Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 25 ~
.
.
.
Normal Pov.
Pagi ini, seperti biasa, Sakura akan berangkat kerja, Sasuke akan mengawai wanita itu, mobilnya masih melaju ke arah jalan raya, di sana cukup banyak CCTV yang bisa di awasinya, beberapa menit berlalu, mobil yang di kendarai Sakura tak muncul di CCTV jalur yang biasanya di lewatinya, Sasuke mengecek setiap CCTV yang ada, kendaraan itu tidak di temukan dimana-mana. Sasuke segera menghubung Suigetsu.
"Apa? Mobil milik dokter Sakura menghilang? Mungkin saja dia berhenti di tempat lain sebelum ke rumah sakit." Ucap Suigetsu.
"Aku tidak bisa percaya, tidak biasanya dia akan seperti ini."
"Hey, sekali dua kali mobilnya tak terlacak adalah hal wajar, kau hanya melihatnya lewat CCTV, tidak semua CCTV di kota berfungsi dengan baik."
"Ada berapa CCTV yang tidak berfungsi?"
"Ada di jalan J, jalan menuju gedung D, dan ada juga di bagian jalan Z."
Setelah mendengar ucapan Suigetsu, Sasuke mencoba mencari jalan-jalan itu dan jaraknya cukup jauh dari rute ke rumah sakit, masih berusaha mencari mobil milik Sakura, tetap saja Sasuke tidak bisa menemukannya, menzoom salah satu CCTV, tiba-tiba layar terganti dengan sebuah video.
"Aku harap ini akan tersambung dengannya." Ucap sebuah suara dan Sasuke sangat-sangat marah saat melihat pria yang tengah berbicara itu. "Aku yakin ini adalah salah satu keahlianmu, aku tidak pernah lupa akan semua keahlian anak-anakku. Bagaimana kabarmu Seven? Apa yang sedang kau lakukan dengan membajak CCTV di kota? Kau sedang mematai-matai seseorang?" Ucap profesor Orochimaru.
Sasuke tidak bisa tenang, tangannya terus mengepal, berusaha mengganti siaran video itu, tapi sesuatu menghalangi aksesnnya, apapun yang di lihatnya juga sedang di bajak.
"Sepertinya ini tidak bisa lama. Aku akan katakan sekarang juga, bagaimana jika kau kembali padaku? Aku yakin kau sangat menyayangi salah satu dokter pendampingmu itu, dia akan tetap aman selama kau kembali, jika kau tidak melakukannya, aku tidak akan menjamin doktermu kembali dengan selamat, kira-kira bagian tubuhnya yang mana kau inginkan kembali? Aku bisa mengirim-"
Braakk!
Sasuke terlihat sangat marah, tangannya terluka setelah meninju salah satu layar yang di hadapannya.
Dreeet….dreeet…..
Kali ini sebuah panggilan.
"Aku memberimu sedikit penawaran, aku memberimu waktu dua hari untuk berpamitan dengan doktermu, aku akan mengirim tempatnya, dengan begitu aku menjamin nyawa doktermu."
"Aku akan membunuhmu jika kau berani menyentuhnya!" Teriak Sasuke.
"Kau tidak berubah Seven, aku tunggu kedatanganmu."
Sasuke kembali menghubungi Suigetsu, namun nomer yang di hubunginya tidak tersambung.
Sementara itu.
Mobil Sakura menepih dan dia akan pergi menggunakan mobil lain, seorang pria yang akan mengantarnya, di dalam Sakura tidak bisa melihat apapun, kacanya hitam dan tidak tembus, sementara bagian supir pun di beri sekat dengan kaca yang tidak akan tembus juga, ini adalah yang di katakan prof. Orochimaru, demi melindungi keamanan laboratorium barunya, tidak ada seorang pun yang akan mengetahui jalan ke sana.
Perjalanan cukup panjang, Sakura tidak akan bisa di hubungi, mobil itu di lengkap dengan alat penghilang signal, Sasuke sudah berusaha mengubungi Sakura namun dia tetap tidak tersambung.
Setelah perjalan yang memakan waktu 5 jam, akhirnya Sakura terbangun dari tidurnya, dia cukup mengantuk, dan saat pintu mobil itu terbuka, mereka sudah berada di dalam bangunan lab lantai dasar, dari sana Sakura di sambut oleh profesori Orochimaru sendiri dan dia akan menjelaskan segala hal, bangun laboratorium ini tidak jauh beda dengan yang dulu, ruangan lebih besar dan lebih banyak fasilitas, Sakura akan melihat beberapa orang yang mengenakan jas putih, kata prof. Orochimaru mereka adalah dokter-dokter baru yang bersedia membantunya.
Dari semua hal yang di perlihatkan prof. Orochimaru, salah satu ruangan dimana Sakura bisa melihat banyak anak kecil, ruangan itu menggunakan rumput buatan untuk menjadi pijakan, beberapa tempat bermain anak-anak, semuanya di buat khusus untuk mereka, beberapa anak berlari-lari sambil tertawa, mereka seakan hidup nyaman dan terlihat senang disini.
"Bagaimana dokter Sakura? Apa kau percaya padaku? Aku mengubah metode yang dulu, aku rasa untuk menangani anak-anak jenius harus seperti ini, kelak mereka bisa menjadi anak-anak yang berguna untuk dunia." Ucap Orochimaru.
Sakura melihat sekitarnya, di beberapa ruangan pun tidak ada yang di gunakan untuk melatih anak-anak kecil itu, mereka baru akan menggunakan ruangan itu setelah di anggap dewasa.
Tatapan Sakura terfokus akan seorang anak kecil, wajah yang sama, tatapan yang sama, tapi dia terlihat sangat ceria.
"A-apa itu Seven?" Ucap Sakura, dia pun cukup terkejut melihat anak kecil itu, sangat mirip dengan Sasuke saat masih kecil.
"Ah itu benar, dia adalah Sevenku yang baru, jadi aku sudah katakan padamu dokter, aku tidak akan mengganggu Sasuke, kalian akan hidup bersama." Ucap Orochimaru.
Kegiatan berkeliling itu akhirnya selesai, Sakura sudah melihat segala yang ada di dalam bangunan lab itu, saat pulang pun lagi-lagi tidak bisa melihat perjalanan ini, mereka akan mengantarnya kembali dimana mobilnya terpakir.
Sakura masih memikirkan kerja samanya kembali dan dia bisa membuat Sasuke selamat.
Kembali pulang, apartemennya terasa kosong, mencoba mencari Sasuke di kamarnya, saat mengetuk, pintu kamar milik Sasuke tidak terkunci, Sakura bisa membuka pintu itu, tapi mengingat alat yang di pasangnya Sakura mewaspadai pintu itu jika tiba-tiba tertutup secara otomatis, membukanya perlahan dan tidak terjadi apa-apa, di dalam kosong, tidak ada Sasuke atau benda-benda yang selama ini di sembunyikannya, di dalam hanya ada kasur lantai.
"Apa dia sedang keluar?" Ucap Sakura, bingung, ada hal aneh yang terjadi disini.
Ending normal pov.
.
.
.
.
.
Sakura pov.
Memeluk bantal di sofa dan menatap jam, hari ini benar-benar aneh, Sasuke tak ada kabar, aku tidak bisa menghubunginya, kamarnya kosong, dan sekarang dia tidak pulang.
Sebelumnya, aku sudah mengunjungi laboratorium baru milik prof. Orochimaru, semua benar-benar berbeda, tidak seperti saat berada di pulau Kiri, anak terlantar yang di pelihara baik olehnya, aku cukup senang melihat tawa dan wajah senang anak-anak itu, mereka mendapat tempat terbaik dari pada harus menjadi gelandangan hingga mati di luar sana.
Aku sudah menandatangi kontrak dan akan setuju bekerja disana, aku sudah memikirkan banyak hal agar bisa membantu prof. Orochimaru dalam berinovasi, direktur Tsunade tidak keberatan, aku bisa memberi surat pengunduran diri dari rumah sakit, akhirnya ini yang aku harapkan, aku hanya ingin terlepas dari rumah sakit itu dan menjalani apa yang selama ini aku inginkan.
Kembali menatap jam dinding, apa Sasuke menginap di tempat Suigetsu? Dia tidak pernah menceritakan apa-apa padaku, mungkin saja, mereka dekat, aku tidak bisa melarang Sasuke untuk keluar dan bersama siapapun.
Lalu, aku harus menghubungi detektif Yamato dan Kakashi, mungkin aku perlu segera mengakhiri pencarian ini dengan mereka, aku anggap sudah tidak perlu lagi, keselamatanku akan di jamin oleh prof. Orochimaru, teror itu mungkin benar berasal dari anak-anak di lab yang dulu, aku jadi sempat sulit mempercayai mereka lagi, walaupun Sasuke terus mengatakan padaku jika bukan mereka yang melakukannya. Aku masih kurang yakin jika Sasuke berbicara jujur padaku.
Apa yang sudah aku pikirkan? Kata-kata prof. Orochimaru ada benarnya, sebelumnya aku tidak pernah membeberkan informasi tentang lab itu, tapi aku terus menerima teror dan hampir saja tidak selamat, tidak mungkin dari pihak profesor yang melakukannya, mereka hanya akan mengincarku jika membocorkannya. Aku lupa jika sudah mengatakan pada kedua detektif itu, tapi beberapa hari ini aku aman-aman saja. Profesor bahkan menawarkan kerja sama yang baru denganku.
Aku harap Sasuke segera pulang, aku ingin mengatakan jika aku akan pindah kerja di daerah lain, dia bisa menunggu hingga penelitian itu selesai dan kita bisa kembali hidup bersama.
.
.
TBC
.
.
update...~
.
.
See you next chapter!
