Disclaimer

Multi Crossover Fanfic

Naruto by Masashi Kishimoto

Highschool DxD by Ichiei Ishibumi

Game of Thrones by David Benioff and D.B Weiss
(Based on A Song Ice and Fire by George R.R Martin)

Fairy Tail by Hiro Mashima

Friendship, Hurt Comfort, Family, Fantasy and Romance

Rating M

Bahasa tidak baku, miss tanda baca, Multi Crossover, setengah AU ,typo, gaje dan kawan2 nya

Anime Lovers Indonesia

Mempersembahkan

House of Dragon

Don't Like Don't Read

Happy Reading

Sebelumnya di House of Dragon

"Menurutku anda salah Buchou. Mungkin Issei senpai kecewa dengan keputusanmu tapi dia akan tetap menjadi kuat, terus berlatih dan berusaha sekuat tenaga menepati janjinya" ucap Koneko.

"Menjadi raja harem ?" tanya Rias.

"Janji yang dibuat antara dia dengan Naruto-senpai. Dia akan bertambah kuat dan melindungi rajanya dan menjadi pawn terkuat. Kalau begitu aku permisi dulu Rias-buchou, Akeno-senpai" lalu dia beranjak dari duduknya sambil memakan lolipop kesukaannya. Rias yang mendengar ucapan tersebut semakin dibuat bersalah dan mengurutkan keningnya. Masalah terus berdatangan.

"Kenapa Sirzech tidak menghapus ingatanmu ?" tanyanya.

"Aku yang memintanya" balas Naruto.

"Jika aku jadi kau, aku akan meminta dia menghapus semua ingatan pedih itu dan memulai kehidupan baru yang damai tanpa hinaan" ucapan Azazel membuat Naruto terdiam kaku dan tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya.

"Ini disebut kristal Lacrima, biasanya kristal jenis ini digunakan untuk menyimpan atau menyegel sihir tapi kristal ini berisikan jiwa seseorang dan aku merasakan hal yang kuat berasal dari kristal ini" ucap Kuroka sambil menyentuh batu kristal itu tapi tak lama itu dia menjatuhkan kristal itu karena merasakan rasa panas yang membakar tangannya.

"Apa yang kau lakukan Kuroka, kau bisa merusaknya" Bikou mencoba mengambilnya tapi langsung menjatuhkannya lagi karena merasakan hal yang sama yang dirasakan Kuroka.

{Jika aku jadi kau, aku tidak akan menyentuhnya}

"Apa ini Albion ?" tanya Vali ke sacred gearnya itu.

{Ini yang disebut dengan api naga abadi, Blackfyre. Konon katanya api ini dapat memakan apapun yang menyentuhnya bahkan Tuhan(anime) itu sendiri. Untungnya tangan kalian hanya terbakar karena ada kristal itu yang melindungi kalian}

"Tapi kenapa warnanya perak sedangkan tadi kau mengatakan namanya Blackfyre" tanya Bikou.

{Panjang ceritanya, hanya orang yang memiliki darah naga dan kekuatan dari naga yang bisa memegangnya. Tapi intinya kau harus segera kembali karena kalian sudah menemukan apa yang kalian cari. Segerelah bergegas}

"Sekarang apa yang akan kau lakukan Sirzech" yang ditanya pun hanya diam tanpa bisa menjawab pertanyaannya.

'Masalah semakin rumit'batinnya.

Chapter 7

Mindscape On

(Hello, apa ada orang disini ?)

(Hello apa ada orang disini ?) hanya kalimat itu yang diucapkannya, dia menyusurih ruangan yang hanya diterangi obor dipinggirannya. Kakinya terus melangkah dan tiba-tiba dia dapat melihat sesosok wanita cantik berambut platinum blonde yang sedang berbincang dengan wanita berambut merah dengan serius.

(Sepertinya aku kenal dengan wanita berambut merah itu)

.

.
.

(Bukannya dia wanita yang menolongku waktu itu tapi tampak lebih muda) terus visi itu berubah lagi, dia dapat melihat sosok wanita berambut platinum blonde itu sedang duduk di sebuah batu dekat sungai dan tampak perutnya yang membesar dan dia dapat melihat sesosok pria yang berjongkok depan perut wanita tersebut sambil mengelus perut wanita tersebut sambil tersenyum senang. Visi itu berubah lagi dan sekarang tampak wanita tersebut itu terbaring di ranjang seperti tampak habis melahirkan dan wanita berambut merah memegang sesosok bayi dan mendekatkan bayi itu ke wanita yang di ranjang. Naruto melihat wanita tersebut menangis sambil mendekatkan wajahnya ke wajah bayi tersebut tampak seperti menggumamkan kalimat karena Naruto melihat mulutnya bergerak lalu pintu kamar itu dobrak dan masuklah pria yang dilihatnya dengan kondisi pakaian yang sobek tampak seperti habis bertarung. Pria tersebut melihat kearah wanita yang ada dikasur dan Naruto dapat melihat pria itu mencium puncak kepala bayi dan wanita tersebut lalu visi itu berubah lagi.

Kini tampak sesosok anak kecil berambut platinum blonde yang sedang main bola di depan sebuah panti asuhan bersama yang anak lainnya. Raut wajah penuh keceriaan tampak dari wajah anak itu.

(Apa sebenarnya yang terjadi disini) lagi-lagi dia hanya bisa melihat karena naruto hanya bisa melihat mereka dan mereka tidak dapat melihat Naruto, tampak seperti sebuah ingatan yang ingin ditunjukan padanya lalu visi itu berubah lagi. Sekarang, dia dapat melihat anak kecil yeng sedang dikelilingi oleh para Akuma yang menancapkan jarum-jarum kedalam tubuh anak kecil tanpa perduli dengan teriakan kesakitan dari anak kecil tersebut. Dia juga melihat banyak tabung berisi cairan hijau yang berisikan sosok-sosok anak kecil. Teriakan itu terus mengencang dan tanpa sadar Naruto seperti merasakan apa yang dirasakan anak itu dan tiba-tiba Naruto sekarang sudah berada didepan jeruji besi raksasa.

(Apa lagi sekarang ?)

(Tampaknya kau berhasil masuk kedalam ingatan ini Aegon Targaryen putra Daenerys Targaryen)

(Siapa yang berbicara ?)

(Aku adalah kau dan kau adalah aku, kita adalah sama. Betapa menyedihkannya diriku, terkurung di dalam sini sedangkan kau dalam tubuh sosok lemah yang membuat dirimu menerima kebencian, hujatan dan penghinaan dari makhluk hina di dunia bawah. Aku akan mencabik mereka semua jika kurungan ini tidak menghalangiku. Maka dari itu kita harus bersatu)

(Aku Uzumaki Naruto bukan Aegon Targaryen, aku tidak kenal siapa Daenerys Targaryen. Aku manusia)

(Kau Aegon Targaryen putra Daenerys Targaryen sang Mother of Dragon, kau keponakan Rhaegar Targaryen sang pangeran naga dan cucu dari MadKing sang raja gila Targaryen)

(Sudah kukatakan aku Uzumaki Naruto bukan orang yang kau maksud. Aku tidak mempunyai orang tua, paman atau kakek)

(Kau akan mengetahui semuanya pada waktunya, itu salam perkenalan dari dirimu yang lain. Jika kau ingin berbicara denganku maka cukup meditasi dan kita akan terhubung. Selamat tinggal Aegon Targaryen) lalu tiba-tiba Naruto terbangun dengan hentakan kencang dan wajah yang berkeringat.

Mindscape Off

'Apa maksud mimpi itu ?' batin Naruto sambil menyeka keringat di dahinya.

'Apa benar semua yang dikatakannya'

'Tidak... aku Uzumaki Naruto bukan Aegon Targaryen' batinnya lagi lalu dia melihat ke jam weker yang tak jauh dari tempat tidurnya dan jam itu menunjukan pukul setengah enam pagi.

"Sebaiknya aku berolahraga sejenak" lalu Naruto bangkit sambil memakai bajunya dan melakukan rutinitas biasanya yaitu berolahraga tapi tanpa dia sadari pedang yang berada di dinding bambu miliknya bersinar berwarna putih keperakan, hitam dan merah pekat.

Time Skip

"Ayo kita mulai hari ini" Naruto telah bersiap dengan memakai seragam Kuoh Academy sambil menenteng sebuah tas panjang yang berisikan pedang atau katana yang diterima dari kakek tua yang pernah dia tolong. Dia berjalan meninggalkan rumah dan siap untuk memulai hari ini dan berjalan menuju Kuoh Academy walaupun hari masih tampak pagi bagi kebanyakan orang tapi tidak sedikit murid Kuoh Academy yang juga dia temui diperjalanan. Seorang sosok menarik perhatiannya, sesosok gadis berambut merah panjang dengan pakaian Kuoh menyandarkan diri di dekat gerbang seperti menunggu seseorang, Rias Gremory lah orang tersebut. Ketua dari klub penelitian ilmu gaib, salah satu Duo Great Oneesama dan orang yang dia cintai.

"Apa kau ada waktu sebentar ?" tanya Rias.

"Banyak waktu" lalu dia melihat Rias berjalan dan Naruto mengikutinya dari belakang.

"Apa yang ingin kau bicarakan Rias ?" tanya Naruto. Hening sejenak sebelum dia mendengar isakan pelan yang berasal dari Rias yang telah berhenti melangkah.

"Ak-ku mi-min-ta maaf atas semuanya sel-lama in-ini" ucap Rias dengan suara terisak pelan.

"Ak-ku menyakiti perasaanmu beberapa bulan ini, aku mengecewakan semuanya. Orang tuaku, kakakku, bahkan kebangsawananku sendiri. Aku memang bodoh. Aku minta maaf" Rias hanya berucap sambil menatap kearah bawah.

"Aku tahu semua yang kulakukan ini membuatmu sakit hati, aku paham jika kau marah. Aku terima kemarahanmu. Aku hanya tidak ingin mereka menghina keluargaku lebih dari ini bahkan ibuku membenciku atas apa yang kulakukan, aku mengecewakannya. Maafkan aku Naruto" Naruto melihat sekarang Rias jatuh terduduk sambil menutupi mukanya dan suara tangisan mulai terdengar.

"Kau melakukan demi kehormatan keluargamu, kau melindungi keluargamu dari hinaan itu. kau sudah melakukan hal yang tepat dengan mengeluarkanku" ucap Naruto yang telah membantu Rias berdiri dan menghapus air matanya. Rias terpana menatap mata biru samudra Naruto dan begitu sebaliknya. Mereka terpana satu sama lain, mungkin ini kedua kalinya mereka begitu dekat sejak Naruto pertama kali bertemu Rias beberapa bulan yang lalu atau beberapa bulan sebelum Naruto bergabung dengan kebangsawanan Rias. Tatapan mata itulah yang membuat Naruto pertama kali merasakan hal cinta dalam hidupnya. Rias dapat melihat birunya samudra melalui mata Naruto, mereka bisa dikatakan sangat dekat setelah berkenalan satu sama lain sejak Kuoh Academy resmi dibuka untuk umum, bahkan ada rumor kalau mereka sepasang kekasih tapi itu hanyalah rumor dan gosip sekolah, kebetulan pula mereka ditempatkan dikelas yang sama pada awal semester dan mereka sering berdiskusi mungkin lebih tepatnya hanya Sona yang berdiskusi dengannya. Sementara dia, Akeno dan Tsubaki hanya bisa memperhatikan ketika Naruto dan Sona sedang berargumen. Hal-hal kecil itu yang begitu dia rindukan. Sejak Naruto dihidupkan kembali menjadi kebangsawanannya, semuanya tampak berbeda.

Mereka terdiam sambil menatap satu sama lainnya, seolah waktu berhenti sejenak sebelum Naruto mengalihkan pandangannya kearah lain.

"Kau orang yang baik, kau raja yang baik. Kau sudah melakukan hal yang benar untuk melindungi kehormatan keluargamu. Tidak ada ada orang tua yang membenci anaknya walau separah apapun kesalahan yang diperbuat. Ibumu akan memaafkanmu dan aku juga sudah memafkanmu" ucap Naruto.

"Kenapa kau dengan mudahnya memaafkan atas semua yang sudah kuperbuat padamu. aku mengabaikanmu, aku menghinamu, aku menghujatmu. Seharusnya kau marah dan membenciku tapi ini kau malah memaafkanku" ucap Rias lirih.

"Karena aku mencintaimu"Rias kaget dengan apa yang diucapkan Naruto. Walaupun pelan dia dapat mendengar dengan jelas apa yang dia ucapkan barusan.

"Karena aku mencintaimu. Sejak pertama kali aku melihatmu di dekat jendela gedung lama, aku terpana melihat semilir angin yang menerpamu wajahmu. Sejak saat itu aku merasakan hal ini, aku jatuh cinta padamu. Aku memang bodoh, orang lain akan membencimu atas apa yang telah kau lakukan tapi aku malah memaafkanmu karena aku mencintaimu. Semua orang dan bangsamu memang jatuh cinta padamu, kau gadis yang cantik, kau dari keluarga kaya, kau dari keluarga Gremory, keluarga yang terpandang dan terhormat di dunia bawah. Begitulah semua orang dan bangsamu memandangmu tapi aku memandangmu sebagai gadis yang mandiri, gadis yang pintar dan memiliki hati yang kuat dan karena itulah aku jatuh cinta padamu. Aku jatuh cinta bukan pada Rias Gremory tapi pada Rias, hanya Rias" Rias terpana dengan semua yang Naruto ucapkan. Dia tidak menyangka bahwa Naruto mencintainya selama ini bahkan setelah penghinaan yang dilakukannya, Naruto tetap mencintainya. Hanya dia dan kebangsawanannya yang tidak memandangnya sebagai putri keluarga Gremory dan tanpa sadar dia meneteskan lagi air matanya. Dia jarang menangis tapi hari ini, dia menangis untuk kedua kalinya.

"Kau tidak perlu menjawabnya, setidaknya aku sudah tenang karena sudah memberitahumu bagaiamana perasaanku" ucap Naruto yang mengelus puncak kepala Rias dan tersenyum kearahnya.

"Kau pantas mendapatkan yang lebih baik dariku, kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi Rias, aku permisi dulu" lalu Naruto kaget dengan sepasang tangan yang memeluknya dari belakang dan dia merasakan baju belakangnya basah, Rias lah yang memeluknya dan menangis di punggungnya. Ketika Naruto ingin melepaskan tangan itu, Rias langsung berucap.

"Biar-biarkan seperti ini sebentar saja. Kumohon Naruto-kun" ucap Rias dengan penuh isak sambil tetap memeluk Naruto dari belakang dan kejadian ini tetap berlangsung beberapa menit. Tampak sepasang mata yang sedari tadi menatap kearah mereka. Mereka adalah Irene dan Great Red yang dalam wujud manusia. Mereka berhasil menyembunyikan aura mereka sampai titik nol sehingga makhluk gaib lain tidak merasakan keberadaan mereka.

"Sejarah terulang lagi" ucap Irene sambil mendesah muram.

"Seperti yang terjadi pada Rajamu, dia mencintai akuma berambut putih itu dan menentang semua apa yang diperintahkan ayahnya padanya, menikah dengan Maou Leviathan waktu itu" ucap Great Red.

"Dia menentang pernikahan sedarah yang sering terjadi untuk menjaga garis keturunan mereka tetap murni" Irene berucap.

"Mungkin gara-gara pernikahan sedarah itu yang membuat mereka gila" ucap Great Red.

"Pasanganmu adalah putri si MadKing dan dia berpotensi menjadi gila sepertinya begitu juga rajaku" Irene berucap.

"Setiap Targaryen yang lahir, semua fraksi selalu was-was apakah dia akan gila atau tidak. Aku memastikan Daenerys tidak menjadi bagian dari itu karena aku selalu disampingnya" ucapnya.

"Begitu pula juga rajaku Rhaegar, kekasih si akuma putih itu. dia bahkan tidak ingin ada pertempuran tapi dia terpaksa melakukan itu untuk mengubah semuanya. Dengan bantuan Sirzech Gremory dan kawan-kawannya, dia berhasil menggulingkan Maou terdahulu dan menggulingkan ayahnya sendiri. Karena cintalah Rhaegar meninggal, melindungi akuma berambut putih dari serangan Rizevim karena ketahuan kerja sama dengan rombongan pemberontak. Dia mati karena cinta dan aku tidak ingin dia bernasib sama, mati demi orang yang dicintainya" ucap Irene.

"Aku cukup terpukau dengan loyalitasmu ke House Targaryen, walaupun saat ini klan itu punah karena tidak yang tahu tentang Dany yang melahirkan seorang putra, putraku. Jika mereka tahu darah siapa yang mengalir didalam tubuhnya, aku berani jamin dia akan menjadi incaran seluruh klan besar di dunia bawah, seluruh fraksi maupun mitologi lain juga akan menawarkan kontrak pernikahan padanya dengan dalih untuk menyelamatkan House Targaryen dari kepunahan" ucapnya.

"Ophis juga mengincar anakmu" Irene berucap tiba-tiba.

"Aku juga sudah tahu, dia menyuruh Team Hakuryukou itu mengambil salah satu artefak Targaryen di dunia bawah dan sekarang para Yondai Maou itu sedang pusing tujuh keliling" ucapnya.

"Dia juga menugaskan Kuroka, buronan dunia bawah untuk mengawasi anakmu" Irene berucap

"Dia berencana menggunakan anakmu untuk membuatmu keluar dari celah dimensi milikinya" tambahnya.

"Dia tidak pernah berubah padahal aku sudah bersedia berbagi tempat itu dengannya" ucapnya.

"Kau sangat tahu sifat Ophis, dia tidak akan sudi berbagi tempat itu denganmu" ucap Irene.

"Kau benar, maka kita akan lihat nanti " ucapnya.

"Kau akan membiarkan dia menggunakan anakmu" ucap Irene dengan nada agak tinggi.

"Kau memang ayah yang buruk" tambahnya.

"Sejauh yang kulihat Ophis belum melakukan hal yang membahayakan anakku" Great Red berucap dengan enteng

"Jangan sampai kau menyesal dikemudian hari" Irene berucap.

"Terimakasih atas perhatian dan informasinya Ratu Naga, semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan" lalu dia membuat sobekan dimensi dan memasukinya.

"Kita akan sering ketemu Great Red dan kau salah satu makhluk bodoh yang pernah kukenal. Kau bahkan mengenal Ophis sebaik aku mengenalnya tapi jangan khawatir aku akan melindunginya karena aku adalah adalah ibu baptisnya" lalu Irene pergi dengan lingkaran sihir bergambar naga.

Di Sekolah

"Hey hey kau mau dengar gak cerita pagi ini"

"Aku melihat Rias-senpai yang memeluk Naruto-senpai di dekat lapang olahraga tadi. Sepertinya Rias-senpai menangis sambil memeluk punggung Naruto-senpai dengan erat. Mungkin ada 15 menitan"

"Owh ya... apakah ada masalah antara mereka berdua karena setahuku mereka cukup dekat tapi beberapa bulan ini tampak mereka tidak saling sapa lagi ?"

"Menurutmu ada masalah apa diantara mereka ?"

"Entahlah, tapi aku berharap Rias-senpai berjodoh dengan Naruto-senpai"

"Semoga saja, kita hanya bisa berharap" itulah percakapan yang dapat didengar Sona dan Tsubaki dari murid yang berjalan didepan mereka. Mereka berdua sebenarnya sedang terburu-buru menuju ruang Osis tapi ketika salah satu murid Kuoh sedang membicarakan dua orang yang mereka kenal, mereka berdua melambatkan langkah kaki mereka.

'Sebenarnya apa yang terjadi ?' batinnya bertanya, lalu Sona mencepatkan langkahnya menuju ruang Osis untuk mengambil berkas yang dibutuhkan. Sementara itu di dalam kelas Issei dan Asia. Mereka berdua sedang duduk menunggu pelajaran pertama dimulai lalu mereka lalu dihampiri oleh murid kelas.

"Hey Asia-san, apakah kau tahu ada hubungan apa antara Rias-senpai dan Naruto-senpai ?" tanya Katase.

"Kami mendengar gosip kalau selama ini Rias-senpai berpacaran dengan Naruto-senpai. Apakah itu benar ?" tanya Murayama menimpali.

"Entahlah, aku kan baru disini mungkin Issei-san tahu" Asia melihat kearah Issei seolah meminta jawaban.

"Setahuku tidak. sama seperti kami, Naruto-senpai dan Rias-Buchou hanya sebatas anggota dan ketua klub penelitian saja. Dari mana kau dapat info tersebut ?" tanya Issei.

"Kalian tahu gosip ini sudah menyebar keseluruh sekolah. Makanya kami tanya ke kalian. Kami sudah tanya Kiba-kun dan dia menjawab seperti yang kau katakan tadi" ucapnya.

"Kami tidak tahu info lainnya Katase-san, Murayama-san" ucap Asia.

"Baiklah kalau begitu, kami akan mencarinya sendiri" lalu mereka melihat guru yang memasuki kelas dan dimulailah pelajaran pertama.

Time Skip

Di gedung ORC

"Sebenarnya apa yang terjadi pagi ini Rias, kau dan Naruto-kun menjadi omongan hari ini" ucap Akeno yang menuangkan teh untuk Rias.

"Emang berita apa yang tersebar tentang aku dan Naruto-kun ?" bukannya menjawab pertanyaan Akeno, Rias malah balik bertanya sedangkan Akeno sedikit kaget dengan panggilan Rias pada Naruto.

"Kau dikabarkan berpacaran dengan Naruto-kun selama ini dan kalian memutuskan untuk putus dengan kau yang memeluk punggung Naruto" ucap Akeno dengan penuh selidik.

"Sepertinya mereka terlalu berlebihan, aku juga tidak tahu kalau ada murid lain yang sudah datang di jam segitu" ucap Rias sambil menghela nafas.

"Kau belum menjawab pertanyaanku Rias. Apa yang terjadi ?" ucap Akeno.

"Aku hanya mencoba memperbaiki keadaan dengan meminta maaf pada Naruto-kun" ucap Rias.

"Biar kutebak, dia memaafkanmu" ucap Akeno.

"Dia memang orang yang baik" Rias membalas.

"Aku mencoba memperbaiki keadaan. Seperti yang kau tahu. Aku, Sona, kau, Tsubaki dan Naruto-kun berteman dan sering berdiskusi mungkin lebih tepatnya hanya Sona yang sering berargumen dengannya tapi setelah kejadian itu semuanya jadi berbeda" ucap Rias.

"Semua sudah terjadi, aku berharap sekarang Naruto-kun dapat hidup lebih baik tanpa adanya tekanan dari pihak manapun" ucap Akeno dan Rias hanya mengiyakan karena semua ini terjadi karena ulahnya.

Di Kantin

"Jadi begitu ceritanya" Naruto sedang kumpul dengan anggota ORC yang sedang menyantap makan siang mereka masing-masing dan Naruto menceritakan kejadian pagi hari pada mereka tanpa menceritakan dia telah mengatakan kalau dia menyukai Rias.

"Kenapa kau mudah sekali memaafkan senpai, apa di dalam hatimu tak ada rasa sakit hati atau kecewa ?" tanya Issei yang masih marah dan kecewa dengan apa yang dilakukan Rias dan tetua di dunia bawah pada Naruto.

"Sebagai makhluk ciptaannya terutama untuk kalian, rasa benci, kecewa, marah dan rasa balas dendam itu ada tapi menurutku jika kita membalas kejahatan dengan kejahatan maka semua ini tidak akan selesai dan berakhir panjang. Apalah aku hanya manusia biasa sekarang dan aku hanya bisa mengikhlaskan, melupakan semua ini dan memulai kehidupan baru lagi" ucap Naruto.

"Jika kami baru mengenalmu pasti kami mengira kau ini malaikat, Naruto-senpai" ucap Asia yang terharu dengan kebaikan hati Naruto.

"Aku juga setuju dengan apa yang dikatakan Asia" ucap Issei dan Kiba, Koneko juga menimpali.

"Kita semua memiliki kebaikan dihati masing-masing"balas Naruto.

"Bagaimana dengan tugas kalian ?" Naruto bertanya sambil menyeruput jus jeruknya.

"Semuanya lancar seperti biasa bahkan Issei-kun mengalami peningkatan" ucap Kiba.

"Syukurlah kalau begitu, kalian harus tetap membuat raja kalian bangga" ucap Naruto.

"Tenang saja Naruto-senpai, akan kutepati janjiku padamu" teriak Issei yang membuat dia jadi bahan tontonan semua orang di kantin.

"Issei-senpai kau menjadi bahan tontonan semua orang dikantin" ucap Koneko datar sembari memakan coklatnya. Issei yang menyadari ucapan Koneko langsung duduk sambil menahan malu. Sementara Kiba hanya tersenyum dan Naruto yang tertawa melihat kelakukannya.

'Semoga ini bisa selalu terjadi' batinnya.

Setelah istirahat berakhir, semua orang bergegas menuju ruang kelas masing-masing untuk melanjutkan kelas hingga tanpa terasa pelajaran hari ini telah usai. Ada beberapa murid yang telah pulang, ada yang tetap stay di sekolah untuk melakukan ekstrakurikulernya seperti saat ini, Naruto yang berada diruang latihan klub Kendo sedang mengayunkan boken yang dipegangnya ke patung kayu yang biasa dipakai sebagai lawan tanding.

"Sepertinya kau butuh lawan Naruto-senpai" ucap Kiba yang mengagetkan Naruto yang datang bersama Koneko.

"Sepertinya begitu. Apakah kau mau menjadi lawan tandingku Kiba ?" ucap Naruto.

"Tentu saja senpai" Kiba berjalan mengambil salah satu boken dan menuju kearah Naruto.

"Bagaimana kalau kita menggunakan pedang sungguhan Kiba. Aku hanya ingin menguji sejauh mana ilmu pedangku. Kau kan ksatria Rias dan kurasa kau lawan yang cocok" ucap Naruto. Kiba diam sejenak lalu menatap Koneko yang seakan meminta pendapat.

"Ini hanya sparing kiba, kita tidak akan sampai saling membunuh" ucap Naruto lagi.

"Baiklah. Aku terima tawaranmu senpai" lalu Kiba memanggil salah satu pedang di dimensi penyimpanannya.

"Apa kau perlu pedang sungguhan senpai ?" tanya Kiba.

"Tidak perlu, aku mempunyai pedangku sendiri" Naruto berjalan ke bangku yang tak jauh dari mereka dan mengeluarkan pedang pemberian kakek tua itu lalu berjalan menuju tengah. Koneko dan Kiba terpukai betapa dengan pedang tersebut dan mereka juga samar merasakan ada yang aneh dengan pedang tersebut.

"Aku sudah lama tidak menggunakan pedang ini setelah yang terakhir aku melawan malaikat jatuh itu" ucap pelan Naruto tapi dapat didengar jelas oleh mereka berdua.

"Pedang yang bagus senpai" ucap Koneko yang masih tertuju ke pedang yang digenggam Naruto.

"Tipe pedang yang berbilah tipis" ucap Kiba sambil menatap kearah pedang tersebut.

"Bisakah kita mulai" Kiba yang telah dalam mode menyerang lalu menyerang Naruto terlebih dulu dengan menghunuskan pedangnya secara vertikal tapi Naruto dengan sigap menahan dan mendorong Kiba kebelakang dengan tendangannya. Kiba terus menyerang dengan cepat dan mencari titik lemah dari Naruto. Naruto tidak hanya menghindari serang, dia juga menyerang Kiba dengan semua teknik yang dia ketahui. Naruto tampak menghentikan serangannya selama satu menit sambil memejamkan matanya lalu menatap mantap kearah Kiba dan melanjutkan serangannya tapi kali ini lebih cepat dan penuh tenaga yang membuat Kiba harus mengeluarkan kemampuan bidak ksatrianya untuk mengimbangi dan mengalahkan Naruto.

Bagi koneko yang melihat pertandingan ini, dia seperti hanya melihat siluet cahaya bergerak cepat. Naruto yang telah berhasil menganalisa, melihat sebuah celah dan memukul pinggang Kiba menggunakan bagian yang tumpul pedang dan membuat Kiba meringis dan pertahanannya melonggar dan langsung saja Naruto memukul tangan Kiba dan mengambil pedangnya lalu mengapit kepala Kiba dengan kedua pedang tersebut.

"Sepertinya aku kalah" ucap Kiba terkekeh sambil mengangkat kedua tangannya menandakan bahwa dia menyerah.

"Aku hanya kebetulan menang Kiba" ucap Naruto lalu menyerahkan pedang yang diambilnya tadi kepada sang pemilik.

"Tidak senpai, kau menang dengan layak karena telah membuat Kiba-senpai mengeluarkan kemampuan bidak ksatrianya untuk mengalahkanmu" ucap Koneko yang mendatangi mereka dan terus menatap kearah pedang yang dipegang Naruto.

"Benarkah?" Naruto masih tidak menyangka dengan semua ini. Sementara Naruto masih terpaku dengan pikirannya, Kiba dan Koneko juga sibuk dengan pemikiran mereka.

'Aku sampai mengeluarkan kemampuan bidak ksatriaku untuk melawan Naruto-senpai. Bukan maksud merendahkan tapi yang kudengar dari dunia bawah bahwa Naruto-senpai hanya mengkonsumsi bidak pawn berjumlah 1 dan dia tapi berhasil mendesakku. Apa aku harus melaporkan ini pada Rias-Buchou atau Akeno-san ? '

'Naruto-senpai berhasil mendesak Kiba-senpai hingga mengeluarkan kemampuan bidak ksatrianya dan samar-samar aku juga mencium bau naga pada Naruto-senpai seperti bau yang kucium pada Issei-senpai. Apa aku harus melaporkan ini pada Rias-Buchou ?" Kiba dan Koneko menatap kearah Naruto yang masih berkutat pada pemikirannya.

"Sepertinya hari mulai memasuki sore hari, sebaiknya kalian pulang dan bersiap jika ada panggilan. Aku permisi dulu Kiba, Koneko" ucap Naruto yang telah berjalan menuju sarung pedang dan tasnya bersiap untuk kerja rutinnya.

"Sampai jumpa besok senpai" ucap Kiba dan Koneko.

"Begitu juga untuk kalian berdua" lalu Naruto meninggalkan Kiba dan Koneko di ruangan klub Kendo.

"Sungguh tidak terdugakan Kiba-senpai" Koneko berucap sambil terus menatap kearah punggung Naruto yang mulai tak tampak lagi.

"Begitulah Koneko-chan" tanggap Kiba.

"Apakah kau akan melaporkan ini pada Rias-Buchou ?" ucap Koneko lalu mengarahkan pandangannya pada Kiba sementara yang diajak bicara hanya diam sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan.

'Aku berharap kau tidak mengatakan ini pada Rias-Buchou, Kiba-senpai' batin Koneko lalu mereka berdua meninggalkan ruangan klub Kendo.

Time Skip

"Ini pesanan anda pak, Mapo Tofu Set"

"Ini pesanan Cheese Hamburgernya"

"Ini tagihan anda pak"

"Ini Sushi set pesanan anda" begitulah rutinitas rutin yang dilakukan Naruto di sore hari, bekerja di kedai milik Teuchi.

"Seperti biasa makanan disini enak luar biasa" ucap pelanggan sambil mendesah puas menikmati makanannya.

"Terimakasih pak" ucap Naruto tersenyum bangga.

"Sebaiknya anda menambah pegawai lagi Teuchi-san" ucap pelanggan lain. Pemilik kedai tampak mempertimbangan usulan pelanggan tersebut untuk menambah pegawai lagi. Begitulah aktivitas yang sering terjadi di tempat Naruto kerja.

Di suatu tempat

Tampak di sebuah ruangan yang hanya diterangi obor yang berada di kanan kiri dinding dan tampak dua sosok disana.

"Kita sudah dapatkan yang kita perlukan dari akuma itu Kokabiel-sama" sosok yang diketahui sebagai malaikat jatuh

"Bagus, kita akan jalankan rencana kita besok malam tepat pada bulan purnama" ucap sosok yang bernama Kokabiel yang duduk di singgasananya sambil menyesap minumannya.

"Baik Kokabiel-sama" lalu sosok yang berlutut menghilang meninggalkan sosok Kokabiel sendirian.

'Sebentar lagi aku akan mendapatkan senjata mematikan fraksi akuma dan akan kumulai Great War kedua' suara tawa menggema diseluruh ruangan dan tanpa dia sadari bahwa dia menggali kuburannya sendiri.

To Be Continue

Akhirnya bisa update juga, maaf jika lama gak update karena kesibukan didunia nyata. Terimakasih untuk 134 favs, 141 follow dan 121 komentar untuk cerita ini dan maaf jika ada typo dan kesalahan lainnya selama membaca chapter ini, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Enjoy this chapter guys.

Arigatou Gozaimasu