Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

.

Catatan :

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

.

.

= Enjoy for read =

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

[ 007 ]

~ Chapter 30 ~

.

.

.

"Aku masih penasaran dengan semua yang di lakukan profesor itu, aku pikir dulunya dia pria yang berjasa untuk semua pengembangan yang terjadi pada kota ini" Ucap Kakashi.

"Dia mulai menyalahgunakan kejeniusannya hanya sebagai rasa puasnya, beberapa hal telah di ciptakannya, namun semakin kesini, rasa puasnya tak terhenti sampai di situ, kabar terburuk ketika dia mencoba mempelajari kloning, hal ini memiliki dampak baik dari sisi orang-orang yang membutuhkan keturunan, tapi bagaimana dengan hasil kloning yang sengaja di rekayasanya dan menjadi sebuah pasukan pembunuh? Anak-anak kecil yang berada di lab pulau Kiri itu memiliki kecerdasan, keahlian, dan indra mereka yang sangat peka, seorang anak mampu membunuh beberapa orang dalam sekali serangan. Aliansi yang di buatnya untuk menjatuhkan pemimpin sekarang dan di kemudian hari, dialah yang akan menjadi seorang memimpin dengan pasukan kecilnya itu. Dia terlalu terobsesi untuk semuanya." Jelas Sarutobi.

Kakasih dan Yamato salling bertatapn, pemuda dengan kode 007 itu datang pada mereka, tapi dengan sikap yang berbeda.

"Kami mendapat sebuah informasi dari dokter Sakura tentang ketidakpatuhannya terhadap penelitian di lab lama, dia melindungi salah satu anak yang sekarang menjadi sebaliknya, anak itu yang melindunginya." Ucap Kakashi.

"Di lab lama, anak-anak yang mereka kumpul adalah anak-anak terlantar di berbagai kota, mereka masih memiliki insting yang lemah, kapan saja mereka akan merasa tertekan dan akan sulit mendapat semua pelatihan yang di paksakan untuk mereka." Ucap Sarutobi.

Tiiiiingg….!

Sebuah bunyi nyaring dari alat pendeteksi milik Yamato.

"Kabar baik akhirnya datang, lab tersembunyi itu di temukan." Ucap Yamato.

Mereka pun bergegas untuk sebuah penyergapan.

.

.

.

.

[ Lab tersembunyi]

Sebelumnya.

Sakura menatap jam dinding dikamarnya, sudah hampir jam 7 malam, di saat seperti ini semuanya akan kembali ke kamar mereka dan tidak ada pekerjaan di saat malam hari.

Menatap tangannya, Sakura tengah menggenggam sebuah alat komunikasi yang di berikan anak kecil tadi, dia juga sudah mendapat sebuah pesan, tepat jam 7, menggunakan earzoom itu dan mendengar sebuah suara.

"Halo, kau mendengarkanku, dokter?"

"Ka-kau? Apa kau Fifty?"

"Ya benar sekali, apa kau sedang beristirahat? Sebaiknya tidak kau lakukan, kenakan pakaian yang nyaman, dan jangan lupa kau harus pakai celana, malam ini kita akan banyak olahraga." Ucap Fifty.

"Tunggu, kau ada dimana?"

"Aku? Aku tidak bisa katakan padamu, alat komunikasi ini bisa saja ketahuan, bergegaslah dokter, aku akan membuat sumber listrik mati untuk sementara waktu, di saat seperti itu sumber listrik cadangan akan di aktif, sebelum itu terjadi, kau harus segera berlari ke ruangan kaca." Jelas Fifty.

Sakura pun bergegas, dia telah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih leluasa untuk bergerak. Sengaja menggerai rambutnya agar alat komunikasi itu tak terlihat oleh beberapa penjaga.

Berjalan keluar dan lorong-lorong akan sepi, penjagaan di pusatkan pada tempat anak-anak itu tidur. Sakura masih berdiri di depan pintu kamarnya, CCTV masih bergerak dan memperlihatkan segalanya.

Tak!

Seluruh listrik padam, keadaannya sangat gelap, Sakura berusaha menggunakan senter pada ponselnya.

"Berlarilah ke arah kanan dan terus saja. Hati-hati dan dengar pergerakan para penjaga." Ucap Fifty.

Sementara itu, gadis berkode 50 ini tengah berada di ruang kontrol, seluruh penjaga yang ada disana sedang tertidur pulas bahkan gempa pun tidak akan membangunkan mereka.

Fifty memilki keahalian yang cukup di inginkan Orochimaru, sebagai ahli tanaman, dia membawa sebuah tanaman ke dalam ruangan itu dan efeknya cukup membuat siapapun yang mencium bau dari tanaman itu akan tertidur, orang-orang berpikir itu adalah aroma untuk penenang, baunya sangat harum, namun itulah yang harus mereka hindari.

"Setelah ini, kirim kode pada Tayuya, hanya tinggal seseorang yang perlu di waspadai." Ucapnya.

.

.

[Flashback]

( Sebelum Jugo dan Sasuke mengunjungi rumah Fifty atau Ino, nama yang gunakan gadis ini)

"Ayah, ibu, kalian tolong datang ke tempat ini, di sana keselamatan kalian akan di jamin." Ucap Ino pada kedua orang tua angkatnya.

"Kami tak percaya dengan semua yang kau ceritakan itu, tapi mengingat asal kau datang, kami akan mendengar segalanya." Ucap wanita yang menjadi ibu angkat Ino.

"Aku juga akan selalu menjadi ayah bagimu, jadi ketika semua masalahmu telah beres, kembalilah pada kami." Ucap pria itua.

Mereka pun memeluk sayang pada gadis yang sudah menjadi anak mereka.

Ino mengirim mereka ke sebuah tempat, dimana Orochimaru maupun orang-orangnya tidak akan bisa menemukan mereka dan menjadikan mereka sebagai ancaman baginya.

Setelahnya, dia hanya melakukan pekerjaannya dengan santai di rumah kaca miliknya.

Dreet….dreeet…~

"Oh, halo Seven? Sekarang kau berada dimana?" Tanya Ino.

"Aku berada di Konoha."

"Kenapa kau sangat lama menghubungiku?"

"Beberapa perangkat baru saja aku beli, aku harus memastikan semua aman saat kita berkomunikasi."

"Jadi, kau sudah menemukan dokter idamanmu itu?"

"Jangan mengalihkan pembicaraan, apa kau akhirnya menetap di desa Oto?"

"Tentu, aku sangat sibuk dengan semua anak-anakku(tanaman)"

"Jangan lupa untuk sebuah misi dan reunian."

"Aku sudah selesai dengan misiku. Jadi apa benar dari pesan singkatmu jika pria gila itu masih hidup?"

"Kau harus mewaspadai sekitar, bagaimana dengan kedua orang tua angkatmu?"

"Mereka sangat baik dan aku hidup nyaman disini."

"Aku senang mendengarnya."

"Akan aku hubungi lagi."

Itu adalah percakapan terakhir mereka. Setelahnya, beberapa orang datang ke rumah Ino, mereka tak melakukan perlawanan dan Ino pun tidak ingin melawan mereka, rumah kaca ini harus tetap utuh.

"Kode 050. Kau terlihat baik-baik saja." Ucap Orochimaru. Orang-orangnya berhasil menemukan salah satu anak penelitiannya.

"Senang juga melihatmu masih hidup profesor." Ucap Ino dan tetap tenang, dia melakukan kegiatannya seperti tidak terjadi apa-apa.

"Jadi sepertinya kau akan ikut denganku tanpa perlawanan."

"Apa kau membuat lab baru lagi?"

"Tentu, aku jadi memiliki banyak data untuk sebuah penelitian yang lebih baik. Aku membutuhkanmu Fifty, kau dapat memanipulasi tanaman, efeknya buruknya pun tak akan terlihat kasat mata. Jadi? Kau mau ikut denganku lagi?" Sebuah ajakan dari Orochimaru.

"Orang-orangmu pun seperti sudah tidak tahan untuk menahanku, baiklah, tapi syaratnya jangan merusak apapun di dalam rumah kaca ini."

"Tentu saja anakku, ikutlah dan kau akan sangat berguna untuk kehidupan di masa mendatang."

[Ending Flashback]

.

.

Orochimaru yang datang begitu saja padanya, Ino jadi mengingat kembali saat dia di ajak ke lab ini, tanpa mengetahui tempat dan areanya, tapi tanaman-tanaman yang tumbuh di sana membuat Ino mengetahui letak tempat ini, tapi beberapa tekhnologi canggih di gunakan lab ini agar keberadaan bangunannya tak terdektsi, bahkan dari luar tak terlihat ada bangunan besar seperti ini.

Ino akhirnya pecaya jika pria itu masih hidup, kabar terakhir yang di dapatnya dari Sasuke hanya sebuah informasi kecil dari orang-orang kepercayaan Jugo.

Kembali pada Sakura yang masih mendengar setiap arahan dari Ino, Sakura masih terus berlari dan sesekali berhati-hati.

Tak!

Listrik candangan akhirnya menyala, Sakura tak bisa mendengar suara gadis itu lagi dan tak tahu harus kemana, bersembunyi di sebuah ruangan, semua CCTV kembali aktif.

"Jangan bersembunyi, aku masih ada, larilah ke arah kiri, naik tangga itu dan berlarilah di lorong, di ujungnya adalah pintu berkode, gunakan tanda pengenalmu." Arahan Ino.

"Apa? Tanda pengenal, aku meninggalkannya!" Ucap Sakura.

Kreessss…!

Tak ada lagi suara apapun. Sakura tidak mungkin kembali.

"Berjaga di setiap tempat!"

Sakura mendengar suara-suara itu dan berlari menjauh. Para penjaga mulai bergerak.

Dia harus bergegas ke ruangan kaca itu, cara masuknya akan di pikirkannya lagi, suara gadis itu kembali tak terdengar olehnya. Berjalan di sepanjang lorong, hingga ujung lorong, Sakura berhenti berlari, tatapannya cukup terkejut.

.

.

TBC

.

.


update...~

ya, author menggunakan ino sebagai fifty, saran siapa itu? tolong cek review, =w=. terima kasih telah membantu author menentukan segala pemainnya... XD

.

.

See you next chapter!