Disclaimer

Multi Crossover Fanfic

Naruto by Masashi Kishimoto

Highschool DxD by Ichiei Ishibumi

Game of Thrones by David Benioff and D.B Weiss
(Based on A Song Ice and Fire by George R.R Martin)

Friendship, Hurt Comfort, Family, Fantasy and Romance

Rating M

Bahasa tidak baku, miss tanda baca, Multi Crossover, setengah AU ,typo, gaje dan kawan2 nya

Anime Lovers Indonesia

Mempersembahkan

House of Dragon

Don't Like Don't Read

Happy Reading

Sebelumnya di House of Dragon

"Kenapa aku bisa disini ?"

"Apa yang kau mau dariku ?" lalu Naruto langsung tersadar lalu mengeluarkan pedangnya dari dimensi penyimpanan dan masuk mode menyerang.

"Ara apa seperti itu cara berterimakasih pada orang yang telah menyelamatkanmu dari ambang kematian"ucapnya lalu berdiri dari singgasana nya.

"Aku sangat berterimakasih karena telah menyelamatkanku dan keluarkan aku dari tempat ini" Naruto melihat reaksi dari wanita tersebut lalu dia bisa kekehan darinya.

"Apakah ada orang disini ?"

"Tampaknya kau sudah bangun ne blonde-kun" Naruto langsung membalikan badan nya dan dia melihat seorang wanita berambut merah dengan pakaian khas penyihir duduk dikursi para raja sambil memegang sebuah tombak ditangan kanannya.

"Siapa kau ?" tanya Naruto menatap tajam kearah wanita tersebut.

"Namaku Irene Belserion tapi aku lebih dikenal sebagai Keputusasaan Scarlet atau kau bisa menyebutnya Ratu Naga"

"Senang akhirnya aku bisa bertemu denganmu blonde-kun atau bisa kusebut Aegon Targaryen Son of Mother of Dragon" ucapnya sambil tersenyum kearah Naruto yang dapat membuat semua lelaki berlutut padanya tapi tidak dengan Naruto yang mematung karena dia merasakan aura sihir yang dikeluarkannya begitu besar.

'Apakah aku bisa selamat dari wanita ini'

Chapter 4

"Apa kau sangat takut padaku, tenang saja aku tidak akan memakan iblis kecil sepertimu" Naruto langsung melihat kebelakang dan melihatnya berada di belakang Naruto dan wajah mereka sangatlah dekat. Naruto yang menyadari situasi langsung memberi jarak dan Irene dapat melihat semburat merah di kedua pipi tan Naruto.

"Mengapa kau mengatakan bahwa aku anak dari Mother of Dragon dan menyebutku dengan Aegon Targaryen, hal yang sama dikatakan malaikat jatuh itu sebelum dia mati ?"

"Apa kau tahu tentang orang tuaku siapa ?"

"Buka bajumu" ucap Irene.

Irene yang melihat Naruto masih diam tak bergerak lalu Irene menjentikan jarinya dan langsung saja baju Naruto terlepas.

"Apa yang kau lakukan!" ucap Naruto yang memelototi Irene dengan tatapannya.

"Aku akan kutunjukan padamu siapa kau sebenarnya" setelah Naruto melihat Irene menyentuh dadanya tiba-tiba saja merasakan sakit yang membuatnya langsung memegang erat dadanya.

"Apa yang kau lakukan padaku ?" tanyanya terengah-engah.

"Aku hanya ingin menunjukan apa yang ingin kau tahu" lalu Naruto mulai diselimuti cahaya perak, merah, hitam dan tak lupa banyaknya lingkaran sihir yang mengelilinginya.

'Sepertinya ada sesuatu yang terjadi padanya'

'Banyaknya tekanan sihir milik orang lain termasuk para Old Maou itu dan para Yondai Maou saat ini. Rupanya mereka menyadari bahwa dia anak mereka' Irene masih melihat kearah Naruto yang masih meringkuk sambil memegang dadanya.

Naruto POV

'Kenapa dengan tubuhku'

'Sakit sekali rasanya seperti terkena benda-benda suci' lalu tiba-tiba sebuah memori ingatan masuk kedalam kepalaku dan terngiang kembali apa yang pernah dilakukan mereka semua padaku dulu. Cambukan, suntikan, memasukan sesuatu dan berbagai bentuk penyiksaan yang pernah kualami, semuanya dapat kuingat dengan jelas.

Naruto POV End

Saking menyakitkannya apa yang dialami Naruto saat ini, Irene dapat mendengar Naruto yang berteriak tapi lebih tampak seperti naga yang mengaum menggelegar keseluruh ruangan. Irene yang melihat itu lalu melafalkan mantra sihir lalu mengarahkan tangan nya kearah Naruto dan sebuah lingkaran sihir besar berlambang naga menyelimutinya dan mencoba menghapus banyaknya lingkaran sihir yang seakan mencoba memblokir sihir yang masuk tapi semua itu sudah hilang.

'Sepertinya lingkaran sihir hitam itu mencegah dia untuk mengeluarkan sihirnya dan menutup akses memorinya dan sihir hitam itu sepertinya aku kenal' batinnya lalu melihat Naruto yang berhenti meringkuk kesakitan lalu dia mengangkat tangannya.

"Sekarang apa kau merasakan perbedaan dari yang tadi dengan sekarang ?" tanya Irene.

"Aku bisa merasakan banyaknya aliran sihir yang mengalir dalam tubuhku" ucap Naruto sambil melihat keadaan tubuhnya dalam posisi duduk lalu perlahan tegak pada posisinya.

"Itulah kekuatanmu yang sebenarnya" ucapnya.

Cough Cough Cough Cough

Naruto mulai terbatuk sambil memegangi dadanya yang berasa sesak dan langsung saja Naruto jatuh dengan tangan menyangga badannya lalu terdengar lagi suara batuk diikuti dengan darah yang keluar dari mulutnya.

'Tubuhnya belum bisa menerima semua ini' lalu Irene mendekat ke Naruto lalu meletakan tangannya ke kepala Naruto. Sebuah lingkaran sihir muncul diatas kepalanya.

"Apa yang kau lakukan padaku ?"

"Masih banyak yang harus kutanya padamu" Naruto mencoba bertahan tapi dia merasakan rasa kantuk yang kuat lalu terjatuh dalam posisi tengkurap.

"Sebaiknya aku tidak membuka semua segel yang mengekangnya, apalagi jika para Yondai Maou dan para fraksi Old Maou itu merasakan aliran sihirnya yang besar saat ini" lalu Irene mengarahkan tangannya sekali lagi kearah Naruto dan sebuah lingkaran sihir bergambar kepala naga berada di atas Naruto.

"Akan ada masanya kau tahu semuanya Naruto-kun atau Aegon-kun" Irene berjongkok sambil melihat kearah wajah Naruto yang tertidur.

"Tapi aku janji akan selalu melindungimu sesuai janjiku pada ibumu" lanjutnya.

"Sepertinya kau kedatangan banyak tamu" Irene yang merasakan aura dari luar, mengangkat Naruto dan meletakannya di pundaknya lalu menghilang dalam lingkaran sihirnya.

Sementara di dekat tempat tinggal Naruto

Zekram Bael yang pertama kali tiba bersama sang ajudannya Sebastian dan dia melihat sebuah lingkaran sihir yang mengangkut Sirzech, Grayfia, Ajuka, Venelana dan Rias. Mereka saling bertatapan sejenak sebelum Sirzech pertama kali berucap.

"Sepertinya bukan cuman kita saja yang merasakannya Ajuka" ucap Sirzech.

"Apa anda merasakan apa yang kami rasakan juga Zekram-sama" ucap Grayfia. Sementara yang diajak bicara hanya diam dan menelusuri tempat yang bisa dikatakan tempat tinggal itu.

"Apa kita tidak salah tempat Sebastian ?" tanyanya ke sang ajudan.

"Sepertinya tidak Zekram-sama, disinilah tempat tinggal Naruto-sama" ucap Sebastian.

"Apa aku tidak salah lihat dan dengar semua yang dikatakan para seluruh fraksi bahwa keluarga Gremory menyayangi anggota bidaknya seperti keluarga sendiri"

"Tapi kau lihat sendiri kan Sebastian, bagaimana tempat tinggal salah satu keluarga Gremory karena setahuku bidak pertamanya Akeno Himejima diberi tempat tinggal berupa kuil lamanya, Koneko Toujo diberikan sebuah apartemen tak jauh dari sekolah, Yuuto Kiba sama juga diberikan sebuah apartemen"

"Kau pasti salah satu bidak baru dari Rias Gremory, Hyoudo Issei sang Sekiryuutei" ucapnya.

"Ya tuan, saya Hyoudo Issei Pawn dari Rias Gremory" ucap Issei seolah melihat tatapan Issei kearahnya lalu Asia juga memperkenalkan dirinya.

"Aku Asia Argento Bishop dari Rias Gremory. Kalau boleh tahu, anda siapa pak ?" tanya Asia.

"Maaf sebelumnya aku tidak memperkenalkan diriku dengan baik"

"Aku Zekram Bael kepala keluarga dari keluarga Bael dan salah satu tetua di dunia bawah" ucapnya. Asia dan Issei yang mendengar siapa pria yang ada di depannya langsung sedikit menundukan kepalanya.

"Maaf atas kelancangan kami pak" ucap Asia yang mewakili mereka berdua.

"Angkat kepala kalian berdua nak" ucap Zekram lalu Asia dan Issei mengangkat kepalanya.

"Sepertinya kita kedatangan tamu Sirzech, Ajuka" ucap Zekram lagi lalu Grayfia dan Sebastian membuat pelindung disekitar mereka.

"Ara seperti biasa anda selalu cekatan dan sensitif Zekram Bael-sama" mereka melihat adanya robekan dimensi di salah satu pohon tak jauh mereka semua. Mereka melihat sosok berjubah bertudung membawa Naruto yang pingsan dalam pegangannya. Ketika sosok itu bergerak mendekat sebuah es menyelimuti kakinya.

"Ara ara kecemasan dan ketanggapan yang masih sangat terlatih, benarkan Grayfia" ucap sosok itu.

"Siapa kau sebenarnya ?" tanya Sirzech dan melihat Grayfia yang masih diam menatap sosok itu.

"Anggap saja sebagai teman lama yang kembali tapi belum tahu apakah aku bagian dari hitam, putih, emas, merah atau abu-abu"

"Andai saja aku tidak kebetulan lewat mungkin anak ini akan mati dengan cara mengenaskan dan rajanya tidak mengetahui itu. aku tidak ingin hal yang sama menimpa anak ini"para iblis muda kaget tiba-tiba es yang mengekang kaki tiba-tiba mencair dan membuat uap panas. Sosok tersebut terus berjalan menuju mereka dan meletakan Naruto yang pingsan di tengah-tengah. Mereka dapat melihat tangan sosok itu mengelus kepala Naruto dengan sayang.

"Kalau begitu aku akan pergi, aku serahkan sisanya pada kalian" ketika sosok itu ingin berjalan menjauh sebuah suara datang dari Sona.

"Apa kau salah satu dari pillar di dunia bawah ?"

"Apa kau yang dimaksud Naruto, seorang kakek tua yang memberikan buku ini padanya sebegai ucapan terimakasih karena telah menolongnya"

"Apakah kau sudah mengawasi Naruto selama ini ?"

"Apa kau itu musuh atau teman untuk bangsa kami ?" tanya Sona dengan bertubi-tubi.

"Aku bukanlah salah satu pillar di dunia bawah, aku tidak tahu apa maksudmu dengan kakek tua yang memberikan buku, aku hanya sedikit kagum dengan apa yang dilakukan anak ini untuk bisa diakui dan disejajarkan dengan para bidak lainnya. Seperti yang kalian tahu anak ini tidak memiliki aliran sihir dalam tubuhnya seperti yang dialami oleh Sairaorg Bael saat ini dan kau lihatkan sekarang dia menjadi iblis muda terkuat untuk saat ini, karena aku yakin anak ini memiliki potensi yang sama yang dimiliki oleh Sairaorg. Apa aku teman ata lawan itu tergantung dengan "Little Boy" karena aku sendiri tidak begitu tertarik dengan masalah kalian saat ini. Apa itu jawaban yang memuaskan pewaris klan Sitri ?" Irene menjawab semua pertanyaan Sona tapi tampak raut wajah penuh pertanyaan dari muka Sona.

"Dari wajahmu tampak kau memiliki banyak pertanyaan yang ada di benakmu ojousan" ucap Irene.

"Siapa yang kau maksud dnegan "Little Boy" ini ?" tanya Sona.

"Akan ada saatnya semua para iblis muda ini akan tahu semuanya. Untuk saat ini nikmati kedamaian semu yang ada" ucapnya.

"Apa ini ancaman secara tidak langsung ?" tanya Zekram bersedekap dada.

"Tidak ini adalah jalan hidup dan takdir. Semua makhluk memiliki takdir dan jalan hidup yang harus dilalui termasuk bangsa iblis sendiri" ucapnya.

"Tapi aku bisa meyakinkan kalian saat ini bahwa aku bukan ancaman kalian saat ini. Baiklah kalau begitu aku permisi dulu dan untukmu Rias Gremory pewaris dari klan Gremory aku punya saran untukmu jika boleh"

"Kesempatan tidak akan datang dua kali dalam hidup maka jangan sampai salah mengambil keputusan yang akan membuatmu menyesal di kemudian hari karena tidak akan ada cara bahkan tuhan sekalipun yang bisa membalikkan semuanya" Rias mendengar itu tertegun dan melihat kearah Naruto yang pingsan dan tanpa disadari oleh mereka semua Irene menampilkan seringainya. Tanpa pamit dia menghilang dalam robekan dimensi.

"Sepertinya kita banyak memiliki pembicaraan" ucap Sirzech.

"Kami akan menyiapkan tempatnya di gedung Osis atau di ORC" ucap Sona dan diangguki Akeno.

"Jika kalian tidak keberatan, kita akan membicarakan semuanya di gedung ORC saja" lalu Sona, Akeno dkk menghilang dalam lingkaran sihir menyiapkan tempat.

"Rias kau akan ikut dengan kami"

"Anda juga diundang Zekram-sama" yang bersangkutan hanya bisa menggangguk lalu mereka pergi menggunakan lingkaran sihir dengan sebastian yang membawa Naruto yang masih pingsan. Sementara para iblis sedang berdiskusi di gedung ORC, Irene yang saat ini berada di sebuah tempat dan berdiri di sebuah makam lalu dia meletakan sebuah bunga berwarna biru lalu memejamkan mata, tampak mulutnya bergerak seperti sedang berdo'a untuk nama yang tertera di makam.

"Sepertinya bukan aku saja yang kangen dengan sosokmu Dany" ucap Irene tanpa melihat seseorang yang keluar dari robekan dimensi. Tampak sesosok pria (bayangkan aja Nakamura Azami dari anime Shokugeki no Soma tapi dengan warna rambut merah dan mata yang berwarna biru).

"Sepertinya kau tidak memiliki banyak perubahan Irene Belserion sang Ratu Naga. masih dengan pakaian yang begitu mencolok" ucap pria itu.

"Gaya pakaianmu juga tampak berbeda terlihat lebih bangsawan" ucap Irene lalu dia bisa melihat sosok pria itu mendekat dan meletakan sebuah mawar putih di makam tersebut dan menutup matanya.

"Ternyata para fraksi Old Maou menjadikan anakmu sebagai bahan uji coba" Irene tiba-tiba berucap.

"Aku sudah tahu, kebetulan mereka menggunakan kekuatan Ophis dan memasukannya kedalam tubuh anakku" ucapnya.

"Pantas saja, ketika aku membuka segel yang didada nya ada sebuah energi yang sangat kukenal selain milik para Old Maou, kau dan milik sang ratu" ucapnya.

"Sepertinya Ophis tertarik dengan anakmu"tambahnya.

"Entahlah tapi satu hal yang harus kau tahu, aku tidak akan membiarkan semua fraksi menyentuh anakku" ucapnya lalu berjalan menjauh.

"Kalau boleh tahu apa langkahmu selanjutnya" ucap Irene menatap punggung sosok itu.

"Aku akan tetap mengawasinya dari bayangan" ucapnya.

"Apakah kau akan tetap membiarkan anakmu diperlakukan seperti itu oleh Putri Crimson" tanya Irene. Sosok itu diam sejenak lalu berujar.

"Itu semua keputusannya dimasa depan. Aku tidak akan turut campur dalam hubungan asmaranya dan aku tahu dia sangat mencintai Putri Crimson itu" lalu dia membuka sebuah dimensi.

"Senang bisa berbincang denganmu lagi Great Red sang dewa naga" sosok itu hanya membalikan mukanya lalu memberikan seringainya.

"Aku juga senang bertemu lagi dengan salah satu ratu naga yang terkenal Irene Belserion. Mungkin belum terlambat mengucapkannya tapi terimakasih atas semua yang kau lakukan pada Dany dan anakku" lalu dia memasukan robekan tersebut tanpa mendengar jawaban sang lawan bicara.

"Itu tidak seberapa dengan apa yang pernah dilakukannya padaku waktu itu" Irene melihat kearah langit malam yang gelap gulita dan semilir angin menerpa wajah cantiknya.

'Semua yang kulakukan hanya untuknya' dia tetap dalam posisinya sambil menikmati malam ini sambil menutup matanya.

Sementara itu di sebuah tempat yang berisikan meja bundar dan beberapa kursi yang diduduki oleh beberapa orang yang hadir.

"Sepertinya Irene Belserion sudah mulai bergerak"

"Apa tindakanmu selanjutnya Ophis ?" sosok berambut perak berujar.

"Apa kita akan mulai bergerak ?" tanya sosok pria berambut pirang.

"Aku tidak sabar memulai rencana kita nyaa"

"Dan melihat kembali Shirone" ucap sosok wanita berkimono hitam sambil memangku kepalanya dengan tangan kanannya.

"Kuroka yang akan memulai rencana kita untuk My Little Dragon" ucap sosok wanita bertubuh mini dengan raut wajah datar.

"Baiklah Ophis nyaa aku akan bersiap dengan rencana kita" lalu sosok wanita berkimono hitam menghilang dalam lingkaran sihir miliknya. Lalu kedua sosok lainnya meninggalkan sosok wanita bertubuh mini itu sendirian.

'Sebentar lagi kau akan menjadi milikku My Little Dragon' batinnya lalu melihat kearah sebuah bola kaca yang menampilkan suasana gedung ORC saat ini.

To Be Continue

Arigatou Gozaimasu