Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

.

Catatan :

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

.

.

= Enjoy for read =

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

[ 007 ]

~ Chapter 21 ~

.

.

.

Sudah hampir dua jam Sasuke dan Jugo menunggu, mereka masih duduk tenang di dalam rumah kaca itu, beberapa tanaman terlihat indah dan sangat terawat, Jugo sesekali membaca buku-buku yang di buat Fifty, sementara Sasuke berusaha mengirimkan pesan untuk Sakura, dia tidak ingin membuat Sakura khawatir padanya.

"Bagaimana dengan Suigetsu?" Tanya Jugo, menghentikan sejenak buku yang di bacanya.

"Dia masih melakukan hal yang biasa di lakukannya, berkeliaran dan mencari informasi, lalu menukarnya dengan orang-orang yang memperkerjakannya dan ada hal aneh yang terjadi." Ucap Sasuke dan dia mengingat anak kecil itu.

"Apa itu?"

"Kau masih mengingat Six?"

"Ya, saat itu, dia pun tidak jauh dariku, aku melihatnya di tembak tepat di kepala dan saat itu aku harus menyeretmu menjauh darinya."

"Six muncul kembali dengan tubuh dan wajah seperti 7 tahun yang lalu."

"Sungguh? Jika dia bisa muncul semirip itu dan bahkan tetap seperti 7 tahun yang lalu, apa dia bukan sebuah kloning?"

"Itu bisa saja terjadi, seseorang mengkloning tubuhnya, tapi aku pikir percobaan itu masih cukup sulit untuk di lakukan."

"Kau harus mencari informasi lebih banyak lagi, beberapa orang mulai melakukan percobaan yang sedikit mustahil itu, mereka bahkan akan melakukan apapun agar tetap mendapat keturunan yang sama persis, hanya saja ini sedikit menakutkan jika benar Six di kloning. Siapa yang melakukannya?"

"Aku rasa itu sebabnya kau di juluki pusat Informasi Jugo."

"Hahah, jangan memujiku seperti itu."

"Tapi aku memikirkan bagaimana jika profesor Orochimaru masih hidup."

"Aku juga terus memikirkan hal itu. Aku pikir dia tidak akan mati semudah itu, lagi pula meskipun kita membuat sabotasi dan memasang bom di dalam lab itu, dia mungkin sudah memiliki jalan keluarnya sendiri. Hari itu benar-benar menyenangkan saat melihat lab itu hancur." Ucap Jugo, mengingat apa yang terjadi dulunya. Merekalah yang membuat lab itu meledak dan terbakar, setelahnya mereka berusaha kabur walaupun para petugas masih bersiaga di saat lab itu meledak.

"Seperti ingin mengulanginya lagi dan melihat lab itu hancur." Ucap Sasuke dan sudut bibirnya tertarik, dia mengingat hal itu sebagai hal yang juga menyenangkan, akhirnya mereka mendapat kebebasan walaupun bayarannya beberapa anak tidak bisa selamat.

"Bagaimana Six bisa datang pada kalian?" Tanya Jugo, masih penasaran akan ucapan Sasuke.

Pemuda ini mulai menceritakan segalanya, menceritakan bagaimana dia dan Suigetsu membuat rencana untuk mencari orang yang akan membunuh dokter Sakura.

"Jadi ini adalah alasan kenapa kau memintaku mencari informasi, aku sudah berusaha melakukannya, tapi seperti yang kau ceritakan sebelumnya padaku, orang ini benar-benar bersih melakukannya. Jika mereka adalah salah satu dari kita, aku pikir setiap anak memiliki tujuannya untuk membunuh dokter pendampingnya sendiri, siapa yang mencoba membunuh doktermu? Apa ada anak yang merasa kau tidak adil hingga dia yang melakukannya untukmu?"

"Aku juga tidak tahu, tapi sementara pelakunya adalah Six, namun anak itu mengatakan jika dia di perintah oleh seseorang yang menggunakan topeng dan sesuatu yang membuatku dan Suigetsu tidak percaya, ada lab baru yang didirikan dan kembali melakukan penelitian seperti yang terjadi pada kita."

"Apa! Mereka benar-benar orang yang tidak menyerah, bagaimana membuat hal itu lagi? Apa kita perlu mencari lab itu dan menghancurkannya juga? Mereka benar-benar membuatku marah." Ucap Jugo, tangannya pun mengepal.

"Tenanglah, lab itu bahkan masih sulit untuk di temukan, anak itu mengatakan jika mata mereka akan terus di tutup jika keluar dan masuk dari lab itu." Jelas Sasuke.

"Kita harus segera menemukan lab itu dan kembali menghancurkannya, profesor gila itu tidak akan berhenti jika kita tidak membunuhnya juga."

"Aku harap rencana itu akan segera berjalan, semuanya masih sulit di temukan, aku juga masih butuh banyak informasi."

Hingga hari mulai gelap, masih belum ada tanda-tanda Fifty kembali atau pulang.

"Ini sudah cukup lama, apa kau mau ikut denganku? Aku menyewa sebuah penginapan tidak jauh dari sini." Ucap Jugo.

"Uhm, baiklah, mungkin besok kita bisa menemuinya kem-"

Klang-klaang!.

Sasuke bergegas menarik Jugo untuk keluar dan menjauh dari rumah kaca itu.

Boom!

Sebuah ledakan yang cukup besar dan membuat rumah kaca itu hancur, Sasuke dan Jugo berhasil keluar meskipun terkena sedikit ledakan itu, keduanya terbaring di rerumputan dan melihat rumah kaca yang tengah terbakar itu.

"Waspadai sekitar Jugo." Ucap Sasuke.

Keduanya berdiri dan saling membelakangi, melihat area sekitar, masing-masing memegang handgun mereka, suasana terasa sangat sepi dan hampir gelap, mereka tidak melihat ada tanda-tanda seseorang di sekitar mereka.

"Siapa yang berani membunuh kita?" Ucap Jugo.

Akhirnya Jugo melihat seseorang berlari, Sasuke pun mengikuti Jugo dan seseorang itu berlari ke dalam area pepohonan.

Door!

Sebuah tembakan yang tepat sasaran, itu adalah salah satu keahlian Jugo, seseorang itu tumbang, keduanya ingin memastikan siapa yang sengaja melemparkan bom ke dalam rumah kaca itu, semakin mendekati orang itu, Jugo dan Sasuke sangat terkejut.

"Sa-sakit…hikss. Ma-maafkan aku." Ucap seorang anak kecil yang masih berumur 10 tahun.

"Four (4)!" Ucap Jugo, berusaha mengangkat anak itu dan segera membawanya pergi. "Aku akan menolongmu, tenanglah." Ucapnya.

Sasuke hanya mengikut Jugo dan merasa sangat aneh, kali ini mereka menemukan anak dengan nama kode Four (4), namun lagi-lagi dia masih terlihat seperti 7 tahun yang lalu, Four adalah anak yang sangat dekat dengan Jugo, Jugo pun bergegas mencari orang-orangnya, mereka segera datang di saat Jugo memanggilnya, Four terluka, tembakan itu mengenai kakinya.

Sementara itu Jugo tidak merasakan aneh dan di pikirannya hanya ingin menyelamatkan Four.

Mereka ke tengah kota dan mencari dokter yang bisa menolong Four.

Setelah beberapa jam kemudian dengan kaki yang di perban dan tatapan takut.

"Apa seperti ini yang terjadi pada kalian?" Tanya Jugo pada Sasuke, hari ini mereka bertemu Four yang sudah mati tertembak 7 tahun yang lalu, sama seperti Six.

"Uhm, kau tidak akan melihat perbedaan dari mereka, hanya saja tubuh mereka masih seperti 7 tahun yang lalu." Ucap Sasuke.

"Aku hanya di perintah, apa kalian akan membunuhku?" Tanya anak kecil itu, dia terlihat ketakutan dan seperti akan menangis lagi.

"Tidak, kami tidak akan membunuhmu, tapi katakan kau dari mana?" Ucap Jugo, dia merasa jika ini adalah Four yang sama.

"Aku tidak tahu aku berasal dari mana, setiap keluar dan masuk, mata kami di tutup, di dalam ada bangunan besar dengan berbagai macam fasilitas, ada banyak anak-anak sepertiku, tapi aku tiba-tiba di perintahkan untuk melempar bom di rumah kaca itu." Ucap anak kecil itu.

"Kau benar Sasuke, ada lab baru yang didirikan dan mereka melakukan hal yang sama." Ucap Jugo, tatapannya terlihat kesal, dia sangat ingin kembali menghancurkan lab seperti itu. "Apa kalian juga di latih?" Tanya Jugo pada anak kecil itu.

"Kami hanya boleh bermain, tapi jika di perintahkan kami harus melakukannya." Ucap anak itu.

"Mereka menggunakan metode yang berbeda. Inilah yang membuat tingkah mereka berbeda, keterampilan, keahlian dan kejeniusan yang tidak seperti anak-anak yang dulu." Ucap Sasuke, dia mulai mendapat sebuah informasi baru dari lab itu.

"Tidak ada paksaan untuk melakukan berbagai uji tes, lalu apa tujuan mereka di keluarkan dan menyerang kita?" Ucap Jugo.

"Apa yang mereka ucapkan padamu saat di keluarkan?" Tanya Sasuke.

"A-aku harus melemparkan bom itu pada kalian, jika kalian tidak mati aku harus lari." Ucap polos anak kecil itu.

Masih begitu banyak hal yang belum bisa di pastikan, Sasuke dan Jugo masih tidak menyimpulkan apa-apa dari temuan mereka hari ini, mereka tidak berhasil menemui Fifty dan malah mendapat Four yang masih berumur 10 tahun.

"Apa! Kau menemukan Four? Kau tahu, sekarang aku seperti tengah mengurus anak, Six tidak bisa tenang di dalam rumah." Ucap Suigetsu.

Sasuke menghubungi Suigetsu dan mengatakan apa yang terjadi padanya, dia juga bertemu Jugo dan Suigetsu masih tidak percaya akan ucapan Sasuke, masih ada anak berkode selain Six dan anak itu salah satu korban yang tertembak saat mereka berusaha kabur.

"Aku juga sudah menceritakan apa yang terjadi pada kita dan Jugo sempat tidak percaya." Ucap Sasuke.

"Jugo pasti kebingungan atau sebaliknya, aku yakin dia merasa sangat senang, bukannya dia dan Four dekat?" Ucap Suigetsu.

Dan hal itu benar terjadi.

"Apa kau mau makan cemilan? Aku akan membelikan apapun, kau sebut saja." Ucap Jugo, bahkan tatapannya itu terlihat sangat senang, Sasuke hanya mengabaikan apa yang terjadi di belakangnya.

"Ah, kau benar, saat itu Jugo sangat terpukul akan kepergian Four, sekarang dia sangat senang saat bertemu anak itu, meskipun kami menyimpulkan mereka adalah Kloning dari anak-anak yang telah mati." Ucap Sasuke.

"Aku juga merasa seperti itu, hanya saja mereka seperti kurang mendapat pelatihan seperti kita." Ucap Suigetsu.

"Uhm. Lalu, apa semua baik-baik saja?"

"Ya, semua baik-baik saja, aku tidak mendengar ada informasi aneh sini."

"Baiklah, aku akan menghubungi lagi." Ucap Sasuke, bercakapan mereka berakhir, dia pun harus menghubungi Sakura, tapi wanita itu tidak mengangkat ponselnya atau membalas pesannya.

Sesuatu sedang terjadi, Sasuke harus segera kembali, Suigetsu bahkan sulit untuk mengawasi Sakura, dia pun harus bersembunyi selama masih bersama Six.

.

.

.

.

.

[ Konoha ]

Apartemen Sakura.

"Senang kau masih mengenaliku, dokter." Ucap seorang pria, berambut hitam sepinggang yang diikat rapi, tubuh yang sangat kurus dan warna kulit yang sangat putih pucat.

"A-aku sendiri tidak percaya jika bertemu denganmu lagi prof. Orochimaru." Ucap Sakura, hari ini ada tamu yang tiba-tiba datang ke apartemennya, meskipun terlihat sangat tenang, Sakura cukup takut jika bertemu dengan profesor itu.

Rasa kagumnya berubah menjadi ketakutan terbesarnya.

.

.

TBC

.

.


okey sampai disini dulu.

author update tiga chap sekaligus soalnya bakalan lama update lagi nih =w= sejujurnya author juga lagi persiapkan oneshoot baru =w= terus kisah tentang kerajaan yang author janjikan juga =w= banyal banget pengen buat fic tapi author punya banyak kesibukan selain kerja dan beberapa hobi yang tengah di jalani =w= sok sibuk banget yah hehehe. =w=

see you next chapter...~