Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 18 ~
.
.
.
"Bagaimana bisa kau melakukan ini!" Ucap Suigetsu, masih dengan tatapan yang tidak percaya.
Anak kecil itu terlihat ngos-ngosan, tatapannya pun sangat ketakutan, dia sudah melakukan hal yang jahat.
"A-a-a-ku hanya di perintah." Ucap anak kecil itu
Suigestu bahkan tidak sadar jika anak ini mungkin masih berumur 10 tahun, namun wajah yang tidak akan di lupakannya dan membuat Sasuke terus merasa bersalah hingga sekarang.
"Six (6)! Bukannya kau sudah mati! Bagaimana kau bisa hidup bahkan tubuhmu tidak berubah selama bertahun-tahun." Ucap Suigetsu.
"Ba-bagaimana kau tahu namaku?" Ucap anak kecil itu, dia pun bingung dengan orang yang berhasil menangkapnya.
"Ini sangat aneh, jika benar dia adalah Six? Ada apa dengan tubuhnya? Wajahnya bahkan suaranya sama. Ini tidak mungkin, Six jelas-jelas mati tertembak tepat di kepalanya, bahkan Sasuke melihatnya sendiri." Pikir Suigetsu.
"Ja-jangan membunuhku, aku akan melakukan perintah apapun, tapi jangan membunuh." Ucap anak kecil itu, dia terus menangis di hadapan Suigetsu yang tidak juga melepaskannya.
"Aku tidak akan membunuhmu, tapi kau harus ikut denganku, aku akan melindungimu." Ucap Suigetsu, beranjak dari tubuh anak kecil itu dan membawanya pergi.
.
.
.
.
.
.
[Rs. Konoha.]
Ruang tunggu IGD.
"Apa yang kau lakukan disini?" Ucap Sasuke dan menatap sinis pada pria di hadapannya.
"Memangnya ada yang salah jika aku disini? Aku juga seorang dokter disini." Ucap Sai dan menatap kesal pada pemuda di hadapannya.
Sebelumnya, rumah sakit sangat sibuk dengan pasien yang datang dari taman ria, beritanya sudah keluar dan para dokter tengah sibuk menolong korban yang terluka dan kritis, saat itu Sai melihat Sakura di bawa ke ruangan IGD, dia pun bertemu pemuda yang tinggal bersama Sakura.
Sai bisa melihat pemuda itu lebih dekat, dia terlihat sangat muda, pelipisnya mengalami luka dan telah di balut perban.
"Siapa yang merupakan keluarga dari dokter Sakura?" Ucap seorang dokter.
"Aku pacarnya, dokter." Ucap Sasuke.
Sai terdiam, saat ini dia tidak ada hak untuk berbicara sebagai orang terdekat Sakura.
"Dokter Sakura baik-baik saja, mungkin hanya syok dan sedikit mengalami benturan pada punggungnya, dia akan segera sadar." Jelas dokter itu, sekilas menatap dokter Sai yang tidak mengatakan apa-apa, dokter ini hampir lupa jika dokter Sai dan dokter Sakura telah bercerai.
Sakura mendapat perhatian khusus dengan statusnya sebagai dokter di rumah sakit ini, beberapa dokter dan staf yang mengetahui berita itu cukup terkejut dan ingin melihat Sakura, namun dia masih belum sadarkan diri, saat ini yang menjadi perhatian mereka adalah seorang pemuda yang menunggu Sakura sadar.
"Katanya kau pacar dokter Sakura yaa?" Ucap salah seorang dokter, mereka penasaran akan pemuda yang mengaku sebagai pacar Sakura.
"Apa kalian tidak punya pekerjaan? Sebaiknya kalian kembali ke ruangan, kalian bisa menjenguk dokter Sakura lain waktu." Ucap Sai.
"Bagaimana kau bisa jadi seperti ini dokter Sai? Mantan istrimu memang memiliki sikap yang buruk, dia meninggalkan pria sepertimu dan memilih bersama pemuda yang bahkan sangat muda darinya."
Grab!
"Sekali lagi kau berbicara buruk tentang Sakura, aku tidak akan segan memukulmu." Ucap Sasuke, tatapannya pun terlihat marah dan meremas kerah salah satu dokter wanita yang berada di sana.
Para dokter menjadi ribut akibat tindakan Sasuke, mereka tidak terima akan sikapnya, Sai pun berusaha melerai mereka dan menjauhkan Sasuke dari mereka.
"Apa kalian tidak punya pekerjaan hingga ribut di rumah sakit!" Ucap seorang wanita, dia pun terlihat marah menatap para staf yang tidak juga bekerja dan hanya ribut di depan salah satu kamar pasien.
Semuanya bergegas pergi dan melemparkan tatapan tidak terima pada Sasuke, pemuda itu sangat berani mengucapkan kata-kata yang tidak sopan pada mereka.
"Ada apa ini dokter Sai?" Tanya Tsunade padanya, wanita ini adalah kepala direktur rumah sakit Konoha.
"Bukan apa-apa dok. Mereka hanya salah paham saja."
"Bagaimana keadaan dokter Sakura?"
"Dia baik-baik saja."
"Aku bersyukur dia tidak apa-apa, hal ini cukup buruk, beberapa waktu lalu ruangannya meledak, sekarang di tempat lain pun ada yang seakan ingin mencelakakannya." Ucap Tsunade dan tatapannya kini mengarah pada seorang pemuda yang berdiri tidak jauh dari Sai. "Apa kau keluarga dokter Sakura?" Tanyanya.
"Aku pacar dokter Sakura." Tegas Sasuke.
"Oh, pacar yaa, selera dokter Sakura cukup berubah." Ucap Tsunade dengan sedikit cadaan, namun ada hal lain yang di lihatnya, wajah Sasuke terasa familiar baginya. "Kabari aku jika dokter Sakura telah sadar. Dan kemungkinan ini perlu di usut." Ucapnya lagi dan beranjak pergi.
Sasuke tidak mempedulikan akan ucapan wanita itu, saat ini dia hanya akan menunggu kabar Suigetsu, namun pemuda itu sama sekali belum memberinya kabar hingga detik ini.
"Bisakah kau tidak bersikap seperti itu? Kau ini umur berapa? Bisa-bisanya kau mengancam seseorang seperti itu." Tegur Sai.
"Apa aku perlu berbicara denganmu? Kita tidak saling mengenal dan jangan sok akrab denganku, aku bahkan tidak perlu bantuanmu." Ucap Sasuke.
"Aku tidak membantumu, tapi ingat ini tempat kerja dokter Sakura, apa kau tidak tahu akibat dari sikapmu tadi? Dia akan menjadi pembicaraan orang-orang di rumah sakit."
"Apa itu membuatku harus peduli?" Ucap Sasuke, bahkan menatap tajam padanya.
"Kau harus peduli akan image dokter Sakura, pacar macam apa kau yang membuat namanya rusak?"
"Kapan aku merusak namanya? Seharusnya kau memikirkan dirimu sendiri, pikirkan semua tindakanmu padanya, apa kau membuat dokter Sakura baik-baik saja? Kau harus memikirkan apa yang sudah kau lakukan padanya, hal itu bahkan tidak bisa hilang begitu saja."
Sai terlihat kesal, bahkan tangannya mengepal, dia tidak tahu bahkan Sakura menceritakan masalah mereka kepada pemuda asing di hadapannya.
"Kau bisa mengatakan seenaknya, tapi jika saja kau membuat masalah, aku yang akan memberimu perhitungan." Ucap Sai.
"Jaga jarakmu dari dokter Sakura, dia adalah milikku." Ucap Sasuke, beranjak masuk ke dalam ruangan inap Sakura.
Ending normal Pov.
.
.
.
.
.
Sakura pov.
Hal pertama yang aku rasakan saat membuka mataku adalah punggungku, terasa cukup nyeri dan juga seseorang yang terus berbaring di sisi ranjang. Pada akhirnya aku tidak bisa mengikuti instruksi Sasuke dan melepaskan peganganku, kinciria itu jatuh dengan cukup keras, aku sampai kehilangan kesadaran dan terus mendengar teriakan Sasuke, dia memintaku untuk tetap sadar.
Mengusap perlahan rambut pemuda itu, apa dia terus berbaring di sini?
"Sakura. Kau baik-baik saja? Bagaimana lukamu?" Ucapnya, dia terlihat sangat-sangat khawatir.
"Tenanglah." Ucapku, tanganku terus di genggamnya.
"Aku sangat ketakutan, bagaimana kau tidak mendengarkan ucapanku dengan baik? Aku sudah memintamu menahannya dengan kuat. Apa kau mau pergi begitu saja? Apa kau akan meninggalkanku?" Ucapnya dan tatapannya terlihat sedih.
"Aku terlalu ceroboh, maaf, tapi aku tidak akan meninggalkanmu, aku sudah memikirkan segalanya, kita akan terus bersama." Ucapku.
Aku ingin memulai sesuatu yang baru, bersama Sasuke, walaupun aku selalu merasa khawatir akan hubungan ini, aku dan Sasuke, umur kami yang terlampau jauh namun dia tetap terlihat seperti orang yang telah dewasa.
"Hn, aku juga ingin kita bersama, terus bersama." Ucapnya, setidaknya aku menghilangkan sedikit rasa khawatirnya, menyentuh perbannya itu, pelipis Sasuke terluka, dia juga sempat mengalami benturan, namun dia lebih mengkhawatikanku.
Tiba-tiba saja pintu kamarku terbuka, aku bisa melihat dokter Sai disana, dia pun bergegas menghampiriku dan melihat keadaanku, tatapannya tidak jauh beda dengan Sasuke, dia juga terlihat sangat khawatir.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanyanya, dia bahkan tidak peduli dengan Sasuke yang terus menggenggam tanganku.
"Aku baik-baik saja, terima kasih dokter." Ucapku.
"Aku akan memeriksamu sementara waktu." Ucap dokter Sai.
Menatap Sasuke, aku ingin dia tenang dan tidak membuat masalah dengan dokter Sai.
"Aku akan keluar sebentar." Ucap Sasuke, melepaskan tanganku dan aku sampai terkejut akan kecupannya di jidatku. "Aku akan kembali dengan cepat." Tambahnya.
Apa dia sadar jika dokter Sai melihat tindakannya? Aku sungguh malu! Sasuke keluar dari kamarku dan suasana canggung menyelimuti ruanganku, tolong jangan ingat tindakannya yang tadi dokter Sai, dia memang selalu melakukan apapun seenaknya.
"Aku tidak percaya jika kau akan bersama pemuda itu. Dia bahkan jauh lebih muda dari yang aku kira." Ucap dokter Sai, dia mulai menyindirku.
"Aku tahu, tapi dia tidak menyerah untuk membuatku menerimanya." Ucapku.
"Dan dia berhasil? Kau bahkan mengabaikanku."
"Jangan berbicara seperti itu lagi dokter, tolong hargai keputusanku dan kehidupan baru sekarang." Ucapku.
"Uhm, untuk saat ini aku akan menyerah, tapi jika dia lengah sedikit saja, aku bisa merebutmu kembali." Ucapnya.
Lagi-lagi mengatakan omong kosong, aku tidak bisa kembali padamu, bagaimana pun kau berusaha membuatku ingin kembali, maaf Sai, aku rasa hubungan itu memang tidak bisa di kembalikan lagi.
.
.
TBC
.
.
update...~
silahkan memikirkan segala hal tentang fic ini hehehe, jadi bukan one si pelakunya, tapi ada anak kecil yang mirip dengan anak yang mati saat mereka kabur. akan ada banyak teka-teki dan beberapa hal akan mulai rumit dari sini =w=
selamat atas hubungan barunya...~
.
.
see you next chapter...~
