Name: Heroes From Another World

Author: The World Arcana

Genre: Friendship, Adventure

Rating: M

Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Sara x Himejima Akeno, Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Toneri Otsutsuki x Ophis, Issei Hyoudou x Irina Shidou x Asia Argento x Xenovia Quarta x Ravel Phenex x Koneko Toujou, Gaara x Reya Kusaka, Kakashi Hatake x Rossweisse, Obito Uchiha x ?, Rock Lee x Tsubasa Yura, Shikamaru Nara x Seekvaira Agares, Vali Lucifer x Kuroka Toujou x Lavinia Reni, Arthur Pendragon x Coriana Andrealphus, Sairaorg Bael x Kuisha Abaddon, etc.

Disclaimer: Highschool DxD dan Naruto bukanlah milik saya.

Chapter 30: Come Back and Rise, Naruto Uzumaki!

Naruto Uzumaki yang saat ini sedang dikendalikan Juubi yang ditanamkan Kaguya sebelum dia tersegel oleh Naruto dan Sasuke, untuk menghancurkan mentalnya sampai ke titik terrendah terlihat sedang menyerang Shalba Beelzebub dengan brutal dan mengakibatkan kedua tulang kakinya patah dan salah satu tangannya putus karena perbuatan Naruto.

"Guh, hentikan ini Naruto Uzumaki. Berikanlah sedikit belas kasihan padaku. Aku tahu kalau kau tidak sekeji itu."

"Belas kasihan?"

Wajah Shalba terlihat sumringah saat dia mengira Naruto akan kasihan padanya dan membiarkannya hidup, tapi tatapan mata-nya berubah menjadi tatapan horror saat melihat Naruto mulai mengangkat kakinya dan menginjak kepalanya sampai hancur.

"Di dalam kamus-ku tidak ada yang namanya belas kasihan, Beelzebub."

Sasuke kemudian datang bersama Rias dan Toneri. Mata dia menunjukkan ekspresi terkejut saat melihat sosok Naruto yang terlihat menggunakan Rikudou Senjutsu Mode, tapi warna jubah chakranya berbeda dan itu membuat perasaannya tidak enak.

'Apa ini perbuatan kau, Naruto? Apa kematian Issei membuatmu menjadi brutal seperti ini?'

"Naruto-kun, apa itu kau?"

Naruto yang mendengar pertanyaan Rias, langsung membalas dengan seringai keji "Maaf sekali, nona berambut merah. Tapi suamimu itu sedang ada urusan sekarang."

Sasuke terlihat mengeluarkan Kusanagi dan mengacungkannya ke arah Naruto "Siapa kau? Kau bukan Kurama-san atau partner Bijuu Narutoyang lain kan?"

Naruto terlihat menyalingkan kedua tangannya di depan dada bidang-nya dan berkata "Aku terkejut kau melupakanku secepat itu Uchiha. Setelah kau bekerjasama dengan orang Naruto Uzumaki demi mengalahkanku dan duo Uchiha itu. Atau kau mengenaliku, Otsutsuki? Mengingat tugasmu adalah menjaga segel-ku di bulan."

"Kau Juubi..." Balas Toneri dan itu membuat Sasuke dan Rias terkejut, apalagi Rias sudah tahu dari Naruto kalau Juubi adalah Bijuu terkuat yang tubuh dan kekuatannya terdiri dari kumpulan chakra sembilan Bijuu dan kekuatannya bisa dibilang setara dengan Ophis dengan kekuatan penuh dan Great Red.

"Bagaimana kau bisa hinggap di tubuh sahabatku, sampai-sampai para Bijuu tidak mengetahui keberadaanmu?"

'Naruto' yang ditanya seperti itu hanya tertawa bengis dan berkata "Saat kau melawan Kaguya bersama dengan temanmu itu, kalian berdua terlalu ceroboh. Kalian pikir, dia akan begitu saja membiarkan dirinya di segel oleh kalian berdua? Tentu saja tidak bodoh."

"Apa maksudmu dengan itu, Juubi?"

"Sebelum dia tersegel oleh kalian berdua, dia telah mengutuk eksistensi kalian berdua. Tidak... Lebih tepatnya sahabatmu yang tubuhnya sedang aku kuasai ini. Dia mentransferkan chakraku kepada tubuh sahabatmu ini dan aku akan menghancurkan mental-nya perlahan-perlahan, lalu membuatnya menjadi seorang Fallen Hero yang akan menghancurkan apapun yang dulu dia lindungi dengan susah payah. Hal itu lumayan sulit karena batin dan tekad bocah ini lumayan sulit untuk dihancurkan. Tapi karena banyak hal buruk yang terjadi padanya dan dia tidak bisa menampung semuanya dan menahan diri lagi, kesempatanku untuk menjatuhkannya telah terbuka lebar. Dan lalu aku akan melihat dirinya akan diliputi dengan kebencian tiada tara dan kemudian dia akan menghancurkan apapun bahkan dunia ini, karena telah mengambil banyak sosok yang dia cintai dan sayangi. Bukannya menarik kalau pahlawan yang seharusnya melindungi dunia ini, malah akan menghancurkannya hahahaha."

"Sialan kau, Juubi. Tidak akan aku biarkan kau menghancurkan Naruto." Ucap Sasuke yang langsung melesat ke arah Juubi yang masih berdiri dengan tenang dan dia juga ditemani oleh Rias dan Toneri.

-Line Break-

Di sisi lain, Naruto terlihat terbangun di sebuah tempat nan gelap yang dia tidak ketahui berada dimana. Dia sudah berkali-kali menyusuri tempat itu tapi dia selalu berakhir di tempat yang sama.

'Dimana aku sebenarnya?' Batin Naruto dan kemudian dia melihat sebuah cahaya putih yang bersinar terang dan dia langsung mengikuti cahaya itu dan menemukan dua orang. Melihat dua orang tersebut adalah kedua orang tua-nya, Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki... Naruto terlihat sumringah dan mencoba menghampiri mereka berdua.

"Aku menyesal telah melahirkan dia, Minato."

Mendengar perkataan Kushina, langkah Naruto pun terhenti dan kedua matanya membulat sempurna karena tidak menyangka kalau sang ibu bisa mengatakan hal itu tentang dirinya. Dia melihat sang ayah dan berharap kalau sang ayah tidak mengatakan hal yang sama seperti sang ibu, tapi sayangnya keberuntungan tidak berpihak padanya.

"Aku juga sama Kushina." Balas Minato dengan tenang dan kemudian dia berkata dengan dingin dengan raut wajah yang mengeras "Aku mengorbankan hidupku karena aku yakin kalau putra kita bisa menjadi pahlawan yang akan membuat Elemental Nation menjadi tempat yang lebih baik, tapi nyatanya apa? Dia malah membuatnya hancur. Dia lebih memilih satu gadis dibandingkan nyawa dari puluhan atau ratusan ribu lebih penduduk di Elemental Nation."

'Mimpi buruk apa ini?' Batin Naruto yang menutup telinganya saat mendengar kata-kata tajam dari kedua orang tuanya. Tapi harus dia akui kalau kedua orang tua-nya itu benar. Dia terlalu egois dan lebih memilih Rias tanpa memikirkan semua orang yang dia tinggalkan di Elemental Nation, membuat putrinya dan banyak teman-temannya menjadi korban dan dunia yang selalu dilindungi ayahnya dan para pendahulu mereka hancur berkeping-keping.

'Mereka berdua memang benar. Ini semua salahku, bukan salah Sasuke, Toneri ataupun Hinata.'

Latar pun berpindah dan Naruto terlihat sedang berada di Rouran yang terlihat berkembang, meskipun perkembangan teknologi di Rouran belum sebesar saat era Seramu, ibunda dari Sara dan nenek dari putrinya Natsumi. Setelah itu, dia melihat putrinya yang terlihat anggun dengan baju kebangsawanan-nya yang terlihat sedang membantu warga-nya untuk meninggalkan Rouran yang terlihat sedang kejatuhan meteor karena rencana Toneri.

"Kalian semua, pergilah dari sini! Pergilah ke tempat yang aman yang telah disediakan atau segera pergi ke Suna."

"Lalu bagaimana denganmu, Natsumi-sama?"

"Aku ingin mencari kunai pemberian ibuku terlebih dahulu."

"Lupakan saja kunai itu, Natsumi-sama. Pergilah dengan kami. Kunai itu tidak sebanding jika dibandingkan dengan nyawamu." Balas salah seorang warga Rouran yang sedang diselamatkan Natsumi dan Naruto setuju dengan pendapat orang itu.

"Maaf tapi itu adalah memento satu-satunya yang dipunyai ibuku dari ayahku, jadi aku harus menemukannya. Kalau begitu aku permisi."

"Natsumi-sama! Kembali kesini."

-Line Break-

Latar kembali berpindah dan saat ini seluruh isi Rouran telah hancur karena meteor dan tatapan mata Naruto berubah menjadi horor, saat melihat putrinya tergeletak di tanah dengan darah yang terus mengalir dari dahinya dan luka yang lumayan banyak sambil memegang kunai yang dia berikan pada Sara. Naruto menghampirinya dan mencoba menolongnya, tapi nihil. Dia tidak bisa melakukan apapun, bahkan memegang badan putrinya sendiri pun dia tidak bisa, karena tangannya selalu menembus badan dari Natsumi, meskipun dia masih bisa memegang benda mati seperti tembok atau pillar di sebelahnya.

"Ke-Kenapa ini bi-bisa terjadi?" Ucap Natsumi dengan nada terengah-engah "Dimana pahlawan Elemental Nation yang ceritanya menyebar luar ke seluruh 5 desa besar? Dimana kau, tou-chan? Dimana kau saat putrimu—Tidak, tapi kami sedang membutuhkanmu tou-chan?"

Naruto hanya terdiam, air mata telah menetes saat melihat pilihannya telah membuat putrinya sendiri bahkan beberapa orang tidak bersalah di Elemental Nation tewas. Tapi Natsumi belum selesai. Di saat ajal akan menjemputnya, dia pun berkata "A-Aku me-membencimu, tou-chan."

Mendengar perkataan Natsumi dan melihat putrinya meninggal dunia di depan matanya, Naruto pun jatuh dengan posisi terduduk dan memegang kepalanya "Arrrrrrgggggghhhhhh!"

-Line Break-

"Sial. Dia bertambah kuat, Toneri."

"Kau benar Sasuke." Balas Toneri dengan nafas terengah-engah. Kemudian dia memicingkan matanya pada Juubi yang sedang merasuki tubuh Naruto dan berkata dalam hati 'Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Naruto?'

"Toneri, awas!"

Mendengar teriakan Sasuke, Toneri sadar dari lamunannya dan dia melihat kalau sebuah Bijuudama berukuran besar mengarah ke arahnya. Tapi beruntungnya ada seseorang yang meloncat ke depannya dan menepis Bijuudama itu ke samping dan menghancurkan tanah di sebelahnya

"Kau tidak apa-apa Toneri-kun?"

Melihat penyelamatnya yang ternyata adalay gadis belia berpostur tubuh tinggi, berambut hitam, mempunyai buah dada berukuran sedang dan memakai baju, celana dan syal hitam... Toneri pun tersenyum dan membalas "Ah, aku baik-baik saja Ophis."

Gadis bernama Ophis itu membalas senyuman Toneri dan langsung menatap Juubi "Apa itu Naruto-san? Dia kelihatan berbeda?"

"Dia memang Naruto. Tapi dia saat ini sedang dirasuki oleh salah satu eksistensi terkuat di dimensi lamaku yang bernama Juubi. Kekuatannya bisa dibilang setara Great Red, Trihexa, dan kau dalam kekuatan penuhmu, Ophis."

"Kau dengar apa yang dikatakan kekasihmu itu, Ouroboros Dragon atau aku bisa bilang Dragon Goddess." Desis Juubi yang menatap Ophis dengan remeh "Makhluk dengan kekuatan setengah-setengah sepertimu, tidak akan bisa mengalahkanku."

"Dengan kekuatanku sendiri tentu saja aku tidak akan bisa mengalahkanmu, tapi kau melupakan sesuatu sepertinya."

"Oooh. Dan apa itu kalau aku boleh tahu?"

"Aku tidak sendirian." Balas Ophis dan Juubi harus dibuat terkejut saat Sasuke dan Toneri muncul tiba-tiba dan menyerang sisi kanan dan kirinya secara bersamaan, meskipun dia bisa masih bisa menahannya. Kemudian Ophis melihat Rias dan berkata "Kau masih bisa melanjutkan, Gremory?"

"Tentu saja. Tidak akan aku biarkan dia menghancurkan mental suamiku."

-Line Break-

"Pengecut..."

"Pecundang..."

"Kau tidak pantas disebut pahlawan..."

"Jadi beginikah sifat aslimu, monster Kyuubi?"

Kondisi Naruto berubah menjadi lebih buruk terutama saat mendengar perkataan dan kematian sahabat-sahabatnya dan beberapa penduduk Elemental Nation saat tempat itu mengalami kehancuran. Dia sudah tidak tahan melihat dan mendengar efek dari pilihannya yang berakhir pada hancurnya Elemental Nation. Dia kemudian melihat kunai yang bentuknya sama seperti kunai yang dia berikan pada Sara, lalu dia mengambilnya dan mengarahkannya tepat di dadanya.

"Maafkan aku, minna. Tapi aku sudah tidak kuat lagi. Maafkan aku Rias-chan, Akeno-chan, Sara-chan. Dan maafkan papamu juga, Aisha-chan. Izinkan papamu ini menyusul semua orang yang telah aku bunuh dengan perbuatanku sendiri, termasuk kakakmu."

Belum dia menusukkan kunai itu ke jantungnya, dia harus dibuat terpental oleh tangan skeletal berwarna biru dan membuatnya terlempar beberapa meter ke belakang "Aku tidak sangka kau akan menyerah secepat itu Uzumaki. Mana tekad membaramu dan mental sekuat bajamu itu saat melawanku dan Obito dulu, Uzumaki?"

Naruto melihat siapa yang menyerangnya dan dia cukup terkejut saat melihat sosok itu adalah sosok berambut hitam panjang yang menutupi mata kirinya, memakai armor berwarna merah dan celana berwarna hitam. Dia tidak akan bisa melupakan siapa sosok itu, karena sosok itu adalah rival dari pemimpin pertama di tempat tinggalnya dulu dan orang yang terlibat atas berubahnya Obito dari baik menjadi jahat karena kematian gadis yang dia cintai, yang sudah direncanakan oleh sosok di depannya "Madara..."

"Yo... Lama tidak bertemu ya, gaki."

-Line Break-

"Hanya ini kekuatan kalian? Terutama kalian, keturunan Hamura, reinkarnasi Indra dan Ouroboros Dragon?"

"Kami belum selesai!" Ucap Toneri yang mencoba maju sekali lagi tapi Juubi berhasil mematahkan serangannya dan mementalkannya ke arah Ophis yang berhasil menahan tubuhnya.

"Dia terlalu kuat, Toneri-kun." Balas Ophis. Dengan kekuatan penuhnya, dia bisa saja sejajar dengan makhluk bernama Juubi itu, dan itu membuatnya mengepalkan kepalan tangannya. Toneri yang mengetahui apa yang dirasakan Ophis, langsung menepuk pundaknya untuk menenangkannya 'Arigatou, Toneri-kun...'

"Toneri!"

"Ada apa Sasuke?"

"Bisakah kau mengambil kekuatan Juubi seperti yang dilakukan Hinata pada Ophis?"

"Aku tidak bisa. Kekuatan Tenseigan milikku tidak sekuat Hinata yang memiliki kekuatan Hamura-sama. Kalaupun bisa, aku hanya bisa mengambil sebagian kecil chakra dia saja."

"Aku bisa membantumu dengan itu Toneri-kun."

Melihat wajah Ophis semakin mendekat ke arah-nya, Toneri pun berkata "Ophis, apa yang kau mau—"

Cup

Toneri, Rias dan Sasuke terkejut saat melihat tindakan dari Ophis. Meskipun Toneri lumayan senang karena mendapatkan ciuman dari Ophis yang menurutnya serasa manis seperti buah stroberi, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan itu. Setelah itu, dia menyadari sesuatu. Kekuatannya meningkat dengan pesat dan dia tahu itu karena Ophis mentransferkan sebagian kekuatan miliknya, melalui ciuman yang dia lakukan.

Dia kemudian memeluk Ophis dan hal itu membuat wajahnya memerah "Arigatou, Ophis. Akan aku gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya."

Kembali lagi pada Naruto, dia terlihat bingung kenapa musuh bebuyutannya dan Sasuke di Peranh Dunia Shinobi Keempat bisa berada disini "Mau apa kau disini, Madara?"

"Kau kelihatan tidak senang melihatku? Apa kau tidak merindukanku, gaki?" Tanya Madara yang masa bodo dengan tatapan tajam penuh kecurigaan padanya "Tapi, baiklah. Akan aku memberitahukan tujuanku kesini padamu. Kau bisa bilang, aku kecewa padamu gaki."

"Kecewa? Untuk apa?"

"Karena telah menyerah semudah itu." Balas Madara dan kemudian dia melanjutkan "Aku kecewa melihat musuh dengan mental sekuat baja sepertimu yang bahkan dengan kematian salah satu sahabatmu saja, kau masih bisa tetap melanjutkan melawan kami bisa dikalahkan oleh hewan peliharaan macam Juubi itu?"

Mendengar perkataan Madara, Naruto terlihat emosi dan berkata "Kau tidak tahu apa yang kurasakan Madara."

"Karena pilihanmu telah membuat putrimu sendiri dan semua orang di Elemental Nation kehilangan nyawa mereka maksudmu?" Balas Madara dan itu membuatnya tersentak dan mengepalkan tangannya "Aku paham apa yang kau rasakan Uzumaki. Bahkan karena tindakanku berkhianat pada Konoha dan melawan Hashirama, membuat Tobirama semakin tidak percaya pada klan Uchiha dan mengekang pergerakan mereka di Konoha. Bahkan itu terjadi sampai era Sarutobi dan ayahmu."

Naruto terdiam mendengar perkataan Madara, tapi Madara belum selesai "Dan apa yang akan kau dapatkan dari kematianmu, Uzumaki? Kau pikir, dengan kematianmu maka Elemental Nation akan kembali seperti dulu? Atau dengan kematianmu, semua nyawa yang sudah hilang karena kehancuran Elemental Nation akan kembali lagi seperti dulu? Jangan naif, Uzumaki. Dunia tidak berjalan seperti itu."

"Lalu apa yang harus aku lakukan, Madara?"

"Tetaplah hidup, gaki. Jalankan hidupmu seperti biasa. Perbaiki semua kesalahanmu dengan cara melindungi semua orang yang kau sayangi saat ini, seperti yang dilakukan Toneri Otsutsuki saat ini."

"Kau benar, Madara." Ucap Naruto yang terlihat semangatnya telah kembali seperti semula, meskipun itu karena perbuatan musuh bebuyutannya dulu "Arigatou, Madara. Karena telah menolongku."

"Bah. Jangan berterima kasih padaku, gaki. Kau membuatku ingin muntah saja." Balas Madara dengan nada kesal, tapi bisa terlihat kalau dia sedang tersenyum saat ini

Naruto membalas senyuman Madara dan berkata "Kalau begitu aku pergi dulu Madara. Ada hama yang harus aku taklukkan."

Setelah itu, Naruto diselimuti cahaya berwarna putih dan menghilang, meninggalkan Madara sendirian 'Kalau begitu... Hutangku padamu berarti sudah impas, Hashirama.'

-Line Break-

Toneri yang memanfaatkan kekuatan Ouroboros Dragon yang ditransferkan Ophis berhasil mengambil sebagian besar chakra Juubi, meskipun dia tahu kalau kekuatan Juubi tidak hanya segitu saja. Kemudian dia, Rias, Ophis dan Toneri melihat Juubi mulai bertingkah aneh dan memegang kepala-nya yang kelihatan kesakitan.

'Sial! Kenapa harus sekarang? Terkutuk kau, Uzumaki!'

"Kenapa dengan dia, Sasuke?"

"Sepertinya Naruto mulai memberontak dari kendali Juubi." Balas Sasuke dan kemudian dia berkata "Kita serahkan ini pada Naruto. Kita percayakan Juubi padanya."

Juubi kemudian menyadari kalau dirinya telah diseret Naruto ke dalam Mindscape-nya dan dia telah ditunggu oleh Naruto dan 9 Bijuu yang lain.

"Bagaimana kau bisa lepas dari siksaan batinmu, bocah tengik?"

Naruto menatap tajam Juubi karena itu dan dia pun berkata "Kau bisa bilang kalau mantan musuh menolongku dari siksaan batin darimu itu, Juubi."

"Kalau aku tidak bisa menghancurkan batinmu, maka aku akan membunuhmu bocah."

Juubi terlihat akan menyerang Naruto dan para Bijuu terlihat bersiaga karena hal itu. Tapi yang ada malah kepala Juubi dan seluruh ekornya tertindih oleh gerbang Torii Seal yang dibuat Naruto "Sekarang kau tidak akan bisa melakukan apa-apa, Juubi."

"Sialan kau, Uzumaki! Kau tidak akan bisa menyingkirkanku, karena aku adalah kutukanmu."

"Kau tidak akan bisa mengusikku lagi Juubi. Karena aku sudah paham dengan semua kesalahanku, termasuk kematian Issei dan juga kehancuran Elemental Nation. Dan aku memutuskan untuk tetap hidup. Karena, jika aku mati maka aku tidak akan bisa menebus kesalahanku dan juga orang-orang yang mencintai dan menyayangi-ku akan bersedih tentang itu."

Juubi terdiam dan langsung merasakan kalau chakra-nya mulai menipis kembali dan itu bukan perbuatan Toneri, membuat sosok monster besar itu menatap Naruto dengan tajam "Apa yang kau lakukan padaku, bocah sialan!"

"Aku tidak melakukan apa-apa." Balas Naruto dan melanjutkan "Aku hanya mengambil chakramu saja dan memberikannya pada yang lebih berhak. Para Bijuu yang saat ini sedang berada di dalam tubuhku."

"Jangan bicarakan hal omong kosong Uzumaki. Chakra itu adalah milikku yang dipecah menjadi 9 oleh si bangsat bernama Hagoromo itu, bukan milik para binatang peliharaanmu itu." Balas Juubi dan itu membuat para Bijuu meradang. Mereka tidak peduli kalau diri mereka dihina, tapi mereka sangat tidak suka saat pencipta dan sosok ayah bagi mereka dihina seperti itu. Kurama bahkan berniat menyerang Juubi, tapi ditahan oleh Naruto.

"Tidak usah marah seperti itu, minna. Toh dia sendiri juga hewan peliharaan Kaguya. Sampai-sampai dia mau masuk ke dalam tubuhku hanya karena Kaguya ingin mengutukku karena telah mengalahkannya."

"Kau—"

"Sudahlah Juubi, aku sudah malas berurusan denganmu. Kalau begitu, aku pergi dulu." Balas Naruto yang kemudian telah menatap para Bijuu rekannya "Kalau begitu, bersenang-senanglah dengan teman baru kalian, minna."

Setelah itu Naruto keluar dari alam bawah sadarnya dan disambut oleh Sasuke "Jadi kau sudah kembali, dobe."

Tapi Naruto tidak menggubris panggilan ejekan dari Sasuke dan berkata "Maaf telah merepotkan kalian semua, Rias-chan, Sasuke, Toneri, dan juga kau Ophis."

"Tidak masalah Naruto. Aku tidak bisa membiarkan kau dibuat sepertiku atau Madara di masa lalu." Balas Sasuke yang kemudian dia melanjutkan "Jadi bagaimana?"

"Juubi sudah kuurus. Dia tidak akan mengganggu dan mengusik diriku lagi." Balas Naruto dan kemudian dia menatap Toneri, dan berkata "Bisakah kau kembalikan kekuatan Juubi yang kau curi, Toneri?"

"Kalau aku melakukan itu, maka Juubi akan mencoba mempengaruhi dirimu lagi Naruto."

Mendengar nada kekhawatiran yang muncul dari mulut mantan musuhnya selain Madara itu, Naruto berkata dengan tenang dengan senyuman "Jangan khawatir. Aku hanya akan mengembalikan kekuatan yang dia punya pada para Bijuu di tubuhku. Karena chakra itu adalah hak milik mereka."

"Baiklah..."

Toneri kemudian mengembalikan chakra yang dia ambil dari Juubi yang merasuki tubuh Naruto dan Naruto berkata "Kalau begitu, mari kita kembali. Kita harus memberi penghormatan pada Issei meskipun raga-nya tidak bersama dengan kita."

"Jangan terlalu cepat mengambil keputusan Uzumaki."

"Apa maksudmu dengan itu, Ophis?"

Ophis yang ditatap serius oleh Naruto berkata "Raga bocah Sekiryuutei itu memang telah hancur karena racun Samael. Tapi jiwa dia masih terhubung dengan Sacred Gear-nya. Dengan kata lain, dia belum sepenuhnya mati."

"Kalau begitu dia hanya harus memiliki tubuh baru untuk kembali hidup. Benar begitu, Ophis-san?" Tanya Rias.

"Begitulah."

"Lalu kau tahu dimana atau siapa yang bisa membuatkan wadah baru untuk menjadi tubuh dari Issei Hyoudou, Ophis?" Tanya Toneru

"Great Red." Balas Ophis yang kemudian melanjutkan "Aku malas mengakuinya. Tapi memang kalau kita membutuhkan seseorang yang cukup kuat untuk membantu kita mengembalikan dia, Great Red adalah orangnya. Kau simpan saja bidak pawn-mu itu, Gremory. Aku rasa bidak itu merupakan kunci untuk mengembalikan bocah Sekiryuutei kembali."

-To Be Continued-

Review:

Guest:

Kenapa lu gak bikin sendiri aja pake akun sendiri. Tinggal sign up pake email dan terus bikin cerita sesuai harapan lu, dan gak usah ngerecokin cerita orang. Yang pake akun aja, gak gua acc apalagi yang gak pake akun kaya lu.

Rikito san:

Susah kayaknya kalo mau buat scene romance sekarang. Liat kondisinya lah. Major character mati begini, pasti situasi tegang. Gimana mau cipokan, guling-gulingan atau wikwik.

Elhamzmoh:

Ngapain sih punya anak banyak-banyak? Di Indo aja punya banyak anak kerepotan. DxD canon aja semua harem si Issei aja cuma punya anak 1 dari setiap gadis haremnya.

Shiraki Enchanter:

Ngamuk sih, tapi gak diperlihatkan. Lebih fokus ke usaha temen-temen Naruto buat nyadarin dia + Naruto yang mental-nya down karena mentalnya dihancurkan Juubi perlahan-lahan.

Mrheza26:

Kok tahu? Baca di Baka-Tsuki ya?

:

Yes. Tapi hidup lagi entar, soalnya dia salah satu Major Character yang berpengaruh di Perang antara Shin Akatsuki dan DxD vs Khaos Brigade.

Ichizan Hissatsu:

Tenang bro. Dia masih hidup lagi kok. Soal murid memang yes, tapi kalo penerus sih gua rasa enggak ya. Soalnya penerus dia itu Natsumi.

Michaelgabriel455:

Enggak. Dia memang beneran mati, tapi gak lama berkat bantuan Great Red. Dia ditaro Kaguya sebagai kutukan yang akan membuat mental Naruto hancur perlahan-lahan. Karena kematian Issei, mental Naruto benar-benar hancur dan Juubi dengan mudah mengendalikan tubuh Naruto.

Guest:

Biasa aja, gak usah ngegas bocah laknat tanpa akun.

-kun:

Naruto hilang kendali? Oh yes.

Aulshi:

Issei hidup lagi entar berkat bantuan Great Red. Natsumi memang kakak yang baik kok. Bahkan Aisha sama Arashi juga mengatakannya sendiri. Ada hint-nya di chapter pertama fic sekuel dari fic ini sama chapter 2 The World Arcana: Side Story Collection.