Name: The Story of Four Overlord
Author: The World Arcana
Rate: M
Pair: Naruto x Harem(Asia, Sara, Akina, Rias, Akeno), Laharl x Flonnex Etna, Minato x Kushina, Adell x Rozalin x Yukimaru, Mao x Grayfia, Valtavorez x Gabriel, OC(Shura) x Kurumi, Sasuke x Sakura, Issei x Harem(Irina, Xenovia, Koneko, Ravel), Yuuto Kiba x OC(Rosemary), Gasper Vladi x Valerie Tepes, Kurama x Airi(Past), Kurama x Yasaka.

Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, dan Disgaea bukanlah milik saya. Yang saya miliki hanyalah cerita fic ini saja. Naruto milik Masashi Kishimoto, Highschool DxD adalah milik Ichiei Ishibumi dan Disgaea adalah milik Nippon Ichi Software.

Chapter 12: Return of the Time Empress and Jealousy of the Shadow King

-Disgaea Fraction Headquarter, DxD Dimension-

Shura terbangun malam harinya setelah dia diobati di infirmary dan melihat Naruto yang sedang menatapnya dari ranjang pasien di sebelahnya. Dilihat dari ekspresinya, terlihat dia masih kesal atas perbuatan Shura pada Kurumi dan juga serangan dadakan yang dia berikan pada saat-saat terakhir pertarungan mereka.

"Aku mohon maaf atas perbuatanmu pada adikmu, Naruto." Ucap Shura dan kemudian dia melanjutkan "Dan juga serangan dadakan yang aku lakukan sebelum kita berdua pingsan…"

"Tch…" Decih Naruto yang kesal saat dia terkena serangan kejutan dari Shura dan membuatnya menghilangkan Overlord Mode miliknya dan tidak sadarkan diri karena dia kehabisan banyak energi saat dia menggunakan Gae Bolg, yang sangat menguras energinya karena dia belum berhasil menguasai teknik barunya itu dengan baik "Kalau mau minta maaf, minta maaf sama orangnya sendiri sana. Tapi kalau yang kedua, kurasa aku bisa memaafkanmu. Kau beruntung aku belum bisa menguasai Gae Bolg dengan baik, maka daripada itu energi milikku bisa sangat terkuras saat aku menggunakan jurus itu dan kau menyerangku secara tiba-tiba seperti itu."

"Ya, aku tahu itu…" Jawab Shura, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak akan menang melawanmu jika kau sudah sangat menguasai semua teknik yang kau punya dalam Overlord Mode miilikmu walaupun aku sudah menggunakan Shadow King Mode."

Setelah kondisi mereka berdua pulih, Shura pun kembali ke kamarnya dan Naruto pun pergi ke tempat dia biasa berlatih dan dia pun menemukan Asia disana. Dia merasa bersalah saat dia berteriak pada Asia saat dia mencoba melerainya dari pertarungannya melawan Shura. Saat Asia melihat Naruto, dia pun berhenti melatih sihir kegelapan dan cahaya miliknya dan menatap Naruto.

"Oh, selamat malam Naruto…"

"Selamat malam juga Asia." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau masih latihan?"

"Yup, aku berlatih supaya aku bisa menguasai sihir kegelapan dan juga cahaya milikku." Jawab Asia yang kemudian melanjutkan latihannya tapi dia dikejutkan oleh Naruto yang memeluk tubuhnya dari belakang dan itu membuat darah di sekitar wajahnya serasa mendidih 'Kyaaa! Apa yang kau lakukan, Naruto!'

"Maafkan aku Asia…"

'Eh! Kenapa dia minta maaf padaku?' Batin Asia, kemudian dia berkata "Kenapa kau meminta maaf padaku, Naruto?"

"Kau tahu apa yang aku maksud…" Jawab Naruto dan saat dia melihat wajah bingung Asia, dia pun menjelaskan pada Asia "Yang aku maksud saat aku marah-marah padamu saat kau mencoba meleraiku dan Ashura yang bertarung tadi."

"Tidak apa-apa…" Balas Asia yang melepaskan pelukan Naruto dan kemudian dia bergantian memeluk Naruto "Aku tahu kau melakukan ini demi Kurumi dan kau memang benar, aku tidak akan bisa mengerti karena aku tidak punya adik untuk aku lindungi sepertimu. Kau kakak yang baik, Naruto."

"Terima kasih, Asia…" Balas Naruto yang membalas pelukan Asia dengan mesra.

"Awawawawa! Naruto-kun dan Asia-sama berpelukan!" Teriak gadis berambut merah pigtail dengan kimono berwarna merah "Rivalku bertambah banyak, huhuhuhu… Kalau si rubah jelek itu saja, aku masih mending tapi kenapa Asia-sama juga huhuhuhu. Ini tidak adil."

"Sara!" Teriak Naruto dan Asia saat yang panik saat melihat Sara menangkap basah mereka yang berpelukan dengan mesra.

Asia pun segera melepaskan pelukannya dengan Naruto dan menatap Sara dengan tatapan takut "Sara-chan… Ini tidak seperti yang kau lihat."

Sara pun mendeathglare Asia dan membuat sang Demon Angel itu berkeringat dingin saat melihat tatapan tajam dari Sara, tapi kemudian raut wajah Sara pun berubah menjadi serius dan dia pun berkata sambil melihat Naruto "Aku akan melupakan kejadian ini saat ini. Dan oh ya, Naruto-kun… Apa kau mengunci Kurumi-chan di Overlord Castle?"

"Ya, aku melakukannya supaya dia tidak menghentikanku menghajar Shura sampai babak belur." Jawab Naruto, kemudian dia berkata pada Sara "Memangnya kenapa?"

"Kurumi-chan menghilang." Jawab Sara dan itu membuat mata Naruto dan Asia membulat secara sempurna.

"APAAA!" Teriak Naruto dan Asia yang panik saat mendengar menghilangnya adik dan sepupunya. Naruto pun melihat Sara dan berkata "Bagaimana bisa? Aku bilang pada maid disana bahwa tidak ada yang bisa membiarkan Kurumi keluar kecuali aku dan aku berniat menjemputnya setelah aku meminta maaf pada Asia."

"Maid disana bilang kau datang ke Underworld dan meminta maid disana untuk membuka kunci di kamar Kurumi-chan." Balas Sara dan kemudian dia melanjutkan "Tapi aku merasa aneh karena aku lihat kau dan Shura sedang beristirahat di infirmary, jadi aku datang kesini dan melihat kau masih disini."

"Tenang saja… Aku yang meminta mereka membuka kunci di kamar Kurumi dengan menyamar menjadi dirimu, Naruto." Ucap Sasuke yang muncul dengan teknik teleportasinya yang dia dan para anggota klannya namakan Sunshin no Jutsu. Saat melihat tatapan Naruto yang kelihatan marah padanya, Sasuke pun mengambil nafas sejenak dan berkata "Maaf aku tidak meminta izin padamu, tapi Zero-sama meminta bantuanku untuk membawa Kurumi kepadanya dan Zero-sama bilang, dia tidak ada disini jadi aku mencarinya di Overlord Castle… Aku mengetahui dia ada disana, tapi aku tidak bisa membawanya karena perintahmu. Jadi aku menyamar menjadi kau dan meminta mereka untuk membebaskan Kurumi dan kemudian aku mengantarnya kepada Zero-sama. Sudah tidak usah khawatir, dia itu sensei dari Kurumi kan? Jadi tidak mungkin dia mencelakai Kurumi."

"Hmm, tapi aku masih bingung…" Ucap Naruto yang melipat kedua tangannya di depan dadanya "Untuk apa, Zero-san membawa Kurumi? Dia tidak mungkin melatih Kurumi tanpa alasan yang jelas secara tiba-tiba seperti ini kan? Lagipula, bukannya Kurumi sudah menyelesaikan semua pelatihan dari Zero?"

"Dia bilang tentang kemampuan Kurumi terbatas karena Mana Reserve miliknya tergolong kecil atau menengah dan itu membuat Kurumi tidak bisa menghentikan waktu begitu lama. Sama seperti yang terjadi di saat kau menggagalkan pertunangan anggota baru bernama Rias dengan Raiser itu seperti yang kau diskusikan denganku dan Asia." Jawab Sasuke dan kemudian dia melanjutkan "Setelah itu, Zero-sama datang kepadaku dan aku memberitahu tentang apa yang kita diskusikan pada dia dan dia pun kemudian meminta aku membawa Kurumi padanya agar dia bisa membatalkan Age Restriction Seal yang dia pakai pada Kurumi supaya Kurumi bisa mempunyai tubuh dewasa seperti kita dan Mana Reserve miliknya akan menjadi sebesar Shura, Asia, juga kau Naruto."

"Ya sudahlah…" Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Setidaknya dia berada di tangan orang yang tepat saat ini."

Setelah itu mereka pun pergi ke kamarnya masing-masing dan Naruto pun tidur di kasurnya. Pagi harinya, dia pun dibangunkan oleh seseorang dan itu bukan ibunya atau kedua neneknya tapi Rias dengan pakaian maid sama seperti mantan kakak iparnya yang saat ini sudah mengganti gaya pakaiannya menjadi dress berwarna biru muda. Melihat Rias seperti itu, dia pun tertawa dan membuat Rias menatapnya dengan tajam dan dia pun berkata.

"Baju apa yang kau pakai itu, tomato baka?"

"Jangan mentertawakanku!" Teriak Rias dengan kesal dan kemudian dia pun melanjutkan dengan wajah yang memerah dan dia pun berkata "Bukannya kau yang bilang jika kau berhasil menyelamatkanku dari pertunanganku dengan Raiser, maka aku harus menjadi maid-mu selama 1 minggu."

'Dia sepertinya benar-benar mengganggapnya serius. Kesempatan ini tidak boleh aku sia-siakan.' Batin Naruto yang menyeringai evil dan membuat Rias merinding secara tiba-tiba.

"Jadi apa permintaan anda ou-sama?" Tanya Rias dengan nada professional secara tiba-tiba.

"Bukalah bajumu dan bertelanjanglah di hadapanku." Jawab Naruto dengan nada datar dan itu membuat wajah Rias memerah karena kesal.

"Kau ingin aku jejali mulutmu itu dengan Power of Destruction ya, ou-sama?" Tanya Rias yang sudah diselimuti oleh aura berwarna kegelapan.

"Aw, kau tidak asyik Rias-chwan." Ucap Naruto dan itu membuat Rias tersentak karena panggilan Naruto itu hampir sama dengan nama panggilan yang dulu kakaknya suka berikan sebelum dia berubah "Kau kan bilang akan menjadi maid-ku, masa cuma disuruh begitu saja kau sudah marah begitu."

"Menyuruh sih boleh tapi jangan yang aneh-aneh dong, baka!" Teriak Rias.

"Tch, teriakanmu itu besar sekali sama seperti ibu dan dua nenekku yang galak. Aku kan cuma bercanda, tomato baka." Balas Naruto, kemudian dia melihat Rias yang terlihat down dan dia pun berkata "Kau kenapa Rias?"

"Tidak apa-apa kok, Naruto." Jawab Rias.

"Kau tahu Rias, kau itu sangat payah dalam berbohong." Ucap Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Sini, duduk di kasurku dan kau bisa ceritakan apa masalahmu padaku."

Rias pun duduk di sebelah Naruto dan kemudian Naruto pun berkata "Jadi, bisa ceritakan apa masalahmu saat ini."

"Saat kau memanggilku Rias-chwan, aku teringat pada kakakku sebelum dia berubah seperti sekarang." Balas Rias.

"Kenapa bisa?" Tanya Naruto.

"Dulu, kakakku adalah Maou terkuat di Underworld sama seperti sekarang sama seperti Ajuka-sama." Jawab Rias dan kemudian dia melanjutkan bahkan air mata telah menetes dari kedua bola matanya "Tapi dulu dia menyenangkan meskipun dia itu terlihat seperti orang idiot dan juga agak siscon. Saat aku kecil, dia selalu mengajakku bermain saat dia bebas dari tugasnya dan juga selalu memanggilku Rias-tan atau Ria-tan, memang aku agak sebal saat kakakku memanggilku itu tapi sebenarnya dalam lubuk hatiku paling dalam aku sangat menyukainya. Kenapa dia harus berubah seperti ini… Aku merindukan kakakku yang dulu, Naruto hiks."

Melihat itu dia pun memeluk Rias dan mendekatkan wajah Rias di dada bidangnya dan dia pun berkata "Rias, aku tahu kau sedih akan hal ini. Tapi kau harus tabah… Aku yakin kakakmu akan berubah seperti dulu tapi itu tidaklah instan. Tapi kumohon, mulai dari sekarang anggap saja orang-orang disini adalah keluargamu seperti ibu, ayah, dan kakakmu sampai kakakmu sadar dan menjadi dirinya yang dulu."

"Terima kasih, Naruto." Jawab Rias yang membalas pelukan Naruto tidak mempedulikan Akina yang sedang menatap Naruto dan Rias dengan tatapan kesal dan cemburu.

"Ehem…"

Naruto pun melepaskan pelukannya dengan Rias dan dia pun berkata pada Akina dengan nada canggung "Oh, uhm, Akina-chan… Ada yang bisa aku bantu?"

"Kau bisa membantuku latihan kan, Naruto-kun?" Tanya Akina dengan nada manis.

"Tentu saja aku mau…" Jawab Naruto.

"Bagus sekali, aku ingin kau membantuku untuk memperkuat serangan Kitsune Bii milikku." Ucap Akina yang tersenyum manis pada Naruto dan kemudian senyuman manis itu hilang dan itu berganti dengan seringaian Akina yang biasa dia tunjukkan saat moodnya sedang buruk "Dengan menjadi target tembakan untuk latihanku…"

"Huh…"

Naruto pun menyadari maksud Akina yang sebenarnya dan dia berniat kabur tapi dia sudah diseret oleh Akina "Lepaskan aku, Akina-chan. Aku tidak mau ikut denganmu! Aku tidak ingin menjadi samsak latihanmu!"

"Katanya kau akan membantuku, Naruto-kun." Ucap Akina yang menyeret Naruto dengan paksa.

"Tapi tidak sebagai target tembakan Kitsune Bii milikmu, Kitsune-hime!" Teriak Naruto yang panik dan dia pun kemudian melanjutkan "Rias! Kaa-chan! Tou-chan! Shura! Asia-chan! Sara-chan! Siapapun, save me!"

Rias pun hanya bisa menahan tawa saat Naruto diseret oleh salah satu kekasihnya dan dia pun membatin 'Rasain kau, Naruto ufufufufu. Uhuk, lama-lama aku bisa menjadi seorang sadist seperti Akeno.'

Berpindah dengan Naruto… Kali ini kita bisa melihat dia sedang tergeletak di tanah dengan beberapa bagian tubuhnya yang mengalami luka bakar karena dia telah menjadi samsak latihan Kitsune Bii dari Akina. Setelah meminta maaf atas apa yang terjadi di kamar Naruto, Akina pun mengobati Naruto dan mencium pipinya dan kembali ke kamarnya. Saat Naruto ingin pergi ke perpustakaan di markas fraksi Disgaea, dia pun menemukan Shura dan mereka berjalan bersama kesana karena Shura juga bosan dan ingin membaca sesuatu disana. Sebelum mereka mencapai tujuan mereka… Mereka pun melihat Rias dan para peeragenya atau yang bisa disebut vassal sedang mendiskusikan sesuatu dan kemudian dia pun ditatap dengan tatapan mengejek oleh Rias saat Rias menyadari keberadaan Naruto.

"Oh, itu kau Naruto." Ucap Rias dan kemudian dia melanjutkan "Aku pikir kau sudah mati setelah menjadi samsak latihan dari pacarmu."

"Urusai, tomato baka…" Balas Naruto dan itu membuat para vassal Rias mentertawakan Rias dan Rias menatapnya dengan tajam "Omong-omong, apa yang sedang kalian lakukan?"

"Oh begini, vassalku yang bernama Gasper tidak bisa menggunakan kemampuannya dengan sangat baik." Jawab Rias dan kemudian dia melanjutkan "Apa kau tahu siapa disini yang bisa membantunya?"

"Dia dhampire kan, Rias?" Tanya Shura dan dijawab oleh anggukan oleh Rias dan Gasper "Kalau begitu minta saja dia dilatih oleh Valvatorez-sama. Dia itu vampire dan High Overlord di fraksi ini, jadi mungkin dia bisa membantu."

"Itu ide bagus, Shura." Balas Rias dan kemudian dia melanjutkan "Tapi bukan hanya itu saja kemampuan Gasper."

"Huh…"

"Dia mempunyai Sacred Gear yang bernama [Forbidden Balor View] yang berada di matanya dan mempunyai kemampuan menghentikan waktu." Tambah Rias dan kemudian dia mendesah kecil dan berkata "Tapi dia tidak bisa menguasai Sacred Gear-nya ini dengan sempurna sampai-sampai dia memintaku menyegelnya karena kekuatannya yang cukup hebat bahkan Sacred Gear-nya bisa tergolong Longinus ke-14. Apa kau bisa merekomendasikan seseorang yang bisa melatih Gasper… Naruto, Shura?"

"Aku bisa membantunya kalau kau tidak keberatan Rias-san." Ucap suara feminim seorang gadis cantik berambut panjang diikat dua dengan memakai dress gothic Lolita dan dia juga memiliki dua mata yang berbeda warna, merah di kanan dan juga kuning keemasan di kiri.

Saat orang-orang melihat gadis itu, mereka seolah kenal dengan gadis itu tapi mereka tidak tahu dia itu siapa… Tapi Naruto yang melihat gadis itu malah menyeringai dan memeluk gadis itu, membuat Akeno cemburu sedangkan Rias menatap sebal Naruto "Akhirnya kau pulang juga, imouto."

"Ya, onii-chan… Aku telah kembali." Balas gadis yang ternyata adalah Kurumi itu dan itu membuat Rias, Akeno, Issei, Yuuto, Koneko, dan Gasper bahkan Shura jawdrop saat melihat Kurumi yang berubah secara drastis hanya dalam waktu satu haru terutama oppainya yang telah tumbuh, walaupun tidak sebesar Grayfia, Rias, atau Akeno tapi sudah bisa disejajarkan dengan Sara dan Akina "Maaf aku membuatmu khawatir, tapi Zero-sensei membawaku untuk pelatihanku dan pembukaan Age Restriction Seal milikku."

"Tidak apa-apa. Sasuke sudah memberitahu aku, Sara dan Asia kemarin." Ucap Naruto

"Oh begitu, baguslah kalau begitu." Balas Kurumi.

Naruto pun melepaskan pelukannya pada Kurumi dan kemudian dia dibuat kesal saat melihat wajah semua laki-laki disana bahkan Gasper yang melakukan crossdress memerah saat melihat Kurumi dan dia pun berkata "Berhenti melihat adikku seperti itu dasar bocah-bocah mesum."

Kurumi pun tersenyum saat mendengar perkataan Naruto dan dia pun membatin 'Same old onii-chan…'

"Tidak usah marah-marah begitu, cabe siscon." Ucap Rias dan membuat Naruto menatapnya dengan kesal.

"Kau saja yang diam, otaku." Balas Naruto

"Siscon!"

"Otaku!"

"Siscon!"

"Otaku!"

"Siscon!"

"Otaku!"

"Diam kalian dua orang berambut merah!" Teriak Shura yang sudah muak dengan pertengkaran Rias dan Naruto yang seperti kucing dan anjing "Kalian membuatku pusing…"

"Gomen…" Balas mereka berdua.

"Tapi apa Kurumi-chan bisa membantu Gya-kun, Naruto-san?" Tanya Koneko pada Naruto dan dia pun sedikit iri saat melihat Kurumi yang merupakan rekannya sesama loli bisa berubah drastis.

"Heh, jangan meremehkan adikku Koneko." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kurumi terkenal dengan gelar Time Empress karena kekuatan spesialisasinya yang bisa mengendalikan waktu seperti menghentikan, memajukan dan memundurkan waktu kau tahu. Jadi serahkan saja padanya."

"Apa kau tidak keberatan untuk mengajarkanku, Kurumi-san?" Tanya Gasper dengan nada malu-malu.

"Tentu saja tidak, lagipula kakakku suka memberitahuku untuk membantu orang yang dalam kesulitan jadi tentu saja aku akan membantuku Gasper." Jawab Kurumi yang tersenyum manis dan membuat wajah Issei, Yuuto, Gasper dan juga Shura memerah.

"Oy, Naruto… Kau kan membantuku karena kau punya prinsip untuk membantu orang yang dalam kesulitan kan. Kalau begitu bisa kau mencabut syaratmu biar aku bisa berhenti menjadi maidmu selama 1 minggu." Ucap Rias dengan puppy eyes yang menurutnya bisa meluluhkan hati semua lelaki yang melihatnya

Tapi ternyata tatapan itu tidak berarti apa-apa dan Naruto malah menyeringai dan berkata "Dalam mimpimu, tomato baka."

'Dasar pemuda sialan. Pasti dia sengaja ingin mengerjaiku.' Batin Rias yang sedang menahan marah.

"Oh ya, Gasper… Kau vampire seperti Valvatorez-sama kan?" Tanya Kurumi.

"Bukan, tapi aku dhampir. Vampire setengah manusia." Jawab Gasper dan kemudian dia melanjutkan "Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu, Kurumi-san?"

"Aku punya langkah awal yang bisa kau pakai untuk mengendalikan sedikit kekuatanmu." Jawab Kurumi dan kemudian dia melanjutkan "Kau bisa menghisap darahku untuk permulaan. Karena aku mempunyai kemampuan untuk memanipulasi waktu, mungkin darahku bisa membantumu mengendalikan kekuatanmu Gasper."

"APAAA!"

Semua orang pun terkejut saat mendengar itu bahkan Naruto sedangkan dengan Shura, dia pun mengepalkan tangannya dan membatin 'Tch, kenapa Kurumi bisa mengatakan hal seperti itu?'

"Apa kau serius, Kurumi-san?" Tanya Gasper dan kemudian dia berkata dengan nada ketakutan "Aku tidak ingin mengubahmu menjadi vampire karena menghisap darahmu."

"Jangan takut begitu, kau itu hanya menggigit dan menghisap darahku bukan menggigit dan memberikan darah vampire yang berada di tubuhmu ke tubuhku." Jawab Kurumi dan dia pun melanjutkan "Jadi aku tidak akan menjadi vampire. Benar kan, onii-chan?"

"Oh ya, itu benar imouto." Jawab Naruto dan kemudian dia melihat Shura yang terlihat cemburu dan dia pun berkata "Hoy, Shura! Kau kenapa? Kau tidak keberatan kalau Gasper menghisap darah adikku kan?"

'Tentu saja aku keberatan, bocah siscon sialan!' Batin Shura yang kesal saat menyadari Naruto sedang menyindirnya, tapi karena dia gengsi… Dia malah berkata "Tch, siapa yang keberatan. Darah itu milik Kurumi jadi terserah dia mau menggunakannya untuk apa, bukan urusanku."

"Ahhhhhhhhh!" Kurumi pun mendesah saat taring tajam milik Gasper mulai menusuk leher Kurumi dan itu membuat Akeno senyum-senyum sendiri karena dia adalah seorang sadist, Akeno dan Rias yang membulatkan matanya saat melihat Gasper yang mulai menghisap darah Kurumi, Issei dan Yuuto yang iri dan berharap mereka ada di posisi Gasper, Shura yang cemburu setengah mati dan dia pun menggertakkan giginya karena tidak suka melihat adegan ini sama sekali apalagi saat mendengar desahan Kurumi berubah menjadi lebih erotis dari yang tadi seolah Kurumi menikmati hisapan darah Gasper, dan juga Naruto yang tersenyum tapi dalam hati dia tertawa terbahak-bahak saat melihat Shura yang cemburu atas adegan Gasper "Bagaimana Gasper?"

"Darahmu sangat enak dan juga sangat manis, Kurumi-san. Aku jadi ingin menghisap darahmu lagi." Jawab Gasper dan perkataan itu membuat Shura ingin benar-benar menenggelamkan bocah dhampire yang suka crossdress itu ke dalam bayangannya sendiri "Dan juga kekuatan di mata-ku jadi bisa terkendali sekarang. Arigatou, Kurumi-san…"

"Tidak masalah, senang bisa membantu." Balas Kurumi dan kemudian dia pun melihat Gasper dan berkata "Oh ya, ikuti aku ke Training Field Gasper. Kita akan berlatih disana…"

"Hai, Kurumi-san maksudku Kurumi-sensei." Balas Kurumi yang sudah pergi bersama Gasper untuk berlatih.

Saat Kurumi dan juga Gasper telah jauh dari pandangan mereka, Akeno pun berkata "Ara, ara… Sepertinya akan terjadi cinta antara guru dan juga murid ufufufufu."

Shura merasa kesal atas apa yang dikatakan Akeno tapi Naruto malah menambah bara kedalam api "Hmm, mungkin kalau Gasper sedikit berubah dan menjadi lebih macho dari sekarang. Dia akan cocok dengan Kurumi…"

"Tch…" Decih Shura yang mengepalkan tangannya dan menghilang ditelan bayangannya.

"Dia terlihat cemburu…" Ucap Rias yang melihat perilaku Shura hari ini.

"Biarkan saja dia…" Balas Naruto dan kemudian dia pun berkata "Siapa suruh dia menolak adikku. Jadi kalau adikku memilih pria lain, itu salahnya bukan salah Kurumi."

-To Be Continued-

Review:

Grayfia jadi pairnya Mao.

DeniTria:

Iya, abis lawan Kokabiel sama ngelawan Rogue Overlord yang nyulik Asia waktu bayi.

Narurinne:

Itu karena teknik yang dia pakai itu teknik baru yang menguras banyak energinya jadi pas dipake akan melemahkan dia dan pas terkena serangan dadakan Shura, ya begitulah.

Uzumaki123:

Gak bisa…

Agustatsumi:

Cuma Grayfia, Millicas, sama Rias aja kayaknya.

Bamper:

Naru enggak sama Sona, interaksi mereka aja nol. Interaksi Akeno sama Naru juga nol tapi bakal ane banyakin soalnya dia pair Naru.

Guest:

Ane bercanda doang vroh soalnya kesel banyak yang minta Grayfia jadi pair Naru, dan jangan salah vroh… Natsu walaupun kelihatan muda begitu tapi dia itu tua loh, bayangin aja umurnya 400 tahun sama kaya Gajeel makanya pas mereka terjebak di Rune Barrier dari Freed mereka enggak bisa lolos. Lagian juga Natsu ada tapi pair dia Ultear sama Lucy kaya di fic ane yang satu ane bukan sama Grayfia, Zeref juga ada dan pairnya Mavis.

AshuraIndra64:

Ini anak terlalu serius nanggepin fanfic drama sinetron yang Grayfia mengkhianati Naruto sampe-sampe bilang Grayfia pelacur. Pair Naruto ada 5, Sara, Akina, Asia, Rias, Akeno.

Namikaze D Ryota:

Naruto itu make teknik yang menguras banyak energinya makanya sakli serangan dadakan tanpa basa-basi dari Shura bisa menumbangkan dia. Lagian hasil mereka berdua seri kan?