.
.
Tittle:MY TROUBLE MAKER
Cast:Kim Minseok
LuHan
Other EXO Member
Genre:Romance,Yaoi,School Life
Rated:T-M
Warning:YAOI,OOC,typo bertebaran,bahasa campur aduk...
Summary: "Sedang apa kalian berdua disana?" "Minseok sepertinya kau harus pintar pintar menjaga diri"
.
.
.
Chapter#5
Minseok menoleh kearah belakang sambil mencoba menetralkan nafasnya beruntung ia telah berhasil lari dari kejaran LuHan,sungguh ia tidak habis pikir bagaimana bisa LuHan malah balik mengejarnya dan mengancam akan kembali menciumnya..
Minseok melangkahkan kakinya di sepanjang koridor sesekali maniknya mencoba mencari tempat persembunyian yang tepat…
"Ah..disana"ucap Minseok melihat satu ruangan yang masih terbuka,tanpa ragu ia memasuki ruangan itu lebih tepatnya ruangan musik,Minseok langsung menutup pintu kayu itu lalu menyenderkan punggungnya di pintu dan menghembuskan nafasnya lega.
"Kenapa di tutup?"ucap seorang namja yang sedang duduk di depan piano berwarna hitam,Minseok terlonjak kaget saat mendengar suara itu.
"Hah?..a-ku ..a-ku.."jawab Minseok tergagap ia benar benar tidak tau ada seseorang yang masih berada diruangan itu mungkin karna ia tadi sedikit panik.
Namja itu hanya terkekeh pelan saat melihat tingkah menggemaskan Minseok dan Minseok dapat melihat pergerakan namja itu malah sekarang mendekat kearah nya,reflek Minseok menutup kedua matanya dan memalingkan wajahnya saat tau namja itu sudah berada tepat di depannya.
"Tenang,aku tidak akan berbuat yang macam macam"ucap namja itu sambil mengusak pelan rambut Minseok. Minseok dapat melihat wajah namja itu.. kulitnya putih,surai rambutnya berwarna hitam dan senyumannya juga sangat indah seperti malaikat. Tanpa sadar Minseok bergumam dalam hati...
Tampan.
Lama mereka mematung dalam posisi itu memandang kagum satu sama lain,mungkin dari pandangan mereka bisa mengungkapkan ketertarikan satu sama lain.
"Ayo duduk,sampai kapan kita mau terdiam di depan pintu?"ucap namja itu langsung mengenggam pergelangan tangan Minseok,menuntunnya agar duduk di sebelahnya tepat di depan piano yang tadi ia mainkan.
Minseok hanya menurut tapi jujur ia merasakan canggung duduk berdekatan dengan seseorang yang bahkan ia tidak tau namanya.
"Hmmm,mian sebenarnya kau siapa?"tanya Minseok pada akhirnya.
Namja itu kembali tersenyum meski dalam hati ia merutuki dirinya karna saking terpesonanya ia dengan mahluk cantik di depannya ini ia sampai lupa memperkenalkan diri.
"Aku Junmyeon,kau bisa memangilku Suho"ucap namja itu sambil mengulurkan tangan ke arah Minseok dan dibalas jabatan tangan oleh Minseok.
"Aku Min— "
"Kau Minseok,aku sudah tau,ternyata benar kata orang orang kalau kau sangat manis jika dilihat dari dekat"kata Suho sambil memamerkan senyum angelicnya.
Suho beralih pada piano di depannya,tangannya dengan mahir mendentingkan sebuah lagu berirama merdu(read:Lucky piano version)
Minseok diam diam menatapnya kagum,Suho yang mengetahui Minseok sedang menatapnya tiba tiba menghentikan permainan pianonya lalu menoleh ke arah Minseok.
"Apa ada yang aneh dengan wajahku?"tanya Suho pada Minseok.
"Ti—dak.."jawab Minseok gugup dan ia sekarang dapat merasakan rasa panas yang menjalar di kedua pipinya sepertinya rona merah sudah tercetak di pipi chubby nya itu.
Minseok mengalihkan pandangannya berusaha menghindari tatapan Suho,tapi saat itu Minseok merasakan matanya terasa perih sepertinya ada debu yang tersangkut di maniknya itu.
"Minseok kau kenapa?"tanya Suho khawatir karna Minseok tidak hentinya mengucek matanya.
"Sini biar ku lihat"tawar Suho menghentikan pergerakan tangan Minseok di matanya dengan menggenggam kedua pergelangan tangan Minseok dan mencoba menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di mata Minseok dengan meniupnya pelan.
Disisi lain ada sepasang mata yang menangkap kejadian itu dari balik jendela kaca yang tidak sengaja dilewatinya,LuHan memegangi hatinya yang terasa sakit bohong jika ia tidak cemburu melihat orang yang dicintainya sedang bermesraan dengan orang lain. Terlebih orang yang bersama Minseok itu adalah rivalnya selama SMA.
"DUAAKK.."LuHan menendang tempat sampah yang berada di dekat mading dan mengacak rambutnya frustasi lalu ia pergi menjauh dari tempat itu dengan keadaan emosi.
.
.
"Minseok,sebaiknya kita kembali keasrama sudah hampir malam"kata Suho setelah melirik jam tangannya.
Minseok hanya mengganguk dan membiarkan Suho yang lagi lagi menggenggam tangannya. Minseok mengikuti langkah Suho yang dengan perhatian mengantarkan dirinya sampai di pintu asramanya dengan selamat.
Betapa terkejutnya Minseok saat membuka pintu asramanya itu,barang barang di ruangan itu hancur dan tercecer berantakan seperti kapal pecah.
Masih terkejut dengan kekacauan yang terjadi tiba tiba ada tiga mahluk yang menyembulkan kepalanya dari balik sofa.
"Minseok kau sudah pulang?"ucap mereka kompak masih dengan posisi bersembunyi di balik sofa,menutupi kepala mereka dengan bantal persis seperti korban perang.
"Apa yang terjadi?"tanya Minseok sambil menatap heran ke arah mereka bertiga.
"Minseok,ada rusa yang mengamuk"jelas Kai yang masih dalam keadaan takut sesekali melirik ke sekitar ruangan itu.
"Ru-sa?"Minseok mengernyitkan alisnya bingung dengan ucapan Kai.
Kai menepuk jidatnya dan mengulang kembali kalimatnya.
"Maksud ku LuHan yang mengamuk"ucap Kai dengan wajah panik.
"Tapi bagaimana bisa? Sekarang dimana LuHan?"tanya Minseok sambil matanya melirik kesekitar ruangan mencari keberadaan LuHan.
"Kami tidak tau,ia langsung pergi setelah menghancurkan barang barang"papar Kris dengan ekspresi datarnya.
"Aku akan mencarinya"ucap Minseok langsung berlari ke arah pintu.
"Minseok coba cari di atap,siapa tau dia disana"saran Sehun sebelum Minseok pergi dari hadapan mereka.
.
.
Minseok melangkahkan kakinya menyusuri koridor sekolah yang sepi itu dengan perasaan bingung bercampur khawatir. Koridor yang di lewati ini juga gelap dan Minseok tidak suka itu jadi ia mempercepat langkahnya karna jujur sebenarnya ia sedikit takut.
Minseok menghentikan sebentar langkahnya sambil mengingat sesuatu,Oh ya atap.. Minseok langsung teringat kembali perkataan Sehun. Tapi bukankah ada banyak atap di sekolah seluas ini gumam Minseok dalam hati.
"LuHan..LuHan.."panggil Minseok setelah berhasil mencapai lantai atas,tidak ada sahutan tapi Minseok dapat melihat ada sosok yang sedang duduk menyendiri di atap yang gelap itu.
"Lu,apa itu kau?"tanya Minseok memastikan tapi tetap tidak ada jawaban,akhirnya ia memutuskan mendekati sosok itu.
"Lu,jangan duduk disana nanti kau bisa jatuh"pinta Minseok khawatir.
"Apa pedulimu kalau aku jatuh?"jawab Luhan dengan nada terkesan ketus.
"Jangan bicara seperti itu Lu,tentu saja aku peduli"lirih Minseok sambil menundukan kepalanya.
Lama mereka terdiam dalam keheningan dan tidak ada yang memulai pembicaraan,Minseok memberanikan mendudukan dirinya di ruang kosong disamping LuHan yang masih termenung dengan wajah yang terlihat cemberut.
Minseok berusaha membujuk LuHan untuk pulang dengan menepuk pelan bahunya tapi yang dilakukan LuHan adalah menepis tangan Minseok agar menjauh darinya,sikap LuHan yang berubah membuat Minseok berfikir bahwa LuHan benar benar marah padanya,tapi satu hal yang Minseok tidak ketahui sebenarnya kesalahan apa yang telah diperbuatnya hingga membuat LuHan marah seperti ini.
Minseok menghela pelan nafasnya ia kehilangan akal untuk membujuk LuHan tapi mungkin ada cara lain yang bisa ia lakukan untuk menghilangkan amarah LuHan. Tapi apa harus cara ini..
"Lu,kau boleh meminta satu hal dariku tapi ku mohon jangan marah lagi"tawar Minseok sambil terus melirik kearah LuHan.
Berhasil. Mendengar kata kata itu dari Minseok mendadak membuat mata rusa LuHan berubah menjadi berbinar binar. Dengan cepat LuHan menggeser posisi menjadi semakin mendekat ke arah Minseok.
"Kau serius?"tanya LuHan antusias,memandang lekat wajah Minseok dengan mata rusanya itu.
Minseok hanya menganggukan kepalanya pelan dan sungguh membuat LuHan gemas sendiri akan kepolosan Minseoknya ini. LuHan mulai membisikan keinginannya itu tepat di telinga Minseok.
"MWO?"respon terkejut ditunjukan Minseok setelah mendengar permintaan LuHan,nyaris saja ia terlonjak jatuh dari atap itu kalau saja tidak LuHan dengan cepat menahan tubuh Minseok dengan kedua tangannya.
Minseok menelan kasar ludahnya,permintaan LuHan selalu aneh kemarin kemarin LuHan memintanya untuk menciumnya sekarang LuHan memintanya tidur bersamanya besok besok kalau LuHan marah lagi mungkin LuHan juga tidak akan segan untuk meminta keperawanan Minseok,tidak tidak Minseok menjadi ngeri membayangkannya.
"Baiklah Lu asal kau jangan berbuat yang macam macam"cicit Minseok menyetujui keinginan LuHan.
Persetujuan Minseok hanya dibalas seringai oleh LuHan dan Minseok dapat merasakan firasat yang buruk dari seringai LuHan.
LuHan dengan hati hati menuntun Minseok menuruni atap itu. Tapi tiba tiba saat berhasil turun LuHan langsung menggendong tubuh Minseok ala bridal style. Minseok mencoba meronta tapi tetap tidak membuat LuHan terganggu akan hal itu,dengan tenang ia menuruni satu persatu anak tangga sampai ke lantai bawah seperti tidak ada beban sama sekali,mungkin karna tubuh Minseok yang terlalu mungil dan ringan jadi bukan masalah yang besar bagi LuHan. Merasa lelah meronta Minseok akhirnya Minseok hanya bisa mengalungkan tangannya di leher LuHan,menunggu agar ia mau menurunkannya secara suka rela.
.
.
"Sedang apa kalian berdua disana?"sebuah suara mengintrupsi dari ujung lorong yang gelap itu,terdengar pula suara derap langkah kaki dan bias cahaya senter yang mengarah tepat ke arah LuHan dan Minseok.
Sosok itu mendekat dan sekarang tepat berada di hadapan mereka.
"Suho? Kenapa kau berada disini?"Minseok terkaget saat tau sosok itu adalah Suho.
"Lu,turunkan aku"pinta Minseok pada LuHan dan dengan terpaksa LuHan menurunkan Minseok dari gendongannya.
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu pada kalian"jawab Suho dengan nada mengintrogasi.
"Ka-mi..ka-mi hanya"Minseok terbata bata dan ucapannya langsung dipotong oleh LuHan.
"Bukan urusanmu kami mau melakukan apa"ketus LuHan.
"Kau sudah lupa ya? Aku ini ketua OSIS,jadi tentu saja ini adalah tanggung jawabku dan otomatis menjadi urusanku"
Suho melipat kedua tangannya. Masih dengan segala kecurigaan di benaknya.
"Untung saja aku yang pertama kali melihatnya,kalau saja seonsaengnim yang melihatnya sudah pasti kalian akan langsung dinikahkan karna dianggap melakukan hal yang tidak tidak"
LuHan melingkarkan tangannya di pinggang Minseok,menariknya agar mendekat lalu memeluknya dari belakang dengan sangat mesra.
"Minseok itu kekasihku jadi terserahku mau melakukan apa saja dengannya dan jika seonsaengnim mau langsung menikahi kami aku rasa itu ide yang bagus,aku tidak akan menolaknya"
Suho tidak memperdulikan ocehan LuHan,matanya terfokus pada Minseok yang berada tepat di depannya.
"Minseok sepertinya kau harus pintar pintar menjaga diri"ucap Suho mengusak pelan rambut Minseok.
LuHan menghempaskan tangan Suho yang telah dengan lancang menyentuh Minseoknya lalu ia mencengram kerah baju Suho,melindungi Minseok dengan keposesifannya
"Lu,sudahlah"lirih Minseok mencoba menghentikan pertengkaran mereka. LuHan menarik kembali tangannya.
"Baiklah aku pergi"Suho kembali melanjutkan langkahnya dengan santai menyusuri lorong gelap itu,meninggalkan LuHan dan Minseok yang masih berdiri disana dengan ekspresi bingung.
Luhan kembali membawa Minseok di gendongannya meneruskan langkah mereka menuju asrama dan Minseok hanya bisa pasrah saja saat LuHan kembali mengendongnya.
.
.
"Kalian sudah pulang? kenapa lama sekali?"Pertanyaan itu muncul bertubi tubi dari mulut Kris,Kai dan Sehun saat melihat dua sosok yang mereka tunggu tunggu itu akhirnya pulang.
"Bukan urusan kalian"ketus LuHan.
LuHan beranjak ke kamar dan menarik tangan Minseok untuk ikut masuk bersamanya.
Bugh! Bugh! Bugh! LuHan melempar satu persatu bantal yang ia ambil dari kamar dan lemparan itu tepat mendarat di wajah Kris,Kai dan Sehun.
"Kalian bertiga malam ini tidur di sofa,aku sedang tidak ingin di ganggu"ucap LuHan membanting pintu kamar dan tidak lupa menguncinya dari dalam menghindari penggangu yang masuk.
"Sialan sekali rusa itu"umpat mereka bersamaan sambil mengusap kasar wajah mereka sehabis terkena lemparan benda empuk itu.
.
.
.
Terbangun dari tidurnya,Minseok menggerakan kakinya yang terasa berat sepertinya ada sebuah kaki yang sedang menindihnya di balik selimut tebal yang sedang di pakainya.
"YAAKKK..."LuHan langsung membekap mulut Minseok yang berteriak.
"Jangan berteriak nanti mereka mengira aku melakukan hal yang macam macam"
Minseok hanya menganggukan kepalanya berusaha melepaskan bekapan tangan LuHan di mulutnya.
"Lu,kenapa kau tidak pakai baju?"tanya Minseok sambil melirik ke arah LuHan yang hanya menggunakan boxer dan secara tidak langsung mempertontonkan absnya.
"Memangnya kenapa? tidak boleh?"jawab LuHan acuh menyenderkan punggungnya di ranjang tampat mereka berdua terlelap semalam.
"Cepat pakai bajumu Lu!"perintah Minseok sambil menutupi matanya dengan helaian selimut. Tapi dengan usil LuHan menarik selimut yang digunakan Minseok hingga membuat selimut itu merosot.
Merasa tidak ada respon dari LuHan,Minseok menyibakan selimutnya melangkahkan kakinya menuruni tempat tidur berniat berjalan menuju kamar mandi,tapi dengan satu tarikan tangan LuHan membuat tubuh Minseok kembali terjatuh di ranjang itu dan dengan cepat LuHan menindih tubuh mungil Minseok yang terjatuh untuk menghalanginya pergi. Minseok mulai menggerakan tubuhnya gelisah saat tau LuHan sudah berada di atas tubuhnya.
"Kau tidak boleh pergi sebelum aku mendapatkan morning kiss ku"LuHan berkata penuh penekanan dan dengan cepat ia melumat bibir itu tanpa persetujuan sang pemilik.
"Enghhh~"Minseok tanpa sadar mengeluarkan lenguhannya saat LuHan masih bermain di bibirnya menghisap,melumat bahkan menggigit kecil bibir ranumnya tanpa ampun.
Ciuman panjang mereka terhenti saat merasakan sesak di paru paru mereka karna pasokan oksigen yang mulai menipis. Pandangan mata LuHan tertuju pada Minseok yang terkulai tidak berdaya di bawahnya,mulutnya sedikit terbuka untuk menghirup oksigen,nafasnya terputus putus,sorot matanya sayu dan lelehan saliva menghiasi sudut bibir dan dagunya semakin membuatnya terlihat menggoda.
Dengan satu gerakan LuHan berhasil membungkam kembali bibir Minseok mengabaikan kenyataan bahwa Minseok yang saat itu belum sempat menghirup banyak udara untuk bernafas,entah kenapa lama kelamaan ciuman mereka berubah menjadi semakin panas dan menuntut,tanpa sengaja Minseok membuka bibirnya dan membuat lidah LuHan dengan cepat dapat menyusup masuk untuk mengabsen deretan giginya satu persatu tanpa ragu LuHan juga membelitkan lidah mereka,mengajak untuk berperang lidah dan saling bertukar saliva satu sama lain.
"Arrgghhh Lu~"Minseok kembali melenguh melampiaskannya dengan meremat keras sprai di sampingnya untuk mengurangi desahannya.
Tangan LuHan dengan lincahnya bergrilya di setiap inchi tubuh Minseok,LuHan bergerak cepat menyusupkan jemarinya ke dalam kemeja tipis yang digunakan Minseok untuk menyentuh kulit seputih porselen itu sampai ke bagian dalam. Merasa puas dengan kegiatannya LuHan beralih ke leher putih Minseok menghisapnya dengan kuat hingga membuat banyak tanda keungguan tercetak di kulit leher mulus Minseok.
"Arrgghhh hentikan Lu!"Minseok kembali menggerakan tubuhnya dengan sekuat tenaga berharap bisa terlepas dari kungkungan LuHan namun tidak kunjung berhasil karna tentu LuHan jauh lebih kuat darinya. Akhirnya yang dapat Minseok lakukan adalah memeras pinggang LuHan yang tidak terbalut apapun itu untuk mengurangi rasa sakitnya.
Mendengar erangan yang keluar dari bibir Minseok membuat LuHan semakin kehilangan akal merasa dirinya cukup panas akan hasrat dengan perlahan LuHan membuka satu persatu kancing kemeja Minseok tanpa melepaskan tautan di bibir mereka. Nyaris saja pakaian itu terlepas dengan sempurna...
TOK! TOK! TOK! "LuHan Minseok cepat keluar! apa yang sedang kalian lakukan di dalam?"terdengar suara mengintrupsi dari luar pintu kamar mereka.
"Sial menggangu saja"Luhan terpaksa menghentikan kegiatannya dengan mengusak rambutnya kasar.
Sementara Minseok yang terkulai lemas di bawahnya dengan keadaan yang sangat berantakan justru membuat LuHan semakin tergoda. Mati matian LuHan harus menahan hasratnya.
LuHan mulai mendekat ke telinga Minseok dan membisikan sesuatu di sana.
"Kalau sekali lagi kau berani membuatku cemburu aku akan meminta yang lebih dari ini"ucap LuHan seduktif dan dengan nada yang terkesan berat. LuHan langsung beranjak ke kamar mandi.
Mendengar ancaman yang dilontarkan LuHan membuat tubuh Minseok menjadi semakin lemas seketika,ia merasakan darahnya berdesir hebat. Sungguh ancaman LuHan bukan main main baginya.
.
.
Setelah lama Kris,Kai dan Sehun menunggu di meja makan akhirnya keluar dua sosok dari pintu kamar itu,tentu saja dengan keadaan sudah rapi untuk menutupi kecurigaan meski disana hanya Minseok yang mencoba menutupinya.
Tatapan curiga itu terus ditunjukan oleh Kris,Kai dan Sehun,mereka terus memandang LuHan dan Minseok dari atas sampai bawah secara bergantian. Dan kecurigaan mereka semakin bertambah saat melihat bercak keunguan yang tercetak jelas di leher Minseok.
"Minseok apa itu yang di lehermu?"tanya Kai penasaran sambil terus menunjuk ke arah leher Minseok.
Minseok reflek menutupi lehernya dengan tangannya.
"Bukan apa apa cuma gigitan nyamuk"bohong Minseok langsung mendudukan dirinya di kursi meja makan sambil terus memegangi lehernya.
Kris,Kai dan Sehun menaruh tatapan curiga pada sosok yang satunya lagi sedangkan yang ditatap dengan tenang meminum segelas susunya dengan sekali tenggak.
"Kau tidak memperkosa Minseok kan?"tanya Sehun sakartis sambil terus memandang tajam LuHan.
Mendengar pertanyaan Sehun membuat Minseok langsung memuncratkan susu yang baru saja di tenggaknya.
"Iya aku memperkosanya.."jawab LuHan santai dan langsung menaruh gelasnya yang sudah kosong dengan sangat kasar.
Minseok lagi lagi di buat tersedak saat mendengar pengakuan yang di berikan LuHan.
"Minseok kau tidak apa?"Kris membantu menepuk pelan punggung Minseok yang sedang tersedak itu.
"Aku tidak apa apa"ujar Minseok menghapus sisa susu di sudut bibirnya dengan punggung tangannya.
"Kalian jangan hiraukan ucapan LuHan dia hanya bercanda"ucap Minseok berusaha meyakinkan dengan tersenyum canggung.
Meski sudah mendengar kata kata itu dari Minseok tidak membuat Kris,Kai,dan Sehun semudah itu percaya tapi pagi itu mereka hanya meneruskan sarapan pagi mereka dengan sebersit perasaan curiga yang masih tersisa.
.
.
Kejadian pagi itu benar benar membuat Minseok bersumpah tidak akan berani membuat LuHan marah lagi,tapi beruntung sore ini LuHan sudah kembali seperti semula sepertinya sekarang ia sudah melupakan amarahnya itu.
"Minseok kau mau pilih yang mana?"tanya Luhan membuyarkan lamunan Minseok.
"Hmm..terserah kau saja Lu"ucap Minseok singkat saat melihat deretan Handphone yang terpajang di meja kaca itu.
LuHan lalu menunjuk sebuah Smartphone berwarna putih dan segera membayarnya di kasir. Kemudian langsung menyerahkan tas berisi Handphone yang baru saja di belinya itu kepada Minseok.
Mereka berjalan keluar dari counter Handphone itu,melihat sebuah bangku yang dekat dari sana mereka lalu memutuskan untuk duduk beristirahat di bangku kayu itu. Minseok kembali mengecek Handphone yang baru saja di belikan oleh LuHan dengan membuka pelan tas Handphone yang masih tersegel itu.
"Lu,kenapa kau membeli dua? aku kan hanya butuh satu"heran Minseok saat melihat ada sepasang Handphone berwarna putih di dalam tas kecil itu.
"Itu Handphone couple tentu saja ada dua,satu untukmu dan satunya lagi untuk ku"
Minseok hanya menganggukan kepalanya saat mendengar penjelasan LuHan,setidaknya sekarang ia telah mendapat pengganti Handphonenya yang rusak karna terjatuh di balkon.
"Minseok kau tunggu sebentar disini ya aku mau membeli coffee di dekat sana"LuHan menunjuk sebuah minimarket tidak jauh dari tempat mereka duduk.
Minseok bergumam pelan tanda mengiyakan,LuHan beranjak dari tempat duduk itu dan sekarang Minseok dapat melihatnya sudah masuk ke dalam minimarket itu. Minseok melirik sebentar ke arah jam tangannya,jam setengah lima gumamnya pelan,entah kenapa perasaannya mendadak menjadi tidak enak seperti ini.
'Mmmpphhtt'
Ada seseorang yang membekap mulut Minseok dengan sapu tangan dari belakang.
"Cepat bawa ke mobil!"ucap namja yang satunya saat melihat tubuh Minseok terkulai lemas karna tidak sadarkan diri.
LuHan langsung menumpahkan dua cangkir coffee yang berada di tangannya,terkejut saat tau Minseok sudah tidak berada di tempatnya dan hanya meninggalkan tas Handphone yang baru saja mereka beli di bangku kayu itu.
"Arrrgghhh~"Luhan mengacak rambutnya frustasi sambil terus meneriakan nama Minseok.
Tanpa sadar LuHan melihat kearah mobil vans hitam yang sudah melaju menjauh dari pandangannya.
.
.
.
TBC
Apa yang akan terjadi dengan Minseok? dan bisakah Luhan menyelamatkan Minseok?
Ok pertama tama author mau minta maaf dulu karna udah telat update sehari,gak tau kenapa minggu ini mood author lagi naik turun buat nulis..Ini pun author ngebut nulisnya jadi mian kalo hasilnya kurang memuaskan,tapi tenang chingu author bakal bertanggung jawab melanjutkan FF ini kok...
Trus author juga mau minta maaf karna udah menaikan rated di chapter ini tanpa memberi peringatan terlebih dulu,gak tau kenapa padahal gak ada niat buat naikin rated tapi berhubung otak yadong author lagi kumat jadi ya ga papa lah sekalian di tulis..#pliss jangan timpuk author
Jangan kapok buat baca ya chingu :D
Ok sekarang author bales review dulu..
XiuminShock:Chingu bias kita sama baby Seokki tercinta he he..makasi chingu udah bilang daebak Luminnya,author seneng kalo kamu senyum" bacanya...Kita sama lagi chingu author juga Xiuhan/Lumin hard shipper,iya xiuharem juga author suka..he he kalo chingu greget sama KrisSeKai chingu boleh bawa pulang kok author ikhlas..#bercanda..Iya chingu Chanyeol pacaran sama Baek,sebenernya Chanyeol juga naksir Minseok cuman karna takut di gampar sama Baek jadi Chanyeol gak berani deketin Umin..gak papa kok chingu,author malah seneng kamu review panjang"..#AuthorSenengDiAjakCurhat..Sama sama chingu,Author juga makasi sama chingu karna juga masih berjuang nulis ff Xiuhan,chingu kan juga author :D..#PelukBalikChingu..Ok chingu ini udah next,review lagi ya chingu :D
saya. orchestra:Author seneng kalo chingu suka banyak scene kissu Luminnya he he..iya chingu kalo masalah modus daddy rusa emang paling pinter,ok chingu nanti kalo ada kesempatan pasti daddy modusin baozi lagi..he he author juga bahagia ngeliat KrisKaiHun ngenes gitu,sekarang gantian chingu mereka yang ngenes biar adil..#Plak..Sebenernya pas nonton film horor mereka yang niatnya modusin baozi tapi malah keduluanan daddy he he..iya chingu daddy udah mengklaim hak kepemilikan baozi kok..Kai di sini sebenernya nasibnya ngenes banget udah mesum plus gak modal tapi untung aja cakep..#Plak..Ok ini udah ketemu lagi chingu..#FlyKissBalik..review lagi ya chingu :D
SooieBabyUke:He he..Luhannya sebenernya salah sangka chingu sama apa yang di liat,review lagi ya chingu :D
feyy:He he..author sengaja bikin penasaran chingu..#Plak..gak ngapain kok chingu Luhan cuman salah paham sebenernya tapi dia cemburu juga ngeliatnya..he he iya nanti author bikinin momen Minseok sama yang lain ya tapi satu" ya chingu..iya ini Xiuharem kok tapi cuman selingan main couplenya tetep Xiuhan chingu,syukur kalo Xiuhannya lucu...gak papa kok chingu,author malah seneng kamu review panjang"..review lagi ya chingu :D
jiraniatriana:He he..iya soalnya authornya juga orangnya aneh..#bercanda..hmm,soalnya authornya masih newbie jadi pasti masih banyak kekurangan dalam tulisannya dan masih harus banyak belajar juga,tapi author terus berusaha memperbaiki tulisan author kok..he he syukur kalo chingu bilang udah bagus dan enak di baca..gak papa kok chingu,pendapat orang kan beda",author harap chingu sekarang udah terbiasa sama tulisan author ya..he he iya chingu Luhannya eror sama kayak authornya..#bercanda..review lagi ya chingu :D
AngAng13:Hai juga chingu makasi udah mau baca,enggak kok chingu mana tega author nabok anak baik kayak kamu..ga papa kok chingu kalo gak ada komen he he..makasi chingu udah bilang bagus makasi juga udah doain author biar bisa update cepet..he he nyaris chingu,Yixingnya masih di Beijing belum nyusul..iya Yixing juga bilang sama author kok katanya gak bisa hidup tanpa kamu eh maksudnya tanpa Minseok he he..review lagi ya chingu :D
SecretVin137:He he..udah kejawab kan chingu apa yang di liat Luhan ternyata Luhannya cuman salah paham..review lagi ya chingu :D
elferani:He he..author seneng kalo chingu ketawa" sendiri bacanya..iya chingu Lulu kalo masalah modus emang paling pinter..he he Lulu selalu menang banyak..iya muka mereka pada udah gak kebentuk lagi chingu saking mupengnya,he he kecurigaan chingu sama kayak Lulu tapi sebenernya Minseoknya gak dicium cuman Lulu nya salah paham..iya chingu Minseoknya udah di patenin milik Luhan seorang kok he he..review lagi ya chingu :D
minxeokga:he he..iya nih chingu Luhan hobi banget nyium" mama Minseok..udah ketebak kan chingu siapa orang ketiganya,sebenernya author juga lagi demen banget sama Xiubaek apalagi moment mereka lagi bertebaran..he he mian chingu Baekki nya udah terlanjur author pasangin sama Chanyeol,tapi kapan" author usahain bikin moment Xiubaeknya ya..Ok chingu author usahain terus menulis,makasi semangatnya ya chingu..review lagi ya :D
exofamily:he he..pemandangan yang tidak mengenakan sebenernya buat Lulu chingu tapi Lulunya cuman salah paham..Mian chingu udah bikin kamu penasaran he he..Ok ini udah lanjut chingu,mian lama nunggu ya..review lagi ya chingu :D
Xiu:Chingu penggambaran kamu bagus bagus banget,author gak kepikiran sama kembang" yang berjatuhan..he he iya Uminnya sweet soalnya kayaknya Umin udah mulai menunjukan getar" cinta ke Lulu..iya chingu yang lain pada gemes banget waktu Lulu modusin Umin..he he udah kejawab kan chingu Lulu liat apaan ternyata cuman salah paham..Ok chingu makasi udah nunggu ya..review lagi ya chingu :D
Jiji Park:He he..author sengaja bikin penasaran..#Plak..Lulunya ngeliat Minseok lagi beduaan sama Suho tapi cuman salah paham kok chingu mereka gak ngapa ngapain..he he sekarang udah gak kepo lagi kan chingu..enggak kok chingu mana tega author nampar anak baik kayak kamu..he he author seneng kalo kamu ngakak..review lagi ya chingu :D
Gomawo reviewnya ya chingu,jangan lupa review lagi ya :D
Author seneng kalo punya banyak temen Xiuhan/Lumin shipper :D
Ok kalo ada yang heran kenapa author milih Suho buat jadi orang ketiganya soalnya menurut author Luhan sama Suho punya karakter yang berlawanan,yang satunya dewasa yang satunya lagi childish trus kalo Luhan tipe tipe bad boy gitu sementara suho tipe tipe good boy kalo suho biasanya ngungkapain perasaannya lewat perkataan tapi Luhan biasanya ngungkapin perasaannya lewat tindakan(?)..jadi author rasa mereka cocok kalo saingan...He he #alibi
Ok sekian ocehan gaje author..bye bye~
