.

.

Tittle:MY TROUBLE MAKER

Cast:Kim Minseok

LuHan

Other EXO Member

Genre:Romance,Yaoi,School Life

Rated:T

Warning:YAOI,OOC,typo bertebaran,bahasa campur aduk...

Summary:"YAKKK..LUHANNN JANGANNN..." "Aku akan berikan apapun yang kau mau Lu.."

.

.

.


Chapter#3

Malam ini sepertinya Minseok harus rela bermalam di asrama,sedari tadi hujan turun dengan derasnya dan appanya tak kunjung menjawab telpon nya,sekarang yang bisa Minseok lakukan adalah berdiam diri di ranjangnya sambil memeluk lututnya sesekali ia juga mencoba menghubungi appanya.

"Uhh..kenapa tidak ada sinyal sih.."gerutu Minseok sambil mengetukan handphone di tangannya.

Minseok melihat kearah dirinya sendiri,entah kenapa baju LuHan yang ia pinjam begitu kebesaran di badannya,atau karna tubuhnya yang terlalu mungil.

Sebenarnya niat Minseok sedari tadi adalah menghubungi appanya untuk meminta membawakan Minseok beberapa baju ganti agar bisa ia gunakan jika memang harus tinggal di asrama.

Minseok melihat ke arah jendela balkon,sepertinya hujan sudah reda,Minseok membuka jendela kaca itu dan seketika angin malam menerpa tubuhnya membuat Minseok merasa kedinginan.

Minseok kembali mengetukan handphonenya,ia berharap bisa menemukan sinyal di luar ruangan,entah karna saking kesal nya handphone Minseok tidak sengaja terlepas dari genggamannya dan jatuh ke antara rimbunan pot bunga. Minseok mencoba mencari handphonenya tapi karna keadaan sedikit gelap ia menjadi sedikit kesusahan.

"Uhh..dimana sih..?"gerutu Minseok sambil terus berusaha menemukan handphonenya.

Sesaat setelah itu Minseok salah melangkahkan kakinya sehingga membuatnya terpeleset dan jatuh ke lantai marmer balkon itu,baju yang ia kenakan pun menjadi basah dan kotor karna terkena genangan air hujan.

"Andwee~"pekik Minseok saat melihat baju kaus tipisnya itu menjadi basah dan kotor.

Minseok itu 'Clean Freak'..jadi ia memutuskan untuk mandi lagi,melupakan handphonenya yang hilang entah kemana.

Minseok berjalan ke lemari dan memilih beberapa pakaian lalu ia melihat ke arah LuHan yang masih tertidur dengan nyenyaknya sambil memeluk bantal guling,sesekali Minseok mendengar LuHan mengigaukan hal yang tidak jelas,Minseok terkekeh..LuHan yang sedang tidur ternyata sangat menggemaskan batinnya.

Sementara di ruang tengah,Minseok bisa mendengar pekikan Kris,Kai dan Sehun yang sedang asik menonton pertandingan sepakbola lengkap dengan kostum dan juga popcorn berukuran jumbo. Mereka semua sangat unik,batin Minseok..Minseok lalu meneruskan niatnya untuk membersihkan diri..

.

.

"Andwee..tidak..tidakk..Minseokk..."LuHan berteriak bangun dari tidurnya dengan nafas yang terengah engah,LuHan langsung mengelus dadanya ternyata ia telah bermimpi buruk,ia bermimpi ada seseorang yang ingin mencium Minseoknya..LuHan kesal seandainya itu bukan mimpi LuHan pasti sudah mematahkan leher orang yang telah dengan seenaknya ingin mencium Minseoknya.

'Blizt...blizt..'

Entah tidak ada badai tidak ada hujan,lampu kamar itu mendadak berkedip kedip dengan sendirinya..hidup mati hidup mati...

LuHan mengernyitkan alisnya bingung 'tidak mungkinkan sekolah sebesar ini tidak mampu untuk membayar listrik'.

LuHan menoleh ke arah jendela balkon,korden putih jendela itu melambai lambai karna tertiup angin..Suasana mendadak menjadi horor,LuHan menelan kasar ludahnya...dan tiba tiba...

'Blizt..' lampu di kamar itu benar benar padam.

"ANDWEEE~..."terdengar suara teriakan dari kamar mandi,LuHan lansung berdiri dari ranjangnya.

"Minseok..?"LuHan berniat menghampiri Minseok.

Minseok berlari dengan kencang nya dari arah kamar mandi bahkan saking kencangnya mengalahkan jurus seribu bayangan,saat itu Minseok berlari dengan hanya menggunakan handuk yang membungkus tubuh bagian atas dan pahanya..saking kencangnya Minseok berlari tidak sengaja ia menubruk tubuh LuHan,sehingga membuat mereka berdua terjatuh di kasur dengan posisi Minseok berada di atas tubuh LuHan dan tangan LuHan yang melingkar di pinggang ramping Minseok.

Jantung mereka berpacu dengan cepatnya dengan nafas yang juga terengah engah,entah reflek atau apa dengan cepat LuHan membalik tubuh Minseok sehingga sekarang LuHanlah yang menindih tubuh Minseok.

'Blizt..' lampu mendadak hidup kembali.

Minseok mengerjapkan matanya berkali kali,Minseok baru sadar dengan posisi ambigu mereka,wajah LuHan sangat dekat dengan wajahnya bahkan deru nafas mereka saling bersahutan.

"YAKKK..LUHANNN JANGANNNN..."Minseok berteriak sekencang kencangnya,tangannya meremas pelan rambut LuHan sambil mencoba mendorong bahu LuHan agar menjauh dari wajahnya.

Minseok berhasil melepaskan diri dari kungkungan LuHan,ia langsung beranjak menjauhi ranjang LuHan dengan nafas yang masih terengah engah tidak lupa ia juga mengeratkan handuknya untuk menutupi tubuhnya,Minseok duduk di tepi ranjangnya sendiri dan terlihat sangat shock.

LuHan heran kenapa Minseok berteriak padahal Minseok duluan yang telah menubruk tubuh LuHan.

.

.

Sedangkan di ruang tengah Kris,Kai dan Sehun yang tadinya sibuk mencari senter mendengar dengan sangat jelas jeritan Minseok.

"SIALAN..Rusa itu pasti sedang mencoba memperkosa Minseok"pekik Sehun dengan kesalnya.

"Kita hajar Rusa jadi jadian itu.."Kris memberi komando.

Dengan sigap Sehun mengambil bantal yang tergeletak di sofa,Kai mengambil sapu dekat pintu,sedangkan Kris bingung menggunakan senjata apa..Kris sempat berfikir untuk meminjam tongkat whusu milik Tao untuk menghajar rusa jadi jadian itu,tapi Kris juga tidak ingin terlambat menyelamatkan Minseok.

"JANGAN TUNGGU LAGI...SERANGGG~..."titah Kai sambil mengacungkan sapunya.

"DUUAAKKK.."terdengar suara pintu yang terdobrak dengan tidak sopannya.

Di balik pintu itu muncul tiga sosok super hero yang telah siap menyelamatkan putri Minseok.

Kris,Kai dan Sehun menatap tajam ke arah LuHan dengan mata yang berkilat penuh amarah,LuHan duduk terdiam di ranjangnya dengan nafas yang terengah engah dan dengan rambut yang sedikit berantakan bahkan sprai di ranjang itu juga terlihat sangat berantakan.

Kris,Kai dan Sehun menggertakan giginya kesal,mereka juga melihat Minseok dengan kondisi sama mengenaskan seperti LuHan. Minseok duduk di tepi ranjangnya dengan nafas yang juga terengah engah sambil terus berusaha mengeratkan handuknya untuk menutupi tubuhnya,rambut Minseok bahkan masih terlihat basah dengan tetesan air yang mengalir di perpotongan leher putihnya,tidak lupa handuk bagian bawah yang sedikit tersikap sehingga mengekpos paha mulus Minseok...Kris,Kai dan Sehun jadi ngiler melihatnya,susah payah mereka menelan ludah..Ehh—kenapa mereka jadi salah fokus...

"SERANGGG~..."perintah Kris membuyarkan lamunan mereka.

"Ehh—,serang yang mana Minseok atau LuHan..?"Kai bingung dengan perintah ambigu Kris.

"Dasar yadong..tentu saja serang LuHan,Kita kan berniat menghajarnya.."Sehun lalu memberikan jitakan sayang di kepala Kai.

Tanpa menunggu waktu lagi...

"BUKKK...BUAKK...BUKKK..."berakhirlah seorang LuHan yang di hajar habis habisan tanpa ampun,bahkan pekikan kesakitan LuHan sama sekali tidak mereka pedulikan.

Sedangkan Minseok yang masih dalam keadaan shock tidak mampu berkata kata untuk menghentikan aksi heroik mereka.

.

.

.

Pagi itu mungkin adalah pagi yang terburuk dalam sejarah hidup LuHan,semua anggota badannya terasa remuk jika digerakan,untung saja hari ini hari Minggu jadi LuHan tidak perlu absen untuk tidak masuk sekolah.

"Lu,Kau sudah bangun..?"Tanya Minseok sambil membawakan LuHan semangkuk bubur dan kotak P3K di tangannya.

"Ehmm.."gumam LuHan singkat,bahkan untuk bergumam saja rahang LuHan terasa mau copot.

Minseok lalu duduk di tepi ranjang LuHan meletakan bubur dan kotak P3K itu di atas nakas,kemudian membantu LuHan untuk duduk di ranjangnya,Minseok mengambil obat merah dan dengan telaten mengobati luka memar di wajah LuHan.

"Aww.."ringis LuHan kesakitan sambil memegangi luka di sudut bibirnya.

"Mi—an.."lirih Minseok pelan,sebenarnya Minseok merasa sangat bersalah pada Luhan,Minseok berfikir karna dirinyalah LuHan menjadi terluka seperti ini.

"Lu,kau makan dulu ya..aku sudah membuatkan mu bubur.."

"Ehmm.."LuHan hanya mengangguk pelan tanda mengiyakan.

Minseok mengambil bubur di atas nakas,meniup sesendok bubur yang masih panas itu dengan bibir mungilnya,Minseok pun menyuapi LuHan dengan sangat perlahan.

Di sela sela makannya LuHan memutar lehernya ke kanan dan kiri,heran kenapa kamar itu begitu sepi.

"Oh..mereka sedang pergi,katanya ada sedikit urusan.."papar Minseok seakan bisa mengetahui isi pikiran LuHan.

LuHan mengumpat dalam hati,sepertinya mereka bertiga takut jika LuHan bisa terbangun pagi ini maka tidak segan LuHan akan mematahkan leher mereka satu persatu.

LuHan kembali melanjutkan makannya sampai bubur di mangkuk itu tidak tersisa,Minseok tersenyum senang..

Minseok menghapus sisa bubur di sudut bibir LuHan dengan ibu jarinya dan membelai pelan pipi LuHan.

"Lu,kau harus segera sembuh.."Minseok tersenyum dan membantu LuHan untuk kembali tidur tidak lupa untuk menyelimuti tubuh LuHan dengan selimut.

"Tidurlah.." ucap Minseok,ia pun beranjak kedapur untuk mencuci piring,sementara LuHan sedang sibuk dengan debaran jantungnya,entah kenapa perlakuan lembut Minseok membuat jantungnya tidak henti hentinya berdebar dengan cepatnya..LuHan baru tau rasanya jatuh cinta seperti ini..

.

.

LuHan mengerjapkan matanya dan memegangi kepalanya yang sedikit pusing,betapa terkejutnya ia melihat hari sudah larut malam,bagaimana mungkin ia bisa tidur selama itu,tapi keterkejutan itu bertambah lagi saat LuHan melihat Minseok tertidur di lantai dengan kepala tertumpu di tepi ranjang LuHan, tangannya pun masih menggenggam kapas yang berisi obat merah,sepertinya Minseok ketiduran saat ia mengobati luka LuHan.

Sebegitu khawatirkah Minseok terhadapnya,tanya LuHan dalam hati.

Tak terasa seulas senyum tercetak di bibir LuHan,dengan pelan ia menggendong Minseok ala bridal style menuju ke ranjang LuHan,kemudian menarik helaian selimut itu untuk menutupi tubuh mereka berdua,LuHan menatap lekat wajah malaikatnya yang sedang tertidur itu,jari jari LuHan pun bergrilya di sekitar wajah Minseok menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah indah malaikatnya itu.

Malam itu LuHan mungkin tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak mencium bibir Minseok,bibir cherry yang dari awal sangat ia dambakan terasa manis dan begitu lembut,LuHan menyentuh dagu Minseok dan melumat pelan bibir Minseok hingga membuat pemiliknya itu melenguh.

"Enghh~..."lenguhan itu keluar dari bibir Minseok namun tak membuatnya bangun dari tidurnya.

LuHan tersenyum simpul,entah kenapa saat ia mencium Minseok,Minseok tidak pernah terbangun dari tidurnya.

LuHan kembali mengeratkan selimut itu,memeluk tubuh mungil Minseok,entah kenapa tubuh mungil Minseok terasa begitu pas di pelukan LuHan.

.

.

.

Bias sinar matahari pagi itu tanpa permisi menyusup masuk ke celah pelupuk mata Minseok,membuatnya mau tak mau harus terbangun dari tidurnya,Minseok terkejut saat tau dirinya sudah berada di ranjang LuHan seingatnya yang kemarin ia lakukan hanya mengobati luka LuHan,Minseok melirik ke samping kanan dan kirinya tidak menemukan keberadaan LuHan di kamar itu,segera ia memutuskan untuk membersihkan diri dan segera bergegas,berharap menjumpai LuHan di kelas nanti.

.

.

Minseok menopang dagunya bosan,yang bisa ia lakukan hanya duduk terdiam di bangkunya sesekali melirik ke arah samping tepatnya ke arah bangku LuHan yang kosong,Minseok bingung kemana perginya LuHan.. ia kira sudah sedari tadi LuHan berada di kelas,tapi nyatanya keberadaan LuHan sama sekali tidak terlihat.

Kelas itu terlihat sangat rusuh mungkin karna isinya sekumpulan namja,gumpalan gumpalan kertas terlempar kesana kemari,jangan salahkan mereka berani melakukan keributan karna sedari tadi tidak ada satu guru pun yang masuk untuk mengajar.

Minseok masih dalam posisinya,menghembuskan nafasnya pelan mungkin jika dilihat dari kejauhan hanya dirinya lah yang tidak melakukan kegiatan berarti,yang bisa ia lakukan hanya diam. Sesekali ada yang melihat ke arahnya penasaran atau ada juga yang mengedipkan mata padanya namun tidak ada yang berani mendekatinya,tentu saja karna gosip yang tersebar bahwa 'Minseok itu milik LuHan' sudah tersebar dengan cepat keseluruh penjuru sekolah.

Minseok berusaha cuek,sepertinya ia sudah biasa dengan keadaan di sekolah ini,untung saja tidak ada yang berani mendekatinya,setidaknya kecuali...

Chanyeol.

"Ehm.."Chanyeol berdehem dan tanpa permisi duduk di samping Minseok.

"Kau Minseok-kan..?"tanya nya to the point.

"Ne.."Minseok hanya menjawab singkat,ia tidak menyangka kenapa dirinya bisa seterkenal ini.

Chanyeol ikut menopang dagunya memperhatikan Minseok secara detail dari atas ke bawah. Chanyeol tersenyum jahil ke arahnya.

"Pantas saja ya LuHan sangat tertarik padamu .."sahut Chanyeol pada akhirnya dibarengi dengan anggukan kecil di kepalanya.

Minseok bingung dengan ucapan Chanyeol.

"..."

"Chanyeol..kembali ke tempat dudukmu dan tidak usah kegenitan.."sebuah suara datang dari arah bangku depan tepatnya keluar dari mulut seorang namja mungil.

"Iya..Chagi.."sahut Chanyeol menaikan intonasinya agar dapat terdengar sampai ke bangku depan.

"Ehmm..Minseok sebentar ya ada nenek sihir yang memanggilku.."Chanyeol mencoba menjelaskan dan langsung beranjak untuk kembali ke bangkunya.

Minseok berdecih dalam hati,mana ada nenek sihir yang di panggil dengan sebutan chagi.

.

.

Di tempat lain tepatnya di toilet..LuHan melihat refleksi wajahnya di cermin,memegangi setiap memar yang tercetak di wajahnya.

"Aishh.."ringisnya kesakitan,LuHan lalu mengenakan kaca mata hitam untuk menyamarkan memar di pelipis matanya,untung saja wajahnya masih terlihat tampan ucap LuHan dalam hatinya.

LuHan sekali lagi menatap cermin untuk memperbaiki helaian rambutnya,melipat lengan kemejanya lalu beranjak pergi.

.

.

"Eh—,LuHan datang..LuHan datang.."beberapa anak memekik saat melihat LuHan berada di ambang pintu.

LuHan berjalan santai ke arah kelasnya dengan kedua tangan berada di saku celananya,rambutnya yang tersapu ke atas di tambah kaca mata hitam bertenger di hidung mancungnya membuat semua orang yang melihatnya pasti bergumam kagum.

"Eh— lihat dia sangat cool.."suara pujian itu terdengar sayup sayup dari arah pojok kelas. Semua memujinya kecuali...

"Hei Lu,kau habis tawuran di mana? Kenapa wajah mu seperti itu..?"tanya Chanyeol dengan nada usil.

Semua keheningan itu menjadi pecah dengan gelak tawa karna kefrontalan seorang Chanyeol.

"SHUUT UUUP!"suara lengkingan yang mengalahkan penyanyi seriosa itu keluar dari mulut Byun Baekhyun saat melihat keadaan kelasnya di luar kendali.

Semua mendadak diam,Baekhyun pun bangga akan hasil kerjanya tidak salah jika seonsaengnim menunjuknya sebagai ketua kelas.

.

.

LuHan acuh,lalu berjalan mendekati bangkunya bahkan matanya sempat bertemu dengan manik mata Minseok yang ia lihat dari balik kaca mata hitamnya,Minseok menunduk takut melihat LuHan.

LuHan duduk di sampingnya dan dengan santai menaikan kaki di atas meja,menyenderkan punggungnya di bangku lalu pura pura tidur.

Minseok tidak berani menegur LuHan.

"Kriiinggg~"suara bel tanda istirahat berbunyi,semua anak kembali pada kegiatan awalnya bahkan LuHan bisa mendengar ada yang bergosip tentang dirinya.

"BRAAKKK.."LuHan menggebrak kasar mejanya.."SHUT UP!"pekiknya lalu pergi meninggalkan kelas.

Baekhyun berdecih dalam hati "Tsk— Dasar Plagiat"

.

.

Minseok mengikuti LuHan dari belakang,mengekorinya saat LuHan berhenti di lokernya.

Minseok berdiri di samping LuHan.

"Lu,kau marah ya..?"tanya Minseok takut takut sedangkan LuHan sedang sibuk membersihkan isi lokernya yang penuh dengan surat dan coklat.

Minseok menghela nafasnya pelan karna tidak mendapat respon berarti dari LuHan.

Minseok kehilangan kesabarannya,hingga sebuah kata kata terlontar dari bibirnya.

"Aku akan berikan apapun yang kau mau Lu,asalkan kau jangan marah lagi.."ucap Minseok gugup sambil memilin ujung kemejanya sepertinya Minseok sudah lelah saat LuHan mendiaminya.

LuHan menghentikan kegiatannya,menaruh kaca matanya di loker sepertinya ia lebih tertarik dengan perkataan Minseok. Dan seketika...

"BRAKKK..."

Minseok terkejut saat LuHan mendorongnya ke loker,LuHan menghimpit tubuh Minseok dengan kedua tangannya membuat tubuh Minseok kesulitan untuk bergerak.

"Kau yakin..?"LuHan berbisik seduktif di telinga Minseok tak lupa jemarinya memainkan kerah kemeja Minseok,wajah mereka begitu dekat bahkan jika di hitung wajah LuHan hanya berjarak se inchi dari wajah Minseok,Minseok sampai bisa merasakan dengan jelas hembusan nafas LuHan di perpotongan lehernya. Minseok memalingkan wajahnya,mengigit bagian bawah bibirnya gugup dan seketika tubuhnya mendadak merinding.

"Ehmm.."Minseok hanya bergumam pelan tanda mengiyakan.

LuHan berseringai dan kembali berbisik tepat di telinga Minseok.

"Aku harap kau tidak menyesal Minseok"

"Baik-lah Ak-u ma-u ka-u..."

.

.

.

TBC


Apa yang akan di minta LuHan ke Minseok? dan maukah Minseok mengabulkan keinginan LuHan?

.

Halloo author balik lagi,author rasa chapter ini kepanjangan jadi author harap readers gak bosen bacanya..he he

Oh ya chingu,pas author lagi ngetik side yang lampu hidup mati hidup mati itu,lampu di kamar author bener bener mati dengan sendirinya padahal TV masih nyala,author jadi horor sendiri..untung aja pas itu masih sore...#EhKokMalahCurhat

Ok Author mau bales review dulu..

dhantieee:Ini udah next chingu,Luhannya udah sabar lahir batin kok chingu,sekarang mereka udah bisa berduaan..#Ciee,review lagi ya chingu :D

saya. orchestra:Author juga sebenernya gak tega nistain Luhan chingu..he he,author ngakak waktu chingu bilang mereka 'trio tiang' sebutan yang bagus chingu,review lagi ya :D

Imeelia:He he..maapkan author chingu karna nempatin ranjang Minseok di tengah plus dengan penghuni mesumnya,Luhan nya udah waspada kok chingu,Review lagi ya chingu :D

SooieBabyUke:Luhannya udah tabah kok chingu,sekarang udah bisa berduaan..#horee,review lagi ya chingu :D

Genieaaa:Wahh..kita sama chingu,author juga suka Luhan yang agresif dan protektif ke Minseok,ini udah lanjut chingu,review lagi ya :D

jiraniatriana:He he..iya chingu Luhan gak suka main curang soalnya dia lebih suka nyium Minseok kalo live,Luhan nya emang suka nyosor chingu..#DiCekekRusa,review lagi ya chingu :D

hanachoco:Iya chingu Minseok juga sekamar bareng Kai,Sehun ma Kris soalnya kalo Minseoknya sekamar ama Luhan aja nanti Luhannya keenakan..he he,ini luhan nya udah nyesek banget chingu waktu di gangguin ma temen temennya,review lagi ya chingu :D

Jiji Park:He he..serius kamu ngakak chingu?kita sama,author juga sebenernya ngakak waktu ngebayangin mukanya babe rusa kalo lagi ngerengek gitu..iya chingu kamu bener semua penghuni kamar itu naksir Minseok,ini author juga berencana kayak kamu chingu bikin Luhan punya banyak saingan biar dia kesiksa..#KetawaEvil..review lagi ya chingu :D

exofamily:Makasi chingu kamu udah nunggu..author jadi terharu,sama sama chingu,author seneng kalo kamu puas sama LUMIN momentnya,Makasi semangatnya chingu,review lagi ya :D

Miminumin:Ini udah next chingu,author seneng kalo kamu suka kaihunris jadi cockbloker mereka,itu Chanyeol nya udah author nongolin chingu,maapkan author,author baru ngerti maksud chingu..he he..review lagi ya chingu :D

Xiu:Author gak jahat kok chingu cuman kejem..#NyegirSetan,Minseok masih selamet kok chingu walau di kelilingi seme seme mesum,iya chingu ini author usahaain jaga kepolosan Minseok..he he,Makasi udah nunggu chingu,review lagi ya :D

milkbubble:Iya dek ini fokus ke LUMIN kok,Xiuharemnya cuman selingan..he he,author seneng kalo kamu suka ceritanya,Makasi udah bilang lucu dan bagus chingu,Makasi semangatnya,review lagi ya :D

Guest:Iya chingu Luhannya kayaknya kena karma karna seneng ngaku ngaku akhirnya banyak yang ganggu deh,author juga sebenernya susah ngebayangin muka Luhan kalo lagi ngerengek chingu,ini author nyelametin Minseok kok,makasi udah sering review chingu,kayaknya FFN nya lagi error deh chingu banyak review yang gak masuk,review lagi ya chingu jangan menyerah :D

elferani:Chingu serius kamu ngereview ampe tiga kali?author salut sama perjuangan kamu chingu,author jadi terharu,tenang chingu ini dua review kamu udah masuk kok,FFNnya lagi error kayaknya he he..iya chingu Luhan rela ngerengek cuman demi Minseok,ini udah lanjut chingu,makasi semangat nya,review lagi ya :D

kikirizky26:Kita sama chingu author juga suka Luhan yang Overprotektif ke Minseok,Makasi udah suka chingu,author seneng kalo kamu suka sama FFnya,mereka always sweet chingu,review lagi ya :D

dn:He he..iya chingu Minseok di kelilingi sama namja namja mesum..#tragis,pertanyaan yang bagus chingu kalo soal Minseok suka ato gak sama Luhan sebenernya Minseoknya juga belum tau sama perasaannya sendiri,author setuju sama kamu untuk bikin Luhan cemburu tapi author belum bisa ngasik tau nanti Minseok sukanya sama siapa..he he mian chingu biar suprise nantinya,review lagi ya chingu :D

Gomawo reviewnya chingu~ satu review dari kalian sangat berarti bagi author :D

Jujur author seneng banget baca review kalian,review kalian lucu lucu he he...

Review lagi ya chingu,author akan selalu setia menunggu review kalian,yang belum sempet review jangan ragu buat review ya,karna bagi author gak ada kata terlambat buat ngereview.. :D

Sampai ketemu di Next Chapter,author sayang kalian..bye bye~