Disclaimer

Multi Crossover Fanfic

Naruto by Masashi Kishimoto

Highschool DxD by Ichiei Ishibumi

Game of Thrones by David Benioff and D.B Weiss
(Based on A Song Ice and Fire by George R.R Martin)

Friendship, Hurt Comfort, Family, Fantasy and Romance

Rating M

Bahasa tidak baku, miss tanda baca, Multi Crossover, setengah AU ,typo, gaje dan kawan2 nya

Anime Lovers Indonesia

Mempersembahkan

House of Dragon

Don't Like Don't Read

Happy Reading

Sebelumnya di House of Dragon

"Jadi apa pilihanmu Rias Gremory" ucap Ajuka lalu menatap kearah Rias yang masih dalam pikirannya.

"Aku harap kau tidak menyesali keputusan ini Buchou" Issei yang mendengar semua ini segera berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat dengan menutup pintu dengan kencang. Asia yang melihat itu lalu menyusul Issei diikuti Kiba dan Koneko.

"Kau akan memulai rencana ini 3 hari lagi, lakukan sesuai apa yang sudah kita bahas tadi. Vali bawa Arthur, Bikou dan Le Fay ke reruntuhan Targaryen di dunia bawah, ada hal yang perlu kalian ambil dan bawa itu padaku tanpa ketahuan karena reruntuhan itu dibawah perlindungan para Yondai Maou dan juga ada sebuah lingkaran sihir yang mengurungnya. Adiknya akan cocok dengan pekerjaan ini" Ophis lalu menyerahkan sebuah kertas ke Vali.

"Yang harus kau tahu, bukan hanya kita yang ingin melindunginya. Aku akan melakukan itu dengan caraku dan kau akan melakukannya dengan caramu. Jika kau mau kau bisa bergabung denganku, pintu organisasiku selalu terbuka untukmu ratu naga" ucap Ophis.

"Maaf saja tapi aku ingin bebas saja" balas Irene yang telah berdiri dan membersihkan dirinya.

"Kalau begitu selamat tinggal Irene Belserion" lalu Ophis menghilang dalam lingkaran sihirnya.

"Senang bisa bertemu lagi dengan Ophis Ouroboros Dragon" ucap Irene yang juga pergi meninggalkan tempat.

Chapter 6

"Selamat Pagi Issei-kun, Asia" ucap Kiba yang menyapa temannya itu.

"Selamat pagi Kiba-san" Asia yang menjawab sapaannya sementara yang diajak bicara hanya diam sambil terus melangkahkan kakinya kearah sekolah yang sudah tampak.

"Apa ada yang menganggumu Issei-kun ?" tanya Kiba.

"Tidak ada apa-apa, sebaiknya kita segera pergi" lalu mereka melihat Issei yang berjalan cepat menuju gerbang dan kelasnya.

"Sepertinya Issei-senpai masih marah atas kejadian kemaren" ucap Koneko dari belakang mereka sambil memakan sebatang coklat.

"Entahlah Koneko-chan, semua ada pro dan kontranya" ucap Kiba.

"Tapi yang penting kita harus mendukung keputusan Rias buchou" ucap Asia. Mereka bertiga lalu sampai di sekolah dan memasuki kelas masing-masing untuk memulai pelajaran pertama. Di perjalanan menuju kelas mereka, mereka berpapasan dengan Sona dan Tsubaki yang sedang berpatroli sebelum bel berbunyi. Mereka hanya menganggukan kepala seolah menyapa mereka berdua dan dibalas anggukan oleh mereka berdua.

Time Skip

Di Kantin

"Pelajaran Trigonometri tadi susah" Issei berkeluh kesah karena dia kesusahan dalam mata pelajaran tersebut.

"Yang perlu kau lakukan hanya memperdalamnya Issei-kun" ucap Kiba.

"Benar yang dikatakan Kiba-san, Issei-san. Ayo kita berjuang bersama" ucap Asia yang memberi dukungan ke Issei.

"Terimakasih Asia, kau memang yang terbaik" ucap Issei yang kembali bersemangat.

"Dasar Issei-senpai" ucap Koneko sambil memakan makanannya yaitu kue coklat.

"Jangan ragu untuk meminta bantuan dari para senpaimu ini Issei" Naruto yang baru datang bersama Akeno lalu duduk disebelah Issei dan Akeno yang duduk disebelah Koneko.

"Ara apa yang dikatakan Naruto-kun benar. Jangan sungkan untuk meminta bantuan denganku, atau pada Rias atau dengan Naruto-kun" ucap Akeno.

"Naruto-senpai" Issei menatap kearahnya diikuti Asia, Kiba dan Koneko. Naruto yang paham dengan tatapan para juniornya itu hanya bisa menghela nafas.

"Aku tidak marah minna, ini sudah jalan hidupku. Rias sudah melakukan hal yang benar dengan membela kehormatan keluarga Gremory dengan cara mengunset evil piece-ku. Mungkin aku tidak lagi bagian dari kalian tapi kita masih bisa berteman dan untukmu Issei, teruslah bertambah kuat dan lakukan tugasmu sebagai satu-satunya pawn dari Rias. Lindungi rajamu dari situasi apapun" ucap Naruto yang tersenyum kearah mereka. Mereka sendiri hanya menunduk karena masih terbesit rasa tidak terima ketika ketua mereka Rias memutuskan untuk mengunset evil piece Naruto dari kebansawanannya.

"Naruto-senpai sebenarnya seperti apa kejadian setelah kau dibawa oleh Maou-sama ?" tanya Koneko.

Flashback On

"Aku tidak menyangka akhirnya bakalan begini" ucap Sirzech menatap kearah tubuh Naruto.

"Ini semua salahku Sirzech, jika saja aku tidak meminta Rias memasukannya kedalam kebangsawanannya. Semua ini tidak akan terjadi" ucap Ajuka sambil menyerahkan sepotong bidak pawn kearah Sirzech.

"Apa kita harus menghapus ingatannya Sirzech-sama ?" tanya Grayfia.

"Kita tunggu sampai dia siuman dan langsung tanya saja pada orangnya" mereka menunggu sampai Naruto sadar. Setelah hampir 1 jam menunggu, mulai tampak pergerakan dari Naruto dan dia mulai tersadar.

"Apa yang kau rasakan Naruto-kun ?" tanya Sirzech.

"Lucifer-sama, Bellzebub-sama, Grayfia-sama" ketika Naruto hendak bangkit, dia merasakan lemas pada tubuhnya, untung Grayfia segera menahannya.

"Jangan banyak bergerak dulu Naruto-kun, kau masih masa pemulihan" ucap Ajuka.

"Apa yang kau rasakan saat ini ?" tanyanya.

"Kepalaku pusing dan badanku sakit" ucap Naruto.

"Begitu" Ajuka berucap sambil menatap kearah tabletnya dan melihat data tentang Naruto.

"Ini hal yang normal ketika evil piece diambil. Cukup istirahat saja dan besok kau sudah kembali sehat" ucap Ajuka. Naruto yang mendengar ucapan Ajuka hanya menundukkan kepala dan mengepalkan kedua tangannya.

"Aku atas nama Rias dan tetua di dunia bawah minta maaf jika mereka menyakiti perasaanmu" ucap Sirzech.

"Anda tak perlu meminta maaf Lucifer-sama. Aku pantas menerimanya, aku hanya bisa menyusahkan Rias dan membuat keluarga anda malu. Saya yang harusnya minta maaf" ucap Naruto.

"Aku juga sudah menyediakan tempat tinggal yang layak untukmu Naruto-kun , letaknya tak jauh dari sekolah dan ak-"sebelum ucapan Sirzech selesai Naruto segera memotongnya.

"Anda sangat baik Lucifer-sama tapi aku harus menolak hadiah darimu dan aku juga sudah betah dengan tempat tinggalku sekarang. Jadi maaf, aku tidak bisa menerimanya tapi jika boleh meminta, aku mohon jangan menghapus ingatanku. Aku senang mengenal kalian semua, aku akhirnya mendapatkan teman dan keluarga yang kuinginkan dari dulu. Aku tidak mempunyai siapapun di dunia ini. Aku janji akan menutup mata dan mulutku tentang dunia kalian" ucap Naruto.

"Bagaimana menurutmu Sirzech ?" tanya Ajuka. Tampak Sirzech sedang berpikir keras, memikirkan apa yang akan terjadi padanya kalau ingatanya tidak dihapus.

"Aku terima permintaanmu Naruto-kun, anggap saja ini sebagai hadiah dan permohonan maaf dariku" ucapnya.

"Terimakasih banyak Lucifer-sama, Beelzebub-sama, Grayfia-sama" ucap Naruto yang membungkukan kepalanya.

"Tak perlu berterima kasih Naruto-kun" ucap Sirzech.

"Minum ini jika besok kau tidak merasakan baikan dengan badanmu" ucap Ajuka yang menyerahkan sebuah botol kecil berisi cairan bening.

"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita mengantarkan Naruto-kun pulang" lalu Grayfia menyiapkan lingkaran sihirnya dan memindahkan mereka ke tempat Naruto.

Flashback Off

"Begitulah ceritanya" ucap Naruto.

"Kalian jangan sedih dan tetap semangat untuk bertambah kuat untuk melindungi raja kalian" tambahnya.

"Aku berjanji padamu senpai, aku akan melindungi mereka semua dan akan menjadi kuat kedepannya"ucapnya.

"Aku percaya padamu Issei" ucap Naruto.

Cough cough cough cough

"Kau tidak apa-apa Naruto-kun" ucap Akeno yang khawatir.

"Tidak apa-apa, mungkin tenggorakanku hanya gatal. Sebaiknya aku ke Uks, siapa tahu mereka ada obat pereda gatal tenggorakan" ucap Naruto lalu bangkit menuju Uks sebelum kelas dimulai. Mereka hanya menatap punggung Naruo yang mulai menjauh meninggalkan kantin. Diperjalanan Naruto menuju Uks, dia berpapasan dengan Rias dan Sona. Naruto hanya melewati mereka tanpa menyapa karena tenggorakannya mulai sakit dan dadanya yang sesak. Lantas saja Nauto memegangi dadanya, Sona dan Rias melihat itu semua.

"Apa yang terjadi padanya ?" ucap Sona dan Rias hanya diam tapi dalam hatinya ada rasa khawatir tentang kondisi mantan pawn nya itu.

'Apa yang sebenarnya terjadi setelah kejadian kemaren' batin Sona dan Rias.

Di Uks

"Apa sebaiknya kamu istrihat disini saja Naruto-san ?" ucap perawat.

"Tak usah, ini hanya gatal biasa. Minum obat saja sudah sembuh" lalu Naruto mengambil sodoran obat dari perawat itu dan meminumnya.

"Terimakasih atas obatnya Minamoto-san, aku permisi ke kelas dulu" ucap Naruto.

"Jangan memaksakan dirimu Naruto-san, jika tak sanggup silahkan istrihat di Uks saja" balasnya dan dibalas anggukan oleh Naruto.

Selama pelajaran kedua, Naruto sama sekali tidak dapat fokus dengan apa yang diterangkan guru didepan. Kepala yang pusing, tangan yang gemetar dan keringat yang tak hentinya keluar membuat pandangannya mulai kabur tapi dia memaksakan dirinya untuk melanjutkan pelajaran hingga selesai.

'Sepertinya ini apa yang dikatakan oleh Beelzebub-sama' batinnya. Sembari melihat keadaan sekitar terutama kearah guru, dia mengeluarkan botol kecil yang diberikan Ajuka kemaren padanya lalu meminumnya dengan cepat.

'Sepertinya mulai membaik'batinnya. Dia juga mengelap tangan dan mukanya yang berkeringat dengan sebuah sapu tangan dan kembali fokus ke pelajarannya tapi tanpa dia sadari ada tiga pasang mata yang memperhatikannya dari tadi.

Disuatu tempat di Dunia Bawah, tampak 4 sosok yang memasuki sebuah daerah dengan tudung yang menutupi kepala yang berjalan mendekat kearah sebuah istana yang sudah tua.

"Jadi ini tempatnya. Lumayan usang" ucap salah satu mereka yang memegang tongkat.

"Bangunannya bukanlah menjadi target kita tapi isi didalamnya" ucap sosok yang telah melepaskan tudung mereka yang ternyata orang itu adalah Vali dan teamnya.

"Emang apa isinya Vali-sama, kenapa tidak bersama Kuroka-sama saja . Dia juga ahli dalam hal ini" ucap salah satu sosok yang juga membuka tudungnya. Ternyata seorang gadis berambut pirang yang memegang sebuah tongkat.

"Kuroka-san sedang ada pekerjaan tersendiri dari Ophis-sama. Makanya kau diajak kemari Le Fay" ucap Arthur.

"Dan aku akan mensupportmu" tambahnya.

'Baiklah Niisama, aku paham" ucapnya.

"Tapi Vali, penjaga disana sangat banyak" ucap Bikou.

"Apa kau takut mereka akan menghalangi kita ?" tanyanya.

"Tentu saja tidak. Mereka tidak sebanding dengan kita" ucap Bikou.

"Ayo kita bergerak" lalu mereka bergerak seperti bayangan memasuki istana tersebut.

(nb: bayangkan istana kayak kastil di Dragonstrone di GoT series)

Kembali ke Kuoh Academy

Setelah pelajaran berakhir, semua murid mulai mengemasi buku mereka dan bersiap pulang. Ada juga yang melanjutkan ekskul mereka atau melanjutkan pekerjaan mereka seperti Sona dan Tsubaki yang mulai bergegas ke ruangan Osis atau Rias dan Akeno yang menuju gedung ORC untuk memulai pertemuan rutin mereka. Naruto yang tidak punya urusan lagi dengan mereka segera pulang dan bersiap untuk kerja seperti biasanya. Seperti biasa pula ketika pulang dia akan melewati taman dengan sebuah bangku dan beberapa taman kecil yang ada disana. Menyempatkan diri untuk mampir dan memikirkan apa yang telah terjadi selama ini di hidupnya. Terus merenung dan menyemangati diri sendiri, itulah yang kini dia lakukan sekarang dan melihat banyak murid Kuoh yang melewati taman dan memberi sapaan padanya karena Naruto termasuk murid yang terkenal dengan kebaikan, keramahan hatinya.

"Kurasa bukan hanya aku yang sedang memikirkan hal yang membuat pusing kepala" Naruto melihat kearah belakang dan melihat sesosok pria dewasa dengan rambut hitam dan berponi pirang yang mengambil duduk disebelahnya.

"Tidak perlu pusing, yang kau butuhkan saat ini hanya istirahat ataupun jika punya waktu kosong kau bisa memancing ikan disungai yang berada tak jauh dari sini" ucapnya.

"Maaf saja rambut aneh, aku tidak punya waktu kosong sepertimu dan sepertinya tawaranmu cukup mengasikan. Aku sudah lama tidak memancing setelah aku dapat pekerjaan" ucap Naruto.

"Mungkin sedikit bolos kerja tidak akan membuatmu miskin anak muda" ucapnya.

"Maaf saja aku bukan tipe orang seperti itu tapi perkataanmu ada benarnya juga" ucap Naruto.

"Baiklah aku tunggu kau di sungai tak jauh dari sini" ucapnya lalu pergi meninggalkan tempat.

"Orang aneh tapi aku mencium bau yang aneh padanya" Naruto mencium bau daerah sekitar dan ini berbeda dengan bau yang diciumnya tadi.

"Mungkin hanya perasaanku saja" lalu dia beranjak pulang menuju rumah dan bersiap menuju sungai yang dimaksud.

Di Gedung ORC

"Hari ini hanya Kiba, Issei dan Asia yang mempunyai panggilan selebihnya bisa pulang dan beristirahat" ucap Rias.

"Baik Bucho" ucap mereka berdua sedangkan Issei segera berangkat tanpa melihat kearah Rias.

"Sepertinya Issei masih marah soal kejadian kemaren" ucapnya sambil mengurut keningnya dan memegang bidak pawn yang dikirimkan Grayfia padanya pagi tadi.

"Apa ada yang dikatakan Grayfia-sama selain mengantarkan bidak ini Rias ?" tanya Akeno.

"Oneesama tidak mengatakan apapun. Ada apa Akeno ?" tanya Rias.

"Tidak ada, hanya bertanya saja" balasnya.

"Sekarang apa yang akan kau lakukan Rias, sebentar lagi dia akan datang kesini" Rias tahu siapa yang dimaksud Akeno.

"Aku sangat berharap dengan Issei karena dia memiliki salah satu Longiunus, mungkin aku bisa meminta salah satu bidak Oniisama untuk melatihnya dan membantuku terbebas dari dia" ucap Rias.

"Tapi melihat sikapnya begitu, apa aku telah salah bertindak" ucap Rias.

"Menurutku anda salah Buchou. Mungkin Issei senpai kecewa dengan keputusanmu tapi dia akan tetap menjadi kuat, terus berlatih dan berusaha sekuat tenaga menepati janjinya" ucap Koneko.

"Menjadi raja harem ?" tanya Rias.

"Janji yang dibuat antara dia dengan Naruto-senpai. Dia akan bertambah kuat dan melindungi rajanya dan menjadi pawn terkuat. Kalau begitu aku permisi dulu Rias-buchou, Akeno-senpai" lalu dia beranjak dari duduknya sambil memakan lolipop kesukaannya. Rias yang mendengar ucapan tersebut semakin dibuat bersalah dan mengurutkan keningnya. Masalah terus berdatangan.

"Semua sudah terjadi Rias dan Naruto tidak marah padamu. Dia mengatakan kau telah melakukan hal yang benar dengan membela kehormatan keluarga Gremory" ucap Akeno sambil menuangkan teh untuk sahabatnya. Setidaknya bisa sedikit membuatnya rileks.

"Sepertinya aku melakukan hal yang salah Akeno. Aku membuat ibuku marah dengan apa yang kulakukan ini. Bahkan ketika aku menghubunginya, dia tidak menyahuti panggilanku. Mungkin Otousama dan Oniisama tidak mengatakan apapun tapi aku melihat raut wajah mereka juga kecewa dengan keputusan yang aku ambil. Aku bodoh Akeno" ucap Rias sambil memeluk dirinya sendiri dan terdengar isakan pelan darinya.

"Kau melakukan semua ini untuk melindungi kehormatan keluargamu dari hinaan tetua sialan itu. jika ada yang harus disalahkan adalah tetua itu, pikiran mereka terlalu kolot dan mementingkan kekuatan sihir diatas segalanya. Kau lihat saja Sairaorg-sama, dia tidak mempunyai aliran sihir tapi sekarang dia menjadi iblis muda terkuat di dunia bawah. Dia berlatih keras membentuk kekuatannya sendiri. Jika saja tetua membantu bukannya mencela, pasti kita bisa mendapatkan salah satu pawn terkuat di kubu kita" ucap Akeno yang memeluk Rias mencoba menenangkannya.

"Kami disini bersamamu Rias, kami mendukungmu. Beri waktu pada Venelana-sama. Mungkin dia memang kecewa tapi dia tidak akan bisa marah dengan putri kecilnya" tambahnya dengan sedikit mengejek Rias dengan panggilan "putri kecil" karena Rias adalah putri kecilnya sang nyonya Gremory dan dia tahu bagaimana Venelana sangat menyayangi putrinya itu.

"Aku beruntung memilikimu dan yang lainnya sebagai keluargaku" ucap Rias dengan terisak.

"Justru kami yang beruntung memilikimu sebagai raja kami, kau memberikan kami kesempatan hidup lagi Rias" ucap Akeno. Lalu Akeno tetap pada posisi itu sembari menenangkan sahabatnya itu.

Dengan Naruto di Sungai

"Hahaha kau payah dalam hal ini orang aneh" ucap Naruto yang berjalan menuju daratan setelah berenang dari tengah sungai.

"Gara-gara kau, ikannya lari semua baka pirang" ucap sosok itu kesal.

"Aku sudah memancing ketengah ya, kau saja yang kurang beruntung" ucap Naruto yang telah duduk disebelah sosok itu. sambil mengeluarkan keranjang berisi ikan yang telah berhasil dia tangkap.

"Lumayan juga" ucap Naruto.

"Kau mau satu atau beberapa"tambahnya.

"Jangan menghinaku, aku akan mendapatkan yang lebih banyak dari ini" ucapnya.

"Semoga saja alam berpihak padamu" ucap Naruto lalu memakai bajunya lalu memandang kearah sungai.

"Owh ya, aku belum mengetahui namamu" ucap Naruto.

"Jika kau ingin mengetahui nama seseorang, perkenalkanlah dulu dirimu itu siapa" ucap sosok itu.

"Namaku Uzumaki Naruto. Aku kelas XII di Kuoh Academy dan aku bekerja part time di kedai Ichiraku" ucap Naruto.

"Kau bisa memanggilku Azazel, aku pekerja kantoran yang menganggur. Hobiku memancing" ucap Azazel.

"Kau Azazel Gubernur Malaikat Jatuh" ucapan Naruto membuat Azazel terdiam lalu sediit tertawa.

"Untuk orang yang mampu menyaingi pewaris Sitri, kau boleh juga" ucap Azazel.

"Kau mampu menebak siapa aku hanya dalam dua kali pertemuan kita" tambahnya.

"Sebelum kau pergi dari taman tadi, aku samar-samar mencium aroma yang beda darimu. Bau malaikat jatuh yang pernah kulawan dulu" ucap Naruto.

"Ahhhh jadi kau yang membunuh Rudolf"

"Pantas saja dia hilang beberapa hari ini, dia salah satu sejenis Raynare, Mittelt, Kalawarne yang membangkang dengan perintahku" ucap Azazel.

"Mereka telah musnah ditangan Crimson Ruin princess, Rias Gremory" ucap Naruto.

"Ahhh jadi kau yang dibicarakan seluruh fraksi" ucap Azazel yang menatap Naruto.

"Kenapa Sirzech tidak menghapus ingatanmu ?" tanyanya.

"Aku yang memintanya" balas Naruto.

"Jika aku jadi kau, aku akan meminta dia menghapus semua ingatan pedih itu dan memulai kehidupan baru yang damai tanpa hinaan" ucapan Azazel membuat Naruto terdiam kaku dan tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya.

"Sebaiknya kau meminta dihapus ingatanmu karena kau memasuki dunia yang rumit" Azazel berdiri dari duduknya sambil membersihkan pakaiannya dari rumput.

"Semoga hidupmu damai sejahtera Uzumaki Naruto" lalu Azazel menjauh dari sungai dan meninggalkan Naruto seorang diri.

"Yang dia katakan ada benarnya. Kenapa aku harus mempertahankan ingatan ini. Aku bisa membuat ingatan ini lagi tapi aku akhirnya mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini, sebuah keluarga" ucapnya. Sekarang Naruto hanya duduk termenung memikirkan nasibnya saat ini.

Dengan Team Vali

"Hehhh tidak menyenangkan" ucap Bikou yang menendang salah satu penjaga yang diperintah oleh Yondai Maou untuk menjaga istana ini.

"Mereka tidak sepadan dengan kita" ucap Vali yang duduk di kursi tahta. (bayangkan Iron Throne di King's Landing)

"Konon katanya kursi yang kau duduki itu adalah senjata para musuh yang dipadatkan dan ditempa langsung oleh api dari naganya leluhur Targaryen, Aegon Targaryen" ucap Bikou.

"Itu pelajaran sejarah Bikou" ucap Vali.

"Terkadang mempelajari sejarah kita ada baiknya" ucap Bikou

"Apa sudah Arthur ?" tanya Vali pada Arthur.

"Sebentar lagi selesai, lingkaran sihirnya cukup rumit. Apa kau bisa Le Fay ?" ucap Arthur.

"Apa perlu kita memanggil Kuroka ?" tanya Vali melihat temannya sedikit kesusahan.

"Sepertinya kita perlu memanggil Kuroka-sama" Vali yang mendengar itu langsung mengaktifkan lingkaran komunikasinya dan beberapa saat kemudian tampak sosok wanita yang keluar dari lingkaran sihir itu.

"Sepertinya kalian kerepotan nyaa" ucap Kuroka yang telah berjalan menuju tempat Arthur dan menggantikannya. Lalu muncul lingkaran sihir ungu dan aula tersebut diselimuti aura ungu.

Kretek krak drrt drak drak boommmmm

Terdengar suara setelah sebuah dentuman keras setelah lingkatan sihir yang menahan sebuah batu kristal itu menghilang dan mereka melihat sebuah kristal yang berisi cahaya berwarna perak berada didalamnya.

"Apa ini ?" tanya Vali.

"Ini disebut kristal Lacrima, biasanya kristal jenis ini digunakan untuk menyimpan atau menyegel sihir tapi kristal ini berisikan jiwa seseorang dan aku merasakan hal yang kuat berasal dari kristal ini" ucap Kuroka sambil menyentuh batu kristal itu tapi tak lama itu dia menjatuhkan kristal itu karena merasakan rasa panas yang membakar tangannya.

"Apa yang kau lakukan Kuroka, kau bisa merusaknya" Bikou mencoba mengambilnya tapi langsung menjatuhkannya lagi karena merasakan hal yang sama yang dirasakan Kuroka.

{Jika aku jadi kau, aku tidak akan menyentuhnya}

"Apa ini Albion ?" tanya Vali ke sacred gearnya itu.

{Ini yang disebut dengan api naga abadi, Blackfyre. Konon katanya api ini dapat memakan apapun yang menyentuhnya bahkan Tuhan(anime) itu sendiri. Untungnya tangan kalian hanya terbakar karena ada kristal itu yang melindungi kalian}

"Tapi kenapa warnanya perak sedangkan tadi kau mengatakan namanya Blackfyre" tanya Bikou.

{Panjang ceritanya, hanya orang yang memiliki darah naga dan kekuatan dari naga yang bisa memegangnya. Tapi intinya kau harus segera kembali karena kalian sudah menemukan apa yang kalian cari. Segerelah bergegas}

"Sebaiknya kita pergi" Vali memasukan kristal itu kedalam box yang dia bawa dan menyimpan di dimensi penyimpanannya. Kuroka menyiapkan lingkaran transportasi dan mereka pergi dari sana. Tapi tanpa mereka sadari salah satu penjaga tersadar dan melarikan diri untuk melaporkan kejadian ini.

Di Dunia Bawah

"Kau seharusnya menghapus ingatan anak itu Sirzech Lucifer" ucap salah satu tetua itu. mereka saat ini sedang rapat dengan para tetua membahas tentang Naruto dan tentunya suasana lagi panas dan menegangkan.

"Walaupun anda lebih tua dari kami tapi dia tetap pemimpin anda Razen-Dono. lebih sopanlah sedikit" ucap Grayfia.

"Kau diam pembantu sialan, kau tidak ada suara disini" ucap Razen.

"Yang Razen katakan benar. Kau hanya pembantu disini, walaupun kau ratu terkuat di dunia bawah tapi ingatlah asalmu dahulu. Kau merupakan bagian dari fraksi lama" ucap Luthor menimpali ucapan temannya. Mereka dikagetkan dengan sebuah bola kecil yang mereka kenal dengan Power of Destruction yang berjarak beberapa sentimeter dari wajah tetua itu.

"Bisakah kalian diam. Grayfia adalah istriku dan ratu terkuat di dunia bawah. Jika kau menghinannya berarti sama saja kau menghinaku" ucap Sirzech dengan sikap tenang tapi mereka dapat melihat tatapan mengerikan dari bola matanya.

"Kau tidak bisa berbuat seperti ini pada kami, kami lebih dulu dari pada kalian dan keputusan kami sudah bulat. Kami berharap kau menghilangkan anak itu dari muka bumi ini" lalu dua tetua itu pergi.

"Ucapan mereka berubah lagi. Mereka Akuma tua yang plin plan" ucap Serafall.

"Maafkan atas ucapan Serafall, Zekram-dono, Shuji-dono" ucap Ajuka. Yang menatap kearah salah Maou yang tak merasa bersalah dengan ucapannya.

"Yang dikatakan Maou Leviathan memang benar. Mungkin menjadi tua yang membuat mereka begitu. Kau setuju denganku kan Zekram" ucap Shuji.

"Tentunya begitu" ucapnya. Mereka dikagetkan dengan munculnya salah satu prajurit yang terjatuh di dekat mereka dengan kondisi berdarah.

"Apa yang terjadi ini. Grayfia segera sembuhkan dia" perintah Sirzech dan langsung saja Grayfia melakukan apa yang diperintahkan itu.

"Katakan apa yang kau lakukan disini prajurit" tanya Sirzech.

"Aku adalah satu satu prajurit yang dikirim oleh Maou Asmodeus untuk berjaga di kastil Targaryen dengan prajurit yang lainnya. Tapi beberapa saat yang lalu ada penyusup yang memasuki kastil tersebut dan membunuh kami semua" ucapnya.

"Kau tahu apa yang mereka incar" tanya Ajuka.

"Aku melihat mereka memasukan sebuah kristal ke dalam box kecil dan juga mereka menyebutkan kata Blackfyre" ucapnya.

"Itu tidak mungkin" ucap mereka semua karena mereka tahu apa itu Blackfyre. Bisa dikatakan itu senjata terkuat dunia bawah khususnya senjata dari House Targaryen.

"Aku juga mengenali salah satu dari mereka. Salah satu buronan kita, Kuroka. Dia ada disana bersama dengan para penyusup itu" ucapnya lagi.

"Berarti rumor yang mengatakan kalau dia bergabung dengan Khaos Brigade itu benar"

"Falbium tingkatkan keamanan di ibukota Lilith dan caritahu apa lagi yang tersimpan di dalam istana Targaryen" perintah Sirzech.

"Sesuai keinginanmu Sirzech" Falbium menjawab dengan tegas tanpa ekspresi mengantuk yang biasa dia tampakkan , sepertinya situasi benar-benar genting.

"Aku juga meminta pasukan kalian juga berjaga dan Grayfia berikan informasi ini ke Rias dan Sona. Siapa tahu ada yang mencurigakan di Kuoh saat in" ucapnya.

"Laksanakan Lucifer-sama" lalu dia meninggalkan ruang rapat dengan lingkaran sihirnya.

"Sekarang apa yang akan kau lakukan Sirzech" yang ditanya pun hanya diam tanpa bisa menjawab pertanyaannya.

'Masalah semakin rumit'batinnya.

To Be Continue

Terimakasih atas dukungan kalian dan tetap setia mengikuti cerita ini. Semoga kita terus bersama sampai ff ini tamat. Ini fanfic Harem dan Rias adalah pairing utamanya. Akeno juga akan menjadi bagian harem tersebut. Sebenarnya aku ingin menjadikan Naruto salah satu Peerage Sona tapi aku udah menyiapkan alur sendiri tapi terimakasih telah memberi saran atau pendapat. Jika ada pertanyaan atau saran kalian bisa komen di kotak komentar.

Arigatou Gozaimasu

Anime Lovers Indonesia's Out