Disclaimer
Multi Crossover Fanfic
Naruto by Masashi Kishimoto
Highschool DxD by Ichiei Ishibumi
Game of Thrones by David Benioff and D.B Weiss
(Based on A Song Ice and Fire by George R.R Martin)
Friendship, Hurt Comfort, Family, Fantasy and Romance
Rating M
Bahasa tidak baku, miss tanda baca, Multi Crossover, typo, gaje dan kawan2 nya
Anime Lovers Indonesia
Mempersembahkan
House of Dragon
Don't Like Don't Read
Happy Reading
Sebelumnya di House of Dragon
"Owh ya Sona, bolehkah aku bertanya sesuatu ?" tanya Naruto.
"Apa yang ingin kau tanyakan Naruto ?" ucap Sona.
"Apa yang kau ketahui tentang House of Targaryen karena seingatku nama Targaryen tidak ada dalam daftar keluarga elite di buku yang pernah kau pinjamkan padaku dulu" ucapan Naruto lantas membuat Sona kaget dan secara tak sadar melepaskan pegangan pada cangkir ocha-nya dan langsung menatap kearah Naruto dengan tatapan kaget, takut dan perasaan yang khawatir. Sementara yang lain juga kaget dengan reaksi yang Sona berikan dan mereka sama sekali juga tidak mengetahui nama tersebut apalagi Issei dan Asia yang masih baru dalam menjadi iblis.
"Darimana kau mengetahui tentang itu" ucap Sona menatap Naruto dengan wajah horor. Semua hening sejenak tapi tanpa mereka sadari ada seseorang yang duduk tak jauh dari mereka yang ikut mendengarkan ucapan mereka.
'Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat' batinnya.
Chapter 2
"Kutanya sekali lagi Naruto, dimana kau mendengar nama itu. Katakan padaku ?" tanya Sona sambil memegang kedua pundaknya dengan kencang. Mereka kaget dengan reaksi yang diberikan Sona terutama Tsubaki.
Flashback On
Tampak dalam sebuah kedai makan seseorang yang sedang membersihkan meja dan kursi dengan begitu semangat dan cepat karena hari mulai larut malam.
"Apa sudah selesai nak ?" ucap pemilik kedai.
"Sebentar lagi usai ojisan, ojisan bisa pulang duluan. Aku bisa bisa bereskan sisanya untukmu" ucap Naruto.
"Terimakasih atas bantuannya nak. Aku senang kau membantu dan bekerja di kedai tua ini" ucapnya.
"Kau tak perlu berterimakasih ojisan, justru aku yang harus banyak berterimakasih padamu karena telah memberikanku pekerjaan" ucap Naruto.
"Baikalah aku duluan ya nak, sepertinya encok ku kambuh" ucapnya.
"Langsung istirahat ojisan, nanti kuletakan kunci di tempat biasa" ucap Naruto lalu tinggalah dia seorang diri sendiri.
'Sebaiknya aku bergegas' batinnya.
Ketika hendak melanjutkan pekerjaan, tiba-tiba dia mendengar suara di depan kedai. Ketika dilihat tampak seorang kakek tua dengan pakaian usang memegang bungkusan kain dan memegang tongkat yang menandakan kalau dia buta. Langsung saja Naruto bergegas menolong dan membaringkan kakek tua malang itu ke kursi panjang dekat jendela. Lalu mengambil minum untuk sang kakek.
"Akhirnya kau bangun juga ojisan" ucap Naruto sambil mencoba membuat kakek itu duduk.
"Owh ya ini minumnya ojisan" lalu Naruto membantu kakek tua tersebut minum dan dapat terlihat rasa lega dari raut wajah sang kakek.
"Kau memang orang baik nak dan orang baik pantas mendapatkan yang terbaik. Jalanmu masih sangat panjang dan sangat berliku, tentu kau membutuhkan orang disekitarmu untuk membantumu dan jika suatu saat nanti ada hal yang sangat ingin kau gapai tapi terasa jauh bagimu maka lupakanlah" ucapnya sambil meraba mencari dan memegang kedua tangan Naruto dengan tangannya.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau maksud Ojisan ?" ucap Naruto.
"Kau sangat paham dengan apa yang aku katakan. Terimakasih atas minumannya" ucapnya sambil menepuk tangan Naruto.
"Dan ini ada hadiah kecil dariku, semoga kau suka" sambil menyerahkan sebuah bungkusan kain dan ketika Naruto membukanya tampak dua buku tua tapi kedua judul tersebut yang menarik perhatiannya.
"Kenapa kau bisa memiliki ini ?" ketika Naruto hendak menatap kearah kakek tua itu, dia sudah tak ada di tempat.
(nb: cerita dari Naruto hanya batas sini)
Sementara itu ditempat kakek tua tersebut
"Sudah kuduga kau anak dari dia" ucapnya lalu berubah pakaian dari pakaian lusuh ke pakaian para bangsawan.
"Bagaimana hasil observasi anda Zekram Bael-sama ?" tanya sang ajudan.
"Seperti dugaanku dia anak dari mereka walaupun ada sesuatu seperti segel yang menahan pancaran energi tapi aku masih bisa merasakannya" balasnya.
"Pantas saja dia hanya bernilai 1 bidak pion, ada segel yang menahan bidak evil piece menganalisa kemampuan orang yang dibangkitkan. Apa menurutmu dia yang menempatkan segel itu yang bertujuan melindungi Naruto-sama ?" tanya sang ajudan.
"Mungkin saja memang dia yang menanamkan segel tersebut. Agar Naruto tidak menjadi incaran fraksi lain" balas Zekram.
"Apa langkah anda selanjutnya ?"
"Apa anda akan memberitahukan ini kepada Yondai Maou ?"
"Untuk sementara ini hanya aku dan kau yang akan mengetahui hal ini. Aku juga ingin melihat reaksi para tetua mendengar berita ini. Untuk saat ini aku akan mengawasinya dari jauh dan melihat para iblis muda yang ada dikota ini yaitu Rias Gremory dan Sona Sitri" ucap Zekram.
"Apa kau akan bertemu dengan Rias-sama dan Sona-sama mengenai hal ini ?" tanya sang ajudan.
"Mereka tidak ada hubungannya dengan ini walaupun Naruto merupakan salah satu peerege Rias Gremory tapi dia memperlakuannya dengan tidak baik dan tampaknya Naruto mencintai Rias Gremory" balasnya.
"Tapi sikap dan prilaku Rias-sama ke Naruto-sama sangat tidak baik tapi dia sama sekali tidak marah" ucap Sebastian.
"Mungkin itu yang dinamakan cinta buta atau cinta sesungguhnya" balasnya.
"Apakah anda akan menghukum Rias-sama atas apa yang telah dia lakukan dan bukannya keluarga Gremory sangat menyayangi peerege mereka ?" ucap ajudan.
"Bukan hak-ku untuk melakukannya tapi berita tentang Rias yang melakukan hal tersebut sudah diketahui oleh kedua orangtuanya dan kakaknya selaku Maou Lucifer saat ini. Mereka begitu menyayangkan tindakannya" balasnya.
"Apakah seorang bidak bisa keluar dari peerege seorang bangsawan ?" tanya Sebastian.
"Tentu saja bisa bahkan sang raja bisa langsung mengunset evil piece seperti dalam kasus Rias tapi keluarganya dan Lucifer sendiri melarangnya untuk mengunset, entah alasannya apa" ucap Zekram.
"Apa anda pernah bertanya ke Lucifer-sama atau para Maou lainnya tentang alasan dilarangnya mengunset evil piece tersebut karena seperti yang kita tahu Rias-sama tidak menyukai salah satu bidaknya yang bernilai satu pion tersebut"
"Dan yang menjadi pertanyaan saya juga yaitu kenapa ketika Naruto-sama sekarat diserang malaikat jatuh waktu itu mereka tetap membangkitkan walaupun sudah tahu bernilai satu pion ?" tanya Sebastian.
"Mereka terutama Ajuka hanya mengatakan bahwa Naruto adalah anak yang mereka rasakan energi sihirnya 10 tahun lalu dan Energi yang membuat para hewan di hutan familiar berderu di dunia bawah. pada saat kejadian itu banyak para prajurit fraksi iblis lama yang mati dan darah berceceran dimana-mana. Mereka berpendapat bahwa anak itu adalah hasil uji coba dari fraksi iblis lama yang masih hidup untuk menggulingkan Yondai Maou saat ini tapi ternyata perkiraan Ajuka salah dan mereka menganggap membangkitkan Naruto merupakan kesalahan tapi mereka mencoba menerima semuanya tapi seperti yang kau tahu para tetua itu akan menghina keluarga Gremory dan mungkin dari situlah kebencian Rias terhadap Naruto terjadi. Ini semua bukan salah Rias karena para tetua sialan itu yang bermasalah dan perkiraan Ajuka tidak salah karena Naruto memang anak yang mereka cari mungkin karena pengaruh segel yang ditanam itu, mereka para Yondai Maou tidak bisa merasakannya" jelas Zekram ke Ajudannya.
"Bahkan sekelas Yondai Maou tidak bisa merasakan aura Naruto-sama pada saat itu" ucap Sebastian.
"Kemungkinan besar dia memasukan aura sihirnya kedalam tubuh Naruto" ucap Zekram.
"Tapi darimana anda tahu kalau Naruto adalah putra dari Mother of Dragon. Secara visual tak tampak ?" tanya Sebastian.
"Kau ingat pedang yang pernah dipakai Aegon Targaryen dalam menaklukan dunia bawah" ucapnya.
"Ya aku ingat pedang itu kalau tak salah namanya Dragon Wrath yang artinya kemarahan naga. Bilah pedang yang terbuat dari Valyrian Steel dan gagang pedangnya terbuat dari gigi dan tanduk naga dilebur bersama besi terbaik di dunia bawah. Jangan bilang-"ucapan sang ajudan dijawab oleh anggukan Zekram Bael.
"Hanya orang yang mempunyai energi sihir yang banyak dan keturunan langsung dari Aegon Targaryen yang bisa mencabut pedang itu dari sarungnya. Aku sengaja menancapkan pedang itu di depan kedai. Banyak yang mencoba mengambil pedang itu karena bentuknya yang bagus sebagai koleksi tapi tidak ada yang bisa sampai Naruto yang mencabut tanpa usaha sedikitpun dan keyakinan semakin kuat setelah melihat pancaran energi yang dikeluarkan Naruto ketika aku memegang tangannya tadi.
"Dan yang harus kau ingat Sebastian Nama Asli Naruto adalah Aegon Targaryen, anak dari Daenerys Targaryen dan The True Red Dragon God Emperor, Great Red" ucapan Zekram membuat Sebastian terdiam.
"Aku penasaran Zekram-sama bagaimana reaksi dunia bawah dan seluruh fraksi mendengar berita ini" ucap Sebastian.
"Yang pastinya akan banyak proposal lamaran karena dia adalah anggota terakhir dari keluarga Targaryen dan para tetua sialan akan merasa mati kutu hahaha" ucap Zekram membayang reaksi mereka semua.
"Sebaiknya kita kembali agar para tetua itu tidak curiga dengan kepergianku, aku akan meninggalkan familliar-ku disini untuk memantau dia" tambahnya.
"Seperti yang anda inginkan" lalu mereka menghilang dalam lingkaran sihir.
Flashback Off
"Begitulah ceritanya. Itu terjadi dua hari yang lalu" ucap Naruto sambil menyerahkan satu lagi buku pemberian sang kakek tua.
"Apa sampai saat ini kakek tua itu masih sering kesini sekedar mampir atau yang lainnya ?"tanya Sona sambil menaikkan kacamatanya yang turun.
"Sudah jarang" balasnya.
'Aku penasaran siapa kakek tua yang dimaksud Naruto. Kenapa dia bisa memiliki buku kuno ini. Apakah dia salah satu dari 3 fraksi. Hanya dari kaum iblis yang bisa mengakses buku ini terlebih lagi hanya pemimpin keluarga, Yondai Maou dan para tetua yang bisa mengakses buku ini di perpustakaan pusat. Apa aku hubungi oneesan untuk meminta bantuan ?' batin Sona sambil menatap Naruto dengan tatapan selidik.
"Ano Sona-Kaichou sebenarnya buku apa yang diterima oleh Naruto-senpai itu ?"
"Dari raut wajahmu, tampak raut kaget" ucap Kiba.
"Buku yang dipegang Naruto adalah salah satu buku kuno yang tersisa di dunia bawah. Sejarah berdirinya seluruh pillar di dunia bawah"
"Dan buku satunya lagi merupakan buku yang diarsipkan dan dilarang untuk dibaca oleh iblis muda seperti aku dan Rias, tempatnya pun sudah dibedakan dengan buku lainnya. Hanya para pemimpin keluarga, Yondai Maou dan para tetua yang dapat mengakses ruangan dan membaca buku ini" ucap Sona menjelaskan.
"Kaichou aku pernah membaca buku yang menjelaskan sejarah semua pillar tapi aku tidak pernah tahu kalau di dunia bawah ada keluarga Targaryen ?" tanya Koneko.
"Aku hanya sedikit mengetahui tentang itu. Yang kutahu adalah mereka memiliki simbol naga berkepala 3. Itu menjelaskan 3 anak yang dimiliki Lord Aerys Targaryen dan Lady Rhaella Targaryen dan anak para pendahulu mereka yang selalu memiliki anak 3, ada juga yang cuman memiliki satu. Mereka satu-satunya yang memiliki hubungan dekat dengan para naga pada masa dulu dan rumor mengatakan bahwa Targaryen sudah punah setalah perang antara Yondai Maou sekarang dengan golongan fraksi lama" ucap Sona.
"Hanya itu yang bisa aku katakan, selebihnya hanya tiga yang kukatakan tadi yang tahu semua tentang keluarga Targaryen" tambahnya.
"Keren, mereka berkaitan dengan naga" ucap Issei sambil melihat tangan kirinya.
"Apa kau berkaitan dengan Targaryen ini, senpai ?" tanya Issei mengalihkan tatapannya ke Naruto dan itu menarik perhatian semua yang ada disana kecuali Naruto.
"Hahaha jangan bercanda Issei. Aku ini yatim piatu dan juga aku awalnya manusia biasa sebelum dibangkitkan Rias menjadi peeregenya walaupun aku hanya menjadi bebannya saja tapi aku berusaha keras untuk tidak merepotkannya" ucap Naruto dengan nada sedih tapi langsung menampakan senyum yang membuat mereka iba.
"Aku bersumpah demi para Yondai Maou kalau aku Uzumaki Naruto akan menjadi pion yang membanggakan rajanya dan aku tidak akan kalah darimu Issei" ucap Naruto.
"Tentu Naruto-senpai, kita akan menjadi pion terkuat di dunia bawah" ucap Issei dan mereka beradu kepalan tinju, sementara mereka yang melihat hanya tersenyum kearah mereka berdua.
'Seandainya Naruto ada di dalam bidak punyaku, dia tidak akan merasakan semua ini. Dia orang yang terlalu baik bahkan setelah dia menjadi iblis sekalipun' batin Sona lalu dia mendengar bisikan dari Tsubaki yang menandakan mereka harus bergegas kembali ke ruang Osis.
"Naruto boleh kubawa dua buku ini ?" tanya Sona.
"Silahkan, buku itu milik arsip dunia bawah" ucap Naruto sambil menyerahkan kedua buku tersebut.
"Minna kami permisi dulu karena masih ada urusan di ruang Osis" ucap Sona.
"Kami juga permisi Naruto-kun, apakah kau ada panggilan hari ini ?" tanya Akeno.
"Sebenarnya kemaren tapi klien minta diubah jadi besok" ucap Naruto.
"Owh ya Sona, aku tadi sempat memasakan sesuatu untuk anggota Osis yang lain. Tunggu sebentar" lalu Naruto kembali menuju dapur dan kembali membawa dua bingkisan ukuran sedang.
"Ini untuk anggota Osis dan ini untuk Rias" ucap Naruto menyerahkan dua bingkisan, satu untuk Sona dan satunya untuk Akeno.
"Aku sengaja membuat untuk Rias karena aku tahu jam segini dia sibuk dengan dokumennya dan belum makan jika belum selesai. Setidaknya ini bisa sedikit mengganjal" ucap Naruto sebelum Akeno ingin berucap.
"Mereka akan senang mencicipi makananmu Naruto" ucap Sona.
"Semoga saja" ucap Naruto.
"Dan kuharap Rias suka dan tolong jangan bilang ini dariku karena dia pasti tidak akan mau menerimanya" tambahnya.
"Tentu saja Naruto-senpai" ucap Kiba.
"Owh ya ini semua panggilan yang sudah kulakukan" ucap Naruto menyerahkan sebuah map ke Akeno.
"Selamat malam semuanya, semoga selamat sampai tujuan" lalu mereka semua meninggalkan kedai, sekilas Akeno melihat kearah Naruto dan melihat raut wajahnya lalu berlalu menyusul yang lainnya. Sementara pria yang duduk tak jauh dari mereka tadi mendengar semua pembicaraan hanya bisa tersenyum dan meninggalkan kedai tak lupa membayar makanannya.
'Apa aku harus melaporkan informasi ini ke Rias ?' batin Akeno sambil menatap kearah Sona dan bingkisan makanan yang dibawanya.
Dengan Naruto
"Terimakasih datang lagi" ucap Naruto ke pelanggan terakhir dan membersihkan kedai dan segera pulang tapi selama diperjalanan dia merasa seperti diikuti. Naruto tiba-tiba bermanuver ke kanan dan benar sebuah tombak cahaya datang dari belakangnya.
"Sepertinya aku meleset dalam berburu iblis kecil" keluarlah seorang malaikat jatuh dengan tombak cahaya ditangan kiri dan sebuah busur panah ditangan kanan.
"Ohh datenshi-san kau sepertinya perlu banyak belajar lagi" ucap Naruto.
"Kau begitu sombong iblis-kun. Akan aku ajarkan bagaimana rasa takut akan kematian" lalu dia merubah tombak cahaya dalam mode pedang dan membuat kubah perlindungan agar Naruto tidak mendapat bantuan dari teman-temannya lalu mulai menyerang Naruto.
"Akan kutunjukan bagaimana kekuatan yang kau panggil iblis kecil ini" Naruto mengambil pedangnya dari dimensi penyimpanan dan bersiap dalam mode bertarung berlari ke arah datenshi tersebut.
Sementara itu Akeno dan yang lain telah tiba di gedung lama tempat Rias berada dan tampak dia sibuk dengan dokumen-dokumen pemanggilan.
"Buchou kami pulang" ucap Issei yang masuk pertama kali disusul Asia, Koneko, Kiba dan terakhir Akeno.
"Kalian sudah pulang semuanya" ucap Rias menatap kearah mereka.
"Rias-Buchou apa ada kerjaan untukku ?" tanya Kiba dan Koneko.
"Ada dua untuk Koneko dan satu untuk Kiba" ucap Rias menyerah sebuah kertas ke Kiba dan Koneko.
"Kalau begitu kami berangkat sekarang" lalu Kiba dan Koneko pergi menggunakan lingkaran sihir mereka dan menyisahkan Issei, Asia dan Akeno.
"Hari sudah malam sebaiknya kalian pulang Asia, Issei. Belum ada panggilan untuk kalian" ucap Akeno yang melihat dua kouhai nya.
"Baiklah kalau begitu, ayo Asia kita pulang. Buchou jangan lupa dimakan dan dihabiskan makanannya" ucap Issei meninggalkan tempat bersama Asia.
"Apa maksud perkataan Issei, Akeno ?" tanya Rias yang telah menatap ratu sekaligus temannya itu.
"Ketika kami melakukan perayaan di kedai Naruto, Sona datang bersama Tsubaki dan bergabung dalam perayaan. Ketika kami hendak pulang, Naruto membungkuskan makanan untuk anggota Osis yang lain dan untukmu karena dia tahu kalau jam segini kau sibuk dengan dokumen sampai lupa makan dan ini makanannya, makanan kesukaanmu gyoza" ucap Akeno membukakan kotak makanan yang berisi gyoza yang tampak menggoda untuk dimakan.
"Katakan padanya tak perlu dia melakukan itu lagi" ucap Rias lalu berdiri berjalan menuju pintu tapi langkahnya terhenti ketika Akeno menahan lengannya.
"Aku mohon padamu kali ini Rias, hilangkan egomu. Aku tahu kau sangat membencinya tapi dia sudah membuatkan ini untukmu dan setidaknya makanlah satu untuk menghormatinya. Aku juga tidak tahu kenapa kau begitu membencinya tapi dia berusaha keras untuk tidak merepotkanmu dan yang lain. Apakah kau akan melakukan hal yang sama jika aku, Kiba, Koneko, Asia dan Issei hanya bernilai bidak 1 pion"
"Jawab aku Rias" ucap Akeno dengan nada terisak. Rias hanya bisa menundukan kepala dan poninya menutupi kedua matanya tampak memikirkan semua hal yang telah ia lakukan ke Naruto selama ini. Mulai dari hinaan, rasa kesal dan benci yang diutarakan dan dia tidak pernah melihat kemarahan dari Naruto karena semua hujatan darinya tapi egonya lebih besar dan mengingat perkataan para tetua tentang keluarganya membuat kebencian terhadap Naruto semakin besar.
"Aku tidak perduli. Dia yang membuat para tetua itu menghina keluarga yang sangat aku sayangi" lalu Rias pergi setelah melepaskan pegangan tangan Akeno padanya. Sementara Akeno hanya semakin terisak mendengar jawaban Rias dan merasa Rias yang sekarang bukanlah Rias yang dia kenal beberapa tahun lalu yang mengajaknya menjadi anggota keluarganya.
Sementara itu dengan Naruto
"Hehhh sepertinya kau lumayan juga iblis-kun tapi tidak cukup baik" ucap malaikat jatuh yang sedikit mengusap pipinya yang tergores.
"Kau tidak seperti omong besarmu itu" ucap Naruto meludahkan sedikit darah.
"Kau yang bermulut besar. Coba hentikan ini jika kau bisa" Naruto melihat banyak malaikat jatuh yang mengelilinya seperti bayangan.
'Yang mana yang asli' batinnya.
(Tunjuk kedepan pedangmu maka pedanglah yang akan menunjukan yang mana yang asli)
'Siapa yang berucap'batinnya melihat sekeliling.
'tapi patut dicoba'tambahnya. Naruto melakukan sesuai suara misterius dan ketika menutup mata dia seolah ditarik pedang itu menuju yang asli dan pedang tersebut menembus perut datenshi tersebut.
"Kau boleh juga iblis kecil tapi kaulah yang akan mati disini" ucapnya lalu menusuk tombak cahaya ke perut Naruto sampai menembusnya. Lalu Naruto jatuh berlutut dan memuntahkan banyak darah.
"Hahahaha akhirnya kau kalah iblis-kun, kau hanya bermulut besar. fraksi malaikat jatuh lebih kuat dari fraksi iblis"
"Dan Rias Gremory akan berterimakasih padaku karena telah membunuhmu" ucapnya mencabut pedang yang menusuk perutnya lalu menarik rambut Naruto menatap kearah wajahnya.
"Jika aku harus mati disini setidaknya aku berhasil membunuh malaikat jatuh yang masuk ke wilayah Gremory" ucapnya Naruto sambil terkekeh sambil menahan rasa sakit.
"Apa maksudmu hahhh, kau lah yan-"sebelum ucapan itu selesai sebuah bola angin menembus perut malaikat jatuh itu.
"Bagaimana bisa kau melakukan itu" ucapnya lalu jatuh sambil memegangi mulutnya yang memuntahkan banyak darah.
"Begitu rupanya, kau adalah bagian dari mereka, kau seorang Targaryen. Hanya Rhaegar Targaryen yang menggunakan sihir tersebut" ucapnya.
"Aku bukanlah seorang Targaryen, namaku Uzumaki Naruto. Pion dari Rias Gremory" ucap Naruto mencoba berdiri dengan nafas yang naik turun.
"Kau salah iblis-kun, kau seorang Targaryen sejati" lalu malaikat jatuh itu sudah tidak bergerak lagi. Naruto jatuh berlutut dan memuntahkan banyak darah dan jatuh terlentang.
"Hehehe akhirnya aku menang"
"Rasanya sakit sekali"
"Setidaknya aku bisa berguna bagi kalian semua"
"Setidaknya setelah ini aku tidak akan membuat Rias malu lagi memilikku"
"Apa ini akhir dari hidupku ?"
"Maafkan aku Issei, aku tidak bisa bersaing denganmu menjadi pion terkuat hehehe"
"Warnanya seperti rambut Rias yang indah" Naruto memandangi tangannya yang penuh darahnya sendiri.
"Aku belum sempat mengatakan ini tapi aku akan selalu mencintaimu Rias seberapa besarpun kau menghinaku. Mungkin ini yang dinamakan cinta buta dan cinta bertepuk sebelah tangan" ucapnya dengan nafas yang hampir putus dan mulai batuk disertai keluarnya darah. Bahkan hidungnya juga mengeluarkan darah.
"Aku akan selalu mencintaimu Rias Gremory, My Ruin Crimson Princess-ku" lalu Naruto menutup matanya dan sudah tak bergerak lagi.
Sementara itu dengan Rias
Rias kini yang masih berkutat dengan dokumen-dokumennya, tanpa ada angin tiba-tiba sebuah figura foto jatuh yang menampakan dua anak kecil laki-laki dan perempuan yang tersenyum dan jatuhnya figura foto itu mengangetkannya lalu beberapa menit kemudian jendela kamarnya terbuka secara kencang dan angin bertiup membawa dedaunan gugur yang mengenai mukanya. Rias mengambil figuran foto yang jatuh dan melihat hanya pada bagian anak laki-laki kecil yang kacanya pecah.
'Kenapa hanya di bagian Naruto-kun yang pecah. Apa dia diluaran sana baik-baik saja'
'Semoga kau baik-baik saja Naruto-kun'
'Apa sikapku terlalu berlebihan pada Naruto'
'Aku melakukan hal yang benar. Gara-gara dia keluargaku dihina tetua sialan itu'
'Tapi aku merasa tidak enak hati'
'Apa aku terlalu keras padanya'
'Dan aku baru kali ini melihat Akeno terisak setelah kematian ibunya' itulah yang sedang dipikirkan Rias saat ini dan tanpa dia sadari dia terus memikirkan Naruto dan baru tertidur pukul 1 pagi.
To Be Continue
Terimakasih atas saran dan masukan dari para reader sekalian dan terimakasih juga telah setia mengikuti dan menunggu cerita ini update.
Arigatou Gozaimasu
