Disclaimer
Multi Crossover Fanfic
Naruto by Masashi Kishimoto
Highschool DxD by Ichiei Ishibumi
Game of Thrones by David Benioff and D.B Weiss
(Based on A Song Ice and Fire by George R.R Martin)
Friendship, Hurt Comfort, Family, Fantasy and Romance
Rating M
Bahasa tidak baku, miss tanda baca, Multi Crossover, setengah AU ,typo, gaje dan kawan2 nya
Anime Lovers Indonesia
Mempersembahkan
House of Dragon
Don't Like Don't Read
Happy Reading
Sebelumnya di House of Dragon
"Sepertinya Irene Belserion sudah mulai bergerak"
"Apa tindakanmu selanjutnya Ophis ?" sosok berambut perak berujar.
"Apa kita akan mulai bergerak ?" tanya sosok pria berambut pirang.
"Aku tidak sabar memulai rencana kita nyaa"
"Dan melihat kembali Shirone" ucap sosok wanita berkimono hitam sambil memangku kepalanya dengan tangan kanannya.
"Kuroka yang akan memulai rencana kita untuk My Little Dragon" ucap sosok wanita bertubuh mini dengan raut wajah datar.
"Baiklah Ophis nyaa aku akan bersiap dengan rencana kita" lalu sosok wanita berkimono hitam menghilang dalam lingkaran sihir miliknya. Lalu kedua sosok lainnya meninggalkan sosok wanita bertubuh mini itu sendirian.
'Sebentar lagi kau akan menjadi milikku My Little Dragon' batinnya lalu melihat kearah sebuah bola kaca yang menampilkan suasana gedung ORC saat ini.
Chapter 5
Di Gedung ORC
"Siapa yang mau memulai semua ini" ucap Zekram sambil bersedekap dada. Mereka diam sesaat lalu Sona berdiri dari duduknya.
"Mungkin dimulai dari saya saja dulu Lucifer-sama, Zekram-sama" ucapnya.
"Pasti anda semua mendengar apa yang aku tanyakan pada sosok misterius tersebut. Apakah dia sosok yang memberikan buku yang hanya dimiliki oleh kepala keluarga Iblis di dunia bawah, Lucifer-sama dan para tetua ini" dia menyodorkan sebuah buku usang kearah mereka.
"Aku telah menanyakan pada Naruto darimana dia mendapatkan buku ini dan dia mengatakan bahwa dia diberi oleh seorang kakek tua yang telah dia tolong di kedai tempat dia bekerja. Ketika Naruto ingin bertanya lagi kepadanya, kakek itu sudah pergi. Aku awalnya sempat ingin menyelidikinya dengan bantuan Leviathan-sama tapi kesibukan sebagai anggota Ketua Osis dan pengawas kota Kuoh membuatku belum mendapatkan informasi apapun" ucap Sona. Lalu dia melihat ekspresi mereka semuanya lalu bergegas duduk lagi.
"Sepertinya kalian harus meningkatkan keamanan lagi di dunia bawah, Sirzech" ucap Zekram.
'Padahal itu semua aku yang melakukan' batinnya sambil melihat ke para pemimpin dunia bawah.
"Falbium akan mengurusi ini, tentunya kami akan membantu mengungkap siapa dalang dibalik semua ini. Sekarang masalah utamanya" Sirzech mengalihkan pandangannya ke sang adik lalu menghela nafas.
"Apakah kalian semua setuju jika aku mengunset evil piece Naruto-kun dari kelompok Rias" ucapan sang Maou membuat semua orang kaget lalu menatapnya dengan tanda tanya termasuk sang adik Rias.
"Kenapa?"
"Bukannya kau senang jika aku melakukannya, itu yang sangat ingin kau minta dariku" uca Sirzech.
"Tapi Maou-sama apakah mengunset evil piece akan membuat yang menggunakannya mati ?" tanya Sona.
"Itu jika kalau raja dari evil piece yang melakukan pengunset-an, kalau yang menciptakannya tidak" lalu sirzech menatap Ajuka yang berada disebelahnya dan menganggukan kepala seolah memberi izin.
"Ada 2 hal yang dapat mengeluarkan bidak evil piece dari pengguna, yang pertama jika dia mati atau mengambilnya dari pengguna. Aku sudah mendengar semua hal tentang Uzumaki Naruto ini dari Sirzech dan ini juga salahku karena menempatkannya di kebangsawananmu Rias Gremory yang malah membuatnya mendapatkan hinaan itu" Rias yang disebut hanya bisa menundukan kepala sembari menggengam erat ujung rok-nya.
"Aku menyayangkan sikap para tetua itu tapi apa mau dikata, yang sudah terjadi maka terjadilah dan sekarang tatap masa depan. Makanya aku disini menawarkan bantuanku padamu untuk mengunset evil Piece Uzumaki Naruto dari kebangsawananmu"
"Jadi apa pilihanmu Rias Gremory" ucap Ajuka lalu menatap kearah Rias yang masih dalam pikirannya. Semua yang ada disana termasuk orang tua, kakak dan kebangsawanannya berharap Rias tidak menginginkannya dan mencoba menerima Naruto dan melatih aliran sihirnya tetapi tidak dengan pemimpin keluarga Bael dan pemimpin dewan dunia bawah, Zekram Bael. Dia menginginkan bahwa Naruto keluar dari kebangsawanan Rias dan akan dibawah pengawasannya dengan mengganti evil piece yang dimilikinya saat ini dengan punya nya. Semua orang masih menunggu jawaban dari Rias dan setelah 10 menit berlalu Rias menegakan kepalanya dan langsung menatap kearah kebangsawanan, orang tua dan kakaknya. Dia melihat tatapan seolah-olah yang mengatakan "Jangan lakukan itu" lalu mengarahkan tatapannya ke Ajuka.
"Aku senang menerima bantuan itu Ajuka-sama" Orang tua terutama Venelana menatap rias dengan tatapan marah dan kecewa lalu menundukan kepalanya sementara Lucius menatap sang istri yang kecewa dengan keputusan sang anak hanya bisa menguatkan dengan memegang tangannya berharap Venelana tidak melakukan hal nekat. Tak jauh berbeda dengan orang sekitar, anggota kebangsawanan Rias hanya bisa kecewa dan menundukan kepala mereka termasuk Asia yang merupakan anggota baru.
"Aku harap kau tidak menyesali keputusan ini Buchou" Issei yang mendengar semua ini segera berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat dengan menutup pintu dengan kencang. Asia yang melihat itu lalu menyusul Issei diikuti Kiba dan Koneko.
"Sepertinya tidak ada lagi hal penting disini" ucap Venelana berdri lalu meninggalkan tempat dengan lingkaran sihir tanpa melihat kearah sang anak dan suaminya. Rias dapat melihat tatapan kecewa sang ibu padanya tapi mau bagaiamana lagi, ini untuk kebaikan keluarga gremory. Dia penerus selanjutnya dari keluarga Gremory dan dia tidak akan membiar tetua busuk itu menghina keluarganya lagi.
"Sepertinya kita juga harus pergi" ucap Zekram Bael lalu menatap kearah asistennya.
"Aku kecewa dengan hasil akhirnya tapi aku juga senang dia bisa terbebas darimu. Segera kirim laporannya Sirzech, Ajuka" tanpa menunggu jawaban dari dua Maou, Zekram pergi bersama asistennya itu meninggalkan mereka yang tersisa.
"Onii-sama dan Otou-sama pulang dulu Rias, aku menghargai keputusan apapun yang kau buat" Sirzech mengelus puncak kepala Rias lalu menatap Ajuka.
"Baiklah kami permisi dulu semuanya" Ajuka lalu membawa Naruto ke dunia bawah untuk melakukan pengunset-an dan pergi bersama Sirzech, Grayfia dan Lucius kembali ke dunia bawah. Sona yang masih terpaku hanya bisa diam tanpa berkata, Akeno dan Tsubaki yang menjawab ucapan Ajuka dengan anggukan kepala lalu mereka melihat para Maou pergi dengan lingkaran sihirnya.
"Kaichou..."
"Sona Kaichou" ucapan Tsubaki membuyarkan lamunan nya.
"Kita juga pergi Tsubaki, ada hal penting yang harus kita urus" Sona sebentar menatap kearah Rias yang sedari tadi menundukan kepalanya. Dia hanya bisa menghela nafas dan menyayangkan sikap teman masa kecilnya itu tapi apa yang bisa dia perbuat. Sona menatap Akeno seolah pamit dan Akeno hanya mengganggukan kepala seolah mengerti apa maksud Sona. Sekarang hanya tinggal Rias dan Akeno diruangan ini.
"Akeno..."
"Apa yang aku lakukan ini salah"
"Disatu sisi inilah yang aku inginkan tapi disatu sisi lagi aku tidak mau melakukannya"
"Aku bisa meminta Grayfia-neesama untuk membantu Naruto mengeluarkan sihirnya, aku bisa meminta bantuan bishop nii-sama untuk melatih Naruto tapi semua perkataan tetua itu-"Akeno mendengar suara tangis Rias dan mendekatinya, memeluknya erat. Tangisan Rias semakin kencang dan dia memeluk sang sahabat sekaligus queen-nya itu.
'Maafkan aku Naruto'batinnya hanya bisa menangisi semua ini.
Di Markas Khaos Brigade
"Seperti yang kita duga" ucap Vali yang bersandar di dinding.
"Benar nyaa" Kuroka ikut menimpali.
"Kau akan memulai rencana ini 3 hari lagi, lakukan sesuai apa yang sudah kita bahas tadi. Vali bawa Arthur, Bikou dan Le Fay ke reruntuhan Targaryen di dunia bawah, ada hal yang perlu kalian ambil dan bawa itu padaku tanpa ketahuan karena reruntuhan itu dibawah perlindungan para Yondai Maou dan juga ada sebuah lingkaran sihir yang mengurungnya. Adiknya akan cocok dengan pekerjaan ini" Ophis lalu menyerahkan sebuah kertas ke Vali.
"Akhirnya ada pekerjaan juga untuk kita" ucap Bikou.
"Apa yang ingin kau ambil ini Ophis?" tanya Vali.
"Semuanya sudah jelas dalam kertas itu" lalu Ophis berdiri dari duduknya dan meninggalkan tempat dengan lingkaran sihir miliknya.
"Kita segera bersiap Arthur, Bikou" ucap Vali.
"Aku juga harus bersiap nyaa" ucap Kuroka dan mereka semua meninggalkan ruangan.
Di suatu tempat
"Seperti yang diduga" ucap sosok wanita berpakaian penyihir sambil menatap kearah bola kaca. Dia adalah Irene Belserion, sang ratu naga.
'Tapi aku sedikit kecewa dengan keputusan Crimson Ruin Princess itu, dia seperti meninggalkan harta karun dunia' batinnya. Irene masih memantau keadaan di gedung ORC tempat pertemuan tadi sembari memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya karena dia merasakan bahwa pemimpin dewan penasihat di dunia bawah Zekram Bael mengetahui identitas sebenarnya dari Uzumaki Naruto dan tugasnya adalah untuk menjaga anak dari orang yang dia sayang.
"Apa tujuanmu Irene" Irene melihat kearah belakang dan ternyata Ophis yang berjalan kearahnya.
"Ahhh Ophis lama tidak jumpa, terakhir kali kita bertemu kau dalam sosok kakek tua tapi sekarang kau dalam wujud ini" ucap Irene lalu menatap kembali ke bola kacanya.
"Terakhir kali kita bertemu adalah ketika si devil gila melakukan pemberontakan dengan dibantu para pengikut Old Maou dan berakhir dengan meninggalnya ibu naga. Lalu kau menghilang entah kemana dan berakhir disini" ucap Ophis.
"Aku sedikit berkelana, melihat sisi lain dunia ini setelah perang besar dan pemberontakan itu" balas Irene.
"Dan kau belum menjawab pertanyaanku" ucap Ophis.
"Kau yang harusnya menjawab pertanyaanmu sendiri, apa yang kau inginkan darinya" Irene kini kembali menatap kearah Ophis. Jika ada orang lain disana maka dia dapat merasakan tekanan yang dikeluarkan oleh dua orang tersebut.
"Aku hanya melakukan yang harusnya aku lakukan" ucap Ophis.
"Dengan mencoba menarik Naruto kedalam kelompokmu untuk membantumu mengalahkan ayahnya sendiri yang merebut tempat berenangmu. Itu konyol" balas Irene.
"Aku hanya butuh kesunyian dan ketenangan dan baka red itu mengambilnya dariku. Alasan lainnya adalah kau belum melihat apa yang kulihat, jika kau melihat apa yang kulihat maka kau akan berpikiran sama dengan apa yang kupikirkan" ucap Ophis.
"Dan aku berterimakasih atas apa yang kau lakukan karena telah membebaskan aliran sihirnya" tambahnya.
"Apa kau yang memberikan buku itu padanya" tanya Irene.
"Yang harus kau tahu, bukan hanya kita yang ingin melindunginya. Aku akan melakukan itu dengan caraku dan kau akan melakukannya dengan caramu. Jika kau mau kau bisa bergabung denganku, pintu organisasiku selalu terbuka untukmu ratu naga" ucap Ophis.
"Maaf saja tapi aku ingin bebas saja" balas Irene yang telah berdiri dan membersihkan dirinya.
"Kalau begitu selamat tinggal Irene Belserion" lalu Ophis menghilang dalam lingkaran sihirnya.
"Senang bisa bertemu lagi dengan Ophis Ouroboros Dragon" ucap Irene yang juga pergi meninggalkan tempat.
To Be Continue
Arigatou Gozaimasu
