Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 10 ~
.
.
.
Sementara itu Sai melihatnya, melihat pria nan tinggi itu, dia membuat Sakura berbalik hingga hanya punggung wanita itu saja yang di lihatnya, pria itu bahkan memeluk Sakura di hadapannya, semua itu hanya dari posisi pandangan Sai, tatapan pria itu mengarah padanya, sorot mata yang tajam, seakan ingin mengatakan jika Sakura hanya miliknya, Sai merasa tidak senang akan tatapan itu, turun dari mobilnya namun pemuda itu telah pergi dan saat ini Sakura menatap marah padanya.
"Untuk apa kau datang ke sini?" Ucap Sakura, Sai tidak mendengar perkataannya kemarin.
"Aku akan menjemputmu." Ucap Sai, berusaha tenang walalupun sedikit kesal melihat tingkah pria tadi.
"Kenapa menjemputku? Aku sudah katakan jika aku bisa pergi sendiri."
"Pria itu, apa kalian tinggal bersama?" Ucap Sai.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, lagi pula jika aku tinggal dengan siapapun, apa aku harus lapor padamu? Ingat dokter Sai, kau bukan suamiku lagi." Tegas Sakura.
"Bagaimana kalian bisa tinggal bersama tanpa status hubungan?"
"Maaf, aku sudah terlambat." Ucap Sakura dan bergegas pergi, menghindari pembicaraan itu.
"Aku minta maaf, jangan pergi, biar aku yang mengantarmu." Ucap Sai dan berusaha tenang.
Lagi-lagi dia berhasil membuat Sakura mendengarkannya.
"Aku tidak akan ikut campur lagi dalam hubungan kalian, tapi bisakah kau tidak menghindariku? Atau kita bisa jadi teman, kita berada di satu instansi, apa kau akan terus mengacuhkanku?" Ucap Sai.
"Bukannya aku mengacuhkanmu, aku tidak suka akan gosip-gosip yang beredar di rumah sakit, mereka terus berprasangka buruk padaku, memikirkan aku sebagai wanita bodoh yang menceraikan seorang pria yang kata mereka dia pria yang hebat." Ucap Sakura dan memasang wajah malasnya itu.
Sai tertawa pelan mendengarnya. "Siapa lagi yang mengatakan hal semacam itu? Pria hebat? Mereka benar-benar salah paham." Ucap Sai.
"Ya, salah paham, hingga tak percaya dengan ucapanku jika aku menceraikannya karena dia memiliki selingkuhan." Ucap Sakura, dia tidak bisa menutupi rasa sakitnya itu.
Pria berwajah manis ini terdiam, menyesal pun tidak ada gunanya, lagi-lagi Sakura menyingung masalah setahun yang lalu itu.
"Bagaimana kau bisa bertemu pria itu?" Tanya Sai, penasaran.
"Aku pikir kau tidak akan ikut campur."
"Aku hanya penasaran, aku sangat tahu kau bagaimana Sakura."
"Anggap saja dia pria yang sangat peduli padaku."
"Memangnya apa lagi yang bisa aku katakan? Sasuke memang peduli padaku, namun dalam artian lain." Pikir Sakura.
.
.
.
.
.
Rs. Konoha.
Beberapa tempat masih mendapat garis polisi dan orang-orang berseragam kepolisian masih berada di sekitar TKP, Sakura tidak menyangka akan bertemu dengan detektif yang di sewanya.
"Kami datang setelah mendengar berita di tv dan juga kami punya pekerjaan disini." Ucap Yamato, menjelaskan tujuan mereka datang ke rumah sakit Konoha.
"Aku senang kalian datang ke sini, ada hal yang ingin aku sampaikan." Ucap Sakura, dia ingin menceritakan pria yang ada di video itu.
"Kau mengenal mereka?" Tanya Sai, ada dua pria yang segera menghampiri Sakura setelah mereka saling bertatapan.
"Kami hanya teman." Ucap Sakura, dia tidak mengatakan hal yang sebenarnya pada Sai, Sakura merasa jika Sai juga akan ikut campur.
Kakashi dan Yamato hanya terdiam, mereka juga tidak menanggapi ucapan pria yang juga memakai jas dokter seperti Sakura, memikirkan jika dokter Sakura ingin merahasiakan apapun.
Mereka pun keluar dari rumah sakit dan memilih sebuah kafe yang tidak jauh dari area rumah sakit.
"Maaf meminta kalian seperti ini di saat masih sibuk." Ucap Sakura.
"Tidak masalah. Kami hanya menyelidiki di tempat kejadian. Jadi apa dokter Sakura ingin berbicara atau kami dulu yang berbicara? Ada hal yang ingin kami sampaikan juga." Ucap Yamato.
"Mungkin aku perlu mendengar kalian dulu." Ucap Sakura.
Kakashi dan Yamato saling bertatapan, keduanya mengangguk dan Kakashi yang akan menjelaskannya.
"Dari hasil penyelidikan sementara, ledakan berasal dari ruangan anda dokter, lalu kami menemukan beberapa serpihan kaca di sana, apa ada sesuatu di dalam ruangan anda dan tiba-tiba saja meledak? Dan dimana anda saat ruangan itu meledak?" Ucap Kakashi.
Sakura terdiam sejenak, ledakan itu berasal dari ruangannya dan ada serpihan kaca, Sakura hanya mencurigai vas bunga yang baru datang itu, namun dia tidak berada di ruangannya karena sebuah panggilan dari Sasuke, di bagian itu mungkin akan sulit di ceritakan, apalagi Sasuke hanya mengandalkan firasatnya, dia sampai berteriak dan memohon agar Sakura tidak kembali ke ruangannya.
"Aku akan menjawabnya dan sekaligus mengatakan apa yang ingin aku sampaikan." Ucap Sakura, dia mengeluarkan ponselnya dan ada rekaman suara pemuda itu.
"Dia adalah pemuda yang berada di video itu, dia terlihat jauh lebih muda, mungkin seumuran dengan keponakanku, lalu setelah dia keluar, seorang cleaning servis datang dan membawa sebuah bunga Hostersia beserta vas yang terbuat dari kaca seperti sebuah bola kristal, aku pikir ini akan sama dengan makanan yang di kirim, semuanya sama-sama tidak memilki nama pengirim dan aku juga tidak tahu akan ada ledakan, aku tidak bisa menebak jika itu berasal dari vas bunganya, seorang teman ingin bertemu denganku dan aku keluar dari ruanganku, di saat itulah bunyi ledakan dari dalam rumah sakit." Jelas Sakura, sedikit mengganti kejadian Sasuke menghubunginya.
"Timing waktu pemuda itu pergi dan bunga yang datang, ini sangat kebetulan sekali." Ucap Kakasih.
"Ya, tapi aku tidak punya bukti untuk mencurigai pemuda itu, aku juga lupa menanyakan namanya." Ucap Sakura.
"Baiklah dokter Sakura, kami akan kembali mengusut kasus ini, sekarang orang ini mengirimkan sebuah bom padamu, lain kali, jika ada pengiriman lagi, tolong hubungi kami dan bawa kiriman itu di luar." Ucap Yamato.
"Baik, terima kasih." Ucap Sakura.
Yamato pun meminta rekaman suara itu, dia akan mencari pemuda itu, mereka cukup mencurigainya dengan waktu ledakan yang tidak begitu lama.
.
.
.
.
Kafe J
"Wah gila, jika saja aku tidak keluar secepatnya, mungkin aku dan dokter Sakura akan ikut meledak." Ucap Ten (10).
"Bisakah kau berbicara tidak keras?" Tegur Sasuke, mereka ada di sebuah kafe, Sasuke keluar hanya untuk bertemu Ten.
"Maaf-maaf, tapi orang ini sungguh keterlaluan, aku mencurigai jika dia yang awalnya mengirim makanan, sekarang mengirim bom, hahaha, bagaimana ini Sasuke? Dia akan membunuh doktermu, aku rasa kau tidak perlu melakukannya."
"Tidak ada yang boleh melakukannya selain aku." Ucap Sasuke dan tatapan itu menajam.
"Baik, aku mengerti, tidak ada yang boleh membunuhnya, makanya kau harus lebih cepat dari orang ini, hari ini dia mengirim bom, mungkin besok dia akan menculik dokter Sakura."
"Aku akan pulang." Ucap Sasuke, tidak senang akan pembicaraan mereka, Ten (10) selalu saja mengucapkan hal yang tidak sukainya.
"Baiklah, aku minta maaf, kemarilah, aku tidak akan mengatakannya lagi, aku hanya curiga jika orang ini dekat dengan dokter Sakura atau selama ini dia sudah memata-matainya sepertimu."
"Suigetsu, aku perlu bantuanmu." Ucap Sasuke.
"Ada apa ini? Kau memanggil namaku, tidak memanggilku dengan kode, apa ini sesuatu yang sangat penting?"
"Hn, sangat penting."
"Oke, tapi apa imbalannya untukku? Kau tahu sekarang hidup itu sangat sulit."
"Setelah semuanya selesai."
"Kau tidak berubah, kau selalu yang terbaik Sasuke, bagaimana jika kita mengadakan reunian? Mereka pasti akan senang jika bertemu kita lagi."
"Terserah, kau bisa mengatur segalanya."
"Aku akan menghubungi mereka dan mencari tempat yang indah untuk reunian kita."
"Aku harus kembali, dokter Sakura akan segera pulang."
"Aku jadi curiga jika kau malah menyukai dokter itu."
"Tidak seperti yang kau pikirkan, kami tidak ada hubungan apa-apa." Ucap Sasuke dan beranjak dari kafe itu.
Suigetsu dengan nama kode Ten(10) menatap pemuda yang selalu bersamanya, sikap Sasuke yang sedikit berbeda, kali ini dia jauh lebih lama bergerak, dulunya Sasuke begitu cepat membunuh siapapun, sekarang dia begitu lama tinggal bersama dokter itu dan juga ada orang lain selain Sasuke yang ikut mengincar dokter Sakura.
"Apa ini akan menjadi sebuah drama? Ini sungguh menggelikan." Ucap Suigetsu, mulai sibuk dengan ponselnya.
Tiba-tiba ada dua pria datang dan duduk di hadapan Suigetsu, kedua pria itu menatapnya dan mereka berhasil menemukannya.
"Oh halo, ada keperluan apa? Atau kalian ingin menempati kursi ini?" Ucap Suigetsu dan sebuah senyum darinya.
"Kami ingin tahu apa yang kau lakukan di rumah sakit Konoha pada tanggal XX beberapa hari yang lalu?" Ucap Kakashi.
.
.
TBC
.
.
akhirnya bisa update.
kemarin nggak bisa update loh, =w= setiap mau upload sistem eror O_O entah apa yang terjadi pada fanfic kemarin.
selamat berakhir pekan, semangat yang masih kerja hari sabtu =w= seperti author ini. =w=.
.
.
See you next chapter!
