Anak-Anak Tomioka-Kocho

Kimetsu no Yaiba © Gotouge Koyoharu

Saya tidak mengambil keuntungan dalam pembuatan fanfiksi ini, kecuali kesenangan semata.

Warn : AU! OOC, typos, humor receh, bahasa gak baku dan kekurangan lainnya. So, don't like don't read


Chapter 3 : Tomioka Mizu

Cerita 1 : Aedes Aegypti

Mizu artinya air. Sesuai namanya, putri semata mayang keluarga Tomioka-Kocho itu dinamakan Mizu karena sifat dan pembawaanyayang selalu diam-diam menghanyutkan layaknya air. Sifat tenang dan kalem yang diwariskan dari sang ayah, membuat dirinya berbeda dengan anak seusianya.

Umumnya anak-anak umur 6 tahun lebih memilih tontonan kartun atau tokuustasu dan berakhir dengan perebutan warna power ranger saat bermain, tapi Mizu Tomioka lebih memilih menonton tontonan seperti Info Fokus, Tv One, Tv Two, Tv Three/kok jadi ngitung—pokoknya tontonan berbobot. Hal inilah yang menyebabkan Tomioka Mizu memiliki pengetahuan dan selalu update informasi. Namun, Mizu juga hanyalah anak berusia 6 tahun, apa yang ia lihat dan dengar dari berita belum tentu dapat ia proses sama dengan orang dewasa memproses.

Oleh karena itu, disinilah adik dari Ryota Tomioka mematung dengan wajah pucat. Tangan kanan yang baru saja selesai dihisap nyamuk belang-belang putih itu bergetar, kemudian yang empunya gelagapan, membuat sang kakak yang kebetulan sedang bermain bola didekatnya mendekat.

"Kenapa Mizu-chan?" Ryota menghentikan aktivitas menendang bola dengan Kamado Kazuo.

"A-aedes…."

"Aides apa?"

"Aedes Aegypti." Bocah enam tahun itu menolehkan kepala ke samping, tepat ke Kazuo dan Ryota yang sekarang sedang memiringkan kepala. "A-aku digigit nyamuk demam berdarah." Kemudian berkata dengan kata yang mudah dipahami.

"APAAAAA!"

xxx

Kanao Tsuyuri bukanlah adik kandung dari Kocho bersaudara, namun oleh Kocho bersaudara sudah diadopsi dan dijadikan keluarga sendiri. Oleh karena itu setiap bulan baik Kanao atau kedua kakak angkatnya selalu mengadakan kumpul keluarga disaat akhir pekan, seperti yang dilakukan sekarang ini. Tapi sayang, kumpul keluarga kali ini menjadi ricuh.

Baik Ryota Tomioka maupun Kazuo Kamado sebenarnya tidak tahu banyak mengenai nyamuk yang-namanya-ribet itu, tapi disaat telinga mereka mendengar kata 'demam berdarah', tak perlu sering menonton berita seperti Mizu, mereka sadar bahwa apa yang sedang menimpa Mizu adalah hal yang mengancam nyawa.

Jadi wajar saja sebagai kakak yang sayang pada adiknya, Ryota memeluk Mizu dengan erat dan berurai air mata sambil berkata "Mizu-chan! Bertahanlah! Jangan mati!"

Eh? Mati?

Mizu Tomioka tahu bahwa akhir-akhir ini ada wabah penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti, nyamuk belang-belang persis seperti yang telah menggigitnya beberapa saat lalu. Tapi yang ia tak tahu, ternyata demam berdarah memiliki dampak serius sampai membawa kematian, seperti yang dikatakan kakaknya. Sebagai anak kecil yang beru menikmati 6 tahun hidup didunia, tentunya ia tak terima jika harus mati secepat ini. Banyangan akan rasa sakit serta ketakukatn di ujung kematian langsung membanjiri otaknya. Oleh karena itu, dalam pelukan (pasrah) Ryota, gadis kecil yang terkenal akan ketenangannya siap mengeluarkan liquid bening.

"Gak usah sentuh Mizu-chan! Pasti mau cari kesempatan kan?" Perkataan Ryota pada Kazuo yang berniat menenangkan putri keluarga Tomioka merupakan salah satu bukti konkrit bahwa sulung Tomioka memang sudah siscon sejak dini.

"Mizu-chan! Bertahanlah! Aku yakin Mama punya penawarnya." Ryota tak perlu ambulance untuk membawa sang adik—yang menurutnya—sedang di ujung tanduk, cukup dengan kegaduhan "Misi! Misi!" miliknya, siapa pun yang menghalangi dapat tersingkir dengan mudah. Sehingga dalam sekejap kedua anak Tomioka-Kocho sudah meninggalkan putra sulung Kamado sendirian di tengah taman.

xxx

Saat ini Tomioka Mizu hanya ingin berkata padanya Mamanya "Mama punya stok kata-kata kasar gak? Kalau ada tolong kasih ke kakak, Ma" inginnya sih begitu. Gimana gak dongkol? Setelah sampai di rumah Bibi Kanao dengan membawa sejuta kericuhan, Shinobu hanya berkata "Oh, nyamuk kebon itu, bukan nyamuk Aedes Aegypti" pada kedua anaknya yang sudah bercucuran peluh dan air mata. Sekarang, makhluk yang membuatnya panik setengah mati—Ryota—dengan tak bersalah duduk depan tv menonton film.

"Kalian kan habis main di taman yang kebetulan banyak pohon, jadi wajar kalau ada nyamuk kebon." Kanao menambahkan.

"Lagian yang Namanya nyamuk Aedes Aegypti gak akan langsung membuat mati setelah digigit" ujar ibunya sambil mengelus rambut hitam Mizu.

"Untung deh kalau bukan. Aku gak mau kehilangan adikku yang paling manis." Respon Ryota ditanggapi dengan tatapan 'kerasukan apaan nih anak' oleh Mizu Tomioka. "Nanti kalau Mizu-chan gak ada, gak ada yang bisa aku godain dong~"

Punya kakak kok gak ada akhlak.

Caci maki Mizu (dalam hati) berhenti di situ, karena saat tangan bekas gigitan nyamuk miliknya sedang diolesi minyak kayu putih oleh sang Mama, pintu keluarga Kamado kembali terbuka lebar.

"Hah! Mi-mizu-chan…" Kazuo Kamado menggambil nafas setelah lari dari taman. "Kamu gak apa?" tanya Kazuo yang direspon oleh gelengan kepala.

"Syukurlah." Kemudian putra sulung Tanjiro-Kanao itu menghela peluh yang masih menetes didahinya. "Aku tadi sangat takut kehilangan Mizu-chan!"

Ditengah drama ala anak kecil tersebut, Shinobu hanya bisa geleng-geleng kepala. Iya sih, memang tv akhir-akhir ini selalu meanmpilkan berita menggemparkan soal demam berdarah. Dan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab penyakit mematikan tersebut adalah nyamuk dengan ciri khas bitnik putih di tubuhnya, serupa tapi tak sama dengan nyamuk kebon. Tapi entah apa yang sudah terjadi hingga tiga anak itu sangat panik.

Dengan senyum yang senantiasa melekat erat di jawahnya, Shinobu meninggalkan Kazuo dan Mizu yang sebentar lagi siap untuk mengeluarkan liquid bening dari mata masing-masing. Oh, tapi sepertinya tak jadi, karena Ryota yang tadinya adem ayem didepan tv, tiba-tiba mendapat kekuatan 'The Power of Siscon' membuatnya langsung berteleportasi diantara tangan Kazuo dan Mizu yang saling bertautan.

Kisah romansa Mizu Tomioka diawali dengan Aedes Aegypti.

Cerita 2 : Seperti Kanao

Setahu Giyuu, putrinya jarang merubah penampilan. Gadis yang akrab dipanggil Mizu itu memiliki ciri khas selalu menguncir kebelakang rambut hitamnya. Tapi beberapa hari ini berbeda. Awalnya Tomioka Mizu hanya memotong poni panjangnya, sehingga sekarang gadis tersebut memiliki poni. Lalu hari berikutnya gadis itu menguncir rambut ke samping kanan. Kemudian hari ini, kuncir rambut yang biasanya polos dihiasi hair pin kupu-kupu ala Kocho bersaudara.

"Kok anak kita jadi seperti Kanao-chan ya?" Shinobu mengemukakan hal yang juga sedang dipikirkan Giyuu.

Sebenarnya gak masalah dan gak salah jika Mizu mengikuti style bibinya saat masih muda. Lagipula, putrinya yang memang cantik selalu cocok dengan style manapun. Ya tapi kan penasaran aja, siapa tahu berdiskusi dengan Giyuu menemukan jawaban.

Setelah meminum teh, kemudian meletakkan cangkir di meja, Giyuu menatap Shinobu yang sedang duduk disebelahnya.

"Kok gak ikutin style aku?" Shinobu kembali megeluarkan pertanyaan saat Giyuu tak merespon.

"Artinya Mizu sadar mana yang pantas untuk ditiru."

"EEH! SHINOBU BERCANDA! JAUHIN GUNTING ITU! JAUHIN!

Sebenarnya Mizu mendengar keributan yang ditimbulkan dari kemesraan kedua orang tuanya. Namun ia enggan untuk menceritakan penyebab tranformasi penampilannya.

Seperti hari-hari biasa. karena Mizu dan Kazuo teman satu kelas dan masih terlibat dalam satu keluarga besar, maka hari ini pun, putri Tomioka-Kocho sedang main sekaligus belajar bersama di kediaman Kamado. Setelah semua tugas dan pekerjaan selesai, putra sulung Kamado itu mengajaknya melihat beberapa album keluarga.

Diantara semua labum yang sekarang sedang mereka teliti, pandangan gadis 17 tahun itu teralihkan pada foto yang dipegang Kazuo.

"Ini Mama waktu masih muda. Cantik kan?" ujar Kazuo.

"Kamu suka?" Mizu bertanya dan Kazuo menjawab "Iya" tak lupa dengan senyum lima jari yang selalu membuat Mizu merona tipis.

Saat itu juga, netra biru Mizu langsung mengingat baik-baik akan penampilan Bibi Kanao waktu masih muda.

Cerita 3 : Pulang

Sekarang Mizu kelas 3 SMA dan sedang mengala masa sedang ditekan untuk belajar diserta juga tugas segunung. Salah satu siasat yang Mizu pilih untuk mempermudah hidupnya adalah melakukan kerja kelompok. Selain dapat meringankan beban hidup juga dapat menambah waktu bersama uhukgebetanuhuk. Oleh karena itu, di ruang tamu keluarga Kamado lah putri Tomioka-Kocho berada.

Seperti ayahnya, Mizu juga bukan tipe anak yang memiliki banyak teman. Salah satu hal yang membuatnya bernafas lega adalah dirinya tak dibenci orang seperti Papanya—penuturan Mamanya sendiri—sehingga kerja kelompok dapat ia ikuti karena dirinya adalah teman baik Kamado Kazuo. Sesuai dengan pepatah buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya, Kamado Kazuo memiliki banyak teman seperti ayahnya. Dengan anak-anak dari kelaurga Hashibira dan Agamutsu, sekitar 3 jam yang lalu keempat anak tersebut mengerjakan tugas kelompok.

Tentunya setelah kerjaan selesai hal paling asik untuk dilakukan adalah berleha-leha. Walau jarum pendek sudah menunjuk ke angka enam, masing-masing anak tak menunjukkan tanda ingin pulang dan keempatnya masih seru dengan permainan monopoli yang di gelar di ruang tamu.

"Mizu-chan handphonemu berdering terus." Enggak, Mizu gak mau angkat. Ia tahu, jam 6 sore adalah waktunya harus berada dirumah, yang artinya sekarang ia sedang dicari oleh ayahnya yang lumayan kolot.

"Mizu-chan. Angkat aja dulu. Kayaknya penting." Oke, kalau Kazuo yang bilang Mizu bisa apa?

Jemarinya langsung menekan tombol bergambar telepon dengan warna hijau dilayar. Kemudian ia mendekatkan gawai tersebut ke telinganya. Tak ada suara "Halo?" karena Mizu enggan menjawab.

"Kamu dimana?" suara berat milik ayahnya langsung terdengar membuat Mizu menghela nafas. Pasti disuruh pulang.

"Pa,aku udah kelas 3 SMA. Masa harus pulang jam 6 sore?"

Gadis 18 tahun itu seengaknya ingin mencoba negoisasi. Walau tidak tahu akan berhasil atau tid—

"Yaudah"

—ak. Sebentar, negoisasinya berhasil?

"..toleransi sampai setengah tujuh malam" lanjut Giyuu membuat wajah dengan mata berbinar itu hancur seketika.

"Pa?!"

"Ryota! Siap-siap jemput adikmu!"

"Baik! Siap laksanakan, Komandan!"

Mendengar perintah langsung sang ayah kepada kakaknya lewat telepon justru membuat Mizu makin dongkol. Gini nih, kalau punya papa protektif dan kakak siscon.


A/N :

Yey! Bisa up chapter baru!

Aku mau kasih tau nih, beberapa yang penasaran Mizu tuh kayak gimana wujudnya? cover FF ini Tomioka Mizu (hasil gacha di picrew).

aku minta maaf kalau banyak typo dan beberapa kata menggangu, soalnya ini penulisan tercepat yang pernah aku buat.. maaf juga kalau Mizu aku gambarin sebagai anak yang diam-diam ngebucin, tapi persis kayak bapaknya kn? (Coba bayangkan Giyuu diam-diam ngebucin/ga)

Oh iya, aku mau kasih pengumuman sedih nih..

Jadi karena beberapa hal, kayaknya cerita ini gak bisa aku lanjut, selain itu aku gak bisa nulis ff GiyuuShino lagi karena udah gak ada rasa sama mereka..

Maaf ya..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

MAAF SOALNYA INI CUMA APRIL MOP/woy

Hehe, up tanggal 1 April kalau gak sambil ngetroll kayaknya ada yang kurang/parah

Kelihatannya lebih lucu troll saya di banding ceritanya ya/cry.

Oke, lanjut ke balas review ya! (Sebenernya beberapa udah aku balas lewat PM, tapi kadang aku juga lupa siapa aja yang udah dan belum) lagian dengan ini bisa nambah dekat dengan reader sekalian/gombal.

Strawberry Cheesecake14

Makasih banyak kamu suka review di fanfic aku! Review kamu jadi penyemangat dan moodbooster banget! Pokonya kuucapkan terima kasih banyak! *ketjup manjah/woy

Okteri Aditya

Makasih atas reviewnya! Seneng deh kalau ff ini buat ngakak. Iya! Ryota emang asal ngejeplak, tapi dia yang paling aku suka

Kazerin Namikaze

Hai! Makasih udah mampir dan review. Percaya gak sih beberapa adegan di ff ini terinspirasi dari kisah nyata? Hehehe, Wah ada 'Namikaze'nya, apa kamu penggemar Minato? Dulu aku juga suka banget sama Minato/keluar jalur woy

Giyuuu98

terima kasih atas review dan semangatnya!

Deutzieg

Aww! Reviewnya singkat, jelas, padat. Thankyou!

Kaze riku

Kamu bertanya soal umur Mizu yahhh. Oke seperti yang tercantum pada warning di chapter sebelumnya. Fanfic ini alurnya maju mundur seperti hubunganku dengan doi/ga. Jadi kalau tanya umur, ya di tiap setting beda-beda sih. Makasih reviewnya ya!

Anaysianka26

Iya, Giyuu sudah di bully anak sejak dini. Sangat bullyable sekalee wkwk

Veeraaa

AAWWW makasih udah suka!

Makasih buat yang udah review, fav, follow dan apapun itu. Sampai jumpa di chap 4 : Tomioka Kentaro byee~