Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 31 ~
.
.
.
[ ruangan kontrol ]
Tak!
Listrik cadangan akhirnya menyala, Ino menatap semua CCTV dan melihat para petugas mulai berdatangan ke ruangan kontrol, walkie-talkie staf di ruangan ini tidak di pedulikan Ino, dia harus mengawasi setiap keadaan, sebuah senyum tipis di wajah saat melihat ruangan kaca itu.
bergegas memasukkan sebuah flashdisk pada komputer ruangan ini, didalamnya adalah sebuah virus yang akan merusak segala data yang ada.
Braak!
Sebuah pintu yang terkunci akhirnya di buka paksa.
"Aku tidak mengerti bagaimana kau tenang-tenang saja menjadi kaki tangannya. Apa cuci otak itu berhasil padamu?" Ucap Ino dan tidak peduli akan pemuda yang datang tiba-tiba itu, dia harus merusak semua data terlebih dahulu.
"Seharusnya kau lebih sadar diri ketika siapa yang mengambilmu dari jalanan dan membuat hidupmu lebih baik." Ucap pemuda itu, rambut yang terlihat putih dan pajang, dia bukan orang tua, tapi warna rambutnya sudah seperti itu.
"Iya, aku berterima kasih pada pria gila itu, tapi tidak dengan apa yang di lakukannya pada kita. Kenapa kau tidak sadar juga! Bahkan saat kabur dari lab nereka itu, kau masih ingin kembali padanya? Apa yang kau inginkan One(001)." Teriak Ino, akhirnya dia menemukan salah satu anak yang kabarnya sangat sulit di temukan. "Selama ini kau bersamanya. Bagaimana dengan yang lain?" Ucap Ino, berhenti dengan apa yang di kerjakannya dan menatap pemuda itu.
"Aku hanya perlu berterima kasih pada ayah." Ucapnya.
"Ha! Gila! Dia bukan ayahmu! Dia bahkan menjadikan kita sebagai kelinci percobaan!" Ucap Ino.
Pemuda itu bergerak mendekat dan sebuah gerakan menyerang di keluarkannya. Ino bergegas menghindari, dia tidak mungkin menang melawan One, salah satu anak kode pertama yang jauh lebih dulu mendapatkan semua kepahitan di lab pulau Kiri.
Di depan pintu pun terdapat beberapa penjaga bersenjata. Ino berusaha menghindari serangan mereka dan membalas serangan mereka dengan pukulan, tendangan dan menjadikan yang lainnya sebagai tameng mereka. Sementara One berusaha mengendalikan apa yang sudah di lakukan Ino, dia merusak sistem di lab ini, tidak ada yang bisa di lakukan One dan kembali menghadapi Ino.
Ino melempar sebuah bom asap, di dalamnya adalah ramuan tanaman yang di ekstraknya menjadi gas, para penjaga yang masih bertahan pingsan, sementara One berlari menjauh dari kepulang asap itu.
"Aku mendapat Fifty." Lapor One pada Orochimaru.
"Tinggalkan dia, segera ke ruangan kaca, jangan biarkan Seven keluar dari sana."
"Baik, ayah."
One memutar arah dan berlari menuju ruangan kaca. Sementara itu Fifty mengeluarkan ponsel canggihnya dan mencari titik dimana dokter itu berada, dia hanya berdiri mematung di ruangan kaca.
Triingg…~
Sebuah pesan singkat
003: Aku menemukanmu.
Sebuah senyum di wajah Fifty, pesan singkat dari Tayuya.
.
.
.
.
Beberapa mobil besar berhenti di sebuah lahan, beberapa pohon cukup banyak di sana dan jalanan yang terlihat sangat bagus.
"Titik koordinat dari benda yang aku berikan pada dokter Sakura berada di dekat sini." Ucap Yamato.
Mereka pun melihat sekitar, kosong, hanya ada lahan kosong disana, suasana di sekitar sangat gelap, tak ada penerangan apapun.
"Dia menyembunyikan keberadaan lab itu." Ucap Kakashi.
Beberapa pasukan telah siap untuk penyerangan, dan disisi lain, ada pasukan tambahan yang juga baru datang.
"Senang bertemu dengan anda lagi, ketua." Ucap seorang wanita dengan penampilannya yang siap tempur.
"Oh, lama tak jumpa, apa kabarmu Hanare?" Ucap Yamato.
"Terima kasih untuk kesediaanmu datang, berapa banyak orang yang bisa kau bawa?" Ucap Sarutobi.
"Cukup banyak dengan pasukan elit yang terlatih khusus. Dan Aku baik-baik saja Yamato." Ucap Hanare, menatap sejenak ke arah Kakashi. "Aku tidak tahu jika kalian masih tetap menjadi partner." Tambahnya.
"Kalian tidak sedang bertengkar 'kan?" Tanya Yamato, melirik ke arah Kakashi dan Hanare.
"Tidak, kami tidak sedang bertengkar, hanya sudah cukup lama tidak bertemu." Ucap Hanare dan tersenyum. Akibat kesibukannya, Hanare dan Kakashi sangat jarang bertemu, pasangan yang sudah cukup lama menikah ini tetap mengutamakan pekerjaan mereka.
"Jangan salah paham. Kami tidak ada waktu untuk bertengkar, bertemu saja sekali dalam beberapa bulan." Ucap Kakashi dan sangat memahami keadaan istrinya itu.
"Baiklah, kita kembali fokus akan misi ini." Ucap Sarutobi.
Sebuah kendaraan motor mendekat, mereka pun terlihat waspada, motor itu berhenti tak jauh dari mereka, seseorang terlihat turun dari sana, membuka helemnya, Yamato dan Kakashi sedikit terkejut melihat wajah seorang gadis.
"Kode 003. Aku yang mengirim pesan di markas pusat." Ucap Tayuya.
"Oh, rupanya kau yang mengirim pesan rahasia itu, kau masih muda, nona." Ucap Sarutobi.
"Dia adalah salah satu anak percobaan di lab pulau Kiri." Ucap Yamato.
"Seperti ucapan Seven padaku, kau benar paman, kau sudah tahu siapa kami." Ucap Tayuya.
Kakashi menahan diri untuk tidak tertawa, Tayuya memanggil Yamato dengan sebutan paman.
"Jadi apa rencanamu selanjutnya? Bangunan itu tak terlihat." Ucap Sarutobi.
"Ada masalah di dalam, salah satu temanku. Sedang berusaha membuat masalah namun salah satu dari kami memilih untuk tetap bekerja pada profesor gila itu." Jelas Tayuya.
"Kami sempat menemukan titik koordinatnya." Ucap Yamato dan memperlihatkan alat pelacaknya itu.
"Ini sudah benar dan kita hanya perlu-"
BOOOM!
Sebuah ledakan yang cukup besar di lahan kosong itu, perlahan-lahan sebuah bangunan terlihat dari sana, bangunan yang cukup besar.
"Aku baru saja ingin mengatakan menunggu, tapi sudah tidak banyak waktu, tolong selamatkan anak-anak kecil itu dan kalian bisa melakukan sesuka hati kalian pada para stafnya." Ucap Tayuya, kembali mengenakan helemnya, dia bahkan tidak peduli menggunakan motor crossnya itu masuk ke dalam bangunan.
Sementara pasukan khusus dari Sarutobi mulai bergerak, lengkap dengan persenjataan mereka.
.
.
.
.
.
Sebelum terjadi ledakan.
Ino berusaha berlari menjauh, dia akan membebaskan Suigetsu dan Jugo, beberapa penjaga menemukannya, hanya menggunakan sebuah pisau yang cukup tajam, Ino menyerang pada penjaga itu, beberapa penjaga dari arah lain pun mulai berdatangan.
"Ah sial! Kenapa mereka begitu banyak?" Ucap Ino, mengambil sesuatu dari sakunya dan memencetnya.
BOOM!
Sebuah ledakan besar dari pusat pengendali bangunan lab ini, alat canggih yang di gunakan untuk menutupi gedung ini hancur dan pada akhirnya gedung ini terlihat, para penjaga itu terdiam sejenak, tapi tidak bagi Ino yang dengan mudah mengalahkan mereka semua. Sebuah tusukan di titik fatal mereka, dan hanya ada jeritan dari mereka.
Gadis ini kembali berlari menuju ruangan kaca, menatap kembali alat pendeteksinya dan melihat dokter itu berlari menjauh dari ruangan kaca.
"Ha? Mau kemana dia? Dia seharusnya mencari Sasuke, apa dia sudah menemukan Sasuke?" Ucapnya, langkah Ino terhenti, beberapa penjaga berteriak dan sebuah tembakan.
Suasana yang ribut akan suarakan tembakan itu akhirnya berhenti, Ino mengambil sebuah senjata dari penjaga yang sudah di lumpuhkannya, bergerak dengan cepat dan menodongkan senjatanya ke depan.
Dor!
"Wah, gila! Kau hampir saja membunuh!" Teriak kesal Tayuya setelah menghindar dengan cepat.
"Kenapa kau begitu lama! Aku hampir melawan One!" Ucap Ino.
"One? Kau bertemu dengannya?"
"Ya, dia berkhianat, pantas saja dia tidak pernah memberi kabar." Ucap Ino.
"Lalu, bagaimana denganmu? Dasar pengkhianat."
"Apa? Jika aku tidak begitu, apa kau bisa masuk ke lab ini? Bahkan lab ini terlalu canggih hingga sulit untuk di deteksi."
"Bagaimana dengan semua data lab?"
"Aku sudah merusaknya, entah apa yang One lakukan, tapi itu tidak mungkin, dia hanya memiliki kekuatan lebih di antara kita, tapi tidak dengan kejeniusannya."
"Bagaimana dengan dokter Sakura?"
"Aku tidak tahu, aku sudah memberinya petunjuk untuk menyelamatkan Sasuke, tapi dia malah menjauh dari ruangan kaca itu. Dasar wanita tidak berguna."
"Seseorang mungkin sedang menghadangnya."
"Aku harap itu bukan profesor Orochimaru, ini akan lebih buruk, Sasuke akan marah padaku, bagaimana mungkin dia lebih peduli pada dokter yang bermasalah itu? Dasar lemah!" Ucap Ino.
.
.
TBC
.
.
update...~
beberapa chapter akan sibuk dengan perang dan perang. =w=.
kenapa bukan Zetsu? alasannya author udah tetapkan jika 50 harus seorang wanita dan ahli tanaman, siapa saja, yang penting wanita. =w= meskipun iya sih ino hanya ahli bunga, tak apa, karena biar ada beberapa wanita di dalam tim Sasuke.
One akhirnya muncul... silahkan menebak-nebak, author ada baca review jawaban untuk siapa one ada yang benar tuh.. wow hebat, anda mendapatkan ucapan selamat dari author, hehehe...
disini author memunculkan Hanare, dia adalah istri kakashi.
.
.
See you next chapter
