Name: The Two Overlord
Author: The World Arcana
Rate M:
Pair: Naruto x Sara x Harem, Sasuke x Asia, Laharl x Flonnex Etna, Minato x Kushina, Adell x Rozalin x Yukimaru, Mao x, Valtavorez x
Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, dan Disgaea bukanlah milik saya. Yang saya miliki hanyalah cerita fic ini saja.
Chapter 4: Disgaea Fraction
-Overlord's Castle Meeting's Hall, Netherworld-
Setelah Laharl mengurus beberapa orang misterius yang datang ke rumah yang dia buat untuk cucunya terutama Sirzech yang membuat Laharl muak akan kesombongannya… Dia bersama Flonne dan Etna pun kembali ke rumahnya dan memanggil banyak orang yang memiliki pengaruh tinggi di Netherworld dan Celestia. Beberapa menit kemudian, Adell bersama dua rekan Laharl yang lain yang bernama Mao dan Valtavorez atau yang biasa dipanggil Val serta Seraph Lamington yang ditemani oleh anak buahnya Archangel Vulcanus serta Demon Angel Sicily Kriezsetvyan bersama pemimpin dari Great Demon Lords dan mereka duduk di tempatnya masing-masing.
"Jadi kenapa kau memanggill kami malam-malam begini, Laharl?" Tanya rekannya sesama Four Pillar of Netherworld yang merupakan pemimpin para demon di Netherworld bersama dengan Adell dan juga Val yang bernama Mao.
"Begini Mao…" Ucap Laharl, kemudian dia mengambil nafas sebentar dan melanjutkan dengan nada serius "Aku dan Adell mengirim cucu kami, Naruto dan Asia serta Kurumi yang merupakan cucuku dari Aria ke tempat dimana Naruto menemukan Asia sampai mereka mampu menjadi pemimpin yang baik. Tapi baru sebentar aku tinggal mereka disana, ada beberapa orang yang datang ke sana dan salah satu dari orang-orang itu punya niatan jahat bahkan mereka bisa mencoba membunuh Naruto dan Asia serta para vassalnya jika mereka tidak mau bergabung dengan mereka, kalau mereka memiliki kesempatan."
Sicily yang merupakan adik dari Laharl dan merupakan bibi dari Asia dan Naruto pun langsung geram dan dia pun berkata dengan nada marah "Kurang ajar! Berani sekali mereka berniat untuk melakukan itu pada Naruto-kun, Kurumi-chan dan Asia-chan."
"Tenanglah Sicily / imouto…" Ucap Adell dan yang mencoba menenangkan Sicily.
"Bagaimana kalian bisa tenang sekali seperti itu? Mereka itu cucu kalian bukan?" Tanya Sicily dengan nada bingung tapi juga kesal atas perkataan kakaknya dan kakek yang lain dari keponakannya itu.
"Tenang saja, Sicily. Aku sudah mengutuknya agar dia tidak bisa menggunakan kekuatannya." Jawab Laharl, kemudian dia melanjutkan "Kalau dia mencoba menggunakan kekuatannya, maka dia akan pingsan. Kalau dia memaksakan, maka dia akan mati."
"Tapi bukan berarti kau bisa tenang Laharl…" Ucap Valtavorez, kemudian dia melanjutkan "Bagaimana kalau anak buah dari orang yang kau kutuk itu membalas dendam atas apa yang kau lakukan pada pemimpinnya pada ketiga cucumu itu? Dan juga kutukan yang kita lakukan paling maksimal hanya bertahan selama 2 minggu? Kau tidak boleh terlalu tenang seperti ini."
"Aku mengerti Val. Terima kasih atas peringatanmu." Balas Laharl.
Valtavorez pun tersenyum akan perkataan Laharl, tapi Mao menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri dan berkata "Tapi aku masih tidak mengerti dengan jalan pikiranmu itu Laharl. Kalau kau ingin membuat mereka berdua menjadi lebih kuat dan siap untuk menggantikan kita… Kenapa kau tidak mengirim mereka ke Evil Academy? Malah kau kirimkan mereka ke dimensi lain. Itu sama saja kau membiarkan kedua cucumu masuk ke kandang singa yang sedang lapar."
"Mau gimana lagi…" Balas Laharl, kemudian dia melanjutkan "Saat aku merekomendasikan Evil Academy, Naruto menolak. Katanya Asia pasti tidak mungkin menerima tawaran itu karena nama dari akademi-nya terdengar jahat."
"Hey! Nama itu standar bagi ras kita karena kita itu Demon, tahu!" Teriak Mao dengan kesal dan membuat banyak orang tertawa dan dia pun melanjutkan "Tapi benar juga sih. Sigh, pasti orang-orang yang menolak masuk akademi yang aku pimpin menolak karena mereka pikir akademi itu untuk orang-orang jahat."
"Harusnya kau buat nama akademi yang kau pimpin itu Demon Academy, jangan Evil Academy idiot." Balas Adell dengan sarkastik dan membuat Mao mendeathglarenya dengan tajam. Kemudian dia melihat Laharl dan berkata "Jadi apa tujuan sebenarnya dari pertemuan ini, Laharl? Karena pertemuan ini tidak seperti biasanya yang hanya aku, kau, Mao, dan Val datangi… Tapi juga kau memanggil Lamington, Vulcanus, Kurama dan Sicily kesini."
"Ehem, jadi begini…" Ucap Laharl,kemudian dia melanjutkan "Disana itu mempunyai ketiga fraksi yang memiliki kekuasaan dan pengaruh yang cukup kuat. Pertama fraksi malaikat, meskipun cucuku sangat membenci fraksi ini karena anak buahnya membuang cucuku saat dia masih menjadi suster gereja disana tapi pemimpin mereka sepertinya cinta damai."
"Disana juga memiliki fraksi malaikat dan kau sudah pernah melihat pemimpinnya?" Tanya Vulcanus pada mantan musuhnya.
"Tentu saja sudah, duh. Aku kan bilang kalau aku berhadapan dengan beberapa orang di rumah yang kubuat untuk cucuku dan mereka berdua salah satu dari mereka." Jawab Laharl.
"Apakah pemimpin mereka sama seperti mereka berdua yang merupakan seorang Bishounen?" Tanya Mao sambil menunjuk Lamington dan Vulcanus dan membuatnya melihat Mao dengan tajam. Kemudian dia menyeringai dan berkata "Atau pemimpin mereka itu wanita cantik dan seksi?"
"Oh ya, ada… Dia wanita cantik berambut pirang dan malah dia lebih cantik dan seksi dari kedua istriku." Jawab Laharl dengan santai, sedangkan Adell menepuk dahinya dan membatin 'Dasar idiot kau Laharl…'
"Ehem… Kau bilang apa tadi Laharl-kun?" Tanya Flonne dengan nada manis yang dibuat-buat, kemudian dia melanjutkan "Kau mau aku dan Etna-chan tendang dari kamar kita ya?"
Laharl pun meneguk ludah saat melihat senyum setan Flonne yang juga mengingatkannya saat Aria sedang marah pada suaminya dan dia pun berkata "Ti-Tidak kok… A-Aku cuma bercanda karena kalau tidak dijawab nanti Mao merecoki aku terus."
"Kenapa kau jadi menyalahkan aku? Perasaan perkataanmu tadi benar-benar serius Laharl." Ucap Mao dan membuat Laharl menatapnya dengan tajam serta merinding saat melihat glare dari Etna dan Flonne.
"Laharl-sama, Mao-sama… Aku tidak bermaksud untuk memotong pembicaraan kalian." Ucap Kurama, kemudian dia melanjutkan "Tapi bisa kita lanjutkan rapat kita barusan."
"Oh ya maaf…" Balas Laharl dan Mao. Kemudian Laharl melanjutkan "Fraksi malaikat jatuh seperti organisasi hitam yang bertindak kejahatan karena mereka mencoba untuk memanfaatkan Asia, tapi pemimpinnya itu sepertinya orang yang cinta damai dan fraksi itu terpecah menjadi dua tapi aku tidak peduli tentang itu. Dan ketiga fraksi iblis… Aku mendengar banyak keburukan dari fraksi itu dan aku berhadapan dengan pemimpinnya karena dia telah membuatku kesal, maka aku pun mengutuknya. Tujuanku mengadakan rapat ini adalah, apa kalian semua setuju jika kita para Demon dan Angel bergabung membuat satu fraksi agar kita mempunyai pengaruh cukup kuat di dimensi itu dan ketiga fraksi itu tidak bisa macam-macam pada cucuku dan Adell serta para orang-orang di Netherworld, Celestia, dan dunia manusia?"
Adell pun berbisik-bisik dengan Valvatorez dan Mao mendiskusikan sesuatu. Setelah mereka selesai, Adell pun berkata "Aku sudah mendiskusikan ini dengan Mao dan Val dan mereka berdua setuju, Laharl."
"Ya. Kita berdua tendang bokong mereka kalau mereka macam-macam dengan kita. Benar kan, Val?" Ucap Mao, dan dijawab oleh anggukan oleh Valtavorez.
"Kita sudah menjadi rekan selama puluhan tahun ini, Laharl. Jadi, aku serta Vulcanus setuju akan rencanamu ini." Jawab Lamington dan ditanggapi oleh anggapan setuju oleh Vulcanus.
"Aku hanyalah seorang Demon Lord." Ucap Kurama, kemudian dia melanjutkan "Jadi jika keempat High Overlord sudah setuju, maka aku dan semua rekanku sesama Demon Lord juga setuju."
"Apa kau harus bertanya kepadaku, onii-sama?" Tanya Sicily, kemudian dia melanjutkan "Sebagai adikmu, aku tentu saja menyetujui rencanamu ini."
"Jadi bagaimana pendapat kalian, Rozalin, Yukimaru?" Tanya Laharl yang melihat ke pintu ruang pertemuan dengan bosan dan pintu itu pun terbuka dan memperlihatkan kedua gadis cantik yang merupakan kedua istri dari kakek Naruto yang bernama Adell.
"Yukimaru…" Ucap Adell, kemudian dia melanjutkan "Kau disini?"
"Ya. Aku disini karena Rozalin-chan memintaku datang kesini, zam." Jawab wanita berambut hitam panjang bernama Yukimaru.
'Same old Yukimaru…' Batin Adell yang tersenyum karena dia rindu pada istrinya yang satu lagi itu apalagi catchphrase yang dia miliki, kemudian dia melanjutkan 'Mungkin aku akan bertanya tentang Ashura nanti.'
"Jadi bagaimana pendapatmu atas rencanaku ini Rozalin? Mengingat kau adalah mantan anggota dari Four Pillar of Netherworld sebelum kekuatan Zenon yang kau miliki menghilang sepenuhnya." Tanya Laharl, kemudian dia melanjutkan sambil melihat Yukimaru "Pendapatmu juga akan diterima Yukimaru, karena kau juga merupakan istri dari Adell."
"Jika ini demi kebaikan cucuku dan Netherworld, maka aku setuju Laharl." Jawab Rozalin dan Yukimaru juga ikut menjawab pertanyaan Laharl "Dan aku juga setuju. Aku yakin, Fubuki dan para anggota Snow Clan juga akan setuju akan rencanmu ini Laharl."
"Jadi sudah diputuskan, maka kita akan membuat fraksi alianasi yang terdiri dari para Demon, Angel, monster, manusia, dan juga ninja." Ucap Laharl, kemudian dia melanjutkan "Dan akan aku namakan fraksi ini bernama Disgaea."
"Itu nama yang cukup bagus."
"Tidak buruk juga."
"Kau punya selera nama yang bagus, onii-sama."
"Dan dengan ini maka fraksi Disgaea resmi dibentuk." Ucap Laharl yang berjabatan tangan dengan Lamington, Vulcanus, Kurama dan para rekannya.
-Tokyo, Japan-
Pagi harinya setelah fraksi Disgaea terbentuk… Para demon, malaikat, monster dan manusia yang datang ke rumah milik Naruto yang dijadikan markas resmi dari fraksi Disgaea. Sara yang melihat itu pun mencoba memberitahu kabar Naruto tentang itu. Dan saat dia membuka pintu kamar Naruto, dia pun melihat Naruto yang tertidur dengan Akina disebelahnya yang memeluknya dengan erat tapi dia hanya memakai bra dan celana dalam saja. Wajah Sara pun memerah karena marah dan cemburu, kemudian dia berteriak pada mereka berdua.
"NARUTO! AKINA!" Teriak Sara dengan keras karena kesal akan apa yang diperlihatkan dua orang dihadapannya ini.
Laharl yang mendengar teriakan Sara di bawah pun berkata "Ada apa Sara berteriak pada pagi hari yang cerah ini?"
Etna yang menyadari sesuatu pun membatin 'Jangan bilang mereka melakukan itu lagi…'
Naruto pun terbangun dan dia melihat Sara yang menatapnya dengan tajam. Dia pun meneguk ludah karena itu dan berkata "Eh, Sara-chan. K-Kau kenapa bisa ada disini dan menatapku seperti itu? Kau membuatku takut tahu…"
"Kenapa dia bisa ada dikamarmu, Naruto-kun?" Tanya Sara dengan nada kesal sambil menunjuk Sara.
Naruto pun terkejut melihat Akina terutama dengan keadaannya saat ini dan dia pun berkata "A-Aku tidak tahu sumpah… Aku kemarin malam cuma tidur sendiri, tapi aku lupa mengunci pintunya dan saat bangun aku pun terkejut saat melihat Akina-chan berada disini."
'Pasti dia menerobos kamar Naruto-kun karena dia tahu kalau pintu kamarnya itu tidak dikunci. Dasar rubah sialan…' Batin Sara dengan kesal, kemudian dia menarik kaki Akina yang masih tertidur dan berkata "Cepat bangun kau rubah jalang!"
Tapi karena Akina tidak bangun-bangun juga, Sara pun menarik kakinya sampai dia terjatuh dari kasur Naruto sampai terjatuh dan membuat dia berkata "Aduh… Tubuhku sakit."
"Jadi kau sudah bangun eh, Akina." Ucap Sara dengan nada kesal pada rivalnya yang sedang tergeletak di tanah itu.
Akina pun menatap Sara dengan tajam dan berkata dengan kesal "Apa-apaan maksudmu melakukan ini, penyihir busuk?"
"Menurutmu yang aku lakukan ini apa rubah jalang?" Tanya Sara tidak kalah kesalnya dengan Akina.
"Berani sekali kau memanggilku itu!" Teriak Akina yang sudah mengeluarkan api di tangannya, kemudian dia melanjutkan "Kau mau kubakar ya penyihir busuk?"
"Kau pikir aku takut rubah otak udang?" Balas Sara yang sudah menyiapkan tongkat sihirnya yang sudah bersinar terang.
Booooooommmm
Booooooommmm
"Rambutku!"
"Tidak! Wajahku yang cantik!"
"Bisa kalian berdua diam!" Teriak Naruto yang melihat kamarnya hancur dan dua gadis itu mengeluh karena wajah dan juga rambutnya kotor karena efek benturan serangan mereka yang menimbulkan banyak debu bertebaran di kamar Naruto. Dia pun melihat Akina dengan tajam dan berkata "Pakai bajumu, Akina."
"Ta-Tapi…"
"SEKARANG!"
Akina pun takut karena dia baru mendengar Naruto semarah ini jadi dia turuti kata-kata Naruto secepatnya. Setelah Akina memakai bajunya, Naruto pun menghela nafas dan berkata "Sebenarnya apa masalah kalian berdua?"
"Masalahku adalah kau tidur dengan rubah jalang ini, Naruto-kun." Jawab Sara, Akina pun ingin membantah tapi glare dari Naruto pun membuat dia diam.
"Kenapa kau tidur di kamarku lagi, Akina-chan?" Tanya Naruto, Akina pun tidak menjawab dan Naruto pun melanjutkan "Sudah dua kali kau melakukan itu dan dua kali kau membuat masalah. Pertama kau membuatku terkena masalah dari Etna-baachan, kedua kau membuatku terkena masalah dengan Sara-chan. Sebenarnya masalahmu itu apa?"
"Aku hanya ingin bersama dengan orang yang kucintai, apa itu salah!" Teriak Akina, Sara dan Naruto pun tersentak dengan ini. Akina pun melihat Naruto dan berkata "Aku hanya ingin sama seperti okaa-sama yang bisa bersama orang yang dicintainya yaitu otou-sama bahkan sampai waktu-waktu terakhirnya, tapi selalu saja aku terlihat seperti yang salah disini. Aku berani bertaruh kalau Sara yang berada di tempatku saat ini, kau tidak akan marah padanya seperti ini kan?"
"Kenapa kau berbicara seperti itu, Akina-chan?" Tanya Sara yang mencoba memegang bahu Akina, tapi dia tepis dengan tangannya.
"Oh, please… Kau pikir aku tidak tahu? Dia itu mencintaimu dan dia bilang dia akan mencoba mencintaiku. Tapi itu dia lakukan karena dia hanya ingin menjadikanku vassalnya sebab dia ingin mencoba membalas budi ayahku yang sudah menjadi gurunya selama bertahun-tahun." Jawab Akina, kemudian dia melanjutkan "Maaf aku mengganggu hubungan kalian berdua, Naruto-kun, Sara. Kalau begitu besok aku akan pamit ke rumahku. Terima kasih telah menerimaku menjadi vassalmu walaupun hanya sebentar, Naruto-kun."
Tubuh Sara pun bersinar sebentar tanda dia sudah berhenti menjadi vassal dari Naruto dan kemudian dia keluar dari kamar Naruto. Naruto pun duduk di kasurnya dan dia pun berkata "Aku mengacaukannya bukan?"
"Menurutmu?" Tanya balik Sara yang juga duduk disebelah Naruto. Kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Saat ini kau masih mencoba mencintai Akina atau kau sudah mulai mencintai Akina, Naruto-kun?"
"Aku sudah mulai mencintainya." Jawab Naruto.
"Tapi kenapa kau tidak bilang padaku?" Tanya Sara.
"Kalau aku bilang padamu apa kau bisa berdamai dengan Akina-chan? Aku berani bertaruh kalau aku tidak menghentikanmu, kalian sudah saling membunuh satu sama lain." Jawab Naruto.
Sara pun terdiam karena omongan Naruto. Dia sadar kalau dia itu memang egois, bahkan saat dia belum tahu Kurumi adalah adik Naruto dia melarang Naruto bertemu dengan Kurumi layaknya orang idiot dan itu membuat Kurumi menangis dan mengira kakaknya sudah tidak menyayanginya lagi karena dia tidak pernah menemuinya dan hanya berbicara dengan Sara. Naruto pun melihat Sara dan berkata "Bisa kau tinggalkan aku sendiri, Sara-chan?"
"Tentu Naruto-kun." Jawab Sara, kemudian dia keluar dari kamar Naruto dan dia melihat Sasuke yang bersender di tembok "Sedang apa kau disitu, Sasuke?"
"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu kalau kau tidak bisa menguasai Naruto sendirian." Jawab Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Dia itu bukan hanya milikmu… Tapi juga milik Laharl-sama, Etna-sama, Adell-sama serta Rozalin-sama yang merupakan kakek dan neneknya,Minato-sama dan juga Kushina-sama yang merupakan orang tua Naruto, Kurumi yang merupakan adik dari Naruto walaupun cuma adik angkat, Asia yang merupakan sepupunya, dan juga sekarang Akina karena saat ini bukan kau saja yang hanya dicintai oleh Naruto-dobe sekarang. Kalau kau masih terus seperti ini maka kau bukan hanya menyakiti Naruto, tapi juga orang-orang yang aku sebutkan tadi."
Sara pun menundukkan kepalanya dan kembali ke kamarnya setelah mendengar perkataan Sasuke. Sedangkan Akina yang bosan berada di kamar ataupun membantu para anggota fraksi Disgaea untuk memperluas rumah Naruto yang saat ini diputuskan oleh Laharl untuk menjadi markas mereka pun memutuskan keluar dan mencari udara segar. Saat berjalan-jalan, dia pun bersantai di suatu padang rumput yang sepi dan tiba-tiba dia didatangi oleh beberapa laki-laki asing dan mereka semua memberikan tatapan penuh nafsu pada Akina.
"Mau apa kalian disini?" Tanya Akina dengan nada bosan. Dia saat ini sangat tidak ingin meladeni mereka semua.
"Hei cantik sedang apa kau disini?" Tanya seorang pria yang melihat Akina dengan tatapan penuh nafsu.
"Bukan urusanmu." Balas Akina ketus.
"Wow, dia berani sekali. I like it." Ucap orang itu yang langsung memegang bahu Akina dan membuat Akina terkejut dan berkata.
"Apa yang kalian lakukan? Siapa kalian?"
"Kami adalah iblis…" Jawab orang-orang itu yang mengeluarkan sayap kelelawar berwarna hitam dan membuat Akina terkejut. Dan salah satu dari iblis itu pun berkata "Dan kami akan memakan tubuh seksimu itu gadis manis."
"Tidak akan kubiarkan!" Teriak Akina yang berubah menjadi Kyuubi dan dia pun berkata "Kitsune-Bii!"
Booooooommmm
"Sial… Aku tidak menyangka kalau mangsa kita adalah Youkai Kyuubi, Alastor." Ucap seorang iblis pada seseorang yang memiliki kekuatan melebihi Akina yang saat ini sudah memakai wujud rubahnya.
"Aku bukan Youkai! Aku adalah putri dari ketua Great Demon Lords!" Teriak Akina dengan keras.
"Hah…" Ucap salah seorang iblis yang melihat Akina. Kemudian dia bergerak dengan cepat ke arah Akina dan menendangnya dengan keras dan membuatnya menjadi wujud manusia-nya kembali dan dia pun mencekik Akina dan berkata "Sayangnya disini, tidak ada yang namanya Great Demon Lords, sayang."
'Naruto-kun, otou-sama, to-tolong…' Batin Akina yang melihat banyak iblis di depannya melihatnya dengan penuh nafsu.
Naruto pun terbangun karena merasakan ada sesuatu yang terjadi pada Akina dan dia pun keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah dan cukup terkejut saat melihat Mao, Valvatorez, Lamington, Kurama, Sicily dan Vulcanus. Dia pun melihat teman-temannya dan berkata.
"Minna… Apa kalian melihat Akina-chan?" Tanya Naruto.
"Dia bilang kalau dia akan pergi keluar untuk mencari angin." Jawab Kurama, kemudian dia melanjutkan "Kenapa kau tidak mencarinya dengan kekuatanmu? Dia itu kan vassalmu?"
Memang dengan memfokuskan kekuatan kita bisa menemukan vassal kita dimanapun berada. Itu alasan mengapa dulu Laharl bisa melacak Etna yang saat itu bersama Adell, Rozalin, dan Yukimaru di Shinra Tower. Tapi masalahnya, Naruto tidak akan bisa melacak Akina karena saat ini dia bukan vassalnya lagi "Sebenarnya aku tidak bisa melacaknya, karena dia bukan vassalku lagi."
Sialnya Kurama mendengar itu dan dia tidak senang sama sekali saat mendengar perkataan Naruto, dan dia pun berkata "Kau bilang apa tadi, Naruto?"
"Dia bukan vassalku lagi, sensei." Jawab Naruto.
Braaaakkkk
"Naruto! / Naruto-kun!" Teriak semua orang saat Naruto dihantam ke tembok oleh Kurama yang terlihat sudah marah sekali pada muridnya itu.
"Apa yang kau lakukan pada putriku sampai-sampai dia berhenti menjadi vassalmu, bocah brengsek!" Teriak Kurama.
"Aku menyakiti hatinya sensei…" Balas Naruto yang merasa bersalah atas apa yang terjadi tadi di kamarnya.
"Akan kubunuh kau, Naruto!" Teriak Kurama yang sudah melayangkan tinjunya ke arah wajah Naruto tapi Mao menahan bogem mentah dari Kurama.
"Tenanglah sedikit Kurama..." Ucap Mao yang mencoba menahan anak buahnya yang merupakan pemimpin Great Demon Lords
"Bagaimana aku bisa tenang Mao-sama? Dia menyakiti hati putriku?" Tanya Kurama dengan nada kesal pada Mao.
"Aku tahu aku memang salah…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Ta-Tapi aku ingin menebusnya sensei! Karena aku saat ini sudah benar-benar mencintai Akina-chan sama seperti Sara-chan."
"Bagaimana aku bisa percaya padamu setelah kau menyakiti hati putrimu, murid sialan?" Desis Kurama, kemudian dia terkejut saat melihat tatapan serius Naruto yang biasanya dia hanya tunjukkan saat bertarung dan latihan dengan dirinya dan Stella "Baik-baik, aku akan membantumu dan jika kau menyakiti hati putriku lagi. Kau benar-benar tamat, Naruto. Aku tidak peduli kau cucu dari Laharl-sama, Adell-sama atau siapapun…"
"Aku mengerti." Jawab Naruto. Kurama pun melepaskan cengkramannya di leher Naruto dan dia pun berkata "Jadi dimana Akina saat ini?"
Kurama pun terkejut serta cemas saat merasakan putrinya dalam bahaya dalam sensornya "Dia sedang berada di sebuah bukit padang rumput yang sepi dan disana dia terdesak oleh sekelompok laki-laki dengan syaap kelelawar berwarna hitam."
"Tidak salah lagi… Itu iblis." Ucap Laharl.
"Kurumi, kau ikut denganku…" Ucap Naruto yang sudah menentukan koordinat Dimensional Shift miliknya, lalu dia menarik tangan adiknya dan dia pun berkata "Dimensional Shift!"
Naruto pun terhisap dengan Kurumi ke dalam teknik teleportasi Naruto dan mereka berdua sampai di tempat Akina dan melihat Akina yang wajah, tangan dan kakinya dipenuhi luka lebam karena bekas pukulan dan tendangan. Salah seorang iblis pun berkata "Itu balasannya karena tidak mau bekerja sama. Kita siksa saja dia dulu sampai mati, lalu kita perkosa dia ramai-ramai."
Naruto yang melihat itu pun geram karena iblis-iblis yang berada di dekat Akina mencoba berbuat buruk padanya. Kurumi yang melihat itu pun berkata "Onii-chan…"
"Kurumi-chan, kau gunakan teknikmu…" Ucap Naruto.
"Ha'i." Balas Kurumi, kemudian dia melanjutkan "Time Ark: Stop!"
Semua iblis yang mengeroyok Akina pun kemudian berhenti bergerak secara tiba-tiba dan membuat mereka panik dan berkata "Ada apa ini?"
"Kenapa tubuhku menjadi tidak bisa digerakkan seperti ini."
"Bagaimana rasanya tidak berdaya seperti itu iblis?" Tanya Naruto yang sudah mengeluarkan Laivateinn.
"Siapa kau?" Tanya salah satu iblis itu.
"Namaku adalah Chaos." Jawab Naruto, kemudian dia menebas satu persatu iblis-iblis itu.
Craaaassssshhhh
Craaaassssshhhh
Craaaassssshhhh
Semua iblis itu pun langsung mati mengenaskan di tangan Naruto yang pedangnya berhasil memutuskan bagian tubuh iblis-iblis itu dengan mudah. Kurumi pun keluar dan dia pun berkata "Kau sadis sekali, onii-chan…"
"Mereka dan fraksi mereka pantas mendapatkannya." Balas Naruto. Kemudian dia duduk disebelah Akina dan berkata "Akina-chan… Bangunlah."
Akina pun terbangun dan dia pun berkata setelah melihat Naruto "Sedang apa kau disini?"
"Aku memenuhi panggilanmu saja kok." Jawab Naruto.
Wajah Akina pun memerah karena memang benar dia yang memanggil Naruto dan ayahnya saat dia mulai disiksa secara fisik oleh iblis-iblis itu. Naruto yang melihat Akina pun berkata "Kau tidak apa-apa kan, Akina-chan?"
"Apa ini terlihat baik-baik saja bagimu, tuan serba tahu?" Tanya Akina dengan nada sarkastik.
"Tentu saja tidak…" Jawab Naruto, kemudian dia mengeluarkan sebuah Soma dari kantung celananya dan berkata "Makanlah pelan-pelan…"
"Aku tidak mau." Balas Akina, kemudian dia melanjutkan "Rasanya pahit…"
"Makan atau aku yang paksa." Ucap Naruto dengan nada serius dan Akina pun memakannya tapi karena tubuhnya terlalu sakit maka dia tidak merasakan rasa pahit dari Soma itu.
"Ayo kita pergi onii-chan…" Ucap Kurumi.
"Baiklah…" Balas Naruto yang tiba-tiba saja menggendong Akina dan kemudian dia memegang tangan Kurumi dan berkata "Dimensional Shift!"
-To Be Continued-
AN: OK, chapter 5 udah up. Di chapter ini ada pembentukan fraksi dari semua ras di Netherworld dari malaikat, demon, serta manusia serta konflik Naru x Sara x Akina. Di fic ini ane buat obat dari luka para demon dan angel itu adalah Soma... Anggap aja Soma itu kaya Ambrosia sama Nectar seperti di Percy Jackson and the Olympians. Di chap ini pimpinan dari semua demon juga sama kaya fraksi iblis yang mempunyai 4 pemimpin yang dinamai Four Pillar of Netherworld.
Anggota:
Laharl(Disgaea: High Overlord)
Rozalin[Former], Adell(Disgaea 2/High Overlord, Demon General)
Mao(Disgaea 3/High Overlord, Principal of Evil Academy)
Valvatorez(Disgaea 4/High Overlord, Vampire Tyrant)
Review:
Senju-shira Nara:
Ini udah update.
Kurumi, Sara, Akina(Di chap ini dia keluar tapi besok join lagi kok)
Ikut, tapi dengan fraksinya sendiri dan fraksi iblis yaitu Sirzech don't like it a bit.
Sara, Akina, Rias, Akeno
Mungkin…
Kuroryuuki:
Ane usahain tapi ane enggak janji soalnya Naru bukan tipe Magician tapi tipe Fighter.
Hyuuhi Ga Ara:
Rias juga masuk kan?
Kurotsuki Evan-kun:
Ane juga bikin satu lagi yang xover sama game tapi ente gak baca juga perasaan -_- Kekuatan para char Disgaea ane usahain bikin asli dari sananya. Kalo Naruto CS, referensinya banyak kecuali magic-magic Sara dan Asia yang memang dari gamenya. Nanti ketahuan masalahnya disini… Berenang sih bisa tapi kan di tengah-tengah danau, enggak mungkin kan anak remaja kaya Naruto CS bisa berenang sejauh itu. Kalo Grayfia ikut-ikutan, ane bikin dia jadi pair Mao atau Valvatorez entar. Kan memang begitu baka-nya si Rias, kenapa enggak persuasi aja kaya Sona. Lah ini nunggu mati dulu baru persuasi, kan lucu… Kaiser Reign itu kaya Shinra Tensei. Bayangin aja dampak Shinra Tensei terkuat yang dipake di anime Naruto.
Ashuraindra64:
Bisa jadi.
Michael Gabriel:
Yup… Dan masih ada yang lebih kuat dari Laharl yaitu Valvatorez.
Maulana59:
Kan kekuatan tubuh Asia meningkat pesat setelah energi malaikat masuk ke tubuhnya, sob. Kalo SG punya mbah Rizevim bukannya cuma bisa dipake ke orang yang punya SG dan bisa make Balance Breaker? Ane mau ngasih Kuro-chan ke Vali… Kasian Vali, Kuro-chan diambil Issei di canon.
The KidSNo OppAi:
Ada sih, tapi Sirzech bakal dibenci sama Rias gara2 masalah you-know-what
Raitogecko:
Bisa kok. Tapi dia belum tahu cara ngeluarinnya.
Stella Uzuki Yugao:
Empat aja.
Zuan Azazel:
Mau beda. Cross Naruto DxD sama Naruto Rosario.
Tenshisha Hikari:
Disini Naruto tugasnya malah bikin sifat Rias biar kagak bobrok.
Arafim123:
Sorry typo-nya bray.
Azuma Kazui:
Kurumi itu OC tapi penampilannya kaya Kurumi di Date A Live.
