Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 26 ~
.
.
.
Sakura Pov.
Aku tertidur di sofa hingga pagi, Sasuke masih belum pulang, kemana dia? Jika dia pergi setidaknya dia memberi kabar padaku, apa sulit untuk memberi kabar? Aku sangat-sangat khawatir, tapi hari ini aku harus ke rumah sakit dan membawa surat pengunduran diriku, aku harap jika telah kembali ke apartemen, Sasuke juga akan kembali.
Bergegas ke rumah sakit Konoha, aku tidak perlu memberi salam perpisahan pada para staf lain, mereka juga tidak begitu menyukaiku, tapi seseorang yang seperti biasa akan terus berusaha peduli padaku, dia melihat map yang aku bawa, bahkan merampasnya begitu saja.
"Apa ini? Kenapa kau membawa-bawa surat pengunduran diri?" Ucap Sai, dia terlihat marah padaku.
"Aku sudah punya pekerjaan lain, lagi pula ini adalah saran dari dokter Tsunade, aku tidak mungkin tolak tawaran ibu direktur, itu akan terlihat tidak baik di hadapannya." Alasanku, aku hanya berusaha agar tidak mencari berbagai alasan untuk menjawab pertanyaannya.
"Kau akan pindah kemana? Apa sungguh karena aku? Atau kau mengikuti pemuda itu?" Ucapnya dan malah menyinggung Sasuke, sejujurnya aku masih sangat khawatir dengannya, Sasuke belum memberiku kabar sejak kemarin.
"Tidak keduanya, ini adalah hal yang selama ini aku harapkan, aku tidak cocok dengan bekerja di rumah sakit, mungkin ini akan menjadi salam perpisahan kita, aku tidak ada waktu memberi salam perpisahan pada yang lainnya, kau bisa mewakilinya."
"Sakura, aku sungguh meminta maaf padamu, aku mohon kau jangan pergi, aku akan berubah, aku menuruti apapun keinginanmu." Ucapnya, lagi-lagi Sai memohon padaku, sampai detik ini dia tidak pernah menyerah untuk membuatku kembali padanya.
Aku lelah.
"Dengarkan, wanita yang bersamamu dulu itu, perlakukanlah lebih baik, tolong jangan tinggalkan dia, jika kau melakukannya, sama saja kau mengulangi hal yang sama dengan apa yang sudah kau lakukan padaku, itu yang namanya berubah, tapi jika kau meninggalkannya, kau tidak berubah sama sekali." Ucapku.
Mari kita hentikan ini semua, aku selalu menghargaimu, aku memang sempat marah dengan semua sikapmu padaku, tapi saat itu, meskipun sangat sedikit kenangan yang terjadi pada kita, aku terus mengingatnya menjadi hal baik saat kita bersama, jangan merusak semua hal yang aku ingat itu.
Sebuah pelukan dari Sai, berusaha melepaskannya, namun pelukan itu sangat mengerat.
"Aku sungguh bersalah. Aku tidak bisa meninggalkanmu dan aku ingin mengubah segalanya."
Berhenti melakukan aksi sia-siaku, membiarkan pria yang dulunya sangat aku cintai memelukku erat, di saat seperti ini aku memikirkan Sasuke.
"Sebaiknya kau memberiku selamat dan mendoakan agar hubunganku yang baru akan baik-baik saja, aku juga tidak mau meninggalkan Sasuke bagaimana pun keadaannya." Ucapku dan akhirnya pelukannya terlepas.
Tatapan Sai terlihat sangat sedih, aku sudah melihatnya berkali-kali dan tetap tidak menggoyahkan hatiku.
"Selamat tinggal Sai, dan semoga kita bisa menjalani kehidupan baru kita, tetap menjadi dokter yang terbaik aku selalu mengingat kebaikanmu padaku." Ucapku, mengambil map milikku dari tangannya, dokter Sai bahkan tidak menahanku, aku sampai memanggil namanya tanpa gelarnya.
Ya, ini lah yang terbaik, aku sudah merasa bebanku sedikit berkurang dan aku siap untuk keluar dari rumah sakit ini.
Datang ke ruangan direktur Tsunade, dia hanya menyampaikan agar aku pun sukses bekerja disana, aku tidak bisa membuat perpisahan yang lebih baik pada dokter Tsunade, bekerja lama bersamanya bukan hal yang mudah, dia adalah direktur yang sangat tegas dan berwibawah, wanita cantik yang sangat kuat, aku pernah mendengar jika suaminya telah meninggal akibat kecelakaan, dia pun terlihat tidak tertarik dengan pria lain.
Setelah masalah beres di rumah sakit, aku harus segera pulang, mungkin Sasuke sudah pulang, aku harap bertemu dengannya, prof. Orochimaru ingin aku segera bekerja dan agar penelitiannya cepat selesai agar segera di terapkan.
Melajukan mobilku ke arah jalan raya, saat keluar dari rumah sakit pun aku tidak bertemu lagi dengan dokter Sai, aku harap akhirnya dia sadar dan berhenti memohon-mohon padaku, itu tidak gunanya.
Menghentikan laju mobil secara tiba-tiba.
Tiiiiiinggg! Tiiiinggg!
Kegiatan konyol dan cukup berbahayaku membuat kendaraan lain di belakang terlihat marah, mereka terus membunyikan klakson mereka, aku segera memarkir mobil, aku yang baru saja aku lihat? Aku yakin jika itu adalah Sasuke, aku melihatnya masuk ke salah satu kafe, setelah memarkir mobilku dan bergegas masuk ke kafe yang cukup ramai itu, mencari sosok yang sangat aku hapal.
Aku menemukannya, aku melihat Sasuke, apa yang di lakukannya di kafe ini? Langkahku terhenti, di sana dia bersama seorang gadis, sepertinya mereka seumuran, gadis yang terlihat sangat muda.
"Sasuke?" Panggilku.
Aku sempat terkejut akan tatapan datar dan dingin itu.
"Ada apa?" Tanyanya.
"Ka-kau dari mana saja? Kau tidak pulang?" Ucapku, dan sesekali menatap ke arah gadis yang terlihat bingung itu.
"Aku sudah pindah, apa kau tidak melihat kamar itu? Maaf tidak mengucapkan kalimat perpisahan yang baik padamu, terima kasih atas segalanya, bahkan tempat tinggalnya, aku sangat tertolong." Ucapnya dan cara bicara Sasuke sangat berbeda, dia tidak seperti Sasuke yang aku kenal selama ini.
"Siapa dia Sasuke?" Bisik gadis ini pada Sasuke, namun suaranya cukup terdengar olehku.
"Aku lupa memperkenalkannya, dia dulunya pernah menjadi dokter pendamping untukku, selama ini saat aku tidak punya tempat tinggal, dia memberiku tumpangan sementara waktu." Ucap Sasuke dan lagi-lagi membuatku sangat terkejut, apa-apaan semua ucapannya itu?
"Begitu yaa, aku juga berterima kasih padamu dokter." Ucap gadis itu dan tersenyum padaku.
"Kalin, apa hubungan kalian?" Tanyaku.
"Ma-maaf tidak memperkenalkan diri dengan baik." Ucap gadis itu, Sasuke tidak menjawab apa-apa dan dia diam saja, bahkan tatapan dingin itu terus mengarah padaku. "Salam kenal, aku pacarnya Sasuke, kami hampir 3 tahun memiliki hubungan." Lanjut gadis itu dan terlihat malu-malu.
3 tahun? Mereka telah bersama selama tiga tahun? Kenapa aku baru tahu akan hal ini? Apa Sasuke berbohong padaku? Kenapa dia begitu padaku? Lalu apa artinya selama ini kita hidup bersama dan semua ucapannya padaku? Rasanya sungguh menyakitkan, tapi melihat sikap gadis muda ini, aku tidak berani mengatakan apa-apa, aku hanya terdiam dan menatap mereka yang memang sangat cocok menjadi sebuah pasangan.
"Be-begitu yaa, uhm, aku ucapkan semoga kalian bahagia bersama." Ucapku dan gadis itu berterima kasih padaku, bahkan terlihat sangat mesra pada Sasuke.
Berjalan meninggalkan mereka, hari ini sungguh-sungguh buruk, aku tidak tahu apa yang tiba-tiba terjadi padaku, langkah kaki ini terasa berat, aku sangat ingin berbalik dan beranggapan jika Sasuke sedang bercanda padaku, tapi rasanya juga sangat sulit untuk berbalik, terus berjalan hingga ke parkiran dan masuk ke dalam mobilku.
Memegang dadaku yang terasa nyeri disana, ini sangat sakit, aku merasakan hal yang sama ketika Sai meninggalkanku dengan segala tuduhan konyolnya, aku memang kurang beruntung jika berhadapan dengan masalah hubungan.
.
.
.
.
.
Hari ini, menatap apartemenku, aku akan menjualnya, aku tidak akan tinggal disana lagi, meskipun setelah penelitian itu selesai, aku mungkin akan mencari tempat tinggal baru, terlalu banyak kenangan disana, rasanya masih sangat sakit ketika melihat Sasuke yang tidak ingin menatapku dan tidak ingin menjelaskan apapun padaku.
Aku perlu menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu sebelum meninggalkan Konoha.
"Apa dokter yakin ingin menghentikan semua penyelidikan?" Ucap detektif Yamato padaku, mereka seperti tidak ingin melepaskan kasus ini.
"Aku rasa sudah tidak apa-apa, sekarang aku mendapat perlindungan lebih." Ucapku.
"Kami tidak percaya jika dokter kembali bekerja pada Prof. Orochimaru." Ucap Kakashi.
Aku tahu, mereka pasti tidak akan percaya, apalagi aku telah menceritakan sisi buruk dari lab di pulau Kiri itu.
"Aku sudah melihatnya sendiri, prof. Orochimaru bahkan memberiku waktu untuk berpikir, aku sama sekali tidak mendapat teror apapun, sekarang aku bisa tenang, terima kasih atas kerja keras kalian selama ini." Ucapku, aku harus berpamitan pada mereka.
"Tidak apa-apa jika dokter Sakura ingin kami berhenti melakukan pencarian informasi ini." Ucap Yamato.
"Sekali lagi aku berterima kasih pada kalian, aku pikir kalian adalah para detektif yang hebat." Ucapku.
"Sebagai rasa berterima kasih kami juga telah mendapat kepercayaan, terima lah souver ini." Ucap Yamato, dia memberikan sebuah boneka polisi yang terbuat dari bahan kayu, cukup lucu dan bisa di gunakan menjadi gantungan kunci.
"Terima kasih." Ucapku.
Akhirnya aku bisa berpamitan dengan mereka, aku jadi kembali mengingat Sasuke dan gadis itu, mungkin ini akan lebih baik, aku jadi tidak perlu terbebani saat bekerja di lab itu dan memikirkan Sasuke yang sendirian di rumah.
Ya inilah yang terbaik.
.
.
.
.
.
Perjalanannya seperti biasa, aku masih tetap harus pergi ke sana tanpa tahu jalur yang mereka gunakan, memakan waktu yang cukup lama dan aku selalu tertidur hingga tiba di lab itu.
Prof. Orochimaru akan memperkenalkan beberapa dokter pendamping yang memiliki status yang sama sepertiku, mereka akan menjelaskan apa yang akan aku lakukan, ya aku hanya mengawasi anak-anak yang bermain itu dan mengecek perkembangan mereka, tapi yang kami teliti hanya perkembangan anak kloning, anak-anak lain, yang di tampung hanya sebagai teman bermain anak-anak kloning ini, kata prof. Orochimaru, dengan penelitian ini, siapa saja bisa memiliki anak mereka dan mewariskan segala apa yang mereka miliki, ya ini tidak jauh beda dengan melahirkan anak sendiri, penelitian ini di khusus untuk pasangan yang tidak bisa memiliki anak.
Aku juga bisa melihat perkembangan bayi kloning yang di tempatkan khusus agar mereka benar-benar terawat.
Disini juga aku akan mendapat ruangan kamarku sendiri, masing-masing dokter memiliki kamar mereka, dari semua anak, aku sering memperhatikan Seven, dia terus mengingatkanku pada Sasuke, tidak-tidak! Jangan memikirkannya lagi, aku yakin dia sudah bahagia, apa gunanya memikirkannya lagi, saat itu kami hanya hilang arah, kami hanya tidak sadar akan hubungan yang salah dan tidak sehat itu, aku selalu takut akan hubungan kami dan terus mengatakan padanya untuk mencari gadis yang sesuai dengannya, sekarang, aku seperti termakan akan ucapanku sendiri.
.
.
TBC
.
.
update...~
selamat hari sibuk...~ senin cukup sibuk.
.
.
See you next chapter!
