.
.
Tittle:MY TROUBLE MAKER
Cast:Kim Minseok
LuHan
Other EXO Member
Genre:Romance,Yaoi,School Life
Rated:T
Warning:YAOI,OOC,typo bertebaran,bahasa campur aduk...
Summary:"Ba-baiklah Lu aku mau..." "ARRGGHHH...tidak...tidaakkk..."
.
.
.
Chapter#4
"Baik-lah a-ku ma-u ka-u..."LuHan menggantung kata katanya sambil berpura pura berpikir.
Ya Tuhan..bisakah kau putar waktu lebih cepat masalahnya Minseok sudah tidak tahan lagi dengan posisi mereka seperti ini,tapi Minseok dapat melihat ekspresi wajah LuHan yang justru begitu menikmati posisi mereka. Malah ia sekarang mencoba untuk semakin mengulur ngulur waktu.
"Cepatlah sedikit Lu.."Cicit Minseok mencoba bernegosiasi dengan LuHan.
"Tunggu sebentar aku sedang berfikir.."jawab LuHan santai dan malah semakin mempersempit jarak mereka hingga sukses membuat Minseok lupa caranya bernafas.
LuHan terus saja menatap setiap lekuk wajah Minseok menyusurinya dengan tatapan tajam dan tegas bahkan tidak satu detik pun matanya dapat ia kedipkan,tatapan itu berhenti pada satu titik yang ia inginkan,yaitu bibir Minseok. Sepertinya Luhan sudah menemukan targetnya,bibir merah muda yang mungil dan mengkilat itu selalu membuatnya terpikir untuk segera menghisap dan melumatnya sampai bengkak. Tapi bukan sekarang,LuHan harus bersabar sedikit lagi..
"Ehmm…aku sudah tau sekarang"ujar LuHan dengan nada gembira sambil menjentikan jarinya.
Minseok mulai bernafas lega karna LuHan mulai menunjukan tanda tanda bahwa ia sudah tau apa yang ia inginkan.
"Apa yang kau inginkan Lu..?"ucap Minseok tidak sabaran.
"Sabarlah baby,baiklah kalau begitu aku mau kau menciumku.."ucap Luhan menaruh jari telunjuk tepat di bibirnya.
Tunggu tunggu Minseok tidak sedang salah dengarkan mana mungkin LuHan meminta hal semacam itu.
"Kenapa kau tidak mau..? ku kira kau bukan seorang pelanggar janji Minseok.."ucap LuHan dengan tampang memelasnya.
"Bu-bukan begitu.."Minseok sulit menjelaskannya.
"Ba-baiklah Lu aku mau,tapi tutup dulu matamu.."ucap Minseok pada akhirnya sepertinya ia hanya bisa pasrah karna tidak mungkin LuHan mau melepasnya dengan suka rela.
LuHan menutup kedua matanya menuruti keinginan Minseok. Dan
CHUP!
Ada sesuatu yang lembut mendarat tepat dibibir LuHan,singkat tapi mampu membuat LuHan menjadi ARRGHHHASDFGHJKL. Rasanya seperti benar benar terbang ke galaxy hayalan milik Kris.
Sedangkan Minseok sudah berlari menjauhi LuHan berusaha menutupi rona merah di kedua pipinya karna malu.
LuHan memekik senang dan melampiaskannya dengan menendang salah satu Loker,namun akhirnya ia memekik kesakitan karna kerasnya benturan benda besi itu.
.
.
.
Malam itu mungkin Kris,Kai dan Sehun sudah memiliki keberanian untuk kembali pulang ke asrama karna menurut mereka tidak baik meninggalkan sepasang mahluk yang hanya berduaan disana,setidaknya mereka sudah memiliki nyawa cadangan kalau tiba tiba rusa itu mengamuk atau mencoba membunuh mereka.
Tapi benar benar di luar dugaan…
Sekarang rusa itu terlihat dengan tenangnya menyenderkan punggungnya duduk di kursi meja makan,ia terus saja memegangi bibirnya sambil tersenyum senyum sendiri.
Apa sebenarnya yang terjadi pada rusa itu,apa karna efek mereka menghajarnya terlalu keras sehingga membuat kepalanya terbentur ranjang lalu membuat menjadi otaknya error seperti ini. Entahlah mereka tidak tau,yang jelas sepertinya LuHan harus benar benar segera di masukan ke rumah sakit jiwa.
Tapi jika di pikir pikir ada bagusnya otak LuHan error seperti ini jadi mereka tidak perlu repot repot untuk menghadapi amukan rusa itu.
.
.
Di dapur Minseok dengan tenangnya sedang memasak spaghetti,tangannya dengan cekatan menambahkan beberapa bumbu ke dalam gumpalan mie itu,hingga kegiatannya terhenti saat ia rasa ada sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Minseok terlonjak kaget,ia menoleh kebelakang mencoba mencari tau siapa sang pelaku.
"Sehunnie kau mengaggetkan ku saja.."ucap Minseok sambil mengelus dadanya.
Sehun hanya terkekeh dan kembali mengeratkan pelukannya di pinggang Minseok tak lupa dagunya juga tertumpu di bahu Minseok.
Minseok yang risih dengan perlakuan Sehun mencoba melepas tangan Sehun dari pinggangnya namun usahanya tak kunjung berhasil.
"Sehun aku sedang memasak,kau sebaiknya menunggu di meja makan ya.."ujar Minseok memutar badannya lalu tersenyum pada Sehun.
"Baiklah.."ucap Sehun dengan nada malas dan dengan berat hati melepaskan pelukannya lalu beranjak pergi ke meja makan.
Minseok yang melihat tingkah Sehun hanya bisa mengelengkan kepalanya dan kembali meneruskan acara memasaknya.
Sehun dengan kesal mendudukan dirinya di kursi meja makan itu bergabung dengan yang lainnya,di meja itu Sehun dapat melihat kris sedang berfoto foto narsis dengan handphone kesayangannya.
"Kau memang terlahir tampan Kris.."ucap Kris penuh kebanggaan saat melihat hasil fotonya.
Tidak heran kalau orang orang di agensi model milik appanya sering memuji ketampanannya.
Sehun melirik ke arah LuHan yang masih sibuk dengan dunianya sendiri,kerjanya hanya senyam senyum sendiri benar benar terlihat seperti orang yang tidak waras.
Sehun juga melirik ke arah Kai yang sedang sibuk membaca komik dan dengan seenaknya Sehun langsung merebut komik yang sedang di baca Kai.
"Hei cadel kembalikan komik ku.." dengan sigap Kai menarik kembali komik itu dari tangan Sehun.
"Pinjam sebentar kau pelit sekali sih.."
"Bukan nya pelit,masalahnya ini bukan komik ku ini punya Chen.." pekik Kai dengan tampang kesalnya sepertinya Kai sudah benar benar kehilangan kesabarannya.
Perdebatan mereka pun terus berlanjut dan berakhir dengan Sehun dan Kai yang saling tarik menarik memperebutkan komik itu.
"Yaakkk cadel jangan di tarik nanti komiknya kusut kau tau kan Chen orangnya sangat pelit,nanti kalo barang barangnya yang ku pinjam rusak dia tidak akan mau meminjamkan apa apa lagi padaku..."celoteh Kai panjang lebar sambil terus berusaha merebut komiknya.
Minseok yang sudah selesai dengan masakannya beranjak mendekati meja makan dan menaruh seporsi besar spaghetti yang cukup untuk di makan mereka semua.
Kris merasa sangat beruntung dengan kehadiran Minseok,setidaknya ia sekarang tidak perlu lagi makan ayam goreng setiap hari karna sebenarnya ia paling anti dengan makanan berminyak itu yang menurutnya dapat menurunkan kadar ketampanannya,tapi karna semua penghuni asrama itu adalah chicken maniac Kris terpaksa harus memakan ayam ayam itu setidaknya itu lebih baik daripada ia harus mati kelaparan.
.
.
Minseok mengamati Sehun dan Kai yang tidak kunjung henti bertengkar terlihat saling memperebutkan sesuatu dengan sigap Minseok mengambil benda yang sedang menjadi bahan rebutan itu.
"Buku apa ini..?"tanya Minseok penasaran sambil manik matanya sekilas memperhatikan judul yang tertera di cover itu.
"Junjou..Pure Heart "Cicit Minseok mengeja deretan huruf yang tertera di cover itu.
"Ini komik apa..?"tanya Minseok polos sambil menatap Sehun dan Kai secara bergantian.
"He..he sebenarnya itu adalah Komik yaoi.."jawab Kai sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Minseok seketika membulatkan matanya,menutup lembaran komik itu dan segera menaruhnya di atas meja.
"Ehmm..aku mau mengambil obat untuk LuHan dulu.."elak Minseok meninggalkan Sehun dan Kai yang sedang memasang tampang cengo.
"Huaa..ha ha..pantas saja kau sangat menghayati membacanya dari tadi.."ejek Kris pada Kai.
"Diam kau tonggos!"ancam Kai menancapkan garpu di piringnya yang masih kosong terlihat seperti orang yang ingin menyembelih.
Kris bergidig ngeri sepertinya temannya yang satu ini sudah beralih menjadi seorang kanibal.
.
.
Beberapa menit kemudian Minseok kembali dengan kotak P3K di tangannya,ia mengambil posisi duduk di samping LuHan yang masih setia termenung. Minseok mengolesi kapas yang berisi cairan merah itu di sekujur wajah LuHan yang masih terdapat bekas memar sesekali ia juga meniup niup tetesan obat di sudut bibir LuHan agar obat itu cepat mengering.
LuHan seketika sadar dari lamunannya sampai ia tidak sengaja menoleh ke arah Minseok sehingga membuat kedua wajah mereka bertemu,sangat dekat dan cukup lama mereka terdiam dalam posisi itu.
"Ekhmmm…"
Kerasnya suara deheman itu menyadarkan mereka,suasana mendadak menjadi canggung dengan Kris,Kai dan Sehun yang mendadak terserang virus batuk karna mereka terus saja berdehem berulang ulang kali,LuHan mengumpat kesal karna mereka benar benar merusak acara Lovey Dovey nya.
LuHan heran kenapa mereka benar benar gemar mengganggu hidupnya,untung saja hari ini hatinya sedang berbunga bunga kalau tidak LuHan pasti dengan senang hati memenggal kepala mereka satu persatu karna telah dengan sengaja mencederai wajah tampan LuHan dan sekarang mereka dengan seenaknya mengganggu acara PDKT nya.
"Sudahlah ayo sekarang kita makan,aku sudah lapar.."ucap Kai mencoba mencairkan suasana,tidak tidak dia memang benar benar sedang lapar.
"Aku tidak mau makan…"ucap LuHan menggeser piringnya menjauh.
"Kenapa tidak mau,nanti kalau kau sakit bagaimana?"tanya Minseok khawatir.
"Aku mau kalau kau yang suapi.."LuHan mulai merajuk.
"Kenapa harus di suapi?kan tanganmu tidak sakit Lu.."tanya Minseok heran.
"Pokoknya tidak mau.."putus LuHan final sambil mengelengkan kepalanya.
Minseok menghela pelan nafasnya dan akhirnya menuruti keinginan LuHan,menyuapi bayi besar itu agar berhenti merajuk.
Kris,Kai dan Sehun menatap horor ke arah LuHan sedangkan yang di tatap malah balik menyeringai seakan mereka bisa membaca seringai LuHan bahwa "Minseok is Mine",mukanya bahkan terlihat begitu di buat buat saat menikmati setiap suapan sayang dari Minseok. Benar benar menyebalkan.
Kai yang terlampau kesal pun akhirnya melampiaskannya dengan memakan spaghetti nya seperti orang kesetanan sehingga membuat saus spaghetti itu melumer di bibirnya.
"Kai pelan pelan saja makannya nanti kau tersedak.."ucap Minseok seraya membantu membersihkan sisa saus di bibir Kai dengan ibu jarinya.
DUG..DUG..DUG..Kai memegangi jantungnya yang tidak henti hentinya berdetak,ia tidak menyangka ternyata jantungnya bisa nge-rap seperti itu.
Semua berbalik menatap horor Kai.
Setelah lama acara saling menatap itu mereka pun meneruskan makan malam dengan perasaan kesal di hati masing masing.
.
.
.
Selesai acara makan malam itu mereka memutuskan untuk berkumpul dan menonton Film di ruang tengah.
"Kita menonton Film yang ini saja.."ucap Kai menunjukan sebuah DVD di tangannya lalu memamerkan smirknya.
Sebenarnya DVD itu juga ia pinjam dari Chen..benar benar tidak modal. Menurut Chen DVD itu sangat membantunya saat mendekati Kyungsoo dan menurut Kai Minseok juga sama polosnya seperti Kyungsoo.
"Ahh..aku tidak mau,itu kan Film Horor.."ucap Minseok takut takut.
"Tidak apa apa kita kan menontonnya bersama sama.."ucap Sehun meyakinkan.
Meski sedikit ragu Minseok pun akhirnya setuju untuk menonton Film itu walau dengan sedikit perasaan cemas.
"Kenapa lampunya pakai dimatikan?"tanya Minseok panik saat melihat Kris mematikan saklar lampu.
"Biar lebih seru.."ucapnya sambil terkekeh.
Mereka mendudukan diri di bawah sofa,sebut saja lesehan. Posisi mereka saat itu adalah Kris duduk paling pinggir lalu Kai,Sehun,Minseok dan terakhir LuHan,mereka duduk berderet dan menunggu Film itu untuk diputar. Suasana malam yang sepi dan cahaya TV yang redup saat itu juga membuat suasana mendukung untuk menonton Film genre itu.
Ekspresi Minseok berubah menjadi pucat saat belum lama Film itu di putar,ia melampiaskan rasa takutnya dengan memeluk dan menggigit gemas bantal yang tadi ia ambil dari sofa.
Sungguh beruntung sekali bantal itu batin mereka semua.
.
.
"Andwee~"Minseok mulai menjerit ketakutan dan menutupi matanya dengan bantal.
LuHan yang sedari tadi sibuk mengamati Minseok dan tidak fokus ke Film langsung merentangkan kedua tangannya bersiap siap memeluk Minseok.
"Arrgghhh...tidak..tidakkk.."pekik Minseok dengan keras saat melihat mahluk dengan wajah abstrak itu muncul di layar TV.
Dan benar saja karna saking takutnya Minseok langsung menjatuhkan diri kepangkuan LuHan,mengalungkan kedua tangannya di leher LuHan dan menyembunyikan wajahnya di ceruk Leher itu.
LuHan pun dengan senang hati membalas pelukan Minseok dengan memeluk pinggang itu erat sesekali ia juga meremas pinggang ramping itu karna saking gemasnya.
Minseok yang tubuhnya masih gemetar itu hanya bisa pasrah akan perlakuan LuHan bahkan saat itu LuHan tidak hanya bermain di pinggangnya tapi dengan tenangnya ia juga bermain di lehernya.
LuHan menyusupkan indra penciumannya itu di perpotongan leher Minseok,menghirup aroma shampoo yang menguar itu terus menerus. Harumnya benar benar begitu memabukan sehingga membuat LuHan ingin menghirupnya lagi dan lagi.
Kris,Kai dan Sehun yang melihat kejadian itu tentu tidak bisa menahan rasa kesalnya. Benar benar mencuri kesempatan dalam kesempitan batin mereka. LuHan yang melihat ekspresi iri mereka langsung berseringai penuh kemenangan.
Sungguh tidak bisa di biarkan,mereka tidak tahan lagi melihatnya namun mereka hanya bisa melampiaskannya pada sebuah benda mati. Jika di perhatikan sekarang Sehun sedang sibuk menggigiti bantal untuk meredam emosinya,Kris dengan kesalnya mencakar cakar ujung sofa yang berada di sampingnya sedangkan Kai memakan popcorn yang ada di tangannya penuh amarah sehingga membuat butiran popcorn itu terjatuh berantakan dan mengotori karpet berbahan wol yang sedang di dudukinya.
Satu pelajaran bagi mereka,mengajak Minseok menonton Film horor bukanlah sebuah ide yang baik.
.
.
.
Sore ini mungkin Minseok tidak dalam kondisi baik ingatannya masih terniang pada kejadian kemarin,jadi sekarang ia memutuskan menemani LuHan dan Kris bermain basket di lapangan sekolah,setidaknya Minseok bisa mencari udara segar atau sekedar mengurangi rasa bosannya jika terus berada di asrama meski yang bisa ia lakukan sekarang hanya duduk di bangku penonton sambil terus mengamati pergerakan LuHan dan Kris. Karna jujur Minseok tidak terlalu suka olahraga yang mengeluarkan keringat seperti itu.
"Minseok..."Pekik LuHan tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Minseok.
Tapi tiba tiba..
"DUAAKK.."suara benturan bola basket itu terdengar saat mendarat mulus tepat di kepala LuHan.
"LUHANNN.."Minseok berteriak panik saat melihat LuHan sudah tergeletak tak berdaya di lapangan itu.
Semua yang berada di lapangan itu langsung berlari dan mengerumuni tubuh LuHan yang tergeletak. Minseok juga langsung berlari melewati kerumunan itu untuk menghampiri LuHan.
"LuHan..LuHan.."sebut Minseok sambil menepuk pelan pipi LuHan tapi tetap tidak ada pergerakan,Minseok panik lalu menaruh kepala LuHan di atas pangkuannya sambil terus berusaha menyadarkan LuHan.
"Minseok beri nafas buatan saja.."ucap Chanyeol memprovokasi.
"APA?tidak..tidak..aku tidak bisa.."Minseok menggelengkan kepalanya.
"Cepat Minseok nanti LuHannya keburu mati.."Chanyeol lagi lagi memprovokasi.
"Ahh..?"Minseok membulatkan matanya,tidak ia tidak ingin LuHan mati.
Kris yang mendengar saran Chanyeol hanya bisa diam saja karna sebagaimananya menyebalkan pun temannya LuHan ia juga tidak tega melihat LuHan mati secepat itu.
Minseok mulai mendekatkan wajahnya ke wajah LuHan dengan sangat hati hati dan sedikit rasa ragu,tapi belum sempat bibir itu bertemu..
'Mmpphhttt..'
LuHan sudah menarik tengkuk Minseok dan langsung melumat bibir itu. Minseok membelalakan matanya saat ia rasa ciuman LuHan semakin menjadi jadi.
"YAAKKK..."Minseok mendorong bahu LuHan sehingga membuat ciuman mereka terputus.
"Huuuu..."Semua menyorakinya dan langsung pergi meninggalkan LuHan saat mereka tau ia hanya berpura pura pingsan.
"Lu.."Lirih Minseok pelan dengan keadaan mematung pada posisinya tidak lupa juga memegangi bibirnya.
"Ehmm.."LuHan menunggu kata kata yang keluar dari bibir Minseok.
"Itu ciuman pertama ku.."Lirih Minseok lagi.
"Bukan..itu bukan ciuman pertamamu.."ucap LuHan santai.
"Hah..?apa yang di loker..?"tanya Minseok bingung,seingatnya hanya saat itu terakhir ia berciuman.
LuHan menggelengkan kepalanya.
"He he..sebenarnya aku sering menciummu saat kau tertidur.."jawab LuHan tanpa dosa.
"YAAKKK..dasar pervert.."pekik Minseok langsung memukul pelan dada bidang LuHan.
LuHan hanya terkekeh,menghentikan pergerakan tangan Minseok dengan satu kecupan tepat di bibir.
"YAAKKK LU.."Minseok lagi lagi membelalakan matanya dan berusaha mengejar LuHan yang sudah berlari sehabis menciumnya.
Dan berakhirlah mereka dengan adegan saling berkejar kejaran di lapangan basket itu,namun terlihat sangat romantis.
.
.
.
"Minseok...Minseok..."panggil LuHan mencari keberadaan Minseok karna sungguh acara kejar kejaran itu benar benar membuat LuHan kelelahan dan sekarang ia bingung kemana Minseoknya itu bersembunyi. Sampai langkah LuHan terhenti pada sebuah ruangan dan nafasnya tiba tiba tercekat saat melihat pemandangan yang begitu menyakitkan untuk hatinya.
.
.
.
TBC
Pemandangan apa yang sedang di lihat LuHan sehingga mampu membuat nafasnya tercekat..?
Hai..apa kabar..? #basa basi
Ok Author mau bales Review dulu..
jiraniatriana:He he..mian chingu Luhannya udah curang,makasi chingu kamu udah ingetin author masalah typonya,maapkan otak error author ya..he he..review lagi ya chingu :D
SooieBabyUke:Luhannya lagi modus chingu makannya deket deket,he he..sebenernya Luhan juga gregetan pingin langsung 'hajar' Minseok,review lagi ya chingu :D
milkbubble:Iya dek,Luhannya mulai nakal..He he author juga suka Luhan yang nakal,ok dek author usahain perbanyak scene sweet mereka,makasi semangatnya dek,review lagi ya :D
Park359:Ok ini udah next chingu..review lagi ya :D
saya. orchestra:He he..ini sebenernya author juga gregetan tapi kayaknya kurang pas naikin ratednya di chap" awal jadi di akhir" chap aja ya chingu..#kedip"..iya chingu nasib Luhan makin ngenes,niatnya KrisKaiHun mau ngajak daddy rusa ke rumah sakit jiwa tapi gak jadi he he..Kai emang mesumnya tingkat akut chingu,itu buktinya kamu nunggu chingu..#dance growl..Belum chingu mungkin kapan kapan Luhan minta yang iya iya..#KetawaEvil,review lagi ya chingu :D
hanachoco:Iya chingu kelakuan mereka emang parah beraninya nyerang rame" tapi paginya langsung kabur he he..Iya kebiasaan Luhannya modus nyium minseok pas tidur chingu..He he udah ke jawab kan chingu Luhan mau apa..review lagi ya chingu :D
Imeelia:He he..author juga ngakak bayangin Luhan di tawur gitu,Iya soalnya author suka bikin yang ambigu" gitu..#Plak,Ini author juga kesel sama seringainya Luhan chingu,tenang chingu Minseoknya belum di apa apain kok,review lagi ya chingu :D
SecretVin137:Ok ini udah next chingu,review lagi ya :D
Xiu:He he..Bener chingu,Luhan kalo masalah 'tindih menindih' emang paling ahli..#Plak,Ini author juga ngakak waktu ngebayangin Luhan di kroyok gitu he he..Iya chingu Minseok perhatian karna dia sayang Luhan..#UpssKetauan..Belum kok chingu,Luhan belum minta yang iya iya..Ne gomawo udah nunggu chingu..review lagi ya :D
elferani:Iya ini reviewnya udah masuk kok chingu,kamu memang contoh reader yang baik chingu he he..Iya author juga kasian sama Lulu tapi author juga seneng ngeliat dia menderita..#jahat,Ini udah ke jawab kan chingu apa yang Lulu minta..he he bener chingu Lulu emang suka aneh,Ok ini udah lanjut chingu..review lagi ya :D
dn:He he..Boleh banget kok chingu tapi siap siap nantinya di hajar rusa..#bercanda,Iya Luhannya mesum,bener kok chingu author serius bikin Luhannya cemburu he he..tunggu chapter depan ya chingu,review lagi ya :D
exofamily:He he..belum chingu masih rated T tapi kayaknya di akhir" chap aja author naikin ratednya..#TergantungKeinginanReaders,Ok chingu makasi udah nunggu,review lagi ya :D
Gomawo reviewnya chingu,jangan lupa review lagi ya :D
Ini kenapa yang review makin dikit,author jadi rada males nulisnya...#bohong #bercanda #DiHajarReaders
Ok nanti siapa yang bisa nebak siapa orang ketiga yang bakal muncul di chapter depan author kasi hadiah..
Jangan lupa review ya biar author semangat nulisnya,satu kata juga gak papa kok..#modus
Bye bye~
