Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

.

Catatan :

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

.

.

= Enjoy for read =

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

[ 007 ]

~ Chapter 13 ~

.

.

.

Mencoba menarik napas perlahan dan menenangkan detak jantungku yang kacau ini, aku sampai menjauh dari Sasuke, menatap bingung padanya, aku bahkan merasakan wajahku memanas, apa-apaan dia? Kenapa mengatakan hal seperti itu?

"Aku sudah sangat tua! Aku bahkan sudah berstatus janda, jangan bercanda Sasuke, kau masih 17 tahun, bagaimana pandangan orang-orang!" Ucapku, tenanglah, tenanglah, aku yakin ini hanya perasaan sesaat saja, Sasuke tidak benar-benar serius padaku.

"Apa aku perlu mendengar tanggapan orang? Aku tidak butuh tanggapan mereka." Ucapnya dan dia mengacuhkan ucapan pertamaku, aku sudah menjadi janda.

"Kau bisa mencari gadis lain yang seumuran denganmu." Saranku.

"Aku hanya menyukaimu."

Blussh..~

Argghhtt! Dia mengatakan hal seperti itu dengan enteng dan tatapan tanpa dosa, kau masih muda Sasuke! Kau pasti hanya terbawa suasana.

"Majalah dewasa hanya merusakmu!" Ucapku.

"Aku tidak pernah membaca majalah itu, aku bohong padamu agar kau tidak masuk ke kamarku." Ucapnya.

"Ka-kau-"

Aku sampai kehabisan kata-kata, selama ini dia berbohong padaku?

"Kau tidak mengerti arti menyukai lawan jenis."

"Aku menyukaimu, apa itu perlu mendapat sebuah arti?"

Terdiam.

Pikirkan untuk menolaknya, ini tidak boleh terjadi, dia harus menjadi adikku.

"Apa yang akan kau katakan lagi? Katanya kau suka padaku, kau ingin melindungiku, kau peduli padaku, kenapa sekarang kau menolakku?"

"Aku suka padamu sebagai seorang adik!" Tegasku.

"Sekarang ubah itu menjadi lawan jenis, itu tidak susah." Ucapnya, santai.

"Kau tidak mengerti! Aku bahkan sudah 33 tahun!"

"Umur hanya angka, aku tidak peduli setua apa kau, aku menyukaimu, aku tidak ingin kau bersama pria lain, aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkamu sendirian lagi." Ucap Sasuke, sorot matanya meredup sejenak.

Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi, aku juga tidak bisa menerimanya seperti ini, ini salah, ini benar-benar salah.

"Baiklah, kau bisa mengusirku jika kau menolakku." Ucapnya dan pergi begitu saja, aku bahkan tidak bisa menahannya, Sasuke sudah masuk ke kamarnya.

Menghela napas, apa yang terjadi? Kami bahkan baru berbicara sedikit dan pembicaraan ini akhirnya berakhir begitu saja, aku dan Sasuke? Memikirkannya saja itu tidak mungkin, Sasuke masih sangat muda dan aku tidak ingin membuat hubungan yang lebih dengannya.

Aku sampai tidak bisa memikirkan apapun saat berbicara dengannya, dia terlalu jenius untuk di tangani.

Sekarang bagaimana?

Suasananya akan sangat canggung, aku juga tidak bisa mengusirnya begitu saja, aku khawatir jika ada yang mengincar Sasuke, apalagi pemuda yang bernama Suigetsu itu, aku masih curiga padanya.

Tambah satu lagi masalah baru.

.

.

.

.

.

Terlalu banyak masalah dan kepalaku semakin pusing, berbaring di ranjang setelah mandi, aku lelah, Sasuke bahkan tidak keluar dari kamarnya sejak tadi, apa dia marah padaku? Lagi pula aku tidak akan mengusirnya walaupun aku tidak menerima pernyataannya.

Bagaimana anak semuda itu mau dengan wanita sepertiku? Dia benar-benar aneh, atau isi kepalanya yang bermasalah.

Tok tok tok.

"Apa aku boleh masuk?" Ucapnya, bahkan nada suaranya terdengar sedih, apa dia akan membuatku luluh lagi? Kali ini aku harus lebih tegas padanya.

"Masuklah." Ucapku.

Aku bisa melihat tatapannya itu, dia terlihat sedih tidak hanya suaranya saja, apa yang membuatmu sedih? Hubungan kita akan buruk jika bersama, setelah hampir berada di sisi ranjangku, Sasuke berlutut dan menundukkan wajahnya.

"Apa aku kurang baik padamu?" Ucapnya.

Melihat tindakan aneh Sasuke, dia berlutut di hadapanku, aku hanya duduk di sisi ranjang dan tidak juga mengucapkan apapun, aku bingung memilih kata yang tepat untuknya, jangan sampai luluh, Sasuke itu sangat pandai membuat kalimat manis.

"Kau sangat baik, tapi ingat hubungan kita tidak akan berjalan lancar, jadi aku harap kau menerima keinginanku saja, menjadi saudara adalah jalan yang benar." Ucapku, aku harus lebih tegas.

"Aku tidak mau menjadi adikmu!" Ucap Sasuke, dia bahkan meninggikan suaranya.

"Sasuke. Aku-"

"-Apa kau masih peduli pada mantan suamimu itu?"

"Tidak! Sama sekali tidak! Untuk apa peduli pria itu." Ucapku, bagaimana dia beranggapan aku menolaknya karena dokter Sai? Aku bahkan membuang jauh-jauh pikiran untuk berbaikan meskipun setiap harinya dokter Sai berusaha membuatku kembali.

"Apa ada seseorang yang kau sukai?" Tanyanya, kali ini Sasuke menatapku, tatapannya tidak terlihat menakutkan, lagi-lagi dia memasang tatapan seperti puppy kecil yang menggemaskan, aku harus semakin tahan terhadapnya.

"Tidak ada, sebaiknya kau tidur, ini sudah sangat malam." Ucapku, apa dia tidak lelah berlutut?

"Tidurlah, aku akan tetap disini seperti ini." Ucapnya.

"Jangan lakukan itu, berdiri, lututmu akan sakit." Ucapku dan mencoba membuatnya berdiri, tapi itu adalah hal yang salah, Sasuke malah memelukku erat dan membuatku bersadar pada sisi ranjangku.

"Akan aku lakukan sampai kau peduli padaku." Ucapnya.

Bagaimana dia bisa keras kepala seperti ini? Ada banyak gadis muda yang bisa menjadi pacarmu dengan mudah.

"Kau akan mengusirku? Kau tidak peduli padaku lagi?" Ucapnya dan nada suara itu terdengar sangat sedih.

Kenapa aku merasa menjadi wanita yang jahat saat ini? Aku hanya menolak pernyataannya, aku tidak bisa, apalagi dengan umur kami yang terpaut sangat jauh.

"Dokter Sakura, aku menyukaimu." Bisiknya.

"Tidak Sasuke, kau tidak bisa melakukan ini." Ucapku.

Pelukan Sasuke terlepas, namun wajahnya tak juga jauh dari hadapanku.

"Tatap aku." Ucapnya dan aku melakukan permintaannya. "Kau tidak menyukaiku?" Tanyanya lagi, ini sudah untuk kesekian kalinya Sasuke mengatakannya padaku.

"Sasu-hmmmp."

Terkejut, itu hanya sebuah ciuman singkat.

"Kau tidak menyukaiku?" Tanyanya lagi dan lagi.

"Aku ti-hmpp."

Kembali sebuah ciuman singkat darinya.

"Apa yang hmpp."

Aku tidak bisa melanjutkan setiap ucapanku jika dia melakukan itu padaku.

"Jangan menciumku!" Ucapku, akhirnya aku berhasil menyelesaikan kalimatku setelah menahan mulut Sasuke dengan tanganku, namun segera ku lepaskan, Sasuke menjilat telapak tanganku! "Hentikan itu!" Ucapku, aku benar-benar marah dan malu saat ini.

"Maaf sudah melukaimu, aku ingin minta maaf dengan baik padamu." Ucapnya, aku menutup mulutnya menggunakan tanganku yang terluka dulu. Sasuke sedikit mengambil jarak, memegang tanganku yang pernah terluka itu, sebuah kecupan di sana dan ucapan maaf yang keluar sebelum dia mengecupnya.

Ini membuatku tidak nyaman dan sedikit merasa aneh, bahkan debaran di dada ini tidak bisa aku tutupi.

"Aku tidak apa-apa, aku sudah memaafkanmu, hentikan Sasuke." Ucapku. Berusaha menarik tanganku darinya, namun itu sia-sia.

Akhirnya dia berhenti dan membiarkan tanganku menyentuh pipi kanannya, lagi-lagi tatapan sedih itu.

Apa aku harus menerimamu?

Apa kau akan berhenti melakukan ini jika aku menerimamu?

"Sakura. Apa aku bisa memanggilmu seperti itu?" Ucapnya.

"Ka-kau bisa memanggilku apa saja." Ucapku.

Aku sudah sangat malu, apa Sasuke tidak bisa berhenti?

Wajah pemuda itu kembali mendekat, dia menyebutkan namaku dan sebuah ciuman darinya, ini bukan sebuah ciuman yang singkat lagi, ciuman perlahan, aku tidak bisa mendorongnya, kedua tanganku di tahan olehnya.

Hentikan ini Sasuke, aku tidak bisa menahannya lagi, aku kesulitan, aku harus terus menyadarkan diriku.

Ciuman itu turun ke arah leher dan kali ini aku sudah harus menghentikannya.

"Sasuke hentikan!" Teriakku dan berusaha mendorongnya.

Dreet….dreeet…..dreeet….

Bught!

Membuka mataku dan mendapat diriku di lantai, apa? Aku terjatuh dari tempat tidur? Dimana Sasuke? Apa ini sudah pagi? Kepalaku jadi sakit, semalam apa hanya mimpi? Semua yang di lakukan Ssasuke dan yang kami bicarakan hanya mimpi?

Tok tok tok

Ketukan itu.

"Apa aku boleh masuk?" Itu suara Sasuke, aku sampai tidak bisa membedakan mimpi dan yang nyata, kali ini bukan mimpi, aku sudah sadar sepenuhnya.

"Tunggu, aku akan keluar." Ucapku.

Membuka pintu kamarku, dan melihat tatapan murung itu. Aku harus berbicara lebih baik padanya.

"Sasuke aku harap kau mendengarkan ucapanku." Ucapku.

"Aku tidak akan mendengarnya." Ucapnya, tatapannya berubah dan terlihat kesal padaku.

"Baiklah, sekarang kita sampingkan masalah itu."

"Itu bukan masalah!" Protesnya.

"Baik-baik itu bukan masalah, tapi ada hal yang ingin aku katakan padamu, bagaimana kau bisa bertemu dengan pemuda yang bernama Suigetsu itu?" Ucapku.

Sasuke menjadi tenang.

"Dimana kau melihatnya?"

"Aku melihat kalian tanpa sengaja." Bohongku.

"Kami baru kenal, bukan hal yang khusus, lagi pula aku pikir dia mencurigakan, kau menceritakannya sebelumnya padaku." Ucap Sasuke.

Sungguh? Apa seperti itu? Jadi salah satu kemungkinan yang aku pikirkan ada benarnya, Sasuke sengaja mencari pemuda itu karena dia pun mencurigainya, aku salah memikirkan hal buruk pada Sasuke, aku pikir mereka mungkin punya hubungan dan akan membuat rencana buruk padaku.

Cup..~

"Mulai hari ini aku akan membuatmu berubah pikiran." Ucap Sasuke.

Mematung dan menatapnya, baru saja sebuah kecupan mendarat ke arah jidatku.

Pagi ini, aku melihat senyum senang di wajah pemuda yang bahkan masih berumur 17 tahun itu.

.

.

TBC

.

.


update...~

di chapter ini sedikit soft-soft anu, tapi itu hanya mimpi yaa, hanya mimpi bukan kenyataan, eheheheh...

untuk nurvieee96 emang sih rada aneh yaa kalau Sasu masih 17 tahun dan Saku udah 33, jauh bengat umurnya, jadi berasa tante2 ama gigolonya, eh(?) hehehhe, bercanda, ya jarang-jarang author menggunakan umur yang terpuat jauh untuk tokoh laki-laki, tapi udah biasa kalau tokoh wanitanya umurnya muda, disini mirip kek fic "my little husband" juga memiliki umur yang jauh juga, Sasuke bahkan jauh lebih muda dari saku, tapi walaupun umurnya masih muda, author menjelaskan sedikit jika postur tubuh Sasuke jauh lebih bersar, yaa seperti orang dewasa, sama seperti tubuh SAi lah, namun dia lebih uhuk berotot karna latihan yang selama ini Sasuke jalani. XD

terima kasih untuk tetap review, padahal jika di baca saja author dah senang banget.

dan terima kasih juga buat para reader yang masih baca fic ini, lama kelamaan fic ini akan lebih menonjol pada dramanya, =w= romance nanti agak kurang sih, tapi author berusaha nyelip-nyelip dikit, dan jika romance akan cukup WOW, untung dah pakai rate M, hehehe.

.

.

See you next chapter!