Name: Heroes From Another World

Author: The World Arcana

Genre: Friendship, Adventure

Rating: M

Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima x Sara, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Asia Argento x Xenovia Quarta x Koneko Toujou x Ravel Phenex, Gaara x Reya Kusaka, Kakashi Hatake x Rossweisse, Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Rock Lee x Tsubasa Yura, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Vali Lucifer x Kuroka Toujou, Toneri Otsutsuki x Ophis

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya.

Chapter 26: Declaration of War

Rizevim Livan Lucifer, putra Maou Lucifer terdahulu sekaligus kakek dari Vali dan Erina saat ini pun menatap sosok yang menghalangi serangannya pada cucunya yaitu Vali dengan tajam. Sosok pemuda berambut pirang spiky dan memakai ikat kepala Aliansi Shinobi dan memakai baju jumpsuit berwarna hitam dan memakai celana orange dan jubah bercorak awan merah. Kemudian Rizevim membulatkan matanya saat tiba-tiba sosok pemuda itu mengeluarkan aura berwarna kuning yang menyelubungi tubuhnya membentuk sebuah haori, iris matanyanya merupakan pola gabungan antara Sennin Mode dan Bijuu Mode dan juga ada 9 bola berwarna hitam di belakang tubuhnya.

"Siapa kau?"

"Aku Naruto Uzumaki..."

Sosok Euclid yang berada di belakang tuannya dan masih setia mengenakan armor Balance Breaker dari Sacred Gear [Boosted Gear] palsu miliknya pun terkejut dan dia pun berkata pada Rizevim "Rizevim-sama... Dia adalah ketua dari Shin Akatsuki, salah satu dari organisasi khusus untuk melawan Khaos Brigade, waspadalah jika ingin melawannya."

"Naruto Uzumaki, huh... Aku tidak akan takut melawan iblis yang bukan merupakan keturunan murni sepertinya." Ucap Rizevim yang sudah melesat dan meluncurkan pukulannya pada Naruto tapi Naruto berhasil menghindarinya dan malah berhasil memukulnya balik sampai terjatuh jauh ke belakang.

"Apa kau baik-baik saja Rizevim-sama?"

"Aku baik-baik saja Euclid." Jawab Rizevim tapi dia lumayan terkejut melihat kekuatan Naruto tidak menurun setelah terkena kontak dengan Sacred Gear-nya yaitu Canceller padahal dia bisa menghentikan mode terlarang dari Issei dan juga Juggernaut Drive milik Vali 'Kenapa Sacred Gear milikku tidak berfungsi seperti ini?'

"Percuma saja kau menggunakan trik kotormu itu Putra Bintang Fajar, Rizevim Livan Lucifer." Ucap Naruto yang menatap Rizevim dengan dingin "Aku tidak mempunyai Sacred Gear seperti Issei dan Vali, jadi trik kotormu tidak akan pernah berhasil padaku."

Rizevim terlihat terkejut mendengar kabar ini dan dia pun terkekeh dan berkata "Menarik, menarik... Kau ini benar-benar sebuah Unknown Variables seperti Hinata Hyuga pemimpin baru kami jajajaja. Tapi tetap saja jangan meremehkanku seperti itu anak muda karena aku belum menunjukkan seluruh kekuatanku."

Rizevim dengan kecepatan super tinggi melesat ke arah Naruto dan sudah muncul di belakang Naruto tapi ada sebuah dinding pasir tebal yang menahannya membuat Naruto menyeringai 'Terima kasih Shukaku...'

'Sama-sama Naruto...'

Rizevim pun terkejut karena serangannya pada Naruto gagal dan Naruto dengan lengan chakra miliknya pun mencengkram leher Rizevim dan melemparkannya ke depan tubuhnya dan dia pun menghajarnya bertubi-tubi dengan teknik Taijutsu miliknya membuat Rizevim muak dan frustasi 'Sial!!! Bagaimana mungkin dia yang hanya iblis yang tidak mempunyai darah iblis murni bisa mengalahkanku yang merupakan Super Devil sepertiku... Kalau Sirzech atau Ajuka yang mengalahkanku seperti ini aku masih bisa paham mengingat mereka berdua juga merupakan Super Devil sepertiku tapi dia...'

"Senpo: Jiton Rasengan!!!"

"Arrrgghhhhh!!!" Teriak Rizevim yang kesakitan dan terdorong ke belakang dan saat dia ingin menggerakkan tubuhnya, muncullah tanda-tanda aneh di tubuhnya dan dia pun merasakan kalau dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya 'Sialll!!! Ada apa lagi ini? Kenapa dengan tubuhku?'

"Rizevim-sama!!!" Teriak Euclid dan dia pun akhirnya menggunakan serangan dari Sacred Gear imitasi buatannya "Sialan kau!!! Dragon Shot!!!"

"Tch, Gudoudama..." Ucap Naruto setelah mengatakan itu, salah satu bola kecil di belakang tubuhnya pun mengarah ke arah tangan Naruto dan kemudian ukurannya semakin membesar dan membentuk sebuah tameng yang membuat Euclid terkejut saat serangannya bisa ditahan dengan mudahnya seperti itu dan kemudian dia pun berkata saat melihat Rizevim mencoba melepaskan diri dari tekniknya "Percuma saja, itu adalah teknik yang kemampuannya khusus untuk menyegel pergerakan musuh, Rizevim Livan Lucifer... Jadi menyerahlah."

"Jangan kira aku akan menyerah begitu saja melawanmu, Uzumaki."

"Baiklah kalau begitu..." Ucap Naruto dan kemudian dia berkata "Kau siap, Kurama?"

"Aku siap kapanpun, Naruto."

"Kalau begitu mari kita lakukan!!!" Ucap Naruto yang suaranya bercampur dengan suara Kurama dan kemudian dia berubah menjadi Full Kyuubi Form dan tanpa basa-basi dia pun langsung men-charge Bijuudama dan mengarahkannya pada Rizevim dan Euclid.

'Sial, sepertinya serangan yang dia lancarkan berbahaya. Aku harus bisa menjauh dari sini dengan Euclid...'

"Bijuudama!!!"

Blaaaaaaarrrr

Booooommm

Tapi mereka dibuat terkejut saat serangan Bijuudama Naruto yang harusnya membumihanguskan Euclid dan Rizevim malah dipentalkan ke udara membuat Bijuudama Naruto meledak di udara. Tapi Naruto dibuat kembali terkejut saat melihat sosok wanita berambut indigo yang dia sangat kenali.

"Hinata..."

Memang benar dia adalah Hinata Hyuuga sosok yang dulu mencintainya tapi dia tidak mencintainya karena dia sudah jatuh cinta terlebih dahulu dengan Rias, tapi ada yang berbeda dengan dirinya saat ini dibandingkan saat dia melawan dia pertama kali bersamaan dengan Toneri saat Naruto berhasil membunuh Kokabiel yang hampir saja membuat anaknya yang bernama Aisha terbunuh... Mata kanannya masih Tenseigan seperti biasa tapi warna mata kirinya berwarna merah darah dan juga tatapan mata dia dingin seperti es tidak seperti dulu, tangan kanannya terlihat seperti tangan naga berwarna hitam yang memiliki cakar yang sangat tajam sedangkan tangan kirinya sekaligus kedua kakinya masih normal meskipun ada ekor hitam yang mencuat dari belakang Hinata dan ada 6 pasang sayap naga berwarna hitam di belakang tubuhnya.

'Kenapa dia bisa terlihat seperti itu, minna...'

'Sepertinya dia belum bisa mengendalikan kekuatan Ophis sepenuhnya dan membuat perubahan fisik yang signifikan dari tubuhnya.'

"Kau suka penampilan baruku Naruto-kun?" Tanya Hinata tapi melihat Naruto tidak merespon, dia pun melanjutkan "Sebenarnya aku tidak begitu suka dengan penampilan diriku yang merusak kecantikanku ini tapi... Apapun akan kuraih untuk mendapatkan kekuatan yang cukup untuk membunuhmu, Naruto-kun."

'Sial!!! Aura kekuatannya benar-benar lebih kuat dari sebelumnya... Dia benar-benar ingin membunuhku.' Batin Naruto yang sedikit bergetar saat merasakan aura kekuatan Hinata yang luar biasa yang merupakan campuran chakra Hamura, Tenseigan dan setengah kekuatan yang dia curi dari Ophis "Bisakah kau menghentikan semua ini Hinata!!! Aku tahu kau benci padaku karena hubunganku dengan Rias tapi kau sudah kelewatan batas!!! Natsumi-chan, para penghuni Elemental Nation, Ophis, dan bahkan rekanmu sendiri Toneri sudah menjadi korbanmu. Hentikan kegilaan ini sekarang juga!!! Masih ada waktu untuk menghentikan semua ini Hinata. Aku akan berusaha untuk memaafkanmu walaupun kau telah membuat orang-orang yang berharga bagiku di Elemental Nation terbunuh sama seperti yang kulakukan pada Toneri."

'Usahamu untuk membujuknya tidak akan berhasil Naruto, tekadnya sudah kuat.'

'Aku tahu tapi beri aku kesempatan sekali lagi Kurama, jika dia benar-benar tidak bisa dibujuk aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.'

"Terserahmu saja gaki, aku mau tidur."

"Simpan ceramahmu itu Naruto Uzumaki." Ucap Hinata dan kemudian dia pun melanjutkan "Dan kau pikir aku melakukan ini semata-mata hanya dendamku padamu Uzumaki fufufu, kau salah besar."

"A-Apa maksudmu, Hinata?"

"Aku mempunyai sebuah tujuan yang sama seperti Toneri sebelum dia mengkhianatiku demi naga kecil bodoh itu." Balas Hinata dan Naruto pun harus menahan Vali dan Kuroka untuk menyerang Hinata karena telah menghina mantan ketua mereka yaitu Ophis "Aku akan menjalankan titah dari leluhurku yaitu Hamura Otsutsuki-sama untuk menghancurkan seluruh keturunan dari Rikudou Sennin yaitu kau dan seluruh tim iblis-mu itu dan putri tercintamu itu Naruto Uzumaki-kun dan lalu aku akan menghancurkan dunia ini... Dunia dimana kau bertemu dengan dia."

Mendengar itu raut wajah Naruto pun mengeras dan dia pun berkata dengan emosi "Kau telah membunuh putri sulungku yang bernama Natsumi... Aku tidak akan membiarkanku melakukan itu pada Aisha-chan dan semua teman-temanku. Kalau begitu mari kita bertarung disini Hinata!!! Aku tidak peduli kalau aku akan mati disini karena aku akan menghentikanmu apapun yang terjadi."

"Kau benar-benar tidak sabaran untuk bertarung denganku ya Naruto Uzumaki-kun ufufufu, tapi tenang saja sekarang bukan waktunya pertarungan sampai mati kita. Aku hanya ingin melihat pertarungan antara sang Super Devil dan Unknown Variables." Ucap Hinata yang menatap tajam Rizevim karena dia kalah dari Naruto yang menggunakan Rikudou Senjutsu Mode-nya tapi Rizevim malah tidak mau kalah dan malah membalas tatapan Hinata dengan tatapan yang lebih tajam. Setelah itu Hinata pun menatap tajam Naruto dan berkata "Katakan pada pemimpin tiga fraksi kalau kami Khaos Brigade menyatakan perang pada kalian..."

Hinata kemudian menghilang dengan menggunakan Sunshin dan disusul oleh Rizevim dan Euclid yang menggunakan lingkaran sihir 'Ini lebih buruk dari yang kubayangkan. Perang... Kita harus berperang kembali seperti dulu, Kurama?"

'Kau seharusnya tahu kalau ini akan terjadi cepat atau lambat, gaki tapi aku cukup terkejut mantan rekanmu yang bernama Hinata akan mendeklarasikan perang secepat ini. Sepertinya dia sangat yakin akan kemampuan seluruh anggota Khaos Brigade.'

'Kau benar Kurama... Sepertinya kita tidak bisa lagi menghindari perang.' Balas Naruto dan kemudian dia melihat Vali dan Kuroka "Vali, Kuroka... Segeralah kembali ke markas. Sepertinya kita akan melakukan rapat yang serius dengan Team DxD dan para anggota 3 fraksi."

"Aku mengerti..." Balas Vali dan Kuroka kemudian Vali menatap Naruto dan dia pun berkata "Naruto-san bolehkah kalau aku membawa adikku ke markas Shin Akatsuki?"

"Tentu saja lagipula disini sudah tidak aman lagi baginya lagipula temanku disana bisa mengusahakan untuk menyembuhkan kaki adikmu, Vali."

"Arigatou, Naruto-san..."

Naruto, Vali, Kuroka, Issei, dan Erina kemudian kembali ke markas Shin Akatsuki. Sakura yang melihat keadaan Erina pun mengatakan dia bisa saja menyembuhkan Erina dan membuatnya bisa berjalan seperti dulu tapi dia membutuhkan waktu untuk menyusun sel-sel tulang Erina yang telah hancur dan mengembalikannya seperti semula membuat Erina memeluk Vali karena senang dan Vali pun mengucapkan terima kasih pada Sakura dan Naruto atas bantuannya. Naruto kemudian mengajak para anggota Shin Akatsuki untuk pergi ke markas Team DxD untuk melakukan pertemuan dengan yang lain. Saat mereka sampai dan mengatakan hal yang dia alami... Sirzech Lucifer pun menatap adik iparnya dan berkata.

"Jadi kau melawan Rizevim serta Euclid dan menang lalu gadis bernama Hinata itu datang dan menyelamatkan mereka berdua lalu dia mendeklarasikan perang pada kita?"

"Kurang lebih begitu, Sirzech-niisama." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Maafkan aku kalian semua karena aku kalian semua harus menerima akibat dari perbuatanku."

"Jangan bicara sembarangan Naruto-kun. Ini semua bukan salahmu." Balas Sirzech dan kemudian dia melanjutkan "Bukan salahmu kau lebih memilih adikku daripada gadis bernama Hinata itu dan bukan salahmu juga kalau kau, teman-temanmu dan Aisha-chan adalah keturunan dari Rikudou Sennin, manusia yang memiliki kemampuan luar biasa dan juga merupakan leluhur para manusia di dunia lama kau yang bernama Elemental Nation. Aku tidak tahu akan apa pendapat yang lain tentang ini, tapi aku dan fraksi iblis akan selalu mensupportmu jika gadis bernama Hinata itu dan Khaos Brigade benar-benar menyatakan perang pada kalian."

Wajah Naruto pun mencerah dan kemudian dia berkata "Terima kasih, Sirzech-niisama."

"Sama-sama Naruto-kun..."

"Aku selaku ketua Team DxD juga akan membantumu, Naruto-san." Ucap Dulio yang tersenyum pada Naruto dan Naruto pun membalas senyuman Dulio.

"Aku sebagai gubernur malaikat jatuh dan juga perwakilan dari fraksi malaikat jatuh juga akan mendukungmu dengan penuh bersama dengan anggota Grigori yang lain." Ucap Baraqiel dan kemudian dia melanjutkan "Karena bantuanmu yang telah membuatku berdamai dengan putriku dan sebentar lagi kau juga akan menjadi menantuku kan?"

Wajah Naruto dan Akeno pun memerah karena perkataan dari Baraqiel meskipun Naruto harus meneguk ludah saat melihat tatapan tajam Rias dan Sara "Kau tidak pernah memberitahukan hal ini padaku dan Sara, Naruto-kun?"

"Mah, aku baru ingin mengatakan hal ini pada kalian berdua Rias-chan, Sara-chan."

"Hmph, baiklah kami akan memaafkanmu Naruto-kun." Ucap Rias dan kemudian dia melanjutkan "Toh yang kita bicarakan adalah Akeno. Tapi kau masih ingat perjanjianmu dengan kita berdua kan?"

"Jangan khawatir aku masih ingat."

"Jadi bagaimana denganmu Michael? Apa fraksimu bersedia membantu organisasi Naruto-san melawan Khaos Brigade? Tanya Azazel pada sahabatnya Michael yang tidak begitu memperdulikan drama di antara Naruto, Rias, Akeno dan Sara.

"Aku sebenarnya ingin bersikap netral tapi melihat Khaos Brigade telah menyatakan perang pada kita, aku sebagai pimpinan tertinggi fraksi malaikat tidak bisa membiarkannya begitu saja." Jawab Michael dan kemudian dia melanjutkan "Lagipula pimpinan Team DxD yang juga merupakan Joker-ku yaitu Dulio sudah setuju akan hal ini ditambah Naruto-san dan peeragenya termasuk dalam aliansi kita karena mereka tergabung dalam fraksi iblis, jadi kami juga akan mensupport penuh mereka."

Setelah itu Azazel menatap Naruto "Hei, Naruto-san... Jadi Team DxD, fraksi iblis, malaikat jatuh dan fraksi malaikat telah bersedia untuk mensupport kalian. Jadi apa kau sudah mendapatkan bantuan dari pihak lain untuk membantumu dan kita melawan Khaos Brigade?"

"Aku sudah bertanya pada Yasaka-kaasama dan dia mengatakan kalau dia dan para Youkai di Kyoto akan membantu kita. Dia juga meminta bantuan pada para dewa dan dewi dari religi Shinto meskipun hanya Izanagi-sama, Amaterasu-sama, Inari-sama dan Susanoo-sama yang bersedia untuk membantu kita melawan Khaos Brigade..."

Mendengar itu, Sun Wukong pun mendengus dan dia pun berkata "Tentu saja Izanami dan Tsukuyomi tidak bersedia untuk membantu kita. Izanami membenci Izanagi dan Tsukuyomi membenci Amaterasu yang sama-sama membencinya."

Setelah itu Sirzech melihat Rossweisse, mantan Valkyrie dari Odin dan juga Rook baru dari adiknya "Jadi bagaimana dengan Odin, Rossweisse? Apa ada perkembangan?"

"Odin-sama dan Thor-sama sekaligus ksatria-ksatria pemberani di Asgard bersedia untuk membantu kita Sirzech-sama."

"Syukurlah..."

"Bagaimana dengan reliji hindu? Beberapa dewa petinggi disana bahkan mempunyai kekuatan yang bisa menyamai Trihexa seperti Shiva."

"Aku belum mendapatkan kabar dari Brahma-sama, Vishnu-sama dan Shiva-sama tapi sepertinya Indra-sama telah bergabung ke kubu sebelah Sirzech." Jawab Sun Wukong membuat mata Sirzech, Grayfia, Dulio, Michael dan Azazel terkejut bukan main.

"Indra bergabung dengan Khaos Brigade, ini sangat buruk apalagi dia termasuk sebagai salah satu dari sepuluh sosok terkuat selain aku, Ajuka dan Rizevim karena status kami sebagai Super Devil dan juga Issei dan Vali yang mempunyai kemampuan dari Welsh Dragon Ddraig dan Vanishing Dragon Albion."

"Indra, huh... Aku yang akan melawannya kalau begitu."

"Apa yang kau katakan ini Sasuke-kun?" Tanya Sona yang tubuhnya bergetar karena perkataan Sasuke "Indra itu sangat kuat, dia itu adalah salah satu dari sepuluh sosok terkuat di dunia ini dan statusnya bukan main-main... APA KAU INGIN MATI, HAH!!!"

Sasuke sebenarnya merasa tidak enak akan ucapannya pada Sona yang terlihat ingin menangis dan juga Tsubaki juga merasakan hal yang sama tapi Sasuke malah menyentil kening Sona dan memeluknya "Jangan khawatir... Dia memang dewa dan juga kuat, tapi aku juga kuat. Sewaktu aku menjadi manusia, aku sudah lumayan kuat dengan mata Sharingan dan Rinnegan milikku sekaligus chakra dari kehidupanku yang dulu, Indra Otsutsuki dan aku sudah bertambah kuat setelah aku menjadi seorang iblis. Sona, Tsubaki... Aku berjanji pada kalian kalau aku tidak akan kalah dan mati di tangannya. Lagipula bukannya pertarungan seorang reinkarnasi dari anak Rikudou Sennin yang bernama Indra Otsutsuki dengan dewa dengan nama yang sama menarik?"

"Lagipula aku tidak akan mati sebelum aku menikahi kalian berdua karena aku ingin mempunyai keluarga sendiri dan hidup bahagia dengan mereka sekaligus melupakan semua kejahatanku di masa lalu."

Mendengar itu, Tsubaki pun langsung turut memeluk Sasuke dan membuat semua orang tersenyum atas rasa sayang Sasuke pada mereka berdua dan kemudian Sirzech pun dengan wajah yang telah serius pun berkata "Jadi bagaimana dengan Olympus?"

"Hades menolaknya tapi aku tidak tahu dengan para Olympian yang lain."

"Bagaimana kalau kita mengirim perwakilan untuk membujuk mereka nii-sama?" Ucap Naruto memberi usulan.

"Usul yang bagus Naruto-kun." Balas Sirzech dan kemudian dia pun melanjutkan "Jadi menurutmu siapa yang cocok untuk mewakilkan kita?"

Naruto pun tidak merespon dan hanya mengigit jarinya sampai mengeluarkan darah dan setelah darahnya telah sampai menetes di tanah, dia pun merapal beberapa handseal dan kemudian gumpalan darah itu pun membentuk sesosok manusia dengan rambut berwarna hitam dengan guratan yang membentuk kumis kucing mata berwarna merah dan dia pun menggunakan outfit Naruto sebelum Perang Dunia Shinobi Keempat "Aku akan menggunakan dia... Dan aku akan menamainya, Menma."

Semua orang selain Naruto dan peeeragenya terlihat kagum akan teknik Naruto dan kemudian Dulio pun berkata "Jadi apa ini, Naruto-san?"

"Ini adalah Chi Bunshin-ku Dulio-san." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Tidak seperti bunshin biasaku... Chi Bunshin ini agak solid dibandingkan dengan Kage Bunshin milikku meskipun ini agak memakan banyak chakraku mengingat aku membagi chakraku setengahnya pada dia dan jika dia kehabisan stok chakra jika dia terpaksa oleh bertarung, chakraku akan terambil dan masuk ke tubuhnya."

"Naruto-kun bukannya ini berbahaya jika chakramu habis kau bisa mati kan?"

Semua orang selain Naruto dan peeeagenya dan Rias terlihat shock akan kabar itu tapi Naruto malah tersenyum dan menepuk puncuk rambut istrinya itu "Jangan khawatir, Rias-chan... Kurama dan yang lain tidak akan mungkin membiarkanku mati kehabisan chakra."

Setelah itu Chi Bunshin Naruto yang bernama Menma itu pun langsung menghilang dengan menggunakan Sunshin no Jutsu dan meninggalkan semua orang disana, kemudian Naruto pun berkata "Jadi urusan di Olympus, kita serahkan saja padanya. Tapi ada yang masih menjanggal dalam pikiranku nii-sama..."

"Apa itu?"

"Bagaimana dengan Rating Games para Best Rookie Devil di Underworld?" Tanya Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Bukannya sebaiknya kita menghentikan acara itu dan meningkatkan pertahanan di Underworld untuk berjaga-jaga jika Khaos Brigade menyerang Underworld."

"Itu ide yang bagus, bagaimana menurutmu Sairaorg-kun, Rias-chan, Sona-chan?"

"Hmm, aku sebenenarnya membenci ini tapi ide Naruto ada benarnya, Lucifer-sama." Jawab Sairaorg.

"Aku juga akan mengikuti ide Naruto-kun, onii-sama. Lagipula jika hal itu benar-benar terjadi maka nyawa para anggota peerageku akan berada dalam bahaya." Jawab Rias.

"Hmph, aku sebenarnya tidak begitu setuju akan ide Naruto-san karena event ini adalah ajang pembuktian diriku supaya aku bisa mewujudkan mimpiku membuat sekolah untuk seluruh kalangan dari fraksi iblis mau itu Low Class, Mid Class atau High Class Devil tapi... Rias ada benarnya jika dibiarkan maka nyawa anggota peerageku bisa berada dalam bahaya jadi aku setuju akan usulan dari Naruto-san..."

"Sensei aku pikir kita sebaiknya tetap menjalankan Rating Games ini seperti biasa."

"Apa maksudmu berkata seperti ini Issei?"

"Kau curiga kalau Diodora Astaroth mempunyai niatan buruk pada Asia-chan bukan?" Tanya Issei dan Naruto pun menggangguk akan perkataan Issei "Kalau begitu jika kita menghentikan acara Rating Games sekarang bisa-bisa kita kehilangan arah atas apa niat jahat Diodora Astaroth pada Asia-chan dan juga aku akan membawa tim buchou sampai memenangkan Rating Games Tournament di Underworld lagipula aku tahu Saji ingin impian Sona-kaichou yang mulia itu terlaksana."

'Issei...'

"Hmph, kau terlalu bersemangat Sekiryuutei-kun tapi kau tidak lupa kalau dan tim-mu juga akan melawanku di Rating Games Tournament bukan."

"Aku tahu dan aku tidak peduli, Sairaorg-san..." Balas Issei dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak yakin kalau tim buchou bisa melawanmu dan menang darimu yang merupakan Strongest Rookie Devil di Underworld tapi melawan musuh yang sudah diyakini kemenangan sudah berada di pihak kita, mana ada tantangannya? Lagipula aku ingin seperti Naruto-sensei yang pantang menyerah dalam menghadapi apapun."

"Aku bangga padamu Issei." Ucap Naruto yang tersenyum pada Issei dan kemudian dia pun melanjutkan "Sepertinya kita harus mempertahankan Rating Games Tournament di Underworld, nii-sama. Aku dan anggota Shin Akatsuki akan membantu menambah segi pertahanan di Underworld selama acara Rating Games Tournament berlangsung."

Sirzech yang mendengar itu pun berkata "Baiklah, Naruto-kun... Acara Rating Games Tournament akan tetap berlangsung. Dan pertarungan pertama akan dimulai dengan pertarungan tim Rias Gremory dan tim Sona Sitri."

Naruto pun menepuk pundak Issei dan berkata "Menangkan pertarungan itu demi Rias-chan, Issei."

"Tentu saja sensei..."

"Hmph, jangan meremehkan peerageku begitu saja Naruto-san." Ucap Sona yang menatap tajam Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak akan kalah dari Rias..."

Mendengar itu, Sairaorg pun mendengus dan dia pun berkata "Jangan lupakan kalau peerage kalian juga akan melawanku, Rias, Sona... Dan bukannya menarik kalau aku bisa bertarung dengan Sekiryuutei dan pemegang kekuatan Dragon King Vvitra meskipun aku sebenarnya ingin bertarung dengan Naruto sebagai sama-sama pengguna Senjutsu."

Mendengar itu, Naruto terlihat mendesah dan dia pun berkata "Kalau kau ingin mencari pengguna Senjutsu untuk kau ajak bertarung kenapa kau tidak memililih Kuroka atau Bikou saja?"

"Karena aku merasakan kalau Senjutsu milikmu itu unik dan berbeda dari mereka berdua jadi aku memilihmu, Naruto." Jawab Sairaorg dan kemudian dia menyeringai dan berkata "Jadi bagaimana?"

"Aku akan melawanmu setelah semua ini berakhir, Sairaorg." Balas Naruto.

"Deal..." Ucap Sairaorg dan Naruto yang saling berjabatan tangan menyegel perjanjian mereka.

"Maaf, apa aku terlambat Naruto?"

Kemudian masuklah pria berambut putih shaggy yang memakai haori berwarna putih dan di belakang tubuhnya memiliki simbol dari klan Otsutsuki, dia juga memakai kalung dengan sembilan magatama yang tersemat lehernya. Pria itu juga ditemani oleh gadis bertubuh kecil berambut hitam dengan rambut hitam panjang yang diikat satu dan memakai baju dan rok berwarna hitam. Semua orang pun terkejut melihat dua orang itu apalagi gadis kecil itu yang ternyata adalah Infinity Dragon God atau yang dikenal saat ini dengan Infinity Dragon Goddess, Ophis.

Semua pimpinan 3 fraksi dan Dulio dan Sun Wukong selaku ketua dan wakil ketua dari Team DxD menatap tajam Naruto akan hal itu membuat Naruto mendesah dan berkata "Jangan menatapku seperti itu... Bukannya aku sudah bilang kalau Toneri dan Ophis akan bergabung ke Shin Akatsuki tapi mereka pergi untuk memikirkan hal ini terlebih dahulu, jadi hanya Vali dan tim-nya yang baru bergabung ke Shin Akatsuki."

"Apa mereka bisa dipercaya, Naruto-san?"

Ophis yang mendengar itu pun menatap Dulio yang tidak gentar pada tatapannya "Kau tidak perlu khawatir, Dulio Guesaldo. Aku dan Toneri-kun tidak akan mungkin membantu Khaos Brigade yang telah mengkhianati aku, Toneri-kun, dan Vali serta teman-temannya jadi kau bisa percaya pada kami."

Beberapa dari mereka pun mulai percaya pada mereka kecuali pihak-pihak yang belum sepenuhnya percaya pada mereka memutuskan untuk mengawasi mereka berdua. Naruto yang melihat itu pun menatap Toneri dan berkata "Jadi kau sudah memutuskan?"

"Iya..." Jawab Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Aku akan bergabung ke Shin Akatsuki... Meskipun tujuan lamaku dan tujuan Hinata sama tapi aku akan melawan mereka dan membalas semua yang telah mereka lakukan pada Ophis dan aku tidak akan membiarkan Hinata menghancurkan dunia ini karena Ophis mencintai dunia ini dan sebagai orang yang mencintai Ophis, aku akan melindunginya sekuat tenagaku."

-To Be Continued-

Review:

Dijou:

Kagak, dia juga masih hidup di fic sekuel The Next Generation of Heroes.

Perut Lempar:

Udah lanjut kok chap 2, ente kemana aja bro?