Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 17 ~
.
.
.
BOOM!
"Oh sial! Apa yang terjadi!" Ucap Suigetsu, dia pun bergegas berlari ke arah wahana kinciria, ledakan cukup besar terjadi disana, kinciria itu berhenti bergerak dan salah satu batang penyangganya rusak.
Beberapa orang yang berada di bawah kinciria berlarian menjauh, sementara orang-orang di atas pun berteriak ketakutan.
Petugas keamanan mulai berdatangan, mereka bergegas memanggil polisi dan pemadam kebakaran.
Sugetsu bergegas menghubungi Sasuke, mereka masih berada di puncak wahana itu.
"Kau tidak apa-apa?" Ucap Suigetsu, dia pun terkejut setelah mendengar ledakan itu.
"Ya, aku baik-baik saja, tapi sepertinya kinciria ini tidak stabil dan suatu saat akan jatuh." Ucap Sasuke.
"Ki-kita akan jatuh?" Ucap Sakura, dia pun panik dan bingung, mereka berada di ketinggian yang cukup tinggi dari wahana ini, jika mereka jatuh, kemungkinan akan selamat sangat sulit.
"Tenang saja, kita akan selamat." Ucap Sasuke pada Sakura.
"Suigetsu, kau menemukannya?" Tanya Sasuke, berusaha mencari informasi yang sejak tadi ingin di ketahuinya.
"Aku melihatnya! Tapi apa yang harus aku lakukan? Kau berada dalam bahaya!" Ucap Suigetsu, masih terus berlari ke arah kinciria itu, salah seorang cukup membuatnya curiga.
Langkahnya terhenti, Suigetsu menabrak Kakashi dan keduanya terjatuh.
"Kau. Apa kau yang melakukan ini?" Ucap Kakashi, memikirkan mungkin saja dia pelakuknya, lagi pula dia dan Yamato mencurigai pemuda ini, mereka bahkan bertemu secara tidak sengaja di tempat ini.
"Aku akan menghubungimu lagi, kau harus selamat." Ucap Suigetsu pada Sasuke dan mematikan ponselnya. "Maaf pak, bukan aku pelakunya, tapi aku sedikit kesusahan, bagaimana kita bagi tugas saja? Pak detektif tolong temanku dan aku akan mengikuti pelaku yang kabur itu." Ucap Suigetsu, memberi sebuah rencana dadakan dan bergegas pergi, dia harus berusaha mendapatkan orang itu.
"Hey, tunggu! Kau mau kabur!" Teriak Kakashi, namun pemuda itu sudah sangat jauh dan terhalangi oleh kerumunan orang-orang yang tengah panik untuk melindungi diri.
Kakashi tidak punya banyak pilihan, kembali berlari ke arah area kinciria dan berusaha menghubungi Yamato.
"Terjadi sebuah ledakan di wahana kinciria dan dokter Sakura berada di dalamnya." Lapor Kakashi.
"Apa! Aku akan segera kesana." Ucap Yamato.
Di bawah kinciria itu hampir sepi dengan orang-orang yang menjauh, wahana terbesar itu masih belum ada tanda-tanda akan jatuh, orang-orang di dalamnya terus berdiam diri, mereka takut jika ada satu gerakan saja, kinciria ini akan rubuh.
"I-ini sungguh akan jatuh?" Ucap Sakura, dia pun ketakutan, area mereka sangat tinggi.
"Kita akan selamat, bukannya aku sudah katakan padamu?" Ucap Sasuke, memeluk erat Sakura.
Hari ini menjadi hari terburuk untuk mereka, ada yang mencoba membunuh Sakura bahkan di tempat yang ramai seperti ini, orang-orang yang tidak bersalah pun akan ikut mendapat akibatnya
"Apa ini si teror bom itu? Bagaimana dia bisa melakukan ini? Dia bahkan akan membunuh banyak orang." Ucap Sakura, dia mendengar dengan jelas teriakan orang lain yang berada di wahana ini.
"Kau harus tenang, bukan saatnya memikirkan hal itu, saat ini posisi kinciria tidak stabil, jika ada satu gerakan atau angin yang cukup kencang, kinciria ini akan jatuh, di saat itu, berpeganganlah pada sesuatu, mungkin hanya akan ada benturan." Jelas Sasuke.
Ponsel Sakura berdering, sebuah panggilan dari salah satu detektif yang di sewanya.
"Dokter Sakura, kau baik-baik saja?" Ucap Kakashi, dia pun tidak bisa melakukan apa-apa hingga bala bantuan datang.
"Ya, aku baik-baik saja." Ucap Sakura, walaupun dia sangat ketakutan.
"Kami akan berusaha menolongmu."
"Terima kasih, tapi aku harap kalian juga menolong orang-orang lain."
"Kami akan berusaha melakukannya." Ucap Kakashi, dia sudah memastikan Sakura aman, namun dengan posisi kinciria itu, mereka akan sulit menolong siapapun.
.
.
.
.
.
Kreeekk….
Kadang-kadang akan terdengar suara besi yang bergesakan, para petugas kepolisian dan pemadam kebakaran telah tiba, ini sudah hampir 2 jam dan kinciria itu masih belum ada tanda-tanda akan roboh, bala bantuanmu pun kesulitan mengevakuasi orang-orang yang berada di atas, mereka tidak bisa memanjat atau menggunakan helikopter pun akan semakin membuat kinciria itu cepat roboh.
"Meminta mereka lompat pun akan sulit, area kinciria di bawa terdapat pagar yang membatasi, akan memakan waktu jika di rusak dan di pindahkan." Ucap beberapa petugas, mereka tengah mendiskusikan cara terbaik untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak di ketinggian.
"Ini sangat sulit." Ucap Yamato, dia telah tiba dan melihat keadaan kinciria itu, ledakannya tepat berada di area penyangganya, hal itu membuat kinciria ini akan kehilangan keseimbangan.
"Aku bertemu dengan pemuda yang bernama Suigetsu." Ucap Kakashi.
"Apa! Apa dia yang melakukannya?"
"Aku juga tidak tahu, tapi dia berlari seperti tengah mengejar seseorang, dia bahkan memintaku untuk menolong temannya, apa pemuda yang bernama Sasuke itu adalah temannya? Mereka teman? Tapi kesaksian dokter Sakura berbeda, lagi-lagi ada yang berbohong di antara mereka." Ucap Kakashi.
"Sial! Kedua pemuda itu buatku pusing saja, sementara ini nyawa dokter Sakura terancam. Mereka ada dimana?" Tanya Yamato.
Kakashi menunjuk posisi Sakura, dia tepat berada di ketinggian maksimal dari kinciria ini.
"Bagaimana kita bisa selengah ini? Si teror bom ini sangat pandai, bahkan mengincar dokter Sakura dimana pun dia berada." Ucap Yamato, dia pun terlihat kesal.
Para bala bantuan masih berdiskusi dan mereka masih memikirkan cara terbaik menolong para korban.
Sementara itu, para korban terdiam dan sesekali melihat ke bawah, terlalu tinggi jika mereka harus melompat. Sasuke masih menenangkan Sakura, wanita itu hanya terdiam dengan segala pikiran di kepalanya.
"Hey, bagaimana jika kau menjawab pernyataanku." Ucap Sasuke, di saat seperti ini dia mencoba membuat Sakura tenang dan kembali berpikiran jernih.
"Kita tidak akan selamat, bagaimana jika aku menerimamu? Hubungan ini akan berakhir begitu saja." Ucap Sakura, meskipun dia sempat tersenyum ingin tertawa, hubungan mereka akan kandas akibat kecelakaan ini.
"Itu ucapan yang buruk, bagaimana jika kau menerimaku tapi kita selamat? Hubungan kita akan bertahan." Ucap Sasuke.
"Di saat gawat seperti ini kau malah menanyakan hal itu." Ucap Sakura.
"Ya, aku ingin tahu, bagaimana jika kau selamat dan aku mati penasaran? Rohku akan terus datang kepadamu dan bertanya bagaimana jawabanmu." Ucap Sasuke.
Ada tawa kecil dari mulut wanita berambut softpink ini, Sasuke tetap saja keras kepala, mereka dalam keadaan yang sulit, tapi Sasuke berusaha menghiburnya.
"Ya, aku menyerah, aku akan menerimamu, tapi dalam tahap kau harus di uji, aku tidak mau hubunganku kandas lagi." Ucap Sakura.
"Aku senang mendengarnya." Ucap Sasuke, memeluk erat Sakura dan mengecup puncuk kepala wanita itu.
Kreeeekk…!
Lagi-lagi suara besi yang bergesekan.
"Ini tidak akan bertahan, berpegangan pada gagang pintu itu, tahan dengan kuat apapun yang terjadi, jangan pernah lepaskan tanganmu." Ucap Sasuke.
Mereka mulai berpisah dan menahan sesuatu yang ada di dalamnya.
Orang-orang di bawah mulai melihat kinciria itu bergerak, benda besar itu akan tumbang, para petugas menghimbau siapa saja untuk menjauh dari area jatuhnya kincirian.
Nggiinggggg…. Braaaakkkk!
Wahana besar itu tumbang dan menabrak beberapa wahana dibawahnya, para petugas mulai bergerak setelah benda itu terjatuh dengan cukup keras.
Yamato dan Kakashi bergegas ke arah dek yang paling atas, di sana adalah tempat Sakura, berusaha membuka pintu itu dan melihat apa yang terjadi, Sakura tidak sadarkan diri, sedangkan Sasuke hanya mengalami cedera pada pelipisnya.
"Bawa Sakura ke rumah sakit sekarang juga!" Teriak Sasuke, wajahnya terlihat panik, dia melihat Sakura tidak menahan gagang pintu itu dengan kuat, wanita itu terpental dan tubuhnya menabrak kaca hingga terjatuh kembali ke pijakan tempat itu.
Kakashi bergegas mengangkat Sakura dan membawanya ke ambulans, sementara Yamato membantu Sasuke untuk keluar dari sana.
.
.
.
.
.
Sebelum kinciria jatuh.
Suigetsu terus berlari mengikuti seseorang yang berlari menghindarinya, Suigetsu bisa melihatnya, dia melihat orang itu melempar sesuatu dari sebuah menara yang ada di dekat kinciria.
"Aku akan membunuhmu jika terjadi hal buruk pada Sasuke." Ucap Suigetsu.
Seseorang yang di kejarnya mulai menurunkan kecepatannya, dia sudah tidak kuat untuk berlari, melihat ke belakang dan pemuda itu semakin dekat dengannya, dia tidak mengerti bagaimana pemuda itu sangat cepat berlari.
"Ah sial! Berhenti kau!" Teriak Suigetsu, dia berhasil mencapai orang itu dan menariknya untuk berhenti berlari, membuat mereka terjatuh ke tanah, Suigetsu bergegas menindihnya dan menahan pergerakannya. Tudung yang di gunakan orang itu tidak bisa menutupi wajahnya. Suigetsu benar-bener terkejut dengan siapa yang di lihatnya saat ini. "Ka-kau?" Ucap Suigetsu, masih dengan tatapan yang tidak percaya.
.
.
TBC
.
.
update...~
sorry kalau typo sangat banyak, nanti author edit ulang kalau dah ada waktu buat di baca, =w=
see you next chapter...!
