...

Evelynn adalah seorang penyanyi

Dia hidup penuh bergelimang Harta.

Dia tenar, dia cantik dan bersuara emas. dia punya banyak uang dan koleksi mobil super mewah. mulai dari Ferrari, Porche hingga Lamborghini. bahkan mempunyai dua rumah besar yang berbeda lokasi, yang satu di Los Angeles (tempat tinggalnya sekarang) dan yang satu di New York.

Evelynn selalu ingin hidup tenang. dia tidak suka jika ada orang lain yang mencoba berurusan tak penting dengannya. dia di kenal sebagai wanita penuh misterius. tidak ada yang pernah mengetahui latar belakang dan awal mula dia berkeinginan menjadi penyanyi. bahkan soal keluarga saja pun tidak ada yang tahu.

Yang pasti, Evelynn adalah wanita yang suka hidup mandiri dalam lingkup harta kekayaannya.

.

.

.

Los Angeles, Amerika

Pukul 23:00 pm

*2 minggu setelah Ahri menelepon

Hampir selama 9 bulan ini, sang Diva di timpa berbagai masalah.

Mungkin dari luar, dia terlihat santai. tapi sesungguhnya, dari lubuk hati terdalam, dia mulai hancur. Management yang menaungi tidak dapat membantu banyak. beberapa rumor skandal yang menimpa dirinya tidak dapat ia klarifikasikan dengan mudah karena dia selalu mengaku tidak pernah berdekatan dengan pria manapun walau itu sekaligus fans beratnya.

Evelynn memang wanita yang 'nakal', tapi bukan berarti dia tipe orang yang senang mempermainkan pria. Evelynn tahu bagaimana dia harus menjaga sikapnya. dia yakin, berita ini pasti di buat-buat oleh suatu oknum media agar citranya jatuh. dan lebih, Management yang menaunginya juga banyak di laporkan oleh mantan artis-artisnya atas kasus (kebanyakan) kontrak yang tak di sepakati.

Kini dia berada di sebuah bar kecil. duduk di dekat meja bartender sembari meneguk segelas Vodka.

"Kau mau tambah lagi, nona muda?" tawar si bartender.

Evelynn hanya mengangguk letih, dia mendorong gelasnya ke depan dan membiarkan bartender tersebut menuangkan Vodka.

"Pasti berat ya? Evelynn? aku yakin kau bisa melalui ini" ucap si Bartender.

Evelynn mendengus. "Berhenti menghiburku, brengsek"

"Hei ayolah, kau butuh hiburan"

"Aku tidak tahu. aku sama sekali tidak tahu apa yang harus ku lakukan, semua rumor skandal itu palsu. aku tidak pernah tidur dengan pria manapun. aku tidak paham darimana mereka mendapatkan berita tersebut" jawab Evelynn.

"Kau harus segera klarifikasi, nona. sebelum semuanya terlambat" ujar si Bartender.

"Sudah terlambat, orang-orang membenciku. bahkan teman-temanku sendiri" ucapnya. dia langsung meneguk segelas Vodka. "Ugghhhh...! Vodkanya kurang, ini tidak membunuhku"

"Nona, anda tidak boleh seperti itu" tegur si Bartender.

Evelyn memejamkan mata. dia tidak mengantuk, dia hanya berusaha memendam rasa kesedihan dan stress yang sedang melanda otaknya.

Ngomong-ngomong soal Ahri...

Yah, Ahri. satu-satunya wanita yang berani menghubunginya dua minggu yang lalu. Ahri dan impian ambisius yang ia yakini akan sukses. dia tidak ingin sendiri, dia ingin bersama dirinya, sang Diva Evelynn. tapi Evelynn merasa agak kurang meyakini bahwa Ahri mampu mewujudkan hal itu.

Sekarang dia sedang apa ya?

Mungkin sekarang di Korea sudah masuk pukul 6 pagi. secara Asia mempunyai jam waktu yang lebih dahulu. dia secara blak-blakkan mengajaknya bergabung dalam ide grup idol yang ingin di bangun. tapi rasanya, Ahri sudah kecewa. si Diva sudah memahami, mungkin Ahri bisa mencari orang lain yang lebih cocok ketimbang dirinya.

Daripada harus mengecewakan seorang teman, Evelynn lebih baik menyiksa diri saja. meski hanya segelas Vodka.

Beep! Beep!

Ada notif masuk ke ponselnya.

Dengan rasa malas, si Diva mengambil ponselnya dan membuka notif. oh sial, ini dari managernya.

'Evelynn! kau sedang dimana! kita butuh bicara sekarang!'

Ck, persetan dengannya, itu semua omong kosong. Evelynn membatin penuh rutukan.

"Kau di panggil seseorang?" tanya si Bartender.

Dengan perasaan setengah mabuk, Evelynn langsung menaruh lembaran uang ke atas meja. "Aku ada perlu, besok malam aku akan kesini lagi"

"Eh? Nona! tunggu!"

Evelynn berjalan agak kelimpungan, dia melangkah sampai ke pintu depan dan segera pergi ke mobil mewahnya.

.

.

.

"Jelaskan ini semua, Siren. berita ini jadi trending topic di twitter" sahut bosnya.

Evelynn yang sejak tadi setengah mabuk, melihat layar ponsel milik bosnya. seketika matanya melebar.

Trending Topic Twitter

#EvelynntheDiva

'Rekaman seks terduga si Diva Evelynn dengan pria lain bocor di internet'

"APA-APAAN INI!?" Evelynn langsung berteriak.

Di dalam ruang tertutup dan dingin AC, Evelynn berdiri. dia meraup ponsel bosnya dan langsung melempar ke dinding.

Berita macam apa ini? Evelynn bersumpah tidak pernah melakukan apapun dengan pria lain. walaupun itu berhubungan seks! seriuskah?

"Aku tidak pernah berhubungan seks dengan siapapun! ini hoax!" ucapnya.

"Hoax? Media ini tidak pernah memberikan hoax sekalipun, segalanya tentang dirimu di pegang oleh management ini!" ucap bosnya lagi.

Evelynn menggeram penuh amarah. "Apa kau percaya begitu saja! apa perlu kau melihat tes keperawananku sekarang!? AKU TIDAK MELAKUKAN ITU! SAMA SEKALI!" bentaknya lagi.

"Lalu bagaimana dengan pria ini!? jelaskan dan siapa namanya!"

"SUDAH KUBILANG AKU TIDAK TAHU DAN ITU BUKAN DIRIKU! didalam rekaman ini, sejak kapan rambutku hitam hah!? rambutku ungu! dan aku tidak segendut yang ada didalam rekaman itu! semuanya jelas hoax, berhenti menuduhku yang tidak-tidak!" Evelynn menyeru.

Media ini harus di tuntut, Evelynn pasti akan melaporkannya ke kuasa hukum.

"Evelynn, kau sudah mencemarkan nama Management. skandal-skandal yang terjadi, segala macam rumor! apa kau tidak bisa menjaga sedikit tingkahmu, hah!?"

*GREEPP!

Evelynn langsung meraup dasi bosnya. memberi sepasang mata penuh ancaman dan amarah.

"Dengar ya pak tua brengsek, sudah 9 bulan ini aku mengalami banyak tekanan, aku hampir depresi. dan aku mencari semua Psikiater di kota ini, aku berusaha meminum obat penenang, tapi itu semua tak membantuku sama sekali! dan aku bisa saja menghancurkanmu sampai ke organ-organ jika kau masih menuduhku. aku benci di tekan terus, dan aku benci atas perlakuanmu terhadapku dan juga mantan artis-artis yang dulu pernah kau besarkan nama mereka. aku bisa saja membunuhmu diam-diam tanpa meninggalkan jejak. dan mulai saat ini juga...

Aku keluar dari management mu!

si Diva melepas raup kerah kemeja si Bos dan langsung mendorongnya sampai terjatuh ke kursi.

Dia sudah muak, dia benci keadaan seperti ini.

Sudah saatnya mengakhiri hidup...

.

.

.

Seoul, Korea Selatan

Pukul 8:00 am

Ahri terbangun.

Baru kali ini dia bangun pagi, tidak biasanya. sambil menguap, tangannya meraih ponsel di atas laci dan mencoba membuka notif.

Ini, berita tentang Evelynn? lagi?

Jadi trending topic di twitter, rekaman video amatir yang di duga kuat Evelynn dan pria yang tak di sebutkan namanya bocor ke internet.

'Rekaman seks terduga si Diva Evelynn dengan pria lain bocor di internet'

Seketika, mata Ahri melebar.

"APA!?"

Ahri sampai terbangun dalam posisi terduduk. ia bersumpah ini bukan berita klikbait. mustahil, ini mustahil! Evelynn tidak mungkin begitu. Ahri berusaha untuk tidak percaya dengan media yang suka melebih-lebihkan judul berita.

"Sial, ini gila..." Ahri merutuk kesal. buru-buru dia mencari contact Evelynn dan mencoba menghubunginya.

Masih menunggu panggilan...

"Ayolah Eve, angkat"

Jika di Korea waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, berarti di Amerika masih malam jam 1 dini hari. semoga saja si Diva itu belum tidur. Ahri benar-benar khawatir sekarang.

...

Los Angeles, Amerika

Jam 01:00 am

Di balkon rumah mewahnya, Evelynn sedang merokok.

Sudah habis 5, sekarang ini batang rokok ke-6.

Dia sudah berada dalam depresi yang berat, tidak akan ada waktu baginya untuk memeriksakan diri ke Psikiater. dia sudah gila, dan orang gila tidak akan pernah di terima masyarakat.

Bahkan obat-obatan sudah ada di atas mejanya. ini adalah obat penenang diri, Evelynn mendapatkan ini dari dealer asing yang ia kenal lewat kerabatnya. mereka menjualnya dengan harga murah, jadi si Diva memutuskan tetap membelinya.

Sudah tidak ada lagi...

Teman-temannya meninggalkan dia, managernya meninggalkan dia, Managementnya menghakimi dia,

Sekarang dia adalah Diva yang kesepian. dia berharap agar dirinya cepat segera berakhir dan dengan begitu, dia akan bebas dari segala masalah. rokok sudah ia hisap kuat-kuat sekalian menelan asapnya. mungkin dia akan mati karena sesak nafas, aahhh cara yang indah untuk menyakiti diri ya.

Ponselnya berbunyi.

Evelynn menghentikan sejenak aktivitas merokoknya, mata golden melirik ke layar ponsel dan mendapati bahwa Ahri sedang menelpon.

'Ahri?'

Anak ini menelpon lagi?

Oh, baiklah. biarkan ini yang menjadi terakhir kalinya. Evelynn sangat ingin mendengar suara Ahri, setidaknya dia bisa mengucapkan terimakasih.

"Ahri?" sahut Evelynn.

"OH EVELYNN! SYUKURLAH KAU MENGANGKAT TELEPON! AKU KHAWATIR PADAMU!" teriak Ahri, membuat telinga si Diva hampir berdenging.

"Hey Ahri, bagaimana kabarmu?" tanya Evelynn, tersenyum tipis.

"Aku baik-baik saja, di Seoul sudah pagi. bagaimana denganmu? kau akan tidur?" tanya Ahri.

"Yah..." Evelynn menunduk, semakin menunduk, membuang sisa puntung rokok di atas lantai. "Aku akan tidur, jangan khawatir"

"..."

Jeda di antara mereka. Evelynn kembali mengisap rokoknya kembali.

"Eve, kau merokok?" tanya Ahri.

Hah?

Bagaimana dia bisa tahu?

"Apa maksudmu, Gumiho?" Evelynn bertanya balik.

"Eve, aku bisa mendengar kau membuang asap. berhenti merokok. matikan sekarang" tegas Ahri.

Evelynn mendengus. "Kau bukan ibuku, Gumiho"

"Aku serius! nanti suaramu bisa rusak! kau takkan bisa menyanyi!" kata Ahri.

Evelynn tertawa pahit, si rubah ini sangat menaruh perhatian padanya, meski sudah 5 tahun tak bertemu. "Maaf, maaf... aku memang takkan bisa menyanyi. aku sudah selesai, Gumiho. terimakasih sudah menelponku"

"Eh? apa maksudmu 'sudah selesai'?"

"Maksudku, aku sudah selesai merokok" jawab Evelynn.

"Ohhhh, baguslah. tapi jangan lakukan itu lagi"

Evelynn membuka botol obat, dan mengeluarkan tablet-tablet tersebut ke atas meja secara kasar.

"Eve?" panggil Ahri.

"Ada apa?"

"Soal skandal itu, aku minta maaf. aku tidak bermaksud menyinggungmu" ucap Ahri, nada suaranya terdengar menghalus sedih.

Evelynn tersenyum. "Tidak apa-apa Gumiho, aku sadar akan perbuatanku. dan kau benar, aku memang menyebalkan bagi semua orang. tekanan ini sudah membunuhku perlahan-lahan. aku menghargai tawaranmu untuk grup yang kau maksud. tapi sungguh, aku tidak apa-apa"

Dia menekan ponsel kuat-kuat sampai telinganya sakit. si Diva berusaha untuk tenang.

Satu puntung rokok jatuh ke lantai bersamaan dengan air mata yang menetes.

"Sungguh, aku tidak apa-apa" ucapnya, getir.

"Eve, aku tahu, aku menghargai jawabanmu" tambah Ahri.

si Diva menangis dalam diam, Ini benar-benar terakhir kali dia mendengar suara Ahri. jika obat-obatan tak membunuhnya, maka pistol akan jadi pilihan terakhir.

"Kau harus beraktivitas, jaga kesehatanmu, dan pastikan kau memberi yang terbaik untuk penggemarmu Ahri, semoga keberuntungan selalu menyertai dirimu" jawab Evelynn.

"Ahh, ya, tentu saja. terima kasih sudah mendukungku Eve, kau memang yang terbaik" jawab Ahri.

'Kau memang yang terbaik', kalimat ini benar-benar mencekat hati sang Diva. begitu polos, bersih dan sangat berarti baginya.

"Eve, dengar. aku hanya ingin kau tahu, kalau aku membentuk grup idol atas dasar keinginanku. tapi aku ingin berbagi denganmu Eve, aku percaya padamu. kita adalah teman. kita memang sering bertengkar, tapi kita saling memahami satu sama lain. aku memilihmu karena aku percaya, kita berdua punya masa depan..."

"Ah?"

di sela tangis diamnya, Evelynn agak terkejut.

Masa depan?

"Evelynn, aku tidak memaksamu. tapi aku benar-benar membutuhkan bantuanmu sekarang. kontrakku akan habis, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika tidak mencari orang lain. aku sudah melihat segala rumor skandal yang menimpamu, tapi kau harus tahu, aku sangat percaya padamu, kau tidak mungkin seperti itu, Eve"

"..."

Ahri tersenyum. "Kuharap kau baik-baik saja, aku ingin sekali berbicara denganmu lebih lama. yaah... mungkin tidak untuk hari ini, aku sibuk. mungkin besok kita bisa mengobrol lagi, lewat Webcam. aku sangat ingin melihatmu Eve"

Evelynn terdiam.

Dia pun beranjak dari kursinya, dan langsung menendang meja sampai asbak dan botol obat-obatan terjatuh ke lantai.

"Eh? Eve? suara apa itu?" tanya Ahri.

Evelynn langsung menginjak tablet obat sampai pecah berkeping-keping.

"Aku akan pergi menemuimu, langsung ke Seoul" jawab Evelynn.

Ahri terkejut. "A-Apa?"

Evelynn agak jeda, jika Ahri memang sangat percaya padanya, untuk apa dia harus mati? Evelynn merasa bersalah. dia tidak ingin mengecewakan Ahri, sekali lagi.

"Kita akan bertemu langsung! aku akan pesan tiket ke Korea dari sekarang!" lantas Evelynn.

"Eh tu-tunggu! kenapa terburu-buru!? bukankah kau sibuk!?" tanya Ahri, mulai panik.

Evelynn tersenyum miring. "Aku sudah keluar dari Managament. sekarang aku juga membutuhkanmu, Gumiho. ayo kita buat Grup KDA bersinar!"

Ahri terkejut, sulit di percaya jika si Diva tiba-tiba ingin segera datang menemuinya.

"Evelynn..." Ahri mulai terharu.

"Jangan sok terharu begitu, kucing! aku ingin membersihkan namaku kembali! aku akan datang dan mari kita bicarakan grup idol secara nyata"

"BAIK BAIK BAIK!" Ahri berteriak kegirangan. "ASTAGA EVE! KAU MEMANG YANG TERBAIK!"

Evelynn tersenyum puas. "Aku memang terbaik, lebih dari siapapun"

Ahri benar-benar bahagia! moodnya menjadi naik! sekarang dia punya Evelynn di sampingnya.

Evelynn tidak jadi bunuh diri. Ahri masih ingin bersamanya, dari teman menjadi sahabat terbaik. tentu saja, Eve tidak akan membiarkan masa depan teman terbaiknya hancur hanya karena kontrak bermusik sudah habis. si Diva berjanji akan membantu Ahri

Menjadi grup Idol KDA.

Bersambung