Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 28 ~
.
.
.
Tidak ada perlawanan apa-apa dari Sasuke, pemuda itu bahkan di bius selama perjalanan, setelah sadar, tangan Sasuke di rantai dan ujung rantai itu berada di lantai, ruangan ini sangat luas, tidak ada benda apapun di dalamnya, hanya ada lantai dingin dan lampu terang di atasnya, jika keadaan seperti ini, Sasuke akan sulit untuk membuat sebuah perlawanan, semuanya dinding yang terlihat seperti tembok yang tebal.
Bangun dari lantai dingin itu dan duduk bersilah, menatap keadaan sekitar, mengamuk bukan hal baik, di saat seperti dia harus tenang dan memahami segalanya, jika dia membuat masalah, mungkin akan ada perlawanan.
Suasana di dalam begitu tenang, dan suhu di ruangan ini seperti di atur agar sesuai suhu yang sejuk, Sasuke penasaran, akan letak lab ini, dia pun harus melarikan diri, mencari Jugo dan Suigetsu yang mungkin juga terperangkap disini.
Sementara itu, di balik dinding-dinding yang terlihat tebal ini, salah satunya adalah ruangan kaca yang berkamuflase, Sasuke hanya akan melihat tembok dari sisinya, di sisi lain, Orochimaru melihat reaksi Sasuke.
"Kode 007 (Seven), tidak memperlihatkan reaksi berlebihan setelah sadar, denyut jantung yang stabil dan respon yang terlihat hati-hati." Ucap salah seorang dokter yang mendampingi Orochimaru.
"Bagaimana dengan kode 016(Sixteen) dan juga 010( Ten)?" Tanya Orochimaru.
Dokter-dokter yang mengawasi kedua pemuda itu mulai mengatakan hal yang sama, mereka terlihat seperti Sasuke yang begitu tenang. Di tembok sisi lain, di sana Jugo dan Suigetsu pun mendapat perlakuan yang sama dan tindakan yang sama, semuanya bisa terlihat dari ruangan ini.
"Ternyata mereka semakin mendalami apa yang selama ini mereka dapatkan di lab dulu, itu bagus. Hanya tinggal bagaimana mereka bisa patuh padaku." Ucap Orochimaru dan merasa puas, mereka hanya lemah terhadap ancaman orang di sekitar mereka kecuali Suigetsu yang memilih menyendiri tanpa memiliki orang terdekat.
.
.
.
.
.
Sakura Pov.
Menatap sekitar setiap ruangan yang aku lewati, aku sangat menyukai pekerjaan disini, apalagi mencoba mengembangkan kloning, tapi tetap saja aku merasa ada sesuatu yang tidak beres di lab ini, para dokter yang juga memiliki status yang sama denganku, aku tidak bisa akrab, mereka juga tidak banyak bicara selain tangan mereka yang rajin bekerja.
Kembali mengecek kondisi setiap anak-anak dan lagi-lagi anak berkode Seven itu menarik perhatianku, dia suka membaca dari pada harus berlarian dengan anak-anak lain.
Terkejut, seorang berlari ke arahku dan menabrakku hingga dia terjatuh.
"Kau tidak apa-apa?" Tanyaku dan membantunya berdiri.
"Aku tidak apa-apa." Ucapnya dan terlihat ceria, tatapan ceria itu jadi terlihat aneh bagiku, apa ini? Kenapa aku tidak menyadari hal ini? Wajah anak itu terlihat lelah walaupun dia berusaha ceria di hadapanku. "Apa yang kau lakukan, dokter?" Tanyanya.
"Hanya mengecek." Ucapku.
"Boleh aku melihatnya?" Tanyanya lagi, apa dia penasaran dengan apa yang aku lakukan? Mungkin saja.
"Kemarilah." Ucapku dan memangkunya, aku memperlihatkan apa yang sedang aku lakukan, aku hanya mengecek kesehatan dan daya aktif mereka.
Anak kecil itu tiba-tiba mengambil alat tulis yang aku gunakan dan mencoret lembaran itu.
"Tu-tunggu, apa yang kau-" Ucapanku terputus saat dia menulis sesuatu dengan cepat.
"Hahaha, maaf." Ucapnya, bergegas turun dari pangkuanku dan berlari menjauh, dia kembali membaur dengan anak-anak lainnya.
Menatap lembaran pengecekan itu dan membaca baik-baik apa yang di tulisnya.
7 ADA DISINI
Hanya sebuah kalimat singkat yang aku tidak mengerti, menatap sekitar, tidak ada menyadari apapun, bergegas kembali ke ruangan setelah menyelesaikan tugasku.
Kembali menatap tulisan anak kecil itu. 7? Apa maksudnya dengan angkat 7? Dan kata berikutnya, 'ada disini'. Seakan anak kecil itu ingin memberitahukanku jika angka 7 ini ada disini. Tersentak akan apa yang baru saja aku pikirkan.
Jika itu berarti 7 adalah Seven? Bukan, pasti bukan anak kloning yang juga berkode 7, lalu apa? Aku terus memikirkan hal ini, berjalan-jalan dan mencoba mencari tahu apa maksud dari kalimat singkat yang di tuliskannya.
"Dokter!" Teriak riang seorang anak padaku, dia memintaku menggendongnya, anak-anak di sini bebas berkeliaran aku jadi akan sering bertemu dengan mereka di mana pun.
"Ada apa? Kau perlu sesuatu?" Tanyaku, aku sangat senang dengan anak-anak disini, mereka sangat imut dan lucu-lucu.
"Ruangan kaca." Bisiknya padaku, saat menatapnya dia tersenyum dan meminta turun padaku dan kembali berlari dengan sangat riang.
Apa-apaan tadi? Dia berbisik padaku dengan mengucapkan ruangan kaca? Aku tidak pernah tahu ada ruangan kaca ini bangunan lab itu, bahkan saat tur keliling lab, semua ruangan sudah di perlihatkan profesor Orochimaru padaku.
Aku semakin penasaran dengan apa yang di sembunyikan di lab ini.
Waktu istirahat pun akhirnya tiba. Di saat jam seperti ini, semua pekerjaan akan di hentikan dan kantin di lab ini akan di penuhi oleh para pekerja, duduk mendekat di salah dokter yang memiliki tugas yang sama denganku.
"Apa aku bisa tanya sesuatu?" Tanyaku padanya.
"Tentu, apa yang ingin kau tanyakan?" Ucapnya.
"Apa di lab ini ada ruangan kaca?" Tanyaku.
"Ruangan kaca? Aku pikir itu adalah kantor Profesor Orochimaru." Ucapnya.
"Kantor?"
"Iya, disana terdapat banyak kaca yang menjadi dinding, ada apa? Kau ingin bertemu dengan profesor? Dia kadang sangat sibuk di dalam ruangannya hingga sulit di ganggu." Jelasnya.
Aku tidak tahu jika ada kantor menggunakan dinding kaca, setelah jam istirahat ini, aku kembali berkeliling mengecek setiap anak, berjalan-jalan di setiap lorong bangunan lab ini dan melihat-melihat ruangan yang mungkin aku belum pernah kunjungi.
Ada peta lab yang dipajang di salah dinding gedung utama, aku mengecek segalanya dan melihat ruangan berkode O di sana, apa itu ruangan kaca? Mengikuti arah yang di tunjukkan peta ruangan itu, aku tidak menyangka jika lab ini sangat luas.
Hingga tiba di salah satu lorong lab yang sangat sepi, tanpa adanya petugas yang mengawasi, terlalu sepi hingga aku takut sendiri berada di lorong yang panjang ini. Langkahku terhenti, anak kecil yang tidak mungkin aku lupakan tiba-tiba keluar dari salah ruangan.
"Six! Apa yang kau lakukan disini? Aku pikir kau bersama Suigetsu." Ucapku namun tidak dengan tanggapan, dia terlihat murung.
"Aku tahu kau pasti mencari ruangan kaca." Ucapnya.
"Bagaimana kau tahu?" Ucapku, bingung.
"Aku yang membuatmu melakukannya."
"Tu-tunggu dulu, apa maksudmu?"
"Aku mengirim pesan sedikit demi sedikit, tapi mungkin dokter hanya penasaran akan ruangan kaca, aku sudah menunggumu dokter, tapi kita tidak bisa melakukan apapun." Ucapnya.
"Apa yang terjadi? Katakan segalanya Six."
"Kita akan sulit berbicara disini, aku yakin ada banyak CCTV yang bahkan tidak kau sadari dokter. Aku mematuhi karena terpaksa, sekarang aku sengaja kembali dengan tujuan yang sama dengan Suigetsu. Kami akan hancurkan lab ini." Ucapnya.
Hancurkan lab ini?
"Kenapa kau melakukan hal itu? Jangan lakukan." Tegasku.
"Kau tidak tahu apapun dokter, kau hanya melihat kulit dari lab ini, Profesor tidak pernah sadar dan mengubah sikapnya, kau harus memperhatikan sekitarmu dengan jelih, dokter. Sampai jumpa, jangan datang ke area ini lagi, kau akan mendapat masalah." Ucapnya dan kabur begitu saja dariku.
Ada apa ini? Aku sama sekali tidak mengerti. Profesor tidak berubah? Apa mungkin, dia masih menjalankan hal yang salah dan membohongiku lagi? Aku harus mencari bukti terlebih dahulu, aku tidak bisa asal menuduh saja.
.
.
.
.
Bangun pagi seperti biasa, aku memperhatikan sekeliling ruanganku, disini tidak ada jendela dan semuanya hanya tembok, aku tidak pernah memperhatikan detail ruangan ini, dinding yang terlihat tebal dan kuat, menatap meja yang ada kamarku ini, aku menaruh souver imut yang diberikan detektif Yamato padaku.
Memulai pekerjaanku seperti biasa, mengawasi setiap area yang aku lalui, beberapa penjagaan tidak begitu banyak apalagi di area anak-anak bermain, setiap pagi mereka akan sarapan terlebih dahulu, tapi tak jarang ada yang bangun terlambat, seperti ucapan Orochimaru, disini tidak ada paksaan pada mereka, di saat mereka akan beranjak remaja, seperti beberapa anak yang aku temui, tapi aku tidak bertugas mengawasi mereka, aku hanya mengawasi anak 10 tahun ke bawah.
Mereka lebih disiplin meskipun tanpa suruhan, bangun pagi dan menjalankan kegiatan rutin seperti belajar dan berlatih, mereka tidak terlihat lelah, aku sudah memastikan segalanya, mereka juga tidak meminum obat untuk merangsang otak mereka agar patuh.
Aku sangat ingin bertemu Six dan kembali mendengar segala penjelasannya, katanya dia mengirim beberapa pesan padaku, apa mungkin anak-anak kecil yang sengaja datang padaku? Dia menuliskan kalimat singkat itu dan yang membisikan sesuatu padaku. Aku masih menebaknya saja.
Kembali fokus untuk bekerja dan memperhatikan Seven, aku tidak bisa membohongi perasaanku, aku sangat merindukan Sasuke walaupun aku tahu sekarang dia bersama orang yang tepat untuknya.
Jam makan siang dan aku akan istirahat sejenak.
Menu makanan disini selalu bervariasi dan enak, aku jadi seperti tengah makan di restoran.
"Boleh aku duduk disini?" Ucap seorang wanita, aku yakin dia jauh lebih muda dariku.
"Silahkan." Ucapku.
"Akhirnya makan siang, aku sudah sangat lapar. Bagaimana pekerjaanmu dokter Sakura?" Ucapnya padaku.
Dia tahu namaku? Ah aku lupa, setiap dokter punya tanda pengenal.
"Semua terkendali." Ucapku, gadis di sampingku berbicara dengan begitu akrab.
"Aku harap kita bisa membuat kerja sama yang baik dan bersikap tenanglah dokter." Ucapnya dengan nada bicara yang sangat pelan, dia bahkan mengawasi sekitar dan berusaha makan dengan normal
Menatap gadis itu, aku tidak mengerti, apa maksud dari ucapannya?
"Aku adalah Fifty (50)."
.
.
TBC
.
.
update...~
perang akan segera di mulai... jengjengjengjengjeng...~
50 akhirnya muncul
.
.
See you next chapter!
