Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 4 ~
.
.
.
Hari ini apalagi? Sekotak makanan kesukaanku berada di atas mejaku, seorang cleaning servis yang membawaknnya untukku, katanya seseorang memesan makanan ini untukku, siapa? Aku tidak pernah begitu akrab dengan para dokter di sekitar area rumah sakit meskipun aku sudah sangat lama bekerja disini.
Tidak ada pesan atau apapun yang di tinggalkan seseorang untuk pesanan kotak makanan ini, apa mungkin hari ini aku tengah beruntung? Semoga bekal makanan ini tidak memiliki racun, aku bisa mengetesnya dengan peralatan yang ada di ruanganku.
Aku sudah mengetesnya dan isi makanan di kotak ini steril, aku bisa memakannya, dari restoran mana masakan ini? Aku sangat menyukainya, setelah selesai makan dan mencoba bertanya pada salah satu cleaning servis yang mengantar makanan ini ke ruanganku.
"Aku tidak tahu dokter, seorang layanan antar makanan hanya menanyakan nama dokter dan instansi dokter, jadi aku yang membawakannya untuk dokter." Ucapnya.
Dia pun tidak tahu siapa yang mengirim makanan ini, atau jangan-jangan.
"Dokter Sakura? Ada apa?" Ucap Sai, aku memikirkan hal terburuk jika dia yang memesankannya untukku, wajahnya bahkan tampak senang saat aku memasuki ruangannya.
"Apa hari ini kau mengirim makanan untukku?" Tanyaku.
"Tidak, hari ini aku cukup sibuk, tapi jika kau ingin aku-"
"-Tidak, aku hanya bertanya saja, maaf mengganggu anda dokter." Ucapku dan bergegas keluar dari ruangannya, kiriman makanan itu bukan dari dokter Sai, lalu siapa?
Beberapa teman kerjaku pun tidak ada yang mengaku jika mereka yang memesankannya untukku.
Setelah bekerja dan masih memikirkan pengiriman makanan itu, semoga saja bukan orang aneh yang mengirimkan aku makanan.
Tiba di rumah tepat jam 10 malam, membuka pintu dan seperti biasa Sasuke masih berada di ruang tv, apa dia tidak pernah mengurung diri lagi? Aku sering menemukannya berada diluar kamarnya akhir-akhir ini.
"Apa kau sudah makan?" Tanyaku.
"Aku menunggumu" Ucapnya.
"Ha? Jangan lakukan itu, kau harus makan malam lebih awal, aku tidak punya jadwal yang tetap dan akan sering pulang malam, sebaiknya kau makan malam saja." Ucapku. Kenapa dia harus menungguku?
"Baiklah, tapi kali ini makanlah bersamaku." Ucap Sasuke.
Sejujurnya aku belum makan malam, aku hanya ingin tidur saja.
Menatap meja makan dan Sasuke menaruh beberapa masakan di atas meja.
"Aku tak yakin jika kau yang masak." Ucapku.
"Aku yang memasak." Ucapnya.
"Sungguh? Kau ini benar-benar anak jenius."
Mencoba masakan Sasuke dan rasanya sangat enak, apa mereka belajar memasak juga? Aku rasa itu tidak ada di dalam jadwal latihan mereka selama di lab.
"Kau menyukainya?" Tanya Sasuke.
"Uhm, aku sangat suka, kau sangat pandai Sasuke." Ucapku dan aku menikmati makan malam bersama ini, aku baru menyadari sesuatu, semua hidangan di atas meja ini adalah makanan kesukaanku, aku mencurigainya.
"Apa ini hari kau memesan makanan?" Tanyaku.
"Tidak, aku sibuk dengan beberapa program." Ucap Sasuke.
Aku masih tidak percaya.
Dan esok harinya.
Aku kembali mendapat kiriman makanan, seperti biasa, meskipun makanan yang berbeda, tetap saja ini makanan kesukaanku dan kebetulan aku tengah berada di ruangan, lagi-lagi seorang cleaning servis yang mengantarnya, dan mereka lagi-lagi mengatakan hal yang sama, jika layanan pengiriman makanan yang membawanya, tidak ada ada nama pengirim atau nama yang memesan.
Aku tidak bisa senang akan kiriman makanan ini, aku terus memikirkannya.
Dan berikutnya lagi, berikutnya lagi, aku terus mendapatkan pengiriman makan siang dengan jadwal yang teratur setiap jadwal makan siang.
Kal ini aku tidak bisa tinggal diam dan mencoba melaporkannya, sayangnya hal ini di anggap sepeleh oleh polisi, selama makanan itu tidak di racuni dan aku tidak mendapat teror apapun, mereka tidak bisa memprosesnya, mereka hanya tertawa mendengar ceritaku dan aku harus lebih bersyukur masih ada yang peduli akan makan siangku.
Aku tidak suka akan tanggapan para polisi itu.
Kembali ke rumah dengan wajah lesu, siapa yang terus mengirimkan makanan untukku?
Aku tidak menemukan Sasuke di luar ruangan, mengetuk beberapa kali di depan pintunya.
"Sasuke, apa kau ada di dalam?" Ucapku.
Ceklek.
Pintu itu terbuka aku tidak bisa melihat apapun di dalam ruangan milik Sasuke, di dalam sangat gelap, Sasuke segera menutup pintunya setelah keluar.
"Ada apa?" Tanyanya, wajahnya terlihat kusut, dia seperti baru bangun tidur, ini sudah sangat malam dan dia baru bangun?
"Aku tidak tahu harus bercerita pada siapa, aku rasa, aku tengah di teror, seseorang terus mengirimkan makan siang padaku." Ucapku.
"Apa kau tidak bercerita sesuatu yang lebih berbobot lagi? Kau hanya membangunkanku untuk menceritakan hal itu?" Ucapnya dan terlihat kesal, mungkin saja aku sudah mengganggu tidurnya.
"Baiklah, maaf jika mengganggumu." Ucapku dan beranjak darinya.
"Jika ada yang mengirimkanmu makanan, terima saja, artinya dia peduli padamu." Ucapnya.
Ya aku juga tahu itu, aku harus bersyukur ada yang begitu peduli, tapi setiap hari dengan jadwal yang teratur bahkan seseorang ini seperti tahu aku akan ada di rumah sakit dan kembali mengirimkan makan siang itu, bukannya ini sedikit menakutkan? Apa ada seorang stalker di sekitarku?
.
.
.
.
.
Esok harinya,
Aku kembali menerima makan siang itu, tanpa nama pengirim dan lagi-lagi di bawa oleh seorang cleaning servis, hanya mereka yang bisa masuk ke ruanganku.
"Tunggu." Cegatku sebelum cleaning servis itu keluar.
"Ada apa dok?"
"Aku sudak kenyang, apa kau bisa menghabiskan makanan ini untukku?"
"A-apa ini tidak apa-apa?" Ucapnya takut-takut.
"Tidak apa-apa, makanlah, aku sudah tidak bisa makan lagi, aku baru saja makan." Bohongku.
"Terima kasih, dok." Ucapnya dan beranjak pergi.
Aku melakukan hal yang sama, lagi dan lagi, setiap pengiriman makanan itu datang aku terus memberikan pada siapapun yang mengirimkannya ke ruanganku, jika kotak itu sudah ada lebih dulu, aku memberikannya kepada rekan kerjaku, begitu seterusnya hingga, tidak ada lagi kotak makanan yang di kirim teratur, tiba-tiba saja berhenti begitu saja, aku yakin orang itu sudah lelah mengirimnya, tapi aku punya pemikiran lain, apa orang ini tahu aku tidak memakannya? Menatap sekitar area rumah sakit, tidak ada orang yang mencurigakan di sekitarku, tapi aku merasa orang ini benar-benar tahu akan keadaanku dan apa saja yang aku lakukan.
Pada akhirnya.
[Detektif swasta]
Aku sampai rela mendatangi seorang detektif untuk mengawasiku atau melihat orang-orang di sekitarku yang mungkin mencurigakan.
"Perkenalkan namaku, Yamato, aku dan rekanku Kakashi mungkin bisa membantu anda, jadi tolong ceritakan masalah anda." Ucapnya, seorang pria dengan rambut coklat cepak dan tatapanya sedikit horor, satunya lagi seorang pria dengan rambut silver, tatapan mata yang terlihat sayup dan memakai masker penutup mulut, apa yang di sembunyikannya? Jika dia seperti itu saja wajahnya mungkin tidak ada masalah, lagi pula dia terlihat tampan meskipun menutup mulutnya, semoga aku tidak salah datang ke tempat ini, seorang teman merekomendasikannya, katanya mereka sangat hebat.
"Mungkin ini akan terdengar sedikit konyol-" Ucapku, aku memulai ceritaku ini, mereka mendengarnya dengan sangat tenang, aku merasa agak canggung dan merasa aneh jika menceritakan tentang makan siang itu. "Aku sudah melapor pada polisi dan mereka menganggapku bercanda dan kurang peka terhadap orang yang mungkin mengirimkan makanan itu, aku tahu ini terdengar aneh, setelahnya aku tidak memakannya lagi dan memberikan kepada siapapun, pengiriman makanan itu terhenti begitu saja, aku punya pikiran buruk jika orang ini mengetahui apa yang aku lakukan dan di hentikannya, sebelumnya, setiap aku menikmati makanan itu, setiap harinya akan datang lagi pesanan makanan." Jelasku, aku sudah menceritakan segalanya.
"Anda memikirkan seorang stalker yang mungkin berada di sekitar anda, ini memang akan di anggap hal sepeleh bagi beberapa orang, tapi bagi kami, ini adalah masalah jika seseorang sudah tidak merasa nyaman akan pemberian itu." Ucapnya.
Aku cukup terkejut mendengar ucapan pria yang bernama Yamato ini, dia menerima baik akan masalahku dan mau mendengarkannya.
"Kami mungkin akan mengawasi anda dari jauh, jadi tenang saja, kami juga akan terus melaporkan jika ada hal-hal aneh yang terjadi di sekitar anda." Ucap pria yang bernama Kakashi itu, dia bahkan mungkin tersenyum, kedua matanya menyipit setiap dia terlihat tersenyum, aku tidak bisa melihat mulutnya, tapi itu terlihat jika dia tersenyum.
"Terima kasih, aku sungguh berterima kasih pada kalian, aku sudah mulai merasa tidak nyaman dan terus was-was jika benar ada yang mengawasi, dan aku harap pelakunya segera di tangkap." Ucapku.
"Ini akan memakan waktu, jadi kami harap anda sabar menunggu." Ucap Yamato.
"Iya, aku tidak masalah, aku akan tetap menunggu kabar dari kalian." Ucapku.
Aku sungguh berharap kepada kedua pria itu, mereka pun sebenarnya sangat ramah, setelahnya, aku pulang dan tidak melihat Sasuke di ruang tv, tapi tv masih tetap menyalah, mencoba mematikan tv itu namun tindakanku terhenti.
[Suara Tv]
kami laporkan terjadi sebuah ledakan, di laboratorium di salah satu universitas, beberapa mahasiswa dan dosen mengalami luka-luka dan hingga detik ini tidak ada korban yang tewas, kerusakan bangunan cukup parah dan tertimpah bangunan…..
Laboratorium itu adalah salah satu lab yang di gunakan di kampusku dulu, itu adalah lab yang khusus di gunakan oleh mahasiswa yang mendapat prof. Orochimaru sebagai dosen mereka, ini sungguh aneh, lagi-lagi aku mendengar hal yang di buat oleh prof. Orochimaru hancur begitu, setiap informasinya hanya di karenakan masalah sepeleh, bukannya ini sangat aneh?
.
.
TBC
.
.
update...~
di chapter ini author memunculkan kakashi dan yamato sebagai detektif swasta. ini akan menjadi kisah drama yang cukup rumit, tapi author pengen kemas dengan ringan saja, hehhehe.
oh apakah Sasuke pelakunya?
lalu siapa pelaku pengiriman makanan?
uhmm... siapa yaa?
.
.
See you next chapter...~
