Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

.

Catatan :

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

.

.

= Enjoy for read =

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

[ 007 ]

~ Chapter 8 ~

.

.

.

Sasuke Pov.

Aku sudah tinggal hampir dua bulan bersama dokter Sakura, dia adalah dokter pertama yang mendampingiku, aku merasa jika dia berbeda dengan dokter-dokter pendamping yang di bawa oleh prof. Orochimaru, cara bicaranya padaku, sikapnya, dan tindakannya, saat itu dia bahkan tidak membiarkanku melihat salah satu anak yang bunuh diri dengan sebuah handgun di tangannya, dia tidak ingin aku melihat sesuatu yang mungkin akan membuatku seperti anak-anak lain, mereka berteriak histeris termasuk dokter pendamping anak itu.

Dokter Sakura melindungiku dan aku melukainya, dia melakukan kesalahan dan tidak mengikuti prosedur di lab itu, aku kadang memikirkan kesalahanku, aku seharusnya tetap tenang dan mungkin saja dokter Sakura tidak akan di ganti hingga aku dewasa nanti.

Luka di tangannya membuatnya terus ingat, aku bisa melihat dari sorot matanya saat pertama kali kami bertemu, ya aku berhasil masuk dengan segala keahlian yang akan gunakan termasuk membajak CCTV apartemen ini dan membobol kode untuk masuk ke lif dan apartemen dokter Sakura, selama ini aku terus mencarinya, aku menemukannya di kota Konoha setelah melakukan semua misiku, sekarang hanya tinggal dokter Sakura dan dia tidak mengetahui apapun yang selama ini aku lakukan.

Sebelumnya, setelah dokter Sakura terluka dan di ganti oleh dokter baru, aku begitu benci padanya, memaksakan apapun padaku dan berusaha terlihat baik di hadapan prof. Orochimaru, dia melakukan segala prosedur di lab ini dengan baik dan terus mengawasiku dengan sangat ketat, setiap harinya aku merindukan dokter Sakura, dia jauh lebih bersikap lembut padaku.

Hari itu pun tiba dan aku berhasil membalasnya, meskipun teriakan minta ampun itu terus terucap pada mulutnya, aku tidak akan kasihan, aku terus mengingat apa yang di lakukannya padaku.

Aku dan beberapa anak tidak memiliki tujuan apapun meskipun memulai kehidupan baru kami, namun rasa sakit dan dendam yang tertanam cukup lama ini membuat kami merasa perlu adanya keadilan, melapor pada pihak berwajib tidak akan menyelesaikan apapun, profesor gila itu hampir mengendalikan segalanya, kami menggunakan cara lain, balasan karena mereka telah menyiksa kami dengan berbagai tes yang menyakitkan itu.

Aku bohong pada dokter Sakura jika aku ingin tinggal bersamanya, aku membohonginya dan dia begitu percaya padaku, dia masih dokter Sakura yang dulu, dia peduli padaku, sangat peduli, aku mungkin akan kesulitan melakukannya meskipun Ten (10) sudah menegurku, aku rasa dokter Sakura tidak ada kaitannya walaupun dia memang menjadi salah satu dokter pendamping, sikap dokter Sakura tidak sama dengan dokter lainnya, aku sangat tahu itu.

Keluar dari kamar mandi dan mengambil sarapan yang ada di meja, aku akan makan di kamar, aku juga berbohong tentang menaruh majalah yang cukup membuatnya marah dan merona, Sakura mungkin akan sangat marah yang jauh lebih marah jika dia tahu aku memasang CCTV di setiap sudut rumah ini, bahkan aku bisa membajak CCTV dimana pun hingga bisa mengawasinya, bukan aku yang meledakan beberapa gendung milik prof. Orochimaru, itu adalah ulah Ten, dia yang melakukannya, selama ini aku mengawasi apapun dan mencoba berkomunikasi dengan anak-anak lain yang terpencar di beberapa kota, namun aku sulit menghubungi seseorang, mungkin tempatnya cukup jauh hingga aku kesulitan menjangkaunya.

Aku masih belum menemukan seseorang yang mengirim makanan pada dokter Sakura, dia terlalu bersih dalam bekerja hingga jejaknya tidak terdeteksi, bagaimana dia bisa tahu makanan kesukaan dokter Sakura? Aku akan terus mengawasi dokter Sakura, tidak ada yang boleh melukainya, dia adalah targetku, aku bohong dengan tidak peduli akan ceritanya, selama ini aku berusaha mencari orang itu namun tiba-tiba pengiriman makanan itu terhenti, hal itu terjadi setelah dokter Sakura selalu memberikan kiriman itu pada orang lain dan dia tidak pernah memakannya lagi setelah curiga dan merasa khawatir.

Kadang sesekali aku akan melihat pria itu, mantan suaminya, terus datang ke ruangan kerja dokter Sakura, memangnya apa yang di lakukannya? Dia tidak menyadari dengan segala kebodohannya dan terus memaksa dokter Sakura untuk kembali, aku senang mereka telah bercerai, apa perlu aku memberinya teguran? Dia harus tahu jika dokter Sakura bukan miliknya lagi.

Ending Sasuke Pov.

.

.

.

.

.

Sakura pov.

Hari ini tiba-tiba seseorang datang padaku, aku rasa dia masih cukup muda, rambut ungu pudar dan tatapannya sedikit membuatku tak suka, aku cukup terkejut dengan kedatangannya, dia adalah pemuda yang terlihat di dalam rekaman video itu, jika dia macam-macam aku bisa menggunakan alat apapun di ruanganku.

"Ka-kau, apa yang kau lakukan?" Ucapku, aku cukup takut padanya.

"Tenanglah dokter, aku bukan orang yang jahat dan maaf membuatmu salah paham."

Aku tidak mengerti, dia tiba-tiba datang seperti ini, apa yang di inginkannya? Apa benar dia seorang stalker?

"Aku datang untuk meminta maaf."

"Tu-tunggu dulu, kau harus menjawab pertanyaanku terlebih dahulu." Ucapku, aku akan menyiapkan perekam suara, dia terlihat begitu santai dan sangat tenang di hadapanku, dia tidak seperti seorang stalker.

"Silahkan dokter, aku akan menjawab apapun." Ucapnya.

"Apa kau yang mengirim makanan-makanan itu?" Tanyaku.

"Tidak, aku tidak pernah melakukan hal seperti itu, aku rasa itu konyol." Ucapnya, tatapannya terlihat malas, aku masih ragu akan jawabannya itu.

"La-lalu, untuk apa kau mengikuti di mall saat itu?"

"Aku sudah mengatakannya tadi, aku ingin minta maaf, aku keliru mengenali seseorang, anda sangat mirip dengan orang yang aku cari." Ucapnya.

Aku jadi kepikiran, apa mungkin karena hal itu dia baru saja terlihat oleh detektif yang aku sewa? Pemuda ini keliru.

"Sekali lagi maaf jika membuat dokter tidak nyaman akan tindakanku, aku tidak akan melakukannya lagi, aku sudah memastikan jika bukan dokter orang yang aku cari, jadi aku permisi dulu." Ucapnya.

Aku hanya mematung setelah pemuda itu keluar, dia bahkan sengaja datang untuk meminta maaf padaku, ini jadi terkesan sedikit mengganjal, lalu bagaimana dia tahu aku bekerja disini? Apa dia juga berusaha mencari tempat tinggalku? Atau jangan-jangan dia pura-pura dan mungkin saja dia mencari Sasuke, aku memikirkan hal terburuk, pemuda itu masih membuatku sangat penasaran, lagi pula aku sudah merekam suaranya dan bisa sebagai bukti untuk kedua detektif itu.

Tok tok tok

"Masuk." Ucapku

Seorang cleaning servis datang dan membawa sebuah bunga dan juga vas kecil seperti berbentuk bola kristal kecil, bunga itu, kalau tidak salah namanya adalah Hydrangea macrophylla atau orang lebih kenal dengan sebutan Hortesia, aku jarang melihat yang berwarna pink seperti ini.

"Siapa yang mengirimnya?" Tanyaku.

"Saya juga tidak tahu dok, lagi-lagi nama pengirimnya tidak ada, hanya ada nama dokter dan alamat rumah sakit ini." Ucapnya, dia mulai membuka bungkusan berwarna bening itu, vasnya cantik dan sangat cocok dengan bunga hortesia ini.

Cleaning servis itu pamit dan keluar, dia masih punya pekerjaan dan aku hanya menatap bunga itu, bunganya masih terlihat sangat segar dan cukup mempercantik ruangan, tapi aku harus menyikirkan pikiran itu sebelum tahu siapa pengirimnya, hal ini sama seperti makanan yang di kirim.

Lalu untuk apa mengirim bunga? Apa akan terus mengirimkan bunga lagi padaku?

Hostersia, bunga ini melambangkan hati yang dingin, permintaan maaf, penolakan lamaran, dan penyesalan, memangnya siapa iseng mengirimkan bunga ini padaku.

Triinggg…~

Ponselku berdering, sebuah panggilan dari nomer yang tidak aku ketahui, apa lagi-lagi ada yang iseng menggangguku? Akhir-akhir ini aku jadi sering merasa di ganggu, aku bahkan jarang membuat masalah sampai harus di ganggu.

Aku tidak mengangkat ponselku hingga ponsel itu berhenti berdering, hanya hitungan detik, kembali ponselku berdering, jika ini adalah orang yang iseng aku akan melaporkannya dan melacak dari mana asal nomer ponsel ini.

"Halo dokter Sakura, ini aku, Sasuke, bisakah kau keluar sekarang?" Itu adalah suara Sasuke, bagaimana dia tahu nomer ponselku? Aku tidak pernah memberitahukannya.

"Untuk apa keluar? Aku sedang sibuk." Ucapku.

"Aku mohon keluar lah sekarang juga." Dia sampai memohon padaku.

"Aku tidak akan keluar, kau sedang bercanda Sasuke? Berhenti sekarang juga." Tegurku.

"Aku ada di luar, aku menunggumu, aku ingin mengatakan sesuatu yang penting."

Ada apa dengannya? Bahkan nada suara itu, Sasuke seperti tidak sedang bercanda, dia seakan tengah khawatir, Sasuke keluar dari apartemen? Aku tidak percaya ini, dia bahkan tidak ingin keluar, untuk apa dia datang kesini?

"Dokter Sakura, cepatlah." Tegasnya.

"Baik-baik, ada apa denganmu? Kau ini sangat aneh, aku akan segera keluar, kau ada dimana?"

"Halaman parkiran." Ucapnya.

Aku sudah keluar ruangan dan meminta seorang perawat untuk menunggu, aku harus segera mencari Sasuke, dia menghubungiku dan berbicara padaku, aku ingin dia katakan saja jika sedang membutuhkan sesuatu, tapi Sasuke ingin menemuiku sekarang juga.

Hingga hampir ke tempat parkiran, aku mendengar suara alarm kebakaran dari dalam gedung rumah sakit, menoleh dan Sasuke tetap memintaku untuk berjalan lebih cepat.

"Aku harus kembali Sasuke, sepertinya ada yang darurat hingga membuat alarm berbunyi."

"Tidak! Jangan kembali, kau harus menemuiku, aku ketakutan disini!" Teriaknya.

Aku tidak mengerti, Sasuke benar-benar aneh, di satu sisi aku merasa tidak tenang dengan alarm rumah sakit itu, di satu sisi Sasuke membutuhkanku, dia hanya membuatku kesusahan, aku bisa melihat beberapa perawat dan bagian keamanan mulai mengeluar beberapa pasien dan para pengunjung untuk memastikan mereka aman, bagaimana alarm itu berbunyi? Apa ada terjadi kebakaran didalam?

BOOM!

.

.

TBC

.

.


update...~

di chapter ini menjelaskan banyak hal dari chapter-chapter sebelum, jadi bukan sasuke yang mengirimkan makanan dan bukan sasuke yang ngebom gendung-gedung itu.

dan di chapter ini Ten(10) datang ke ruangan SAkura. =w=

anuu... untuk sitilafifah989 sepertinya kamu keliru =w= padahal author udah cantumkan kalau Ten (10) adalah nama kode, dan author sampaikan di situ jika dia adlaah seorang pemuda =w= apa author salah meuliskannya di sana atau kamu melewatinya? =w= jadi Ten ini adalah nama kode seperti seven, dan dia seorang pemuda =w=, apa SAkura akan di bunuh? Mari kita lihat saja XD

.

.

See you next chapter...~