Name: Heroes From Another World

Author: The World Arcana

Genre: Friendship, Adventure

Rating: M

Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima x Sara, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Asia Argento x Xenovia Quarta x Koneko Toujou x Ravel Phenex, Gaara x Reya Kusaka, Kakashi Hatake x Rossweisse, Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Rock Lee x Tsubasa Yura, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Vali Lucifer x Kuroka Toujou, Toneri Otsutsuki x Ophis

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya.

Chapter 25: Erina Lucifer

-Shin Akatsuki Headquarter, Kyoto. Japan-

Naruto Uzumaki, ketua dari organisasi bernama Shin Akatsuki saat ini sedang melihat Vali Lucifer, member baru mantan anggota Khaos Brigade yang bergabung dengan organisasinya karena adanya pengkhianatan pada bos lamanya yang bernama Ophis oleh mantan rekannya Hinata Hyuga, fraksi pahlawan yang dipimpin oleh Cao-Cao dan juga keturunan mantan Yondai Maou lama. Vali berkeinginan untuk absen dalam tugasnya untuk beberapa hari dan Naruto sebagai bos barunya penasaran dan ingin tahu alasan kenapa salah satu anak buahnya ingin absen selama beberapa hari.

"Kenapa?"

"Huh..."

"Kenapa kau ingin meminta absen selama beberapa hari, Vali?"

"Aku tidak perlu menjelaskan alasanku padamu, Naruto-san."

"Aku adalah ketuamu yang baru Vali tapi aku juga adalah teman darimu dan juga teman-temanmu. Jadi kau bisa menceritakan apapun padaku, Vali."

Vali pun menggigit bibir bagian bawahnya karena perkataan Naruto. Memang Vali sudah agak nyaman setelah bergabung dengan Shin Akatsuki meskipun pada awalnya dia dan teman-temannya bergabung karena permintaan Toneri dan Ophis, tapi dia tidak bisa begitu saja menceritakan apapun tentang dirinya serta rahasianya pada Naruto dan member dari Shin Akatsuki karena walau bagaimana pun tetap saja mereka adalah mantan musuhnya dan teman-temannya bahkan Kuroka dan Bikou pernah bertarung melawan Naruto dan Queen-nya yang bernama Sara. Tapi dia enyahkan pikiran itu dan dia memutuskan untuk mempercayai atasan barunya itu dan berkata "Aku absen untuk mengunjungi adikku Naruto-san."

Mendengar itu wajah Naruto pun sedikit terkejut dan dia pun berkata "Are, kau mempunyai adik, Vali?"

"Ya, dia lebih muda 2 tahun dariku." Jawab Vali dan kemudian dia melanjutkan "Namanya Erina Lucifer..."

"Tapi kenapa kau tidak pernah menceritakannya pada kami? Dan apa rekan-rekanmu tahu akan hal itu?"

"Aku tidak menceritakannya padamu dan yang lain karena pada awalnya aku masih belum percaya padamu sesungguhnya menerima kami yang merupakan mantan musuhmu, Naruto-san." Jawab Vali dan kemudian dia melanjutkan "Tidak, teman-temanku tidak ada yang mengetahui tentang Erina."

"Tapi kenapa?"

"Karena aku tidak ingin dia terlibat dalam masalah ini, masalah antara para makhluk supernatural. Biar aku saja yang akan berurusan dengan hal ini. Sudah cukup adikku menderita akan fakta dia terlahir dari ayah yang merupakan anak Rizevim sepertiku dan dia juga terlahir mempunyai kemampuan khusus sama sepertiku. Membuat ayahku membuat kaki adikku cacat karena hasutan pria brengsek itu sedangkan aku berhasil selamat karena aku telah membunuhnya saat kekuatan [Divine Dividing] milikku muncul dan aku kehilangan kendali akan kekuatanku karena kemarahanku atas apa yang dia lakukan pada adikku. Kalau saja aku mendapatkan kekuatan ini lebih cepat lagi, maka..."

Mendengar cerita Vali dan juga melihat tangisan yang dikeluarkan oleh sang Hakuryuukou terkuat itu membuat Naruto mengepalkan tangannya atas apa yang dilakukan oleh ayah dari Vali pada putrinya sendiri dan itu hanya karena hasutan dari ayahnya yang takut kalau kekuatan Vali dan Erina akan menyaingi mereka berdua. Kalau saja ayah dari Vali masih hidup, sudah dia cengkram kepala dari makhluk biadab itu dengan Gudoudama dan menghancurkannya "Itu semua bukan salahmu Vali."

"Apa maksudmu itu bukan salahku?" Tanya Vali dengan nada amarah pada Naruto yang sudah digabungkan dengan Killing Intent yang lumayan tinggi tapi Naruto tidak bergeming dan malah membalas tatapan Vali dengan serius

"Vali.." Ucap Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kau mungkin merasa bersalah karena kau terlambat menyelamatkan adikmu dari amukan ayahmu tapi aku mau tanya sesuatu padamu. Apa adikmu membencimu karena kecacatannya?"

"Kau lihat sendiri kan... Adikmu tidak membencimu karena dia tahu kalau ini semua bukan salahmu jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Lagipula kau sudah melakukan tugas yang bagus sebagai kakak untuk melindungi adikmu agak dia tidak terlibat dalam urusan makhluk supernatural, Vali." Ucap Naruto yang bangkit dari kursinya dan menepuk pundak Vali "Vali Lucifer... Aku mengizinkan permintaanmu untuk absen selama beberapa hari dari kegiatan organisasi untuk menemui adikmu. Dan kau juga bisa membawa adikmu kesini, siapa tahu kalau Sakura-chan dan Karin bisa menyembuhkan kaki adikmu."

"Arigatou Naruto-san..."

Setelah mendapatkan izin dari Naruto... Vali pun segera membereskan barang-barangnya dan bergegas untuk pergi ke tempat dimana dia dan adiknya tinggal tapi kemudian ada suara yang familiar di telinga-nya, membuat Vali menghentikan langkahnya "Hoy Vali..."

"Oh itu kau Issei." Balas sang keturunan dari Lucifer itu pada rivalnya yang datang bersama dengan Xenovia dan Asia "Ada apa kau kemari? Apa kau ingin berlatih dengan Naruto-san lagi?"

"Ya begitulah." Jawab Issei dan kemudian dia melanjutkan "Hey Vali, sebelum aku berlatih dengan Naruto-sensei bagaimana jika sparring terlebih dahulu."

"Maaf tapi aku tidak bisa."

Issei pun terkejut saat mendengar respon dari rivalnya yang sungguh tidak biasa. Biasanya dia yang mengajak untuk sparring, tapi kali ini...

"Kenapa?"

"Aku sedang ada urusan, mungkin lain kali Issei." Jawab Vali dan kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu, aku permisi."

Melihat kepergian Vali, Issei pun mendekati Kuroka yang sedang berbicara dengan adiknya yang bernama Koneko. Dia masih penasaran akan tingkah aneh rivalnya itu dan sepertinya bertanya pada Kuroka adalah pilihan yang bijak karena dari semua anggota tim Vali hanya Kuroka lah yang terlihat sangat dekat pada Vali dan juga sepertinya rivalnya itu menaruh hati pada mantan kriminal Underworld tersebut.

"Hei Kuroka-san?"

"Ada apa kau memanggilku, Sekiryuutei?"

"Begini... Apa kau tahu apa yang terjadi pada Vali, Kuroka-san." Jawab Issei yang sedang menahan diri untuk melihat oppai dari gadis neko itu apalagi Issei menyadari kalau rivalnya itu ada rasa pada Kuroka, jadi dia tidak ingin berpikiran macam-macam padanya yang juga kakak dari juniornya tersebut "Vali terlihat aneh hari ini, biasanya dia akan mengajakku bertarung setiap kami bertemu dengannya karena rivalitas kami tapi tadi saat aku mengajaknya sparring, dia menolak dan pergi bevitu saja. Sepertinya dia sedang terburu-buru."

"Tidak ada yang salah dengan dia kok." Balas Kuroka dan kemudian dia melanjutkan "Hanya saja dia kadang memang suka pergi beberapa hari ke suatu tempat tapi kalau kami menanyakannya, dia tidak pernah menjawab dengan jelas. Dia hanya mengatakan kalau dia sedang ada urusan dan tidak usah mengkhawatirkannya."

"Jadi dia sudah melakukan ini sejak dia dan kalian masih menjadi member Khaos Brigade?"

"Ya begitulah." Jawab Kuroka tapi kemudian dia mengepalkan tangannya dan berkata "Tapi dia tidak pernah menceritakan apapun ten kami perihal tujuan kepergiannya dan tujuannya untuk pergi kesana "

"Hei Kuroka-san..."

"Ada apa?"

"Bagaimana kalau kita ikuti saja dia."

Mendengar jawaban rival dari orang yang cintai itu, Kuroka pun menatap Issei dan melihat apa dia benar-benar serius dengan apa yang dikatakannya dan ternyata ekspresi Issei benar-benar serius dengan ucapannya "Jadi kau benar-benar serius dengan perkataanmu ya Sekiryuutei?"

"Tentu saja..." Jawab Issei dan kemudian dia melanjutkan "Aku agak khawatir pada Vali dan juga... Dia sudah masuk ke dalam organisasi milik senseiku, jadi aku tidak ingin dia membuat masalah pada organisasi ini."

Mendengar itu, Kuroka pun menghela nafas pelan. Ternyata walaupun Issei dan Vali sudah menjadi lebih dekat dibandingkan sebelumnya tapi ternyata dia masih belum sepenuhnya percaya kalau Vali dan timnya termasuk dirinya belum setia sepenuhnya pada Naruto dan organisasi Shin Akatsuki mengingat organisasi tempat mereka bernaung saat ini sering baku hantam dengan organisasi lama mereka Khaos Brigade "Baiklah, aku akan ikut denganmu Issei Hyoudou. Jadi kau mau ikut, Shirone-chan."

"Maaf onee-chan, tapi aku tidak mau ikut campur dalam masalah ini. Aku takut Vali-san akan membenciku jika aku berusaha ikut campur dalam masalah pribadinya."

"Baiklah kalau begitu..."

"Tunggu Kuroka-san, Issei..."

"Huh, Sasuke-san..."

"Aku juga ingin ikut dengan kalian." Jawab pemuda stoic pengguna Sharingan dan Rinnegan itu "Aku juga penasaran akan apa yang dilakukan oleh bocah putih itu karena dobe tidak menceritakan apapun padaku selaku wakil ketua di Shin Akatsuki."

Kembali dengan Vali... Saat ini sedang memasuki suatu rumah yang dulu dia tempati oleh ayah, ibu dan juga adiknya. Dulu keluarga mereka adalah keluarga yang bahagia bahkan ayahnya sangat menyayangi dia, ibu dan adiknya tapi semua berubah setelah kedatangan Rizevim yang mencuci otak ayahnya dan mengatakan kalau dia dan Erina akan menjadi lebih kuat dari ayahnya dan membunuhnya. Membuat sang ayah selalu menyiksa dia dan adiknya bahkan ibunya yang melindunginya pun turut dilukai pada ayahnya. Pada puncaknya, ayahnya ingin melukai Vali sekali lagi tapi malah Erina yang terluka dan kakinya lumpuh karena pukulan sebuah tongkat kayu yang cukup keras mengarah ke arah Erina yang melindungi kakaknya. Melihat ekspresi anak perempuannya yang kesakitan dan mengatakan bahwa dia tidak bisa merasakan kakinya, sang ayah cukup menyesal tapi Vali tidak peduli dan langsung membunuh ayahnya dengan kekuatan yang tiba-tiba muncul dalam dirinya, Sacred Gear [Divine Dividing].

'Karena kau... Keluargaku hancur. Ayahku menjadi psycho karena ketakutannya, ibuku menghilang dan adikku menjadi cacat.' Batin Vali yang mengepalkan tangannya dan kemudian dia melanjutkan 'Tunggu saja Rizevim, kepalamu akan menjadi milikku. Anak dari Maou Lucifer terdahulu akan mati di tangan cucunya sendiri, bukannya ironis...'

"Tadaima onii-chan..."

Melihat wajah cantik sang adik yang sedang berjalan menggunakan kursi roda-nya, Vali pun tersenyum dan berkata "Okaeri, Erina..."

Vali kemudian diajak sang adik ke ruang makan dan terlihatlah banyak makanan berbagai jenis yang tertata di meja makan. Setelah Vali duduk di bangkunya dan mencicipi makanan buatan adiknya, dia pun berkata "Hmm, makanannya enak sekali. Kau yang membuatnya imouto?"

"Ya, ini aku yang membuatnya onii-chan meskipun aku banyak mendapatkan bantuan dari warga sekitar. Kau tahu kan kondisi kakiku ini bagaimana."

Vali pun menaruh sendok dan garpu yang dia taruh ke meja dan berkata "Ya, aku tahu..."

'Sigh, sepertinya onii-chan masih menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi padaku. Beberapa kali harus aku katakan padamu ini bukan salahmu, onii-chan.' Batin Erina dengan sedih saat menyadari ekspresi saudaranya tersebut dan kemudian dia melanjutkan "Jadi onii-chan, kau masih bekerja di perusahaan paman mesum itu?"

Vali pun dipaksa harus menahan tawa atas pertanyaan adiknya itu, dia memang tidak memberitahu pekerjaannya yang sesungguhnya pada adiknya tapi dia masih ingat sekali saat Azazel menjemputnya ke rumahnya untuk melatih kekuatan [Divine Dividing] tapi sang adik malah meminta Azazel menjauh dari kakaknya karena dia tidak ingin kakaknya menjadi mesum karena Azazel dan mengingat itu masih tetap bisa membuatnya tertawa.

"Tidak..." Jawab Vali dan kemudian dia melanjutkan "Aku bekerja pada seseorang bernama Naruto Uzumaki sekarang."

"Sebagai apa?"

"Sebagai karyawan di kedai ramen buatannya." Jawab Vali. Well, itu tidak sepenuhnya bohong... Memang Naruto yang telah menguasai resep ramen buatan Teuchi memulai debutnya dengan cara membuka kedai ramen di Kyoto dengan nama "Uzumaki Ramen" dan sebagai anggota Shin Akatsuki, dia dan para anggota disana pun bertanggung jawab penuh mengelola kedai ramen itu dan bayarannya dari Naruto juga lumayan. Kemudian saat dia sedang melanjutkan makanannya, dia pun melihat adiknya dan menaikkan alisnya "Kenapa kau menatapku seperti itu, Erina?"

"Apa kau sudah mempunyai pacar atau seseorang yang kau sukai, onii-chan."

Uhukk

"Apa-apaan pertanyaanmu itu Erina? Kau mau aku terkena serangan jantung ya?" Ucap Vali yang tersedak makanannya sendiri karena dia shock atas pertanyaan adiknya.

"Sudah jawab saja, onii-chan."

"Sigh, baiklah kalau itu maumu." Ucap Vali yang meminum minumannya dan berkata "Aku belum punya pacar tapi aku sedang menyukai seseorang saat ini."

"Siapa itu?" Tanya Erina

"Namanya Kuroka Toujou." Jawab Vali dan kemudian dia melanjutkan "Dia adalah penyuka kucing. Dia itu, cantik, manis dan agak seksi. Dan bokongnya..."

"Onii-chan... Kau tidak sadar ya saat kau membicarakan bokong Kuroka-san, kau mengeluarkan air liurmu tadi."

"Eh, benarkah?" Tanya Vali dan ternyata benar saja saat dia mengelap mulutnya, ternyata memang ada air liur yang menetes di bibirnya 'Sigh, aku jadi sama saja dengan Issei dan fantasi oppai-nya. Pantas saja Odin memanggilku Ketsuryuuukou.'

[Huhuhu, jangan ingatkan aku tentang itu lagi partner.] Balas Albion dan kemudian dia berkata dengan kesal [Ini semua salahmu partner, gara-gara kau... Aku salah satu dari Heavenly Dragon bisa diberi julukan yang menjijikkan sama seperti Ddraig.]

'Jangan salahkan aku seenaknya begitu, Albion. Lagipula Issei dan Ddraig juga mendapatkan julukan dari Odin, jadi kita impas.'

[Impas endasmu, partner!!!]

"Onii-chan, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Erina yang khawatir karena melihat kakaknya diam saja dari tadi

"Aku tidak apa-apa Erina." Balas Vali.

"Onii-chan..."

"Ada apa, Erina?"

"Apa kau masih membenci kakek dan ingin membalas dendam padanya?"

"Ya, aku masih membenci dia. Karena dia keluarga kita hancur."

"Onii-chan, kau harus hentikan ini."

Melihat ekspresi adiknya, Vali pun bertanya pada adiknya "Kenapa kau memintaku melupakan dendamku pada dia, Erina? Apa kau tahu dia penyebab ayah membenci kita dan membuatmu cacat."

"Dia mengunjungiku dua bulan yang lalu."

"A-APAAA!!!"

Vali benar-benar terkejut akan perkataan adiknya, kalau itu memang benar berarti adiknya itu... "Ya, aku sudah tahu semuanya. Dari status kita sebagai seorang Half-Devil dari klan Lucifer, kebohonganmu yang mengatakan kau bekerja pada paman mesum itu tapi sebenarnya kau bergabung dengan organisasi teroris untuk memburu kakek demi dendammu kan? Bagaimana bisa kau melakukan hal sebodoh ini, onii-chan!!!"

Greeppp

"Aku memang masuk ke Khaos Brigade untuk membunuh kakek kita, Erina." Balas Vali yang memeluk adiknya yang menangis dan kemudian dia melanjutkan "Tapi aku mempunyai tujuan lain."

"Apa itu?"

"Melindungimu. Aku tidak ingin kau terlibat dalam masalah makhluk supernatural di luar sana Erina. Aku hanya ingin kau menjalani hidupmu sebagai layaknya gadis-gadis normal di luar sana. Bukan sebagai Half-Devil cucu dari Rizevim Livan Lucifer tapi sebagai putri dari Rikuto Rushifa dan Haruka Tatsumi. Maafkan aku kalau aku harus membohongimu selama ini, imouto." Jawab Vali.

Krieettt

Saat Vali tengah memeluk adiknya dengan erat, tiba-tiba saja pintu rumahnya terbuka dan masuklah Kuroka dan Issei yang memang sedari tadi mengikuti Vali. Seharusnya Sasuke juga ikut, tapi Naruto memberikan dia misi bersama Itachi dan membuatnya harus mempercayakan pengintaian kepada Vali pada mereka berdua.

"Ku-Kuroka..."

"Jadi kau selalu menghilang seperti ini karena kau ingin menemui kekasihmu ya Vali-kun." Ucap Kuroka yang meneteskan air mata dan kemudian dia melanjutkan "Aku pikir kau mempunyai perasaan padaku Vali-kun. Ternyata aku salah..."

"Tunggu Kuroka, aghhh sial!!!" Ucap Vali saat Kuroka tiba-tiba lari dari rumahnya. Vali pun mengejar Kuroka dan berkata pada Issei "Issei, aku titip adikku sebentar padamu..."

"E-Ehhh!!! D-Dia adikmu!!!"

Vali pun kemudian berhasil mengejar Kuroka dan kemudian menggenggam tangannya, membuat Kuroka geram dan berkata "Lepaskan tanganku, Vali-kun..."

"Aku tidak akan melepaskannya."

Plaaakkk

Mendengar itu tangan Kuroka yang bebas pun berhasil menampar wajah Vali dan membuatnya melepaskan genggaman tangannya "Kembalilah pada kekasihmu itu Vali-kun, berhentilah mengurusiku."

Vali pun memegang pipinya yang kesakitan karena tamparan Kuroka dan dia pun berkata "Kau salah paham, Kuroka."

"Apa maksudmu, salah paham? Jelas-jelas aku melihatmu memeluk gadis itu Vali-kun." Tanya Kuroka dengan nada marah.

"Salahkah jika seorang kakak memeluk adiknya sendiri, Kuroka." Jawab Vali dengan simple "Kau saja berpelukan dengan adikmu dan aku tidak marah kan."

"E-Ehhh!!! Jadi gadis yang kau peluk itu adikmu. Kau tidak bohong kan?"

"Aku tidak bohong. Gadis itu memang adikku namanya Erina, Erina Lucifer." Jawab Vali dan kemudian dia menjawab "Aku tidak pernah menceritakannya padamu dan yang lain karena aku tidak ingin dia terlibat dalam masalah makhluk supernatural."

"Onii-chaaaannn!!!"

"Itu suara teriakan Erina, ayo kita kesana Kuroka." Ucap Vali dan kemudian dia pun mengepalkan tangannya dan membatin 'Sebenarnya apa yang terjadi pada Erina dan apa yang sebenarnya dilakukan oleh Issei. Bukannya seharusnya dia melindungi Erina. Ku-Kuso!!!'

Vali pun segera bergegas ke rumahnya dan saat sampai dia pun cukup terkejut saat ada dua sosok yang menggunakan armor Balance Breaker dari [Boosted Gear] yaitu [Boosted Gear Scale Mail] 'Tu-Tunggu dulu kalau yang terlihat sedang melindungi Erina adalah Issei lalu siapa yang satu lagi?'

"Berhenti melawanku Issei Hyoudou." Ucap orang itu dan dia pun menghilangkan armor yang menutupi kepalanya "Serahkan hime-chan itu padaku dan kau tidak akan menemui akhirmu hari ini."

"Tidak akan." Balas Issei dan kemudian dia melanjutkan "Vali mempercayakan keselamatan dia padaku dan aku tidak akan menyia-yiakan kepercayaan dari Vali."

"Sungguh tidak bisa dipercaya. Kalian ini ditakdirkan sebagai rival sampai mati tapi kau malah melindungi adiknya."

Mendengar tawa orang itu yang seakan mengejeknya itu, Issei pun berkata "Kau salah... Kami bukan seperti para leluhur kita. Kami memang rival tapi kami juga merupakan sahabat. Sama seperti senseiku dan Sasuke-san!!! Illegal Move Triania!!! Welsh Sonic Boost Knight!!!"

Issei pun mengeluarkan kartu as-nya yaitu Illegal Move Triania, sebuah mode yang memungkinkan armor Balance Breaker miliknya berubah bentuk sesuai promosi bidak Evil Piece yang dia inginkan. Ajuka Beelzebub, salah satu Yondai Maou memang membuatnya yang dihidupkan dengan 8 bidak Evil Piece bisa ber-promosi sesuka hati dan Ddraig juga merespon kemampuan promosi tidak terbatas itu dengan mode ini, mode terlarang serta illegal yang tidak boleh dia lakukan kecuali terdesak.

"Rasakan ini, hyeeeaaahh!!!" Teriak Issei yang melesat ke arah orang yang juga menggunakan armor yang sama dengan dirinya dengan Ascalon menggunakan kecepatan yang sangat tinggi, tapi belum selesai dia mengenai orang itu... Muncullah seseorang dari sebuah lingkaran sihir yang tidak asing di mata Vali dan dia pun memegang tubuh Issei yang anehnya tiba-tiba saja kehilangan mode Balance Breaker-nya 'Kenapa tubuhku jadi selemas ini...'

[Awas partner!!!]

Buaaaakkk

"Guhhh..."

Peringatan Ddraig terbukti terlambat saat Issei terkena bogem mentah dari sosok misterius yang tiba-tiba saja datang tersebut. Kemudian pria itu melihat rekannya yang sudah menghilangkan armor Balance Breaker-nya dan dia pun berkata "Aku pikir kau bisa mengalahkan dia mengingat replika [Boosted Gear] milikmu itu mempunyai kekuatan yang sama dengan yang asli kecuali Juggernaut Drive, Euclid."

"Maafkan saya, Rizevim-sama." Balas sosok bernama Euclid itu dengan hormat pada Rizevim "Aku terlalu meremehkannya. Aku tidak menyangka dia punya kemampuan rahasia seperti tadi."

'Kemampuan itu tidak sewajarnya berada di [Boosted Gear]. Pasti Azazel atau Ajuka yang telah melakukan sesuatu pada bocah Sekiryuutei itu. Kurang ajar mereka berdua...'

"Rizevim!!!"

Melihat cucu laki-lakinya itu yang sudah menggunakan mode Balance Breaker-nya, dia pun menyeringai dan berkata "Ternyata itu kau Vali-kun... Lama tidak berjumpa ya jajajajaja!!!"

"Katakan!!! Apa tujuanmu sebenarnya dan rekanmu itu kesini?"

"Aku kesini untuk cucu perempuanku, adikmu tentu saja Vali-kun jajajajaja!!!"

"Kenapa kau menginginkan Erina?"

"Kau itu kakaknya tapi kau tidak mengetahui apapun tentang Erina-chan, itu sungguh payah Vali-kun." Ejek Rizevim dan itu membuat Vali murka tapi dia menahannya sampai Rizevim mengatakan tujuannya menginginkan Erina "Kau memang merahasiakan apapun tentang dunia supernatural pada Erina-chan, Vali-kun... Tapi apa kau sadar kalau Erina-chan mempunyai kapasitas mana dan Demonic Power yang sangat besar Vali-kun, bahkan bisa menyamaiku, Sirzech, dan Ajuka?"

Vali, Kuroka, Issei bahkan Erina pun terkejut akan kabar ini... Memang Vali tahu kalau adiknya itu spesial tapi dia tidak tahu kalau adiknya itu mempunyai kekuatan sebesar itu tanpa dia sadari.

"Karena itulah... Aku akan membawa, menyembuhkan dan mendidiknya menjadi bawahanku dan kemudian dengan bantuannya maka kami para generasi Maou lama akan menghabisi para Yondai Maou saat ini dan kami akan menjadi pemimpin baru di Underworld. Bukannya itu rencana yang bagus, Vali-kun? Kau juga bisa bergabung dengan kami kalau kau mau Vali-kun jajajaja."

"Tch, ternyata dugaanku benar..."

"Hmmm..."

"Aku pikir kau ingin Erina dan aku ikut denganmu sebagai rasa penyesalan karena perbuatanmu pada adikku dan keluargaku beberapa tahun lalu. Tapi ternyata aku salah... Orang sepertimu memang tidak akan pernah berubah, Rizevim. Kau akan mati di tanganku kali ini, Rizevim!!!"

[Aku seseorang yang akan bangkit...]

"Jangan lakukan itu Vali-kun." Ucap Kuroka yang mengetahui betul apa yang akan di ucapkan Vali "Ingatlah dengan adikmu..."

[Naga surgawi yang telah mencuri prinsip-prinsip supremasi dari Tuhan...]

"Hentikan Vali!!!"

[Aku iri pada "Ketidakbatasan" dan mengejar sebuah "Mimpi"]

"Onii-chan, cu-cukup..."

[Aku akan menjadi Naga Putih Supremasi!!!]

'Maaf Erina-chan, Issei, Kuroka...'

[Aku akan membawamu ke dalam batasan surga keputihan...]

[Juggernaut Drive!!!]

Melihat Vali dalam mode Juggernaut Drive yang telah aktif, Rizevim pun menyeringai dan berkata "Ahahahaha, Juggernaut Drive ternyata huh. Kalahkan aku dengan itu kalau bisa jajajajaja."

"Rasakan ini, keparat!!!"

Boooommmmm

"Onii-chan!!! / Vali!!! / Vali-kun!!!"

Asap yang terbentuk karena serangan Vali terhadap Vali pun menghilang dan itu membuat Erina, Issei, Kuroka terutama Vali terkejut karena pukulan Vali yang entah kenapa bisa revert seperti semula bisa ditahan dengan satu tangan oleh Rizevim.

"Tidak mungkin..."

Rizevim pun menyeringai dan membuat cucunya terlempar dengan kekuatannya sampai terjatuh, saat dia berhasil bangkit dia pun menatap tajam Rizevim dan berkata "Bagaimana bisa kau menghentikan Juggernaut Drive milikku?"

"Bodoh, kau ingin membunuhku tapi kau tidak tahu apapun tentang kekuatanku cucuku." Ucap Rizevim dan kemudian dia melanjutkan sambil menunjukkan sesuatu pada Vali "Lihatlah ini, cucuku. Ini adalah Sacred Gear milikku, Canceller. Ini bisa membuat pengguna Sacred Gear sepertimu dan rivalmu itu tidak bisa melawanku. Bahkan walaupun kau menggunakan Balance Breaker atau Juggernaut Drive sekalipun, kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku hahahahaha."

"Tidak mungkin..." Balas Vali dan kemudian dia melanjutkan "Iblis berdarah murni sepertimu tidak akan mungkin bisa memiliki Sacred Gear."Rizevim pun hanya terkekeh saat mendengar perkataan cucunya dan kemudian dia mengarahkan tangannya ke depan dan muncullah lingkaran sihir milik klan Lucifer di depannya "Sungguh disayangkan, aku memberimu sebuah kesempatan tapi kau malah melakukan hal seperti itu padaku. Jangan membenciku karena hal ini, oke Erina-chan. Mati kau, cucu laki-lakiku yang bodoh!!!"

"Vali!!! / Vali-kun!!! / Onii-chan!!!"

Sriiingggg

"Jikukan Kekkai!!!"

Serangan Rizevim itu pun menghilang saat terhisap oleh senjata sosok pria berambut spiky dan memakai baju berwarna hitam serta celana berwarna orange dan jubah hitam dengan corak awan merah yang tiba-tiba muncul di hadapan Vali.

"Maaf, tapi aku tidak bisa membiarkanmu melukai anggota organisasi yang aku dan teman-temanku buat walaupun dia cucumu sendiri, Rizevim-san."

Uzumaki Naruto

Sang ketua organisasi Shin Akatsuki, telah bergabung dalam medan pertarungan.

-To Be Continued-

Review:

PAIN-Leader:

Naru bakal ngalahin Hina tapi dia enggak bakal summon Juubi apalagi dengan Gedo Mazou. Naruto enggak punya Rinnegan cuks, apa ente lupa

Lucifar:

Naruto enggak bakal ngeluarin Rikudou Senjutsu Mode kecuali memang bener-bener terdesak.

Latte-G:

Mungkin ane bakal buat special chap-nya entat kalo sempet.

Ahmad Syaukani:

Nanti ane pikirkan.

Bagas gifari 24:

Nanti mereka berdua join-nya.

Arata Kyosuke 146:

Yang bunuh Naruto, biar ironis.

Kitsune:

Bisa diambil tapi enggak semua kan udah dijelasin. Dan ditambah kekuatan Ophis bakal sulit dikontrol sama Hinata entar.

SilverF:

Enggak, nanti dia punya anak di epilogue mungkin. Anak mereka soalnya(Lilith) bakal jadi best friend sama Aisha.