HAPPY READING

"King Gaara, langsung katakan saja." titah Sasuke setelah memastikan anggota rapat lengkap.

"Sepertinya musuh berpikir kita dalam kondisi lengah saat pesta pernikahan Anda, My Lord. Tapi mereka salah, Pasukan saya dan Haruno, masih berjaga disepertiga penanda pegunungan. Disana mereka bertarung dengan 2 orang berjubah hitam dengan lambang awan merah. Hanya, Kami minta maaf, Kami tidak bisa melumpuhkan mereka dan beberapa dari Kami mengalami luka parah. Tapi apakah dengan begini tandanya mereka mulai menyerang?"

"Bagaimana yang lain?" Sasuke mengarahkan pandangan ke semua penjuru.

"Hm, jika mereka mulai bergerak kita tak punya banyak waktu selain siap berperang. Tapi berperang dengan wilayah mana hanya terdengar bodoh." Bee memasang posisi berpikir.

"King Bee, Aku perintahkan Kau untuk tidak terlalu terlibat pada ekspedisi." Suara Sasuke tegas, tapi terdengar suara petir ditelinga Bee. Yang lain justru menunjukkan kekagetan yang sama.

"Hah? Apa? Anda bercanda disaat genting." Bee berteriak dramatis.

"Tidak. Sebagai gantinya buka lagi lahan datar disebelah barat Akademi Miyaboku, beri jarak kira-kira 5 Km. Dan latihlah anggota militer baru. Sekarang setiap Negara wajib menetapkan aturan wajib militer. Dan mengirimkan setiap pemuda untuk dilatih militer disana. Ini tidak seperti saat melatih dokter yang kemudian disebar lagi. Meskipun pelatihan tetap dilakukan secara bertahap, setiap pasukan yang telah mahir menggantikan tugas militer senior disetiap negara masing-masing, dan militer senior diikutsertakan dalam ekspedisi. Seperti biasa tidak benar-benar mengosongkan setiap negara. Tapi mereka yang bertugas disetiap negara harus dengan ketua tim yang mengerti tentang ekspedisi. Kita tidak tahu pasti musuh sebenarnya sedang bergerak dibelakang Pegunungan ini atau membuat markas disuatu negara. Kau bisa menarik setiap Jenderal dari negara manapun untuk membantu." Jelas Sasuke tegas.

"Biarpun membantu, ini sedikit memaksa kehendak setiap pemuda." celetuk Sasori.

"Mereka tidak bisa hidup hanya dengan mengandalkan pemimpin negara. Harus ada keringat yang dibayar jika ingin hidup aman."

"Tapi Saya hanya bisa melatih orang yang ingin berlatih." ujar Bee memastikan.

"Itulah mengapa Aku memilih mu. Kau punya potensi untuk menarik minat mereka. Lakukan dengan cara mu dan jangan sampai mereka pulang dengan tanpa kemampuan apa-apa, sekecil apapun." keputusan Sasuke mutlak.

"Yo. Paman energik seperti mu pasti bisa. Semangat semangat." Hibur Naruto dengan suara cemprengnya.

"Mengenai tawaran patner, sebagai Jenderal besar, kau, Naruto sangat mampu. Tapi tim ekspedisi lebih membutuhkan mu." Bee yang semula ceria, kembali lesu.

"Kau boleh mengambilnya."

"Heeee My Lord, tidak bisa, tidak bisa." Naruto berjingkrak-jingkrak kesal.

"Tidak, seperti yang Saya bilang Naruto lebih dibutuhkan didalam ekspedisi."

"Ah tapi, tapi, tapi ketika ada waktu Aku akan mampir membantu." semangat Naruto.

"Bagaimana jika ada bagian militer yang tertarik ikut pelatihan." ujar Sakura tenang.

"Jika seseorang merasa dirinya tidak mumpuni, kirimkan saja." Semua mengangguk setuju.

"Jangan lupakan sokongan militer juga, My Lord." Peringat Sasori tegas, masalah yang sangat krusial adalah pasokan perekonomian.

"Benar, terutama pangan, disamping senjata dan media latihan lain." Sasuke membenarkan, karena itulah yang harus dibahas hari ini.

"Jika biayanya lebih tinggi, bukankah ini terlalu buru-buru, kita tahu setiap negara sekarang sedang krisis kekhawatiran, pun dengan perekonomian." Sahut Tsunade bimbang.

"Bantuan yang paling bisa Sunagakure hanya pembuatan senjata. Tapi bahan senjata masih perlu sokongan lain." Tawar Gaara.

"Beberapa waktu lalu Queen Tsunade membahas tentang ahli tanaman. Fokuskan mereka di dua arah, obat dan bahan pangan. Jika menetapkan harga, masalahnya siapa yang akan membeli. Bisakah urusan seperti ini Aku serahkan pada setiap negara?" Sasuke bertanya tegas. "Kita berkumpul disini mengulik wabah ini untuk mereka, bisakah kalian ikut mengatur mereka agar memberikan dukungan juga kepada Kita. Mereka hanya saling membantu bertani, hasilnya menyisakan untuk mereka makan dan modal, sisanya memberikan bantuan para militer dan petugas kesehatan." ucap Sasuke tegas.

"Saya mengerti My Lord. Jika pangan sudah selesai. Bagaimana kita juga mengerahkan penambang. Berhubung pelatihan dilakukan bertahap, mereka bisa digilir sesuai potensi. Tapi masalahnya Kirigakure tidak terlalu banyak lokasi tambang." jelas Jirayya.

"Jirayya, setidaknya kau mengerahkan tenaga kerja." Sahut Sasuke tegas.

"Ya. Justru Sunagakure kekurangan orang."

"Baiklah jika semua pemimpin Negara bisa saling mengerti kondisi Negara lain."

"Oho. Untuk itulah kita disini Queen Sakura." Tsunade tersenyum menenangkan.

"Jika musuh bersembunyi disuatu negara, negara manakah yang paling berpotensial untuk membangun markas?" Tanya Neji retoris.

"Kirigakure atau Kumogakure." jawab Sasuke yakin. "Hanya prediksi, melihat dari letak geografis yang sedikit mernggang dari pulau." semua orang berpikir serius. "Tapi seluruh negara bisa menjadi potensi perdagangan, oleh sebab itu keamanan tidak boleh longgar." semua mengangguk setuju.

"Meski saya setuju, Saya masih belum yakin melakukan kegiatan tergesa-gesa seperti ini." eluh Tsunade.

"Masalahnya mereka sudah melakukan pergerakan, jika masih tahap ekspedisi kita masih bisa mengerahkan militer yang ada." bantah Gaara. "Anda melihat sendiri korban yang Saya kirim di Rumah Sakit."

"Aku ingin melihat pasiennya." pinta Sakura yakin.

"Hasil pemeriksaan tidak menunjukan wabah apapun." Tsunade memberi jeda.

"Mereka memang memiliki ilmu bela diri yang tinggi." Shikamaru menoleh ke arah Sasuke. "Dan kemampuan Khusus seperti My Lord." Sasuke balas menatap Shikamaru.

"Maksud mu sharinggan?" Bee bertanya ragu.

"Tidak diragukan lagi."

"Shikamaru tutup mulut mu." teriak Sakura. Shikamaru hanya mengatupkan mulut erat.

"Mungkinkah Uchiha lain masih hidup?" Kato bertanya-tanya.

"Ini tidak-."

"Ku bilang hentikan Shika-."

"Lanjutkan!" Potong Sasuke tegas. Melirik sekilas ke arah Sakura.

"Tingkah lakunya jauh dari kata Uchiha, hanya kemampuan yang mirip."

"Mungkin ada kesalahan pengamatan." Bee menolak percaya.

"Saya juga saksinya." ungkap Temari.

"Mereka saat itu yang memimpin ekspedisi, My Lord." Info Gaara.

"Apa kesimpulan mu, tentang ini Tuan Shikamaru, mata sharinggan dan tingkah pola yang bukan Uchiha?" Uji Kakashi.

Shikamaru menarik napas sebelum memulai. "Saat Saya masih seorang ksatria, King Kizashi pernah memberitahukan jika ada seorang dokter hebat yang bisa memindahkan tubuh satu ke tubuh yang lainnya. Aku pikir, saat perang yang menewaskan semua anggota Kekaisaran, seseorang memanfaatkan itu." bagi Shikamaru membicarakan perang adalah menggali luka.

"Orochimaru." sahut Tsunade dan Jirayya bersamaan.

"Siapa dia?" Tanya Gaara.

"Dokter gila yang terobsesi pada Uchiha." Balas Kakashi singkat.

"Aku tidak mengerti, apakah itu artinya wabah ini disebabkan oleh dia." Tanya Sakura bingung.

"Orochimaru tidak seistimewa itu." Sahut Kato meremehkan.

"Daripada disebut obsesi lagi, ini seperti saling memanfaatkan. Itu berarti mereka juga berkelompok." Prediksi Jirayya asal.

"Mungkin memang benar, dan sepertinya seseorang dari mereka mencoba menyusup ke Kekaisaran tepat dimalam pengantin." info Kakashi.

"A-apa? Mengapa kami tidak tahu?" sahut Bee kaget.

"Kami hanya berpikir itu masalah internal Kekaisaran. Jadi Kami hanya mengurus sendiri. Tapi mungkin itu salah satu dari mereka karena mereka juga memiliki kemampuan bela diri seperti Shinobi. Dan juga, dengan jubah yang sama." jelas Kakashi.

"Apa tujuan mereka sebenarnya?" Tsunade kembali bersuara.

"Gulungan dari Ootsutsuki." jawab Sasuke datar.

"A-apa?" Sasori memicing tajam.

"Jadi musuh memperhatikan pergerakan kita." Bee menarik kesimpulan.

"Aku tidak menyangka ini. Dimana mereka?" Komentar Sakura kesal.

"Jangan sampai musuh tahu kita sudah menemukan solusi untuk mematahkan kutukannya." Tsunade memandang semua lelah. "Aku tak mau bertanya, tapi selain membantu dalam bentuk lain, secara pribadi Aku sangat berharap pada Kalian." Tsunade memandang Sakura penuh permohonan, dan Sakura berpura-pura tak melihat.

"Untuk patner ku, Aku meminta izin pada Queen Sakura dan Queen Tsunade, bagaimana jika Tuan Shikamaru dan Tuan Neji. Aku melihat Tuan Neji bisa membaca cakra seseorang dengan begitu kita bisa mencari metode yang cocok untuk kemampuan mereka. Dan Tuan Shikamaru yang selalu waspada dan cepat mengatur strategi, ku pikir melatih strategi bertarung akan berguna walaupun lemah." Pinta Bee menyengir kuda.

"Kau ini, ya ampun, jika begini aku harus mengambil Jenderal lagi." eluh Tsunade.

"Hanya sementara, My Queen." Neji tersenyum menenangkan Ratunya.

"Ya ya pergilah."

Sakura menoleh ke arah Shikamaru yang mengangguk, dibalas anggukan balik Sakura. "Mohon kerjasamanya, King Bee."

"Terimakasih untuk wanita-wanitaku." teriak Bee riang.

Sasuke dan Kato berdehem memperingatkan. "Hahaha Aku suka melihat para pria yang cemburu padaku." Ucap Bee percaya diri. Yang lain menggeleng tak percaya ke arah Bee.

"Satu lagi." semua mengalihkan atensi kepada Sasuke. "Buat tim kecil dari tim ekspedisi, segera cari dimana sumber mata air dari setiap mata air yang mengalir ke lima negara. Disana jugalah Queen Sakura akan melahirkan. Setidaknya bangunlah sebuah pondok." Semua mengerti kekhawatiran ini. Percuma jika saat melahirkan nanti tempat itu belum ditemukan. Mereka sudah bergerak sejauh ini. Melupakan harga diri pada setiap Negara. Tak masalah jika sekali lagi mereka harus mengambil jalan untuk berjuang lagi.

Sedangkan ditempat Sakura, seketika dia meremang, apalagi ketika mengingat malam mereka bergulat yang membuatnya tak bisa berjalan keesokan harinya.

"Kami mengerti, My Lord. Kami akan lakukan yang terbaik untuk Queen Sakura." Jawab Gaara mantap. Memandang Sakura yang kehilangan pandangan.

"Urusan Orochimaru dan orang yang mirip Uchiha, akan dibahas dilain waktu setelah berhasil menemukan lagi titik terang."

"Baik, My Lord."

.

.

.

.

.

"Kau mengerti sekarang, mengapa Kau lebih baik di Kekaisaran daripada melakukan perjalanan?" Sasuke memandang Sakura yang lebih memilih memandang keluar jendela. Mereka sudah dalam perjalanan pulang ke Kekaisaran setelah membiarkan Sakura melakukan rapat internal dengan Kerajaan Haruno.

"Saya tidak mengerti."

"Kau menolak mengerti." Sakura diam.

"Selama saya mampu melakukan perjalanan, itu janji Anda." tuntut Sakura.

"Hanya jika tidak mempengaruhi kesehatan rahim mu." Sasuke berucap tegas.

"Saya belum mengandung, dan Anda seolah-olah yakin Saya akan melahirkan dalam rapat tadi." muka Sakura merah menahan tangis.

"Kamu akan. Dan menemukan tempat itu butuh waktu lama." balas Sasuke tegas.

"Tapi Saya tidak suka, apakah Anda mengerti?" teriak Sakura parau.

"Jangan berteriak padaku, Sakura!" balas Sakura tajam.

"Kalau begitu, abaikan saya, berbicara dengan Anda tidak pernah berakhir baik, pun tidak menyenangkan Saya."

Sasuke memilih mengikuti keinginan Sakura. Sepanjang jalan hanya diisi keheningan. Bahkan ketika sampai lebih memilih ke Kastil masing-masing setelah Sakura memberikan salam perpisahan.

.

.

.

.

.

.

"Jadi masih belum?" Suara dingin itu menggema.

"Ternyata Lord mereka cukup cakap. Tapi dengan Aku bisa masuk Kekaisaran saja, menunjukkan bahwa mereka adalah orang lemah." dengan suara sombong. "Aku tidak menyangka ternyata adik mu juga bisa saja melampaui mu." lanjutnya seraya menoleh dengan seringai cemooh pada satu-satunya pria paling ujung yang hanya menampilkan raut tenang dan dingin mengikuti jalannya rapat, satu-satunya pria yang dijuluki jenius diantara mereka.

Hanya membalas tatapan tak kalah dingin dengan ucapan yang membuat kaum biasa merinding. "Bunuhlah dia, jika Kau ingin merasakan kematian."

"Tch."

"Harusnya Kita tidak khawatir, kelahiran para Shinobi akan berakhir, hanya tinggal waktu, dunia akan berbalik pada Akatsuki." Ucap satu-satunya wanita.

"Onee-chan benar, bahkan metode dari Kage muda itu tidak cukup bagi para Shinobi, kita sendiri yang akan menyerang mental mereka kyaaaa hahahaha." pria bertopeng kekanakan itu menyetujui.

"Mental? Bagaimana sejauh ini?"

Senyum senang terlukis. "Kita akan menyaksikan kaum muda yang dilanda gairah."

"Obatnya akan diperbanyak lagi." ucap suara serak yang menyeringai dengan lidah seperti ular.

"Pastikan obat itu mengalahkan kontrasepsi mereka, Orochimaru."

"Kau tahu, bayaran yang lebih setimpal, kan?" Seraya menoleh pada seseorang yang menampilkan mata merah menyala dengan tiga tomote didalamnya.

.

.

.

.

TBC