Name: The Story of Four Overlord
Author: The World Arcana
Rate: M
Pair: Naruto x Harem(Asia, Sara, Akina, Rias, Akeno), Laharl x Flonnex Etna, Minato x Kushina, Adell x Rozalin x Yukimaru, Mao x Grayfia, Valtavorez x Gabriel, OC(Shura) x Kurumi, Sasuke x Sakura, Issei x Harem(Irina, Xenovia, Koneko, Ravel), Yuuto Kiba x OC(Rosemary), Gasper Vladi x Valerie Tepes, Kurama x Airi(Past), Kurama x Yasaka.

Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, dan Disgaea bukanlah milik saya. Yang saya miliki hanyalah cerita fic ini saja. Naruto milik Masashi Kishimoto, Highschool DxD adalah milik Ichiei Ishibumi dan Disgaea adalah milik Nippon Ichi Software.

Chapter 10: Naruto vs Shura, The Wrath of a Brother

-Disgaea Fraction Headquarter, DxD Dimension-

Naruto, Asia, Kurumi, Shura, Rias, Akeno, Koneko, Yuuto, Issei, Grayfia, Millicas serta Gasper yang Rias ambil saat dia meminta Naruto untuk berhenti dulu di Kuoh Academy pun sampai di markas Disgaea Fraction yang berada di tengah danau dan tidak bisa dilihat oleh semua orang kecuali Naruto, Asia, Kurumi dan Shura sampai Naruto membuka segelnya dan membuat markas tempat fraksinnya berada bisa dilihat oleh semua orang disana. Grayfia yang kembali ke tempat dimana suaminya atau mantan suaminya nyaris membunuh dua cucu dari pemimpin fraksi itu pun menundukkan kepalanya karena merasa bersalah sebab dia tidak bisa menghentikan niat dari Sirzech tapi empat orang itu sudah memanfaatkan dia karena Grayfia sudah sadar akan perbuatannya.

"Fiiuuhh, akhirnya kita sampai juga." Ucap Naruto setelah dia berhasil masuk ke gerbang markas fraksi Disgaea.

"Ah, kau sudah datang Naruto…" Ucap pria berambut putih spiky berkacamata dengan memakai memakai jaket berwarna merah dengan baju dalaman berwarna hitam serta celana jeans berwarna putih dan sepatu berwarna hitam.

"Mao-sama…" Ucap Naruto, Kurumi, Shura, dan Asia dan dibalas dengan anggukan oleh sosok yang ternyata adalah Mao itu. Kemudian Naruto melihat Rias dan timnya serta Grayfia dan Millicas, lalu dia berkata "Perkenalkan, salah satu pemimpin Four Pillar of Netherworld, Mao-sama."

"Salam kenal, Mao-sama." Ucap Rias dan timnya serta Grayfia dan Millicas.

"Kalau kalian mau, kalian bisa memanggilku dengan namaku saja tanpa embel-embel sama. Dan kau Naruto dan Shura, panggil aku sensei…" Balas Mao yang entah kenapa memalingkan wajah dari Grayfia dan itu membuat Naruto menatapnya dengan aneh karena seingat mereka pemimpinnya itu mempunyai sifat playboy sama seperti Shura. Mao yang melihat pandangan Naruto pun mengabaikannya dan berkata pada Naruto sambil menaikkan auranya "Jadi mereka yang kau bilang akan bergabung dengan fraksi kita Naruto? Hmm, tapi sepertinya kau bilang hanya gadis berambut merah bernama Rias saja serta timnya yang akan bergabung dengan fraksi kita tapi kenapa bisa ada wanita berambut silver ini dan bocah berambut merah ini, hmm?"

"Kejadian yang tidak terduga terjadi sensei." Jawab Naruto yang mundur sedikit ke belakang karena Mao yang menaikkan auranya bahkan Rias dan timnya serta Grayfia yang sedang memegang tangan anaknya pun bergidik ngeri atas aura Mao yang sangat besar, memang tidak mencapai level Sirzech dan Ajuka tapi kekuatan itu melebihinya dirinya, Falbium dan Serafall dan bahkan hampir menyamai level kekuatan Sirzech dan Ajuka.

"Apa maksudmu?" Tanya Mao yang sudah menurunkan level kekuatannya dan membuat mereka semua bernafas lega.

"Bukan hanya memaksa perjodohan antara Rias dan calon tunangannya yang bernama Raiser." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi kakaknya Rias yang bernama Sirzech itu juga menyiksa anaknya dengan latihan tiada akhir karena dia tidak pernah mengeluarkan kekuatan yang sama dengan dirinya yang bernama Power of Destruction sampai dia memiliki kekuatan itu. Jadi wanita berambut silver yang merupakan istrinya ini menceraikannya dan memutuskan untuk pergi dengan kita."

"Hmm, jadi begitu ya." Ucap Mao yang sedih saat melihat Grayfia dan Millicas, kemudian matanya tertuju pada Millicas dan kemudian dia berkata pada Grayfia "Nona, apa kau pernah melatih sihirmu pada putramu ini?"

"Huh, kenapa kau bicara seperti itu Mao-san?" Tanya Grayfia.

"Anakmu itu memang tidak mewarisi sihir suamimu." Jawab Mao, kemudian dia melanjutkan "Tapi dia mewarisi sihir elemen es sepertimu."

Mendengar itu Grayfia dan Rias pun terkejut, lalu mereka pun menyadari kenapa Millicas tidak pernah bisa menguasai Power of Destruction seperti ayah dan bibinya karena dia memiliki sihir yang sama seperti ibunya, sihir elemen es. Bahkan Millicas membuktikannya dengan sekali jentikan tangannya, beberapa bunga di halaman luar markas Disgaea Faction itu langsung membeku "Maaf aku merahasiakan ini darimu, okaa-sama. Aku takut jika aku memberitahukan kalau aku hanya mempunyai sihir elemen es darimu dan tidak mempunyai Power of Destruction seperti otou-sama dan bibi Rias maka aku akan mempermalukan nama klan Gremory karena aku tidak mempunyai Power of Destruction."

Grayfia dan Rias pun langsung memeluk Millicas dan kemudian Rias berkata "Tidak apa-apa Millicas. Karena aku dan mantan kakakku itu mempunyai Power of Destruction, bukan berarti klan Gremory harus mempunyai Power of Destruction. Itu hanyalah kekuatan klan Bael yang aku dan kakak warisi dari nenekmu, itu bukan kekuatan asli klan Gremory, jadi menurutku wajar saja jika kau tidak mendapatkan kekuatan itu Millicas. Yang dari klan Bael saja bisa tidak mendapatkan kekuatan Power of Destruction, kau ingat Sairaorg? Apa dia punya kekuatan Power of Destruction? Tidak kan. Lagipula saat ini kau, aku dan ibumu bukanlah seorang Gremory lagi. Tapi kau sekarang adalah Millicas Lucifuge sama seperti ibumu, mantan kakak iparku Grayfia Lucifuge."

"Terima kasih bibi…" Balas Millicas yang membalas pelukan bibinya.

Naruto yang mendengar perkataan Rias pun menyeringai dan berkata "Aku tidak menyangka kau bisa mengatakan hal seperti itu Rias, mengingat otakmu hanya berisi manga dan anime saja."

Wajah Rias pun memerah karena malu dan kesal dan kemudian dia berteriak pada Naruto "Berhenti membaca pikiranku, bakaruto!"

Tapi Naruto tidak membalas teriakan Rias dan hanya menyeringai saja dan membuatnya bertambah jengkel, kemudian dia melihat Mao dan berkata "Kalau begitu aku pergi ke kamarku dulu dan tidur, sensei. Oh ya Asia-chan, kalau kau ingin tidur di kamarku aku juga tidak keberatan kok."

"Dalam mimpimu Naruto!" Teriak Asia yang memerah karena malu dan kesal atas ajakan frontal Naruto yang dia tahu cuma ingin mengisenginya saja.

Setelah Naruto dan Asia serta Kurumi dan Shura masuk ke markas Disgaea Faction dan pergi ke kamarnya, Mao pun menjentikkan jarinya dan bidak King dari Rias serta para peeragenya yang lain pun keluar dari tubuhnya dan Mao pun berkata "Jadi ini benda yang digunakanan fraksi iblis untuk mereinkarnasikan seseorang? Hmm, cukup menarik…"

Rias yang bidaknya terambil pun melihat Mao dan berkata "Mao-san, kenapa kau mengambil Evil Pieces kami?"

"Kalian sudah keluar dari fraksi iblis kan? Apa kalian ingin ditemukan jika kalian masih memakainya?" Tanya Mao dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Rias, Akeno, Koneko, Yuuto, Issei, dan Gasper. Dan kemudian dia menjentikkan jarinya dan meledakkan Evil Pieces dari Rias, kemudian dia melanjutkan "Jadi aku mengeluarkannya dan meledakkannya. Tapi aku rasa Grayfia-san sudah mengetahui tentang itu, makanya dia mengeluarkan benda itu sebelum datang kesini."

Setelah itu Rias pun mendapatkan sebuah gulungan dari Mao dan Rias pun berkata "Ehm, Mao-san gulungan apa ini?"

"Itu adalah gulungan kontrak. Jika kau menambahkan seseorang dalam vassalmu maka nama mereka akan masuk ke dalam gulungan itu." Jawab Mao, kemudian dia melanjutkan "Oh ya jika kau ingin tahu bagaimana menjadikan temanmu ini menjadi vassalmu, maka tanya saja pada Naruto besok."

"Kenapa harus dia? Kenapa bukan Kurumi, Asia, atau temannya yang bernama Shura itu?" Tanya Rias.

"Kau ada masalah dengan Naruto ya?" Tanya Mao tapi bukannya dijawab oleh Rias tapi jawaban Mao malah dijawab oleh Akeno, Koneko, Yuuto dan Issei.

"Yup…"

"Tepat sekali, Mao-san."

"Ya, bisa dibilang begitu."

"Setiap mereka bertemu, mereka seperti kucing dan anjing."

Rias pun terlihat kesal atas jawaban rekan-rekannya kecuali Gasper itu dan Mao sweatdrop saat mendengar jawaban keempat orang itu dan kemudian dia menatap Rias dan berkata "Oh ya, semuanya… Aku ingin mengatakan sesuatu sebelum kalian masuk ke rumah ini."

"Apa itu Mao-san?"

"Saat aku mengeluarkan benda bernama Evil Pieces itu dari tubuh kalian, aku telah mengubah ras kalian selain Rias kembali seperti semula sebelum kalian berubah menjadi iblis." Jawab Mao dan itu membuat Akeno, Gasper, Koneko, Issei dan Yuuto terkejut "Jadi Issei-san dan Yuuto-san akan kembali menjadi manusia, Koneko-san menjadi Youkai Nekomata atau Nekoushou menurut buku yang aku baca tentang dunia ini, Gasper sebagai Dhampir, dan juga… Kau tidak apa-apa Akeno-san?"

'Kenapa hal ini harus terjadi padaku?' Batin Akeno yang melihat kedua tangannya sendiri dan kemudian dia melanjutkan 'Aku akan menjadi malaikat jatuh kembali sama seperti dia. Kenapa aku tidak bisa menjadi manusia saja sama seperti kaa-chan?'

Rias yang melihat itu pun berbisik pada Mao dan setelah mendengar bisikan Rias, dia pun membulatkan matanya dan berkata "Jadi begitu ya. Maaf kalau aku membuatmu sedih atas perbuatanku ini , Akeno-san…"

"Tidak apa-apa Mao-san." Balas Akeno, kemudian dia tersenyum palsu dan berkata "Mungkin sudah takdirku aku harus menjadi seperti ini kembali."

'Akeno…'

"Kalau begitu masuklah, aku akan menunjukkan di mana kamar kalian." Ucap Mao yang menuntun Rias dan timnya serta Grayfia dan Millicas.

-In the Morning-

Setelah sinar mentari pagi menembus jendela dan memasuki kamar Naruto… Naruto pun terbangun dan dia tidak terkejut saat melihat Akina yang saat ini tidur dengan memakai pijama pink-nya tapi Naruto tidak risih seperti dulu dan tersenyum saat melihat wajah cantik Akina yang saat ini sedang tertidur. Saat dia mencium keningnya, Akina pun terbangun dan dia disambut dengan senyuman dari Naruto.

"Ohayou, Akina-chan…"

"Ohayou, Naruto-kun…" Balas Akina, kemudian dia memalingkan wajahnya dari Naruto dan berkata "Maaf kalau aku masih tidur di kasurmu Naruto-kun. Aku masih trauma dengan kejadian itu dan aku tidak ingin tidur berdua dengan ayahku, lalu dia mengejekku kalau aku ini sudah dewasa dan tidak bisa tidur sendiri."

"Tidak apa-apa, Akina-chan. Aku tidak keberatan kok." Balas Naruto, kemudian dia menatap bola mata indah dari Akina dan dia pun berkata "Oh ya Akina-chan, bisakah kau bergabung di dalam vassalku lagi. Entah kenapa setelah kau keluar dari vassalku, aku merasa ada yang kurang. Apa kau masih marah padaku tentang hubunganku dan Sara? Aku sudah bicara pada Sara dan dia bersedia untuk berbagi denganmu Akina-chan. Kumohon, bergabunglah dengan vassalku lagi Akina-chan

"Aku tidak bisa Naruto-kun dan itu bukan karena hubunganmu dan Sara." Jawab Akina, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku masih terlalu lemah. Aku adalah putri dari Demon Lord terkuat tapi saat melawan mereka dan mereka hampir memperkosaku. Aku bahkan tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungi diriku sendiri, itu karena aku masih terlalu lemah Naruto-kun! Ja-Jadi aku ingin berlatih untuk menjadi kuat terlebih dahulu baru aku akan bergabung menjadi vassalmu kembali. Tidak mungkin kan seorang calon Overlord sepertimu mempunyai seorang vassal dan kekasih yang lemah sepertiku?"

Akina pun terkejut saat Naruto menciumnya dengan lembut dan saat dia melepaskan ciumannya, Naruto pun berkata "Jangan pernah mengatakan seperti itu, baka kitsune… Kau itu tidak lemah, kau itu kuat hanya saja musuhmu itu terlalu banyak untukmu ditambah kau baru belajar bertarung dari Kurama-sensei kan, kitsune-hime. Kalau kau ingin menjadi kuat, aku juga bisa melatihmu untuk menggunakan pedang sepertiku. Bagaimana kitsune-hime?"

"Itu ide bagus, Naruto-kun." Jawab Akina yang saat ini sudah mencium Naruto untuk membalas ciumannya yang tadi dan juga Naruto membalas ciumannya dengan cara memainkan lidahnya di dalam mulut Akina begitu juga sebaliknya. Entah setan apa yang merasuki mereka, mereka pun hampir membuka baju mereka masing-masing tapi ada seseorang yang menghentikan mereka dan itu adalah Asia.

"Nenekmu memangilmu ke bawah Naruto, cepat turun ke bawah dan bawa Akina juga." Ucap Asia yang saat ini sedang menahan amarahnya untuk tidak membakar cowok berambut cabe dan juga siluman rubah itu. Saat sudah memberikan kabar itu dan menjauh dari Naruto dan Akina, dia pun menghentakkan kakinya dengan kesal dan berkata "Naruto-no-baka!"

Naruto dan Akina pun turun ke bawah ruangan yang biasa digunakan untuk tempat berkumpul semua anggota fraksi Disgaea. Tempat itu ternyata saat ini sedang diselenggarakan acara penyambutan Rias dan timnya yang saat ini sudah menjadi vassalnya serta Grayfia dan juga Millicas yang dipimpin oleh Laharl dan Valvatorez. Acara itu diselenggarakan dengan meriah dan itu sungguh ironis karena sebelum mereka datang, Naruto sempat dihajar sampai babak belur oleh Etna dan Kushina saat dia berencana untuk menggagalkan pertunangan Rias dan Raiser tapi saat ini malah Etna dan Kushina malah jadi tertarik pada Rias.

Melihat pandangan nenek dan ibunya terhadapnya dan Rias, dia pun berkata 'Ya ampun, tatapan itu… Jangan bilang dua orang itu berniat menjodohkan aku dengan si tomat itu. Aku tidak sudi dijodohkan dengan orang menyebalkan seperti itu.'

Kemudian Naruto menyadari sesuatu yang janggal disitu, yaitu dia tidak melihat Kurumi dan juga Shura. Setelah itu dia pun pergi ke tempat Issei dan Yuuto, kemudian dia berkata "Yuuto-san, Issei-san, apa kau melihat adikku?"

"Ehm, kalau tidak salah dia tadi bersama Shura-san." Jawab Issei.

Mendengar itu, Naruto pun langsung pergi untuk mencari Shura dan Kurumi tapi dia hanya bisa menemukan Shura yang saat ini sedang berlatih di tempat latihan biasa mereka. Saat Naruto berjalan ke arah Shura untuk mencari tahu dimana Kurumi, Shura pun menghentikannya dan dia pun berkata.

"Aku tidak tahu Kurumi dimana, cari tahu dia ditempat lain."

"Jangan bohong Shura." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Issei bilang dia melihat kau bersama Kurumi tadi. Jadi jawab aku dimana dia?"

"Dengar ya bocah siscon…" Jawab Shura yang mencengkram kerah Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Dia memang tadi bersamaku tapi dia langsung pergi ke tempat lain. Aku tidak tahu dia dimana, jadi jangan ganggu aku."

Saat Shura melepas cengkramannya di kerah Naruto, Naruto pun membenarkan kerah bajunya dan berkata 'Apa masalah orang itu sebenarnya? Kenapa saat aku menanyai tentang Kurumi, dia malah marah-marah seperti itu?'

Naruto kemudian pergi ke Portal Gate menuju ke Underworld dan kemudian dia bertanya pada Portal Gate Keeper "Permisi, apa kalian melihat adikku Kurumi?"

"Kurumi-sama pergi ke Underworld, Naruto-sama." Jawab sang Portal Gate Keeper, kemudian dia melanjutkan "Dan dia pergi ke sana dengan keadaan sedih sampai-sampai dia menangis."

-Overlord Castle, Netherworld-

Mendengar itu, Naruto pun langsung pergi ke Netherworld dan menuju ke kastil kakeknya yang saat ini hanya ditinggali oleh para maid saja. Dari info yang dia dapatkan dari para maid di Overlord Castle, dia pun pergi menuju ke kamar Kurumi dan mendapatkan adiknya yang wajahnya sembab karena habis menangis dan rambutnya juga acak-acakkan.

"Kurumi, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?" Tanya Naruto yang menaiki kasur Kurumi dan bertanya pada adiknya tapi adiknya malah memeluk Naruto dan menangis di dalam pelukannya.

"Onii-chan!" Teriak Kurumi yang menangis di dalam pelukan kakaknya dan kemudian dia berkata "Kenapa dia tidak memilihku, onii-chan? Apa karena aku lemah? apa karena aku tidak secantik Rias-san, Akeno-san atau Asia-nee? Atau karena dia mengganggapku sebagai anak kecil seperti Koneko-san, onii-chan?"

Menyadari pertanyaan Kurumi ini, dia pun tahu pasti siapa biang keladi adiknya menjadi hancur seperti ini 'Shura…'

"Aku mencintai Shura-kun sebagai dirinya sendiri bukan karena dia adalah calon seorang Overlord." Ucap Kurumi dan kemudian dia melanjutkan "Tapi kenapa dia selalu saja memikirkan fansgirlnya itu yang hanya memikirkan kekuatannya atau kekayaannya saja, hiks."

Kemudian dia melepaskan pelukannya dari Kurumi dan Kurumi yang melihatnya pun berkata "Onii-chan, kau mau kemana?"

"Aku ingin menghajar seseorang sampai babak belur." Jawab Naruto. Mendengar itu, Kurumi pun terkejut dan berniat menghentikan Naruto tapi Naruto sudah berada di luar dan menutup pintu kamarnya dan menguncinya dengan sihir yang sangat kuat.

"Onii-chan, buka!"

"Kau tidak bisa melakukan itu!"

"Kau bisa membunuh Shura-kun!"

"Cukup Kurumi!" Teriak Naruto dan itu membuat Kurumi yang terkunci di kamarnya terdiam, kemudian dia melanjutkan "Aku sudah bilang padamu kalau dia tidak pantas denganmu, tapi kau tidak pernah mendengarkan. Saat ini dia sudah menyakiti hatimu, berhentilah membelanya terus! Aku sudah muak dengan sifatnya yang terus berpura-pura tidak mengerti tentang perasaanmu dan saat kau memberitahunya secara jelas tentang perasaanmu, dia malah menyakitimu seperti ini. Biarkanlah dia merasakan kemarahan seorang kakak yang adiknya telah disakiti."

Naruto kemudian melihat salah satu maid di kastil kakeknya dan dia pun berkata "Jaga pintu ini, jangan sampai Kurumi berhasil keluar."

"Baik, Naruto-sama…"

"Naruto-nii! Jangan pergi!"

-Disgaea Faction Headquarter, DxD Headquarter-

Naruto yang sudah kembali ke markas fraksi Disgaea pun langsung mencari Shura dan dia pun menemukan Shura yang masih berlatih dan saat ini dia tengah termenung. Kenapa dia termenung kau bilang? Dia menyesal saat dia menolak perasaan Kurumi dengan kasar dan dengan mengatakan dia lemah dan dia terlalu kecil untuknya. Sebenarnya dia mencintai Kurumi tapi entah kenapa dia menjawab seperti itu dan menyakiti hatinya, entah kenapa dia merasa belum siap untuk menjalani hubungan yang serius karena dia takut setelah dia menerima cinta Kurumi dia akan menyakitinya tanpa sengaja karena para fansgirlnya yang terlalu over.. Dia mencoba berlatih lagi tapi dia langsung terpental oleh energy tidak kasat mata dan membuatnya tergeletak ditanah.

"Bangun kau, Shura!" Teriak Naruto yang ternyata sudah menggunakan teknik Kaiser's Reign miliknya untuk menghempaskan Shura.

Shura pun bangun dan saat melihat tatapan Naruto yang sudah siap membunuh dirinya. Melihat itu, dia pun menghela nafas dan berkata "Aku tidak mau berhadapan denganmu, Naruto."

"Harusnya kau pikirkan itu sebelum kau menyakiti hati adikku, bocah sialan!" Teriak Naruto yang melesat dengan cepat ke belakang tubuh Shura dan berniat menebaskan pedangnya pada Shura.

Shura yang melihat itu pun membiarkan dia terkena tebasan itu dan langsung mengubah tubuhnya menjadi bayangan dan berhasil membuatnya lolos dari tebasan Naruto "Tch…"

Shura kemudian muncul dari dalam bayangan yang berada jauh dari Naruto dan kemudian dia berkata "Ayolah Naruto, kita tidak usah melakukan ini."

Mendengar itu, Naruto pun menunjuk tangannya ke udara dan kemudian dia menaruhnya di tanah "Kneel!"

'Sial! Dia benar-benar serius…' Batin Shura saat gravitasi di dekatnya tiba-tiba bertambah dan membuat dia terjatuh dan kesusahan untuk berdiri.

"Kenapa Shura?" Tanya Naruto yang saat ini sedang menatap Shura yang kesulitan untuk berdiri karena beratnya medan gravitasi di dekatnya "Kenapa kau menyakiti adikku?"

"Aku tidak ada urusan untuk memberitahukan kenapa aku melakukan itu pada Kurumi, bocah siscon." Jawab Shura.

Naruto yang mendengar itu langsung membuat lubang dimensi dan mengeluarkan pedang yang melesat ke arah Shura dengan cepat. Shura yang merasa dirinya dalam bahaya pun langsung membentuk bayangan di sekitarnya yang dia bentuk menjadi kubah berwarna kehitaman "Shadow Dome!"

Pedang dari Naruto itu langsung terpental ke udara saat terkena teknik Shadow Dome dari Shura. Naruto berniat menyerang tapi tidak jadi karena semua orang fraksi Disgaea datang termasuk Rias, Akeno, Koneko, Issei, Yuuto, Gasper, Grayfia dan Millicas. Adell yang melihat Naruto pun terlihat kecewa dan dia pun berkata "Apa-apaan kau ini, Naruto? Kenapa tiba-tiba kau menyerang Shura seperti itu?"

"Kau tanya saja pada dia jiji atas apa yang dia lakukan pada Kurumi!" Teriak Naruto dan kemudian dia menatap tajam Shura yang saat ini sedang berada di dalam Shadow Dome miliknya "Keluarlah pengecut! Dan jawab apa yang kau katakan pada Kurumi saat dia menyatakan cinta padamu?"

"Aku bilang kalau dia masih terlalu lemah dan terlalu muda untukku." Jawab Shura dan itu membuat semua orang terkejut dan membuat Naruto semakin murka.

Naruto kembali mengeluarkan pedang dari ketiadaan dan Asia yang melihat itu pun berniat menghentikan Naruto tapi sebuah kekkai tidak terlihat menghalanginya dan membuat Naruto menyeringai "Maaf Asia, tapi aku tidak ingin kegiatanku untuk menghukum si bangsat ini dihentikan oleh siapapun."

"Hentikan Naruto! Ini bukan dirimu!" Teriak.

"Ini aku Asia." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku adalah seorang kakak, kau tidak akan mengerti perasaanku yang hati adiknya dihancurkan oleh playboy keparat itu! Saat melihat hati Kurumi yang hancur, aku juga hancur karena aku gagal menyadarkan dia bahwa orang ini tidak pantas dicintai oleh Kurumi."

"Mao, cepat buka kekkai ini!" Teriak Rozalin dan Yukimaru yang tidak mau kedua cucunya bertarung seperti ini.

"Aku tidak bisa…" Balas Mao dan kemudian dia melanjutkan "Kekkai ini memang aku yang mengajarkannya pada Naruto tapi dia berhasil menyempurnakannya dan membuatnya hanya bisa dibuka oleh Naruto saja. Atau setelah pertarungan mereka usai baru kekkai ini baru bisa dihentikan."

"Overlord Wrath!" Ucap Valvatorez dan Laharl yang menyerang kekkai itu secara bersamaan tapi tidak hancur dan membuat dua orang terkuat di fraksi Disgaea itu mendecih "Tch…"

Sebelum Naruto melemparkan pedang di tangannya ke arah Shura, dia pun melihat rambut Shura menjadi lebih tidak beraturan seperti biasa dan juga terdapat tato di dua tangan dan kakinya, bayangan yang berada di sekitarnya juga berkibar-kibar seperti api. Naruto yang melihat itu menyeringai dan berkata "Shadow King Mode, huh. Jadi kau sudah serius, Shura?"

"Tentu saja…" Jawab Shura kemudian dia melanjutkan "Aku belum siap mati saat ini, Naruto."

Naruto pun berniat menyerang Shura tapi Shura membelah tubuhnya menjadi beberapa bayangan dan kemudian Shura berkata "Shadow Dance!"

Naruto menghindari satu demi satu bayangan Shura tapi dia tidak bisa menghindari semuanya dan beberapa tubuhnya terkena serangan Shura dan membuatnya terpental jauh ke belakang "Gaaaaahhhhhhh!"

"Naruto! / Naruto-kun!"

"Menyerahlah, Naruto…" Ucap Shura dengan nada datar tanpa ekspresi.

"Tidak akan pernah…" Balas Naruto yang tubuhnya bercahaya dan kemudian terlihatlah tubuhnya sudah memasuki Overlord Mode.

"Keras kepala…" Ucap Shura menyatu dengan bayangannya juga menyerang Naruto dengan puluhan bayangannya tapi Naruto yang mengambil dua pedang yang berputar seperti roda di belakangnya menebas bayangan-bayangan itu.

Kemudian Naruto mencengkram salah satu bayangan dengan tangannya dan menarik Shura keluar dari bayangannya dan melemparkannya ke udara "Gae Bolg!"

Shura yang berada di udara tidak sempat bertransformasi menjadi bayangan dan terkena serangan laser dari gabungan dua pedang Naruto dan membuat semua orang terutama Yukimaru berteriak karena khawatir dengan keadaan Shura. Naruto pun melihat Shura yang jatuh dari udara ke tanah dengan keras pun mendekatinya dan melihatnya dengan tatapan amarah yang masih belum menurun juga "Kenapa? Kenapa kau menyakiti hati Kurumi? Dia mencintaimu kau idiot?"

"Uhuk, sebenarnya aku juga mempunyai perasaan yang sama seperti Kurumi uhuk." Jawab Shura dan itu membuat mereka semua terkejut tapi Naruto malah menatapnya lebih tajam daripada barusan.

"Kalau begitu kenapa kau mengatakan hal seperti itu, brengsek!" Teriak Naruto yang tidak mengerti atss apa yang dipikirkan Shura. Kalau dia menyukai Kurumi, kenapa dia mengatakan hal seperti itu pada Kurumi.

"Aku takut dan belum siap untuk menjalin hubungan dengan Kurumi." Balas Shura, kemudian dia melanjutkan "Aku takut jika aku menjalin hubungan dengan Kurumi, hubunganku tidak akan lancar karena para fansgirlku yang terlalu over itu."

Naruto yang mendengar itu pun sudah mulai menurunkan amarahnya pada Shura, kemudian dia berkata "Kau… Ugh, aku masih ingin menghajarmu karena kau telah membuat Kurumi menangis seperti itu tapi sepertinya tidak usah. Karena aku sudah memanangkan pertarungan ini, Shura."

"Kau salah, Naruto." Balas Shura yang menggerakkan jarinya.

Jleebbb

Sebuah bayangan tajam terbentuk dari bayangan Naruto dan menusuk tubuh Naruto dari belakang dan membuat Overlord Mode-nya menghilang dan membuat Naruto terjatuh ke tanah, tapi sebelum menutup mata bersamaan dengan Naruto… Dia pun tersenyum dan berkata "Kita berdua seri…"

Kekkai buatan Naruto pun menghilang dan Mao pun berkata "Ayo kita bawa mereka berdua ke ruang pengobatan."

-To Be Continued-

Uzuchi007:

Ini udah update.

Cloud:

Vanish itu menghilangkan jadi bukan detergent aja. Kekuatan Laharl melebihi Sirzech, Ajuka dan Rizevim tapi masih dibawah Shiva kayaknya.

Black Berandal:

Naruto dibawah Sirzech, kalau kenapa dia bisa menang itu karena teknik Curse dari Laharl yang ada di tubuh Sirzech belum hilang dan masih aktif. Tobat tapi masih lama…

Christian:

Thanks.

Orang asing biasa:

Pertanyaan anda membingungkan.

Reygatcgplayer:

Kayaknya enggak, fraksi Disgaea udah punya aliansi sama fraksi malaikat sama malaikat jatuh. Kalo masih nekat, ujung-ujungnya ya Great War 2.

Uzumaki123:

Kalo Grayfia enggak sama Mao nanti bakal ane masukkin Natsu dari Fairy Tail terus ane masukkin dia jadi pairnya Grayfia.

Death race:

Kokabiel bakal incer Sona aja tapi Rias and tim datang buat bantuin temennya.

Dark Destro:

No way in hell, Grayfia jadi istri Naru. Naru aja umurnya berapa.

Achilles:

Enggak.