Name: The Two Overlord
Author: The World Arcana
Rate M:
Pair: Naruto x Sara x Harem, Sasuke x Asia, Laharl x Flonnex Etna, Minato x Kushina, Adell x Rozalin(Zenon)
Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, dan Disgaea bukanlah milik saya. Yang saya miliki hanyalah cerita fic ini saja.
Chapter 2: To Become A Overlord
-Overlord's Castle, Netherworld-
Naruto bangkit setelah dia diterjang oleh pelukan maut dari sang gadis berambut merah yang bernama Sara, vassal pertamanya sebelum sahabatnya, Sasuke Uchiha serta kekasihnya. Kemudian Naruto pun memberikan tatapan tajam pada Sara dan Sara pun menatapnya dengan tatapan gugup.
"Bisakah kau sekali saja tidak mengagetkanku begitu, Sara-chan." Ucap Naruto yang menyilangkan tangannya di kedua dadanya.
"Ma-Maaf Naruto-kun, aku tidak sengaja…" Ucap Sara dengan nada gugup, kemudian dia melanjutkan "Aku hanya kangen padamu saja."
"Kau kangen padaku… Padahal kita baru berpisah selama dua jam, loh." Ucap Naruto yang menyeringai pada Sara dan membuat wajahnya memerah.
Naruto pun mendekatkan kepalanya ke kepala Sara dan berniat menciumnya, tapi Sara melihat Asia dan melihat Naruto dengan tajam dan berkata dengan aura kegelapan yang sudah menyebar ke seluruh tubuhnya "Siapa dia, Naruto-kun? Siapa gadis pirang yang bersama denganmu itu? Apa dia selingkuhanmu"
Asia yang mendengar itu pun membantah "Aku bukan selingkuhannya. Jangan salah paham nona."
"Dia benar, Sara-chan. Dia bukan selingkuhanku." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Dia adalah cucu dari Flonne-baachan dan juga keponakanku, namanya Asia Kriezsetvyan. Lalu disebelahnya adalah Kimi Orvelian, vassal pertama dari dia."
"Dia cucu dari Flonne-sama!" Teriak Sara karena shock, kemudian dia melanjutkan "Bukannya dia diculik dan menghilang saat dia masih bayi?"
"Iya. Itu memang benar." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi Laharl-jiji mendapatkan sebuah berita tentang keberadaan Asia, dan aku ditugaskan untuk membawanya kesini karena kabarnya disana dia sedang diincar oleh orang-orang jahat. Dan beruntungnya aku berhasil menyelamatkannya sebelum mereka mendapatkan Asia."
"Oh begitu…" Balas Sara, kemudian dia melihat Asia dan berkata "Kalau begitu selamat datang kembali di Overlord's Castle, Asia-sama."
"Tidak usah memanggilku dengan suffix sama. Asia saja sudah cukup." Balas Asia, kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Naruto, kau masih ingat dengan janjimu tadi sebelum kita kesini kan?"
"Janji apa?" Tanya Naruto.
"Kau bilang kau akan memberi tahu tentang ayah dan ibuku kan." Jawab Asia.
"Sigh, baiklah… Sepertinya sudah saatnya kau tahu mengetahui apa yang terjadi pada kedua orang tuamu, Aria-bachan dan Light-ossan." Ucap Naruto, kemudian dia memegang tangan Asia dan berkata "Dimensional Shift!"
-The Graveyard, Netherworld-
Naruto pun menteleportasikan Asia ke tempat yang dipenuhi dengan kuburan dengan nisan, baik yang kecil ataupun besar. Kemudian Naruto menuntun Asia dan mereka berdua sampai di sebuah kuburan dengan nisan yang besar yang terbentuk dari Kristal. Asia pun terkejut saat melihat nama yang tertulis di dua nisan itu yang bertuliskan nama Aria dan Light, kedua orang tua kandungnya.
'Me-Mereka telah meninggal…' Batin Asia, kemudian dia melanjutkan dengan air mata yang sudah menetes dari kedua bola matanya 'Saat aku kembali kesini, aku pikir aku akan mendapatkan kasih sayang bukan hanya dari Flonne-baachan tapi juga kedua orang tuaku… Tapi kenapa harus terjadi hal seperti ini, KAMI-SAMA!"
"Seperti yang kau lihat Asia…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak memberitahukanmu tentang ini sebelum kita kesini karena aku tidak ingin membuatmu sedih. Tapi omong kosong apa yang aku bicarakan ini. Mau disana atau disini aku memberitahukannya… Tetap saja kau akan tetap sedih, benar kan?"
"Ke-Kenapa mereka berdua bisa meninggal, Naruto?" Tanya Asia dengan nada lirih dan kedua bola matanya masih terus meneteskan air matanya
"Saat kau diculik, mereka berdua depresi Asia…" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Mereka dan semua yang berada diistana… Mulai dari Laharl-jiji, Etna-baachan, Flonne-baachan, Adell-jiji, dan Rozalin-baachan, serta kaa-chan dan tou-chanku mencarimu dimana-mana, tapi hasilnya nihil. Dan pada suatu hari, mereka berpikiran kalau kau itu sudah tiada dan mereka berniat mengakhiri hidup mereka sendiri."
"Berarti mereka…"
"Ya…" Potong Naruto, kemudian dia melanjutkan sambil mengepalkan tangannya "Mereka bunuh diri karena sangat kehilangan dirimu Asia. Kalau saja, kami berhasil menemukanmu lebih cepat lagi… Mungkin kalian bisa bersama lagi, maafkan aku Asia…"
"Jangan salahkan dirimu sendiri, Naruto." Ucap Asia yang sudah menghapuskan tangisannya, kemudian dia melanjutkan "Kalian semua sudah melakukan semampu kalian, jadi jangan salahkan dirimu sendiri. Lagipula setidaknya, aku masih mempunyai keluarga kan?"
"Kau benar…" Jawab Naruto yang tersenyum. Kemudian dia melanjutkan "Lalu apa yang kau akan lakukan setelah kau menemukan keluarga dan tempat tinggalmu yang sebenarnya, Asia?"
Dia pun mengingat kejadian saat dia diangkat menjadi Holy Maiden, sampai dia diusir dari gereja. Kemudian dia melihat kakek dan neneknya dan berkata "Aku ingin menjadi kuat supaya aku bisa melindungi keluarga yang aku punya dan aku akan melewati Laharl-jiji menjadi Overlord terkuat di Netherworld."
"Sepertinya aku akan memiliki rival." Ucap Naruto dengan tersenyum.
"Maksudmu?" Tanya Asia.
"Aku juga bertujuan untuk menjadi seorang Overlord seperti Laharl-jiji dan juga aku akan menjadi pelindung bagi semua keluargaku." Jawab Naruto, kemudian dia menyeringai dan berkata "Tapi sayangnya aku lebih jauh satu langkah darimu Asia."
"Itu kan karena aku tidak pernah berlatih untuk menjadi kuat sepertimu." Ucap Asia yang merona karena malu, kemudian dia melanjutkan "Hal yang kubisa hanya menyembuhkan saja dengan Sacred Gearku, [Twilight Healing] milikku."
"Tidak apa-apa." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku akan membawamu ke seseorang yang bisa mengajarkanmu untuk bisa bertarung sepertiku. Kita berdua akan menjadi Overlord yang hebat. Bukan hanya kau dan bukan hanya aku, tapi kita berdua…"
"Benarkah Naruto?" Tanya Asia dengan mata berbinar-binar.
"Tentu saja. Kau itu kan sepupuku. Jadi sebagai saudara, aku akan membantumu." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi sebelum itu kita harus kembali dulu ke Overlord's Castle… Vassalmu itu dan pacarku yang cerewet dan pencemburu itu pasti sudah menunggu lama."
"Hn."
"Dimension Shift!"
-Overlord's Castle, Netherworld-
Naruto pun menggunakan teknik andalannya untuk berteleportasi. Sebenarnya teknik ini bisa digunakan untuk bertelportasi ke tempat lain selain ke Netherworld termasuk dimensi lain, tapi tidak bisa sembarangan dan butuh koordinat yang tepat supaya tidak tersasar di dimensi lain. Saat sampai disana, Naruto pun terkejut saat melihat Sasuke yang merupakan vassal keduanya sudah berada di tempat ditinggalkannya Sara dan Kimi tadi.
"Sepertinya kita salah tempat Asia." Ucap Naruto.
"Ah, masa sih? Kalau kita salah tempat, kenapa ada Kimi-chan dan Sara-chan?" Tanya Asia.
"Kau tidak salah tempat dobe…" Ucap Sasuke yang menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Kau ini kebiasaan sekali!" Teriak Naruto yang sudah menunjuk Sasuke dengan kesal, kemudian dia melanjutkan "Aku ini mastermu, berhentilah memanggilku dengan sebutan dobe."
"Aku tidak akan memanggilmu itu jika kau tidak memanggilku itu teme, Kriezsetvyan-sama." Balas Sasuke dengan nada menyindir.
"Ugh, terserah padamu sajalah." Balas Naruto yang menghela nafas pasrah pada vassalnya yang suka membuatnya dongkol itu.
"Kau pasti cucu dari Flonne-sama yang dibicarakan Sara tadi…" Ucap Sasuke sambil melihat Asia, kemudian dia melanjutkan "Salam kenal. Namaku Sasuke Uchiha. Aku merupakan manusia dan merupakan salah satu vassal dari Naruto."
"Salam kenal Sasuke-san." Balas Asia.
"Kalau begitu, aku pergi dulu Naruto…" Ucap Sasuke.
"Kau akan pergi lagi…" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Cepat sekali…"
"Iya, aku ada jadwal latihan dengan Obito dan Shisui." Balas Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Aku kesini hanya karena Sara memberikan telepati padaku."
Naruto pun menggangguk dan Sasuke pun menghilang. Asia pun melihat Naruto dan berkata "Ayo, Naruto! Katanya kau bilang kau akan membawaku ke tempat seseorang yang bisa mengajarkanku cara untuk bertarung."
"Besok saja, Asia." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau pasti lelah kan? Jadi kau gunakan kesempatan ini untuk istirahat."
"Yah…" Ucap Asia dengan nada kecewa, kemudian dia melanjutkan "Baiklah, tapi kau harus janji kau akan menepati janjimu untuk membawaku menemui guru yang kau maksud itu. Ayo kita pergi Kimi-chan."
"Baik Asia-sama…" Balas Kimi.
"Ayolah Kimi-chan. Panggil aku tanpa suffix sama." Perintah Asia.
"Baiklah Asia…" Balas Kimi, kemudian dia mengikuti Asia ke dalam kastil.
"Oh ya, Naruto-kun…" Ucap Sara, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu, aku juga pulang dulu ya. Jaga dirimu baik-baik."
"Hn."
Cup
Naruto pun mencium Sara dan itu membuat wajahnya memerah padam, kemudian Sara dan Naruto pun melepaskan ciuman mereka dan Sara pun pergi ke arah rumahnya, ke portal yang menghubungkan Netherworld dan Human World. Setelah Sara pergi, Naruto pun pergi ke suatu tempat yang merupakan rumah dari senseinya, yaitu Kurama sang Demon Lord.
"Yo sensei!" Sapa Naruto.
"Ah, itu kau Naruto." Ucap Kurama, kemudian dia melanjutkan "Ayo duduk, ada yang ingin aku bicarakan padamu."
Naruto pun duduk di sofa di rumah milik gurunya itu, kemudian dia berkata "Seminggu lalu, kau bilang ada sesuatu yang sangat penting yang kau ingin katakan padaku. Kalau boleh tahu, apa itu sensei?"
"Sebenarnya ini tentang putriku, Akina." Jawab Kurama.
"Memangnya kenapa dengan putrimu itu?" Tanya Naruto yang meminum air minum milik gurunya itu dengan tidak sopan dan membuatnya mendelik kepadanya.
'Dasar murid tidak sopan…' Batin Kurama, kemudian dia berkata "Kau merasa kan anakku itu bertingkah aneh setiap kau datang kesini? Setiap kau berbicara padanya, dia akan membalas dengan gugup. Dan juga setiap kau tersenyum kepadanya, wajahnya selalu memerah. Sepertinya dia menyukaimu, Naruto."
Byuuuuurrrrr
"APAAAA!" Teriak Naruto yang tidak sadar sudah menyemburkan air yang diminumnya ke muka Kurama dan membuat mukanya basah kuyup.
"Grrrrrr…." Ucap Kurama, kemudian dia berteriak "DASAR BOCAH SIALAN! KAU SUDAH MEMINUM MINUMANKU SEENAKNYA DAN SEKARANG KAU MENYEMBURKAN AIR ITU KE MUKAKU! AKU TAHU KAU CUCU SEORANG HIGH OVERLORD… TAPI SOPANLAH SEDIKIT PADA SENSEIMU INI, BAKA!"
"Maaf sensei, aku tidak sengaja. Aku hanya terkejut saja tadi." Balas Naruto yang sudah menutup telinganya supaya telinganya tidak pecah karena teriakan Kurama, kemudian dia melanjutkan karena teringat sesuatu "Jangan bilang… Kalau kau ingin memintaku untuk menjadi kekasih Akina-chan? Kalau iya, aku tidak mau… Aku tahu Akina-chan itu cantik, cantik banget malah. Tapi kalo Sara-chan tahu, aku bisa mati olehnya."
"Hah, kau ini lelaki. Calon Overlord lagi…" Ucap Kurama, kemudian dia melanjutkan dengan nada mengejek "Tapi sama perempuan saja takut."
"Hei jangan salah, sensei. Laharl-jiji, tou-chan, dan Adell-jiji yang merupakan ketiga orang terkuat di Netherworld saja bisa dibuat takut setengah mati oleh seorang wanita, apalagi aku?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Lagipula kau sendiri yang merupakan Demon Lord juga takut pada Airi-bachan saat dia masih hidup kan?"
"Jangan bahas tentang dia lagi." Ucap Kurama dengan nada lirih.
"Maaf, Kurama-sensei." Balas Naruto yang merasa bersalah karena pertanyaan tabu-nya barusan.
"Tidak apa-apa, Naruto." Balas Kurama, kemudian dia melanjutkan "Aku sebenarnya ingin meminta tolong padamu untuk menjadikan dia vassalmu, Naruto."
Perkataan itu pun sukses membuat sang Overlord Prince itu terbelalak, kemudian dia melanjutkan "Apa kau yakin bahwa kau, Kurama sang Demon Lord terkuat dari 9 Demon Lord yang lain ingin meminta pertolongan padaku untuk menjadikan putrinya sendiri menjadi vassal milikku?"
"Aku tahu itu." Ucap Kurama yang meminum airnya yang sudah disiapkan kembali oleh Maid-nya, kemudian dia melanjutkan "Tapi setelah Airi-chan… Hanya Akina, putriku yang aku punya dalam hidupku ini. Dia mencintaimu dan ingin selalu dekat padamu, Naruto. Jadi aku mohon padamu untuk menjadikan dia menjadi vassalmu dan membahagiakan dia, Naruto."
"Kau tahu kan aku belum ada rasa pada putrimu itu?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku mencintai Sara dan aku belum ada perasaan pada putrimu itu. Aku tidak ingin menyakitinya"
"Mana tahu…" Ucap Kurama dan membuat Naruto mendelik kepadanyaa, kemudian dia melanjutkan "Hati siapapun bisa berubah, Naruto. Mungkin sekarang kau bilang tidak mencintai putriku, tapi bagaimana kalau nanti kau mencintai putriku?"
"Sigh, terserah kau sajalah sensei." Jawab Naruto yang sudah capek berdebat dengan senseinya, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu, antarkan aku ke tempat Akina berada?"
Naruto dan Kurama pun pergi ke suatu pekarangan yang dipenuhi dengan boneka kayu yang telah dipersiapkan untuk latihan. Dan mata Naruto pun tertuju pada sosok rubah berwarna orange dengan sembilan ekor di belakang tubuhnya. Kemudian mata Naruto pun membulat saat melihat rubah itu atau yang dikenal Akina itu bersiap-siap untuk mengeluarkan api dari mulutnya.
'Apa Akina / Akina-chan bisa menggunakan Kitsune-Bi?' Batin Kurama dan Naruto saat melihat Akina akan mengeluarkan api dari mulutnya yang dikenal dengan Kitsune-Bi, teknik andalan kedua orang tuanya.
"Kitsune-Bi!" Teriak Akina, kemudian dia menembakkan bola api berwarna biru dari mulutnya, tapi masih berukuran sedang dan membuatnya mendesah kecewa.
"Akina!" Panggil Kurama dari belakang tubuh Akina.
"Tou-sama…" Ucap Akina, kemudian merubah tubuhnya menjadi sesosok gadis seumuran Naruto dan mempunyai fisik tubuh yang ramping, rambut yang berwarna merah auburn dan juga berwarna mata violet yang dia warisi dari ibunya, Airi. Kemudian dia melanjutkan "Sedang apa tou-sama kesini?"
"Apa aku tidak boleh melihat latihan putriku sendiri?" Tanya Kurama.
"Bukan begitu tou-sama, aku hanya terkejut saja. Aku pikir kau sedang berada di rumah." Jawab Akina, kemudian dia melihat Naruto dan tiba-tiba wajahnya memerah dan dia pun berkata "Na-Naruto-kun…"
"Eh, halo Akina-chan." Ucap Naruto dengan nada santai, tapi itu malah membuat rona merah di pipi Akina semakin melebar.
"Hahahahahaha…." Ucap Kurama yang tertawa nista, kemudian dia melanjutkan "Gampang sekali membuatmu menjadi seperti ini putriku. Tinggal bawa Naruto kesini dan voila, putriku yang strict dan galak bisa menjadi ini."
Akina pun memberikan tatapan tajam pada ayahnya itu dan berkata "Kenapa kau bisa datang berdua untuk menemuiku, tou-sama, Naruto-kun?"
"Aku membawa dia kepadamu karena mulai saat ini, aku serahkan kau kepadanya." Jawab Kurama sambil menunjuk Naruto.
"Apa maksudmu menyerahkan?" Tanya Akina.
"Aku memberikan kau kepada Naruto sebagai vassalnya." Jawab Kurama.
Akina pun terbengong karena ucapan ayahnya itu, kemudian dia menyadari sesuatu dan berkata "A-Aku tidak percaya ini, tou-sama… K-Kau menjualku pada Naruto-kun?"
"Aku tidak menjualmu. Aku tidak mungkin menjual putriku sendiri." Bantah Kurama dengan nada kesal.
"Lalu kenapa?" Tanya Akina yang sudah menangis dan mengeluarkan air matanya.
"Aku memberikanmu pada Naruto supaya dia bisa menjagamu." Jawab Kurama, kemudian dia melanjutkan "Aku tahu kalau aku ini adalah seorang Demon Lord, dan aku bisa menjagamu. Tapi aku tahu perasaanmu kepada Naruto putriku. Oleh karena itulah aku meminta dia untuk menjadikanmu sebagai vassalnya."
'Sejak kapan tou-sama tahu aku mencintai Naruto-kun? Bukannya aku tidak pernah memberitahu siapapun dan aku bahkan tidak pernah menuliskan tentang itu di buku harianku.' Batin Akina, kemudian dia berkata "Kenapa kau bisa tahu tentang ini tou-sama?"
"Sifatmu mudah ditebak Akina, sifatmu itu menunjukkan bahwa kau mencintai Naruto." Jawab Kurama, kemudian dia melanjutkan "Aku itu memang bodoh, tapi aku tidak bodoh untuk mengetahui perasaan anakku sendiri."
Akina pun menundukkan kepalanya dan berkata "Tapi Naruto-kun tidak mencintaiku dan lagipula dia sudah mempunyai kekasih, jadi tidak mungkin dia mencintaiku."
Naruto pun mendengar itu dan tersentak, kemudian dia membatin 'Sebegitu cintakah kau kepadaku Akina-chan?'
"Perasaan seseorang itu tidak ada yang tahu, Akina." Ucap Kurama, kemudian dia melanjutkan "Aku dan ibumu itu dulu musuh, kau tahu? Aku dan dia selalu bertengkar dan kemudian bertarung tentang hal yang tidak penting, seperti kucing dan anjing. Tapi lama-kelamaan, aku dan ibumu saling mencintai. Kemudian kami menikah dan kami berdua pun memilikimu, meskipun harus mengorbankan nyawa ibumu sendiri. Jadi apapun tidaklah mustahil."
'Tou-sama…'
Naruto pun datang dan kemudian dia menepuk kedua bahu milik Akina dan berkata "Akina-chan, apakah kau benar-benar mencintaiku?"
"I-Iya, Naruto-kun…" Jawab Akina.
"Kalau begitu, jadilah vassalku." Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku akan memperlakukanmu dengan baik. Dan aku akan mulai untuk mencintaimu sebisaku."
'Naruto-kun…' Batin Akina, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu… Aku bersedia menjadi vassalmu, Naruto-kun."
"Arigatou Akina-chan…" Ucap Naruto yang tersenyum dan membuat wajah Akina memerah, kemudian dia menjabat tangan Akina dengan lembut.
Akina pun menghela nafas sebentar dan berkata "Aku, Akina putri dari Demon Lord Kurama bersumpah… Akan selalu setia untuk menemani, melindungi, dan menjaga tuanku… Naruto Kriezstvyan sampai akhir hayatku dengan seluruh tubuh dan hayatku dengan menjadi vassal darinya."
Tubuh Akina dan Naruto pun bersinar… Tanda dia sudah menjadi vassal dari Naruto. Kemudian dia mendekati Naruto dan Akina, lalu dia berkata "Berarti mulai sekarang, putriku sudah resmi menjadi vassalmu Naruto. Jaga dia baik-baik, atau aku akan mengejarmu sampai ke ujung dunia dan Laharl-sama dan Etna-sama tidak akan bisa melindungimu dari amarahku…"
Naruto dan Akina pun sweatdrop, kemudian Naruto berkata "Seharusnya kan vassal yang menjaga tuannya… Tapi tidak apa-apa. Aku akan melindungi Akina-chan, tenang saja."
"Jaga janjimu kalau begitu." Ucap Kurama, kemudian dia berjalan ke rumahnya.
Naruto pun melihat Akina dan berkata "Kau tidak kembali juga?"
"Aku menginap di kamarmu boleh ya…" Pinta Akina dengan manja.
"Ehhhh!" Teriak Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kita ini berbeda gender, kalau aku khilaf dan menerkammu bagaimana?"
"Oh, jadi kau ingin menerkamku, Naruto-kun? Kalau kau mau, aku tidak keberatan kok." Jawab Akina, dan membuat Naruto merona karena malu. Akina pun yang melihat itu pun menyeringai dan berkata "Kau jangan khawatir, Naruto-kun. Aku kan bisa berubah menjadi rubah dan tidur di lantai didalam kamarmu."
"Baiklah, terserah kau saja." Balas Naruto, kemudian dia memegang tangan Akina dan berkata "Dimensional Shift!"
-Overlord's Castle-
Naruto pun sampai di rumahnya dan melihat situasi sudah sepi. Bahkan di Throne Room, kakek dan neneknya serta kedua orang tuanya sudah tidak ada. Naruto pun membawa Akina ke dalam kamarnya secara diam-diam, karena kalau tertangkap basah oleh neneknya atau ibunya. Dia bisa dibakar dengan hujan meteor yang dibuat oleh para Prinnies atau teknik ibunya yang membuat cambuk dari teknik rantainya yang bisa menghancurkan gunung dan dia gunakan untuk menyerangnya atau Akina dengan alasan anaknya sudah tidak perjaka lagi. Naruto pun sampai dengan selamat di kamarnya dan kemudian dia tidur dan Akina tidur di lantai dengan memakai wujud rubahnya. Hari pun berganti, dan Etna yang merupakan nenek Naruto pun ingin membangukan cucunya itu karena semuanya sudah berkumpul untuk sarapan. Tapi dia shock saat melihat kedalam kamar cucunya. Bagaimana tidak? Dia melihat sosok Akina yang tidur disamping Naruto, dan dia tidur tanpa memakai pakaian dan membuat Etna naik pitam dan memutuskan untuk meneriaki mereka berdua.
"NARUTOOO!" Teriak Etna dan teriakan itu membuat kaca di kamar Naruto pecah karena saking bisingnya teriakannya itu dan membuat Naruto terkaget dan terbangun.
"Apa-apaan sih, baa-chan? Kenapa kau membangunkanku dengan cara seperti itu?" Tanya Naruto yang menatap neneknya dengan tatapan sebal.
"Lihatlah disampingmu anak muda." Ucap Etna yang menyilangkan kedua tangannya di kedua dadanya sambil menatap tajam cucunya itu.
Naruto pun melihat kesampingnya dan melihat tubuh telanjang Akina yang membuat wajahnya memerah karena malu, kemudian dia berteriak "UWAAAAAAAAA!"
Akina pun terbangun karena teriakan Naruto, kemudian dia melanjutkan "Ohayou, Naruto-kun…"
"A-Akina-chan… " Ucap Naruto terbata-bata karena malu telah melihat bagian sensitive milik Akina terutama dua dadanya yang berukuran lumayan.
Akina pun menyadari tatapan Naruto dan berkata dengan nada sensual "Ara, apakah kau menyukai apa yang aku suguhkan ini Naruto-kun?"
"Kenapa kau bisa ada dikasurku dan kenapa kau telanjang?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau kan sudah berjanji padaku untuk tidur di lantai dengan wujud rubahmu."
"Maaf…" Ucap Akina, kemudian dia melanjutkan dengan nada tersenyum "Tapi aku kurang nyaman saat memakai pakaianku dan aku mencium bau darimu yang membuatku bergairah, Naruto-kun. Jadi aku telanjang dan tidur di kasurmu deh."
'Alasan macam apa itu?' Batin Etna dan Naruto.
"Ehem…" Ucap Etna yang berdehem karena merasa diabaikan oleh mereka berdua, kemudian dia melanjutkan "Kalian berdua ikut denganku…"
"Baik baa-chan… / Etna-sama…" Balas mereka berdua.
Etna pun membawa mereka berdua dan mereka dipertemukan oleh Kushina dan Minato serta Kurama yang dipanggil oleh Etna. Kurama pun marah akan tindakan Naruto tapi dia menyayangkan bahwa Naruto tidak sempat melakukan itu dan membuat Akina tidak akan mempunyai cicit dari seorang Overlord dan membuatnya dihajar oleh babak belur oleh Etna dan Kushina karena telah berpikiran mesum. Setelah Kurama dibawa pergi oleh Akina, mereka pun pergi ke ruang makan dan bertemu dengan Laharl, Adell, dan Rozalin juga Flonne serta Asia. Adell pun menyeringai sambil melihat cucunya itu dan berkata.
"Jadi bagaimana rasanya kemarin malam tidur pertama kali dengan seseorang perempuan, cucuku?" Tanya Adell. Wajah Naruto pun memerah karena itu, tapi Rozalin langsung menginjak kakinya dan membuatnya berkata "Ouch. Apa yang kau lakukan ini, Rozalin?"
"Diamlah dan berhentilah menanyakan hal mesum kepada cucu kita." Jawab Rozalin, kemudian dia melanjutkan "Atau aku tidak akan memberikan jatah kepadamu nanti malam."
Adell pun diam karena ketakutan akan ancaman dari Rozalin. Kemudian Naruto melihat Asia dan berkata "Oh ya Asia… Nanti setelah selesai makan, aku akan membawamu ke Veldime."
"Kau kenapa ingin mengajak Asia-chan ke Veldime, Naruto-kun?" Tanya Flonne.
"Asia bilang dia ingin berlatih karena dia ingin menjadi kuat supaya dia bisa melindungi keluarganya dan dia ingin menjadi Overlord yang hebat seperti jiji." Jawab Naruto dan membuat Laharl tersenyum karena perkataan Naruto.
'Aku tidak menyangka bahwa kedua cucuku tertarik untuk menjadi Overlord. Sepertinya aku bisa menyerahkan jabatanku pada mereka berdua setelah mereka siap , karena aku sudah letih terus-terusan untuk menjadi High Overlord di Netherworld.' Batin Laharl.
"Oh ya Flonne-baachan…" Ucap Asia dan membuat Flonne menoleh kepadanya dan membuatnya berkata "Sebenarnya apa itu Veldime?"
"Veldime adalah sebuah region di Human World tempat kakek Naruto, Adell berasal. Dulu tempat itu adalah bagian dari Netherworld, saat seorang Overlord bernama Zenon mengutuk semua manusia di Veldime menjadi monster." Jawab Flonne dan itu membuat Rozalin tersentak dan menundukkan kepalanya dan Adell pun menenangkannya. Melihat itu Flonne pun melanjutkan "Disana banyak petarung yang handal, mulai dari petarung dengan menggunakan tenaga fisik, maupun energi sihir."
"Keren…" Balas Asia, kemudian dia melanjutkan "Aku jadi semakin ingin berlatih disana dan menjadi kuat."
"Kalau begitu habiskan makananmu itu dulu. Baru kau bisa pergi dengan Naruto ke Veldime, Asia." Ucap Laharl.
"Baik jiji." Balas Asia, kemudian dia mulai memakan makanan miliknya.
-Alche City, Veldime-
Naruto pun mengajak Asia ke Veldime setelah dia dan Asia selesai menghabiskan makanannya. Kemudian dia membawa Asia ke Alche City, kota yang hancur di masa kepemimpinan Overlord Zenon yang palsu dan kota itu kembali hidup setelah Adell berhasil mengalahkan Overlord Zenon palsu dan membuat Rozalin tidak terpengaruh sisi jahat jiwa Overlord Zenon yang berada ditubuhnya. Setelah itu dia membawa Asia ke suatu rumah dan dia pun mengetuk-ngetuk pintunya.
Tok
Tok
Tok
Kemudian pintu pun terbuka dan terlihatlah wanita berambut merah muda dengan rambut twin tail panjang dan itu membuat Asia membatin 'Gaya rambutnya mengingatkanku pada Irina.'
"Oh itu kau, Naruto." Ucap wanita itu, kemudian dia melanjutkan "Ada yang bisa aku lakukan untuk Overlord Prince? Kau bukan memintaku untuk mengajarkanmu sihir lagi kan? Karena kau sudah menguasai semua sihir elemen yang aku punya dari level biasa sampai level Mega, Giga, Omega, dan Tera."
"Bukan itu Stella-sensei." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku ingin kau mengajarkan seseorang selain aku dalam bidang sihir."
"Siapa itu?" Tanya wanita bernama Stella itu.
"Sepupuku, Asia Kriezsetvyan. Sang Overlord Princess." Jawab Naruto dan membuat Stella shock karena ternyata gadis yang berada di dekat Naruto ternyata adalah Overlord Princess, karena dia merupakan cucu dari High Overlord Laharl dan juga Fallen Angel Flonne.
-To Be Continued-
AN: Akhirnya saya kembali dengan fic baru ini. Maaf kalo di fic ini, Asia dan Naruto tidak pergi ke dimensi DxD. Karena ane bakal mau bikin Asia kuat terlebih dahulu setelah latihannya bersama Stella dan juga dia mendapatkan berkah di Celestia. Buat penjelasan… Kenapa sih battle Naru vs Freed dan Raynare enggak greget? Karena Naruto disini belum ngeluarin skillnya dan skill yang dikeluarinnya itu skill standar di game Disgaea. Oh ya, ane kan udah dapetin dua pair untuk Naru yaitu Sara dan juga Akina(OC). Jadi ane akan memberikan keputusan kepada kalian untuk memberikan pilihan untuk dua pair lagi untuk Naruto. Pilihannya adalah:
Rias Gremory:
Akeno Himejima:
Sona Sitri:
Bebas(Note: Asal jangan yang tua seperti Serafall, Yasaka, Gabriel, dan lain-lain)
Sebagai info saja, mungkin beberapa hari kedepan… Ultimate Team Arc 2: The Hero's Return akan rilis. Jadi tunggu aja ya bagi Ultimate Team lovers.
Review:
Ayub Pratama:
Enggak punya, tapi Naruto hanya punya anak dari Demon Lord Kurama bernama Akina sebagai vassalnya.
Senju Hashirama 020101:
Thanks vroh.
Kurotsuki Evan-kun:
Karena ane sudah ngasih tahu di PM, jadi gak akan ane jawab ya.
Maulana59:
Naruto kan baru make skill yang ada digamenya belum skill spesial yang ane tulis dibawah trs lawannya cuma Raynare sama Freed, jadi kalo ane bikin Naruto All-Out enggak etis juga kan. Demon Lord memang sebagai pelindung Overlord tapi bukan Naruto, karena dia belum menjadi Overlord . Kurama disini jadi senseinya Naruto. Lebih kuat Naruto, apalagi kalau dia udah make Overlord Mode.
The Kids no OppAi:
Sama kok dan nanti Asia akan kembali ke DxD tapi dengan keadaan berbeda dan bakal ane buat dia menghajar Diodora saat mereka bertemu nanti.
Haruto RS:
Di PS2 sama PSP.
Michael Gabriel 455:
Mungkin, who knows? Ane bikin NaruSara soalnya ada reader fic ane yang kecewa karena Heroes From Another World pairnya Sara enggak termasuk. Tapi ini harem juga sih
Raitogecko: Bukan, ini dari game Disgaea. Kalo animennya kalo enggak salah namanya, Makai Senki Disgaea.
Special Character Skill(Note: Ini belum semuanya loh):
Naruto Kriezsetvyan:
Kaiser's Reign: Saat dia memajukan tangannya ke depan, akan mementalkan semua yang berada di depannya karena tekanan gravitasi yang dibuatnya. Efek skill ini sama seperti Shinra Tensei di anime Naruto.
Dimensional Shift: Teknik teleportasi yang bisa digunakan untuk berteleportasi kemanapun. Bahkan dimensi sekalipun, meskipun pengguna harus tahu koordinatnya terlebih dahulu supaya si pengguna tidak terdampar ke dimensi asing.
The Room: Naruto akan membuat ruang dimensi dan mengurung musuhnya disana. Kemudian dia memakai Dimensional Shift untuk mencapai tempat itu dan menyiksanya dari dalam ruang dimensi itu dan membuat musuhnya tidak berdaya.
Four-Sword Shield: Naruto memajukan tangannya dan akan muncul empat pedang yang akan berputar dan menjadi tameng yang akan melindunginya dari serangan musuh.
Meteor Overlord Kick: Teknik improvisasi dari teknik Meteor Impact milik Laharl. Jika Meteor Impact milik Laharl… Laharl akan memanggil sebuah meteor dan melompat ke meteor itu dan tertawa seperti maniak saat dia berada di atas meteor itu sampai meteor itu menghancurkan musuhnya. Maka Meteor Overlord Kick… Naruto akan memanggil meteor dan lalu Naruto akan melompat ke atas dan menendang bola meteor berukuran besar itu dengan seluruh kekuatan di kakinya.
Overlord Mode: Naruto akan berubah menjadi Full Demon Mode dengan dua sayap berwarna merah dan dua tanduk di atas telinganya dan muncul beberapa pedang di belakang tubuhnya yang berputar-putar dan membuat kekuatannya bertambah berkali-kali lipat.
Overlord Crash: Semua pedang yang dimiliki Naruto di belakang tubuhnya akan menghadap ke depan dan Naruto akan menyalurkan elemen api, es, dan juga angin ke pedang itu dan langsung dia lesatkan kea rah musuh sampai si musuh hancur berkeping-keping.
Asia Kriezsetvyan:
Celestia Blessing: Sihir yang membuatnya bisa immune dari serangan berunsur cahaya dari orang-orang yang berada di DxD verse meskipun dia merupakan hybrid Demon dan Fallen Angel serta manusia. Dia mendapatkan jurus ini setelah datang ke Celestia.
Meteorain: Dia menghentakkan tongkat shihirnya ke tanah dan akan muncul hujan meteor yang jatuh secara beruntun untuk menyerang musuh.
Tri-Arrow Blast: Asia akan memakai panah cahaya dan melesatkan 3 buah anak panah ke arah musuh untuk menyerangnya. Dia mendapatkan jurus ini setelah mendapatkan berkah di Celestia.
Overlord Mode: Dalam mode ini, Asia akan memunculkan dua sayap. Yaitu sayap berwarna hitam pekat khas Fallen Angel dan juga silver karena blessing yang diberikan dari ketua di Celestia bercampur dengan darah Demon miliknya.
Ultimate Blast: Asia akan mengeluarkan dua laser dari sayapnya. Laser berwarna hitam di sayapnya yang berwarna hitam dan laser berwarna putih di sayapnya yang berwarna putih untuk menyerang musuh di dekatnya.
