Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

.

Catatan :

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

.

.

= Enjoy for read =

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

[ 007 ]

~ Chapter 27 ~

.

.

.

Normal Pov.

[ Hari reunian ]

Hari ini, tidak seperti hal yang sudah di rencanakan Suigetsu, mencari tempat yang cocok untuk berkumpul dan bertemu dengan anak-anak yang kabur dari lab.

"Aku tidak menyangka jika hanya akan seperti ini." Ucap Suigetsu.

Beberapa anak yang kabur bersama mereka tak kunjung datang di acara reunian yang sudah di tetapkan Suigetsu.

"Aku sudah memikirkan hal terburuk saat berkunjung ke rumah Fifty." Ucap Jugo.

"Ada hal lain yang terjadi pada mereka." Ucap Suigetsu.

Sasuke hanya duduk terdiam dan tak menanggapi apapun, pikirannya sedang kacau.

"Jadi? Apa perlu kita menyelidikinya?" Saran Suigetsu.

"Tidak perlu, semuanya sudah jelas, mereka akan menyerang kita." Ucap seorang gadis.

"Ya setidaknya kita masih bisa berkumpul berempat. Akhir-akhir kau terus bersama Sasuke, Three(3) atau aku panggil saja Tayuya." Ucap Suigetsu.

"Mau bagaimana lagi, Sasuke membuat drama dengan kabur dari dokter-pacarnya itu, sekarang dia malah menyeretku untuk bersandiwara, aku bahkan harus pura-pura menjadi gadis sok lemah dan imut, iiuhk,, menjijikan." Ucap Tayuya dan memasang wajah jijiknya, dokter Sakura bahkan percaya akan ucapan mereka yang sudah pacaran cukup lama.

"Hahahaha, sungguh? Apa yang terjadi Sasuke? Ada apa dengan dokter Sakura?" Tanya Suigetsu, dia tidak mengerti kenapa Sasuke harus melakukan hal itu pada Sakura. "Aku pikir kau tidak menyukainya, kau berbohong padaku." Tambah Suigetsu, mengingat ucapan Sasuke yang tidak mengakui perasaannya.

"Diamlah." Kesal Sasuke. "Aku mendapat ancaman dari prof. Orochimaru." lanjutnya dan semakin membuat Sasuke kesal.

"Ah, inilah yang aku katakan padamu, kau akan terjebak Sasuke, sekarang kau harus berhadapan dengan prof. gila itu." Ucap Suigetsu.

"Jangan memojokkan Sasuke, aku juga merasakan hal yang sama jika mungkin prof. Orcochimaru menggunakan orang yang dekat kita sebagai ancaman." Ucap Jugo.

"Aku akan menyampaikan segala informasi yang aku ketahui, termasuk Fifty yang tidak muncul dan salah satu masalah terbesar adalah One." Ucap Tayuya.

"Kau menemukan One?" Ucap Suigetsu, dia tidak percaya jika gadis itu bisa menemukan salah satu dari mereka yang sangat sulit di temui, bahkan Jugo pun hanya mendapat sedikit informasi darinya.

"Jangan terkejut jika kalian dengar dia telah berkhianat, dia kembali pada prof. Orochimaru dan kabar lainnya, Fifty mendapat ancaman menggunakan kedua orang tua angkatnya, dan sekarang hanya ada kita berempat yang tersisa." Jelas Tayuya.

"Sasuke juga mendapat ancaman menggunakan dokternya itu. Aku sudah katakan padamu untuk jangan terlibat hal semacam itu! Kenapa kalian menjadi begitu lemah! Ingat kita belum sepenuhnya membalas dendam pada profesor gila itu! Sekarang apa! Dia membuat lab baru yang tidak bisa kita ketahui!" Kesal Suigetsu. "Bagaimana denganmu Jugo? Aku yakin orang tua itu akan segera menjadi ancaman untukmu juga, kenapa kalian membuatnya menjadi rumit seperti ini? Kita akan sulit bergerak jika kalian masih memiliki perasaan lemah seperti itu! Mereka hanya penghalang rencana kita! Ingat tujuan kenapa kita kabur dari lab neraka itu!" Lanjutnya

"Jangan marah seperti itu, walaupun kita anak-anak percobaan kita tetap manusia biasa yang memiliki perasaan, kau ini sangat aneh, apa kau tidak punya sesuatu yang penting dalam hidupmu?" Ucap Tayuya.

"Tidak ada! Aku sudah di buang sejak dulu dan aku tidak pernah menganggap apapun penting!" Tegas Suigetsu.

"Kita tidak perlu berdebat seperti ini, sebaiknya kita mencari gedung lab baru itu dan menyusun rencana baru." Ucap Jugo.

"Aku yang akan menemukan lab itu." Ucap Sasuke.

"Apa? Jangan membahayakan dirimu! Mereka mengancammu menggunakan dokter lemah itu dan sengaja melakukan semua itu." Suigetsu benar-benar sangat kesal.

"Aku punya perjanjian dengan profesor Orochimaru, selebihnya kita tinggal menjalankan rencana yang sudah di atur." Ucap Sasuke.

.

.

.

.

Sasuke terdiam menatap gedung apartemen milik Sakura, dia sudah membuat sebuah kebohongan untuk melepaskan Sakura, hanya itu yang bisa di lakukan Sasuke, meminta Tayuya untuk berbohong menjadi pacarnya, sangat jelas di tatapan Sasuke saat melihat sorot mata Sakura, dia terlihat sedih dan sangat kesal, namun semua itu di tahannya, dia pun merasakan hal yang sama, rasa sakit yang mungkin sekarang Sakura rasakan, dia ingin meminta maaf dan pergi dengan baik-baik, tapi cara itu akan semakin membuat Sakura tidak membiarkannya pergi.

Melangkah menjauh dari gedung apartemen itu, dia harus menemui beberapa orang sebelum menyerahkan diri pada profesor Orochimaru.

[Detektif swasta]

Kedua pria dewasa itu menatap tidak percaya dengan tamu yang muncul di hadapan mereka, pemuda itu datang begitu saja.

"Jadi apa tujuanmu untuk datang ke sini." Ucap Yamato, dia tidak mungkin datang begitu saja.

"Aku tahu apa yang kalian lakukan dan apa yang ingin kalian cari. Aku bisa membantu kalian, tapi aku bisa meminta sesuatu?" Tanya Sasuke.

"Kau begitu berani pada kami, aku rasa tidak perlu menutupi apapun lagi, salah satu anak yang kabur dari lab di pulau Kiri, Seven." Ucap Yamato.

"Kalian memang detektif swasta dan kesatuan khusus yang sangat hebat." Ucap Sasuke dan kedua pria itu cukup terkejut, pemuda di hadapan mereka bahkan tahu latar belakang asli mereka.

"Jadi kau sedang membuat sebuah negosiasi dengan kami?" Ucap Kakashi.

"Secara tidak langsung. Aku pikir kalian memiliki tugas melindungi dokter Sakura." Ucap Sasuke.

"Itu benar, tapi beberapa hari yang lalu dokter Sakura sudah menghentikan kerja sama kita." Ucap Yamato.

Sasuke tidak tahu akan hal itu.

"Kenapa?" Tanyanya.

"Dia akan kembali bekerja pada profesor Orochimaru dan semua informasi apapun tidak di katakannya pada kami." Ucap Yamato dan hal itu sungguh membuat Sasuke tidak percaya.

"Apa! Dokter Sakura kembali bekerja padanya? Kenapa kalian tidak menahannya! Dia adalah orang yang sangat berbahaya! Aku akan memberikan kalian semua bukti, bukannya hal ini yang di harapkan pak Sarutobi? Kalian adalah bawahannya, selama ini kalian berusaha mengusut kasus ini untuk membuktikan profesor gila itu benar-benar bersalah." Ucap Sasuke, pikirannya semakin kacau, Sakura kembali bekerja pada profesor Orochimaru dan dia tidak mengetahuinya, seharusnya dia tidak membuat drama dan Sakura pergi begitu saja, memikirkan kembali apa yang sudah lakukannya, Sakura berbohong dan dia belum mendengarkan segala penjelasan Sakura, Sasuke terlalu cepat mengambil tindakan akibat ancaman Orochimaru.

"Kami akan membantumu, apapun yang terjadi, jadi hubungi kami jika kau perlu bantuan." Ucap Kakashi, Yamato pun mengangguk pasti.

Sasuke bergegas pergi, mencoba menghubungi Suigetsu namun bukan suara pemuda itu.

"Ini aku Six, aku sedang menahan Suigetsu, aku harus menjalankan perintah dari profesor." Ucap Six, nada suaranya terdengar datar.

"Sial!" Umpat Sasuke dan mematikan ponselnya.

Berusaha menghubungi Jugo, namun tak tersambung, rencana mereka menjadi kacau, sebuah panggilan dari nomer yang tak di kenalnya.

"Halo, Seven, ini aku! Anak-anak yang bersama Sixteen dan Ten adalah salah satu pasukan dari prof. Orochimaru, aku mendapatkan pesan singkat dari Jugo jika anak itu melawannya dan beberapa orang datang menahan Jugo, mereka bahkan lebih kuat." Jelas Tayuya.

"Selamatkan dirimu, aku akan segera menyerahkan diri, jangan bertindak sebelum kau mendapatkan kabar dariku."

"Baik, kalian, jangan sampai mati." Ucap Tayuya sebelum mereka panggilan mereka terputus, Sasuke segera membuang ponsel yang di gunakan, dia tidak ingin mereka melacak Tayuya.

Sasuke tidak bisa membuat rencana apa-apa lagi, Suigetsu mungkin mengalami hal yang sama dengan Jugo, jika mereka di tahan, artinya mereka akan bertemu di lab itu.

Sasuke berhenti berlari, sebuah mobil menghadangnya dan seseorang yang cukup di bencinya akhirnya menampakkan dirinya.

"Apa kabarmu, Seven? Aku senang kau sehat-sehat saja. Apa kau sudah siap dengan kunjungan di rumah barumu?" Ucap Orochimaru, bahkan senyum senang itu tak lepas dari wajahnya.

"Kau berbohong padaku." Ucap Sasuke, bahkan menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.

"Aku tidak berbohong. Dokter Sakura yang menginginkannya, ayo kita segera pergi, aku yakin kau akan sangat senang jika bertemu dengan doktermu itu."

.

.

TBC

.

.


update...~

mungkin bakalan telat-telat update, =w=

author kan kadang cibuk gituuu...~ *alasan gitu* hehehe.

tapi tetap di update kok, jadi tenang saja. author anti nggak tamat dan menggantung. =w=

kalau author pasang nomer telepon, nanti di teror mulu :D :D :D thor! kapan update, :D :D :D sabar yaa...~ XD

.

.

See you next chapter!