Disclaimer : Code Lyoko milik Thomas Romain dan Tania Palumbo

Ini adalah fic paling pertama dari seluruh fic saya nantinya.

Peringatan : kemungkinan besar OOC, typo, gaje, karakter baru, dan banyak lainnya. Karena saya pemula, jadi mohon di maklumi.

Fic ini meceritakan kejadian setelah Code Lyoko : Evolution. Untuk pastinya, silahkan membaca fic di bawah ini.

Selamat Membaca!


"..."

Di lab, para LW sedang berkumpul untuk membahas masalah yang sedang terjadi saat ini.

"Bagaimana sekarang? Kita semua telah terdevirtualisasi. Jadi tak ada yang bisa menonaktifkan menara sekarang. " ucap Yumi yang saat ini sedang sedikit kesal.

"Ya, ditambah lagi, monster-monster tadi menjadi lebih kuat. Mau berapa kali kita virtualisasi ke Lyoko juga tidak ada hasilnya. " tambah Odd yang juga merasakan hal yang sama.

"Bagaimana menurutmu, Jeremie? Apa yang harus kita lakukan sekarang? " tanya Aelita kepada Jeremie.

Jeremie pun terdiam, memikirkan apa yang harus mereka lakukan sekarang. Suasana pun hening untuk sesaat.

"Anggota baru."

Semuanya terkejut dan menoleh ke arah William.

"Anggota baru?"

"Ya, anggota baru. Sama halnya seperti kalian merekrutku, untuk sekarang adalah waktunya untuk merekrut anggota baru." usul William.

"Sejauh yang kuingat, saat kami pertama kali merekrutmu justru kau malah dikendalikan oleh XANA." ucap Odd.

"Itu benar. Kita tidak boleh lagi sembarangan ketika merekrut orang . " ucap Jeremie. "Aku setuju dengan William. Sudah saatnya kita merekrut anggota baru. Tapi kali ini, kita harus selektif dalam melakukannya."

"Ya, kita harus memilih orang yang bisa dipercaya, sukarela direkrut, dan yang paling penting bisa menjaga rahasia kita ini." ucap Aelita.

"Jadi, siapa yang akan kita rekrut?" tanya Ulrich.

Dalam beberapa saat, suasana kembali hening. Setelah beberapa saat berpikir, mereka pun mengutarakan isi pikiran mereka.

"Daniel!"

Ya, mereka mengutarakan isi pikirannya secara serentak.

"Kenapa kita mengusulkan orang yang sama?" tanya Yumi.

"Entahlah." ucap Odd. "Karena dia bisa dipercaya?"

"Dari perawakannya, dia terlihat bisa menjaga rahasia dengan baik." sambung Ulrich.

"Menurutmu begitu? Kalau aku, karena dia bisa diandalkan." ucap Yumi. "Bagaimana denganmu, William?"

"Aku tak tahu. Nama itu terlintas begitu saja di kepalaku." jawab William. "Kalau kau bagaimana, Jeremie?"

"Aku berpikiran sama dengan Yumi." jawab Jeremie. "Bagaimana denganmu, Aelita?"

"Aku? Aku tak tahu."

To Be Continued


Terima kasih banyak kepada Panda Dayo yang telah memberikan saran kepada saya, serta LavenderCherry dan Queen of Lavender yang telah menikmati fanfic pertama saya ini. Untuk yang belum tahu, chapter 1 dan 3 telah di-update, jadi kalian bisa membacanya kembali. Sekali lagi, terima kasih!

Kritik dan Saran dipersilahkan.