Jangan lupa follow, comment, like and share ya :D
Yang belum nemu ceritaku di WP, bisa cari aku di @aas_asia
Ya, selamat membaca bagi yang masih menunggu
HAPPY READING
Dua bulan berlalu, sesuai rencana Tim dokter dan Tim ekspedisi dibentuk.
Banyak dari warga yang berhasil tertolong, juga para bayi yang berhasil selamat. Angka kematian berkurang, meskipun jumlah yang tumbang tidak bisa dikatakan sedikit.
Tim ekspedisi menemukan titik terang dari penyelidikan mengenai parameter yang digunakan secara serempak dilima negara. Mencurigai sumber air yang terhubung ke semua negara.
Dunia Shinobi terpisah oleh pegunungan yang membentang luas, terjal dan berkelok-kelok. Pegunungan Miyaboku, memuntahkan ratusan air terjun. Pun dengan lima air terjun terbesar yang mengalir setiap aliran sungai setiap desa. Tidak ada satupun yang tidak teraliri.
Hanya kecurigaan. Tapi cukup masuk akal karena dibelakang pegunungan ini adalah tempat para Iblis dan pengikutnya tinggal. Dunia hitam tersembunyi yang hanya sebagian orang tahu.
Disini semua orang memuji insting seorang Kaisar dingin seperti Sasuke, yang menempatkan pusat pelatihan medis di dirikan, jalur pusat pertemuan lima negara, tempat dimana biasanya perang terjadi beberapa puluh tahun lalu. Dibawah kaki pegunungan Miyaboku terbentuk lapangan luas bekas ledakan. Ternyata dekat dengan sumber masalah.
Hanya saja, ada apa dengan air itu. Mereka masih menyelidiki lebih lanjut. Memasuki pegunungan yang terjal bukanlah perkara mudah. Pun dengan Kaisar Sasuke yang memang memiliki kemampuan Khusus yang tidak main-main, yang membuat semua negara tunduk pada Kekaisaran Uchiha. Serta kekuatan Militer yang kuat. Belum mampu memecah maksud dari air ini.
Meskipun bersumber dari air, tak membuat para kage membuka titah untuk tidak mengkonsumsi air. Karena secara garis besar tidak memiliki efek besar kecuali pada Ibu hamil. Tak ada pilihan sumber air juga. Semua orang hidup membutuhkan air. Tak ada pikiran untuk mati karena kekurangan air.
Dari sini motif meracuni air disimpulkan, untuk menghentikan perkembangbiakan manusia. Dan mungkin dimasa depan akan terjadi perang, sehingga mengurangi jumlah tentara. Tapi jika benar ini ulah bangsa iblis, untuk apa menyerang manusia.
Para Kage silih berganti berjaga, masing-masing memiliki kesibukan kenegaraan yang memang tidak bisa diabaikan. Memantau perkembangan masyarakat dan mengatur tatanan kenegaraan. Tak mengenal rasa mengeluh, karena telah bertekad. Perintah Kaisar pun tak bisa dibantah. Melanggar berarti perang.
Malam ini semua berkumpul ditempat pelatihan medis yang diberi nama Akademi Miyaboku. Selain Akademi, dibangun juga Rumah Sakit Miyaboku yang sangat luas meski tidak seluas di Rumah Sakit Konoha Center.
Sasuke sedang dilanda gelisah meskipun raut wajahnya masih menampilkan ekspresi datar dan tenang. Para Raja menemani diruang tunggu. Sedangkan disatu ruangan bertuliskan operasi dipenuhi tenaga medis terbaik untuk membantu sang Empress bersalin.
Hana dibius total karena sangat lemah. Dia bersikeras untuk membantu jalannya pelatihan di Akademi Miyaboku, baik Tsunade maupun Sakura melarang Hana mendekati Rumah Sakit untuk menghindari trauma bersalin. Selama itu pula Hana tinggal di Miyaboku, Sasuke sendiri yang melarang Istrinya melakukan perjalanan jauh secara bolak balik. Mau tak mau Hana melahirkan diluar Kekaisaran yang beruntungnya lagi tepat pada saat kelima Kage sedang berkumpul.
"Saya hanya bisa berdoa, semoga semuanya lancar." Killer Be berusaha menenangkan calon Ayah baru sebagai formalitas.
"Hn."
Tak lama kemudian pintu operasi dibuka menampilkan raut sendu Tsunade, diikuti Sakura dan beberapa tim dokter lain. Semua diam tanpa mampu bersuara. Membuat Sasuke berkerut bingung. Hanya terlihat tipis. Karena raut Sasuke yang sedang menatap ke rombongan dokter masih tetap dingin.
"Katakanlah!"
"My Lord, maafkan kami. Kami gagal menyelamatkan keduanya."
Kedua mata Sasuke menutup rapat. Tidak. Dia sudah siap untuk ini. Hanya sangat disayangkan, keturunan yang selalu menjadi intrik dalam Kastil harus termakan menjadi korban. Pun dengan istri pertamanya yang cukup keras kepala dan selalu mencari cara menyenangkannya juga gugur.
"Bereskan sisanya, Aku akan membawa mayat nya saat fajar terbit."
"Dilaksanakan, My Lord." serempak semua dokter.
Para Kage juga silih berganti menyampaikan bela sungkawa.
Sasuke berdiri dibawah pohon. Menengadah menantang bulan yang terang benderang seolah mengejek kegagalannya.
Tidak. Sasuke tidak menangis pedih meraun-raung karena ditinggal Istri. Dia punya Istri lain di Kastilnya. Hanya saja kegagalan selalu tak bisa ia terima, termasuk usahanya selama ini berhasil menyelamatkan warganya tapi mengapa anak Istrinya tidak. Dia tak berniat pamrih. Tapi rasa kesal juga mendominasi.
Saat dirasa cukup puas dengan udara yang mulai menusuk ketebalan tulang, Sasuke berniat kembali ke pondok pria, untuk mengistirahatkan diri.
Ditengah jalan ia tak sengaja berpapasan dengan Sakura yang sedang merenggangkan otot-ototnya, mungkin kelelahan. Hingga jarak semakin dekat, Sakura berhenti, barangkali baru menyadari kehadirannya.
"Selamat malam, My Lord. Anda belum beristirahat?" Sasuke meneliti Sakura yang mencoba bersikap biasa saja.
"Coba katakan, bagaimana cara seorang Suami beristirahat setelah Istri dan Anaknya meninggal 3 jam lalu?"
Sakura bingung diberi pertanyaan seperti itu. Jelas ia bukan seorang suami. "Membuat diri Anda sehat, mungkin bisa membuat mereka juga pergi dengan damai." Jawab Sakura sekenanya.
Sasuke mendengus keras. "Jika Aku kesal, bagaimana?"
"Saya tidak mengerti, My Lord. Saya takut apapun ucapan saya akan tidak cocok dengan perasaan Anda."
"Selain besar mulut, Kau pandai berkilah ternyata." Sasuke menatap raut Sakura yang terpantul sinar rembulan.
"My Lord, jika Anda kesal dengan para medis, Saya juga bisa pahami. Tapi sesuai perjanjian keluarga pasien tidak ada yang berhak melampiaskan kekesalan apalagi kekerasan pada tim medis, semua sudah disepakati, jika begitu saya pergi dulu." Ucap Sakura ketus.
Sasuke menarik lengan Sakura yang hendak pergi, sehingga mereka berhadapan kembali. "Bagaimana jika ini dilakukan karena dendam masa lalu?"
"Anda menuduh saya?"
"Kau yang menuduh dirimu sendiri."
"Tolong jangan bertele-tele, Saya lelah dengan kesalahanpahaman ini. Saya sudah menolak untuk menangani sejak awal."
"Aku bahkan tidak mengatakan iya atau tidak."
"Jadi, Apakah atas dasar seperti itu Anda merasa kesal." Sasuke diam.
"Dengar, Saya tidak perduli siapa Istri Anda. Ataupun siapa yang melahirkan anak Anda. Yang Saya harus lakukan saat ini adalah menolong mereka yang ada di depan mataku, jika pun itu gagal, bukan kehendak saya tapi jalan takdir." Sentak Sakura kasar, lalu pergi tanpa menoleh.
"Ada apa dengan Kaisar? kenapa sampai terluka seperti ini?" teriak Tsunade saat memasuki ruangan, kemudian pintu kembali terbuka membawa Sakura masuk.
Dua bulan sudah sejak pemakaman Empress Hana, Sasuke menempuh jalur pintas. Cukup beresiko jika tidak berhati-hati. Beruntung Sasuke hanya terluka dibeberapa sisi yang telah dirawat oleh salah satu dokter.
Membuat Tsunade dan Sakura yang sedang turun ke sebuah desa dibuat terkejut. Kemudian segera pergi ke Miyaboku setelah mendapat perintah untuk kembali.
"My Lord berpikir jika terus menyusuri dunia hitam dibelakang Miyaboku hanya akan menumbuhkan waktu lagi. Sehingga My Lord, Aku, King Kato, Karui dan Shikamaru mengikuti rencana My Lord untuk menempuh arah sebaliknya dan menerobos dunia para Ootsutsuki berada." jelas Gaara.
"O-ootsutsuki?" Tsunade tergagap.
"Bukankah itu tidak mungkin?" Ucap Sakura terkejut.
"Ya. Meminta tolong pada Ootsutsuki sama saja tindakan sia-sia seharusnya." balas Kato.
"Tapi nyatanya kita menemukan titik terang, jadi tidak sia-sia." Bantah Shikamaru.
"Apa itu?" Tsunade penasaran.
"My Lord sangat keren." teriak heboh Karui tak penting. Dihadiahi bletakan keras dari killer Be. Sedangkan Sasuke hanya duduk diam menyender dikepala ranjang Rumah Sakit.
"My Lord, membuka jurus teleport ke dunia Ootsutsuki. Seperti yang kita tahu mereka tak menerima tamu apa pun dari luar. Pertarungan tak bisa dihindari dari beberapa pertarung yang kami kira seorang penjaga Ootsutsuki. Itu mengapa Kami babak belur." Jelas Shikamaru, tak terima jika hanya Kaisar yang mendapat perhatian.
"Ah lalu?" Tanya Bee, setelah melihat semua orang yang pergi ke dunia Ootsutuki sama babak belur nya dengan Kaisar, hanya mungkin Kaisar lebih parah.
"Ditengah pertarungan, Hagoromo dan Hamura Ootsutuki datang ikut menyerang Kaisar. Itu mengapa My Lord terluka parah." Lanjut Shikamaru.
"Jangan bertele-tele, katanya menemukan titik terang yang tidak sia-sia? Apa itu?" Tsunade tersungut kesal mendengar penjelasan yang terkesan jauh titik tujuan.
"Aku merasa mereka sengaja menjauhkan My Lord dari Kami-- entah memang untuk menguji atau memang menghabisi." Ucap Gaara meragu. "Tapi disaat terakhir, saat Kami memang tidak mungkin menang dan memilih mundur-- tiba-tiba Hagoromo memberikan sebuah gulungan dengan tulisan aneh. Dan kami belum bisa membacanya."
"Itukah yang dimaksud titik terang?" dengus Killer Bee. "Tenaga kalian lebih berarti untuk saat ini, jangan melakukan hal sia-sia."
"Jangan lupakan ekspresi, kedua saudara kembar Ootsutuki itu." Kato membantah karena sedikit apapun usaha mereka tidak boleh diremehkan sekalipun tanpa hasil.
"Jadi apakah memang ada?" Sakura yang sejak tadi diam mendengarkan pun tak bisa untuk tidak penasaran.
Shikamaru memandang Sakura dalam. "Hagomoro dan satunya lagi terlihat tahu apa yang kita cari hingga sampai nekat pergi ke sana." Jelas Shikamaru tak ingin repot mengingat nama mereka. "Dan gulungan itu, seolah kata solusi dari apa yang kita cari."
"Lalu dimana gulungannya?" Sakura balik menatap Shikamaru.
"Ah Iya tadi gulungannya saya taruh dilemari nakas My Lord, biar saya ambilkan." belum satu langkah Karui menuju samping ranjang Kaisar, Sasuke telah lebih dulu mengambil karena memang jarakya paling dekat.
"Jadi, Apakah ada yang mengerti arti tulisan ini? Lambang Uchiha ada disana?" Ucapan Sasuke terkesan datar, tak peduli segala macam yang mereka ocehkan.
"Ini bukan bahasa Kuno." Ucap Sakura tiba-tiba. Memecah keheningan dari semua orang yang sibuk menerka-nerka, mereka bisa membaca tapi tidak dengan artinya.
"Apakah kau mengerti Sakura." Sakura menggeleng menyesal kepada Gaara.
"Tulisan ini tersegel."
"Tapi Kaisar tadi juga sudah berusaha membuka segel, tapi ini menunjukkan jika tulisan ini tidak disegel, melainkan tulisan asli." Ucap Karui bingung.
"Mungkinkah, ini segel tingkat 8?"
"Hagoromo itu kuat, bukan tidak mungkin segel itu ada. Terlebih mungkin dia melindungi segel ini dari seseorang yang tidak bertanggung jawab." Kato menjawab pertanyaan istrinya.
"Yang ku tahu yang bisa membuka segel delapan adalah Jirayya, benarkah Tsunade?" Bee menoleh ke arah Tsunade.
"Ya, benar."
"Kalau begitu, Shikamaru. Tolong antar Sasori ke Kirigakure dan jemput Tuan Jirayya. Biarkan Sasori yang mengurus disana." Sakura memberi titah pada Shikamaru.
"Dilaksanakan, Yang Mulia."
TBC
