Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

.

Catatan :

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

.

.

= Enjoy for read =

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

[ 007 ]

~ Chapter 19 ~

.

.

.

Normal Pov.

[ Apartemen Suigetsu ]

Sebelumnya, saat Sasuke menghubungi Suigetsu, pemuda itu tidak bisa mengatakan apa-apa, dia meminta Sasuke menemuinya di apartemen miliknya.

Sekarang, Sasuke hanya menatap tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, seorang anak laki-laki yang masih berumur 10 tahun, dia bahkan sibuk dengan memakan es krimnya.

"Aku tidak bisa menjelaskan padamu, makanya aku memintamu datang, jika aku katakan melalui ponsel, kau pasti menganggapku gila." Ucap Suigetsu.

Sasuke mulai berlutut di hadapan anak kecil yang tengah duduk di sofa itu, wajah, tubuh, suara dan tingkah yang sangat mirip dengan temannya dulu, Six(6), salah satu anak percobaan yang sama dengannya namun mereka cukup akrab.

"Siapa yang memerintahmu?" Tanya Sasuke, dia ingin tahu dalang yang mengendalikan anak kecil ini.

"Seseorang, aku tidak pernah melihat wajahnya, dia terus menggunakan topeng."

"Apa masih ada anak kecil sepertimu?"

"Uhm, ada, banyak, tapi hanya aku yang di lepaskan, mereka memintaku mengejarkan apapun."

Sasuke dan Suigetsu cukup terkejut, mereka memikirkan jika ada lab lain yang membuat anak-anak seperti mereka.

"Dimana kalian tinggal?" Tanya Sasuke lagi.

"Tinggal? Aku berpindah-pindah tempat, aku tidak tahu asalku dari mana, saat itu hanya ada ruangan besar, aku tidak tahu itu tempat apa, setiap kami keluar, mata kami akan tutup."

"Apa kau sungguh Six?" Tanya Sasuke, dadanya terasa sesak, dia jelas-jelas melihat Six mati di depan matanya.

"Ya, mereka memanggilku Six, aku bahkan punya kode di sini." Ucapnya, menarik kerah bajunya dan memperlihat sebuah tulisan angka 6 dalam bentuk romawi dan berwarna hitam pada tubuhnya, tepatnya di dada sebelah kanan.

"Kami juga punya seperti itu." Ucap Suigetsu, dia pun melakukan hal yang sama ada tulisan 10 di sana, sedangkan Sasuke tepat berada pada punggung sebelah kanannya.

"Wah, apa kita sama? Kalian juga dari sana?" Ucap anak kecil itu, sebelumnya dia merasa takut dan khawatir, tapi setelah melihat kode-kode yang sama dengan tubuhnya, dia menjadi tenang.

Setelahnya.

Sasuke hanya duduk termenung, keduanya tengah berbicara dan meninggalkan anak kecil itu di ruangan game, Suigetsu sangat suka bermain game.

"Aku memikirkan jika benar profesor gila itu masih hidup, dia membuat lab baru dan kembali menculik anak-anak, mencuci otak mereka dan menjadikan mereka senjata, tapi anak yang bernama Six itu, bagaimana dia bisa sangat mirip dengan Six yang sudah mati 7 tahun yang lalu? Ini sangat aneh, apa ada hal lain yang di buat profesor gila itu?" Ucap Suigetsu.

"Dia hanya melakukan perintah, aku belum sempat berbicara dengan Fifty, dia masih belum menjawab panggilanku, aku memikirkan jika pengirim bunga di rumah sakit itu adalah orang memiliki tanaman itu." Ucap Sasuke.

"Ini aneh, Fifty akan cepat menjawab panggilan siapapun, bagaimana jika kita pergi menemuinya?" Ucap Suigetsu.

"Aku pikir tanggal reunian sudah di tetapkan."

"Ya aku sudah mengirimkan pada mereka, tapi ini cukup penting, kita akan menemui Fifty terlebih dahulu."

"Biar aku yang pergi, kau bisa mengawasi Six untuk sementara waktu, kau harus lebih berhati-hati, mereka mungkin telah sadar Six tidak kembali pada mereka, ini akan menjadi sedikit berbahaya, sebaiknya kau mencari tempat yang aman selama aku pergi." Ucap Sasuke.

"Baiklah, cepat kembali jika kau sudah menemui Fifty dan menanyakan dari mana bunga tidak jelas itu berasal." Ucap Suigetsu.

.

.

.

.

.

Hari sudah malam, Sasuke kembali ke rumah sakit, membuka pintu kamar itu dan menemukan pria yang masih saja berada di ruangan Sakura.

"Tuan apa kau tidak tahu jadwal kunjungan telah berakhir?" Tegur Sasuke.

"Aku hanya memastikan dokter Sakura, lagi pula aku bekerja di rumah sakit ini dan kau lah yang harus sadar akan waktu kunjungan." Ucap Sai, waktu berduanya dengan dokter Sakura akhirnya berakhir, pemuda itu telah kembali meskipun cukup lama, mereka bahkan kembali berselisih.

"Sakura akan baik dengan sendirinya, kau tidak perlu mengawasinya." Ucap Sasuke, menatap tidak senang akan pria itu, dia yakin jika pria ini terus berusaha membujuk Sakura untuk kembali padanya.

"Baiklah, aku akan segera keluar, jika perlu sesuatu kau bisa menghubungiku dokter Sakura." Ucap Sai.

"Tidak perlu, aku masih bisa menanganinya." Ucap Sasuke.

Keduanya saling bertatapan dan seakan melemparkan amarah mereka.

Sakura tidak bisa berbicara apapun, dia pun bingung untuk melerai keduanya, sejak tadi Sai terus menemaninya, meskipun berkali-kali di usirnya, Sai tetap bersamanya, sekarang pria itu sudah keluar dan Sasuke masih berdiri menatapnya.

"Kau dari mana?" Tanya Sakura, tidak biasanya Sasuke akan keluar selain berada di apartemen.

"Aku hanya memastikan apartemenmu aman dan kata dokter yang menanganimu kau bisa pulang besok." Ucap Sasuke.

"Uhm, aku senang mendengarnya." Ucap Sakura, bangun dari posisinya berbaring dan duduk di atas ranjang, meminta Sasuke untuk duduk di sisi ranjang dan kali ini Sakura yang lebih dulu memeluknya. "Aku sedikit khawatir setiap kau keluar tanpa mengatakan apapun padaku." Ucap Sakura.

"Aku tidak akan kemana-mana." Ucap Sasuke, membalas erat pelukan Sakura.

"Aku akan mengatakan sesuatu padamu, mungkin aku tidak perlu berbohong lagi dan menutupinya." Ucap Sakura, melepaskan pelukan mereka dan akan mengatakan segalanya.

"Aku menyewa dua detektif untuk mencari orang yang sengaja mengirim makanan untukku, dan tiba-tiba saja ada yag mengirim bom, kau tahu, waktu kepergian pemuda yang bernama Suigetsu itu sangat tepat dengan waktu bom itu datang, tapi katanya dia sudah bersaksi jika dia bukan pelakunya, di saat itu mereka melihatmu bersamanya, aku juga ingin kau jujur setelah aku menceritakan segalanya, lalu detektif Kakashi kembali bertemu dengan pemuda itu secara tidak sengaja di taman ria, mereka semakin yakin jika pemuda itu adalah pelakunya, jadi apa yang bisa kau katakan padaku, Sasuke?" Ucap Sakura, dia telah menjelaskan segalanya, wanita ini bahkan menatap penuh harap jika Sasuke akan menceritakan segalanya.

"Suigetsu tidak akan melakukan hal itu, aku akan mengatakan segalanya." Ucap Sasuke dan menatap serius pada Sakura.

Sasuke mulai menceritakan siapa sebenarnya Suigetsu, wanita ini sampai tidak percaya jika Suigetsu adalah Ten (10) salah satu anak dari lab itu, Sasuke terus berbohong dengan mengatakan tidak mengenalnya, tapi dia bisa pastikan jika bukan Suigetsu yang melakukan segalanya, selama ini Sasuke dan Suigetsu bekerja sama untuk mencari pelaku yang akan melukai Sakura, namun pemuda ini tidak menceritakan segalanya dengan jelas, dia masih menutupi sesuatu yang akan terus di rahasiakannya.

Sasuke masih belum menyelesaikan misinya, dia harus segera membunuh Sakura, namun itu bukanlah tujuan Sasuke saat menemui Sakura, perasaan yang merindukan Sakura lebih besar dan membuatnya tertahan untuk melukai wanita ini.

"Apa kau percaya padaku? Suigetsu dan aku adalah sama, kami tidak akan melukaimu." Ucap Sasuke.

Saat ini Sakura tidak mengatakan apa-apa, dia hanya menatap pemuda itu, Sasuke berbohong cukup banyak padanya, tapi dia merasa sedikit lega jika bukan Sasuke atau pun Suigetsu pelaku yang akan melukainya.

"Aku akan melindungimu, bagaimana pun caranya." Tegas Sasuke dan kembali memeluk Sakura.

"Uhm, terima kasih, aku terus menerima kebaikan ini darimu, terima kasih Sasuke." Ucap Sakura.

Ending normal Pov.

.

.

.

.

.

Sakura Pov.

Kejadian di wahana kinciria itu akan menjadi sebuah trauma bagiku, aku mungkin tidak akan naik ke wahana itu lagi, aku sedikit menyayangkan akan seseorang yang berada di balik kecelakaan ini, jika mereka mengincarku, kenapa bukan aku saja yang mereka bunuh? Aku sudah mendengar seluruh kabar yang ada, dalam insiden itu ada 3 orang yang tidak bisa selamat dan di antaranya mengalami luka sama seperti aku.

Aku mendapat tiga hari ijin selama masa penyembuhan, dokter Tsunade bahkan repot-repot memintaku untuk mengajukan hal ini sebagai kasus, tapi aku tidak ingin berurusan dengan siapa-siapa lagi, aku sudah mengatakan jika aku punya dua detektif sewaan yang akan mengatasinya. Aku percaya penuh pada detektif Kakashi dan Yamato.

Aku telah kembali ke rumah dan merasa rumah ini sedikit lebih hidup, entah itu karena ada Sasuke atau hubungan kami yang mulai jelas, dia benci jika aku menjadi kakak baginya, Sasuke ingin hubungan yang lebih dari sekedar saudara, dokter Sai sempat menceritakan kejadian saat aku masih belum sadarkan diri, Sasuke dan beberapa dokter lainnya bertengkar, Sasuke sangat marah dan bahkan berani akan memukul dan mengancam seorang dokter wanita, aku sampai tidak menyangka jika Sasuke akan melakukan hal itu.

Saat aku bertanya padanya, dia marah karena mereka menyalahkanku di saat aku sedang dalam masa yang sulit hanya karena sebuah hubungan, aku yakin jika masa ijin sakit ini berakhir, mereka akan semakin menggosipkanku, apalagi aku punya hubungan dengan pemuda yang masih berumur 17 tahun, tiada hari tanpa drama.

Hari ini.

"Biar aku tidur di kamarmu." Ucap Sasuke, menatapnya yang masih berdiri di depan pintu kamarku, aku tidak tahu jika pada akhirnya dia ingin tidur sekamar.

"Heeee….! A-apa maksudmu!" Ucapku, panik, ya selama ini kami melakukan segalanya dengan biasa saja, sama seperti saat kami tidak memiliki status, meskipun sentuhan dari Sasuke mulai sering di lakukannya.

"Aku pikir jika tidur bersama pacar adalah hal yang wajar." Ucapnya, tatapannya bahkan terlihat polos.

"Dari mana kau mendapat hal semacam itu? Pacaran bukan dengan tujuan seperti itu." Tegasku.

Kenapa harus tidur bersama? Aku belum siap.

"Apa selama ini kau berbohong padaku? Kau tidak menganggapku pacarmu?"

"Aku menganggapmu pacar, namun tidur bersama adalah hal lain, kau masih sangat muda Sasuke." Ucapku.

"Aku sudah 18 tahun." Ucapnya.

"Ka-kapan?" Aku bahkan tidak tahu kapan ulang tahunnya.

"Beberapa hari yang lalu, aku sudah 18 tahun."

"Apa kau sedang bercanda?"

"Aku tidak bercanda, kau bahkan tidak tahu tanggal lahirku."

Ya, aku lupa, aku melupakan segalanya, bahkan tanggal lahir Sasuke.

"Tapi tidur bersama adalah hal yang rumit, kau tahu, mungkin setelah menikah akan jauh lebih baik." Ucapku.

"Menikah? Apa kau ingin menikah? Kita bisa menikah besok." Ucapnya.

Ha?

"Jangan bercanda! Menikah bukan hal yang semudah itu!" Ucapku dan semakin panik.

"Kau terlalu banyak alasan, aku hanya ingin tidur di kamarmu, apa itu sulit? Apa sulit hanya tidur bersama?" Ucap Sasuke.

Tunggu.

Sepertinya ada yang salah dari pemikiranku dengan ucapan Sasuke.

"Kau hanya ingin tidur?" Ucapku dan sebuah anggukan dari Sasuke.

Ya ampun! Apa yang sudah aku pikirkan! Aku memikirkan hal lain.

"Kenapa? Wajahmu merona." Ucapnya.

"Ti-tidak! Ka-kau salah lihat!" Panikku dan bergegas menjauh darinya.

.

.

TBC

.

.


update...!

dari kemarin-kemarin nggak sempat jawab review kalian =w= *maaf

author akan jawab pertanyaan kalian dalam satu kalimat saja XD jadi yang ngebom bukan one (sudah di jawab di chapter sebelum) six adalah salah satu pelaku, tapi bukan dia yang melakukan segala hal selama ini, lalu kenapa Sasuke tidak tahu adanya bom, di karenakan bom itu baru meledak setelah di lempar oleh six dari ketinggian sebuah menara yang dekat dengan kinciria, jadi tidak ada yang bisa di cegah, sebelum meledak. author nggak mau bilang mereka teman Sasuke atau bukan nanti bakalan terbongkar semuanya. =w= orochimaru, akan muncul lagi, *termsuk spoler ya* terus Six disini author belum tentukan karekaternya siapa =w= kalian bisa membayang jika dia hanya anak kecil =w=. hehehe, begitulah.

di karenakan akan lambat update lagi, khusus hari ini author update lagi beberapa chapter.

Next...~