Disclaimer

Multi Crossover Fanfic

Naruto by Masashi Kishimoto

Highschool DxD by Ichiei Ishibumi

Game of Thrones by David Benioff and D.B Weiss
(Based on A Song Ice and Fire by George R.R Martin)

Friendship, Hurt Comfort, Family, Fantasy and Romance

Rating M

Bahasa tidak baku, miss tanda baca, Multi Crossover, typo, gaje dan kawan2 nya

Anime Lovers Indonesia

Mempersembahkan

House of Dragon

Don't Like Don't Read

Happy Reading

Sebelumnya di House of Dragon

"Begitu rupanya, kau adalah bagian dari mereka, kau seorang Targaryen. Hanya Rhaegar Targaryen yang menggunakan sihir tersebut" ucapnya.

"Aku bukanlah seorang Targaryen, namaku Uzumaki Naruto. Pion dari Rias Gremory" ucap Naruto mencoba berdiri dengan nafas yang naik turun.

"Kau salah iblis-kun, kau seorang Targaryen sejati" lalu malaikat jatuh itu sudah tidak bergerak lagi. Naruto jatuh berlutut dan memuntahkan banyak darah dan jatuh terlentang.

"Hehehe akhirnya aku menang"

"Rasanya sakit sekali"

"Setidaknya aku bisa berguna bagi kalian semua"

"Setidaknya setelah ini aku tidak akan membuat Rias malu lagi memilikku"

"Apa ini akhir dari hidupku ?"

"Maafkan aku Issei, aku tidak bisa bersaing denganmu menjadi pion terkuat hehehe"

"Warnanya seperti rambut Rias yang indah" Naruto memandangi tangannya yang penuh darahnya sendiri.

"Aku belum sempat mengatakan ini tapi aku akan selalu mencintaimu Rias seberapa besarpun kau menghinaku. Mungkin ini yang dinamakan cinta buta dan cinta bertepuk sebelah tangan" ucapnya dengan nafas yang hampir putus dan mulai batuk disertai keluarnya darah. Bahkan hidungnya juga mengeluarkan darah.

"Aku akan selalu mencintaimu Rias Gremory, My Ruin Crimson Princess-ku" lalu Naruto menutup matanya dan sudah tak bergerak lagi.

'Apa sikapku terlalu berlebihan pada Naruto'

'Aku melakukan hal yang benar. Gara-gara dia keluargaku dihina tetua sialan itu'

'Tapi aku merasa tidak enak hati'

'Apa aku terlalu keras padanya'

Chapter 3

Pagi hari pun tiba, matahari mulai tinggi dan terdengar bunyi cicitan burung. Semua orang memulai aktivitasnya ada yang sekolah, bekerja atau sekedar belanja. Kuoh Academy pun sudah mulai ramai dengan siswa yang mulai berdatangan karena waktu menunjukan pukul 07.55 pagi.

Sona dan Tsubaki seperti biasa melakukan aktivitas pagi yaitu berkeliling sekolah dan mengecek ruangan. Ketika dijalan menuju kelas mereka untuk memulai kelas pagi ini. Selama perjalanan menuju kelas banyak yang menyapanya tentu saja hanya anggukan sebagai balasan mereka dan ketika sampai di kelas sudah tampak guru yang siap memulai pelajaran.

"Sepertinya Naruto, Akeno dan Rias belum datang" ucap Sona yang berjalan menuju bangkunya.

"Sepertinya begitu Kaichou" balas Tsubaki.

"Tumben sekali mereka belum sampai apalagi Naruto, dia akan tiba dikelas 30 menit sebelum kelas dimulai. Apa terjadi sesuatu ?" tanya nya.

"Mungkin lagi mereka lagi diperjalanan Kaichou. Kita tunggu saja" setelah ucapan itu datanglah Rias dan Akeno. Mereka langsung menuju bangkunya yang kebetulan mereka berdua sebangku sama seperti Sona dan Tsubaki.

'Kenapa dia belum datang ?'

'Kenapa Naruto-kun belum datang ?'

'Kemana dia ?'

Begitulah Sona, Akeno, dan Rias membatin karena Naruto yang hari ini tidak hadir.

Time Skip

Pelajaran pertama akhirnya selesai dan memasuki masa istirahat, semua murid menuju kantin sekedar mengisi perut atau berbincang satu sama lain termasuk Rias, Akeno, Sona dan Tsubaki yang telah duduk di paling pojok kantin yang sedang menyantap makanan mereka.

"Sepertinya Naruto absen hari ini"

"Ada yang tahu dia kemana ?" tanya Sona ke Akeno dan Rias.

"Aku tidak tahu kemana Naruto-kun hari ini" ucap Akeno sementara Rias hanya diam mendengarkan.

"Tidak biasanya Naruto-san seperti ini" ucap Tsubaki sambil meminum minumannya.

"Jika Naruto bolos hari ini, dia harus memiliki alasan yang kuat" ucap Sona sambil membenarkan kacamatanya.

"Tapi tidak mungkin jika Naruto-san bolos, Kaichou. Dia termasuk salah satu siswa yang rajin dan berprestasi. Kau masih ingat kan hasil ujian masuk Naruto-san ke Kuoh Academy yang bisa dikatakan sempurna karena itulah dia bisa mendapatkan beasiswa dari sekolah ini" ucap Tsubaki. Mereka jadi teringat awal mereka mengenal Naruto yaitu ketika ujian masuk dan ujian tes untuk beasiswa untuk kelas 3. Sona merupakan salah satu tim penilai ujian dan ketika memeriksa jawaban peserta hanya Naruto yang mendapatkan nilai sempurna 100. Tidak hanya pintar, Naruto juga suka membantu Sona dan anggota Osis dengan berkas-berkas. Dia juga murah senyum dan ramah terhadap guru dan para juniornya. Itulah yang membuat Naruto menjadi idola di sekolah selain Yuuto Kiba sang pangeran Kuoh.

"Aku akan suruh salah satu anggota Osis yang akan melihat keadaan Naruto" ucap Sona.

"Ada baiknya jika aku saja yang melihat keadaan Naruto-kun setelah sepulang sekolah" ujar Akeno.

"Kau tidak bisa pergi Akeno, kau tidak ingat hari ini kita ada pertandingan dengan kelompok Sona mengenai siapa yang akan mencari anggota familiar untuk anggota baru kita" Rias berucap sambil menikmati teh nya.

"Tapi Rias mungkin sebaiknya ki-" ucapan Akeno terpotong karena Rias yang menatap kearahnya dan dia hanya bisa menghela nafas.

"Baiklah Rias-Buchou" Akeno membalas ucapan Rias dengan nada sarkastik. Sona dan Tsubaki yang lagi-lagi melihat kelakuan Rias terhadap Naruto hanya bisa menghela nafas dan berujar.

"Jangan khawatir Akeno, aku akan menugaskan Momo untuk mengecek Naruto di kediamannya" ucap Sona dan diangguki Tsubaki.

"Terimakasih Kaichou atas bantuannya" ucap Akeno.

"Sepertinya pelajaran kedua akan dimulai, Sebaiknya kita kembali ke kelas" ucap Sona sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kelas disusul yang lainnya.

Time Skip

Setelah semua pelajaran selesai dan akhirnya tiba waktunya pulang, semua orang ada yang kembali ke rumah masing-masing atau nongkrong bareng di sebuah cafe sekedar melepas penat setelah melalui hari ini. Termasuk Rias dan Sona beserta anggota peerege mereka yang berkumpul di Gym untuk bertanding memperebutkan siapa yang duluan mencari familiar untuk anggota keluarga baru mereka.

Dengan Momo

"Apa benar ini alamat rumahnya ?" ucap Momo yang melihat tempat tinggal Naruto yang berada di daerah perbukitan. Ketika Momo masuk ke dalam rumah atau bisa dikatakan sebuah pondok yang terdapat sebuah tikar berlapis kain dan sebuah tempat baju dari bambu. Tidak ada tv atau barang-barang yang biasa dia lihat di rumah-rumah lainnya, tempat tinggal Naruto sangat sederhana.

"Sepertinya tidak ada orang disini"

"Apa aku pergi dan laporkan ini ke Kaichou ?" lalu Momo pergi meninggalkan tempat melalui lingkaran sihirnya tapi tanpa dia sadari ada sesosok mahkluk yang datang dengan tujuan sama yaitu mencari keberadaan Naruto.

Di Underworld

Tampak Zekram Bael salah satu tetua yang dihormati di dunia bawah yang sedang duduk membaca sebuah buku dan dengan setia asistennya Sebastian menemani dibelakangnya. Perhatian mereka teralihkan ketika sebuah lingkaran sihir yang menampilkan sesosok gagak yang menatapnya lalu gagak itu bertengger di pundaknya dan tampak seperti berbisik. Setelah selesai dia langsung menyuruh familiar-nya untuk mencari dimana Naruto berada saat ini.

"Sepertinya kemaren malam Naruto diserang oleh malaikat jatuh dan sekarat tapi familiarku mengatakan ada seseorang dengan lingkaran sihir warna merah yang membawa Naruto pergi sebelum dia membawa Naruto padaku tapi dia tidak mengenali lingkaran sihir milik siapa" ucap Zekram lalu tampak berpikir.

"Apa mungkin Rias-sama yang membantu Naruto-sama ?" tanya Sebastian.

"Tidak mungkin" ucapnya tegas.

"Apa itu utusan dari Lucifer-sama, mungkin saja Grayfia" Sebastian terus berspekulasi. Zekram terus berpikir tampak dari raut wajahnya.

'Siapa yang membawa Naruto itu ?'

'Apakah golongan maou lama mengetahui bahwa dia adalah hasil projek mereka ?'

'Apa aku langsung mengeceknya ke dunia manusia ?'

'Semoga kau berada ditangan yang tepat Naruto' Zekram hanya duduk tegak sambil memikirkan semua hal yang dapat terjadi ke Naruto.

Di Hutan Familiar

"Sepertinya hanya Asia-chan yang mendapatkan familiar hari ini" ucap Akeno yang telah berpakaian lengkap setelah insiden slime beberapa saat yang lalu sementara Issei yang sangat menginginkan slime tersebut terus pundung disebelah Asia.

"Itu karena Issei-senpai menginginkan familiar yang sama sepertinya yaitu mesum"ucapan Koneko sungguh tajam dan sarkastik sehingga semakin membuat Issei menangis histeris dan pundung lebih dalam.

"Ara ara Issei-kun, familiar itu tidak hanya digunakan untuk hal yang demikian" ucap Akeno.

"Tapi Akeno-san aku dan dia sudah sehati" yang lain hanya bisa mendesah kikuk mendengar jawaban Issei.

"Baiklah semuanya saatnya kita kembali" ucap Rias yang telah menyiapkan lingkaran teleportasinya dan semua berjalan menuju lingkaran tersebut dengan Koneko yang menarik kerah baju Issei yang masih meratapi nasib calon familiarnya dan mereka meninggalkan hutan familiar.

Sementara itu Momo yang telah kembali ke ruang Osis segera melaporkan apa yang didapatkannya.

"Terimakasih Momo. Kau bisa kembali ke kerjaanmu" Momo hanya mengangguk lalu meninggalkan ruangan.

"Sepertinya kita harus memeriksa sendiri Kaichou" saran Tsubaki.

"Kau benar Tsubaki. Aku akan memberi tahu terlebih dahulu lalu kita akan pergi malam ini" Tsubaki hanya menganggukan kepala tapi dia dapat melihat Sona yang sedang memikirkan apa yang didapatkan Momo ketika melihat keadaan Naruto.

Di ORC beberapa jam kemudian

"Baiklah semuanya kerja bagus untuk hari ini. Kalian bisa pergi, jika ada yang mendapatkan panggilan lakukan dengan sebaik mungkin dan jangan membuat nama Gremory buruk" ucap Rias.

"Baik Buchou" ucap mereka minus Akeno.

"Sepertinya berjalan lancar Rias" Sona datang bersama Tsubaki memasuki gedung ORC.

"Seperti yang kau lihat Sona" lalu Rias meceritakan semuanya pada Sona sementara Sona yang mendengar hanya diam dan segera berucap.

"Aku sudah mendapatkan laporan dari Momo mengenai Naruto yang tidak masuk hari ini" ucapan Sona mengalihkan atensi mereka yang ada disana terutama Akeno yang segera berucap.

"Apa yang dikatakan anggotamu Kaichou ?"

"Apakah Naruto-kun baik-baik saja ?"

"Apakah ada sesuatu yang terjadi ?" Akeno terus membondong Sona dengan pertanyaan seputar Naruto karena sedari tadi pikirannya tertuju ke sosok pirang yang tak hadir di kelas mereka tadi.

"Aku takut informasi ini tidak begitu bagus"

"Aku bertanya padamu Rias. Apakah kau tidak membelikan tempat tinggal yang layak untuk anggota keluargamu karena Momo mengatakan padaku kalau Naruto tinggal di sebuah gubuk di daerah dekat hutan ?"

Ketika Rias yang ingin menjawab pertanyaan Sona seperti ada yang menghambat tenggorakan nya.

"Apakah kau pernah melihat atau sesekali memantau seluruh anggotamu"

"Owh maafkan aku kalau aku menyinggungmu tapi hanya Naruto-lah yang kau perhatikan" Sona hanya berucap sambil menyisipkan sindiran-sindiran untuk Rias. Dia tak ingin melakukan semua ini tapi Rias harus segera merubah cara pandangnya. Naruto tidak-lah salah disini dia hanya korban berkat keegoisan para Maou Lucifer saat ini, itulah yang terpikirkan dalam otaknya.

"Aku dan Tsubaki ingin melihat Naruto dan memastikan sendiri keadaan nya" tanpa menunggu jawaban Rias, mereka pergi meninggalkan ruangan ORC.

"Buchou apakah kita tidak melihat keadaan Naruto-senpai ?" tanya Issei.

"Aku ada urusan Issei" lalu Rias menghilang dalam lingkaran sihirnya. Mereka hanya bisa pasrah. Mereka tidak tahu harus bagaimana lagi merubah sifat pemimpin mereka itu. Lalu Akeno memutuskan untuk mengikuti Sona dan Tsubaki melihat keadaan Naruto dan sisa nya mengikuti jejak Akeno.

Dimana Rias berada saat ini

Rias Pov

Rias saat ini berada di dunia bawah lebih tepatnya di perpustkaan di rumanya membaca buku sejarah klan besar di Dunia Bawah dan perhatianku tertuju dengan keluarga Targaryen yang sudah punah. Saat kedatanganku para pelayan sedikit kaget dengan kedatanganku karena aku datang tidak bersama anggota peerge-ku yang lain seperti yang biasa aku lakukan dan mungkin saja tak lama dari itu berita kedatanganku menyebar dan disinilah mereka orang tua-ku, kakak-ku dan Grayfia mendatangiku di perpustakaan.

Rias Pov End

"Senang kau bisa berkunjung Rias" ucap Lucius Gremory selaku kepala klan Gremory.

"Aku sedikit merindukan tempat ini Tou-sama" ucap Rias.

"Aku senang kau berkunjung kesini Rias-chan. Apa kau merindukan oniichan-mu ini ?" ucap Sirzech yang mencoba mencairkan suasana tegang antara Rias dan Venelana.

"Apa kau tidak memeluk Rias-chan, Okaasan ?" tambahnya. Venelana yang disebut hanya bisa diam tanpa bergerak sedikit pun dari posisi-nya.

"Ayo Venelana peluklah anak gadis kita" Lucius memeluk bahu sang istri. Sementara Venelana diam tak bergerak dan mereka melihatku yang berjalan kearahnya. Mereka sempat takut akan ada ribut besar lagi antara Rias dan ibunya seperti yang pernah terjadi dulu ketika aku menelantarkan, mengabaikan dan menyalahkan semuanya pada Naruto karena para tetua yang menghina keluarga Gremory. Mereka sempat menasehatinya tapi ketika Rias ingin melemparkan PoD ke Naruto tanpa pikir panjang Venelana menamparnya. Sejak itu Venelana mendiamkan Rias ketika dia berkunjung.

Mereka melihat Rias yang mencium kedua pipi ibunya dan memeluknya erat seolah mengatakan kalau dia merindukan ibunya. Venelana sebenarnya juga ingin membalas pelukan putri tercinta-nya tapi dia masih merasa sangat kecewa dengan apa yang ingin dilakukan Rias waktu itu. Pelukan itu berlangsung satu menit setelah Rias melepas pelukan dan kembali ke tempat duduknya. Mereka juga menyusul duduk dikursi yang kosong termasuk Venelana.

"Buku apa yang kau baca Rias-chan ? " tanya Sirzech.

"Sejarah klan besar di Dunia Bawah" ujar Rias.

"Kau tertarik dengan sejarah klan Targaryen tapi sayang sekali klan itu sudah punah sejak Rhaegar dan adiknya meninggal ketika perang besar terjadi" Rias hanya diam mendengar ucapan ayahnya. Suasana di perpustakaan sangat canggung dan terasa kaku, biasanya jika sedang berkumpul mereka akan saling berbincang mengenai kegiatan mereka tapi kali ini sangat berbeda.

"Grayfia bisakah kau bawakan kami teh dan beberapa cemilan ?" ucap Sirzech dan diangguki oleh Grayfia tapi ketika dia ingin menyiapkan pesanan, Ajuka datang dengan langkah cepat dan sambil membawa peralatan semacam tablet ditangan nya.

"Sirzech kita harus segera ke dunia atas. Aku tidak lagi merasakan keberadaan Naruto" ucapannya lantas membuat semua orang berdiri.

"Apa maksudmu Ajuka ?"

"Kenapa bisa begitu ?" tanya Sirzech dengan nada panik dan keras lalu merebut paksa tablet yang melihat grafik tekanan sihir yang dimiliki Naruto dan telihat oleh mereka bahwa apa yang dikatakan Ajuka benar.

"Pokoknya kita harus segera mengecek ke dunia atas" Ajuka telah siap untuk berangkat.

"Kami ikut Sirzech" ucap Lucius dan Venelana hanya mengangguki.

"Kau juga harus ikut Rias walau bagaimana pun dia adalah anggota keluargamu" Rias hanya bisa diam dan mengangguk menandakan kalau dia setuju. Dalam hati dia juga merasakan kekhawatiran pada Naruto. Lalu mereka meninggalkan perpustakaan menuju dunia atas atau lebih tepatnya ke tempat Naruto tinggal.

Di suatu tempat

Tampak dalam sebuah ruangan yang berlatar putih Naruto yang terbangun dari tidurnya dan melihat sekeliling.

'Aku dimana ini'

'Kenapa tidak ada bekas tusukan tombak cahaya disini'

'Apakah ada orang yang menyelamatkanku' batin nya lalu mencoba bangkit perlahan karena masih merasakan sakit dibagian perutnya. Dia perlahan berjalan untuk mencari seseorang tapi tampaknya hanya dia sendiri di ruangan ini.

"Apakah ada orang disini ?"

"Tampaknya kau sudah bangun ne blonde-kun" Naruto langsung membalikan badan nya dan dia melihat seorang wanita berambut merah dengan pakaian khas penyihir duduk dikursi para raja sambil memegang sebuah tombak ditangan kanannya.

"Siapa kau ?" tanya Naruto menatap tajam kearah wanita tersebut.

"Namaku Irene Belserion tapi aku lebih dikenal sebagai Keputusasaan Scarlet atau kau bisa menyebutnya Ratu Naga"

"Senang akhirnya aku bisa bertemu denganmu blonde-kun atau bisa kusebut Aegon Targaryen Son of Mother of Dragon" ucapnya sambil tersenyum kearah Naruto yang dapat membuat semua lelaki berlutut padanya tapi tidak dengan Naruto yang mematung karena dia merasakan aura sihir yang dikeluarkannya begitu besar.

'Apakah aku bisa selamat dari wanita ini'

To Be Continue

Kembali lagi dengan cerita House of Dragon, semoga suka dengan chapter ini dan terimakasih sudah tetap setia menunggu cerita ini. Cerita ini MultiCrossover( Naruto x Highschool DxD x Game of Thrones x Fairy Tail x... ) mungkin akan bertambah seiring kebutuhan cerita. Ini menjawab Pm yang masuk yang tanya pairing Naruto siapa sih, baiklah pairing utama Naruto yaitu Rias dan tolong para reader menghormati keputusan yang telah dibuat jangan seenaknya memberikan saran seperti "janganlah rias thor kan dia udah nyakitin Naruto dsb". Jika saran yang diberikan sepaham dengan apa yang telah dipikirkan maka akan direalisasikan, jika tidak mohon bisa menghormati pilihan author.

Arigatou Gozaimasu