Name: Heroes From Another World
Author: The World Arcana
Genre: Friendship, Adventure
Rating: M
Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima x Sara, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Asia Argento x Xenovia Quarta x Koneko Toujou x Ravel Phenex, Gaara x Reya Kusaka, Kakashi Hatake x Rossweisse, Itachi Uchiha x Serafall Leviathan, Rock Lee x Tsubasa Yura, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Vali Lucifer x Kuroka Toujou, Toneri Otsutsuki x Ophis, etc
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya.
Chapter 28: Fall of Underworld
"Issei!!!"
"Saji!!!"
Teriak Saji dan Issei yang melesatkan serangan mereka satu sama lain dan membuat gelombang kejut yang mementalkan Tomoe dan Irina. Setelah itu mereka mulai menyerang satu sama lain tanpa ampun meskipun itu membuat sebagian armor mereka hancur. Issei tidak menyangka kalau Saji akan bertambah kuat seperti ini dibawah bimbingan Azazel. Dia bisa saja menggunakan Illegal Move Triaina tapi mode itu tidak diperbolehkan dalam Rating Games seperti ini.
"Oy, sensei!!! Aku bisa melepaskannya sekarang kan?" Tanya Issei pada Naruto yang berada di bangku penonton membuat para penonton bingung atas apa yang dibicarakan Issei.
"Kau bisa melakukannya, Issei."
Mendengar itu, Issei pun melepaskan apa yang disembunyikan di kakinya yang ternyata adalah sebuah pemberat yang biasa dipakai Lee untuk berlatih.
Saji dan Tomoe yang melihat itu shock dan Saji pun membatin 'Kalau dia sebelum melepaskannya saja, dia sudah cukup cepat apalagi kalau dia sudah melepaskannya? Aku harus menyerangnya terlebih dahulu.'
Swuuuussshhh
Dengan reflek-nya yang telah terasah karena pelatihan Naruto... Issei berhasil menghindari serangan Saji dan menendang dagu-nya membuat dia terpental ke udara.
"Kau tidak apa-apa kan Saji-kun?"
"Aku tidak apa-apa, Tomoe-chan." Balas Saji yang sudah berdiri dan bersiap menyerang Issei.
Issei yang melihat itu juga langsung menyiapkan ancang-ancang untuk menyerang kembali
Deg
"Issei-kun, kau tidak apa-apa?" Tanya Irina yang melihat Issei terdiam saja dari tadi.
Issei yang mendengar itu hanya membalas "Ugh, aku tidak bisa bergerak Irina-chan."
"Hah, kau pikir aku akan membiarkanmu memukulku begitu saja Issei."
Mendengar itu, Issei pun menatap tajam Saji dan berkata "Apa yang kau lakukan padaku, Saji!!!"
"Jangan melihatku seperti itu, Issei. Aku hanya menggunakan salah satu sub Sacred Gear-ku yang bernama [Shadow Prison]." Balas Saji dan kemudian muncullah bayangan yang mengikat Issei dan mengekangnya, membuat-nya tidak bisa bergerak "Kau memang cepat dan lebih kuat dariku, aku akui itu. Tapi kalau kau tidak bisa bergerak untuk apa? [Delete Field]."
Armor Balance Breaker Issei pun menghilang seolah kekuatan dia diambil dan dilemahkan oleh Saji. Irina yang melihat itu langsung melesat untuk mengalahkan Saji tapi Saji lebih cepat dan langsung menggunakan [Shadow Prison] sekali lagi. Membuat dua orang itu tidak bisa bergerak.
"Maaf Issei tapi aku serius dengan perkataanku tadi. Aku tidak akan membiarkanmu mengacaukan rencana kami untuk menjadi yang teratas dan menghancurkan impian kaichou untuk membangun sekolah yang akan membantu iblis baik itu Low-Class, Middle-Class atau High-Clash Devil."
Tapi Saji dibuat terkejut saat tinju-nya ditahan oleh Issei yang sudah berhasil melepaskan diri dari kemampuan Sacred Gear [Shadow Prison] milik Saji.
"Ba-Bagaimana bisa?"
"Bukan hanya kau saja yang berjanji pada kaichou untuk membawanya ke atas tapi aku juga berjanji pada Naruto-sensei dan buchou untuk membawa buchou ke tempat teratas, teme!!!"
Buaaaakkkk
"Guh..."
Issei yang telah menghajar Saji sampai tersungkur, kemudian mendekati Irina dan dia pun memegang tangan Irina dan membuat bayangan dari [Shadow Prison] milik Saji yang mengekangnya menghilang.
"Kau baik-baik saja Irina-chan?"
"Aku baik-baik saja, Issei-kun."
Mereka berdua kemudian bersiap untuk bertarung melawan Saji dan Tomoe dan Issei yang melihat Irina menggunakan Holy Sword miliknya pun berkata "Kau simpan saja pedang sucimu itu Irina-chan. Lagipula itu tidak akan berhasil melukai mereka karena teknik Reverse mereka."
"Lalu aku harus menggunakan apa?"
"Gunakanlah ini--" Balas Issei yang mengeluarkan Ascalon dari Sacred Gear-nya dan memberikannya pada Irina "Pedang itu sangat kuat jika digunakan untuk melawan naga atau sosok yang mempunyai kekuatan naga."
"Berarti--"
"Ya, kau benar Irina-chan. Saji lemah saat melawan pedang ini, sama sepertiku dan Vali."
Saji yang mendengar itu pun langsung bersiaga karena ucapan Issei memang benar. Pedang Ascalon yang saat ini sedang di pedang oleh Irina memang berbahaya baginya, Issei dan Vali yang mempunyai Sacred Gear berbasis naga.
"Tomoe-chan, bisa kau buat Issei dan Irina-san sibuk. Aku akan menggunakan itu."
"Tapi jika kau melakukan itu maka--"
"Aku tahu itu. Tapi aku sudah berjanji pada kaichou dan Sasuke-san. Kita harus memenangkan ini."
"Aku mengerti. Aku akan serahkan padamu Saji-kun." Balas Tomoe yang langsung melesat ke arah Irina dan mengadu pedangnya dengan Irina.
Naruto yang melihat itu dari kejauhan, berkata pada Sasuke di sebelahnya "Entah kenapa aku merasakan firasat buruk, Sasuke."
"Perasaan buruk tentang peerage istrimu atau peerage dua kekasihku?" Tanya Sasuke dengan cengiran karena dia merasa kalau sahabatnya itu cemas kalau peerage kekasihnya akan mengalahkan peerage Rias. Setelah itu, dia buat terkejut oleh jawaban Naruto
"Dua-duanya."
Kembali ke arena pertarungan Rating Games, Asia berhasil dikalahkan karena teknik Reverse milik Momo yang juga ikut keluar karena dia telah memaksakan dirinya untuk menggunakan batas maksimal yang diberikan Serafall untuk menggunakan Reverse
[Satu Bishop milik Rias Gremory-sama dan satu Bishop milik Sona Sitri-sama tidak bisa melanjutkan pertandingan.]
[Satu Pawn milik Sona Sitri-sama tidak bisa melanjutkan pertandingan.]
Di sisi lain, Koneko yang telah mengalahkan Ruruko terjatuh dengan posisi terduduk karena tubuhnya belum terlalu kuat untuk menahan mode Senjutsu miliknya dengan jangka waktu yang lama.
'Sial!!! Sepertinya tubuhku belum cukup kuat untuk menggunakan Senjutsu dalam kurun waktu yang lama. Aku harus lebih banyak belajar pada Naruto-nii dan onee-sama.'
"Kau sepertinya sedang kelelahan, eh Koneko-chan?"
'Sial!!!'
Tubuh Koneko pun membeku di tempat saat melihat kedatangan Tsubaki dan entah kenapa dia melihat Tsubaki di depannya tidak seperti Tsubaki yang biasanya. Dia tahu kalau Tsubaki itu kuat, tapi kali ini entah dia merasa kalau Tsubaki telah bertambah kuat berkali-kali lipat "Kalau kau tidak bisa melanjutkan. Aku akan senang hati mengakhiri perjalananmu disini."
Traaaannnkkk
Naginata milik Tsubaki ditahan oleh pedang milik Yuuto yang datang bersama Akeno
"Ara, ara... Jangan buru-buru seperti itu, Tsubaki." Ucap Akeno yang kemudian menatap Yuuto dan berkata "Yuuto, kau bawa Koneko-chan dari sini. Aku yang akan menghadapinya."
Yuuto pun menggangguk dan pergi meninggalkan Akeno dan Tsubaki dengan Koneko yang bertengger di punggungnya.
"Kau tahu Tsubaki, kau terlihat berbeda."
"Apa maksudmu, Akeno?"
"Kau terlihat lebih percaya diri dan lebih kuat dari sebelumnya."
"Bukan hanya kau saja yang punya kekasih yang kuat dan melatihmu." Ucap Tsubaki yang menyerang Akeno dan membuat-nya terdorong ke belakang "Aku juga sama!!!"
"Hoh..."
Akeno mengeluarkan beberapa magic circle dan menyerang Tsubaki dengan berbagai elemen yang kemudian menyatu menjadi satu tapi Tsubaki yang melihat itu mengeluarkan Sacred Gear-nya "Ini aku kembalikan, Mirror Alice!!!"
Boooooommm
Sihir yang dikeluarkan Akeno dikembalikan oleh Tsubaki dan mengenai tubuh Akeno dengan telak, membuat Naruto khawatir akan keadaan Akeno tapi Sara menggenggam tangan Naruto dan meyakinkan dia kalau Akeno itu bukan sosok yang lemah membuat Naruto menghela nafas dan membatin 'Aku percaya padamu, Akeno-chan.'
Asap yang menutupi tubuh Akeno pun menghilang dan memperlihatkan Akeno yang terlihat tidak kenapa-napa karena dia berhasil menggunakan sihir perlindungan tepat waktu "Heh, kau benar-benar bertambah kuat Tsubaki. Seperti yang diharapkan dari sosok pilihan kedua Sasuke-san."
Alis mata Tsubaki sedikit berkedut karena ejekan dari Akeno. Naruto yang melihat itu membatin 'Apa yang kau pikir kau sedang lakukan ini, Akeno-chan?'
"Kau sendiri juga sama Akeno." Balas Tsubaki dan kemudian dia melanjutkan dengan seringai "Oh, tidak. Aku sedikit keliru... Kau bukan pilihan kedua Naruto-san tapi ketiga. Bahkan Rias dan juga Sara-san sudah mendapatkan anak dari Naruto-san, lalu bagaimana denganmu?"
Kali ini alis mata Akeno yang berkedut dan dia pun langsung melesat ke arah Tsubaki yang juga melesat ke arah-nya dengan Naginata miliknya
"Aku akan menutup mulutmu dengan tinjuku, Tsubaki!!!"
"Tapi sebelum itu bokongmu yang akan kutusuk dengan Naginata milikku, Akeno!!!"
Melihat pertarungan Akeno dan Tsubaki yang kemudian berubah menjadi sebuah catfight, Naruto dan Sasuke hanya bisa menepuk dahi mereka dengan tangannya.
'Kenapa rivalitas aku dan Sasuke serta Rias dan Sona bisa tertular pada mereka berdua?' Batin Naruto yang bahunya ditepuk pelan oleh Sara yang tersenyum manis pada Naruto tapi kemudian dia bangkit dari bangku-nya dan mata-nya sudah berubah menjadi tanda (-), menandakan kalau dirinya sudah memasuki Sennin Mode.
"Ada apa, Naruto-kun?"
"Bersiap-siaplah, sepertinya akan terjadi sesuatu disini."
Dan perkataan itu membuat semua anggota Shin Akatsuki yang berada disana langsung bersiaga.
Di lain sisi, Rias dan Sona mencoba saling mengalahkan satu sama lain. Rias dibuat terkejut saat sihir air sahabat sekaligus rival-nya itu berubah menjadi es sama seperti signature moves kakaknya. Setelah itu muncullah seorang berambut merah yang muncul di hadapan Rias dan Sona dengan menggunakan Sunshin, membuat mereka terkejut.
"Siapa kau?"
Pertanyaan Rias dibalas dengan tebasan sosok misterius itu yang mengeluarkan sebuah pedang dari sarung-nya beruntungnya Rias masih bisa menghindar.
"Kau tidak apa-apa Rias?"
"Aku baik-baik saja, Sona."
Naruto yang melihat itu pun cemas dan berteriak pada Grayfia "Grayfia-neesama!!! Cepat buka barrier-nya!!!"
Grayfia yang juga melihat itu langsung membuka kekkai yang memisahkan para penonton dan juga para peerage Rias dan Sona yang sedang bertarung di dalam Rating Games. Arthur dan Bikou menuntun para warga yang terlihat panik keluar dari The Floating City, Agreas. Sementara dengan Naruto dan Sasuke yang melihat dua kekasihnya dalam bahaya langsung turun dan menghadapi sosok misterius itu. Sasuke pun menebas sosok itu dengan Kusanagi miliknya tapi kemudian dia beregenerasi dan itu membuat Naruto, Rias, Sasuke dan Sona terkejut.
"Tidak mungkin..."
Sasuke yang melihat ini menatap Naruto dan berkata "Naruto, ini--"
"Tidak salah lagi, Edo Tensei. Tch, Toneri benar-benar tidak bercanda."
Tapi hal itu tidak membuat Naruto dan Sasuke diam. Naruto langsung menggunakan Rikudou Senjutsu Mode dan berniat menyerangnya dengan Gudoudama supaya regenerasi-nya tidak akan terbantu banyak tapi dia meleset dan serangannya hanya membuat topeng sosok itu retak.
Setelah itu retakan itu bertambah besar dan topengnya hancur dan itu memperlihatkan wajah dari sosok yang ternyata adalah sosok gadis muda.
"Na-Natsumi-chan...!!!"
Wajah gadis itu mungkin tidak memberikan kesan pada Rias, Sona dan Sasuke tapi tidak dengan Naruto. Memang Naruto tidak melihat-nya dengan waktu yang lama tapi dia tidak akan melupakan wajah sosok yang menyambutnya di reruntuhan Rouran. Wajah dari putrinya dengan Sara, Natsumi Uzumaki.
"Natsumi-chan, ini benar-benar kau kan?"
"Rasengan!!!"
"Ghooagkkkhh!!!"
Bukan pelukan hangat yang dia dapatkan dari sang putri tapi Rasengan berukuran sedanglah yang diterima oleh perutnya dan membuat-nya terlempar ke belakang.
"Naruto!!! / Naruto-kun!!! / Naruto-san!!!" Teriak Sasuke, Rias dan Sona yang melihat Naruto terpental ke belakang karena Rasengan dari Natsumi.
"Ugh..."
"Kau tidak apa-apa kan, Naruto-kun?"
Mendengar ucapan Rias yang terlihat khawatir, Naruto pun bangkit dan menghapus darah yang menetes dari sela-sela bibirnha "Aku baik-baik saja, Rias-chan."
Naruto pun memutuskan untuk menatap mata Natsumi sekali lagi. Mata dengan tatapan hangat yang dia berikan sewaktu dia menyambut Naruto di Rouran tidak ada lagi. Yang ada hanyalah tatapan kosong tanpa jiwa yang menatap tanpa ekspresi ke arah Naruto, Rias, Sona dan Sasuke.
'Natsumi-chan...'
Sasuke yang melihat itu langsung maju dan berkata "Kau mundurlah, Naruto..."
"Apa yang mau kau lakukan, teme?"
"Menyingkirkan Edo Tensei di hadapan kita ini."
"Teme!!!"
Mendengar nada kekesalan yang muncul dari mulut Naruto, Sasuke pun berkata "Aku tahu kalau dia adalah putrimu dengan Sara, dobe. Tapi dia sudah dikendalikan secara penuh. Kita tidak bisa mengembalikan dia seperti seharusnya. Aku melakukan ini untuk meringankan bebanmu dan juga membebaskan jiwa putrimu yang terkurung dalam tubuh yang bahkan dia sendiri tidak bisa mengendalikannya."
Sasuke kemudian melawan Natsumi dengan sengit. Dia harus akui kalau Natsumi lumayan kuat apalagi tubuhnya merupakan tubuh Edo Tensei yang tidak bisa dikalahkan kecuali dengan menghancurkannya dengan Gudoudama atau menyegel-nya dan hanya Naruto saja orang di dekat-nya yang bisa mengalahkan Natsumi karena dia mempunyai teknik Fuinjutsu yang mumpuni karena pelatihan Jiraiya dan juga Gudoudama tapi melihat kondisi sahabat-nya saat ini, dia tidak bisa berharap banyak pada Naruto saat ini.
Sasuke pun memutuskan untuk melanjutkan pertarungannya dengan Natsumi tapi dia malah berlari melewati Sasuke dan mereka bertiga. Rias yang melihat arah kepergian Natsumi pun panik dan berkata "Naruto-kun, disana kan--"
"Sial!!! Sasuke, kau ikut aku."
"Kami juga ikut!!!"
Dan sampai-nya disana, Naruto dan yang lain dibuat terkejut saat melihat Aisha yang sudah berada di tangan Natsumi yang berhasil mengambilnya dari salah satu tangan maid milik keluarga Gremory. Venelana dan Lucius Gremory juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka takut kalau mereka menyerang dengan gegabah maka serangannya bisa meleset dan malah akan mencelakai cucu-nya sendiri.
Naruto yang melihat Natsumi telah mengeluarkan salah satu kunai di tangannya yang bebas langsung berteriak "Natsumi-chan, jangan lakukan itu!!! Dia itu adikmu!!!"
Natsumi yang mendengar itu tidak mengubrisnya karena tubuh sekaligus pikirannya telah dikendalikan penuh tapi saat melihat tangan mungil Aisha ingin menggapai-nya sekaligus melihat kedua bola mata berwarna biru milik Aisha... Dia terlihat mulai ragu dan--
Slaaaaaassshhh
Tangan Edo Tensei Natsumi yang memegang Aisha terpotong karena tebasan pedang Caliburn milik Arthur yang langsung menangkap tubuh Aisha dan memberikannya pada Rias.
"Syukurlah, kau baik-baik saja putriku." Ucap Rias yang mencium kening putrinya dan kemudian dia menatap Arthur dan berkata "Terima kasih atas bantuanmu, Arthur."
"Sama-sama, Rias-sama."
"Natsumi-chan..."
Sara yang melihat putrinya langsung mendekati dirinya tanpa memperdulikan larangan Sasuke dan yang lain. Dia tidak sendirian, Naruto juga memegang tangannya dan pergi bersamanya mendekati putri mereka.
Tapi Natsumi kali ini tidak seperti yang barusan mencoba menyerang Naruto, Sasuke, Rias dan Sona serta hampir membunuh kakak-nya sendiri. Tatapan kosong tanpa ekspresi yang ada di wajahnya menghilang dan terlihatlah wajah dan tatapan lirih Natsumi sama melihat Sara dan Naruto "Okaa-chan, Naruto-san..."
Mendengar itu, Sara pun langsung memeluk putrinya dengan erat seolah dia tidak ingin berpisah lagi dari putrinya. Naruto yang melihat-nya pun tersenyum dan memeluk mereka berdua.
"Akhirnya kau kembali juga putriku."
Natsumi terlihat terkejut saat mendengar Naruto memanggilnya sebagai putrinya "E-Ehhhh!!! Ba-Bagaimana kau bisa tahu, otou-chan?"
"Aku yang memberitahukannya, Natsumi-chan." Balas Sara.
Mereka bertiga pun melampiaskan rasa rindu mereka dan mereka yang melihat interaksi mereka juga turut merasakan kebahagiaan mereka termasuk Rias. Memang Natsumi tadi hampir membunuh Aisha, putrinya dengan Naruto. Tapi dia tidak bisa menyalahkan Natsumi karena dia tahu kalau Natsumi telah dikendalikan secara penuh oleh pengguna Edo Tensei ini.
"Hah, aku cukup kaget akan kejadian ini. Aku tidak menyangka kalau putri sulungmu itu bisa lolos dari kendaliku, Naruto-kun."
"Hinata..."
Melihat Hinata, Naruto dan Sara melepaskan pelukannya pada Natsumi dan mereka berdua menatap Hinata dengan tajam. Natsumi yang melihat sosok Hinata memutuskan untuk nenyerangnya tapi tiba-tiba tubuhnya berhenti bergerak dan tubuhnya ditutupi oleh kertas segel.
Hinata kemudian mendekati tubuh Natsumi yang telah tersegel dan mengelus-nya "Sepertinya aku harus memperkuat kendaliku padamu, Natsumi-chan."
Melihat Hinata menghilangkan keberadaan putrinya dari Underworld, Sara pun melesat ke arah Hinata dan berniat menyerangnya.
"Kembalikan putriku!!!"
"Kau sangat berisik..." Ucap Hinata yang menangkap tubuh Sara dengan ekor-nya dan melemparkannya ke belakang Rias.
"Sara!!!"
"Pada awalnya aku tidak ada masalah denganmu tapi karena kau juga merupakan salah satu orang yang dicintai Naruto-kun bahkan kau mempunyai anak dari Naruto-kun, sama seperti Rias maka banggalah kau... Karena saat ini kau akan aku tetapkan sebagai musuhku abadiku sama seperti Rias, Sara." Ucap Hinata yang kekuatannya sudah naik secara gila-gilaan, membuat Rias, Sara, Lucius, Venelana, Arthur, dan Bikou terjatuh dengan posisi terduduk karena saking kuatnya tekanan energi dari Hinata. Setelah itu, dia pun menatap Naruto dan berkata "Ini barulah permulaan, Naruto-kun. Aku sudah mendeklarasikan perang denganmu kan Naruto-kun? Kalau kau masih mengganggap-nya main-main, ini adalah jawabanku."
Muncullah 5 peti mati yang muncul di hadapan Naruto dan yang lain dan saat terbuka, Naruto dan Sasuke dibuat terkejut saat banyak shinobi mantan rekan mereka yang dijadikan Edo Tensei oleh Hinata tapi tatapan Naruto tertuju pada dua sosok. Yang satu adalah pria dengan rambut jabrik sepertinya meskipun cambangnya agak panjang, dia menggunakan jaket flak Konoha dan Haori berwarna putih dengan jilatan api di bawahnya dan yang satu-nya wanita berambut merah panjang dan bermata violet yang tidak akan bisa Naruto lupakan seumur hidup-nya. Dia adalah Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki, kedua orang tua-nya sendiri.
"Kaa-chan, tou-chan..."
Tubuh Naruto pun menegang dan tekanan kekuatannya sudah melonjak dengan sangat cepat "Brengsek kau, Hinata. Pertama putriku, kemudian ayah dan ibuku. Akan kubunuh kau sialan!!!"
Naruto mencoba menyerang Hinata dengan Rasengan tapi tubuh Edo Tensei Minato menahannya dengan Rasengan-nya sendiri dan membuat keduanya terlempar.
'Tch...'
"Bangun kekuatanmu dan aliansimu Naruto-kun, karena ini hanyalah permulaan saja dan perang yang sebenarnya akan segera dimulai." Ucap Hinata dengan nada dingin "Aku beri waktu pada kalian untuk pergi dari sini dan membangun kekuatan kalian untuk melawanku dan Khaos Brigade."
"Apa maksudmu meminta kami untuk pergi dari sini? Underworld adalah rumah kami!!! Kaulah yang harus pergi dari sini!!!"
Mendengar ucapan Lucius, Hinata hanya terkekeh "Hehehe, kalian terlalu fokus di tempat ini saja. Saat para Yondai Maou dan kalian sedang berada disini dan terlalu fokus menonton pertarungan tidak jelas ini, kami sudah bergerak jauh dan melumpuhkan ibu kota kalian, Lilith. Bahkan seluruh ksatria yang para pemimpin kalian tunjuk untuk melindungi Lilith, sudah kami binasakan dan tempat itu menjadi tempat yang penuh dengan darah. Jadi dengan kata lain, Underworld telah menjadi milik kami yaitu Khaos Brigade."
"Kau..."
Lucius yang emosi langsung ditahan oleh Venelana dan Rias yang tidak ingin suami atau ayahnya terluka atau mati karena melawan sosok yang mempunyai sebagian kekuatan Infinity Dragon Goddess, Ophis.
Merasa situasi tidak menguntungkan mereka, Naruto dan yang lain pun pergi dari Underworld tapi tidak sebelum Naruto memberi peringatan.
"Kau mungkin menang saat ini Hinata tapi kau lihat saja. Lain kali, kau yang akan kami binasakan. Cam-kan itu baik-baik."
"Aku akan menunggu kalian kalau begitu, Naruto-kun." Balas Hinata dan kemudian dia membatin 'Dan pada saat itu tiba. Bukanlah aku yang akan mendapatkan ajal-ku tapi kau dan juga aliansimu itu hahahahaha.'
-Time Skip-
"Jadi kalian semua sudah sampai kesini?"
"Sirzech..."
Lucius pun menghampiri putranya dan mencengkram kerah baju putranya dan berkata "Jadi kita kabur, Sirzech? Underworld itu adalah rumah kita!!! Bisa-bisanya kau membiarkan rumah kita diambil teroris seperti mereka!!!"
"Kita kehilangan banyak prajurit dan bahkan Lilith berhasil diambil alih oleh mereka. Apa yang bisa aku lakukan?" Tanya Sirzech dengan tenang dan kemudian melanjutkan "Lagipula aku tidak ingin mengorbankan banyak lagi nyawa penduduk Underworld karena kita ingin mengambil kembali kota Lilith dan Underworld dari tangan mereka. Lagipula aku memang kuat tapi aku tidak akan bisa mengalahkan gadis bernama Hinata itu begitu saja apalagi dia sudah menyerap sebagian kemampuan Ophis yang bahkan dia sudah kuasai sepenuhnya. Kita mundur kali ini tapi lain kali kita akan merebut kembali Underworld saat perang yang sebenarnya dimulai."
Setelah itu, Naruto pun berkata "Jadi dimana kita, Sirzech-niisama?"
"Ini adalah pulau yang rencana-nya akan aku berikan padamu sebagai base dari House of Uzumaki, Naruto-kun." Balas Sirzech dan kemudian dia melanjutkan "Tapi karena kejadian ini sepertinya aku akan menggunakan tempat ini sebagai base dari fraksi iblis selama Underworld dikuasai oleh Khaos Brigade. Kau tidak keberatan kan, Naruto-kun?"
"Aku tidak masalah dan keberatan karena itu, nii-sama." Jawab Naruto dan kemudian dia bertanya pada Sirzech "Tapi aku bisa tanya padamu sesuatu kan, nii-sama? Bagaimana dengan Grigori? Markas pusat mereka juga terletak di Underworld kan?"
Sirzech mengerti kenapa Naruto menanyakan ini karena Grigori merupakan organisasi yang menjadi pusat fraksi malaikat jatuh yang dipimpin oleh calon mertua-nya, Baraqiel "Terjadi pertempuran di markas Grigori yang menimbulkan banyak korban jiwa tapi Baraqiel yang terluka parah, Shemhazai, Lavinia, Tobio, Penemue, sekaligus banyak malaikat jatuh lain berhasil ditempatkan di tempat yang aman berkat bantuan Vali dan Azazel. Saat ini mereka sedang mengobati luka-luka Baraqiel dan kondisinya sudah mulai stabil dan Akeno-chan juga sedang menjenguk ayahnya saat ini."
"Syukurlah..."
"Oh ya, Naruto-kun... Aku punya kabar bagus sekaligus buruk bagimu dan sekaligus bagi kita."
"Apa itu, nii-sama?"
"Kita berhasil menjalim bekerja sama dengan fraksi dewa Shinto dan para Olympian tapi ada yang tidak setuju dan mereka bergabung dengan kubu sebelah. Mereka adalah Tsukuyomi dan Izanami dari fraksi dewa Shinto dan Hades serta Ares dari pihak Olympian."
TokTokTok"Masuk..."
Setelah itu pintu itu pun terbuka dan memperlihatkan Issei yang masuk ke dalam. Sirzech yang melihat-nya pun berkata "Ada apa, Issei-kun?"
Issei yang mendengar itu langsung menundukkan kepalanya dan mengepalkan kepalan tangannya "Maafkan aku, buchou, Lucifer-sama, Naruto-sensei."
"Eh..."
"Aku tahu kita ini sedang dalam masa berperang tapi karena ego-ku, akhirnya turnamen Rating Games masih tetap berlanjut dan kita kehilangan ibu kota Lilith dan Underworld yang jatuh kepada mereka."
"Hentikan itu, Issei."
"Sensei..."
"Kalau benar kau menyesal tentang apa yang terjadi sekarang, maka berlatihlah lebih giat lagi dan jadilah kuat. Dalam perang ini, aku tidak bisa mengalahkan Khaos Brigade dan membuat perdamaian seorang diri. Aku butuh bantuan kalian semua. Jadi, Issei... Kau ingin meminjamkan kekuatanmu padaku untuk mewujudkan perdamaian kan?"
Melihat uluran tangan Naruto, Issei pun membalas "Tentu saja sensei. Aku akan mengorbankan jiwa dan ragaku serta kemampuanku untuk membantumu mewujudkan dunia yang damai. Kau bisa mempercayaiku."
Kemudian Naruto pun memeluk murid-nya itu dan berkata "Terima kasih, Issei. Terima kasih."
"Sama-sama, sensei."
-To Be Continued-
AN: Akhirnya bisa update juga. Chapter ini adalah pembuka dari Final Arc dari Heroes From Another World. Dan di bagian pertama, Makai aka Underworld jatuh ke tangan Khaos Brigade dan membuat fraksi iblis dan Grigori terpaksa harus melarikan diri dari Underworld. Sudah diperlihatkan Hinata cuma memakai anggota Khaos Brigade dalam peperangan ini tapi juga pasukan Edo Tensei dan ane udah sebutin 3 diantara-nya. Natsumi, Minato sama Kushina. Why Minato? Karena gak kaya pas PDS 4 yang nyawa-nya masih ada sama Shinigami, nyawanya kali ini udah bebas jadi dia bisa di summon oleh Hinata dan juga Hinata men-summon 3 orang ini untuk menjadi beban psikologis bagi Naruto. Melihat putrinya dihidupkan oleh Edo Tensei saja mental Naruto sedikit tergganggu apalagi sama Minato dan Kushina juga. Dan yang buat nanya kenapa Hinata bisa men-summon Natsumi itu karena dia mengambil sampel darah Natsumi yang disimpan Toneri jadi dia bisa men-summmonnya dengan Edo Tensei.
Review:
Tenshi-Azazel:
Gabungan alur asli DxD dan alur sendiri.
Jessica9906:
Naruto will fuck Akeno before Final Battle and the child of all protagonist will appear in this fic ending or the sequel fic, The Next Generation of Heroes.
MichaelGabriel455:
Anak Issei itu vroh.
