Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 32 ~
.
.
.
(Sebelum ledakan terjadi, saat Sakura menemukan ruangan kaca)
"Berjaga di setiap tempat!"
Sakura mendengar suara-suara itu dan berlari menjauh. Para penjaga mulai bergerak.
Dia harus bergegas ke ruangan kaca itu, cara masuknya akan di pikirkannya lagi, suara Fifty kembali tak terdengar olehnya. Berjalan di sepanjang lorong, hingga ujung lorong, Sakura berhenti berlari, tatapannya cukup terkejut.
"A-apa yang kau lakukan disini?" Ucap Sakura, tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ikut aku, kau sedang dalam bahaya, bagaimana bisa kau berada di tempat seperti ini? Kau salah untuk mengajukan sebuah pengunduran diri." Ucap Sai dan menarik Sakura menjauh dari ruangan kaca itu.
"Tu-tunggu! Aku harus kesana. Bagaimana kau bisa ada di tempat ini?" Ucap Sakura, bingung.
"Profesor Orochimaru mengatakan padaku, jika terjadi kesalahan dalam lab dan kau tidak bisa di bawa keluar, aku harus membawamu, aku datang bersama seorang pemuda yang cukup mengenal tempat ini, dia memberiku peta untuk mencarimu, kita akan menemuinya dan keluar dari lab ini." Jelas Sai.
"Apa! Dan kau percaya begitu saja pada mereka?"
"Ya! Saat ini keselamatanmu jauh lebih penting."
"Tidak! Kau salah, dia hanya menggunakanmu, kenapa kau harus datang ke tempat ini? Keluarlah lebih dulu, aku harus mencari Sasuke."
"Apa maksudmu mencari pacarmu itu?"
"Ini rumit untuk di jelaskan, dia di tahan di sini, biarkan aku kesana." Ucap Sakura, melepaskan genggaman tangan Sai.
"Tidak, jangan pikirkan-"
BOOM!
Suara ledakan dan getaran dari ledakan itu cukup kuat, Sai dan Sakura sempat terkejut dan berhenti.
"Tempat macam apa ini? Kau benar-benar dalam bahaya!" Ucap Sai dan berusaha menarik Sakura pergi.
"Aku tetap tidak akan pergi!" Tegas Sakura dan berlari menjauh dari Sai.
"Tidak Sakura! Jangan ke arah sana!" Teriak Sai dan berusaha mengejarnya.
.
.
.
.
[Ruangan kaca bagian kontrol]
Para staf didalam tidak bisa keluar jika tidak ada perintah, mereka mendengar suara ledakan dan sempat terjadi mati lampu, para anak berkode yang di tahan masih tetap dalam ruangan mereka, belum ada yang bergerak sedikit pun.
Beberapa kali terdengar suara ledakan dan getaran itu cukup menggoyangkan bangunan ini.
"Apa sebaiknya kita keluar saja?" Ucap salah satu staf, mereka sadar dengan apa yang mereka awasi sekarang.
"Tidak ada yang boleh keluar, ini perintah, lagi pula rantai dan dinding kaca ini adalah bahan terbaik, mereka tidak akan bisa melakukan apapun." Ucap staf lainnya.
Para staf yang lainnya tidak berkomentar dan tetap melakukan tugas mereka.
Jugo, Sasuke dan Suigetsu merasakan getaran di dalam bangunan itu, mereka kembali mengamati sekitar. Suigetsu yang seperti biasanya memilih berbaring bukan tanpa alasan, dia mendengar suara langkah kaki dari setiap lantai yang tersambung dengan lantai itu.
Sementara itu.
"Lepaskan! Aku harus mengeluarkan Sasuke dari sana!" Teriak Sakura, Sai berhasil mendapatkannya dan menahan wanita itu.
"Tidak ada Sasuke disini! Siapa yang mengatakannya padamu? Jika ada yang mengatakannya, itu adalah bohong, seseorang sedang membuatmu bingung." Ucap Sai.
Sakura terdiam, dia hanya bertemu sekali dengan gadis yang bernama Fifty itu, tapi ucapan Six dan mengirim pesan singkat yang di terimanya, Sakura sangat ingin percaya pada mereka.
"Kau tidak percaya padaku? Aku memang pernah berbuat salah dan membohongimu, tapi demi keselamatanmu aku datang untuk menolongmu. Ini bukan karena aku berharap kau akan kembali, tapi sebagai seorang teman, aku ingin melindungimu." Ucap Sai.
Sakura jadi sangat bimbang dengan semua hal yang terjadi, seseorang datang dan menghampiri mereka.
"Kimimaro, akhirnya kau datang, aku tersesat, dimana kami harus keluar?" Ucap Sai.
Sakura menatap pemuda itu, pemuda yang terlihat sangat tenang.
"Berjalanlah ke arah sana, turuni tangga dan belok kiri, terus saja berjalan, seseorang akan menuntun kalian untuk keluar dari sini." Jelas Kimimaro.
"Terima kasih. Sakura, kita harus keluar dari sini." Ucap Sai.
"Siapa kau sebenarnya?" Ucap Sakura, dia tidak ingin pergi sebelum mengetahui pemuda di hadapan mereka.
"Aku hanya salah seorang staf, aku datang untuk mengevaskuasi para staf, sedang terjadi masalah di lab ini dan aku harap kau mengerti dokter." Ucap Kimimaro.
"Dia benar, aku datang bersamanya, katanya ada yang ingin menghancurkan lab ini, mereka adalah pemberontak, aku tidak ingin kau mati disini Sakura." Ucap Sai, berusaha membujuk Sakura.
"Baiklah, aku akan pergi, tapi-" Ucap Sakura, wanita ini pun bergerak ke arah Kimimaro dan menarik kaos yang di gunakan pemuda itu.
Kimimaro tidak tahu apa yang di lakukan dokter itu, dia tidak bisa melawannya, ini perintah dari Orochimaru, menahan diri hingga kaos yang digunakannya rombek.
"Apa yang kau lakukan Sakura!" Ucap Sai, bingung, wanita di hadapannya tiba-tiba menjadi wanita liar.
Sakura bisa melihat kode itu, kode yang sangat jelas di tubuh pemuda ini.
001
"One." Gumam Sakura dengan tatapan terkejutnya, berbalik dan berusaha berlari menjauh, yang di lakukannya sia-sia, Kimimaro lebih cepat bergerak, menarik wanita itu dan sebuah pukulan di perutnya hingga Sakura pingsan.
"Apa yang kau lakukan pada Sakura?" Ucap Sai dan terlihat sangat marah.
"Dia akan sulit di bawa jika terus memberontak, sekarang demi keamanan kalian cepatlan ikut arah petunjukku." Ucap Kimimaro.
"Ba-baik." Sai hanya terlihat patuh, menggendong Sakura dan membawa wanita itu keluar.
Selama ini Sai tidak tahu jika Sakura berada di tempat yang cukup berbahaya ini, profesor Orochimaru sempat menemuinya dan profesor itu memintanya untuk menolong Sakura, di dalam lab sedang ada kesalahan hingga semua dokter harus di keluarkan.
Sai hanya mendengar cerita-cerita bohong itu dari profesor Orochimaru, dan sekarang dia hanya datang untuk menolong Sakura tanpa tahu hal yang terjadi.
.
.
Kembali ke ruangan kontrol di ruangan kaca, Kimimaro masuk ke ruangan itu dan meminta seluruh staf untuk mengevakuasi diri, sedang terjadi masalah di luar lab.
"Bagaimana dengan mereka?" Ucap para staf menunjuk ketiga orang itu.
"Aku yang akan mengawasi mereka." Ucap Kimimaro, tatapannya tertuju pada Jugo.
Seluruh para staf akhirnya keluar dengan teratur, alarm keamanan tiba-tiba berbunyi dan hal itu akan sulit di redam dalam ruangan ini, semuanya mendengarnya, Kimimaro bisa melihat reaksi Sasuke, Jugo, dan Suigetsu yang sejak tadi berbaring segera bangun.
.
.
Keadaan di luar, para pasukan kesatuan khusus telah masuk, perlawanan para penjagaan cukup kuat, mereka akan terus berusaha melawan dan adu tembak itu terhenti, para pasukan melihat anak-anak kecil sebagai tameng para penjaga, mereka tidak mungkin menembak anak-anak kecil itu, bahkan ada yang menangis terisak dan ketakutan.
.
.
TBC
.
.
updatee...~
yah, author memilih Kimimaro sebagai One. dia orang sangat patuh, =w= jadi author pilih dia saja. XD
dan dokter Sai muncul... wow tambah bikin rumit, author tidak ingin dokter Sai peran dokter sai berhenti di situ saja, dia akan terus tetap muncul... XD
.
See you next chapter!
