Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

.

Catatan :

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

.

.

= Enjoy for read =

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

[ 007 ]

~ Chapter 22 ~

.

.

.

Sakura pov.

Sebelumnya, saat berada di apartemen, aku menunggu balasan pesan dari Sasuke, namun petugas apartemen menanyakan seorang tamu yang ingin bertemu denganku, aku masih tidak percaya akan bertemu kembali dengannya, tidak ada yang berubah dari wajahnya, dia masih terlihat cukup muda, namun tubuhnya itu semakin kurus, apa saja yang di lakukannya prof. Orochimaru?

"Ada apa profesor datang ke sini? Aku bisa datang jika anda memanggilku." Ucapku, aku harus tenang, bagaimana pun aku sangat takut padanya, aku harus tetap tenang, aku harap dia tidak akan melakukan sesuatu padaku, Sasuke sedang tidak ada, para petugas apartemen terlalu jauh, aku hanya sendirian, bahkan aku tidak bisa mengandalkan tetanggaku.

"Santailah dokter, aku hanya berkunjung ke beberapa staf dan dokter yang dulunya bekerja padaku, sayangnya ini sangat aneh, hampir semua dokter dan staf tidak memiliki kabar yang jelas, ada pun yang mengatakan jika mereka telah mati, aku sampai kebingungan untuk mengunjungi siapa pun dan berbicara, tapi aku akhirnya menemukanmu, dokter Tsunade yang mengatakan jika kau masih bekerja padanya." Ucap prof, Orochimaru.

Apa? Para staf dan dokter tidak ada kabar dan yang lainnya mati? Bagaimana itu bisa terjadi?

"A-apa hanya aku saja salah satu dokter yang tersisa?" Ucapku, aku sedikit bingung akan hal ini.

"Iya, ini sangat membuatku sedih, aku tidak mengerti, meskipun lab milikku sudah hancur, aku membiarkan mereka berhenti dengan terpaksa, aku tidak bisa melanjutkan penelitianku lagi, tapi anehnya aku tidak menemukan mereka dan hanya tinggal kau saja dokter Sakura, bukannya ini sangat aneh?"

Semua dokter dan staf menghilang dan mati, jika sisa aku saja, apa mereka membocorkan informasi lab itu? Tapi untuk apa mereka semua membocorkannya? Itu sangat bodoh.

"Apa mereka membocorkan informasi lab? Aku pikir ada semacam sanksi untuk hal itu?"

"Tidak, mereka menjaga kerahasiaan lab dengan sangat ketat, tapi aku mencurigai sesuatu dokter, maka dari itu, aku mungkin perlu sedikit bantuanmu dokter Sakura." Ucapnya.

Aku bingung, aku juga tidak mengerti, kenapa prof. Orochimaru datang kepadaku? Apa alasannya hanya karena para staf dan dokter yang di pekerjaannya tidak ada lagi? Mereka tidak bisa di hubungi lagi? Sejujurnya aku takut untuk kembali berhubungan dengan prof. Orochimaru, saat itu aku jelas-jelas menentang penelitiannya namun prof. Orochimaru tidak menyadarinya, aku tidak melakukan segala tes sesuai prosedur yang berlaku, aku malah membuat Sasuke mengamuk dan menyerangku, aku benar-benar menutupi segalanya dan prof. Orochimaru berpikir itu adalah perilaku Sasuke dengan dosis obat yang perlu di tingkatkan.

"Mungkin aku terlalu membebanimu dokter, maaf, aku hanya bingung harus meminta tolong pada siapa lagi." Ucapnya.

Menatap prof. Orochimaru, tidak ada status yang jelas tentangnya, keadaannya pun simpang siur, tidak banyak yang berpikir jika dia telah mati saat ledakan di lab itu, tapi sekarang dia datang padaku, artinya profesor hanya berdiam diri sementara waktu atau dia menghindari sesuatu.

"Ti-tidak, aku tidak merasa terbebani prof. Jadi apa yang aku bisa bantu?" Ucapku, aku tidak bisa menolak di saat seperti ini.

"Terima kasih dokter. Kau tahu, saat ledakan di lab itu, beberapa anak kabur, aku curiga jika hilang dan matinya para staf dan dokter di karenakan anak-anak itu, mereka mungkin melakukan balas dendam kepada mereka."

Ucapannya tidak membuatku terkejut, aku juga sempat memikirkan hal itu saat bertemu dengan Sasuke, dia datang padaku, dia pasti memiliki tujuan saat menemuiku, tapi selama ini dia begitu baik dan sekarang kami malah memiliki hubungan, aku tidak bisa asal menuduh Sasuke.

"Aku hanya bisa menyimpulkannya saja, aku merasa anak-anak itu terus berkeliaran dan mencoba membunuh mereka yang pernah bekerja di lab, mereka pasti sangat dendam." Ucap prof. Orochimaru.

Hanya ada rasa marah yang bergejolak di dadaku, aku ingin mematahkan setiap ucapan prof. Orochimaru, jika semua yang terjadi karena ulahnnya, anak-anak itu marah dan membalas dendam karena tes yang tidak wajar mereka lakukan selama masih anak-anak, mereka bahkan di paksa untuk patuh, ini sungguh penelitan yang sangat gila dan tidak manusiawi.

"Kau tahu dokter Sakura, dokter yang menjadi penggantimu di kabarkan tewas karena kecelakaan, Seven seperti tidak pernah suka padanya, aku hanya khawatir jika nantinya Seven akan datang padamu dan membalas dendamnya."

"Aku yakin Seven tidak akan seperti itu!" Ucapku dan tanpa sadar seakan aku tengah membela Sasuke.

"Ya, aku harap Seven tidak seperti itu, dia anak yang baik dan sangat patuh, dia jauh memiliki banyak keahlian dibandingkan anak-anak lain. Jika saja Seven datang padamu, apa kau bisa membuatku bertemu dengannya? Aku pun sangat merindukan anak itu, aku akan mencoba berbicara dengannya, aku akan mengubah penelitianku itu dan akan meminta maaf pada mereka." Ucap prof. Orochimaru.

Sejenak aku merasa jika prof. mulai berubah, dia ingin menjadi orang baik setelah labnya itu hancur, aku mungkin terlalu berpikir kritis padanya, meskipun awalnya aku kagum, mungkin saat ini dia sedang hilang arah akan apa yang di lakukannya sekarang.

"Ya, aku harap anak-anak itu menjadi baik dan bukan mereka yang melakukan balas dendam itu. Jika saja Seven datang padaku, aku akan berusaha berbicara dengannya, aku akan membuatnya mengerti." Ucapku, aku hanya mencoba membuat sebuah janji dengan prof. Orochimaru, aku juga berharap Sasuke akan mendengarkanku jika dia kembali.

"Baiklah, terima kasih dokter Sakura, aku sedikit lega menceritakan semua ini padamu, tolong jaga dirimu dan hati-hati jika bertemu anak-anak itu." Ucap prof. Orochimaru.

Dia hanya datang untuk berbicara dan meminta tolong padaku untuk hati-hati, tidak ada yang perlu aku khawatirkan, dia tidak datang dengan niat buruk, aku sudah salah mencap prof. Orochimaru, walaupun memang penlitiannya itu sangat buruk, mungkin dia akan berubah.

Setelah prof. Orochimaru pulang, bergegas melihat ponselku, ada begitu banyak panggilan dari Sasuke dan aku tidak bisa berbicara dengannya jika prof. Orochimaru ada bersamaku.

"Halo." Ucapku, aku harus tenang dan tidak perlu mengatakan apapun pada Sasuke, dia pasti jauh lebih khawatir jika tahu prof. Orochimaru berkunjung ke apartemenku.

"Kenapa kau begitu lama mengangkat ponselmu?" Ucap Sasuke, nada suaranya terdengar datar, apa dia marah hanya karena aku lama mengangkatnya? Lagi pula dia selalu menggunakan nomer yang berbeda setiap menghubungiku.

"Tadi aku sedang keluar dan tidak membawa ponselku, maaf." Ucapku.

"Baiklah." Ucap Sasuke.

Hanya seperti itu saja? Dia langsung mematikan ponselnya, saat aku menghubungi kembali, nomer itu tidak terdaftar, ini sangat aneh, ada apa dengannya? Nada suaranya tidak terdengar senang, padahal aku sudah sangat merindukannya.

Kembali bunyi bel dari petugas apartemen, hari ini aku mendapat banyak tamu, kali ini adalah detektif Kakashi dan Yamato, mereka datang ke apartemenku? Hari ini kenapa orang-orang begitu sibuk mengunjungiku?

Mereka datang dengan sebuah tujuan.

"Kami akan memberimu perlindungan penuh jika kau menceritakan segalanya dokter." Ucap Kakashi dan dia menaruh kertas-kertas yang merupakan data anak-anak yang pernah berada di lab itu.

"Dari mana kalian mendapatkan ini?" Ucapku, aku sanga terkejut akan hasil penemuan mereka, ini adalah data rahasia, kenapa bisa berada di tangan mereka?

"Salah seorang staf yang pernah bekerja memberikan kami informasi ini, jadi apa ada yang bisa kau jelaskan dokter?" Ucap Yamato.

Menatap kedua pria itu, baru saja prof. Orochimaru mengunjungiku, dia terlihat sedih dengan para staf dan dokter yang bekerja padanya, status mereka menghilang dan juga ada yang mati karena kecelakaan, dia bahkan bingung ingin menceritakan kepada siapa rasa sedihnya itu.

"Kalian sungguh akan melindungiku? Informasi ini seharga nyawaku." Ucapku, ragu.

Keduanya mengangguk pasti dan terlihat serius.

"Lab ini adalah salah satu penelitian prof. Orochimaru yang sangat tidak aku setujui, mereka melakukan percobaan dan tes untuk anak-anak kecil, mereka di latih hal yang tidak wajar seperti melatih kesatuan militer, beberapa anak mengalami depresi dan gunanya kami para dokter untuk mengontol mereka, aku sempat mendapat penyerangan dari anak yang menjadi tanggung jawabku, setelah itu aku berpindah menjadi staf dan setelah kontrakku habis, aku memilih keluar." Jelasku, aku menjelaskan segalanya.

Tatapan mereka cukup terkejut, mereka akhirnya tahu apa yang terjadi di lab itu dan apa yang selama ini di lakukan prof. Orochimaru, dia menutupi kesuksesannya dengan penelitian yang kotor ini.

"Apa kau tahu faktanya jika hampir seluruh orang-orang yang bekerja di lab itu di nyatakan hilang dan mati? Ucap Yamato.

Ah, hal itu baru saja di katakan oleh prof. Orochimaru, jadi benar, hampir tidak ada lagi yang tersisa dari mereka, hanya aku saja, tapi masih ada seorang lagi.

"Bagaimana dengan yang memberikan informasi itu pada kalian?" Tanyaku.

"Kami mendapat berita jika dia di temukan tewas gantung diri di dalam rumahnya, hal itu bahkan terjadi setelah kami berhasil menemuinya."

"Aku sudah katakan pada kalian, jika informasi ini bayarannya adalah nyawa! Apa kalian tidak tahu selama ini aku ketakutan untuk hal ini! Hanya untuk menyimpan informasi saja aku tidak bisa tenang!" Ucapku, suara sampai begitu keras. Aku sangat tidak menyangka akan hal ini, aku bahkan sudah menceritakan segalanya pada mereka, bagaimana dengan keadaanku esok harinya?

"Tenanglah dokter Sakura, kami sudah menjamin keselamatanmu, kami akan meminta satuan khusus untuk mengawasimu di apartemen." Ucap Yamato.

Meskipun begitu aku tetap tidak bisa tenang, rasanya seakan ada beban berat dan hal buruk yang akan segera menghampiriku, aku mungkin akan segara mati, hanya tinggal menunggu waktunya saja.

Aku bukan wanita yang penuh keberuntungan, saat masih muda aku merasa akulah wanita terhebat, dengan gelar yang terbaik, semua hal baik datang padaku, namun sekarang, aku semakin mendapat masalah dan masalah. Nasib buruk terus berdatangan padaku.

Kakashi dan Yamato akhirnya pulang, mereka tidak menanyakan tentang dimana anak-anak itu, apa mereka tidak ingin menyinggungku yang tengah berbohong? Aku memikirkan jika mereka akhirnya sadar jika Sasuke mirip dengan salah satu anak itu, bahkan data nama dokter pengawas tertera pada kertas itu, aku berbohong pada mereka jika Sasuke adalah keponakanku, seharusnya aku mengatakan segalanya, tapi ucapanku tadi pada mereka mungkin membuat mereka ingin aku tenang dan kembali menceritakannya lain kali, aku benar-benar penuh emosi saat mendengar staf yang berhenti itu akhirnya mati.

.

.

.

.

.

Malam harinya, aku tidak bisa tidur, aku kesulitan tidur akibat tamu-tamu yang datang hari ini dan aku sudah membeberkan informasi dari lab itu, aku takut ketika tidur, aku tidak bisa bangun lagi, aku bahkan membawa pemukul di ranjangku, siapa saja bisa masuk dengan mudah dan membunuhku, aku tidak percaya jika petugas apartemen akan bisa menangani mereka, aku tidak percaya akan keamanan di apartemen ini, aku merasa semuanya menjadi tidak berguna saat ini, seluruh dokter dan para staf sudah tidak ada, hanya tersisa aku dan mungkin saja saat ini aku terus menjadi incaran, semua hal itu menjelaskan kenapa akhir-akhir ini aku terus mendapat teror.

Bergegas mengambil pemukul yang aku bawa, aku bisa mendengar suara itu, apa benar akan ada yang datang membunuhku sekarang? Bersiap di samping pintu kamarku, aku akan memukul pembunuh ini dengan keras dan berlari menemui petugas.

Suara-suara itu makin terdengar jelas, seperti menuju ke arah kamarku.

Ceklek.

Pintu kamarku terbuka dan mengayungkan sekuat tenaga pemukul itu, aku tidak bisa melihat dengan jelas, kamarku sengaja gelap agar lebih mudah melawannya, pukulanku di tangkisnya, bahkan dengan sangat mudah.

Bught!

Aku tidak bisa bergerak, bahkan orang ini mengunci pergerakanku dari belakang.

"Lepaskan!" Teriakku.

Apa aku akan mati?

.

.

TBC

.

.


update...~