Name: The Story of Four Overlord
Author: The World Arcana
Rate: M
Pair: Naruto x Harem(Asia, Sara, OC(Akina), Rias, Akeno), Laharl x Flonnex Etna, Minato x Kushina, Adell x Rozalin x Yukimaru, Mao x Grayfia, Valtavorez x Gabriel, OC(Shura) x Kurumi, Sasuke x Sakura, Issei x Harem(Irina, Xenovia, Koneko, Ravel), Yuuto Kiba x OC(Rosemary), Gasper Vladi x Valerie Tepes, Kurama x Airi(Past), Kurama x Yasaka.

Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, dan Disgaea bukanlah milik saya. Yang saya miliki hanyalah cerita fic ini saja. Naruto milik Masashi Kishimoto, Highschool DxD adalah milik Ichiei Ishibumi dan Disgaea adalah milik Nippon Ichi Software.

Chapter 13: Revenge

-Disgaea Fraction Headquarter, DxD Dimension-

Asia Kriezsetvyan, putri dari Light dan Aria Kriezsetvyan dan cucu perempuan dari Laharl dan Flonne Kriezsetvyan saat ini sedang bersiap diri yang sudah tampil cantik dengan dress berwarna putih dengan corak berwarna biru dan sedang menyiapkan barang-barang di tas-nya dan menunggu sepupunya yang bernama Naruto untuk menemuinya di kamarnya. Kemudian pemuda berambut merah spiky yang dimaksud Asia pun datang dengan memakai jaket rompi berwarna merah berlengan panjang yang menutupi sebagian bagian bawah mulutnya(AN: Outfit yang ane maksud adalah costume title Berserker milik Luke fon Fabre di Tales of the Abyss) dan dia juga membawa tas yang tersemat di belakang tubuhnya.

"Kau sudah siap, Asia?" Tanya Naruto.

"Ya, aku telah siap Naruto." Jawab Asia dan kemudian dia membatin 'Aku ingin menguasai dan mengendalikan kekuatanku ini supaya aku bisa bersanding dengan kalian sesama rekanku para calon High Overlord.'

-Flashback-

Asia tidak tahu kenapa tiba-tiba saja kakeknya yang bernama Laharl tiba-tiba memasuki kamarnya dan memintanya untuk datang ke Overlord Castle. Setelah kakeknya keluar dari kamarnya, dia pun bersiap-siap dan memasuki portal yang berada di markas fraksi Disgaea dan dia pun langsung sampai di ruang tahta milik Laharl dan menemukan kakeknya bersama dengan Naruto disana.

'Kenapa Naruto bisa ada disini?' Batin Asia.

Laharl yang melihat cucu perempuannya pun tersenyum dan kemudian dia berkata "Ah, kau sudah datang Asia-chan. Kemarilah, ada yang ingin aku bicarakan."

Asia pun menggangguk dan kemudian dia berjalan ke arah Laharl. Setelah posisi kakinya sejajar dengan Naruto, dia pun berkata pada kakeknya "Hmm, Laharl-jiji… Bisakah aku tahu kenapa kau memanggilku ke sini? Dan kenapa Naruto juga bisa ada disini?"

"Asia-chan, kau ingin menjadi kuat kan?" Tanya Laharl. Mendengar itu, otak Asia pun langsung merespon dan menggangguk secepat mungkin karena dia ingin bertambah kuat dan tidak merepotkan teman-temannya "Ini saatnya kau belajar untuk membangkitkan kekuatan Overlord Mode-mu Asia-chan."

"Tapi bagaimana caranya jiji?" Tanya Asia dan kemudian dia melanjutkan dengan menundukkan kepalanya "Aku bahkan tidak tahu bagaimana cara melakukannya."

"Itulah alasannya aku meminta bantuan Naruto." Ucap Laharl dan kemudian dia melanjutkan "Dia tahu cara untuk membangkitkan kekuatan itu dan juga dia tahu tempat yang cocok untuk latihanmu."

Mendengar itu, Asia pun menatap Naruto dan berkata "Apa itu benar, Naruto?"

"Iya, itu benar Asia." Jawab Naruto singkat dan kemudian dia berkata dengan nada serius tanpa humornya yang garing atau nada yang biasa dia gunakan untuk menggoda dia dan gadis-gadis di markas kecuali Kurumi, membuat Asia tidak mengingat kalau ini sepupunya atau bukan "Tapi latihanku ini akan sulit… Apa kau akan tetap melanjutkan?"

"Tentu saja…" Jawab Asia dengan nada yakin dan kemudian dia menggumam "Aku tidak ingin ketinggalan dengan kau, Shura, dan Kurumi-chan. Aku ingin menjadi kuat sepertimu, Shura dan Kurumi-chan."

"Asia…" Ucap Naruto yang mendekati Asia dan menepuk pelan kepalanya dan menatapnya dan menatapnya dengan tatapan yang lembut, membuat wajah Asia memerah "Kau kuat, kami bertiga yakin itu… Tapi Overlord Mode bukan kekuatan yang bisa didapatkan begitu saja. Itu bukan hanya butuh kerja keras tapi keyakinan. Kau sudah bekerja keras tapi kau masih kurang keyakinan, sama seperti Shura dan Kurumi. Tapi Shura menyadari keadaannya dan dia membuat kekuatan sendiri yang bisa menyamai kekuatan Overlord Mode milikku, itulah Shadow King Mode miliknya. Kurumi tidak mempunyai darah seorang Overlord yang mengalir seperti kita tapi dia mengatasinya dengan berlatih dengan keras di bidang pengendalian waktunya untuk mengganti Overlord Mode yang dia tidak punya. Jika kau yakin, aku yakin kau bisa mempunyai kekuatan yang sama sepertiku dan menjadi kuat seperti kami bertiga."

"Arigatou, Naruto-kun…" Gumam Asia yang tersenyum pada Naruto dan Naruto pun membalas senyuman Asia.

"Sama-sama, Asia-chan." Balas Naruto dan kemudian dia berjalan ke luar ruang tahta. Saat dia ingin membuka pintu ruang tahta, dia pun berbalik dan menatap Asia "Bersiap-siaplah, besok aku akan mengajakmu untuk mulai pelatihan kita."

-Flashback End-

Naruto dan Asia yang sudah selesai bersiap-siap kemudian turun ke lantai bawah dan mereka bertemu dengan Kurumi, Shura, Rias, Akeno, Gasper, Yuuto, Issei, Sara, Akina, Kimi, dan Sasuke. Kimi yang melihat masternya berpakaian rapi dengan membawa tas pun bertanya pada Asia.

"Asia-sama, apa kau akan pergi ke suatu tempat?"

"Ya…" Jawab Asia.

Kemudian Naruto memeluknya dari belakang dan membuat sang Demon Angel kaget "Aku dan Asia-chan akan berkemah selama beberapa hari di sebuah tempat yang romantis untuk mengekspresikan cinta kami berdua ufufufufu…"

Kata-kata itu membuat Kurumi tersenyum pada mereka berdua tapi tidak dengan Akeno, Sara, dan Akina yang menatap Asia dengan tatapan cemburu dan Rias yang masa bodo dengan hubungan Naruto dan Asia. Sedangkan dengan Asia, wajah dia pun memerah dan dia pun berkata "Naruto-kun! Berhentilah bicara yang tidak-tidak! Jangan membuatku dibenci oleh gadis-gadis disini."

"Eh, tapi Kurumi dan si tomat itu tidak marah padamu kayaknya." Ucap Naruto yang masih memeluk Asia dengan nada polos.

"Itu karena Kurumi-chan adalah adikmu dan Rias-san adalah rivalmu." Balas Asia dengan menghela nafas, kadang-kadang pemuda yang dia cintai itu selalu membantunya jika dia sedang ada masalah seperti kemarin dan kadang-kadang juga suka menggodanya dan membuat masalah seperti yang dia lakukan hari ini.

"Eh, kau benar juga ya." Balas Naruto dan kemudian dia pun melepaskan pelukannya pada Asia "Tenang saja para gadis, aku cuma bercanda tadi. Aku cuma ingin mengantarkan Asia di tempat aku mendapatkan kekuatan terkuatku dan melatihnya disana. Tapi mungkin bisa saja terjadi kejadian yang luar biasa disana nanti di antara aku dan Asia-chan ufufufufu."

"Naruto-kun, serius sedikit!"

"Maaf, maaf…"

"Naruto-san, bisa aku ikut berlatih juga disana." Ucap Issei, kemudian dia menatap Sacred Gear-nya, [Boosted Gear] dan berkata "Aku juga ingin bertambah kuat…"

"Bukannya tidak boleh Issei. Tempat itu adalah tempat khusus dan sakral yang hanya bisa dipakai oleh para anggota keluarga Kriezsetvyan saja, aku bisa membawa Asia kesana juga karena dia adalah anggota keluarga Kriezsetvyan" Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Tapi kalau mau kau bisa berlatih di markas ini dengan bantuan Shura dan Kurumi."

"Kenapa harus aku, kenapa tidak Sasuke saja?" Tanya Shura.

"Karena kau lebih kuat dari Sasuke, idiot." Jawab Naruto. Itu sebenarnya membuat Sasuke agak tersinggung, tapi Naruto memang ada benarnya. Shura memang lebih kuat darinya.

"Akan aku pikirkan, kalau begitu aku pergi dulu…" Balas Shura yang menghilang dengan bantuan teknik bayangan miliknya.

"Hoy, kenapa dengannya Naruto? Kalian bertengkar lagi?" Tanya Sasuke pada masternya.

"Tidak tahu…" Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Sepertinya dia mencoba menghindari Kurumi karena kejadian kemarin."

"Memangnya kemarin terjadi apa, Naruto?" Tanya Sasuke dan Naruto pun membisikkan sesuatu pada Sasuke dan membuatnya bergumam mengerti atas apa yang terjadi pada Shura "Tch, akhirnya si idiot itu menyadari perasaannya pada Kurumi ya? Moga-moga saja si idiot itu tidak melakukan hal yang tidak-tidak."

"Naruto, kau sudah selesai kan?" Tanya Asia dan dia pun berkata "Bisa kita berangkat sekarang?"

"Uh, tentu saja sayang." Jawab Naruto dengan senyuman yang tidak bisa diartikan Asia dan membuat Asia panik dan gugup, dia pun berteriak saat Naruto menggendongnya dengan gaya bridal dan membuat dua orang itu mendapatkan glare paten dari Akina, Sara dan Akeno.

"Kyaaaaa! Turunkan aku baka!"

"Sudah nikmati saja Asia-chan ufufufufu, Dimensional Shift!"

Mereka berdua pun menghilang dengan teknik teleportasi antara ruang dan waktu milik Naruto. Issei pun yang melihat kepergian Naruto dan Asia pun menatap Akeno dan membuat Akeno membalas tatapannya "Kenapa kau melihatku seperti itu Issei?"

"Kau dan Naruto-san itu agak mirip loh, Akeno-senpai." Jawab Issei.

"Benarkah?" Tanya Akeno yang menaikkan alisnya atas perkataan Issei.

"Sifat penggodanya itu mirip sekali denganmu, sumpah." Jawab Issei.

"Dan dia juga agak sadis kalau melawan musuhnya." Tambah Kurumi dan kemudian dia melanjutkan "Sama sepertimu Akeno-san. Aku mendengarnya dari Issei-san dan Yuuto-san saat melihat Raiser-san yang dikalahkan dan dilukai secara babak belur olehnya."

Setelah mendengar itu, Akeno pun menundukkan kepalanya dan dia pun menatap Yuuto dan Issei dengan tatapan sayu dan nada semanis mungkin "Kau bilang apa tentangku pada Kurumi-chan… Yuuto, Issei?"

"Lari, Issei… Lari!"

"Kau juga pemuda cantik!"

"Hey!" Teriak Akeno yang melihat dua kouhai-nya kabur dan dia pun mengejar mereka berdua "Jangan lari kalian, dasar kouhai kurang ajar!"

Kurumi pun tersenyum akan hal itu dan kemudian dia pun mencari keberadaan Shura. Walaupun dia agak kesal saat dia ditolak oleh Shura, dia masih tetap mencintainya dan dia pun berencana membuatnya cemburu. Kurumi tersenyum saat menyadari kecemburuan Shura atas tindakannya dengan Gasper kemarin tapi ada suatu hal lagi yang mengganggu hati Shura dan Kurumi pun berniat untuk mencari tahu apa yang terjadi pada orang yang dicintainya itu. Kemudian saat dia melintasi Training Room, dia pun melihat Shura yang menghajar dummy kayu yang berada di depannya secara bertubi-tubi.

Kurumi pun masuk ke dalam Training Room dan berkata "Ternyata kau disini, Shura-kun…"

"Mau apa kau disini Kurumi?" Tanya Shura tanpa melihat wajah Kurumi dan dia masih sibuk melanjutkan kegiatannya.

Kurumi yang merasa diabaikan pun menggunakan sihirnya dan membuat tinju Shura berhenti dan tidak mencapai dummy kayu itu dan dia pun berkata "Apa ini karena kejadian kemarin?"

"Apa yang kau lakukan dengan siapapun itu bukan urusanku." Jawab Shura.

"Kalau begitu kenapa kau seperti ini?" Tanya Kurumi dan kemudian dia berteriak karena kesal "Kalau begitu kenapa kau kesal saat aku dekat dengan Gasper, huh? Bukannya kau yang menolakku… Apa kau lupa, Shura!"

"Aku minta maaf…" Balas Shura dan kemudian dia melanjutkan "Aku ingat itu tapi entah kenapa saat melihatmu dan pemuda vampire itu bermesraan, hatiku menjadi sakit dan aku merasa cemburu seperti ini. Aku merasa kesal saat kau bermesraan dengan pemuda lain padahal aku mencintaimu Kurumi."

"Kau bohong kan?" Tanya Kurumi dan kemudian dia melanjutkan dengan kesal "Kalau begitu kenapa kau tidak bilang dan menolakku dengan kasar?"

"Kalau aku bilang iya apa kakakmu akan memperbolehkannya?" Balas Shura dan kemudian dia berhasil melepaskan diri dari teknik Kurumi dan berkata "Yang dia tahu aku ini playboy dan sama seperti Mao-sama padahal dialah yang seperti itu. Aku tidak yakin dia akan memperbolehkan hubungan kita karena dia takut aku akan memanfaatkanmu dan mempermainkanmu dengan para fansgirlku itu. Padahal yang aku inginkan adalah aku bisa berhubungan dengamu tanpa menyakitimu seperti yang ditakutkan Naruto karena fansgirlku."

Kurumi pun terkejut karena perkataan Shura, dia terlihat ingin menangis karena dia senang saat mendengar bahwa Shura juga mencintainya tapi kemudian Shura pun melanjutkan perkataannya "Tapi aku menjadi seperti ini bukan hanya karena kemesraan kau dan muridmu saja."

"Maksudmu?" Tanya Kurumi bingung.

"Mao-sama memberikan sebuah kabar untukku." Jawab Shura dan kemudian dia melanjutkan "Rogue Overlord Kalos telah lolos dari penjara."

Kurumi pun terkejut dan dia pun berkata "Bu-Bukannya dia…?"

"Penculik Asia saat dia masih bayi dan dia juga adalah orang yang telah membunuh ibuku karena dia mencoba menghalangi dia untuk mengambil Asia." Jawab Shura dan kemudian dia mengeluarkan sebuah pedang berwarna kegelapan dari ketiadaan dan menebas boneka kayu untuk latihan itu menjadi dua "Kali ini… Aku akan pastikan dia mati di tanganku dan kepalanya akan menjadi korban dari Ankoku no Ken milikku."

'Shura-kun…' Batin Kurumi saat melihat Shura menghilangkan pedangnya dari tangannya dan pergi menjauh darinya begitu saja.

-Land of Carnage-

Naruto yang sedang sampai di Land of Carnage yang merupakan tanah suci di Netherworld pun tersenyum dan menghirup nafas dalam-dalam disana. Dia rindu pada panorama tempat yang tidak pernah dia singgahi setelah latihannya dalam menguasai Overlord Mode dan bahkan dia melupakan fakta bahwa ada gadis cantik yang saat ini sedang berada di gendongannya saat ini.

"Naruto-kun, aku tahu kau rindu pada tempat ini..." Ucap Asia dan kemudian wajahnya memerah hebat dan dia pun melanjutkan "Tapi bisakah kau menurunkanku disini, aku malu tahu."

"Oh maaf, Asia-chan." Balas Naruto yang kemudian menurunkan Asia.

Naruto pun menurunkan Asia yang tadi berada di gendongannya dan kemudian ada suara yang familiar masuk ke telinganya "Kau mau berlatih disini lagi, Naruto? Bukannya kau sudah bisa menggunakan Overlord Mode?"

"Bukan aku yang akan latihan disini tapi gadis cantik di sebelahku ini, Axel-san." Jawab Naruto pada salah satu teman kakeknya yaitu "The Dark Hero"Axel.

"Siapa dia Naruto? Apa dia pacarmu? Lalu kau kemanakan si Sara itu?" Tanya Axel bertubi-tubi sambil menaikkan alisnya saat dia mendengar perkataan Naruto.

"Kau gagal paham, Axel-san. Dia itu sepupuku, cucu dari Laharl-jiji dan Flonne-baachan." Jawab Naruto dan itu membuat Asia sedikit cemberut dan kesal atas perkataan Naruto karena dia sudah seenaknya membuatnya jatuh hati padanya tapi dia masih saja hanya mengganggapnya sebagai sepupunya saja bukan level gadis spesial untuknya seperti Sara dan Akina.

"Oh begitu…" Balas Axel dan kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu aku akan pergi ke markas fraksi Disgaea yang dibilang Sicily waktu itu. Aku ingin berduel lagi dengan kakekmu, Adell."

"Kau sudah duel dengannya selama 3000 kali dan hasilnya adalah kakekku menang selama 2999 kali dan seri sebanyak 1 kali. Kau yakin akan menantangnya lagi?" Tanya Naruto dengan nada meremehkan Axel yang merupakan rival kakeknya itu.

"Urusai! Kali ini aku pasti menang, kau lihat saja nanti." Balas Axel dan dia pun meninggalkan dua pasangan itu dengan kesal.

Naruto pun hanya menggeleng-gelengkan kepala saja saat melihat sifat battle maniac dari Axel dan kemudian dia pun menggenggam tangan Asia dan berkata "Shall we go, princess?"

"Sure, my knight…"

Kembali ke Kuoh, terlihatlah dua gadis memakai pakaian hitam ketat dengan jubah dan juga pedang yang tersemat di belakang tubuh mereka. Mereka baru saja dari Kuoh Academy untuk mendiskusikan tentang Excalibur yang telah dicuri oleh malaikat jatuh yang dipimpin oleh Kokabiel karena dia tidak puas dengan kepemimpinan Azazel yang tidak ingin membuat masalah dengan fraksi iblis dan fraksi malaikat karena dia hanya ingin hidup damai pada Sona Sitri yang merupakan iblis yang berkuasa di sekitar Kuoh. Gadis bernama Irina Shidou dan Xenovia Quarta ini cukup terkejut karena yang mereka dengar dari atasan mereka yaitu Dulio dan juga Griselda bahwa Kuoh dikuasai oleh Sona Sitri yang merupakan adik dari Maou Leviathan, Serafall Leviathan dan juga Rias Gremory yang merupakan adik dari Maou Lucifer, Sirzech Lucifer bukan hanya Sona Sitri saja. Saat ditanya, Sona malah sedih dan berkata terjadi masalah internal di keluarga Gremory dan itu menyebabkan Rias menghilangnya Rias dengan semua anggota peeragenya.

"Ah, sudah sampai…" Ucap Irina dan kemudian dia pun melihat pintu apartemen itu digembok dan dia pun berkata "Eh, kok digembok begini…"

"Sebenarnya rumah siapa yang kau ingin masuki ini Irina?" Tanya Xenovia.

"Ini rumah teman masa kecilku, namanya Issei Hyoudou." Jawab Irina dan kemudian wajahnya pun memerah 'Dan orang yang aku sukai…'

'Bohongnya ketahuan banget…' Batin Xenovia yang melihat rona merah di wajah Irina.

"Permisi, apa yang sedang kalian lakukan disitu?" Tanya seorang wanita tua yang melihat Irina dan Xenovia berdiri di depan pintu apartemen keluarga Hyoudou.

"Aku dan temanku ini sedang mencari orang yang tinggal di dalam nomer apartemen ini." Jawab Irina dan dia pun melanjutkan "Apa mereka sedang pergi keluar?"

"Tidak…" Jawabnya dan kemudian dia melanjutkan "Sebenarnya tuan dan nyonya Hyoudou telah tewas karena kecelakaan saat mereka tengah berjalan-jalan dengan menggunakan mobil bersama dengan anaknya. Anaknya selamat dan dia tinggal sendirian disini tapi kemudian dia menghilang beberapa hari sebelum kalian datang dan belum pernah kembali kesini."

'Paman dan bibi telah meninggal, tapi kenapa Issei-kun tidak mengabariku dan kedua orang tuaku.' Batin Irina, kemudian dia menundukkan kepalanya pada wanita tua itu dan berkata "Kalau begitu terima kasih atas bantuannya nyonya. Ayo kita pergi Xenovia…"

"Hmmm…"

Kemudian setelah mereka menjauh dari apartemen keluarga Issei, dia pun menatap Xenovia dan berkata "Jadi kemana lagi, Xenovia?"

"Bagaimana kalau kita pergi ke tempat fraksi baru yang dikatakan oleh Dulio-sama." Jawab Xenovia.

"Fraksi Disgaea huh…" Balas Irina dan kemudian dia melanjutkan "Sepertinya boleh juga."

-Disgaea Faction Headquarter-

Shura saat ini sedang bosan dan dia pun memutuskan untuk bermain game di PSP miliknya dan saat melihat ekspresi Yuuto Kiba yang berubah saat dia melihat sebuah pedang yang ada di foto Issei dan teman semasa kecilnya, dia pun mendecih… Kenapa? Karena dia tahu ekspresi itu, dia sangat mengenalnya. Itu dendam, dia tahu karena dia juga mempunyai dendam kesumat pada pembunuh ibunya yaitu Rogue Overlord Kalos. Dia mendecih bukan karena dia benci karena Yuuto mempunyai dendam sepertinya, tapi dendamnya itu… Yang benar saja! Dia dendam pada benda mati seperti pedang yang ada di foto milik Issei itu, walaupun dia sudah tahu alasannya dari rias tapi tetap saja benda itu hanyalah benda mati. Hanya sebuah alat yang tidak bisa apa-apa tanpa sebuah pemilik. Seharusnya dia dendam pada orang yang telah melakukan percobaan padanya bukan Excalibur yang dimaksud Rias itu. Jujur saja, ibunya juga terbunuh dengan cara tertusuk oleh sebuah pedang tapi apakah pedang itu yang salah? Apakah dia harus dendam pada pedang yang telah merenggut nyawa ibunya itu? Tentu saja tidak, itu adalah salah Kalos yang menusukkan pedang itu ke tubuh ibunya dan membuatnya tewas bukan pedang itu karena pedang itu hanyalah alat yang tidak bisa apa-apa selain menuruti semua keinginan pemiliknya. Itulah yang dipikirkan Shura saat ini.

"Aku pergi dulu kalau begitu Kurumi… Aku ingin menenangkan diri di Veldime."Ucap Shura yang sudah memasukkan PSP-nya ke kantung celananya

"Baiklah Shura-kun." Balas Kurumi, kemudian dia melanjutkan "Oh ya… Bisa kau kirimkan salam untukku pada paman Taro dan bibi Hanako?"

"Tentu saja." Balas Shura yang pergi dari mereka semua.

"Kenapa dengan Shura-san? Sepertinya dia sedang marah pada Yuuto-kun?" Tanya Rias.

"Dia memiliki dendam sama seperti Yuuto-san." Jawab Kurumi dan kemudian dia melanjutkan "Tapi dia tidak suka dengan Yuuto-san memiliki dendam pada sebuah benda mati yang tidak bisa melakukan apa-apa tanpa sebuah pemilik. Menurut Shura-kun seharusnya Yuuto-kun membalas dendamnya pada orang yang telah melakukan eksperimen padanya dan rekan-rekannya dan membuat mereka terbunuh bukan Excalibur yang menurutnya hanyalah sebuah benda mati yang tidak bisa apa-apa jika tidak ada pemiliknya. Kau lihat, ibu dari Shura-kun terbunuh karena seorang Rogue Overlord menusuk ibunya tepat di jantungnya saat ibunya menghalangi dia untuk menculik Asia. Setelah melihat ekspresi Yuuto-san, dia jadi berpikiran begini… Apa karena tusukan sebuah pedang yang telah mengakhiri nyawa ibunya maka dia harus menyalahkan kematian ibunya pada pedang itu bukan pada pemiliknya yang telah menusukkan pedang itu pada jantung ibu dari Shura-kun? Itulah yang sedang dia pikirkan saat ini…"

Mendengar itu mereka pun menyadari kalau dendam Yuuto Kiba termasuk konyol karena memang benar walaupun Excalibur adalah pedang cahaya terkuat yang bisa membunuh iblis tapi tetap saja sebagai benda mati, jika pedang itu tidak mempunyai pemilik atau dipakai untuk bertarung oleh pemiliknya. Pedang itu bukanlah apa-apa, hanyalah benda mati yang menunggu tuannya atau menunggu untuk digunakan entah itu untuk hal yang baik atau hal yang buruk. Tapi Kurumi menyadari sesuatu, mau dendam terhadap benda mati ataupun makhluk hidup. Tetap saja itu adalah dendam dan itu berbahaya, dan dia pun berdoa supaya dendam dari kedua orang itu tidak membuat diri mereka sendiri terluka atau yang lebih buruk lagi, mati…

-To Be Continued-

Review:

Bagas Gifari 24:

Action entar battle ngelawan Kokabiel dan setelahnya Shura bakal battle lawan Kalos. Rating Game? How amusing… Dua fraks itu saja bermusuhan karena kasus keluarnya Grayfia, Millicas, dan Rias dari fraksi iblis dan perceraian Grayfia dan Sirzech.

Hyuuhi Ga Ara:

Nanti…

Narurinne:

Dhampire itu half-blood antara vampire dan manusia kaya demi-god yang merupakan half-blood dewa/dewi dan juga manusia.

IzumiReina:

Kasian tuh bocah bayangan, nanti jadi Dark.

Uzumaki Maelstrom:

Untuk sekarang belum…

Denitria:

Menunggu momen yang tepat, mungkin pas ada masalah antara dia dan Baraqiel.

Temen fb:

Bukan… Ane Febri Pratama.

AshuraIndra64:

Ya tapi kan di fic ini kagak, terserah dia mau lacur sama siapa aja di LN. Tapi di fic ini dan satu lagi(Shinobi DxD Chronicles), dia enggak bakal begitu. Nama bapak dan anak hampir sama sih, bapaknya namanya Ashura dan anaknya namanya Shura jadi ada typonya dikit. Sorry deh…