loyal pada Ophis." Jawab Naruto dan itu dijawab dengan anggukan oleh semua anggota mantan Khaos Brigade.
"Apa dia juga bergabung dengan Shin Akatsuki?" Tanya Sirzech.
"Tidak…" Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Dia memutuskan untuk berpetualang bersama dengan Ophis, mungkin dia masih belum siap untuk bergabung dengan musuhnya meskipun dia sudah bilang musuh dari musuhnya adalah teman."
Azazel dan Sirzech pun menggangguk mengerti dan kemudian Sirzech menatap Naruto dan berkata "Naruto-kun…"
"Ada apa nii-sama?"
"Aku akan memberitahukan bahwa rencanamu untuk membuat sebuah klan di Underworld telah berhasil." Ucap Sirzech dan itu pun membuat Naruto terkejut "Klan itu akan dikenal di Underworld sebagai House of Uzumaki, kau yang akan menjadi Lord dari House of Uzumaki dan Rias beserta Sara akan menjadi Lady dari House of Uzumaki karena mereka telah berhasil memberikan keturunan padamu. Aisha-chan juga akan menjadi heiress dari House of Uzumaki karena putri pertama Naruto bersama Sara yang bernama Natsumi telah meninggal dunia. Jadi kalian tidak keberatan dengan ini kan, Naruto-kun, Rias-chan, Sara-san."
"Aku tidak keberatan…"
-To Be Continued-
Review:
Di chap ini ente udah bakal tahu siapa yang lebih kuat. Yang gabung cuma Vali dan timnya, Toneri dan Ophis mereka berpetualang berdua, ahem.
Mikael556:
Dia ikut Toneri berpetualang.
Reika Uchiha:
Iya, bahkan lebih lemah dari beberapa musuhnya. Hinata akan terbunuh di akhir, dan untuk itu ente harus nunggu sampe the last chap biar tahu siapa yang bakal bunuh itu Hinata.
Black Head:
Dia cuma bisa ngambil setengah aja kok meskipun level mata Tenseigan miliknya lebih kuat dari Toneri. Kalau dipaksain, tubuhnya bakal overload dan tubuh dia bakal hancur karena kelebihan kekuatan di dalam tubuhnya. Dia nanti bakal ane bikin kehilangan kontrol atas kekuatan Ophis tapi pas udah di detik-detik terakhir, dia bakal bisa nguasain lagi seperti pas Hinata ngelawan Toneri di chap ini.
Alfiantohadiwinarno:
Hahahaha, ane enggak muda2 amat pak.
Rifaiuzukaki:
Udh bosen ngeliat fic NaruHina di fandom Naruto makanya ane buat crossover jadi bisa make char cewek lain selain Hinata.
Loli Kitsune-chan:
Udh pasti itu mah gyahahahaha,
Guest:
Nanti mati di chap akhir tapi masih lama, lama, lama, lama, lama… Bangettttss
Tsuki no Chandra:
Ane gak nafsu buat bikin lemon bro, paling kalo ada ya lime cuma sekadar ciuman terus menghisap dan menggigit putting oppai dan abis itu, time skip.
