Name: Heroes From Another World

Author: The World Arcana

Genre: Friendship, Adventure

Rating: M

Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima x Sara, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Asia Argento x Xenovia Quarta x Koneko Toujou x Ravel Phenex, Gaara x Reya Kusaka, Kakashi Hatake x Rossweisse, Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Rock Lee x Tsubasa Yura, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Vali Lucifer x Kuroka Toujou, Toneri Otsutsuki x Ophis

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya.

Chapter 27: Reverse

Toneri Otsutsuki, mantan musuh bebuyutan Naruto Uzumaki dan Shin Akatsuki yang saat ini telah bergabung ke dalam Shin Akatsuki hanya bisa melihat salah satu rekannya saat dia masih bergabung di Khaos Brigade yaitu Vali Lucifer yang sedang bertarung bersama dengan rivalnya sang Welsh Dragon, Issei Hyoudou yang juga merupakan murid dari Naruto.

"Aku tidak mengerti..." Ucap Toneri yang kemudian menatap Naruto yang berdiri di sebelahnya "Kita ini sedang berada dalam situasi genting. Khaos Brigade sudah menyatakan perang saat ini dan kita masih bersantai lagi saat ini terutama istrimu dan seluruh anggota peeragenya akan bergabung dalam turnamen Rating Games di Underworld. Harusnya kita mempersiapkan diri dan memperkuat pertahanan di Underworld dan dunia atas bukan?"

Naruto pun menatap lawan bicaranya itu dan kemudian membalas "Aku sebenarnya setuju akan perkataanmu itu Toneri tapi situasi ini lebih baik menurutku."

"Maksudmu?"

"Maksudku adalah jika kita memberitahukan yang lain selain Tim DxD dan para pemimpin 3 fraksi surgawi itu akan membuat kepanikan baik disini atau di Underworld." Jawab Naruto kemudian dia bertanya "Bagaimana persiapan kita untuk mengamankan Underworld, Toneri?"

"Hmm, cukup baik menurutku." Balas Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Aku sudah mengirim Arthur dan Bikou untuk berjaga-jaga disana sedangkan Kuroka aku tempatkan disini karena kau tahulah Kuroka masih terkena masalah karena dia membunuh King-nya sendiri."

"Bagaimana dengan Vali?

"Aku akan tempatkan dia disini bersama dengan Kuroka tapi jika terjadi sesuatu yang darurat disana, aku akan mengirimnya ke Underworld sebagai back-up."

"Toneri..."

"Hmm..."

"Ada apa?"

"Menurutmu pernyataan perang Hinata itu gertakan saja atau tidak?"

"Sepertinya dia sungguh-sungguh." Jawab Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Memang-nya kenapa?"

"Aku hanya bingung. Maksudku jika dia benar-benar menyatakan perang bukannya mereka sudah pasti otomatis kalah jumlah dengan pasukan yang kita dan 3 fraksi surgawi."

"Jika Hinata sudah menyampaikan deklarasi perang berarti dia sudah yakin akan pasukannya. Lagipula pasukan Khaos Brigade aku pikir tidak sedikit itu. Mereka memiliki 3 team dengan kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh. Ada tim dari Hero Faction yang dipimpin Cao Cao, anggota mereka cukup berbahaya karena beberapa dari mereka mempunyai Longinus. Lalu tim Olf Satan Faction yang dipimpin oleh Rizevim Livan Lucifer, rekan-rekannya selain Rizevim dan tangan kanan-nya tidaklah berbahaya tapi kita tetap harus waspada melawannya. Dan ada satu tim lagi tapi aku tidak tahu namanya. Yang aku tahu adalah dalam tim itu ada beberapa naga jahat yang cukup kuat salah satu-nya adalah Samael yang darahnya mengandung racun yang cukup mematikan bagi seekor naga." Balas Toneri dan kemudian dia melanjutkan "Belum lagi pasukan yang sudah tidak asing lagi di perang shinobi kalian itu."

"Tunggu dulu!!! Maksudmu Hinata mempunyai pasukan Shiro Zetsu dalam perang itu?"

Toneri pun menggeleng-gelengkan kepalanya karena hal itu "Bukan itu, tapi..."

Belum selesai Toneri menjawab, Naruto pun menjawab "Jangan bilang kalau pasukan yang kau maksud itu adalah Edo Tensei?"

"Ya begitulah."

Di sebuah villa, terlihat Sasuke Uchiha yang sedang melatih Tsubaki dan peerage Sona yang lain melawan Rias dan peerage miliknya. Kusanagi miliknya beradu dengan naginata milik Tsubaki dan kemudian Sasuke pun melompat mundur dan memberi jarak dia dan Tsubaki, lalu dia membuat handseal jurus favoritnya dengan cepat.

"Katon: Gokakyu no Jutsu!!!"

Tapi sayangnya serangan Sasuke berhasil dibalikkan berkat Sacred Gear [Mirror Alice] milik Tsubaki yang berhasil dia tebas dengan pedangnya membuat api itu menghilang.

"Bagaimana Sasuke-kun?"

"Hmm, refleksmu sekarang sudah bertambah cepat Tsubaki."

Kemudian Sasuke pun ditatap oleh Tsubaki dan Tsubaki pun berkata "Omong-omong Sasuke-kun, kenapa kau memilih membantu kami dibandingkan dengan peerage dari Rias?"

"Aku pikir Naruto saja sudah cukup untuk melatih mereka. Maksudku, Issei sudah sekuat Vali karena latihan Naruto. Koneko-san sudah berhasil menguasai Senjutsu miliknya setelah berlatih intens dengan Kuroka dan Naruto, Yuuto bisa berlatih dengan Kakashi-sensei atau Itachi-nii dan aku rasa tanpa dilatih pun Rias dan Akeno juga sudah cukup kuat jadi aku rasa aku tidak dibutuhkan disana." Jawab Sasuke yang kemudian duduk di lantai dan kemudian dia melanjutkan "Lagipula, memangnya aku salah jika aku memutuskan untuk melatih kalian dan bertemu denganmu dan Sona?"

"Tidak sama sekali..." Balas Tsubaki yang duduk di sebelah Sasuke dan mulai menyatukan kedua bibir mereka...

Cup

-Shin Akatsuki Headquarters. Kyoto, Japan-

"Jadi sebelum Elemental Nation hancur, kau membunuh beberapa orang yang lumayan kuat di Elemental Nation dan mengambil sampel darah-nya?" Tanya Naruto yang mendengar cerita Toneri.

"Ada yang aku jadikan Kugutsu seperti beberapa temanmu dan ada juga yang aku ambil sampel darahnya sebagai sampel untuk teknik Edo Tensei." Jawab Toneri dan kemudian dia menjawab "Aku sungguh minta maaf. Aku terlalu dibutakan oleh dendam dan juga amarah sampai-sampai aku salah mengartikan titah dari Hamura-sama."

"Tidak usah dipikirkan, aku sudah memaafkanmu lagipula kau sudah bergabung ke sisi kebaikan kan jadi aku tidak ada masalah lagi denganmu Toneri."

'Orang ini... Sebenarnya hatinya itu terbuat dari apa? Aku telah berbuat salah kepadanya... Aku sudah menghancurkan desanya, membunuh beberapa temannya dan menjadikannya boneka hidup, dan bahkan aku yang membuat putrinya mati tapi kenapa dia masih punya kemampuan untuk memaafkanku padahal dia bisa saja membunuhku saat kedatanganku tepat di depan wajahnya dan salah satu kekasihnya.' Batin Toneri yang menatap Naruto dengan tatapan penuh selidik dan kemudian dia menutup salah satu matanya dengan tangannya dan berkata dalam hati 'Hmm, sepertinya setelah semua ini selesai aku harus membalas budiku padanya. Aku akan mengorbankan salah satu penglihatanku untuk melakukan Kinjutsu dari Tenseigan untuk menghidupkan seseorang yang sudah mati dengan bayaran salah satu penglihatanku sendiri."

"Hoi, Toneri... Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto dan itu membuat Toneri sadar dari lamunannya "Apa terjadi sesuatu pada matamu?"

"A-Ah, tidak ada..." Ujar Toneri yang sadar dari lamunannya dan kemudian dia melanjutkan "Aku hanya memikirkan tentang Ophis barusan."

"Kau tidak perlu khawatir tentang Ophis." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Tentu Hinata berhasil mengambil separuh kekuatan Ophis tapi yang penting dia masih selamat kan?"

"Kau ada benarnya."

"Tapi jujur saja Toneri, aku masih agak bingung kepadamu?"

"Bingung kenapa?"

"Kenapa kau bisa mencintai sosok Ophis?"

"Hmm, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa mencintai naga cebol dan genderless itu, ADAWW!!!" Ucap Toneri yang tiba-tiba merasakan rasa sakit saat kepalanya terkena sesuatu dan dia pun menatap tajam sosok Ophis "Apa yang kau pikir kau lakukan ini, idiot?"

"Hmppfftt..."

Melihat Ophis pergi tanpa memperdulikan teriakan Toneri, Naruto pun berkata "Sepertinya dia marah."

"Ah, biarkan saja. Dasar dewi naga tukang ngambek."

-With Gaara and Reya-

Seperti Sasuke... Mantan Kazekage yaitu Gaara juga ikut membantu untuk melatih tim Sona. Bukan karena dia tidak ingin membantu Naruto melatih tim Rias, tidak sama sekali. Tapi dia ingin mendekatkan diri terhadap salah satu peerage dari Sona yaitu Reya, Reya Kusaka. Entah kenapa setelah pertemuan pertamanya dengan Reya, perasaannya jadi tidak karuan seperti ini dan selalu salah tingkah. Padahal di Elemental Nation saja gadis atau yang bisa dibilang perawan tua yaitu Mei Terumi seorang Mizukage dari Kirigakure yang terkenal dengan kecantikannya dan kemontokan tubuhnya saja tidak bisa membuatnya seperti ini.

"Kau tidak apa-apa, Gaara-san?" Tanya Reya yang kemudian melanjutkan "Kau terlihat melamun sedari tadi."

"Aku tidak melamun." Bantah Gaara dengan cepat tapi sepertinya itu tidak membuat Reya percaya dan membuatnya menghela nafas panjang "Aku hanya sedang memikirkan sesuatu."

"Memangnya apa yang kau pikirkan, Gaara-san?"

"Kamu..."

Pertanyaan Gaara yang pendek dan singkat itu pun membuat Reya terkejut dan terlihatlah rona merah di wajahnya. Gaara yang menyadari perkataannya pun terlihat panik dan membatin.

'Apa yang baru saja kau katakan, mulut bodoh?'

"Gaara-san..."

Cup

Perkataan Reya pun terpotong oleh ciuman spontan dari Gaara yang tiba-tiba saja menciumnya di bibirnya. Gaara yang menyadari perbuatannya pun langsung menghentikan perbuatannya dan berkata pada Reya.

"Maafkan aku karena sudah dengan kurang ajar mengambil ciuman pertamamu, Reya-san." Ucap Gaara dengan nada menyesal dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku melakukan ini karena aku..."

Cup

Kali ini Reya yang mencium Gaara dan membuat Gaara terkejut tapi kemudian Reya melepaskan ciumannya dan berkata "Kau tidak perlu katakan apapun, Gaara-san. Aku tahu kau akan mengatakan apa dan aku tidak masalah dengan apa yang kau lakukan padaku tadi karena aku juga mencintaimu."

Mereka berdua pun kemudian melanjutkan ciuman mereka kembali tanpa menyadari kalau mereka sedang diperhatikan oleh Sona yang tersenyum karena salah satu anggota peerage-nya berhasil menemukan sosok yang mencintainya. Kemudian dia agak mendesah saat membayangkan ketiga anggota peerage-nya yaitu Momo, Ruruko dan Saji. Momo dan Ruruko sudah menyukai Saji sejak lama bahkan mereka selalu bertengkar seperti kekasihnya dan sahabatnya itu tapi Saji-nya yang kurang peka. Dia pun ingin agar Saji menyadari atas perasaan Momo dan Ruruko padanya karena dia sama seperti Rias. Dia sangat menyayangi seluruh anggota peerage miliknya dan dia ingin seluruh anggota peerage-nya bahagia.

-Time skip-

Malam harinya, Naruto dan para peeragenya serta Ophis dan Toneri pun pergi ke Underworld untuk melihat pertandingan uji coba antara Rias dan Sona tapi saat melihat Rias, Naruto yang sedang menggendong Aisha pun menghampirinya.

"Ada apa, Rias-chan?"

"Sepertinya aku melupakan sesuatu, Naruto-kun."

"Apa itu?"

"Xenovia sekarang sedang dalam kondisi hamil." Jawab Rias dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak bisa mengikutsertakan dia dalam Rating Games kali ini."

"Tapi aku masih sanggup buchou." Bantah Xenovia.

"Tapi buchou ada benarnya." Ucap Issei yang terlihat khawatir dengan Xenovia "Maaf Xenovia-chan tapi aku juga tidak akan mengizinkanmu ikut kali ini, kondisimu dan bayi di rahimmu lebih penting."

"Ta-Tapi..."

Mendengar itu, Naruto pun berkata "Oke, Rias-chan. Aku tahu alasanmu itu ada benarnya tapi kalau begitu siapa yang akan menggantikan Xenovia sebagai Knight-mu?"

"Itulah yang sedang aku pikirkan saat ini, Naruto-kun."

Naruto kemudian menghela nafas dan berkata "Aku sebenarnya ingin meminjamkan Sasuke kepadamu dalam pertandingan ini tapi sayangnya aku tidak bisa Rias-chan. Aku tidak ingin Sona marah pada Sasuke karena membantumu untuk mengalahkan dia."

"Tidak perlu meminta maaf, Naruto-kun. Aku juga mengerti posisi Sasuke-san seperti apa."

"Bagaimana jika aku yang menggantikan Xenovia-chan, Rias-san?"

Mereka pun melihat orang yang berbicara pada mereka itu dan menemukan kalau orang itu adalah Irina Shidou, malaikat yang merupakan Ace dari Michael dan juga salah satu orang yang dicintai Issei.

"I-Irina-chan..."

"Hai, Issei-kun."

Asia dan Xenovia yang melihat kedatangan Irina pun menatap Irina dengan tatapan sebal. Mau bagaimana lagi, walaupun mereka berdua merupakan kekasih dari Issei tapi tetap saja mereka tidak akan mungkin menghilangkan rasa cinta Issei ke Irina sekaligus sebaliknya terlebih lagi dia merupakan sahabat masa kecil sekaligus ciuman pertama Issei.

"Tapi apa mungkin hal itu bisa dilakukan?" Tanya Shikamaru dan kemudian dia melanjutkan "Maksudmu kita itu iblis dan Irina-san merupakan malaikat. Kalau Sasuke masuk ke peerage Rias untuk menggantikan Xenovia itu bisa saja karena Sasuke dan Xenovia itu sama-sama iblis dan mereka juga merupakan Knight. Lalu bagaimana dengan Irina-san?"

"Itu bisa di urus."

Semua orang pun terkejut melihat kedatangan Sirzech dan kemudian Naruto pun berkata "Aku tahu kau itu seorang Maou Lucifer, nii-sama. Tapi jika kau lakukan ini kau bisa dikira pilih kasih dan lebih mendukung keluarga lamamu sendiri, kau tahu itu kan?"

"Aku tahu itu, tapi ini situasi darurat Naruto." Balas Sirzech dan kemudian dia melanjutkan "Kalau Xenovia memaksakan dirinya, maka kandungannya akan dalam bahaya dan kemudian salah satu dari generasi baru kita akan menghilang dari muka bumi ini. Lagipula aku tidak akan melakukan ini jika aku belum mendapat persetujuan dari Serafall, Ajuka, dan Falbium."

Itachi yang melihat Sirzech pun berkata dengan nada penuh selidik "Kau mendapat persetujuan dari Serafall tentang ini. Hm, sulit dipercaya."

"Terserah padamu mau percaya atau tidak, Itachi-san. Tapi aku benar-benar sudah mendapat persetujuan dari Serafall."

"Terserahmu sajalah Sirzech."

Irina kemudian diberikan sebuah device yang akan mengubah aura Irina sebagai iblis selama Rating Games berlanjut. Tapi Naruto dan peeragenya merasa ada yang aneh karena menurut dia dan Itachi tidak mungkin Serafall memberikan persetujuan atas apa yang dilakukan Sirzech tanpa sebuah alasan dan itu pun membuat dia menghampiri Rias yang sedang menggendong putrinya.

"Rias-chan..."

"Ada apa, Naruto-kun?"

"Berhati-hatilah saat melawan Sona nanti."

"Memangnya kenapa?"

"Tidak mungkin Serafall setuju akan atas apa yang dilakukan nii-sama ini tanpa sebuah alasan."

"Jangan khawatir, Naruto-kun." Balas Rias yang memberikan putrinya ke Naruto "Aku akan berhati-hati melawan dia."

Setelah itu semua anggota peerage dari Sona dan Rias pun masuk ke dalam arena. Dan kemudian Saji yang melihat Irina pun terlihat emosi dan dia pun berkata dengan amarah.

"Ada apa ini? Kenapa Irina-san bisa masuk ke dalam tim Rias-senpai, kaichou?"

Sona tidak menjawab, tapi kemudian Sirzech pun berkata "Aku yang menambahkan Irina ke dalam tim Rias, Saji Genshirou. Karena Knight dari adikku sedang dalam kondisi hamil, aku jadi berpikiran untuk mencari penggantinya untuk sementara dan Irina-san juga berniat untuk menggantikan Xenovia-san lagipula."

"Jangan seenaknya memutuskan seperti itu, Lucifer-sama." Balas Saji dan kemudian dia melanjutkan "Aku tahu kau pemimpin tertinggi di Underworld karena kau adalah seorang Lucifer. Tapi kau tidak bisa seenaknya melakukan hal ini. Karena, dengan ini sama saja kau lebih berpihak ke adikmu dan tidak dalam posisi netral. Kalau Xenovia tidak bisa ikut serta, memangnya kenapa? Yuuto juga sama hebat-nya dengan dia dan bukannya dia sudah mempunyai Rook baru? Iya kan, Rossweisse-sensei?"

Rossweisse yang ditatap tajam oleh Saji hanya bisa menundukkan kepalanya tapi Sirzech masih belum selesai "Kau tidak perlu menyalahkanku seperti itu, Genshirou-san. Lagipula, aku tidak akan melakukan itu kalau aku tidak mendapatkan persetujuan dari para Maou yang lainnya."

Mendengar itu, Saji pun shock dan kemudian menatap Serafall dengan tatapan kecewa dan berkata "Leviathan-sama... K-Kenapa kau?"

"Cukup Saji..."

Mendengar suara Sona... Saji pun berkata "Tapi kaichou..."

"Kau fokus saja dalam pertarungan ini." Balas Sona dan kemudian dia melihat kakaknya dan membatin 'Terima kasih atas bantuanmu, onee-sama. Kalau begitu, aku akan melakukan bagianku sekarang.'

Melihat ekspresi Sona dari kejauhan, Naruto pun melihat Sasuke dan berkata "Sudah jelas, nii-sama tidak netral dan lebih berpihak ke Rias. Tapi sepertinya, Sona dan Tsubaki terlihat sangat tenang dari tadi. Kau tahu sesuatu, Sasuke?"

"Hmm, aku tahu kau itu sahabatku Naruto. Tapi kau tidak pikir aku akan memberitahukan rencana kekasihku padamu kan?"

"Aku tidak ada fikiran seperti itu, tenang saja." Balas Naruto dan kemudian dia membatin 'Yup... Ternyata intuisiku benar. Rias-chan dan para anggota peerage-nya harus lebih berhati-hati melawan Sona dan anggota peerage-nya."

Pertandingan pun dimulai... Peerage Sona dan Rias pun berpencar untuk melawan musuh masing-masing. Irina berhasil menemukan Tomoe dan mereka pun mengadu pedang mereka masing-masing tapi karena kecerobohan Tomoe, dia pun terkena tebasan pedang suci Excalibur milik Irina tapi bukannya kesakitan atau keluar dari Rating Games... Dia malah menyeringai dan itu membuat Irina shock.

"Bagaimana bisa?"

"Reverse..."

"Apa?"

"Kemampuan yang bisa digunakan untuk membalikkan kekuatan seseorang. Kau mungkin menggunakan pedang suci untuk menebasku tapi dengan teknik Reverse... Serangan pedang suci milikmu saja dengan tebas pedang normal atau pedang demonic dari Yuuto-kun." Balas Tomoe dan kemudian dia mengeluarkan katana baru miliknya "Perkenalkan, Artificial Sacred Gear milikku yang diberikan oleh Azazel-san... Blazer Shining Aura Darkness Samurai Sword."

Traaaannnkkk

Traaaannnkkk

Traaaannnkkk

Crraaaaasshh

"Akhhhh!!!"

Karena kecerobohannya saat ini, Irina yang terkena tebasan pedang Tomoe pun memegang bahunya yang mengeluarkan darah dan dia pun membatin 'Ukh, pedangnya itu sama kuatnya dengan Holy-Demonic Sword milik Yuuto-san.'

Kemudian muncullah cahaya kehijauan di tangan Irina. Irina yang menyadari ini pun berterima kasih dalam-dalam pada Asia tapi tiba-tiba dia merasakan rasa sakit yang luar biasa di tangannya padahal seharusnya luka di tangannya sembuh karena Sacred Gear Asia.

"Kau menyadarinya kan Irina-san?"

"Me-Menyadari apa?"

"Sihir Reverse bukan hanya bisa membalikkan energi suci di pedangmu menjadi energi demonic tapi juga bisa membalikkan efek penyembuhan dari Sacred Gear Asia-chan."

"Jadi maksudmu?"

"Iya." Balas Tomoe dan kemudian dia melanjutkan "Bukannya menyembuhkan tapi Sacred Gear Asia-chan malah akan menyakitimu, Irina-san. Leviathan-sama yang mengajarkan ini pada kami kecuali Saji-kun."

Irina pun terkejut mendengar kabar ini dan Sirzech yang memperhatikan pertandingan ini dari kejauhan pun menatap Serafall dengan tajam dan berkata "Jadi ini alasanmu menyetujui usul-ku, Serafall?"

"Jangan lihat aku seperti itu, Sir-tan." Balas Serafall dengan tenang, sifat childish-nya tidak terlihat sama sekali yang ada sifat serius-nya saat mereka masih berperang melawan Old Satan Faction dalam Civil War "Kau tidak pikir aku akan setuju denganmu tanpa alasan kan? Aku tahu kau menginginkan Irina-san menggantikan Xenovia-san karena mereka sama-sama pemegang pedang suci, iya kan? Sayangnya untukmu aku juga punya rencana sendiri. Yaitu mengajarkan sihir Reverse pada So-tan dan para anggota peerage-nya."

Sedangkan dengan Naruto yang melihat jalannya pertandingan antara peerage Rias dan Sona hanya bisa menghela nafas "Harusnya aku tahu akan terjadi hal di luar dugaan seperti ini."

"Rias itu kuat, aku yakin itu." Tambah Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Tapi Sona lebih pintar daripada Rias karena Sona bertarung bukan menggunakan otot tapi menggunakan otak. Aku hanya bisa berharap mereka bisa membalikkan situasi ini karena situasi ini tidak menguntungkan sama sekali."

Kembali ke dalam arena... Tomoe yang melihat musuhnya dalam keadaan kesakitan tidak menyia-yiakan kesempatan untuk mengakhiri Irina dalam pertarungan tapi sebelum dia berhasil melakukannya, dia pun ditendang dengan keras sampai-sampai dia terlempar ke belakang.

"Ukh..."

"Kau tidak apa-apa kan, Irina-chan?"

Mendengar itu, dia pun melihat penyelamatnya dan dia pun berkata "Issei-kun..."

Ternyata pelaku penyerangan Tomoe adalah Issei yang masih belum menggunakan Balance Breaker-nya dan dia pun kemudian menatap Tomoe dengan tajam dan dia pun berkata "Akulah lawanmu, Meguri-san."

'Sial!!! Sihir Reverse mungkin memang bisa membalikkan energi kegelapan ke energi suci atau sebaliknya tapi aku tidak yakin kalau sihir Reverse bisa membalikkan efek energi dragonic yang digunakan Issei.'

"Kenapa Meguri-san? Kau takut..." Ucap Issei dengan tenang sambil memasang kuda-kuda bertarung "Sihirmu itu mungkin bisa bekerja pada pedang suci Irina-chan dan juga Sacred Gear milik Asia-chan. Tapi bagaimana denganku? Aku tidak yakin sihirmu itu bisa membalikkan kekuatan dragonic milikku."

"Istirahatlah Irina-chan." Ucap Issei pada Irina dan dia pun mengeluarkan Ascalon dari dalan [Boosted Gear] miliknya "Aku yang akan mengakhiri ini."

Tomoe sudah bersiaga dan menunggu serangan dari Issei, tapi ada suara yang muncul dari belakang tubuhnya.

"Tomoe-chan, biarkan aku yang melawan dia."

Tomoe pun melihat ke belakang dan melihat salah satu rekannya "Saji-kun..."

Saji yang sudah berada di depan Tomoe pun langsung menatap Issei dan berkata "Maaf Issei, tapi aku yang akan jadi lawanmu."

"Saji..."

"Kau dan rivalmu yang bernama Vali itu selalu saja berjalan di depanku. Semakin lama kau dan dia selalu bertambah kuat tapi tidak denganku." Ucap Saji dengan tatapan serius dan kemudian muncul killing intent yang cukup kuat muncul dari Saji "Tapi tidak lagi!!!"

'Ukh, kekuatannya bertambah berkali-kali lipat.'

"Berkat bantuan Azazel-san dan latihan kerasku, aku tidak akan kalah denganmu Issei Hyoudou." Ucap Saji dan kemudian dia melesat ke arah Issei dan melancarkan tinju-nya tapi Issei berhasil menahan tinjunya dengan tinju-nya sendiri "Aku dan Vritra akan mengalahkanmu dan naga surgawi yang berada dalam Sacred Gear-mu itu Issei!!!"

"Maaf Saji..."

"Huh..."

"Aku sudah berjanji pada senseiku untuk membuat buchou memenangkan turnamen Rating Games ini." Ucap Issei yang langsung memasuki mode Balance Breaker-nya dan karena saking kuatnya kekuatan mereka berdua, mereka berdua pun terpental. Mereka berdua pun bangkit dan kemudian Issei berkata dengan tegas "Dan aku akan memenuhi janjiku itu. Tidak peduli tubuh atau tulang-tulangku remuk sekalipun. Jadi bersiaplah Saji karena aku tidak akan menahan diri saat ini."

"Itu yang aku harapkan, Hyoudou."

Mereka berdua pun melesat kembali untuk melancarkan serangan mereka. Pertandingan yang sebenarnya baru saja dimulai.

-To Be Continued-

AN: Udah gak sadar udah gak update fic ini selama 1 tahun. Maaf bro, kerjaan di RL lumayan cukup melelahkan. Dan juga ada banyak proyek fanfic sama asik ngeliat leak Mortal Kombat 11, Kingdom Hearts 3 sama Devil May Cry 5. Maklum, gak punya PS4 tapi di HP ada YouTube, why not?

Review:

Kokonoe201:

Lu mau unfollow gue? Be my guest. Gak sudi gua di follow sama orang arogan dan brengsek kaya lu. Orang yang seenaknya ngatur-ngatur sendiri padahal cerita gua yang bikin. Hidup lu gak ber-faedah cuks.

Aulshi:

Aisha masih 1-2 tahunan lah.

Sandek NA:

Lawan Toneri atau Hinata? Kalau lawan Hinata itu karena Hinata udah dapet sebagian kekuatan Ophis.

Firman Kyle Mazzani:

Naruto gak mati cuma di prologue belum muncul aja padahal mah udah di mention beberapa kali di chapter Aisha, Lilith sama Arashi.