Tittle:MY TROUBLE MAKER

Cast:Kim Minseok

LuHan

Other EXO Member

Genre:Romance,Yaoi,School Life

Rated:T

Warning:YAOI,OOC,typo bertebaran,bahasa campur aduk...

Summary:"Cih—dasar Drama King!" "Lu,kenapa kau membawa seorang Yeoja kemari?."

.

.

.


Chapter #2

Minseok hanya bisa pasrah saat LuHan menariknya kesana kemari mulai dari perpustakaan,lapangan basket,taman belakang sekolah,ke pos satpam(?) sepanjang jalan LuHan berceloteh tentang sekolahnya,menurut LuHan Minseok harus tau semua seluk beluk sekolahnya kalo tidak ingin tersesat(padahal modus).

Dan petualangan mereka berakhir di katin,LuHan membelikan Minseok segelas jus Strawberry,sepertinya LuHan tau Minseoknya itu sedang kehausan setelah diajak berkeliling dari tadi, setelah lama waktu berselang...

"Min,sudah minumnya? aku mau membawamu ke suatu tempat"LuHan menopang dagunya sambil terus memperhatikan Minseok.

"Ehm—sebentar dulu ya Lu,aku masih capek"Minseok kembali ke kegiatannya menyesap jusnya,dengan keringat yang membanjiri dahinya membuat kulitnya berkilau karena terkena cahaya.

Minseok membuka satu kancing bajunya karna kegerahan.

"Uhh—kenapa panas sekali sih?"gerutu Minseok sambil mengibas ngibaskan tangan ke wajahnya.

Tunggu,LuHan melihat kejadian itu kembali pada mode mesumnya—bukan cuma LuHan sepertinya mungkin seisi kantin juga tertarik melihat pemandangan indah itu.

LuHan pun dengan segera menarik tangan Minseok berniat menyelamatkan Minseok dari wilayah 'Rawan Bencana'.

"Yakk—LuHan kita mau kemana?"pekik Minseok.

.

.

LuHan sudah gila. Mengajaknya ke kamar(?).

"Kamar siapa ini Lu?"tanya Minseok bingung sambil mengamati kamar itu.

"Tentu kamar kita baby"jawab LuHan santai.

Tidak,masalahnya Minseok melihat ada lima ranjang berderet disana,kamar ini luas sekali bahkan luasnya melebihi apartemen Minseok yang berada di Beijing,jadi benar kata appa Minseok sekolah ini punya asrama.

Jika kalian bertanya kenapa LuHan bisa seberuntung ini salahkan saja appa LuHan yang notabennya seorang donatur besar di sekolahnya.

Adakah yang penasaran dengan keadaan ruangan itu,ok kita urutkan dari sisi samping dekat pintu adalah ranjang Kai,kemudian Sehun,Minseok,LuHan pastinya dan yang terakhir Kris,kamar itu sangat luas dan terdapat balkon yang tertutup jendela kaca.

Sebenarnya LuHan sedikit ragu menempatkan ranjang Minseok tepat di tengah karna takut si Pervert Sehun bisa saja menyerang Minseok tapi kalo LuHan menempatkan ranjang Minseok dekat jendela bisa saja angin malam bisa membuat Minseok kedinginan,Duhh—LuHan jadi bingung sendiri.

.

.

"Minseok,ini ranjangmu"ucap LuHan yang sedang duduk di tepi ranjang sambil menepuk nepuk ranjang yang berada di tengah.

"PINK?"Minseok mengernyit bingung,kenapa ranjangnya harus pink?dan yang lain tidak.

"Kenapa pink Lu?"ucap Minseok tidak terima,"aku ini Namja—NAMJA—"Minseok berkata penuh penekanan.

"Ehm—kenapa ya?"LuHan pura pura berfikir sambil mengetuk ngetukan jari di dagunya.

"Karna kau cantik—ku rasa pink warna yang cocok untukmu"jawab LuHan terkekeh.

Minseok makin kesal.

.

.

Minseok kembali mengamati setiap sudut ruangan itu.

"Lu,memang setiap siswa harus tinggal di asrama ya?"-Minseok

"Tentu saja—"-LuHan

"Tapi aku belum bawa baju ganti"-Minseok

"Kau bisa pakai bajuku"-LuHan

"Aku juga belum bilang pada appa"-Minseok

"Tenang—appamu sudah menitipkanmu padaku"-LuHan

LuHan beranjak kedapur untuk menggambil minuman,meninggalkan Minseok dengan wajah kesalnya yang menggemaskan itu.

.

.

LuHan mengambil sekaleng soda di kulkasnya,lalu hendak beranjak kembali menghampiri Minseok.

"Kok tidak ada suara ya?" LuHan mulai membatin.

LuHan membuka pintu kamarnya dan mendapati Minseok sudah terkapar di atas ranjangnya sendiri.

'Aigoo—Minseok pingsan?' LuHan panik.

"Minseok—Minseok—"LuHan menepuk pelan bahu Minseok sambil terus memanggil namanya.

Minseok masih bernafas dengan teratur 'Fiuhh—ternyata Minseok cuma tertidur.'

LuHan bernafas lega,untung saja tadi ia tidak langsung berinisiatif memberikan nafas buatan.

.

.

LuHan masih setia menatap setiap lekuk wajah indah Minseok yang masih terlelap dengan damainya,hingga sebuah ide tiba tiba muncul di otak LuHan.

'Jepret...jepret...'

LuHan diam diam mengambil foto wajah Minseok yang masih terlelap itu.

"He—he—lumayan untuk wallpaper"batin LuHan.

"Kenapa bibirnya bisa merah begitu sih?"LuHan bergumam sendiri.

"Sepertinya rasanya manis"LuHan sudah bersiap mencium bibir Minseok,tapi..

"Eitssh—tidak boleh curang"LuHan bergumam lagi,sambil menaruh jari telunjuk di bibirnya.

Tapi akhirnya ia memutuskan mengecup pipi putih Minseok.'Pipi Minseok putih dan bulat seperti Baozi'pikir LuHan.

Sedang asik asiknya LuHan melakukan kegiatannya..

.

.

'Ekhmm—'

Terdengar keras suara deheman dari ambang pintu.

"..."

"Hei—JANGAN melakukan adegan mesum disini Tuan Rusa!"

"Cih—mengganggu saja!"umpat LuHan.

"Bisa kau jelaskan ini Tuan Lu?"Sehun melipat kedua tangannya dan memasang tatapan menyelidik,sedangkan Kris dan Kai juga ikut berekspresi yang sama,persis tatapan yang sedang mengintrogasi seorang 'Tersangka Kriminal'.

"Penjelasan apa?,kan sudah ku bilang akan ada penghuni baru di kamar ini"bentak LuHan kesal.

"Hanya itu—?"desak Kai penasaran.

Sebenarnya...

.

#FLASHBACK

"Huwee—appa,ku mohon bujuk paman Kim untuk menyekolahkan Minseok di sekolahku"rengek LuHan sambil memasang jurus 'Bulldog Eyes' andalannya.

Pasalnya setelah acara makan malam itu,Paman Kim sedang bingung mau menyekolahkan Minseok di sekolah mana,dan berkat inisiatif otak kreatif LuHan berakhirlah seorang Kim Minseok disini.

"Cih—dasar Drama King!" umpat Henry.

LuHan pun berseringai penuh kemenangan.

#FLASHBACK OFF

.

"Huuaa—haa—haa—" Kris,Kai,dan Sehun tertawa terbahak bahak sambil memegang perut mereka setelah mendengar cerita LuHan.

Ha—Ha—lucu sekali. Seorang LuHan,anak populer seantero sekolah yang di puja beribu ribu Uke. Merengek rengek(?) sangat sulit dibayangkan.

"Hei—siapa suruh kalian tertawa"pekik LuHan kesal.

Mendengar keributan di sela sela tidur cantiknya,Minseok mulai mengerjapkan matanya,sedangkan empat Namja itu yang sudah selesai dengan perdebatan mereka beralih melirik ke seonggok objek bernama Kim Minseok.

Minseok bergidig ngeri,dengan cepat ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya persis seperti seorang gadis yang hendak di per—

"YAKKK—kalian membuatnya takut"pekik LuHan

"Tenang Minnie,mereka semua teman teman ku" "Mereka sudah jinak kok"ucap LuHan meyakinkan.

"Benarkah LuHan-ssi?"tanya Minseok ragu.

"Aissh—sudah ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan -ssi,panggil saja LUHAN atau Lulu atau Hannie"

"Ne—"Minseok hanya mengganguk,takut melihat wajah LuHan yang sedang murka.

Kai dan Sehun mulai mual melihat sikap sok manis LuHan.

"Lu,kenapa kau membawa seorang Yeoja kemari?"tanya Kris polos sambil sesekali matanya melirik ke arah Minseok.

"Dia Namja,bodoh—"Susah payah LuHan menjitak kepala Kris.

"Tidak mungkin—coba aku periksa!" Kris tidak percaya dan berjalan mendekati ranjang Minseok.

Minseok panik—ia semakin mengeratkan selimutnya. Kris semakin mendekat. Dan..

"Hai—aku Kris" sapa Kris sambil mengulurkan tangannya dan tidak lupa untuk memberikan Wink terbaiknya.

Minseok bernafas lega.'Fiuuhh,ternyata Kris cuma ingin berkenalan'dan sedetik kemudian Sehun merebut tangan Minseok, "Aku Sehun—Oh Sehun"Sehun duduk di samping Minseok sambil tersenyum manis,gantian Kai menyambar tangan Minseok "Aku Jongin—panggil saja Kai" Kai mengedipkan matanya genit.

Minseok menatap lekat satu persatu wajah teman LuHan. Teman teman LuHan memiliki wajah yang tampan. Sangat tampan—LuHan juga sangat sayang, sepertinya otak mereka semua mesum.

Well- sepertinya ada seseorang yang terlupakan disana.

"HEI—HEI—sudah cukup acara Say Hello-nya,sekarang singkirkan tangan nista kalian"LuHan mengerang emosi.

.

.

Sementara Kris,Kai dan Sehun sama sekali tidak mengrubris erangan LuHan.

LuHan menghela nafasnya dan berfikir sejenak"Sepertinya tidak ada yang keberatan?"tanya LuHan memastikan.

'Oh God' bagaimana mungkin mereka bisa keberatan berbagi kamar dengan mahluk jelmaan malaikat seperti Minseok.

Sepertinya mereka akan mendapat 'mainan baru'.

"Hei,kenapa kalian tidak pulang saja ini kan hari Sabtu"LuHan berniat mengusir.

"Tidak jadi—aku lebih suka disini"sahut Kai.

"Aku juga—"Sehun nyegir.

LuHan berbalik menatap horor Kris. Kris gelagapan. "Ehh—aku menginap disini saja,di rumah sepi"jawab Kris langsung beranjak ke ranjangnya untuk pura pura tidur.

LuHan murka. Great,sekarang teman temannya sukses menggagalkan rencana 'berduaan saja' dengan Minseoknya.

Haruskah LuHan merengek lagi pada appanya minta dibuatkan kamar khusus untuk dirinya dan Minseok.

.

.

.

TBC


Bisakah LuHan ngedeketin Minseok di tengah tengah gangguan temen temen Evil-nya?

.

Halloo...Author balik bawa chapter 2..#tebar bunga

Sebelumnya mau bales review dulu..

Sukha1312:Usul kamu kreatif chingu..he he ini udah next,untuk LUMIN moment author usahain buat yang sweet,author kan juga suka yang sweet sweet..he he :D

Kimmie179:Luhan-nya gak macem macem kok chingu,cuma kecup pipi doang..tapi gak tau nanti..#KetawaEvil..he he 100 untuk chingu gengnya Luhan emang demen banget ngagalin niatnya Luhan..untuk nama gengnya author juga bingung..he he :D

hanachoco:Si babe rusa emang sok sok jaim chingu,tapi skali liat langsung klepek klepek..gak di apa apain kok chingu cuma cium pipi doang..tapi gak tau kedepannya..#KetawaNista..Ok makasi udah nunggu chingu :D

shinta .lang:He he..doain otak author penuh dengan jembatan pelangi ya chingu biar bisa lanjut terus,Ok makasi buat semangatnya chingu :D

fadhila628:Kamu juga suka Xiuharem ya chingu?sama author juga suka,Ok ini udah lanjut chingu :D

uciha .aya:Ini udah lanjut chingu,makasi reviewnya :D

Jiji Park:Sama chingu aku juga lagi rindu FF mereka,untuk nama gengnya 'no name' dulu kayaknya,author bingung..he he :D

dhantieee:Ini udah next chingu,review lagi ya :D

Genieaaa:Ini udah di lanjut chingu,iya author tau kok FF Xiuhan lagi langka..#Mewek,review lagi ya chingu :D

SooieBabyUke:He he..author suka Luhan yang Evil bin Pervert,review lagi ya chingu :D

Lu HanMin:He he..100 untuk chingu Luhan emang ngajakin Minseok keliling sekolah tapi sekalian modus..#plak,ini udah di lanjut chingu,makasi semangatnya :D

jiraniatriana:He he..chingu heran sama tingkah absurdnya Luhan ya?,review lagi ya chingu :D

thedolpinduck:Ini udah update chingu,iya makannya author tambah stoknya..he he :D

dn:Ini udah di lanjut chingu,review lagi ya :D

exofamily:Makasi udah bilang keren chingu,Minseok emang lucu..he he,makasi buat semangatnya..untuk Sehun sama Kai liat nanti ya chingu biar Surprise..author juga HunKai/Kaihun Shipper :D

MinYeolKook:He he..gak kok chingu Luhannya masih bisa ngontrol diri,tapi gak tau nanti..#KetawaEvil,ini udah lanjut chingu :D

elferani:Iya chingu Luhan emang suka ngaku ngaku..#PlakDiTamparRusa,review lagi ya chingu :D

Miminumin:He he..seringai Luhan juga buat otak yadong author jadi kumat chingu,he he..usul yang bagus chingu tapi Luhan and the geng gak playboy kok cuma mesumnya rada akut :D

jesn:Waduhh..kalo masalah grapa grepe tenang aja chingu nanti pasti ada scene-nya :D

XiuHanEver:Makasi udah bilang keren chingu,author juga suka Umin yang polos bin pasrah,ini author tetep lanjut kok,makasi semangat nya chingu :D

saya .orchestra:Bener chingu seringainya Luhan emang pertanda bencana buat Minseok,tapi Minseoknya belum di apa apain kok cuma dimodusin dikit..he he..ini udah lanjut chingu,review lagi ya :D

Xiu:He he..Luhannya emang pervert tingkat akut chingu,ini udah next chingu,review lagi ya :D

arum:Ok ini udah next chingu,review lagi ya :D

Gomawo reviewnya chingu~

Mian lama nunggu,author rencananya emang mau update setiap minggu...gimana ceritanya makin gaje ya..?

Untuk Xiuharemnya dikit dulu ya,masih fokus ke LUMIN..#jangan timpuk author

Readers yang baik hati,kece kece and Kyeopta...Minta reviewnya lagi ya? :D