Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ 007 ]
~ Chapter 34 ~
.
.
.
Sakura pov.
Masuk ke dalam sebuah mobil van, di dalam aku melihat Suigetsu, One yang terlihat pingsan, seorang gadis berambut goldpale, dia yang memperkenalkan dirinya sebagai Fifty, pemuda dengan badan yang besar, dan gadis yang mengaku sebagai pacar Sasuke.
"Kau-"
"-Ah maaf soal hari itu, aku berbohong, kami sedang bermain drama." Ucapnya, santai.
Menatap Sasuke. "Akan aku jelaskan." Ucapnya.
Sejenak ini membuatku sangat-sangat kesal, jadi mereka berbohong padaku? Aku sampai sakit melihat mereka.
Mobil van itu mulai melaju keluar dari area lab ini, aku bisa melihat seluruh area yang di lewati, mereka menurunkan Sai lebih dulu, menurunkannya di sebuah jalan tepat di depan apartemennya.
"Bagaimana dengan Sakura?" Tanyanya.
"Aku akan melindunginya, terima kasih sudah melindungi Sakura." Ucap Sasuke dan segera menutup pintu van ini.
"Bisakah kau bersikap lebih baik padanya?" Tegurku.
"Aku sudah bersikap baik." Ucapnya, tetap saja keras kepala.
"Lalu sekarang kita akan kemana?" Tanyaku, bingung.
Sasuke tidak menjawab apa-apa, ada banyak hal yang masih perlu di jelaskannya, termasuk kenapa dia berada di lab itu.
"Aku butuh semua penjelasan." Ucapku dan menatap mereka semua, aku yakin jika mereka anak-anak yang ada di lab Kiri, sekarang mereka telah dewasa.
"Ini akan sangat lama di jelaskan dokter, tunggu saja, Sasuke akan menjelaskan segalanya." Ucap gadis yang berbohong itu, aku jadi tidak suka padanya, sebelumnya mereka terlihat sangat mesra.
Mobil van ini mulai berhenti dan aku tidak tahu Sasuke membawaku kemana, saat membuka pintu mobil van ini, aku melihat detektif Yamato dan juga Kakashi, mereka menggunakan pakaian yang berbeda, seperti pasukan khusus.
"Tolong jaga dokter Sakura untukku." Ucap Sasuke dan membiarkanku turun bersamanya.
"A-apa maksudmu?" Ucapku, aku tidak mengerti, kenapa hanya aku saja yang di biarkan disini?
"Kau akan dalam lindungan pasukan kesatuan khusus, dokter." Ucap Yamato padaku.
"Aku tidak perlu di lindungi, aku bisa sendiri." Tegasku.
"Jangan melakukan hal bodoh, mereka akan melindungimu." Ucap Sasuke.
"Kau sendiri akan kemana? Kalian akan kemana?" Tanyaku, aku tidak bisa membiarkan Sasuke pergi begitu saja.
Mereka pun menatapku dalam diam, tidak ada yang menjawab pertanyaanku.
"Aku akan menemui profesor." Ucap Sasuke.
"Apa! Tidak! Kau tidak boleh pergi! Kau tidak boleh menemuinya! Profesor Orochimaru sangat berbahaya!" Ucapku, memeluk pemuda itu dan tidak membiarkannya pergi.
"Sasuke cepatlah." Ucap Suigetsu, mereka sedang menunggu Sasuke.
"Aku akan kembali jadi tunggulah." Ucapnya.
"Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu! Kau harus tetap bersamaku! Kau tahu saat di lab itu, dia menahanmu, kau tidak memikirkan bagaimana aku memikirkanmu? Aku tidak ingin kau dalam bahaya lagi, kali ini aku mohon padamu, bisakah kau mendengarkan ucapanku?" Ucapku.
"Maaf, Sakura." Ucapnya dan melepaskan pelukan kami.
"Jangan pergi Sasuke!" Teriakku. Yamato dan Kakashi sampai menahanku dan memisahkan kami.
Sasuke akhirnya kembali ke mobil van itu, sebelum pintunya tertutup, dia hanya tersenyum padaku.
Berlutut di aspal, aku tidak mengerti dengan keras kepalanya itu, kenapa harus menemuai profesor lagi? Apa dia tidak tahu jika profesor bisa melakukan apa saja? Aku tidak peduli lagi, aku terus menangis keras walaupun detektif Yamato dan Kakashi berada di dekatku.
"Tenanglah dokter, kau harus percaya pada mereka." Ucapnya.
Aku tidak bisa melakukan hal itu, Sasuke bahkan sangat mudah di tangkap, bagaimana jika mereka bertemu lagi? Aku tidak tahu bagaimana nasib Sasuke selanjutnya.
Mereka mengajakku ke sebuah bangunan gedung, ini seperti kantor biasanya, menuju lantai bawah tanah dan ada sebuah kamar yang di persiapkan untukku, kamar yang terlihat nyaman tapi aku tetap tidak bisa tenang.
"Hingga kasus ini di selesaikan, kau tidak bisa keluar dokter, maaf kami melakukan ini padamu, tapi anda adalah saksi dari lab yang di buat profesor Orochimaru." Ucap Kakasih.
"Aku mengerti." Ucapku dan rasanya sangat lelah, aku lelah melalui hari ini yang berat ini, lab itu kembali di hancurkan, aku tidak tahu persis apa yang terjadi disana, mendengar ucapan Sai, aku yakin dia pun mendapat berita bohong, lalu aku melihat One yang di bawa mereka dalam keadaan tidak sadarkan diri, apa yang akan mereka lakukan pada One? Aku mengingatnya jika dia anak yang paling kuat dalam bertarung.
Kembali memikirkan Sasuke, kami baru saja bertemu dan kembali berpisah, apa dia sudah gila? Apa dia tidak memikirkanku yang sangat mencemaskannya? Aku yang bisa gila sebentar lagi.
.
.
.
.
.
Menatap langit-langit ruangan ini, tempat tidurnya yang terasa nyaman, setiap harinya aku hanya menjawab setiap pertanyaan detektif Yamato atau Kakashi, mereka menjadikanku sebagai saksi, setelahnya, aku akan kembali ke kamar dan berbaring, rasanya benar-benar hampa, aku sampai tidak tahu sudah berapa hari aku disini, disini tidak ada jam atau jendela yang memperlihatkan langit.
Sasuke masih belum kembali, aku terus percaya padanya walaupun di satu sisi aku merasa sangat cemas, aku harap dia benar-benar kembali.
Hari ini, kembali lagi bertemu dengan detektif Yamato, tapi detektif Kakashi tidak bersamanya.
"Apa sudah ada kabar dari Sasuke?" Tanyaku, aku bosan jika setiap harinya seperti ini, bahkan cemas terus menerus selama Sasuke tidak memberikan kabar.
"Dia belum memberi kabar apapun pada kami." Ucap Yamato.
"Apa aku sudah bisa keluar dari sini?"
"Kau masih belum bisa keluar selama profesor belum berhasil di tangkap."
"Apa aku ini semacam tahanan! Kenapa kalian tidak membiarkanku keluar saja? Aku bosan berada disini! Aku terus mendengar pertanyaan kalian dan aku sudah menjawab semuanya, apalagi yang harus aku lakukan!" Kesalku.
"Tenanglah dokter, maaf untuk saat ini keselamatanmu yang paling utama, Sasuke meminta kami untuk melindungimu."
"Omong kosong! Kalian hanya menjadikanku tahanan! Aku pikir kalian adalah orang-orang yang baik, apalagi yang kalian inginkan? Aku sudah mengatakan segalanya, aku sudah menceritakan segalanya tentang lab itu, atau apa aku juga berstatus tersangkah? Ya aku tahu jika yang aku lakukan dulu adalah salah, aku bahkan membantunya dan sekarang di lab baru lagi, aku terpancing dan kembali membantunya, aku tidak tahu apapun, aku pikir profesor sudah berubah." Ucapku, aku jadi semakin lelah berbicara seperti ini.
"Baiklah, kau bisa keluar, tapi aku atau Kakashi akan menemanimu." Ucapnya.
Menatap detektif Yamato, dia terlihat pasrah untuk mendengar setiap ucapanku, tapi jika keluar, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin mencari Sasuke, dia mungkin masih mengejar profesor.
.
.
.
.
.
Aku keluar dari bangunan itu, lalu apa yang akan aku lakukan? Saat ini detektif Kakashi yang menemaniku, Yamato sedang ada urusan.
"Jadi kau akan ikut kemana aku pergi?" Tanyaku pada pria dengan senyum ramah ini.
"Tentu, kemana pun, dokter." Ucapnya.
Menatap jari manisnya itu, aku jarang memperhatikannya, dia ternyata sudah menikah.
"Aku jadi penasaran dengan wanita yang hidup bersamamu." Ucapku, sekedar mencari topik pembicaraan.
"Istriku wanita yang jauh lebih hebat." Ucapnya. "Dan juga kami memiliki pekerjaan yang sama."
"Wah, aku tidak percaya jika kalian sama-sama dari kepolisian."
"Mungkin seperti sebuah takdir."
"Jadi sampai kapan kalian akan berada di kehidupan seperti itu?"
"Entahlah, dia sangat suka mengintai dan berpergian jauh."
"Kalian jadi memiliki hubungan jarak jauh. Bagaimana dengan detektif Yamato?"
"Aku tidak begitu mengetahuinya, dia seperti tidak memiliki tipe wanita yang di sukainya." Ucapnya dan tertawa pelan.
"Padahal detektif Yamato juga pria yang ramah."
"Aku sempat memintanya ikut kencan buta yang di atur, tapi dia menolaknya." Ucap Kakashi.
"Sayang sekali, dia sudah harus menikah, atau dia cukup mencintai pekerjaannya."
Detektif Kakashi tersenyum mendengar ucapanku, aku tidak tahu ingin kemana, kami hanya berjalan-jalan dan saling berbicara.
"Bagaimana dengan anak-anak di lab itu?" Tanyaku.
"Mereka di bawa ke panti asuhan dan berada di naungan komandan Sarutobi, mereka akan di rawat dengan baik, jika ada yang berkeinginan bergabung bersama kesatuan kami, itu tidak masalah, mereka akan membantu kami menambah pasukan." Jelas Kakashi padaku.
"Anak-anak yang malang, aku tidak tahu harus bertindak seperti apa lagi, aku benar-benar bodoh dan mau saja jatuh ke lubang yang sama, aku pikir profesor sudah berubah. Tapi, bagaimana dengan anak-anak kloning itu? Mereka belum cukup usia untuk keluar dari tabung."
"Saat hari penyergapan semua tabung kloning sudah tidak berada di tempatnya."
"Apa? Jadi semuanya sudah di pindahkan?"
Aku cukup terkejut mendengar hal ini, sebelumnya mereka menceritakan tentang penyergapan lab itu, dari mana mereka tahu tentang posisi lab, sebuah hadiah kecil yang di berikan detektif Yamato adalah sebuah alat pelacak, mereka sengaja memberikannya padaku, dan lagi mereka di bantu oleh anak-anak dari lab di pulau Kiri itu.
Sekarang, apa yang Sasuke lakukan? Aku sangat merindukannya, apa dia sudah menyelesaikan apa yang ingin di lakukannya? Tapi mendengar ucapan detektif Yamato, profesor belum berhasil di tangkap.
Aku selalu berharap jika Sasuke tetap selamat dan kembali seperti apa yang di ucapkannya padaku.
"Aku ingin ke sebuah kafe, aku cukup bosan dengan makanan di bangunan kalian." Ucapku.
"Tentu dokter, hari ini aku akan menjadi pengawalmu." Ucapnya.
.
.
TBC
.
.
update...~
maaf untuk fic ini emang lambat, author mesti berpikir, menghayal, melamun, mencari ide XD jadi di kerja pelan-pelan, agak beda dengan fic yang lain yang di kerjakan, tidak rumit, jadi nyaman dan idenya ada terus, kalau ini sulit, mesti dipikir baik-baik, heheh *lebay*
terima kasih yang masih nunggu fic ini. =w=
